cover
Contact Name
Yoga Tri Adhi
Contact Email
yogatriadhi@ulm.ac.id
Phone
+6289654539797
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Komplek Unlam, Jl. Brigjen H. Hasan Basri No.87, Pangeran, Kec. Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL TUGAS AKHIR MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : 26562022     DOI : -
Arah riset yang dilakukan antara lain menyentuh ranah kebahasaan, kesastraan, keterampilan berbahasa, serta bahasa dan sastra Indonesia secara umum.
Articles 212 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN “POWTOON” DALAM PELAJARAN TEKS EKSPLANASI UNTUK KELAS XI SMAN 2 BANJARMASIN: DEVELOPMENT OF LEARNING MEDIA "POWTOON" IN EXPLANATION TEXT LESSONS FOR GRADE XI SMAN 2 BANJARMASIN Uswatun Hasanah; Sabhan; Lita Luthfiyanti
LOCANA Vol. 8 No. 2 (2025): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v8i2.355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah, yaitu bagaimana proses pengembangan media pembelajaran powtoon, bagaimana efektivitas penggunaan produk pengembangan media powtoon, bagaimana respon peserta didik terhadap media pembelajaran berbasis powtoon. Metode penelitian yang digunakan pengembangan atau Research and Development (R&D). Sumber data, yaitu kelas XI E-10 SMAN 2 Banjarmasin, data diperoleh dari hasil pretest dan posttest. Hasil validasi dari ahli materi, memperoleh nilai (%) sebesar 97, 22% yang dideskripsikan berkriteria sangat valid, dan hasil presentasi ahli materi sebesar 81, 25% yang dideskripsikan berkriteria sangat valid. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa sebelum menggunakan media powtoon dengan presentase 57,79, sedangkan setelah menggunakan media powtoon dengan prosentase 87,36. Perbandingan antara pretest dan posttest adalah 29,57. Tingkat efektivitas penggunaan media powtoon terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa kelas XI E-10 SMAN 2 Banjarmasin berkategori cukup efektif dengan rata-rata 41%.
GANGGUAN BERBAHASA PADA PENDERITA AFASIA EKSPRESIF: LANGUAGE DISORDERS IN EXPRESSIVE APHASIA PATIENTS Vina Ryan Dani; Noor Cahaya; Lita Luthfiyanti
LOCANA Vol. 8 No. 2 (2025): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v8i2.356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan bagaimana penggunaan bahasa pada penderita afasia ekspresif. Penelitian ini menerapkan model pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa pada penderita afasia ekspresif oleh Ibu Gimah cukup bisa dan mampu menggunakan kalimat berita, tanya, perintah, dan tunggal serta ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan afasia ekspresif, antara lain: stroke, cedera otak traumatis, tumor otak, penyakit neurodegeneratif dan infeksi otak. Afasia ekspresif, juga dikenal sebagai afasia Broca, adalah gangguan berbahasa yang disebabkan oleh kerusakan pada area Broca di otak, yaitu bagian yang bertanggung jawab atas produksi bahasa. Meskipun otak manusia yang normal mampu berfungsi dengan baik dalam berbicara, orang yang mengalami gangguan fungsi otak dan alat bicaranya tentu akan mengalami kesulitan dalam berbahasa, baik dalam hal produksi maupun pemahaman. Oleh karena itu, kemampuan berbahasa mereka mengalami gangguan berbahasa.
