cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
EVALUASI DESAIN PERKERASAN LENTUR DI RUAS JALAN SAKETA – DAHEPODO PROVINSI MALUKU UTARA STA 00+000 – STA 10+000 BERDASARKAN MDPJ 2017 DAN MENGGUNAKAN PROGRAM KENPAVE Habib, Muhammad Saleh; Prihatiningsih, Aniek; R.S. Angkat, Hokbyan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.30766

Abstract

Dalam penelitian Evaluasi desain perkerasan jalan pada ruas jalan Saketa-Dahepodo di Provinsi Maluku Utara dilakukan berdasarkan Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 dan menggunakan program KENPAVE. Data yang digunakan meliputi lapisan HRS Base setebal 4 cm, Lapisan Pondasi Atas (LPA) setebal 12 cm, Lapisan Pondasi Bawah (LPB) setebal 15 cm, dan lapisan Sirtu setebal 20 cm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ketahanan dan performa perkerasan jalan dalam menghadapi beban lalu lintas dan kondisi lingkungan setempat. n MDPJ 2017 kemudian hasilnya diuji berdasarkan analisis mekanistik empiris menggunakan program Kenpave. Hasil analisis menggunakan MDPJ 2017 diperoleh beban lalu lintas sebesar 629.691 CESAL5 sehingga desain perkerasan yang dipilih untuk digunakan adalah 5 cm AC-WC, 40 cm fondasi atas kelas A, dan 20 cm LFS Kelas s atau lapisan penopang. Berdasarkan hasil pengujian mekanistik empiris dengan program Kenpave, desain perkerasan metode MDPJ 2017 tersebut dinyatakan aman dari pengujian kerusakan akibat fatigue cracking dan permanent deformation.
ANALISIS COST OVERRUNS PADA PROYEK X Mathew, Kevin; Waty, Mega
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.30774

Abstract

Industri konstruksi merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian suatu negara. Sektor ini berperan dalam pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana, serta berbagai fasilitas umum lainnya. Dalam pelaksanaannya, proyek konstruksi sering kali mengalami pembengkakan biaya (cost overrun). Cost overrun adalah perbedaan antara biaya aktual yang dikeluarkan dalam pelaksanaan proyek dengan biaya yang telah direncanakan sebelumnya. Cost overrun merupakan hal dapat yang terjadi pada proyek konstruksi di seluruh dunia dan hal ini menyebabkan kerugian ekonomi. Dengan kata lain, pembengkakan biaya telah menjadi tantangan dalam mencapai keberhasilan konstruksi proyek. Penelitian ini merupakan studi kasus dari proyek Gedung sekolah dan gedung mess, dengan menggunakan metode wawancara dan perbandingan data RAP dan RAB. Dengan membandingkan RAB dan RAP dapat mengetahui jenis pekerjaan apa saja yang terjadi cost overrun dan menggunakan metode wawancara dapat diketahui faktor faktor apa saja yang menjadi penyebab utama cost overrun pada jenis pekerjaan tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan memberi kesadaran tentang cost overrun pada proyek sehingga dapat meminimalisir terjadinya cost overrun.
PENYEBAB SISA MATERIAL PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL X DI SERANG Prameswara, Caesar Dasha; Waty, Mega
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.30776

Abstract

Material sisa merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen proyek konstruksi yang sering terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menganalisis material sisa pada proyek rumah tinggal X di Serang guna memahami penyebab permasalahan yang ada. Metode penelitian yang digunakan melibatkan pemanfaatan Excel untuk menghitung nilai material sisa, diagram Pareto untuk mengidentifikasi biaya material sisa dari yang terbesar hingga terkecil, serta untuk mengidentifikasi langkah preventif atau solusi dan penyebab dalam upaya meminimalisir nilai material sisa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang masalah material sisa pada proyek konstruksi dan memberikan wawasan bagi praktisi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan dalam pengelolaan material konstruksi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, volume material sisa terbesar adalah lisplang GRC sebesar 50% dan biaya material sisa terbesar adalah cat sebesar Rp. 1.802.823.
ANALISIS KINERJA PELAYANAN BUS COMMUTER PANTAI INDAH KAPUK 2 Reyhan, Justin; Suryo Putranto, Leksmono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.30781

