cover
Contact Name
Dr. Ide Bagus Siaputra
Contact Email
-
Phone
+62312981246
Journal Mail Official
anima@unit.ubaya.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Surabaya Jalan Raya Rungkut Mejoyo (Raya Kali Rungkut), Surabaya, East Java, 60293
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
ANIMA Indonesian Psychological Journal
Published by Universitas Surabaya
ISSN : 02150158     EISSN : 26205963     DOI : https://doi.org/10.24123/aipj
Core Subject : Social,
Anima publishes peer reviewed articles with editors and consultants providing detailed assistance for authors to reach publication. Anima publishes research reports and scientific papers in psychology and/or related sciences with the aim to advance science, knowledge, and theory of psychology.
Articles 651 Documents
Family Social Support and Work Stress on Night Shift Bus Drivers Putra, Adi Kurniawan
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 26 No 4 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 4, 2011)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v26i4.4191

Abstract

The goal of this research was to find the relation between family social support and work stresson night shift bus drivers. Subjects were night shift bus drivers (N = 38) in Temanggung, chosenby using the simple random sampling technique. Data regarding the family social support andwork stress were collected using two surveys, with 31 and 20 items respectively. Correlationanalysis uses the Pearson Product Moment. Result showed a negative significant correlationbetween family social support and work stress in night shift bus drivers, with the r score of -.647 (p < .05). This means that the higher the family social support score, the lower the workstress score will be on night shift bus drivers. The variance of the work stress variable can beexplained by using the family social support variable, scoring at 41.86% (r2 = - .647). Tujuan penelitian ini adalah melihat hubungan dukungan sosial keluarga terhadap stress kerjasopir bus malam. Subjek adalah para sopir bus malam (N = 38) di Temanggung yang diperolehmelalui simple random sampling. Data dukungan sosial keluarga dan data stres kerja diperolehmelalui pengisian angket, masing-masing terdiri atas 31 dan 20 butir. Hasil analisis korelasiyang menggunakan rumus Pearson Product Moment menunjukkan bahwa ada hubungan negatifyang signifikan antara dukungan sosial keluarga dan stres kerja sopir bus malam, dengan (r)sebesar - .647 (p < .05). Hal ini berarti semakin tinggi dukungan sosial keluarga, maka semakinrendah stres kerja pada sopir bus malam dan sebaliknya. Variansi skor variabel stres kerja dapatdijelaskan oleh variabel dukungan sosial keluarga sebesar 41.86% (r2 = - .647).
Indonesian Christian International Students in Australia: (Re)Constructing Religious Identities Mulya, Teguh Wijaya
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 26 No 4 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 4, 2011)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v26i4.4192

Abstract

Indonesian Christians international students are experiencing new religio-cultural experiencesduring their study in Australia. Some of those experiences are contradictory with theirChristian beliefs. This study seeks to understand the way Indonesian Christian internationalstudents in Australia negotiating their cultural and religious identity. In this qualitativestudy, I interviewed four Indonesian Christian international students in Australia includingmyself. The findings describe participants’ tensions between their Christian beliefs and newreligio-cultural experiences during participants’ study in Australia, such as questions aboutsexuality, feminism, and various knowledges met in their university studies. Participantsconstructed their new ways of being a Christian by demonstrating different markers ofevangelical Christianity, liberal Christianity, and spiritual seekers (Mathews, 2000). Mahasiswa Kristen Indonesia di Australia menjumpai berbagai pengalaman budaya danreligius yang baru selama menempuh studinya. Beberapa pengalaman baru tersebut mengundangpertanyaan tentang iman Kristen mereka selama ini. Penelitian ini bertujuan memahamipengalaman mahasiswa-mahasiswa Kristen tersebut menegosiasikan identitas agama danbudaya mereka. Dalam penelitian kualitatif ini empat mahasiswa Indonesia diwawancarai,termasuk peneliti sendiri. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketegangan antara imanKristen mereka dan pengalaman budaya dan religius baru selama studi mereka di Australia,seperti pertanyaan seputar seksualitas, kesetaraan gender, dan pengetahuan-pengetahuanbaru di bidang studi mereka masing-masing. Partisipan menegosiasikan dan membangunkembali identitas Kristen mereka; misalnya dengan menjadi Kristen injili, liberal, atau pelancongspiritual (Mathews, 2000)
The Flow Inventory for Student: Validation of the LIS Yuwanto, Listyo
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 26 No 4 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 4, 2011)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v26i4.4194