TOPONIMI DESA DI KECAMATAN KUSAN HULU KABUPATEN TANAH BUMBU: VILLAGE TOPONYMY IN KUSAN HULU DISTRICT, TANAH BUMBU REGENCY Amalia Puteri; Sabhan; Lita Luthfiyanti
LOCANA Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategorisasi toponimi dan makna kultural desa di Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu berdasarkan cerita masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung dan wawancara terhadap sebelas narasumber dari sebelas desa. Toponimi dikaji melalui pendekatan antropolinguistik dan semantik untuk memahami peran bahasa dan makna dalam penamaan tempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sebelas desa terdapat lima desa termasuk dalam aspek perwujudan, tiga desa dalam aspek kemasyarakatan, dan tiga desa dalam aspek kebudayaan. Sementara itu, makna kultural penamaan desa ditinjau dari tujuh unsur kebudayaan universal, dengan dominasi unsur bahasa, sistem mata pencaharian, serta sistem religi dan kesenian. Penelitian ini menegaskan bahwa toponimi tidak hanya berkaitan dengan nama tempat, tetapi juga sarat akan nilai budaya lokal masyarakat. Abstract This study aims to describe the categorization of toponymy and the cultural meanings of village names in Kusan Hulu District, Tanah Bumbu Regency, based on local community narratives. A qualitative approach was employed, with data collected through direct observation and interviews with eleven informants from eleven villages. The toponymic analysis was conducted using antropolinguistic and semantic approaches to explore the roles of language and meaning in place naming. The findings reveal that out of the eleven villages, five fall into the category of embodiment, three into social aspects, and three into cultural aspects. The cultural meanings behind the village names are examined through the lens of seven universal elements of culture, with dominant elements including language, livelihood systems, and religious and artistic expressions. This study affirms that toponymy is not merely about naming places, but is deeply embedded with the local community’s cultural values.
EUFEMISME DAN DISFEMISME DALAM BERITA PELECEHAN SEKSUAL PADA PORTAL DARING TRIBUNNEWS.COM: EUPHEMISMS AND DYSPHEMISMS IN SEXUAL HARASSMENT NEWS ON THE TRIBUNNEWS.COM ONLINE PORTAL Irhamna irhamna; Muhammad Rafiek; Mohammad Fatah Yasin
LOCANA Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini berupaya memberikan gambaran mengenai eufemisme serta disfemisme pada berita pelecehan seksual yang dipublikasikan di portal berita daring Tribunnews.com. Pada penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, menggunakan metode dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Data yang diperoleh dapat menyerupai kata, frasa, klausa, serta kalimat yang mencerminkan penggunaan eufemisme dan disfemisme dalam berita pelecehan seksual di portal tersebut. Sumber data diambil dari 18 wacana berita yang membahas pelecehan seksual, yang dipublikasikan pada periode Oktober-Desember 2024. Hasil penelitian dari 18 berita, ditemukan adanya penggunaan eufemisme pada 11 berita berjumlah 26 data. Eufemisme yang diperoleh mempunyai referensi benda, bagian tubuh, profesi, aktivitas, serta sifat atau keadaan. Ditemukan juga penggunaan disfemisme dalam 14 berita berjumlah 39 data. Penemuan disfemisme dalam penelitian ini berperan untuk menekankan ketidaknyamanan atau negativitas, mengungkapkan emosi, mengkritik atau mengejek, menunjukkan ketidakpatuhan atau penolakan, dan menciptakan jarak Abstract This study attempts to provide an overview of euphemisms and dysphemisms in sexual harassment news published on the online news portal Tribunnews.com. This study employed a descriptive qualitative approach, employing documentation as a data collection technique. The data obtained can resemble words, phrases, clauses, and sentences that reflect the use of euphemisms and dysphemisms in sexual harassment news published on the portal. The data source was taken from 18 news discourses discussing sexual harassment, published between October and December 2024. The results of the study found the use of euphemisms in 11 of the 18 news articles, totaling 26 items. The euphemisms obtained referenced objects, body parts, professions, activities, and characteristics or circumstances. The use of dysphemisms was also found in 14 news articles, totaling 39 items. The findings of dysphemisms in this study play a role in emphasizing discomfort or negativity, expressing emotions, criticizing or mocking, indicating disobedience or rejection, and creating distance. .