Abstract

Bus Commuter Pantai Indah Kapuk 2 merupakan bus pegumpan di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 yang dikelola oleh Agung Sedayu Group & Salim Group. Pantai Indah Kapuk 2 merupakan waterfront city dengan luas mencapai sekitar 2.650 hektar, dengan fasilitas yang lengkap untuk kualitas hidup yang lebih baik. Sebuah tujuan untuk pulang, tempat untuk beraktivitas, bekerja, dan tujuan wisata dan kuliner. Pantai Indah Kapuk 2 merupakan kota yang sangat luas maka diperlukan transportasi yang dapat mencapai fasilitas – fasilitas tersebut, dengan harga yang murah dan dapat menampung banyak pengunjung maka dibuat layanan transportasi publik. Penelitian ini menggunakan 2 metode survei lapangan dan penggunaan kuesioner untuk mengumpulkan data dari pengguna bus commuter Pantai Indah Kapuk 2. Penyusunan penelitian ini menggunakan studi literatur. Data yang diperoleh untuk penelitian ini mencakup aspek-aspek seperti kondisi halte dan fasilitas bus, frekuensi penggunaan, pemberhentian yang sering digunakan, waktu perjalanan, kenyamanan saat jam sibuk, serta faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja pelayanan dan kepuasan penumpang bus commuter Pantai Indah Kapuk 2. Setelah survei lapangan yang dilakukan pada akhir bulan mei 2024 sampai awal bulan juni 2024 dan penyebaran kuisioner pada bulan mei 2024 dapat disimpulkan bahwa pelayanan yang diberikan oleh bus commuter Pantai Indah kapuk 2 sudah mengikuti standar dan jadwal yang ada sehingga memuaskan responden dengan fasilitas yang ada.
PERSEPSI PENGUNJUNG MALL KELAPA GADING 3 TERHADAP FASILITAS GEDUNG PARKIR Najid; R.S. Angkat, Hokbyan; Liaunardy, Nicolas
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.30795

Abstract

Parkir merupakan salah satu fasilitas penting bagi pengunjung mall di Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengunjung Mall Kelapa Gading terhadap fasilitas parkir di gedung Mall Kelapa Gading 3. Metode penelitian dilakukan dengan penyebaran survei kepuasan pengunjung dan dianalisis dengan metode Importance Performance Anlaysis (IPA). Penelitian tingkat kepuasan dilakukan terhadap 17 komponen pernyataan yang meliputi ketersedian ruang parkir, kebersihan lokasi parkir, kualitas perkerasan pada area parkir, kondisi tingkat pencahayaan pada area parkir, kejelasan rambu tanda zona parkir, kejelasan rambu tanda sirkulasi parkir, lebar gang mobil, luas parkir mobil, penataan ruang parkir mobil, kemudahan memarkir kendaraan, kemudahan melalui tanjangan area parkir mobi, ketersediaan kemudahan informasi melalui petugas parkir, lama antrian masuk dan keluar, kesesuaian tarif dan metode pembayaran, ketersediaan jalur pejalan kaki, CCTV pada area parkir, dan pos keamanan di area parkir. Hasil analisis metode IPA memperlihatkan dominasi presentase kuadran IV yang mencapai 29,5%, disusul dengan kuadran I dan II yaitu sebesar 23,5% dan persentase terendah dari kuadran III yaitu sebesar 18,75%. Berdasarkan posisi kuadran I komponen yang perlu ditingkatkan adalah ketersediaan ruang parkir, kejelasan marka tanda arah sirkulasi parkir, penataan ruang parkir mobil, ketersediaan kemudahan informasi melalui petugas parkir. Adapun komponen yang perlu dipertahankan pada posisi kuadran II meliputi kebersihan lokasi parkir, Kemudahan melalui tanjakan pada area parkir mobil, Lama antrian masuk dan keluar, CCTV pada area parkir.
PERSEPSI PENUMPANG MRT TERHADAP KEBUTUHAN KERETA KHUSUS PEREMPUAN Najid; R.S. Angkat, Hokbyan; Zhuhri, Muda Ibrahim Febrian
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.30806

