cover
Contact Name
M. Isroul Laili
Contact Email
dosenpba@gmail.com
Phone
+6285646544449
Journal Mail Official
jurnalalyasini@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini Areng-areng Wonorejo, Pasuruan 67173, Jawa Timur
Location
Kota pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan
ISSN : 25273175     EISSN : 25276603     DOI : https://doi.org/10.326186
Core Subject : Religion, Education,
Al Yasini adalah wadah informasi berupa hasil penelitian, studi kepustakaan, gagasan, aplikasi teori dan kajian analisis kritis di bidang keislaman dan pendidikan. Terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan Nopember.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 01 (2026)" : 6 Documents clear
DARI REZIM OTORITARIAN KE REFORMASI: KRITIK ATAS UPAYA PENETAPAN SOEHARTO SEBAGAI PAHLAWAN DI TENGAH CATATAN PELANGGARAN HAM 1998 ,Nazif Najmudin, Yoga Maulana Gading, Muhammad Aldi Dinnastiar, Faqih Athoillah
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 11 No 01 (2026)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v11i01.7077

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika rezim otoritarian Orde Baru dan kontroversi wacana penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional di tengah catatan pelanggaran HAM pada 1998. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dan studi kepustakaan, kajian ini menelusuri karakter politik Orde Baru yang ditandai oleh sentralisasi kekuasaan, kontrol militer, pembatasan kebebasan sipil, serta praktik KKN yang mengakar. Analisis kemudian berfokus pada rangkaian pelanggaran HAM menjelang kejatuhan Soeharto, termasuk kerusuhan Mei, kekerasan seksual, pembunuhan massal, serta penculikan aktivis pro-demokrasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa upaya mempromosikan Soeharto sebagai pahlawan nasional tidak dapat dilepaskan dari upaya rekonstruksi memori sejarah yang berpotensi memutihkan tindakan represif negara. Karena itu, kajian ini menegaskan pentingnya integritas sejarah, transparansi, dan penghormatan terhadap korban sebagai fondasi etis dalam merumuskan kebijakan kepahlawanan, sekaligus menjaga nilai-nilai demokrasi dan HAM pada era reformasi.
Budaya Kerja Islami sebagai Strategi Penguatan Kinerja Karyawan KSPPS BMT UGT Nusantara Cabang Riam Durian Dwi Tri Nilasari, Aulia Sindy Perwirasari,
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 11 No 01 (2026)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v11i01.7159

Abstract

Peningkatan kinerja karyawan dalam koperasi syariah tidak hanya fokus pada pencapaian target-target finansial, namun juga harus sejalan dengan nilai-nilai Islami. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan masih minimnya studi empiris yang membahas peran budaya kerja Islami sebagai strategi penguatan kinerja karyawan, khususnya di BMT UGT Nusantara Cabang Riam Durian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan budaya kerja Islami dan peningkatan kinerja karyawan BMT UGT Nusantara Cabang Riam Durian. Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur, observasi lapangan dan triagulasi sumber. Adapun narasumber dalam penelitian ini terdiri dari pimpinan cabang dan karyawan operasional. Temuan penelitan menunjukkan bahwa penerapan budaya kerja Islami melalui praktik-praktik kegiatan Islami seperti gerak batin, pengajian, khatam Al Qur’an, telah berhasil menginternalisasikan nilai STAF (Shiddiq, Tabligh, Amanah dan Fathonah) ke dalam diri masing-masing karyawan, budaya musyawarah serta teladan dari pimpinan dapat meningkatkan kinerja karyawan. Peningkatan kinerja tercermin dari kualitas kerja yang lebih baik, pencapaian target kuantitas kerja, terbentuknya tim yang solid berlandaskan ukhuwah Islamiyah, serta munculnya inisiatif dan motivasi kerja yang didasarkan pada kesadaran spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya kerja Islami tidak hanya berfungsi sebagai identitas organisasi, tetapi juga berperan sebagai strategi yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan kinerja karyawan di BMT UGT Nusantara.
STRATEGIES OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHERS IN FACING THE CHALLENGES OF LEARNING IN THE DIGITAL AGE: STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PEMBELAJARAN DIERA DIGITAL Arman; Dhea Ananda; Nassaruddin
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 11 No 01 (2026)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v11i01.7196

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital menghadapi dinamika yang semakin kompleks seiring dengan perubahan karakter peserta didik, perkembangan teknologi, serta keterbatasan sarana pendukung pembelajaran. Kajian yang secara khusus mengulas strategi pedagogis guru PAI dalam merespons tantangan tersebut khususnya pada jenjang sekolah menengah pertama di daerah masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi yang diterapkan oleh guru PAI dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif yang dilaksanakan di SMPN 7 Kota Bima. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang dianalisis secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi penguatan kompetensi teknologi, integrasi media digital dalam pembelajaran, serta internalisasi nilai-nilai keislaman melalui kegiatan religius di luar kelas. Penerapan strategi tersebut masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pelatihan teknologi, sarana prasarana yang belum memadai, serta rendahnya motivasi sebagian peserta didik. Temuan ini menegaskan perlunya dukungan sistemik untuk optimalisasi pembelajaran PAI yang adaptif dan relevan dengan tuntutan era digital.
Etika Kerja Sama Usaha Perspektif Hadis Nabi SAW: Studi Kualitatif terhadap Praktik Bagi Hasil dalam Ekonomi Syariah Kontemporer Afton Zuhri Adnan
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 11 No 01 (2026)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v11i01.7217