MAJAS PERBANDINGAN DALAM ANTOLOGI PUISI KULINER “GABIN BARANDAM”: COMPARATIVE FIGURES IN THE CULINARY POETRY ANTHOLOGY “GABIN BARANDAM” qusnul aqidahtul anggi; Ahsani Taqwiem; Faradina
LOCANA Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis serta mendeskripsikan makna majas perbandingan yang terdapat dalam antologi puisi kuliner Gabin Barandam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif yang dikaji melalui perspektif stilistika untuk mengungkap gaya bahasa penyair. Data penelitian berupa larik-larik puisi dikumpulkan melalui teknik studi dokumentasi dan pembacaan intensif terhadap teks. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan tiga jenis majas perbandingan, yaitu personifikasi, metafora, dan simile. Personifikasi menjadi majas paling dominan dengan 64 kemunculan, diikuti simile sebanyak 16 kali, dan metafora 12 kali. Analisis makna mengungkapkan bahwa elemen kuliner digunakan secara simbolis untuk merefleksikan realitas sosial, ekonomi, spiritual, dan kearifan lokal. Majas-majas tersebut berfungsi menghidupkan suasana imajinatif sekaligus memperkuat pesan mengenai kenangan, kebersamaan, kritik sosial, serta pelestarian identitas budaya melalui citra rasa dan aroma. Abstract This study aims to identify the types and describe the meaning of comparative figures of speech contained in Gabin Barandam's culinary poetry anthology. This study uses a qualitative method with a descriptive analysis approach examined through a stylistic perspective to reveal the poet's language style. Research data in the form of lines of poetry were collected through documentation study techniques and intensive reading of the text. The results show the discovery of three types of comparative figures of speech, namely personification, metaphor, and simile. Personification is the most dominant figure of speech with 64 occurrences, followed by simile with 16 times, and metaphor with 12 times. The analysis of meaning reveals that culinary elements are used symbolically to reflect social, economic, spiritual, and local wisdom realities. These figures of speech function to enliven the imaginative atmosphere while strengthening messages about memories, togetherness, social criticism, and preservation of cultural identity through the image of taste and aroma.
IDEOLOGI KEKUASAAN DAN KESENJANGAN KELAS SOSIAL DALAM NOVEL SI ANAK BADAI KARYA TERE LIYE: POWER IDEOLOGY AND SOCIAL CLASS INEQUALITY IN THE NOVEL SI ANAK BADAI Siti Qur'ani; Muhammad Rafiek; Sainul Hermawan
LOCANA Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v9i1.377

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk ideologi kekuasaan dan kesenjangan kelas sosial antara kelas atas dan kelas bawah, serta mengetahui bentuk perjuangan kelas bawah melawan kesenjangan sosial yang terdapat dalam novel Si Anak Badai karya Tere Liye. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari kutipan kalimat dan paragraf dalam novel Si Anak Badai karya Tere Liye. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dan pencatatan. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya bentuk ideologi kekuasaan yang dilakukan oleh kelas atas terhadap kelas bawah, yaitu otoritarianisme, feodalisme, dan kapitalisme. Selain itu ditemukan kesenjangan kelas sosial antara kelas atas dan kelas bawah, yakni antara pejabat tinggi kota provinsi dan masyarakat pesisir Kampung Manowa. Terdapat pula bentuk perjuangan kelas yang dilakukan oleh kelas bawah untuk melawan kekuasaan kelas atas, mulai dari penolakan hingga aksi nyata. Abstract This research aims to determine the forms of power ideology and social class gap between the upper class and the lower class, as well as to identify the lower class struggle against social class inequality contained in the novel Si Anak Badai by Tere Liye. The research method used is a qualitative descriptive method. The data source was obtained from excerpts of sentences and paragraphs in the novel Si Anak Badai by Tere Liye. Data collection techniques in this study used literature study and recording. Data analysis was carried out with descriptive analysis techniques. The results show that there are forms of power ideology carried out by the upper class against the lower class, namely authoritarianism, feudalism, and capitalism. In addition, there is social class inequality between the upper and lower classes, namely between high-ranking provincial city officials and the coastal community of Manowa village. There is also a form of class struggle carried out by the lower class to fight against the rule of the upper class, ranging from refusal to real action.