Abstract

Sebelum masanya era modern perempuan mengalami banyak hambatan dalam mendapatkan perkerjaan, pendidikan, dan laynana kesehatan, dikarenakan mereka harus berdiang dengan para laki-laki. Bahkan transportasi juga susah untuk mereka dapatkan. Untuk dizaman sekarang semua hambatan perempuan sudah di permudah, salah satunya adalah transportasi, transportasi sendiri terdiri dari berbagai macam transportasi salah satunya adalah Kereta Api. Untuk Kereta Api di daerah Jakarta, PT MASS RAPID TRANSIT JAKARTA (MRT JAKARTA) menjawab kebutuhan para pengguna nya dengan mengembangkan Mass Rapid Transit (MRT) yang merupakan layanan kereta rel listrik komuter yang pengoperasiannya ditanggung jawabkan oleh PT MASS RAPID TRANSIT JAKARTA. Sejak 24 maret 2019, dari awalnya di luncurkan MRT tidak memiliki kereta khusus wanita, tidak seperti Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter line yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). PT MRT kemudian menerapkan kereta khusus untuk wanita, yang hanya berlaku pada jam sibuk yaitu pukul 07.00-09.00 WIB dan 17.00-19.00 WIB, dari Senin hingga Jumat. Kebijakan ini diberlakukan untuk melindungi wanita dari tindakan kriminal dan pelecehan seksual saat menggunakan transportasi umum. Namun, setelah kebijakan ini diterapkan di MRT, muncul kembali keluhan dari penumpang wanita yang menggunakan fasilitas kereta khusus tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis kondisi serta infrastruktur eksisting MRT dengan menggunakan metode crosstab, dengan tujuan untuk meningkatkan operasional kereta khusus wanita agar dapat tersedia setiap hari dan setiap waktu
PERILAKU KUAT TEKAN BEBAS PADA TANAH GAMBUT DENGAN TAMBAHAN PORTLAND CEMENT Frederiko, Frederiko; Prihatiningsih, Aniek
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.30821

Abstract

Indonesia has 33.4 million hectares of swamp land spread across Sumatra, Kalimantan, and Papua. The soil in swamp land is generally peat soil, which has low bearing capacity. One method to improve soil bearing capacity is by adding cement. Portland composite cement (PCC) is widely available in Indonesia. This study aims to determine the characteristics of peat/swamp soil and evaluate the potential improvements after adding portland composite cement (PCC). The characteristic tests include specific gravity (Gs), water content, and grain size tests. Unconfined Compression Tests were conducted to determine the unconfined compressive strength of the soil. The tests were performed on soil with cement content of 4.7%, 9.3%, and 14%, with curing times of 7 days, 14 days, and 21 days. The characteristic test results showed that peat soil has a Gs of 1.50 and a water content of 187.73%. The Unconfined Compression Test results with 5% PCC content at 7 days showed a value of 119.11 kN/m² with an increase of 87.9%. With 15% PCC content at 21 days, the value was 217.78 kN/m² with an increase of 243.6%. It was concluded that the higher the cement content and the longer the curing time, the higher the unconfined compressive strength value. Abstrak Indonesia memilki lahan rawa seluas 33,4 juta hektar yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Tanah yang terdapat pada lahan rawa umumnya adalah tanah Gambut. Tanah Gambut merupakan tanah yang memiliki daya dukung yang rendah. Salah satu metode perbaikan tanah untuk menaikan daya dukung adalah dengan menambahkan semen. Portland composite cement (PCC) merupakan semen yang banyak dijual di masyarakat Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dari tanah gambut/rawa dan mengevaluasi potensi peningkatan yang terjadi setelah ditambahkan PCC. Pengujian karakteristik mencakup uji specific gravity (Gs), water content, dan grainsize. Uji Tekan Bebas dilakukan untuk menentukan nilai kuat tekan bebas dari tanah. Pengujian dilakukan pada tanah dengan kadar semen 4,7%, 9,3%, dan 14%. Lama waktu pemeraman yaitu, 7 hari, 14 hari, 21 hari. Hasil pengujian karakteristik didapatkan tanah gambut memilki Gs sebesar 1,50, dengan water content sebanyak 187,73%. Hasil Uji Tekan bebas dengan kadar PCC 5% pada 7 hari sebesar 119,11 kN/m2 dan persentase peningkatan 87,9%. Pada kadar PCC 15% pada 21 hari sebesar 217,78 kN/m² dan persentase peningkatan 243,6%. Disimpulkan semakin tinggi kadar semen dan semakin lama waktu pemeraman maka nilai kuat tekan bebas akan meningkat.
PENGARUH SUDUT GESER DALAM TERHADAP PENAMBAHAN PASIR SUB-ROUNDED, SUB-ANGULAR, DAN ANGULAR PADA PASIR ROUNDED Miswar, Badrul; Prihatinigsih, Aniek
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.30822

