cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Volume 8, Nomor 2, Mei 2025" : 29 Documents clear
STUDI KASUS PENURUNAN MUKA TANAH DAN MUKA AIR TANAH DI JAKARTA PUSAT TAHUN 2010-2022 Iskandar, Ali; Makarim, Chaidir Anwar; Chandra, Tiara Kumala
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 2, Mei 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i2.21979

Abstract

DKI Jakarta, as the center of Indonesia's economic and governmental activities, faces serious challenges related to significant land subsidence. High population density, rapid industrial growth, and increasing groundwater demand have triggered overexploitation of groundwater. This phenomenon, known as groundwater extraction, is a major factor causing alarming land subsidence in Central Jakarta. This study analyzes land subsidence and groundwater level data in Central Jakarta over the period 2010-2022, focusing on the impact of groundwater exploitation. The analysis methods include spatial analysis, statistical analysis, and literature review to identify the relationship between groundwater exploitation and land subsidence. The results show that land subsidence in Central Jakarta ranges from 2-15 cm per year, with an increasing trend. Areas with the highest groundwater exploitation showed the most significant subsidence rates. The study also identified other factors that contribute to land subsidence, such as natural consolidation of alluvium and construction loads. The implications of these findings highlight the need for sustainable groundwater management and strict groundwater exploitation control policies to prevent more severe impacts in the future. Abstrak DKI Jakarta, sebagai pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan Indonesia, menghadapi tantangan serius terkait penurunan muka tanah yang signifikan. Kepadatan penduduk yang tinggi, pertumbuhan industri yang pesat, dan kebutuhan air tanah yang meningkat telah memicu eksploitasi air tanah secara berlebihan. Fenomena ini, yang dikenal sebagai groundwater extraction, menjadi faktor utama penyebab penurunan muka tanah yang mengkhawatirkan di Jakarta Pusat. Studi ini menganalisis data penurunan muka tanah dan muka air tanah di Jakarta Pusat selama periode 2010-2022, dengan fokus pada dampak eksploitasi air tanah. Metode analisis meliputi analisis spasial, analisis statistik, dan tinjauan literatur untuk mengidentifikasi hubungan antara eksploitasi air tanah dan penurunan muka tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan muka tanah di Jakarta Pusat berkisar antara 2-15 cm per tahun, dengan tren yang terus meningkat. Wilayah dengan eksploitasi air tanah tertinggi menunjukkan tingkat penurunan muka tanah yang paling signifikan. Studi ini juga mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap penurunan muka tanah, seperti konsolidasi alami tanah aluvium dan beban konstruksi. Implikasi dari temuan ini menyoroti perlunya pengelolaan air tanah yang berkelanjutan dan kebijakan pengendalian eksploitasi air tanah yang ketat untuk mencegah dampak yang lebih parah di masa depan.
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN JALAN TOL DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) PADA RUAS TOL JAKARTA-MERAK Pardede, Johanson Pardomuan; Putranto, Leksmono Suryo; Sulistio, Hendrik
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 2, Mei 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i2.30491