EKRANISASI NOVEL JENDELA SERIBU SUNGAI KARYA MIRANDA SEFTIANA DAN AVESINA SOEBLI: ECRANISATION FROM THE NOVEL JENDELA SERIBU SUNGAI BY MIRANDA SEFTIANA AND AVESINA SOEBLI Andre Hardianto; Dwi Wahyu Chandra Dewi; Dewi Alfianti
LOCANA Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v9i1.381

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas proses ekranisasi novel Jendela Seribu Sungai karya Miranda Seftiana dan Avesina Soebli ke dalam film garapan Jay Sukmo. Fokus penelitian adalah perbedaan dan persamaan antara novel dan film, khususnya mengenai teks sastra yang ditransformasi menjadi bentuk visual. Tujuannya untuk mengetahui elemen-elemen yang dipertahankan maupun dimodifikasi dalam adaptasi. Metode penelitian yang dipilih berupa kualitatif deskriptif melalui teknik baca, simak, dan catat. Data berupa kutipan novel serta tangkapan layar dan transkrip film, dianalisis secara komparatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya penciutan sebanyak 116 data, penambahan 25 data, dan perubahan variasi 27 data, terutama pada tokoh, alur, serta latar. Penyesuaian ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan medium film. Adaptasi film berhasil mewakili inti cerita dengan menekankan budaya Banjar dan Dayak, nilai pendidikan, kesehatan, dan inklusivitas. Penelitian ini memberi gambaran mengenai kreativitas dalam adaptasi sekaligus kontribusi terhadap kajian sastra dan media.Abstract This study discusses the process of adapting the novel Jendela Seribu Sungai by Miranda Seftiana and Avesina Soebli into a film directed by Jay Sukmo. The focus of the study is the differences and similarities between the novel and the film, particularly how the literary text is transformed into a visual form. The aim is to identify the elements that are retained and modified in the adaptation. The research method used is descriptive qualitative with reading, listening, and note-taking techniques. The data, in the form of novel excerpts, screenshots, and film transcripts, are analyzed comparatively. The results show that there are 116 instances of reduction, 25 instances of addition, and 27 instances of variation, mainly in the characters, plot, and setting. These adjustments were made to meet the needs of the film medium. The film adaptation successfully represented the essence of the story by emphasizing Banjar and Dayak culture, educational values, health, and inclusivity. This study provides an overview of creativity in adaptation as well as contributing to literary and media studies.
Persuasi pada Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2024: Persuasion In the Debate of the 2024 DKI Jakarta Governor and Deputy Governor Candidates Muhammad Wahyudin; Jumadi
LOCANA Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v9i1.392

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan wujud, teknik, dan fungsi persuasi dalam debat tersebut, sehingga dapat diketahui strategi komunikasi yang digunakan oleh para pasangan calon. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan teknik dokumentasi dan simak catat. Data dikumpulkan melalui analisis ujaran, kalimat, atau wacana yang terdapat dalam video youtube. Sumber data dalam penelitian ini didapatkan langsung melalui video debat cagub dan cawagub DKI Jakarta tahun 2024 dari kanal youtube “Narasi Newsroom”. Hasil penelitian menunjukkan adanya penggunaan wujud, teknik, serta fungsi persuasi oleh para pasangan calon. Wujud persuasi yang digunakan berupa mengajak, memohon, memerintah, menyarankan, dan melarang. Teknik persuasi mencakup teknik rasionalisasi, identifikasi, sugesti, konformitas, kompensasi, penggantian, dan proyeksi. Fungsi persuasi meliputi fungsi mengukuhkan atau memperkuat sikap, fungsi mengubah sikap, fungsi menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu, dan fungsi memperkenalkan etika. Abstract This study aims to describe the use of the form, technique, and function of persuasion in the debate, so that the communication strategies used by the candidate pairs can be known. The researcher uses a qualitative method with documentation techniques and looks at notes. Data was collected through an analysis of speech, sentences, or discourse contained in youtube videos. The source of data in this study was obtained directly through the 2024 Jakarta gubernatorial and gubernatorial debate videos from the " Narasi Newsroom" youtube channel. The results of the study show the use of forms, techniques, and persuasion functions by the candidate pairs. The form of persuasion used is in the form of invite, begging, commanding, suggesting, and prohibiting. Persuasion techniques include techniques of rationalization, identification, suggestion, conformity, compensation, substitution, and projection. The function of persuasion includes the function of strengthening or strengthening an attitude, the function of changing an attitude, the function of moving a person to do something, and the function of introducing ethics.
