cover
Contact Name
Dr. Ide Bagus Siaputra
Contact Email
-
Phone
+62312981246
Journal Mail Official
anima@unit.ubaya.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Surabaya Jalan Raya Rungkut Mejoyo (Raya Kali Rungkut), Surabaya, East Java, 60293
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
ANIMA Indonesian Psychological Journal
Published by Universitas Surabaya
ISSN : 02150158     EISSN : 26205963     DOI : https://doi.org/10.24123/aipj
Core Subject : Social,
Anima publishes peer reviewed articles with editors and consultants providing detailed assistance for authors to reach publication. Anima publishes research reports and scientific papers in psychology and/or related sciences with the aim to advance science, knowledge, and theory of psychology.
Articles 651 Documents
Leukemia and Its Impact on the Quality of Life of a Child: A Case Study Rahmawati, Mila; Nanik; Probowati, Yusti
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 26 No 2 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 2, 2011)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v26i2.4214

Abstract

The purpose of this study was to allow a leukemia patient to describe their health related quality of life (HRQoL) in their own words, in order psychologists could understand the impact that leukemia has on children. Four semistructured interview questions guide the interviews. Each question related to a domain identified in previous researches as having an effect on HRQoL. Areas explored were (a) physical well-being and symptoms, (b) psychological well-being, (c) social well-being, and (d) functional well-being. Five themes were identified: (a) fatigue, (b) the effect on activities, (c) medi- cation and treatment effects, (d) relationship changes, and (e) hair loss. In addition, based on content analysis, the result showed that there is an interactive effect between the diseases and the level of QoL. The results reveal that the social, physical and emotional health and well-being of children with acute lymphocytic leukemia (ALL) is significantly poorer than their community-based peers. Tujuan penelitian ini adalah menuntun penyandang leukemia limfostik akut mendeskripsikan kualitas hidupnya yang terkait kesehatan dengan kata-katanya sendiri, agar para psikolog dapat memahami dampak leukimia pada anak. Wawancara dipandu empat pertanyaan interviu semi- terstruktur. Tiap pertanyaan terkait ranah yang teridentifikasi penelitian terdahulu memiliki dampak pada kualitas hidup terkait kesehatan. Wilayah yang dieksplorasi adalah (a) kesejahteraan dan gejala fisik, (b) kesejahteraan psikologis, (c) kesejahteraan sosial, (d) kesejahteraan fungsional. Ditengarai lima tema: (a) kelelahan, (b) akibat pada aktivitas, (c) akibat pengobatan dan perawatan, (d) perubahan hubungan, (e) kehilangan rambut. Selain itu, berdasarkan analisis isi, hasil menunjukkan bahwa terdapat akibat interaktif antara penyakit dan tingkat kualitas hidup. Hasil menunjukkan bahwa kesehatan sosial, fisik dan emosi, serta kesejahteraan anak penyandang leukimia limfositik akut lebih rendah secara bermakna daripada teman sebayanya di masyarakat
Developing a Culture-Adequate Intercultural Competence Program for Indonesian Students Panggabean, Hana; Murniati, Juliana
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 26 No 1 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 1, 2010)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v26i1.4215