Abstract

Limitations of the academic flow instrument developed so far became the basis of this research.The validated academic flow instrument is the the FLow Inventory for Student (LIS), consisting12 items representing absorption, enjoyment, and intrinsic motivation aspects. The LIS aspectswere based on the aspects of Work-reLated Flow Inventory (WOLF), developed by Bakker(2008). The validation was based on content evidence and internal structural analysis, while thereliability refers to alpha Cronbach internal consistency. Undergraduate students (N=306) wereparticipating through incidental sampling. Exploratory factor analysis results reveal that LISconsist of 10 items containing four items of absorption, three items of enjoyment, and threeitems of intrinsic motivation. These items have factor loading > .4 with no cross loadingindication. The reliability score using alpha Cronbach internal consistency is > .6. The resultsare discussed further. Keterbatasan alat ukur flow akademik yang dikembangkan selama ini mendasari penelitianvalidasi alat ukur flow akademik. Alat ukur flow akademik yang diuji validasi dinamakan TheFLow Inventory for Student (LIS), yang terdiri atas 12 butir mewakili aspek absorption, enjoy-ment, dan intrinsic motivation. Aspek-aspek LIS didasarkan pada aspek alat ukur Work-reLatedFlow Inventory (WOLF) yang dikembangkan Bakker (2008). Validasi meliputi pengujian validi-tas berdasarkan bukti content dan internal structural analysis serta reliabilitas mengacu padainternal consistency alpha cronbach. Subjek penelitian berjumlah 306 mahasiswa yang diperolehmelalui incidental sampling. Hasil uji analisis faktor exploratory menunjukkan LIS terdiri atas10 butir dengan komposisi empat butir absorption, tiga butir enjoyment, dan tiga butir intrinsicmotivation. Butir-butir tersebut memiliki factor loading > 0,4 dan tidak ada indikasi crossloading. Reliabilitas internal consistency alpha cronbach LIS > .6. Hasil penelitian didiskusikanlebih lanjut.
Module Development of Premarital Guidance for Buddhist Couples Gunawinata, Vensi Anita Ria
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 26 No 4 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 4, 2011)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v26i4.4195

Abstract

Buddhist couples who are going to get married view marriage as something romantic, andsee it as something that simple and fun, which makes them unaware of the problems thatcould emerge in a marriage. The purpose of this study was to develop a module as guidancefor premarital Buddhist couples, and to know the advantages and impact of the module forthe couples. Data were collected by using purposive sampling. Data were analyzed using acombination of quantitative and qualitative analyses techniques for the survey, assessmentand intervention. The assessment and dissemination of the module show that: (1) Buddhistcouples need precise information about marriage to evaluate optimistic and heuristic thoughts,(2) the module has been evaluated concerning its content, exercise and face validity and hasbeen valued good by experts, Buddhist monks, and premarital couples, (3) participants inthis study felt they have gain a lot of advantages after reading the module. Pasangan Buddhis yang hendak menikah memandang pernikahan dengan sudut pandangromantisme, menganggap pernikahan sebagai sesuatu hal yang sederhana dan menyenangkan,sehingga tidak menyadari masalah yang akan timbul dalam sebuah pernikahan. Tujuanpenelitian ini adalah mengembangkan modul persiapan pranikah bagi pasangan Buddhis danmengetahui manfaat dan dampak modul tersebut bagi pasangan Buddhis. Para subjekdiperoleh melalui purposive sampling. Data dianalisis dengan kombinasi analisis kuantitatifdan kualitatif pada data tahap survei, asesmen, dan intervensi. Hasil penelitian asesmen dandiseminasi modul menunjukkan bahwa: (1) pasangan muda-mudi Buddhis memerlukaninformasi yang tepat mengenai pernikahan untuk mengevaluasi pemikiran optimisme yangtidak realistis dan pemikiran heuristik, (2) modul yang dibuat telah dievaluasi secara isimateri, soal latihan, dan tampilan dan mendapatkan tanggapan nilai yang baik dari ujipakar, pandita vihara dan pasangan yang hendak menikah, (3) partisipan dalam penelitianini mendapatkan manfaat setelah membaca modul persiapan pranikah.
Cognitive Therapy to Enhance Self Efficacy in Asthmatics Sutanto, Nadia
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 26 No 4 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 4, 2011)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v26i4.4196