ALIH WAHANA NASKAH DEMANG LEHMAN KE PERTUNJUKKAN TEATER siti adijah; Dewi Alfianti; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v9i1.399

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses alih wahana dramatisasi naskah drama Demang Lehman karya Adjim Arijadi ke dalam pertunjukan teater oleh KS3B Kalimantan Selatan dengan menelaah bentuk penambahan dan penciutan yang terjadi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode komparatif. Sumber data meliputi naskah drama Demang Lehman dan dokumentasi pementasan teater. Analisis dilakukan dengan membandingkan unsur teks drama dan unsur pementasan berdasarkan teori alih wahana Pamusuk Eneste. Hasil penelitian menunjukkan adanya penambahan berupa introduksi pementasan, tokoh tentara Belanda, penambahan dialog, serta improvisasi aktor untuk memperkuat situasi dramatik dan karakter. Penciutan dilakukan melalui penghilangan beberapa tokoh dan adegan, penyederhanaan alur, serta pengurangan dialog demi efektivitas pertunjukan. Temuan ini menegaskan bahwa dramatisasi merupakan proses penafsiran kreatif yang menyesuaikan gagasan teks dengan karakteristik media teater tanpa menghilangkan esensi cerita. Abstract. This study aims to describe the process of dramatization as a form of adaptation of the drama script Demang Lehman by Adjim Arijadi into a theatrical performance staged by KS3B of South Kalimantan by examining the forms of additions and reductions that occur. The research employs a descriptive qualitative approach with a comparative method. The data sources consist of the Demang Lehman drama script and documentation of the theatrical performance. Data analysis is conducted by comparing textual elements of the script with performative elements of the stage production based on Pamusuk Eneste’s adaptation theory. The findings reveal additions in the form of a performance introduction, the inclusion of Dutch soldier characters, additional dialogues, and actor improvisations to strengthen dramatic situations and characterization. Reductions are carried out through the elimination of certain characters and scenes, plot simplification, and dialogue reduction to enhance performance effectiveness. These findings indicate that dramatization is a creative interpretative process that adapts textual ideas to the characteristics of theatrical media without eliminating the essence of the story.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBASIS PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MURID KELAS VIII C SMPN 7 BANJARMASIN: IMPROVING INDONESIAN LANGUAGE LEARNING OUTCOMES THROUGH THE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) MODEL BASED ON DIFFERENTIATED LEARNING IN GRADE VIII C STUDENTS OF SMPN 7 BANJARMASIN Anisa; Fahimah; Noor Cahaya; Rusdiana
LOCANA Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v9i1.435

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menjelaskan peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia murid kelas VIII C pada materi “Mengenal Pidato” melalui penerapan model Teams Games Tournament (TGT) berbasis pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 30 murid dengan teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TGT berbasis pembelajaran berdiferensiasi efektif dalam meningkatkan hasil belajar murid. Mengingat adanya peningkatan hasil belajar baik secara kelompok maupun individu. Nilai rata-rata kelompok meningkat dari 63,75 pada pra-siklus menjadi 91,25 pada siklus II dengan ketuntasan 100%. Sementara itu, nilai rata-rata individu meningkat dari 61,33 menjadi 96 dengan ketuntasan belajar mencapai 100%. Abstract This study aims to explain the improvement of Indonesian language learning outcomes of class VIII C students on the topic "Understanding Speech" through the application of the Teams Games Tournament (TGT) model based on differentiated learning. This study is a Classroom Action Research (CAR) which was carried out in two cycles, each including the planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 30 students with data collection techniques in the form of tests, observations, and documentation which were analyzed quantitatively and qualitatively. The results of the study indicate that the TGT model based on differentiated learning is effective in improving student learning outcomes. Considering the increase in learning outcomes both in groups and individually. The average group score increased from 63.75 in the pre-cycle to 91.25 in cycle II with 100% completeness. Meanwhile, the average individual score increased from 61.33 to 96 with learning completeness reaching 100%.