Abstract

Numerous challenges of Indonesian multicultural society (e.g., intergroup conflicts) indicate the needs for intercultural education. This study attempts to develop a culture-adequate learning pro- gram of intercultural competence for university students in Indonesia. A cultural adaptation of a German cultural-oriented training is conducted. The theoretical framework covers intercultural training, culture learning for students, and cross-cultural learning style of European and Asian stu- dents. Data collection includes expert interviews (N = 5) and focus group discussions of profes- sionals (N = 21). Achievement test, multicultural awareness scale and open ended questionnaire are delivered to 34 psychology students. Content analysis and descriptive statistics are applied. The customized module receives favourable response for its learning strategies and is considered beneficial for students’ multicultural development. The program increases cultural knowledge and cultural diversity awareness. Tantangan masyarakat majemuk Indonesia mengindikasikan kebutuhan pengembangan kompe- tensi mengelola keberbedaan secara sistematis. Studi ini berfokus pada penyusunan program pen- gembangan dengan mengadaptasi modul berorientasi budaya Jerman ke dalam konteks Indonesia. Untuk proses adaptasi ini dilakukan wawancara (N = 5) dan focus group discussion (N = 21). Hasil dari pendekatan kualitatif memberikan justifikasi akan kebutuhan program demikian di dunia kerja serta sejumlah kasus pertemuan budaya dalam konteks Indonesia untuk materi pembelajaran. Uji coba modul hasil adaptasi dilakukan pada mahasiswa (N = 34) dengan memberikan tes prestatif, skala multicultural diversity awareness, dan kuesioner terbuka. Hasil analisis memperlihatkan perubahan yang signifikan pada pengetahuan subjek sebelum dan sesudah mengikuti uji coba modul dan terjadi peningkatan kesadaran akan kemajemukan pada subjek. Subjek penelitian juga memberikan evaluasi positif terhadap modul dengan fokus utama pada manfaatnya dalam memberikan pemahaman akan kemajemukan dan pengembangan diri, serta metode belajar eksperiensial-induktif.
Translating the Health Belief Model into Contextual Community Intervention: A Study of Proper Hygiene Practices of Mothers of Children with Diarrhea Yuniarti, Kwartarini W.
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 26 No 1 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 1, 2010)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v26i1.4217

Abstract

Diarrhea remains a serious burden for children in developing countries, and remains a leading cause of childhood morbidity and mortality. The health belief model (HBM) is frequently used in explain- ing health behaviours. This study used HBM and translated it into community understanding to gain local perspective of mothers of children with diarrhea. A qualitative approach using focus group dis- cussions was conducted. A community model was then developed using local data. Data showed that mothers believe in two kinds of diarrhea: diarrhea as a disease and diarrhea as a part of the deve- lopmental process. The contextual community model explain the HBM in a different frame of theo- retical explanation model, which was developed in different setting of culture, can not be simply applied in the community without undertaking field verification, as conducted in this study. Detailed results and discussion are presented and proposals for a culture-sensitve intervention approach were proposed. Diare merupakan permasalahan serius di negara berkembang dan bahkan merupakan penyebab utama mortalitas dan morbiditas balita. Health belief model (HBM) sering dipakai untuk menjelaskan perilaku kesehatan. Studi awal ini memakai Health Belief Model untuk mengetahui pemahaman masyarakat tentang permasalahan diare dan perilaku kebersihan. HBM dalam pemetaan teoretis diverifikasi di komunitas untuk menguji presisi model secara kualitatif. Diskusi kelompok terarah dipakai dalam eksplorasi kualitatif. Data menunjukan bahwa model diare di komunitas studi berbeda dengan model biomedis. Para Ibu memercayai adanya dua jenis diare, diare sebagai penyakit dan diare yang merupakan bagian dari tumbuh kembang anak. Dapat disimpulkan bahwa model komunitas kontekstual berbeda dengan model biomedis. Bahasan terinci disajikan dalam artikel ini. Program intervensi yang peka kultur setempat diajukan sesuai dengan hasil penelitian ini.
Effectiveness of Traditional Games to Increase Ethno Cultural Empathy Taufik
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 26 No 1 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 1, 2010)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v26i1.4219

Abstract

Ethnocultural empathy is the ability to understand or as a personal trait related to certain personality characteristics in ethnic groups or other any cultural groups. The purpose of this study was to reveal the effectiveness of Javanese traditional games in increasing ethno cultural empathy in Javanese as well as Chinese children in Surakarta. Participants consisted of 240 Javanese and Chinese children. The results of the experiment shows that 1) traditional game can increase ethno cultural empathy in Javanese and Chinese children; 2) Participants taking one game show higher ethno cultural empathy compared with control, and participants given two treatments did not show higher ethno cultural empathy than participants given one treatment. Empati etnobudaya sebagai kemampuan memahami atau merupakan trait personal yang berkaitan dengan karakteristik kepribadian tertentu pada kelompok etnis, ras, maupun berbagai kelompok budaya lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap evektivitas permainan tradisional Jawa untuk meningkatkan empati etnobudaya (EB) pada anak-anak Jawa dan Tionghoa di Surakarta. Partisipan dalam penelitian eksperimen ini terdiri atas 240 anak-anak etnis Jawa dan Tionghoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) permainan tradisional dapat meningkatkan EB pada anak-anak Jawa dan Tionghoa; dan 2) partisipan yang memperoleh satu perlakuan (game) menunjukkan EB yang lebih tinggi dibandingkan dengan partisipan yang tidak memperoleh perlakuan (kelompok kontrol), dan partisipan yang memperoleh dua perlakuan tidak menunjukkan EE yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasrtisipan yang memperoleh satu perlakuan.
Empathic Caring Consultation (ECC): Will It Be Able to Improve the Quality of Care at the Health Centers? Prawitasari, Johana E.; Hadiwirawan, Olivia; Winarti, Hening Dwi Handayani Sri; Intriaty
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 26 No 1 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 1, 2010)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v26i1.4220