Abstract

Jakarta - Merak Toll Road is an access road to Sumatra, many factories stand along the Jakarta – Merak Toll Road which is automatically passed by overloaded vehicles every day. This study aims to evaluate the condition of the surface of the Jakarta – Merak Toll Road pavement, along the length from KM 31,600 – KM 97,700 both lanes A and B. This study was conducted a direct survey to determine the type of damage to the surface of the Jakarta – Merak toll road pavement, then the number of damages obtained for the Jakarta - Merak route was 118 damages and Merak – Jakarta 108 damages with the type of damage holes and cracks most often found on both sections. By using the PCI method from field data, the average value of damage and severity of the surface of the Jakarta – Merak Toll Road pavement will be obtained, which will later be used as a basis for road repair and maintenance. The results of calculations using the PCI method produced an average value of lane A (Jakarta – Merak) 61% (good) and lane B (Merak – Jakarta) 54% (moderate) from the results of these calculations used by toll managers for toll road rehabilitation and maintenance. Abstrak Tol Jakarta – Merak merupakan akses jalan menuju Sumatra, banyak pabrik berdiri sepanjang jalan Tol Jakarta – Merak yang otomatis dilewati kendaraan kelebihan beban setiap hari. penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi permukaan perkerasan jalan Tol Jakarta – Merak, sepanjang   mulai dari KM 31,600 – KM 97,700 baik jalur A maupun Jalur B. Penelitian ini dilakukan survey secara langsung untuk mengetahui jenis kerusakan permukaan perkerasan jalan tol Jakarta – Merak maka   didapat jumlah kerusakan jalur Jakarta – Merak 118 kerusakan dan   Merak – Jakarta 108 kerusakan dengan jenis kerusakan lobang dan retak paling banyak ditemukan pada kedua ruas.  Dengan menggunakan metode PCI dari data lapangan   akan didapat nilai rata-rata kerusakan dan tingkat keparahan permukaan perkerasan jalan Tol Jakarta- Merak, yang nantinya digunakan sebagai dasar untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan. Hasil perhitungan dengan   metode PCI dihasilkan nilai rata-rata jalur A (Jakarta – Merak) 61% (baik) dan jalur B (Merak – Jakarta) 54% (sedang) dari hasil perhitungan tersebut digunakan pengelola tol untuk rehabilitasi dan pemeliharaan jalan tol.
PENGARUH DEBU PADA LUBANG ANGKUR TERHADAP KUAT TARIK ANGKUR ADHESIF Christianto, Daniel; Leman, Sunarjo; Gunawan, Marcellino Benito; Leo, Edison
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 2, Mei 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i2.30804

Abstract

An anchor is a steel material that functions as a connector between materials. Based on the installation method, anchors can be classified into two types: cast-in-place anchors and post-installed anchors. One advantage of post-installed anchors is the faster curing time. Adhesive anchors are a type of post-installed anchor used in this study. Several factors can affect the strength of adhesive anchors, one of which is the cleanliness of the drilled hole. This research was conducted by making concrete samples, then drilling them and installing anchors into the holes. A total of 4 samples were tested, consisting of 2 samples in cleaned conditions and 2 samples in uncleaned conditions. The anchor samples used are threaded reinforcement bars with diameters of 13 mm and 16 mm. The testing was performed using a tensile test with the confined test method. The results of the testing concluded that the cleanliness of the drilled hole significantly affects the tensile capacity of the anchor. The average tensile capacity of the 13 mm diameter anchor in the cleaned condition is 44.1 kN and 7.64 kN in the uncleaned condition. For the 16 mm diameter anchor, the average tensile capacity is 64.68 kN in the cleaned condition and 22.87 kN in the uncleaned condition. Abstrak Angkur merupakan material baja yang berfungsi sebagai penyambung antara material. Berdasarkan cara pemasangannya, angkur dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu angkur cor di tempat dan angkur pasca pasang. Salah satu kelebihan angkur pasca pasang adalah waktu curing yang lebih cepat. Angkur adhesif merupakan salah satu jenis angkur pasca pasang yang digunakan dalam penelitian ini. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kekuatan angkur adhesif, salah satunya adalah kebersihan dari lubang bor. Penelitian ini dilakukan dengan membuat sampel beton lalu mengebornya kemudian melakukan instalasi angkur ke dalam lubang tersebut. Sampel yang diuji sebanyak 4 buah, yang terdiri atas 2 sampel kondisi cleaned dan 2 sampel kondisi uncleaned. Sampel angkur yang digunakan adalah tulangan ulir dengan ukuran diameter 13 mm dan 16 mm. Pengujian dilakukan dengan uji tarik dengan metode confined test. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa kondisi lubang bor yang dibersihkan dan yang tidak dibersihkan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kapasitas tarik angkur dengan perolehan rata-rata kapasitas tarik angkur diameter 13 mm kondisi cleaned sebesar 44,1 kN dan kondisi uncleaned sebesar 7,64 kN dan rata-rata kapasitas tarik angkur diameter 16 mm kondisi cleaned sebesar 64,68 kN dan kondisi uncleaned sebesar 22,87 kN.
PENGARUH KEDALAMAN PENGANGKURAN TERHADAP KUAT TARIK ANGKUR ADHESIF PADA JARAK TEPI KRITIS Christianto, Daniel; Leman, Sunarjo; Liucius, Yenny Untari; Zorovian, Nelson; Kholin, Davin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 2, Mei 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i2.30805