Abstract

Asthma is a chronic disturbance of the lungs with inflammation and narrowing of the air pipes.An asthmatic attack could be triggered mainly by physical as well as psychological aspects. Thepsychological aspect is much affected by the patients’ self-efficacy. A cognitive distortion couldbe a contribution for a low self-efficacy. This qualitative descriptive study with a positivisticapproach aimed at enhancing self-efficacy by lowering the cognitive distortion through cognitivetherapy. The informants of this study are two early adult patients with early onset asthma duringchildhood and categorized as non-allergic asthma. The mapping the psychological profile of theinformants using EPPS, and TAT. The self-efficacy mapping used a mixed method design throughthe Stanford Chronic Disease Self-Efficacy Scale and an interview was conducted to delve intothe patient’s self-efficacy shaping source and aspects. The psychological unique profile seems tocontribute to the effectiveness difference of the cognitive therapy in enhancing self-efficacy. Asma adalah gangguan menahun pada paru, ditandai peradangan dan penyempitan salurannapas. Dua aspek pencetus serangan gejala asma yang utama adalah aspek fisik dan psikis.Aspek psikis sangat dipengaruhi keyakinan diri penderita. Distorsi kognitif dapat menjadikontributor terbentuknya keyakinan diri (self-efficacy) yang rendah. Penelitian deksriptif kualitatifdengan pendekatan positivistik ini bertujuan meningkatkan self-efficacy dengan menurunkandistorsi kognitif melalui terapi kognitif. Informan pada studi ini adalah dua orang pada tahapdewasa awal, dengan awitan (onset) asma di masa kanak-kanak dan merupakan penderita asmanon-allergic. Pemetaan profil psikologis menggunakan EPPS, dan TAT. Pemetaan self-efficacydengan mixed-method design melalui instrumen Chronic Disease Self-Efficacy Scale-Stanford danwawancara dilakukan sebagai upaya menggali aspek dan sumber pembentuk self-efficacy.Keunuikan profil psikologis tampak memberikan kontribusi pada perbedaan efektifitas terapikognitif dalam meningkatkan self-efficacy.
Self-Efficacy in Children with Reading Disorder Suganda, Marcelina Rizkyati; Nanik; Dianovinina, Ktut
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 26 No 4 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 4, 2011)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v26i4.4197

Abstract

Nowadays early primary school children are demanded to be able to read well. This conditionbecomes a threat for those who are not ready or those who have reading disorder. The inability toread influences children’ psychological condition. The purpose of this study was to examinechildren’s self efficacy in those who have reading disorder. A quantitative and qualitativedescriptive approach was conducted to visualize psychotest data in which the quantitative datawas interpretated qualitatively. This study used two children 6-7 years of age who still could notread fluently. Results of this study show that self efficacy of those children is low. Factors thatbecome the cause of this condition are parent tolerance and indiscipline in educating theirchildren. Other factors that contribute to this low self efficacy are no successful experience, noappropriate modeling in learning as well as the important role of the child emotional factor. Dewasa ini anak sekolah dasar dituntut sudah mampu membaca dengan baik. Kondisi inimenjadi ancaman bagi mereka yang tak siap termasuk mereka yang menderita kesulitanmembaca. Ketakmampuan membaca memengaruhi kondisi psikologis anak. Tujuan penelitian iniadalah menggali keyakinan diri anak yang menyandang kesulitan membaca. Pendekatankuantitatif dan kualitatif dipakai untuk memvisualisasikan data psikotes dengan menginterpretasidata kuantitatif secara kualitatif. Studi ini mempelajari dua orang anak berusia 6-7 tahun yangbelum mampu membaca dengan lancar. Hasil studi ini menunjukkan bahwa keyakinan diri anak-anak tersebut rendah. Faktor yang menjadi penyebab kondisi ini adalah toleransi danketakdisiplinan orang tua dalam mendidik anaknya. Faktor lain yang berkontribusi padarendahnya keyakinan diri tersebut adalah mereka tak pernah mengalami keberhasilan bermakna,tak adanya pemodelan belajar yang tepat maupun peran penting faktor emosional anak.
The Effect of Classical Music on Math Achievement of 6th Grade Student Wongso, Wawan; Yuliawati, Livia
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 26 No 3 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 3, 2011)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v26i3.4198

Abstract

The phenomenon which shows that the math lesson is still one of the most feared by the students at school, especially in elementary school, became one of the reasons why math was chosen in this research. Classical music was chosen as a factor that is expected to affect math achievement because of the many previous studies were still in controversy of findings. The aim of this research was to find out whether classical music can have positive influence on a child's math achievement. This study used non-equivalent control group design. This design was chosen because in the control and experimental groups, the subject has been determined strictly in order to minimize variables that might disturb the course of the experiment. With the results of statistical analysis with p-value= .1196, then concluded there was no significant effect of listening to classical music and mathematics achievement score. Some consideration and explanation also will be discussed further in this research. Fenomena yang menunjukan bahwa pelajaran matematika masih menjadi salah satu pelajaran yang paling ditakuti oleh siswa-siswi di sekolah khususnya di sekolah dasar, menjadi salah satu alasan mengapa matematika dipilih untuk dijadikan subyek pembahasan. Musik klasik dipilih sebagai faktor yang diharapkan dapat memengaruhi prestasi belajar matematika karena banyak penelitian yang sebelumnya, menemukan bahwa musik klasik memiliki dampak positif terhadap kecerdasan seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu apakah musik klasik juga dapat berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika seorang anak. Penelitian ini menggunakan desain non equivalent control group. Design ini dipilih karena baik dalam kelompok kontrol maupun eksperimen, subyeknya sudah ditentukan dan diatur secara ketat agar meminimalisir extraneous variable yang mungkin bisa mengganggu jalannya eksperimen. Dari hasil pengolahan statistik, diperoleh p-value = .1196, maka disimpulkan tidak ada pengaruh signifikan mendengarkan musik klasik dengan prestasi belajar matematika. Beberapa pertimbangan dan penjelasan akan didiskusikan lebih lanjut pada penelitian ini.
Internal Structure Test of Big Five Inventory Sutejo, Agus; Siaputra, Ide Bagus; Lasmono, Hari K.
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 26 No 3 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 3, 2011)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v26i3.4199

Abstract

The purpose of this study was to explain the internal structure of Big Five personality trait instrument, namely the Big Five Inventory (BFI). Maximum likelihood method of factor analysis in SPSS 16.0 was used to find suitability between the model proposed and data collected. Subjects (N=156) were all psychology students. Results reveal that five factors personality (Big Five) as proposed by personality theory is not in accordance with data collect- ed. Seven factor model is more appropriate to explain personality, namely openness to ex- perience, conscientiousness, friendliness, introversion, emotional stability, aggressiveness, and vulnerability. The findings have two alternative meanings, first an essential difference in meaning derived from the translated instrument items that could exhibit different responses, and second, the large spectrum of personality characteristics in "Big Five" enables the emergence of a new form of different personality characteristic as a consequence of overlapping between factors of the theory. Penelitian ini berusaha menjelaskan struktur internal alat ukur big five personality trait, yakni Big Five Inventory (BFI). Metode yang digunakan adalah analisis faktor menggunakan metode maximum likelihood dalam program SPSS 16.0 untuk mencari kesesuaian model yang diajukan dengan data yang diperoleh. Subjek (N=156) adalah mahasiswa psikologi. Hasilnya menunjukkan bahwa model lima faktor yang diajukan dalam teori kepribadian big five tidak sesuai dengan data yang didapatkan. Adapun, model tujuh faktor lebih cocok untuk menjelaskan kepribadian dalam subjek penelitian ini. Tujuh faktor itu terdiri atas openness, conscientious- ness, friendliness, introversion, emotional stability, aggressiveness, dan vulnerability. Perlu diperhatikan bahwa terdapat dua alternatif pemaknaan dalam temuan ini. Pertama adanya perbedaan esensi makna pada terjemahan butir alat ukur yang mungkin memunculkan perbedaan respons. Kedua adalah luasnya karakteristik kepribadian Big Five yang memungkin- kan terbentuknya karakteristik kepribadian yang berbeda akibat singgungan antar-faktor dalam teori tersebut.
Perception of Family Social Support and Motivation to Recover in Adolescent Drug Users Hapsari, Elisabet Widyaning
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 26 No 3 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 3, 2011)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v26i3.4200

Abstract

A drug user who wants to recover must have a strong motivation. One factor that may influence drug users to recover is the perception of family social support. Subjects (N = 24) are adolescent drug users who are going through rehabilitation process, with their age ranging from 20 – 23 years old. The sampling method used is purposive sampling, while the data collection is conducted by using Perception ofFamily Social Support Scale and Motivation to RecoverScale. The data obtained were processed by using Kendall’s Tau-b non-parametric statistical correlation technique. The correlation coefficient obtained is .642 with p = .000 (p ≤ .05), which means that there is a relationship between perception of family social support with motivation to recover in adolescent drug users. Seorang pengguna narkoba yang ingin sembuh harus memiliki motivasi yang kuat untuk sembuh. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi pengguna narkoba untuk sembuh adalah persepsinya terhadap dukungan sosial oleh keluarga. Subjek penelitian (N=24) adalah remaja pengguna narkoba yang sedang menjalani proses penyembuhan di panti rehabilitasi dengan kisaran usia 17-23 tahun. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisa data statistika non parametrik Kendall’s Tau-B. Hasil analisis mendapatkan koefisien korelasi sebesar .642 dengan p = .000 (p ≤ .05) yang berarti bahwa terdapat hubungan antara persepsi terhadap dukungan sosial oleh keluarga dengan motivasi untuk sembuh pada remaja pengguna narkoba. Secara deskriptif diperoleh hasil bahwa sebagian besar subjek penelitian mempunyai persepsi terhadap dukungan sosial oleh keluarga yang tergolong sedang (50%) dan tinggi (45.833%) sedangkan sebagian besar subjek memiliki motivasi untuk sembuh yang tinggi (62.5%).
Illness Perception of Asthma Patients in Compliance with Pharmaceutical Care Lorensia, Amelia; Lisiska, Natalia
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 26 No 3 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 3, 2011)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v26i3.4201

Abstract

Illness perceptions can affect patient’s self-management behavior, thus affecting asthma therapy outcomes. This study aims to test the correlation between asthma perception and the outcomes of the therapy. The design was a cross-sectional with purposive sampling technique. Data was obtained by direct interview using questionnaire and was presented descriptively, from 22 asthma patients. Results reveal significant differences between consequences, timeline, emotional response, understanding, and compliance. Illness perceptions of patients regarding the identity, cause of illness, and cure or control were appropriate, while concerning the conse- quences and timeline were still lacking. These shortcomings should be alleviated to support an optimal pharmaceutical care and improving the quality of life. Persepsi terhadap penyakit asma dapat memengaruhi perilaku manajemen-diri pasien, sehingga memengaruhi hasil terapinya. Studi ini bertujuan melihat korelasi antara persepsi terhadap penyakit asma dan hasil terapi. Metode yang dipakai adalah belah silang dan teknik sampling bertujuan. Data diperoleh dari 22 pasien asma melalui wawancara langsung dan pengisian kuesioner. Terdapat perbedaan yang bermakna antara konsekuensi, perjalanan penyakit, respons emosional, pengertian dan kepatuhan pada perawatan farmasetis. Persepsi pasien terhadap penyakitnya menyangkut identitas, penyebab penyakit, dan penyembuhan atau pengendalian sesuai, sedangkan masih kurang terhadap konsekuensi dan perjalanan penyakit. Hal-hal yang masih kurang inilah yang perlu diatasi sehingga rawatan farmasetikal bisa optimal dalam memperbaiki kualitas hidupnya.

Filter by Year

1999 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 40 No 2 (2025): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 40, No. 2, 2025) Vol 40 No 1 (2025): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 40, No. 1, 2025) Vol 39 No 2 (2024): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 39, No. 2, 2024) Vol 39 No 1 (2024): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 39, No. 1, 2024) Vol 38 No 2 (2023): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 38, No. 2, 2023) Vol 38 No 1 (2023): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 38, No. 1, 2023) Vol 37 No 2 (2022): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 37, No. 2, 2022) Vol 37 No 1 (2022): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 37, No. 1, 2022) Vol. 36 No. 2 (2021): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 36, No. 2, 2021) Vol. 36 No. 1 (2021): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 36, No. 1, 2021) Vol. 35 No. 2 (2020): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 35, No. 2, 2020) Vol. 35 No. 1 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 35, No. 1, 2019) Vol. 34 No. 4 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 4, 2019) Vol. 34 No. 3 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 3, 2019) Vol. 34 No. 2 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 2, 2019) Vol. 33 No. 4 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 4, 2018) Vol. 34 No. 1 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 1, 2018) Vol. 33 No. 3 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 3, 2018) Vol. 33 No. 2 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 2, 2017) Vol. 33 No. 1 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 1, 2017) Vol. 32 No. 4 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 4, 2017) Vol. 32 No. 3 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 3, 2017) Vol. 32 No. 2 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 2, 2017) Vol. 32 No. 1 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 1, 2016) Vol. 31 No. 4 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 4, 2016) Vol. 31 No. 3 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 3, 2016) Vol. 31 No. 2 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 2, 2016) Vol. 31 No. 1 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 1, 2015) Vol. 30 No. 4 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 4, 2015) Vol. 30 No. 3 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 3, 2015) Vol. 30 No. 2 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 2, 2015) Vol. 30 No. 1 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 1, 2014) Vol. 29 No. 4 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 4, 2014) Vol. 29 No. 3 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 3, 2014) Vol. 29 No. 2 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 2, 2014) Vol. 29 No. 1 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 1, 2013) Vol 28 No 4 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 4, 2013) Vol 28 No 3 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 3, 2013) Vol 28 No 2 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 2, 2013) Vol 28 No 1 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 1, 2012) Vol 27 No 4 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 4, 2012) Vol 27 No 3 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 3, 2012) Vol 27 No 2 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 1, 2012) Vol 27 No 1 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 1, 2011) Vol 26 No 4 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 4, 2011) Vol 26 No 3 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 3, 2011) Vol 26 No 2 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 2, 2011) Vol 26 No 1 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 1, 2010) Vol 25 No 4 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 4, 2010) Vol 25 No 3 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 3, 2010) Vol 25 No 2 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 2, 2010) Vol 25 No 1 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 1, 2009) Vol 24 No 4 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 4, 2009) Vol 24 No 3 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 3, 2009) Vol 24 No 2 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 2, 2009) Vol 24 No 1 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No.1, 2008) Vol 23 No 4 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 4, 2008) Vol 23 No 3 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 3, 2008) Vol 23 No 2 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 2, 2008) Vol 23 No 1 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 1, 2007) Vol 22 No 4 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 4, 2007) Vol 22 No 3 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 3, 2007) Vol 22 No 2 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 2, 2007) Vol 22 No 1 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 1, 2006) Vol 21 No 4 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 4, 2006) Vol 21 No 3 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 3, 2006) Vol 21 No 2 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 2, 2006) Vol 21 No 1 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 1, 2005) Vol 20 No 4 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 4, 2005) Vol 20 No 3 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 3, 2005) Vol 20 No 2 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 2, 2005) Vol 20 No 1 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 1, 2004) Vol 19 No 4 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 4, 2004) Vol 19 No 3 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 3, 2004) Vol 19 No 2 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 2, 2004) Vol 19 No 1 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 1, 2003) Vol 18 No 4 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 4, 2003) Vol 18 No 3 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 3, 2003) Vol 18 No 2 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 2, 2003) Vol 18 No 1 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 1, 2002) Vol 17 No 4 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 4, 2002) Vol 17 No 3 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 3, 2002) Vol 17 No 2 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 2, 2002) Vol 17 No 1 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 1, 2001) Vol 16 No 3 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 3, 2001) Vol 16 No 2 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 2, 2001) Vol 16 No 4 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 4, 201) Vol 16 No 1 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 1, 2000) Vol 15 No 4 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 4, 2000) Vol 15 No 3 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 3, 2000) Vol 15 No 2 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 2, 2000) Vol 15 No 1 (1999): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 1, 1999) Vol 14 No 4 (1999): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 14, No. 4, 1999) Vol 14 No 3 (1999): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 14, No. 3, 1999) More Issue