Abstract

The physical form of sand grains is a critical factor influencing shear strength, where sharper/angular grain shapes tend to result in higher internal friction angles (ϕ) and stronger interlocking capabilities among grains, whereas rounder particle shapes generally lead to lower ϕ values. This study aims to quantify the significant differences in shear strength (ϕ) between sand with the most rounded shapes (rounded and sub-rounded) and those with sharper/angular shapes (angular and sub-angular). Additionally, the research involves creating and testing mixtures using primary rounded sand mixed with three other types (sub-rounded, sub-angular, and angular). Various mixtures of sub-rounded, sub-angular, and angular sands will be added to the rounded sand as the primary material, with mixture percentages of 5%, 8%, 12%, and 15%. The testing results indicate that the optimal mixture involves adding sub-rounded sand to rounded sand, which increases the internal friction angle (ϕ) by up to 65,4% during natural testing conditions. Abstrak Bentuk fisik dari butiran pasir merupakan salah satu faktor penentu kekuatan geser yang akan dihasilkan dimana, semakin bersudut/tajam bentuk butiran pasir, maka cendrung menghasilkan  sudut geser dalam (ϕ) yang tinggi serta memiliki kemampuan interlocking antar butiran yang kuat dan begitupun sebaliknya, semakin bulat bentuk partikel dari butiran pasir akan menghasilkan sudut geser dalam (ϕ) yang semakin rendah.Tujuan dari penelitian ini adalah mencoba membuktikan seberapa signifikan perbedaan dari kuat geser dalam (ϕ) pasir dengan bentuk yang paling bulat (rounded) dan cenderung bulat (sub-rounded) terhadap pasir dari bentuk yang tajam/bersudut (angular) dan cenderung tajam/bersudut (sub-rounded). Selain itu, penelitian ini membuat dan menguji campuran dengan material primer dari pasir jenis rounded yang dicampurkan dengan tiga jenis sampel lainnya (sub-rounded, sub-angular dan angular). Adapun variasi campuran pasir baik jenis sub-rounded, sub-angular maupun angular yang akan ditambahkan nantinya ke pasir jenis rounded sebagai material primer dengan persentase variasi campuran 5%, 8%, 12% dan 15%. Dari hasil pengujian didapatkan campuran optimum adalah pasir jenis sub-rounded yang ditambahkan terhadap pasir jenis rounded dimana, campuran pasir jenis sub-rounded dapat meningkatkan hingga 65,4% dari sudut geser dalam (ϕ) pasir rounded sewaktu pengujian natural.
PERBANDINGAN STABILITAS BERBAGAI TIPE DINDING PENAHAN TANAH PADA PROYEK TOWER TURYAPADA DI BALI Five, Johny; Wijaya, Hendy; Iskandar, Ali
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.30826