Abstract

Over time, technology and materials in the construction industry have continued to evolve. One such advancement is adhesive post-installed anchors. These anchors are inserted into hardened concrete using adhesive material to create bonds between the adhesive, the concrete surface, and the fastening element. The relatively fast curing time and installation flexibility are advantages of adhesive post-installed anchors. Factors influencing anchor pull-out strength include embedment depth and edge distance. SNI 2847:2019 regulates rebar development length and anchor edge distance. However, field observations don't always align with applicable rules. Advanced adhesive anchor product technology can also impact field anchor application methods. This study tests the pull-out strength of adhesive post-installed anchors set in 40 MPa concrete with embedment depth follows practical field rules (10db) and theoretical  calculations (SNI 2847:2019 Chapter 25.4.2.1), with a critical edge distance of 40mm using Hilti HIT-RE 500 V3 adhesive material and Baja Perkasa Sentosa’s grade 420B reinforcement bar with 13mm dan 16mm diameters.. Test results showed the ratio of pull-out tensile capacity field practical to theoretical embedment for 13 mm diameter anchors is 0,7324 and for 16 mm diameter anchors is 0,7374. Abstrak Seiring dengan perkembangan waktu, teknologi dan material pada dunia konstruksi terus mengalami perkembangan. Salah satunya adalah angkur pasca pasang adhesif. Angkur adhesif adalah angkur yang dimasukkan ke dalam beton yang sudah mengeras dengan memanfaatkan bahan perekat untuk membentuk ikatan. Waktu curing yang cepat dan fleksibilitas pemasangan menjadi keunggulan angkur adhesif. Faktor yang berpengaruh terhadap kuat tarik angkur antara lain kedalaman penanaman dan jarak tepi angkur. SNI 2847:2019 telah mengatur mengenai kedalaman penyaluran tulangan dan jarak tepi angkur. Akan tetapi, fakta yang terjadi di lapangan tidak selalu sesuai dengan aturan yang berlaku. Perkembangan teknologi produk angkur adhesif yang semakin maju juga dapat mempengaruhi metode pengaplikasian angkur di lapangan. Pada penelitian ini dilakukan pengujian tarik terhadap angkur pasca pasang adhesif yang dipasang pada beton kuat rencana 40 MPa dengan kedalaman penanaman berdasarkan aturan praktis di lapangan (10db) dan analisis teoritis pada jarak tepi kritis sebesar 40 mm menggunakan bahan adhesif Hilti HIT-RE 500 V3 dan besi tulangan kelas 420B merk Baja Perkasa Sentosa diameter 13mm dan 16mm. Dari hasil pengujian, diperoleh rasio kapasitas kuat tarik pengangkuran (kedalaman 10db) dibanding penyaluran (kedalaman sesuai SNI 2847:2019 Pasal 25.4.2.1) untuk angkur berdiameter 13 mm sebesar 0,7324 dan untuk angkur berdiameter 16 mm sebesar 0,7374.
SIFAT MEKANIK BETON DENGAN PEMANFAATAN SERBUK CANGKANG KERANG DAN SERBUK KACA Sinta Devi, Debby; Fauzi, Marguan; Salsabiela, Tiara
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 2, Mei 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Economic and infrastructure development continues to increase as a result of global urbanization. Infrastructure development is currently using a lot of concrete material. The production of concrete is problematic as it produces carbon dioxide (CO2) gas by weight from the production of cement. This research aims to evaluate innovative, environmentally friendly alternatives that allow a reduction in the amount of natural resources consumed in the manufacture of concrete. The method used was the experimental method. The concrete mixtures used were cement, 10%, 15% and 20% cockle shell powder, fine aggregate in the form of sand and glass powder with a substitution percentage of 20%, 25% and coarse aggregate in the form of gravel and water. Fresh concrete testing in the form of slump and setting time tests as well as testing the specific gravity and compressive strength of concrete for all variations of waste utilization. The results show that the use of glass powder waste and cockle shell powder with the optimum variation is 10% cockle shell powder and 20% glass powder. The slump test result is 11,5 cm, the final binding time is 205 minutes, the specific gravity is 2496,82 kg/m3 and the compressive strength test value is 31,63 MPa. The use of cockle shell powder and glass powder in concrete mixtures has the potential as a concrete constituent material as a sustainable recycled material. Abstrak Perkembangan ekonomi dan infrastruktur terus meningkat sebagai akibat dari urbanisasi global. Pembangunan infrastruktur saat ini banyak menggunakan material beton. Produksi beton menjadi permasalahan karena menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) sebesar berat yang dihasilkan dari produksi semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi alternatif inovatif, dan ramah lingkungan yang memungkinkan pengurangan jumlah sumber daya alam yang dikonsumsi dalam pembuatan beton. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental. Campuran beton yang digunakan adalah semen, serbuk cangkang kerang 10%, 15% dan 20%, agregat halus berupa pasir dan serbuk kaca dengan persentase substitusi 20%, 25% serta agregat kasar berupa kerikil dan air. Pengujian beton segar berupa uji slump dan setting time serta pengujian berat jenis dan kuat tekan beton untuk semua variasi pemanfaatan limbah. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan limbah serbuk kaca dan serbuk cangkang kerang dengan variasi optimum adalah 10% serbuk cangkang kerang dan 20% serbuk kaca. Hasil uji slump adalah sebesar 11,5 cm, waktu ikat akhir 205 menit, berat jenis 2496,82 kg/m3  dan nilai uji kuat tekan sebesar 31,63 MPa. Penggunaan serbuk cangkang kerang dan serbuk kaca dalam campuran beton memiliki potensi sebagai bahan penyusun beton sebagai material daur ulang yang berkelanjutan.
OPTIMALISASI PAVING BLOCK: PENGGUNAAN LIMBAH POLIMER DAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI MATERIAL SUBSTITUSI Syuhada, Syahidus; Prayogi, Galih Rio; Sembiring, Satria Duta Anugrah; Kurniawan, Rahmat
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 2, Mei 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i2.31278

