cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 950 Documents
PENGARUH INTEGRASI MASS RAPID TRANSIT DAN TRANSJAKARTA DALAM MENDUKUNG TRANSPORTASI PUBLIK TERINTEGRASI DI DKI JAKARTA Keanu Winoko; Leksmono Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i3.37397

Abstract

High private vehicle usage in DKI Jakarta triggers severe traffic congestion and increased greenhouse gas emissions. This research analyzes the role of multimodal integration between MRT Jakarta and Transjakarta in supporting the accelerated transition toward a low-carbon city economy. Through a quantitative transportation engineering approach, primary data were gathered from 113 commuters utilizing integration nodes along Corridor 1 and Corridor 8. The data were analyzed using the Importance-Performance Analysis (IPA) method on a Cartesian diagram with a central cross-average cut-off point of (2.988;2.938). The results indicate that electronic payment system reliability (A5), pedestrian security (A6), integrated routing effectiveness (A8), and the affordable bundled tariff (A7) successfully achieved superior performance in Quadrant B (Keep Up the Good Work). Conversely, critical constraints were identified in Quadrant A (Top Priority), marked by low performance in digital route information accessibility (A1) and physical pedestrian circulation limitations (A4) due to bottleneck crowding and lack of sheltered walkways. In conclusion, flexible adaptive management driven by real-time data is highly required for regulators and operators to optimize pedestrian geometries and standardize circulation information to achieve a seamless transfer ecosystem. Abstrak Tingginya penggunaan kendaraan pribadi di DKI Jakarta memicu permasalahan kemacetan lalu lintas serta peningkatan emisi gas buang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keterpaduan antarmoda antara Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dan Transjakarta sebagai jaringan transportasi publik terintegrasi guna mendukung akselerasi transisi menuju ekonomi karbon rendah. Melalui pendekatan kuantitatif rekayasa transportasi, data primer dikumpulkan dari 113 komuter aktif di simpul integrasi Koridor 1 dan Koridor 8. Data dianalisis menggunakan metode Importance-Performance Analysis (IPA) berbasis diagram Kartesius dengan titik potong sentral (2,988; 2,938). Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut keandalan sistem pembayaran elektronik (A5), jaminan keamanan pedestrian (A6), efektivitas penataan rute koridor terpadu (A8), dan keterjangkauan tarif kombinasi (A7) berhasil mencapai performa unggul di Kuadran B (Pertahankan Prestasi). Sebaliknya, kendala kritis ditemukan pada Kuadran A (Prioritas Utama), yaitu rendahnya kinerja aksesibilitas informasi rute digital (A1) serta keterbatasan sirkulasi fisik pedestrian (A4) akibat munculnya titik penumpukan penumpang (bottleneck) dan ketiadaan kanopi peneduh (sheltered walkway). Kesimpulannya, diperlukan penerapan adaptasi manajemen yang fleksibel berbasis data waktu-nyata oleh regulator dan operator demi mewujudkan ekosistem perpindahan yang tanpa hambatan (seamless transfer).
ANALISIS KAPASITAS SISTEM DRAINASE EKSISTING DALAM PENGENDALIAN BANJIR DI PERUMAHAN PENGAIRAN PESING KONENG Jason Tabaraka; Wati Asriningsih Pranoto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i3.37398