Abstract

This study compares the stability of cantilever retaining walls (DPT) with the combined method of MSE (Mechanically Stabilized Earth) retaining walls and soil nailing retaining walls under the same soil conditions. The stability analysis is conducted by considering shear, overturning, and bearing capacity factors. The results show that MSE retaining walls have the highest overturning safety factor value of 10.83, which exceeds the minimum SNI standard. MSE retaining walls also show the highest shear safety factor value of 7.54, while the highest bearing capacity safety factor value is found in cantilever retaining walls, amounting to 28.73. The pullout safety factor values in soil nailing are also analyzed, indicating the need for adjustments in nail length or excavation sequence to achieve the required minimum values. This study suggests the use of various types of retaining walls and more diverse soil conditions for a more comprehensive analysis in the future, as well as the application of 3D computer programs to model the interaction between retaining structures and the surrounding soil in greater detail. Abstrak Penelitian ini membandingkan stabilitas dinding penahan tanah (DPT) tipe kantilever dengan metode gabungan DPT MSE (mechanically stabilized earth) dan  DPT soil nailing dalam kondisi tanah yang sama.  Analisis stabilitas dilakukan dengan mempertimbangkan faktor geser, guling, dan daya dukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DPT MSE memiliki nilai faktor keamanan guling terbesar sebesar 10,83, yang melebihi standar minimum SNI. DPT MSE menunjukkan nilai faktor keamanan geser terbesar sebesar 7,54, dan nilai faktor keamanan daya dukung terbesar adalah DPT kantilever sebesar 28,73. Nilai faktor keamanan akibat cabut (pullout) pada soil nailing juga dianalisis, dengan hasil menunjukkan perlunya penyesuaian panjang nail atau urutan penggalian untuk mencapai nilai minimum yang disyaratkan. Penelitian ini menyarankan penggunaan berbagai jenis DPT dan kondisi tanah yang lebih beragam untuk analisis yang lebih komprehensif di masa mendatang, serta penerapan program komputer 3D untuk memodelkan interaksi antara struktur penahan tanah dan tanah di sekitarnya dengan lebih detail.
STUDI PERBAIKAN TANAH MENGGUNAKAN GEOTEKSTIL UNTUK BERBAGAI KONSISTENSI TANAH Wijaya, Angga; Christianto, Daniel; Yuwono, Amelia
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i3.30831

Abstract

Soft soil poses a significant challenge in infrastructure development in Indonesia. This study aims to investigate the effectiveness of using geotextiles in addressing soft soil issues in Dadap, Daan Mogot, and Citeureup. Geotextiles are employed to enhance soil stability, reduce deformation, and improve the bearing capacity of road subgrades and structures. The research utilizes the Meyerhof method to calculate soil bearing capacity and safety factors (SF) under undrained (short-term) and drained (long-term) conditions. The results indicate that SF values are lower under undrained conditions compared to drained conditions, as the soil loses support from pore pressure and shear strength. However, manual calculations and computer programs yield almost the same SF results for Dadap and Daan Mogot soil samples under undrained conditions, but significantly differ for the Citeureup sample. Deformation calculations show that Dadap soil experiences greater deformation compared to Daan Mogot and Citeureup. Additionally, tensile forces under drained conditions are lower than under undrained conditions due to the loss of pore water from the soil. This study provides a better understanding of geotextile usage in addressing the challenges of soft soil, with the hope of offering practical guidelines for building more durable and safe infrastructure in the future. Abstrak Tanah lunak merupakan tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efektivitas penggunaan geotekstil dalam mengatasi masalah tanah lunak di Dadap, Daan Mogot, dan Citeureup. Geotekstil digunakan untuk meningkatkan stabilitas tanah, mengurangi deformasi, dan meningkatkan daya dukung subgrade jalan serta bangunan. Penelitian ini menggunakan metode Mayerhoff untuk menghitung daya dukung tanah dan faktor keamanan (FK) dalam kondisi tidak terdrainase (jangka pendek) dan terdrainase (jangka panjang). Hasil menunjukkan bahwa nilai FK pada kondisi tidak terdrainase lebih rendah dibandingkan dengan kondisi terdrainase, karena tanah kehilangan dukungan dari tekanan air pori dan kekuatan geser yang kurang. Namun, perhitungan manual dan program komputer memberikan hasil FK yang hampir sama untuk sampel tanah Dadap dan Daan Mogot pada kondisi tak terdrainase, tetapi berbeda cukup signifikan untuk sampel tanah Citeureup. Perhitungan deformasi menunjukkan bahwa tanah Dadap mengalami deformasi yang lebih besar dibandingkan dengan Daan Mogot dan Citeureup. Selain itu, gaya tarik pada kondisi terdrainase lebih kecil dibandingkan dengan kondisi tak terdrainase, karena kehilangan kadar air pori dari dalam tanah. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang penggunaan geotekstil dalam mengatasi tantangan tanah lunak, dengan harapan dapat memberikan panduan praktis untuk pembangunan infrastruktur yang lebih tahan lama dan aman di masa depan.