Abstract

The purpose of this study is to support the evidence that ECC is effective to improve the quality of care in health centers in Sleman District, DIY, where myalgia complaints and the use of analgesics were high. ECC involves active listening, expressions of empathy, and short version of deep muscle relaxation. Method used was controlled trial design in 4 health centers. Two health centers were randomly assigned to the experimental and the control groups. Surveys of analgesics prescribing and the quality of care perceived by patients were conducted before and after the ECC. Results showed that there was no effect of ECC on the use of analgesics. Patients’ perception toward the quality of care in the experimental groups improved slightly. Health providers in the experimental groups showing more concern using nonverbal communication were perceived as more empathetic. They also referred more cases to the psychologists when needed. Tujuan penelitian ini adalah mendukung adanya bukti empiris bahwa Empathic Caring Consultation (ECC) sangkil untuk meningkatkan kualitas pelayanan di puskesmas di Kabupaten Sleman, DIY, di mana jumlah kasus mialgia dan penggunaan analgesika tinggi. ECC meliputi mendengarkan aktif, ungkapan empati, dan versi pendek ralaksasi otot. Metode yang digunakan adalah desain percobaan terkendali di 4 puskesmas. Dua puskesmas secara undian dipilih menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Survei peresepan analgesika dilakukan secara retrospektif tiga bulan sebelum dan sesudah ECC. Survei kualitas pelayanan dilakukan sebelum dan sesudah ECC diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada dampak ECC pada penggunaan analgesika di empat puskesmas yang diteliti. Persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan di kelompok eksperimen meningkat sedikit. Petugas kesehatan di kelompok eksperimen, yang memperlihatkan perhatiannya melalui ungkapan nonverbal, dianggap lebih berempati. Mereka juga merujuk pada psikolog bila dibutuhkan.
Interior Color Concept for Behavioral Therapy of Autistic Children Based on Lovass Method (ABA) Sari, Sriti Mayang
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 26 No 1 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 1, 2010)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v26i1.4221

Abstract

Autistic therapy room interior design is an element of environment created for autistic children. Elements constituting an interior design such as color can create an environment or atmosphere that supports the healing process. Color can be psychologically influential. Autistic patients possess an ability to be stimulated by psychological effect of colors. The purpose of this research was to create an interior design color concept of behavioral therapy rooms for autistic children based on Lovass/ABA method. The color concept or composition in accord with the autistic child’s character and Lovass/ABA method are the color with low intensity that can increase the ability to concentrate, improve the child’s emotion and give comfort. Desain interior ruang terapi autis merupakan lingkungan buatan yang keberadaannya berhubungan langsung dengan anak autis. Melalui elemen-elemen yang membentuk sebuah desain interior, seperti warna, dapat diciptakan sebuah lingkungan atau suasana ruang yang mendukung proses terapi. Warna dapat memberi pengaruh secara psikologis. Penderita autis memiliki kemampuan untuk merasakan rangsangan yang dihasilkan oleh efek psikologi warna. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah membuat suatu konsep warna interior ruang terapi perilaku anak autis sesuai dengan metoda Lovass/ABA. Konsep warna atau komposisi warna dengan intensitas warna rendah interior ruang terapi yang sesuai dengan karakter anak autis dan metode Lovass/ABA adalah warna dan komposisi warna-warna yang dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi, emosional, dan kenyamanan.
Family's Social Support and Psychological Well-Being of the Elderly in Tembalang Desiningrum, Dinie Ratri
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 26 No 1 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 1, 2010)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v26i1.4222