Abstract

The background of this study is based on the increasing problem of plastic waste in Indonesia, which has a negative impact on the environment. This study aims to evaluate the utilization of Low-Density Polyethylene (LDPE) polymer waste as a substitute for fine aggregate and rice husk ash as a substitute for cement in making Paving blocks using conventional methods. This study will look at the effect of material substitution on compressive strength and water absorption. The experimental process involves shredding LDPE polymer waste, making Paving block mixtures, and testing mechanical properties. The results showed that the addition of LPDE to the paving block mixture would cause a decrease in strength of 0.8632 MPa for every 1% LDPE used. If added with 10% use of rice husk ash, then every 1% use of LDPE will cause a decrease of 0.6425 MPa. For water absorption, there was an increase of 0.11% for every 1% LDPE mixing and 0.23% for every 1% LDPE mixture with 10% rice husk ash. The price obtained from the variation of LDPE usage of 5%, 10%, 15%, 20% plus 10% rice husk ash is cheaper than the price of using standard materials according to the basic price of the Lampung region in 2022. The price difference is 36%, 33%, 29%, 26% respectively. The use of LDPE waste and rice husk ash in the manufacture of paving blocks not only reduces the amount of plastic waste but also has the potential to make a significant contribution to the development of a more sustainable construction industry and supports efforts to reduce plastic waste in Indonesia. Abstrak Latar belakang penelitian ini didasari oleh permasalahan sampah plastik yang semakin meningkat di Indonesia, yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan limbah polimer jenis Low-Density Polyethylene (LDPE) sebagai subtitusi agregat halus dan abu sekam padi sebagai subtitusi semen dalam pembuatan paving block menggunakan metode konvensional. Penelitian ini akan melihat pengaruh dari subtitusi material terhadap nilai kuat tekan dan penyerapan air. Proses eksperimen melibatkan pencacahan limbah polimer LDPE, pembuatan campuran paving block, dan pengujian sifat mekanis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan LPDE pada campuran paving block akan menyebabkan penurunan kekuatan sebesar 0,8632 MPa setiap penggunaan 1% LDPE. Jika ditambahkan dengan 10% penggunaan abu sekam padi maka setiap penggunaan 1% LDPE akan menyebabkan penurunan 0,6425 MPa. Untuk daya serap air , terjadi kenaikan sebesar 0,11% untuk setiap 1% pencampuran LDPE dan 0,23% untuk setiap 1% campuran LDPE dengan 10% abu sekam padi. Harga yang didapatkan dari variasi penggunaan LDPE 5%, 10%, 15%, 20% ditambah dengan Abu sekam padi 10% lebih murah dari harga penggunaan material standar sesuai dengan basic price wilayah Lampung Tahun 2022. Selisih harganya masing - masing adalah 36%, 33%, 29%, 26%. Pemanfaatan limbah LDPE dan abu sekam padi dalam pembuatan Paving block tidak hanya mengurangi jumlah limbah plastik tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan industri konstruksi yang lebih berkelanjutan dan mendukung upaya pengurangan limbah plastik di Indonesia.
ANALISIS GEOTEKNIK TANAH LEMPUNG TERHADAP PENAMBAHAN SERBUK CANGKANG TELUR DAN GIPSUM Khairunnisa; Lydia, Ellida Novita; Mutia, Eka
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 2, Mei 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i2.31379