Abstract

Recurring floods remain a major challenge in Indonesia, especially in densely populated urban settlements, and are closely tied to the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), and SDG 13 (Climate Action). The Pengairan Pesing Koneng housing complex has repeatedly suffered flooding caused by high rainfall combined with an inadequate drainage system. This study analyzes the capacity of the existing drainage system, consisting of 85 channels of four different types, to determine its ability to control flooding. Ten years of rainfall data (2016-2025) from three stations were analyzed using the Normal, Log Normal, Gumbel, and Log Pearson III distribution methods, verified through Chi-Square and Kolmogorov-Smirnov goodness-of-fit tests, and runoff discharge was calculated using the rational method. Results show that 20 channels cannot accommodate the 2-year return period discharge, 25 channels for the 5-year period, and 32 channels for the 10-year period. New channel dimensions are proposed for these channels to restore drainage performance and support sustainable flood management. Abstrak Banjir yang terus berulang menjadi tantangan besar di Indonesia, terutama di kawasan permukiman perkotaan yang padat, dan berkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Perumahan Pengairan Pesing Koneng berulang kali mengalami banjir akibat curah hujan tinggi yang dipadukan dengan sistem drainase yang kurang memadai. Penelitian ini menganalisis kapasitas sistem drainase eksisting, yang terdiri dari 85 saluran dengan 4 tipe berbeda, untuk mengetahui kemampuannya dalam mengendalikan banjir. Data curah hujan selama 10 tahun (2016-2025) dari tiga stasiun dianalisis menggunakan metode distribusi Normal, Log Normal, Gumbel, dan Log Pearson III, yang diverifikasi melalui uji kecocokan Chi-Square dan Kolmogorov-Smirnov, dan debit limpasan dihitung dengan metode rasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 saluran tidak mampu menampung debit periode ulang 2 tahun, 25 saluran untuk periode ulang 5 tahun, dan 32 saluran untuk periode ulang 10 tahun. Dimensi saluran baru diusulkan untuk saluran-saluran tersebut guna memulihkan kinerja drainase dan mendukung pengelolaan banjir yang berkelanjutan.
STUDI KINERJA OPERASIONAL BENDUNG KATULAMPA SEBAGAI SISTEM PERINGATAN DINI BANJIR SUNGAI CILIWUNG Shane Sebastian; Wati Pranoto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i3.37399

Abstract

The Katulampa Weir functions as a critical flood early warning structure for the Ciliwung River Basin, particularly for downstream areas in DKI Jakarta. Rapid land-use change in the upstream catchment has sharply increased the runoff coefficient, making effective weir management essential. This study evaluates the operational performance of the Katulampa Weir using existing infrastructure data, the applied rating curve, and adherence to Standard Operating Procedures (SOP). Results show that the weir spillway has historically discharged up to 629.968 L/s at alert level 1 (Siaga 1) without structural damage, and that strict SOP compliance yields an average flow travel time of 9 to 10 hours (ranging 6 to 12 hours) to downstream Jakarta. Analysis of five documented flood events between 2020 and 2025 confirms that discharge surges at the weir were consistently followed by downstream flooding within 6 to 12 hours, although flooding can also occur below alert level 1 due to accumulated rainfall. These findings demonstrate that the weir monitoring and reporting system provides downstream authorities sufficient lead time for coordinated emergency response, thereby reducing casualties and losses. Abstrak Bendung Katulampa berfungsi sebagai sistem peringatan dini banjir yang penting bagi Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, khususnya kawasan hilir di DKI Jakarta. Perubahan tata guna lahan di hulu meningkatkan koefisien limpasan secara drastis sehingga pengelolaan bendung yang efektif menjadi penting. Penelitian ini mengevaluasi kinerja operasional Bendung Katulampa menggunakan data infrastruktur eksisting, kurva lengkung debit (rating curve), dan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP). Hasil studi menunjukkan bahwa saluran pelimpas mampu mengalirkan debit ekstrem hingga 629.968 L/dt  pada status Siaga 1 tanpa kerusakan struktur, dan bahwa kepatuhan SOP menghasilkan jeda waktu aliran rata-rata 9 hingga 10 jam (berkisar 6 hingga 12 jam) menuju hilir Jakarta. Analisis terhadap lima kejadian banjir terdokumentasi periode 2020–2025 membuktikan bahwa lonjakan debit di Bendung Katulampa secara konsisten diikuti banjir di hilir dalam rentang 6 hingga 12 jam, meskipun banjir juga dapat terjadi di bawah status Siaga 1 akibat akumulasi curah hujan. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem pemantauan dan pelaporan Bendung Katulampa memberikan waktu yang cukup bagi pihak berwenang di hilir untuk melakukan respons darurat secara terkoordinasi, sehingga mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian.
ANALISIS PENGARUH REKAYASA GRADASI CAMPURAN PASIR TERHADAP KARAKTERISTIK PERMEABILITAS DAN DAYA DUKUNG MATERIAL GRANULAR Marcellino Adam; Alfred Jonathan Susilo; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i3.37401