Abstract

Happiness and success in old age through psychological well-being, is the desire of each individual who enters late adulthood. The strength of social support from family is important. The purpose of this study was to find the relationship between social support from families and psychological well- being of the elderly. Population of the study was the elderly in Tembalang, Semarang Selatan. A purposive random sampling technique was conducted (N = 80). Methods of data collection were the Self-Administered Questionnaire was used as data collection method. Correlation in this research was calculated through product moment technique and the contributions with regression analysis technique. Results show that respondents have a good psychological well-being and feel high social support from their families. Social support from family has a high contribution to psychological well-being, with emotional support and appreciation provide a higher contribution than the other two dimensions of social support. Kebahagiaan serta kesuksesan di masa tua melalui kesejahteraan psikologis, merupakan dambaan setiap individu yang memasuki masa dewasa akhir. Kekuatan dukungan sosial dari keluarga merupakan hal yang penting. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara dukungan sosial keluarga dan kesejahteraan psikologis pada para lanjut usia (lansia). Populasi penelitian adalah sejumlah lansia di Tembalang, Semarang Selatan. Sampel (N = 80) diperoleh dengan purposive random sampling. Metode pengumpulan data adalah Self-Administered Questionnaire. Korelasi dihitung dengan product moment dan kontribusi dengan teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden merasakan dukungan sosial yang tinggi dari keluarganya dengan kesejahteraan psikologis yang cukup tinggi. Dukungan sosial dari keluarga memberikan kontribusi yang tinggi terhadap kesejahteraan psikologis lansia, lalu dukungan emosional dan dukungan penghargaan memberikan kontribusi yang lebih tinggi dibandingkan kedua dimensi dukungan sosial lainnya.
Effectiveness of Sensory Integration Therapy in Children with ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity Disorder) Rahmania, Tia; Wulandari, Devi
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 26 No 1 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 1, 2010)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v26i1.4223

Abstract

ADHD is one of the most frequently diagnosed disorders in childhood. Ratings by teachers and parents indicated that seven to 10 % of American children meet DSM-IV-TR criteria for the disorder, making ADHD the most common childhood disorder. It showed us that it is very important to look for the best intervention therapy for ADHD. A therapy that parents can choose is sensory integration therapy. The present study investigates the effectiveness of sensory integration therapy for children with ADHD. Data was obtained from children who followed sensory therapy for two months up to seven months. A qualitative method was conducted, specifically using interview and observation. Results reveal that subjects show improvement in three important aspects that are the core to ADHD symptoms (inattention, hyperactivity and impulsivity). It can be concluded that sensory integration therapy was effective in improving children with ADHD. ADHD menjadi salah satu masalah yang kerap didiagnosis pada anak-anak. Peringkat yang dilakukan oleh guru dan orangtua mengindikasikan bahwa tujuh sampai sampai 10% anak di Amerika memenuhi kriteria yang disebutkan dalam DSM-IV-TR. Hal ini menjadikan ADHD kelainan paling umum yang terjadi pada masa anak-anak, sehingga menemukan penanganan dan terapi terbaik bagi anak-anak penyandang sangat mendesak. Salah satu adalah terapi sensori integrasi. Penelitian ini bertujuan menyelidiki keefektifan terapi sensori integrasi untuk penyandang ADHD. Data diperoleh dari anak-anak yang telah mengikuti terapi sensori integrasi selama dua hingga tujuh bulan. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif, khususnya cara wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan dalam tiga aspek penting yang merupakan masalah utama dari simtom-simtom ADHD (kurang mampu memperhatikan, hiperaktivitas dan impulsivitas). Dapat disimpulkan bahwa terapi integrasi sensori efektif untuk menangani simtom-simtom pada anak-anak dengan masalah ADHD.
Personality, Subjective Well-Being of Senior Citizens, and Their Living Arrangements Agustin, Selvi; Setiono, Vivi; Hartanti
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 26 No 1 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 1, 2010)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v26i1.4224