Abstract

Clay soil is characterized by fine grains, low bearing capacity, and high shrinkage levels, making it unsuitable for construction work. Therefore, soil improvement is necessary to enhance the CBR (California Bearing Ratio) value and increase its bearing capacity. This research aims to identify the optimal percentage and impact of adding eggshell powder and gypsum on the CBR value of clay soil. The study employs an experimental method, mixing varying percentages of eggshell powder (2%, 4%, 6%, 8%) with a constant 10% gypsum. Tests on soil's physical and mechanical properties, such as water content, specific gravity, Atterberg limits, sieve analysis, compaction, and CBR, were conducted. The findings show that the optimal CBR value was achieved with a mix of 84% clay, 6% eggshell powder, and 10% gypsum, resulting in a CBR penetration of 2.223% at 0.1" and 2.023% at 0.2" with 65 blows. The liquid limit was 31.00%, plastic limit 19.97%, plasticity index 11.32%, specific gravity 2.66, and optimum water content 19.00% with a dry density of 1.60%, leading to a 2,223% increase in CBR value. While this indicates that waste can enhance the bearing capacity of clay soil, it does not meet the minimum required CBR value of >6% for use as landfill material. Keywords: Clay soil; soil stabilization; CBR. Abstrak Tanah lempung ialah tanah dengan butiran halus yang memiliki karakteristik daya dukung tanah rendah dan tingkat susut yang tinggi, sehingga dianggap material tidak baik pada pekerjaan konstruksi. Maka dari itu perlu dilakukan perbaikan tanah untuk meningkatkan nilai CBR daya dukung tanah. Tujuan penelitian ini untuk menentukan nilai persentase optimum dan pengaruh penambahan serbuk cangkang telur dan gipsum terhadap nilai CBR daya dukung tanah lempung. Metode pengujian menggunakan metode eksperimen yaitu dengan menggunakan campuran serbuk cangkang telur dan gipsum. Persentase yang digunakan sebesar 2%, 4%, 6%, 8% pada limbah serbuk cangkang telur dan persentase tetap sebesar 10% pada limbah gipsum dengan melakukan uji sifat fisik dan mekanik tanah seperti uji kadar air, berat jenis, batas atterberg, analisa saringan, pemadatan tanah dan CBR (Callifornia Bearing Ratio). Berdasarkan hasil penelitian nilai optimum CBR terjadi pada variasi 4 dengan campuran 84% tanah lempung + 6% cangkang telur + 10% gipsum yaitu 2,223% penetrasi 0,1” dan penetrasi 0,2” sebesar 2,023% di 65 tumbukan dengan hasil batas cair senilai 31,00%, batas plastis 19,97%, indeks plastis 11,32%, berat jenis 2,66, dan kadar air optimum 19,00% dengan isi kering 1,60% dengan pesentase kenaikan nilai CBR sebesar 2,223%. Hal ini menunjukan bahwa penggunaan limbah tersebut dapat meningkatkan nilai daya dukung tanah lempung, tetapi jika dijadikan sebagai bahan campuran timbunan tidak memenuhi syarat dari ketentuan nilai minimum CBR >6%.
EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL JALAN GALUNGGUNG-JALAN BONDOWOSO-JALAN RAYA TIDAR DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM PTV VISSIM 9.0 Supriyanto, Bambang; Pranoto; Prabandari, Cyntia
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 2, Mei 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i2.31756