Abstract

Permeability and bearing capacity are key parameters in geotechnical engineering that are strongly influenced by grain gradation, particle morphology, and the arrangement of granular materials. This study aims to investigate the effect of engineered sand gradation on the permeability and bearing capacity characteristics of granular materials through theoretical and experimental approaches. The materials consisted of Bali Sand, Cibeet Sand, and Serayu Sand, which were combined using mixture theory to produce different gradation configurations. Material characterization included specific gravity testing, sieve analysis, particle morphology observation, and laboratory permeability testing. The measured permeability coefficients were subsequently compared with theoretical predictions obtained from the Hazen and Chapuis equations. Furthermore, the relationship between permeability and bearing capacity was evaluated through empirical correlations with the California Bearing Ratio (CBR) and estimated N-SPT values, followed by verification using direct shear testing based on the internal friction angle. The results demonstrate that engineered gradation producing denser particle arrangements through a void filling mechanism effectively reduces permeability while improving the mechanical performance of granular materials. These findings indicate that engineered sand gradation is a promising approach for enhancing granular material performance in geotechnical applications and contributes to the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 9 by promoting more efficient and sustainable construction materials. Abstrak Permeabilitas dan daya dukung merupakan parameter penting dalam rekayasa geoteknik yang dipengaruhi oleh gradasi, morfologi butiran, dan susunan material granular. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh rekayasa gradasi campuran pasir terhadap karakteristik permeabilitas dan daya dukung material granular melalui pendekatan teoritis dan eksperimental. Material yang digunakan terdiri atas Pasir Bali, Pasir Cibeet, dan Pasir Serayu yang dikombinasikan menggunakan mixture theory untuk memperoleh variasi gradasi yang berbeda. Karakterisasi material dilakukan melalui pengujian specific gravity, sieve analysis, pengamatan morfologi butiran, dan uji permeabilitas laboratorium. Nilai koefisien permeabilitas hasil pengujian kemudian dibandingkan dengan hasil perhitungan teoritis menggunakan persamaan Hazen dan Chapuis. Selanjutnya, hubungan antara permeabilitas dan daya dukung dianalisis melalui korelasi empiris terhadap nilai California Bearing Ratio (CBR) dan estimasi N-SPT, kemudian diverifikasi menggunakan pengujian direct shear berdasarkan nilai sudut geser dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekayasa gradasi yang menghasilkan susunan butiran lebih rapat melalui mekanisme void filling mampu menurunkan permeabilitas sekaligus meningkatkan karakteristik mekanik material. Temuan ini menunjukkan bahwa rekayasa gradasi campuran pasir merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kinerja material granular untuk aplikasi geoteknik serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 9 melalui pengembangan material konstruksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
ANALISIS NUMERIK PENGARUH RASIO TULANGAN TERHADAP DAKTILITAS BALOK BETON BERTULANG MENGGUNAKAN LS-DYNA Christopher Ngadiman; Sunarjo Leman
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i3.37402