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis etika kerja sama usaha dalam perspektif hadis Nabi SAW serta implementasinya dalam praktik bagi hasil pada ekonomi syariah kontemporer. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kegelisahan akademik terhadap kecenderungan formalisme dalam praktik ekonomi syariah, di mana akad bagi hasil sering kali dijalankan secara legalistik tanpa internalisasi nilai etika profetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pelaku usaha berbasis bagi hasil, pengelola lembaga ekonomi syariah, serta analisis dokumen akad dan hadis-hadis tematik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai etika dalam hadis Nabi SAW, seperti amanah, kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab bersama, telah dipahami sebagai prinsip normatif oleh pelaku usaha, namun penerapannya dalam praktik masih menghadapi kendala struktural dan kontekstual. Faktor risiko usaha, ketimpangan posisi tawar, serta lemahnya tata kelola etika kelembagaan menjadi penyebab utama terjadinya kesenjangan antara norma dan praktik. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan internalisasi etika hadis dalam desain akad dan praktik kerja sama usaha agar ekonomi syariah tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga berkeadilan dan berkelanjutan secara sosial. Kata Kunci: Etika Bisnis Islam; Hadis Nabi SAW; Bagi Hasil Syariah
Epistemologi Pesantren sebagai Tradisi Pengetahuan Praksis: Otoritas, Habitus, dan Produksi Ilmu Helmi; Moh. Affan; Abd. Somad; Ahmad Basuni; Ahmad Sahidah
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 11 No 01 (2026)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v11i01.7219

Abstract

Artikel ini mengkaji epistemologi pesantren sebagai sistem produksi, legitimasi, dan transmisi pengetahuan Islam yang memiliki otonomi intelektual dan berbeda secara fundamental dari epistemologi pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan filosofis-epistemologis untuk menganalisis struktur epistemik pesantren yang terbentuk melalui interaksi kompleks antara kitab kuning sebagai medium epistemik, otoritas kiai sebagai subjek epistemik, dan tradisi sanad keilmuan sebagai mekanisme validasi pengetahuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa epistemologi pesantren mengintegrasikan tiga pilar pengetahuan Islam—Bayani (tekstual-normatif), Burhani (rasional-empiris), dan 'Irfani (intuitif-spiritual)—yang bekerja secara simultan tanpa dikotomi. Wahyu, akal, tradisi, dan sanad membentuk struktur epistemologis yang integratif dan holistik, di mana wahyu menjadi fondasi normatif, akal sebagai instrumen analisis, tradisi menjaga kesinambungan intelektual, dan sanad memastikan otoritas serta validitas ilmu. Artikel ini juga menganalisis habitus kepesantrenan seperti ta'dzim, tirakat, khidmah, dan adab sebagai mekanisme epistemologis yang membentuk subjek pengetahuan, bukan sekadar etika moral. Pesantren dipahami sebagai epistemologi praksis yang menolak pemisahan dikotomis antara knowing (mengetahui), being (menjadi), dan doing (bertindak). Secara filosofis, epistemologi pesantren menawarkan kritik fundamental terhadap epistemologi Barat-modern yang positivistik, ahistoris, dan individualistik. Penelitian ini menegaskan relevansi epistemologi pesantren bagi pengembangan filsafat ilmu Islam kontemporer dan kontribusinya dalam wacana dekolonisasi pengetahuan berbasis tradisi intelektual lokal Indonesia yang hidup dan produktif.
IMPLEMENTASI METODE UMMI DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN BAGI REMAJA DI PONDOK PESANTREN TAMAN TAHFIDZUL QUR’AN AL IKHLASH DAU, KABUPATEN MALANG Yunani; Wahyu Widodo; Abd. Azis Tata Pangarsa
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 11 No 01 (2026)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v11i01.7230

Abstract

Pembelajaran membaca Al-Qur’an menuntut penguasaan makharijul huruf dan kaidah tajwid agar sesuai dengan ketentuan syariat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Ummi pada santri remaja di Pondok Pesantren Taman Tahfidzul Qur’an Al-Ikhlash Dau Kabupaten Malang, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat, dan hasil evaluasi pembelajarannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Ummi diterapkan secara berjenjang dan terstruktur dengan pengawasan yang intensif, sehingga pembelajaran berlangsung efektif dan menyenangkan. Faktor pendukung lebih dominan dibandingkan faktor penghambat, dan tidak ditemukan kendala yang signifikan. Evaluasi pembelajaran menunjukkan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an dan kualitas hafalan santri, baik pada evaluasi internal pesantren maupun evaluasi eksternal melalui supervisi, tashih, dan sertifikasi metode Ummi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6