Abstract

The signalized intersection at the Jalan Galunggung, Jalan Bondowoso and Jalan Raya Tidar in Malang City often experiences traffic congestion due to the high volume of vehicles heading to activity centers such as shopping malls, universities, schools, and densely populated residential areas. Simpang Galunggung frequently encounters traffic conflicts caused by the high level of traffic activity. This study aims to analyze and evaluate the performance of this signalized intersection using the Indonesian PKJI 2023 and the PTV Vissim 9.0 software. Additionally, the study aims to select alternative solutions and predict the performance of the signalized intersection in the next five years. From the results of the analysis of intersection performance using PKJI 2023 shows a degree of saturation of 0.91258 on holidays and 0.97065 on weekdays. The average delay value at the intersection was 66.3237 seconds/vehicle during holidays and 167.311 seconds/vehicle during weekdays, both categorized into the level of service F. Meanwhile, the modeling analysis with PTV Vissim 9.0 yielded an average intersection delay of 67.67 seconds/vehicle for holidays and 71.37 seconds/vehicle for weekdays, categorized into the level of service E. Some alternative solutions that can be done include changes in the number of phases, traffic engineering or road widening. Abstrak Simpang empat bersinyal Jalan Galunggung, Jalan Bondowoso dan Jalan Raya Tidar di Kota Malang sering mengalami kemacetan lalu lintas karena banyaknya kendaraan yang menuju pusat kegiatan seperti pusat perbelanjaan, kampus, sekolah dan pemukiman padat penduduk. Simpang Galunggung sering mengalami konflik lalu lintas yang disebabkan banyaknya aktifitas pergerakan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kinerja simpang bersinyal tersebut menggunakan PKJI 2023 dan perangkat lunak PTV Vissim 9.0. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memilih solusi alternatif dan memprediksi kinerja simpang bersinyal pada lima tahun mendatang. Dari hasil analisa kinerja simpang menggunakan PKJI 2023 menunjukkan nilai derajat kejenuhan pada simpang sebesar 0,91258 pada hari libur dan 0,97065 pada hari kerja. Nilai tundaan simpang rata-rata yang dihasilkan sebesar 66,3237 det/smp pada hari libur dan 167,311 det/ smp pada hari kerja, keduanya dikategorikan dalam tingkat pelayanan F. Sedangkan dari analisa pemodelan pada PTV Vissim 9.0 diperoleh nilai tundaan simpang rata-rata sebesar 67,67 det/kend untuk hari libur dan 71,37 det/kend untuk hari kerja, dikategorikan ke dalam tingkat pelayanan simpang E. Solusi alternatif yang dapat diterapkan meliputi perubahan jumlah fase, rekayasa lalu lintas atau pelebaran ruas jalan.
EVALUASI KAPASITAS DIMENSI KOLAM STABILISASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH BOJONGSOANG BANDUNG Yustiana, Fransiska; Bhuwana, Almer Patuinanugrahan Shira
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 2, Mei 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i2.31987