Abstract

Reinforced concrete beams utilize longitudinal reinforcement as the main element in resisting tensile forces due to bending, so that the proportion of reinforcement used directly affects the capacity and deformation characteristics of the structure. This study aims to evaluate the effect of variations in the reinforcement ratio on the nonlinear behavior of reinforced concrete beams through a numerical approach using LS-DYNA software. A three-dimensional model was developed on a beam measuring 3400 × 200 × 250 mm with a D10-33@100 stirrup configuration and variations in the longitudinal reinforcement ratio. Concrete was modeled using MAT_CSCM_Concrete with a compressive strength of 30 mpa, while steel reinforcement was represented through MAT_Plastic_Kinematic with a yield stress of 397 mpa. Validation was carried out by comparing the simulated load-deflection response to experimental data. The analysis results showed that increasing the reinforcement ratio from 1.99% (M1) to 3.82% (M3) increased the flexural capacity from 49.77 kN to 84.79 kN. However, this increase was followed by a decrease in the displacement ductility index (μδ) from 2.83 to 1.08. The M3 model showed a tendency towards compression-controlled behavior with an ultimate deflection of 17 mm, lower than the M1 model which reached 32 mm. This finding confirms a compromise between increasing flexural capacity and decreasing ductility due to increasing reinforcement ratio. The contribution of this research is in line with SDG 9 and SDG 11 by providing a technical basis for designing more resilient, safe, and sustainable reinforced concrete structures. Abstrak Balok beton bertulang memanfaatkan tulangan longitudinal sebagai elemen utama dalam menahan gaya tarik akibat lentur, sehingga proporsi tulangan yang digunakan berpengaruh langsung terhadap kapasitas dan karakteristik deformasi struktur. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi rasio tulangan terhadap perilaku nonlinear balok beton bertulang melalui pendekatan numerik menggunakan perangkat lunak LS-DYNA. Model tiga dimensi dikembangkan pada balok berukuran 3400 × 200 × 250 mm dengan konfigurasi tulangan sengkang D10-33@100 dan variasi rasio tulangan longitudinal. Beton dimodelkan menggunakan MAT_CSCM_Concrete dengan kuat tekan 30 mpa, sedangkan tulangan baja direpresentasikan melalui MAT_Plastic_Kinematic dengan tegangan leleh 397 mpa. Validasi dilakukan dengan membandingkan respons beban-lendutan hasil simulasi terhadap data eksperimen. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan rasio tulangan dari 1,99% (M1) menjadi 3,82% (M3) meningkatkan kapasitas lentur dari 49,77 kN menjadi 84,79 kN. Namun, peningkatan tersebut diikuti penurunan indeks daktilitas perpindahan (μδ) dari 2,83 menjadi 1,08. Model M3 menunjukkan kecenderungan perilaku compression-controlled dengan lendutan ultimit sebesar 17 mm, lebih rendah dibandingkan M1 yang mencapai 32 mm. Temuan ini menegaskan adanya kompromi antara peningkatan kapasitas lentur dan penurunan daktilitas akibat bertambahnya rasio tulangan. Kontribusi penelitian ini sejalan dengan SDG 9 dan SDG 11 melalui penyediaan dasar teknis untuk perancangan struktur beton bertulang yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan.
THERMAL CONSOLIDATION OF ORGANIC CLAY: COMPARATIVE ANALYSIS OF CV VIA TAYLOR’S METHOD FOR SUSTAINABLE INFRASTRUCTURE Angelyn Julita Sing; Hendy Wijaya; Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i3.37403

Abstract

It is well known that the soft soil is often associated with the slow process of drainage and consolidation and ground stabilization on soft soils, especially organic clay deposits, is one of the most persistent technical problems in modern infrastructure construction projects. In this paper, the effect of elevated temperature on the coefficient of consolidation (cv) of organic clay as determined by Taylor's square-root-of-time method (t90) is studied, by comparing the oedometer test results of samples loaded under standard ambient conditions and under controlled thermal conditions. It is seen from the experimental observations that introduction of heat significantly reduces the time needed for 90% consolidation (t90) and thus yields a significantly higher cv, particularly in the initial phase of loading. These results are consistent with the broader goals of the United Nations' Sustainable Development Goals (SDGs), such as SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) and SDG 13 (Climate Action), which include the need to implement more sustainable practices and lower site-level carbon emissions for earthwork operations while also shortening construction schedules through the use of less fuel-intensive heavy equipment. Abstrak Sudah diketahui umum bahwa tanah lunak seringkali dikaitkan dengan proses drainase dan konsolidasi yang lambat, dan stabilisasi tanah pada tanah lunak, terutama endapan lempung organik, merupakan salah satu masalah teknis yang paling sering terjadi dalam proyek konstruksi infrastruktur modern. Dalam makalah ini, pengaruh peningkatan suhu terhadap koefisien konsolidasi (cv) lempung organik yang ditentukan dengan metode akar kuadrat waktu Taylor (t90) dipelajari, dengan membandingkan hasil uji oedometer sampel yang diberi beban dalam kondisi lingkungan standar dan dalam kondisi termal terkontrol. Dari pengamatan eksperimental terlihat bahwa pemberian panas secara signifikan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk konsolidasi 90% (t90) dan dengan demikian menghasilkan cv yang jauh lebih tinggi, terutama pada fase awal pembebanan. Hasil ini konsisten dengan tujuan yang lebih luas dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, seperti SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dan SDG 13 (Aksi Iklim), yang mencakup kebutuhan untuk menerapkan praktik yang lebih berkelanjutan dan menurunkan emisi karbon di tingkat lokasi untuk operasi pekerjaan tanah, sekaligus mempersingkat jadwal konstruksi melalui penggunaan alat berat yang kurang intensif bahan bakar.
ANALISIS PENGARUH GRADASI CAMPURAN PASIR–KERIKIL TERHADAP KOEFISIEN PERMEABILITAS DAN SUDUT GESER DALAM Chandra Radian Yudhayanto; Alfred Jonathan Susilo; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i3.37411