Abstract

It was doubtful that subjective well-being (SWB) of senior citizens who lived together with family was better than those who did not. It was assumed that there was correlation between SWB, personality, and a place where they live. Participants of this study were 30 senior citizens; 10 individuals lived with family, 10 individuals lived alone, and 10 individuals lived in foster home. Data was collected through The Big Five Inventory Personality Test combined with Satisfaction with Life Scale and The Affect Balance Scale. Hypothesis was tested with product moment correlation and one way ANOVA. Results show that only extraversion has a significant correlation with SWB (p < 0.05), and there is not any significant difference on SWB senior citizen based upon where they live (p > 0.05). Extraversion profile contributes 16.2% on SWB. Other factors’ contribution is discussed further. Diragukan bahwa kesejahteraan subjektif (subjective well-being = SWB) pada lansia yang tinggal bersama keluarga lebih baik daripada yang tidak tinggal bersama keluarga. Diduga ada keterkaitan SWB, kepribadian dan tempat tinggal lansia. Partispan penelitian adalah 30 lansia: 10 tinggal bersama keluarga, 10 tinggal sendiri, dan 10 tinggal di panti werdha. Data diperoleh melalui The Big Five Inventory Personality Test dan kombinasi Satisfaction with Life Scale dan The Affect Balance Scale. Pengujian hipotesis dengan korelasi product moment dan one way ANOVA. Hasil menunjukkan hanya profil extraversion berhubungan signifikan dengan SWB (p < .05), serta tidak ada perbedaan SWB lansia berdasarkan tempat tinggalnya (p > .05). Profil extraversion memberikan sumbangan 16.2% terhadap SWB. Dibahas lebih lanjut faktor-faktor lain yang menyumbang SWB
Self-confidence and Stress Coping Among Hotel Employees Handling Guests' Complaints Retno, Desak Nyoman Arista; Sasongko, James Waskito; Oetomo, Hasan
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 25 No 4 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 4, 2010)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v25i4.4226

Abstract

The purpose of this research is to find out the correlation between hotel employees’ self-confidence and stress coping when they are handling guests’ complaints. The subjects of this research are hotel employees positioned in front-office departments, housekeeping departments, and food and beverage departments of three five-star hotels in Bali. The subjects are selected according to purposive sampling technique. The data is taken from questionnaires and is analyzed by using regression analysis from Statistic Programs SPPS. According to regression analysis data process, a .719 correlation coefficient is obtained with F value of 68.644 (p < .000) which indicates significant correlation of independent variables (self-confidence) towards dependent variables (stress coping). The result of this research shows that self-confidence has correlation with employees’ stress coping when they are handling guests’ complaints. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kepercayaan diri karyawan hotel terhadap stress coping ketika menangani keluhan tamu. Subyek penelitian merupakan karyawan hotel departemen front office, housekeeping, dan food and beverage dari tiga hotel bintang lima di Bali yang diambil menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisa menggunakan analisis regresi melalui program statistik SPSS. Berdasarkan pengolahan data diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar .719 dengan F regresi sebesar 68.644 pada nilai p .000, menunjukan adanya hubungan yang signifikan dari variabel bebas (kepercayaan diri) dengan variabel tergantung (stress coping). Hasil ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri memiliki hubungan terhadap stress coping pada karyawan hotel ketika menangani keluhan tamu.

Filter by Year

1999 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 40 No 2 (2025): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 40, No. 2, 2025) Vol 40 No 1 (2025): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 40, No. 1, 2025) Vol 39 No 2 (2024): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 39, No. 2, 2024) Vol 39 No 1 (2024): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 39, No. 1, 2024) Vol 38 No 2 (2023): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 38, No. 2, 2023) Vol 38 No 1 (2023): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 38, No. 1, 2023) Vol 37 No 2 (2022): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 37, No. 2, 2022) Vol 37 No 1 (2022): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 37, No. 1, 2022) Vol. 36 No. 2 (2021): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 36, No. 2, 2021) Vol. 36 No. 1 (2021): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 36, No. 1, 2021) Vol. 35 No. 2 (2020): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 35, No. 2, 2020) Vol. 35 No. 1 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 35, No. 1, 2019) Vol. 34 No. 4 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 4, 2019) Vol. 34 No. 3 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 3, 2019) Vol. 34 No. 2 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 2, 2019) Vol. 33 No. 4 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 4, 2018) Vol. 34 No. 1 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 34, No. 1, 2018) Vol. 33 No. 3 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 3, 2018) Vol. 33 No. 2 (2018): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 2, 2017) Vol. 33 No. 1 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 33, No. 1, 2017) Vol. 32 No. 4 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 4, 2017) Vol. 32 No. 3 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 3, 2017) Vol. 32 No. 2 (2017): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 2, 2017) Vol. 32 No. 1 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 32, No. 1, 2016) Vol. 31 No. 4 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 4, 2016) Vol. 31 No. 3 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 3, 2016) Vol. 31 No. 2 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 2, 2016) Vol. 31 No. 1 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 1, 2015) Vol. 30 No. 4 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 4, 2015) Vol. 30 No. 3 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 3, 2015) Vol. 30 No. 2 (2015): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 2, 2015) Vol. 30 No. 1 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 30, No. 1, 2014) Vol. 29 No. 4 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 4, 2014) Vol. 29 No. 3 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 3, 2014) Vol. 29 No. 2 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 2, 2014) Vol. 29 No. 1 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 1, 2013) Vol 28 No 4 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 4, 2013) Vol 28 No 3 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 3, 2013) Vol 28 No 2 (2013): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 2, 2013) Vol 28 No 1 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 28, No. 1, 2012) Vol 27 No 4 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 4, 2012) Vol 27 No 3 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 3, 2012) Vol 27 No 2 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 1, 2012) Vol 27 No 1 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 1, 2011) Vol 26 No 4 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 4, 2011) Vol 26 No 3 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 3, 2011) Vol 26 No 2 (2011): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 2, 2011) Vol 26 No 1 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 26, No. 1, 2010) Vol 25 No 4 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 4, 2010) Vol 25 No 3 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 3, 2010) Vol 25 No 2 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 2, 2010) Vol 25 No 1 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 1, 2009) Vol 24 No 4 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 4, 2009) Vol 24 No 3 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 3, 2009) Vol 24 No 2 (2009): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No. 2, 2009) Vol 24 No 1 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 24, No.1, 2008) Vol 23 No 4 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 4, 2008) Vol 23 No 3 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 3, 2008) Vol 23 No 2 (2008): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 2, 2008) Vol 23 No 1 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 23, No. 1, 2007) Vol 22 No 4 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 4, 2007) Vol 22 No 3 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 3, 2007) Vol 22 No 2 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 2, 2007) Vol 22 No 1 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 1, 2006) Vol 21 No 4 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 4, 2006) Vol 21 No 3 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 3, 2006) Vol 21 No 2 (2006): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 2, 2006) Vol 21 No 1 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 21, No. 1, 2005) Vol 20 No 4 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 4, 2005) Vol 20 No 3 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 3, 2005) Vol 20 No 2 (2005): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 2, 2005) Vol 20 No 1 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 20, No. 1, 2004) Vol 19 No 4 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 4, 2004) Vol 19 No 3 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 3, 2004) Vol 19 No 2 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 2, 2004) Vol 19 No 1 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 1, 2003) Vol 18 No 4 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 4, 2003) Vol 18 No 3 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 3, 2003) Vol 18 No 2 (2003): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 2, 2003) Vol 18 No 1 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 18, No. 1, 2002) Vol 17 No 4 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 4, 2002) Vol 17 No 3 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 3, 2002) Vol 17 No 2 (2002): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 2, 2002) Vol 17 No 1 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 17, No. 1, 2001) Vol 16 No 3 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 3, 2001) Vol 16 No 2 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 2, 2001) Vol 16 No 4 (2001): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 4, 201) Vol 16 No 1 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 16, No. 1, 2000) Vol 15 No 4 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 4, 2000) Vol 15 No 3 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 3, 2000) Vol 15 No 2 (2000): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 2, 2000) Vol 15 No 1 (1999): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 15, No. 1, 1999) Vol 14 No 4 (1999): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 14, No. 4, 1999) Vol 14 No 3 (1999): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 14, No. 3, 1999) More Issue