Abstract

Bojongsoang wastewater treatment plant (WWTP) has been operating since 1992 which treats domestic wastewater from 17 sub-district of Bandung City.  Bandung has potential challenges, in population growth. Population growth will increase fresh water consumption that result In increasing the quantity of domestic wastewater. The purpose of this study was to evaluate the capacity of the Bojongsoang WWTP stabilization pond, whether the existing pond capacity is sufficient for the projected population of 10 years to come by following the design of predetermined waste treatment parameters. The results of the study stated that the Bojongsoang WWTP must add volume of anaerobic pond as 23,132.8 m2 and volume of facultative pond 73,410 m2 so that the Bojongsoang WWTP continues to operate according to the parameter design of detailed technical SPLAD-T guidelines in 2018. Abstrak Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Bojongsoang beroperasi sejak tahun 1992, yang mengolah limbah domestik dari 17 kecamatan di Kota Bandung. Kota Bandung memiliki potensi sekaligus tantangan, yaitu berupa pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk selalu berpotensi pada peningkatan kebutuhan air bersih dan juga peningkatan kuantitas air limbah domestik. Tujuan penelitian Ini adalah melakukan evaluasi pada kapasitas kolam stabilisasi IPAL bojongsoang, apakah kapasitas kolam yang ada masih mencukupi untuk  proyeksi penduduk 10 tahun yang akan datang dengan mengikuti desain parameter pengolahan limbah yang sudah ditetapkan. Hasil penelitian menyatakan bahwa IPAL bojongsoang harus menambah kolam anaerob dengan volume 23.132,8 m2 dan kolam fakultatif dengan volume 73.410 m2 sehingga IPAL Bojongsoang tetap beroperasi sesuai desain parameter yang sesuai pedoman SPLAD-T teknik terinci tahun 2018.
EVALUASI STRUKTUR STRUTTING BAJA SEBAGAI TEMPORARY SUPPORT PADA PELAKSANAAN KONSTRUKSI DINDING PENAHAN TANAH PROYEK X Arissaputra, Sofian; Darmawan, Muhammad Fikri
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 2, Mei 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i2.32188

Abstract

This study evaluates steel strutting as temporary support for the X Building project in South Jakarta using a quantitive method. Strutting analysis was conducted for each construction stages using data from strutting plans, construction methods, and SPT test results. The analysis included lateral earth pressure calculations, preliminary strutting design, and steel strutting evaluation using ETABS 18 (2020). Before evaluation, SB1 (IWF 400×200×8×13). profiles did not fail at stage 1 to 4 but failed at stages 5 to 6. After  evaluation, no failure occurred, and a revised steel strutting design met SNI 1729:2020 standards. After that, manual checks were carried out for the tensile and compression members. In conclusion, after the evaluation, steel strutting has a new dimension that can reduce the construction cost of the project with the weight of the material before and after evaluation resulting in savings of 333,822.48 kg or 68.812% and the comparison of material costs resulting in savings of Rp7,639,817,669.62 or 71.413%. This study suggests the need to take into account the loads that occur around the strutting and take into account the joints and welds from the evaluation results so that the analysis is more accurate. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi strutting baja sebagai temprorary support pada proyek Gedung X di Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan analisis strutting untuk setiap tahapan metode konstruksinya. Data diambil dari denah strutting, data metode konstruksi, dan data pengujian SPT. Analisis data dilakukan dengan menghitung tekanan tanah lateral dan preliminary design untuk strutting serta analisis strutting baja menggunakan ETABS 18 versi 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dievaluasi, profil SB1 (IWF 400×200×8×13) tidak mengalami kegagalan pada tahap 1 hingga 4 dan mengalami kegagalan pada tahap 5 hingga 6. Setelah dilakukannya evaluasi, didapat bahwa tidak terjadi kegagalan dan didapatkan hasil desain strutting baja terbaru dengan tetap memenuhi persyaratan dalam SNI 1729:2020. Kemudian, dilakukan pengecekan untuk batang tarik dan batang tekan secara manual. Kesimpulannya, setelah dilakukannya evaluasi, strutting baja memiliki dimensi baru yang dapat menekan biaya pembangunan proyek tersebut dengan berat material sebelum dievaluasi dan setelah dievaluasi menghasilkan penghematan sebesar 333.822,48 kg atau 68,812% dan perbandingan biaya material menghasilkan penghematan sebesar Rp7.639.817.669,62 atau 71,413%. Penelitian ini menunjukkan bahwa perlunya memperhitungkan beban-beban yang terjadi di sekitar strutting dan memperhitungkan sambungan dan las agar analisis lebih akurat.

Page 1 of 3 | Total Record : 29