Abstract

Soil gradation characteristics influence water flow and the mechanical behavior of granular materials. In coarse-grained soils, particle size distribution affects pore structure, thereby influencing the coefficient of permeability and the internal friction angle (φ). This study aims to analyze the effect of sand–gravel mixture gradation on the coefficient of permeability and its relationship with the internal friction angle. Laboratory testing included sieve analysis, specific gravity, constant head permeability, and direct shear tests on various sand–gravel mixture proportions. The gradation parameters analyzed were D10, D30, D60, the coefficient of uniformity (Cu), and the coefficient of curvature (Cc). The results show that variations in mixture gradation significantly affect both permeability and the internal friction angle. Mixtures with a higher proportion of coarse particles exhibited higher permeability and greater internal friction angles than mixtures containing more fine particles. The findings also indicate a relationship between gradation characteristics, permeability, and the internal friction angle, providing valuable information for evaluating the hydraulic and mechanical behavior of granular materials. This study supports Sustainable Development Goal (SDG) 9, Industry, Innovation and Infrastructure, by providing scientific insights for sustainable geotechnical infrastructure development. Abstrak Karakteristik gradasi tanah berpengaruh terhadap kemampuan tanah dalam meloloskan air dan tingkat kepadatannya. Pada material berbutir kasar, distribusi ukuran butir menentukan susunan pori yang terbentuk sehingga memengaruhi nilai koefisien permeabilitas dan parameter geoteknik lainnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh karakteristik gradasi campuran pasir-kerikil terhadap nilai koefisien permeabilitas serta mengkaji hubungannya dengan nilai sudut geser dalam (φ). Penelitian dilakukan melalui pengujian analisis saringan untuk memperoleh distribusi ukuran butir, pengujian specific gravity untuk menentukan sifat fisik material, dan pengujian constant head permeability untuk memperoleh nilai koefisien permeabilitas pada beberapa variasi campuran pasir dan kerikil. Parameter gradasi yang dianalisis meliputi D10, D30, D60, koefisien keseragaman (Cu), dan koefisien kelengkungan (Cc). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan komposisi campuran menghasilkan variasi karakteristik gradasi yang memengaruhi nilai koefisien permeabilitas. Campuran dengan proporsi butiran kasar yang lebih tinggi cenderung memiliki permeabilitas yang lebih besar dibandingkan campuran yang didominasi butiran halus. Analisis lebih lanjut menunjukkan adanya hubungan antara karakteristik gradasi, nilai permeabilitas, dan nilai sudut geser dalam (φ) yang dapat digunakan sebagai dasar evaluasi material granular pada pekerjaan geoteknik. Penelitian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goal 9, melalui pengembangan pemahaman mengenai karakteristik dapat menjadi dasar dalam perencanaan dan pembangunan infrastruktur geoteknik yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan.
Redaksi Vol. 9 No. 3 Arif Sandjaya
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Pengantar Vol. 9 No. 3 Arif Sandjaya
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daftar Isi Vol. 9 No. 3 Arif Sandjaya
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract