cover
Contact Name
Eka Vidya Putra
Contact Email
ekavidyaputra@gmail.com
Phone
+628116601294
Journal Mail Official
abdi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : 2656369X     EISSN : 26848570     DOI : https://doi.org/10.24036/abdi
Jurnal Abdi bertujuan untuk memfasilitasi publikasi artikel yang disarikan dari hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Abdi ini membatasi pengabdian masyarakat yang berada dalam ruang lingkup bidang: Pembangunan manusia dibidang pendidikan dan Sosio-Humaniora, Pengentasan kemiskinan, Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal. Pengembangan Ekonomi, Kewirausahaan, Industri Kreatif.
Articles 587 Documents
Penguatan Identitas Sosial Melalui Workshop Literasi Digital Pada Karang Taruna RW 03 Kampung Ciseke Desan Ayu Khulasoh; Wahyu Gunawan; Ardi Maulana Nugraha
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.1939

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas digital anggota Karang Taruna RW 03 Kampung Ciseke dalam memproduksi dan mengelola konten media sosial secara efektif. Berangkat dari temuan awal melalui wawancara semi-terstruktur, rendahnya keterampilan produksi konten digital diidentifikasi sebagai salah satu penyebab kurang aktifnya media sosial organisasi. Untuk menjawab tantangan tersebut, pelatihan dirancang menggunakan pendekatan literasi digital yang diperkuat dengan teori identitas sosial, yang menekankan bahwa rasa keanggotaan, kebersamaan, dan identifikasi kelompok dapat mendorong partisipasi lebih kuat dalam aktivitas kolektif. Program ini juga menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) untuk memastikan anggota terlibat aktif dalam seluruh proses, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga refleksi dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan melalui pre-test, pemaparan konsep dasar literasi digital, diskusi identitas sosial Karang Taruna, serta praktik langsung menggunakan Canva dan CapCut untuk menghasilkan poster dan video pendek, dan diakhiri dengan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman literasi digital peserta, tercermin dari kenaikan rata-rata skor pre-test ke post-test dari 3,91 menjadi 4,00. Pada aspek identitas sosial, skor rata-rata mengalami sedikit penurunan dari 4,59 menjadi 4,32, namun tidak mengindikasikan melemahnya rasa keterikatan kelompok, melainkan mencerminkan sikap yang lebih reflektif dari peserta dalam menilai kondisi organisasi. Indikator persepsi keunggulan kelompok justru meningkat dari 4,18 menjadi 4,30, menunjukkan bahwa workshop berhasil menumbuhkan kepercayaan diri kolektif anggota terhadap potensi digital Karang Taruna. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas digital, kemandirian produksi konten, dan penguatan identitas kolektif pemuda dalam menghadapi tantangan era digital.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Grenden Melalui Penerapan Teknologi Penyaring Ion Kalsium Berbasis Sensor Aliran Air Muhammad Reza; Muhammad Tamir Arkan; Dianti Artha Pramesti; Dela Puspita Sari; Azzahrahwani Dewi Syafarya; Hizkia Ariantha; Anis Masita; Rian Rizki Pratama; Septiana Dwi Astria Putri; Mochamad Oktaviano G; Wahyu Refa Deny
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.1941

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar esensial, namun warga Desa Grenden menghadapi masalah krisis air berupa tingkat kesadahan kapur yang tinggi dan pH yang tidak stabil. Kondisi ini berpotensi memicu risiko kesehatan jangka panjang, seperti batu ginjal dan gangguan kardiovaskular, serta kerugian ekonomi akibat kerak pada peralatan rumah tangga. Sebagai upaya penyelesaian masalah tersebut, tim pengabdi menginisiasi terobosan inovasi berupa penerapan sistem penyaringan air multi-tahap yang diintegrasikan dengan water flow sensor berbasis Arduino. Inovasi ini sangat penting karena tidak hanya berfungsi menyaring polutan fisik, tetapi juga memungkinkan masyarakat memantau debit volume pemakaian secara presisi untuk menentukan jadwal pembersihan filter (backwashing) agar alat tidak cepat rusak. Metode pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang terdiri dari tahapan sosialisasi urgensi air bersih, pelatihan perakitan instrumen secara partisipatif, instalasi unit, serta evaluasi pengujian kualitas air dan survei akseptabilitas yang dipantau selama tiga bulan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan dampak positif yang signifikan secara teknis dan sosial. Secara fisikokimia, inovasi ini berhasil menetralkan pH air dari kondisi asam (6,40–6,63) menjadi netral (6,80–7,00) sesuai standar Permenkes No. 492 Tahun 2010, menurunkan Total Padatan Terlarut (TDS), serta memperbaiki kejernihan dan bau secara total. Analisis dampak sosial dari survei kemitraan mengkonfirmasi tingginya akseptabilitas teknologi ini, di mana 86,7% responden merasakan langsung peningkatan kualitas air, 93,4% warga teredukasi dan memahami cara penggunaan alat, 80% menilai efektivitas penyaringan sangat baik, dan 66,7% warga menilai efisiensi biayanya sebanding atau lebih ringan dibandingkan manfaat kesehatan yang diterima. Temuan ini menegaskan bahwa introduksi teknologi filtrasi digital terbukti valid menyelesaikan masalah air berkapur di lokasi mitra. Program pengabdian ini tidak hanya berhasil menyediakan akses air layak konsumsi, melainkan juga sukses meningkatkan literasi teknologi dan kemandirian masyarakat Desa Grenden dalam mewujudkan manajemen sanitasi air yang berkelanjutan.
Pemberdayaan Remaja Melalui Pendekatan Morfogenesis Sosial dalam Upaya Revitalisasi Karang Taruna Fayyadh Daffa Dzakwan; Wahyu Gunawan; Ardi Maulana Nugraha
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.1942

Abstract

Karang Taruna di Kelurahan Sindangsari, Kota Sukabumi, mengalami kondisi stagnasi struktural (morfostasis) yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun, di mana organisasi hanya aktif pada momen seremonial seperti perayaan 17 Agustus. Hasil observasi dan wawancara awal mengkonfirmasi kondisi ini, yakni pengurus Karang Taruna mengakui organisasi pasif dan tidak berkelanjutan, sementara aparatur kelurahan menilai keterlibatan remaja dalam kehidupan kemasyarakatan sangat kurang meski potensinya besar. Pengabdian ini bertujuan menginisiasi pemutusan siklus stagnasi tersebut dengan membangkitkan agensi reflektif remaja melalui intervensi workshop partisipatif. Kebaruan program ini terletak pada penggunaan Teori Morfogenesis Sosial Archer sebagai kerangka perancangan intervensi, bukan sekadar alat analisis pasca-kegiatan sebagaimana lazim ditemukan pada pelatihan kepemimpinan konvensional, sehingga workshop secara sistematis diposisikan sebagai pemicu fase interaksi sosial (T2-T3) menuju elaborasi struktural (T4). Metode pelaksanaan mengintegrasikan Design Thinking dengan pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi. Evaluasi dampak kegiatan dilakukan menggunakan pendekatan campuran sederhana (simple mixed-methods) yang menyinergikan data kuantitatif dari pre-test dan post-test dengan data kualitatif hasil observasi partisipatif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kapasitas kognitif peserta sebesar 32,14%, yaitu dari skor rata-rata 68,61 menjadi 90,67, serta lahirnya dua rancangan program inovatif berupa “Komunitas Kreatif Sindangsari” dan “Penanganan Isu Geng Motor.” Sebagai langkah awal menjaga keberlanjutan, direkomendasikan pembentukan tim tindak lanjut internal dan skema mentorship untuk mencegah berulangnya siklus morfostasis pada program selanjutnya. Disimpulkan bahwa kombinasi penguatan kapasitas kognitif dan fasilitasi Design Thinking yang dibingkai dalam kerangka morfogenesis sosial secara efektif mentransformasi agensi pasif menjadi aktif, yang merupakan fondasi utama menuju morfogenesis organisasi yang berkelanjutan.
Edukasi Pengelolaan Sampah Organik menjadi Pupuk Kompos dalam Rangka Life Space di Desa Malangbong Maria Yoharisa Ayuningtyas; Desi Yunita; Wahyu Gunawan
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.1947

Abstract

Pengelolaan sampah di wilayah pedesaan seringkali terhambat oleh kompleksitas hambatan psikososial dan minimnya dukungan struktural, sebagaimana terjadi di Desa Malangbong yang belum memiliki layanan pengelolaan sampah dan didominasi oleh praktik pembuangan sampah ke sungai akibat lemahnya norma sosial. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi transformasi perilaku pengelolaan sampah melalui program pemberdayaan bersama Kampung Berseri Astra (KBA) dengan menggunakan kerangka Teori Lapangan khususnya konsep life space oleh Kurt Lewin. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan sosialisasi-partisipatif dengan metode edukasi praktis pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos, observasi, serta evaluasi pre-test dan post-test. Berbeda dari program pengabdian sejenis yang umumnya berhenti pada sosialisasi verbal, pengabdian ini mengintegrasikan intervensi fasilitas fisik dan pendekatan psikososial berbasis Teori Lapangan Lewin untuk mengubah perilaku secara lebih struktural. Temuan menunjukkan bahwa intervensi pemberdayaan berhasil merekonstruksi struktur ruang kehidupan (life space) masyarakat dari kondisi inersia menuju perilaku pro-lingkungan yang dinamis. Transformasi tercapai melalui pergeseran motivasi personal dari eksternal ke internal serta terbentuknya norma kolektif baru yang berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial informal. Sinergi antara penyediaan fasilitas fisik dan rekayasa lingkungan sosial terbukti efektif menciptakan otomatisasi perilaku warga. Implikasi pengabdian ini menegaskan bahwa keberlanjutan pengelolaan sampah mandiri menuntut integrasi antara penguatan agensi masyarakat dan dukungan sistemik yang konsisten, bukan sekadar intervensi teknis parsial.
Integrasi Edukasi dan Praktik Komputasi Kimia untuk Meningkatkan Kompetensi Dasar Siswa SMK Farmasi dalam Desain Obat Esti Mulatsari; Esti Mumpuni; Ni Made Dwi Shandiutami; Agus Purwanggana
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.1948

Abstract

SMK Farmasi Perguruan Cikini (Percik) merupakan salah satu institusi pendidikan vokasi yang ada di Jakarta Selatan dan memiliki program keahlian farmasi. Dalam pendidikan farmasi, penguasaan konsep kimia dan kemampuan merepresentasikan struktur molekul secara tepat merupakan kompetensi fundamental yang mendukung kesiapan siswa menghadapi perkembangan teknologi di bidang farmasi modern. Meskipun kurikulum kimia farmasi telah disusun sesuai standar nasional dan mencakup analisis kualitatif serta kuantitatif obat, proses pembelajaran masih didominasi metode konvensional. Penggambaran struktur kimia masih dilakukan secara manual. Perkembangan industri farmasi dan penemuan obat saat ini sangat bergantung pada teknologi komputasi, termasuk visualisasi molekul dan pendekatan Computer-Aided Drug Design (CADD). Oleh karena itu, pengenalan teknologi komputasi sejak jenjang pendidikan menengah penting untuk meningkatkan literasi digital, keterampilan teknis, dan wawasan siswa terhadap penerapan ilmu kimia dalam pengembangan obat modern. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui edukasi dan praktik komputasi kimia menggunakan perangkat lunak ChemDraw dan ACD/ChemSketch. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menggambar struktur molekul secara digital, memahami visualisasi dua dan tiga dimensi senyawa kimia, serta mengenal konsep dasar desain obat berbasis komputasi. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pretest-posttest dan penilaian tugas praktik visualisasi molekul. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang ditunjukkan peningkatan nilai postest hingga 99,625% dari nilai pretest 87,5%. Selain itu keberhasilan juga dinilai dari kemampuan siswa menyelesaikan tugas visualisasi molekul dengan kategori nilai sangat baik. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi dan praktik komputasi kimia efektif dalam meningkatkan kompetensi siswa.
Focus Group Discussion Penguatan Peran Sosial pada Anggota Kelompok Hobi Miniatur Mobil di Kota Bandung Muhammad Adhityawarman Raspati; Desi Yunita; Ardi Maulana Nugraha; Wahyu Gunawan
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.1951

Abstract

Anggota kelompok hobi miniatur mobil “Club Diecast Urang Sunda Asli” di Kota Bandung menghadapi tantangan dalam mengembangkan hobi mereka agar seimbang dengan peran sosial di masyarakat. Observasi awal menunjukkan bahwa fokus anggota cenderung terbatas, hanya pada koleksi miniatur semata, sehingga belum terbentuk kesadaran untuk mengambil peran (role taking) yang berdampak positif bagi lingkungan sosial yang lebih luas. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan pengambilan peran sosial anggota kelompok tersebut melalui pendekatan teori interaksionisme simbolik. Melalui konsep Role Taking dari George Herbert Mead, program pemberdayaan ini disusun untuk mendorong anggota bertransformasi dari penghobi pasif menjadi aktor sosial yang kontributif. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) dan pematerian interaktif, dengan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan, di mana total skor meningkat dari 311 menjadi 418 poin (rata-rata skor naik dari 31,1 ke 41,8). Peningkatan ini menunjukkan bahwa dialog reflektif efektif memperkuat pemahaman anggota mengenai kontribusi sosial mereka di tengah masyarakat secara lebih adaptif dan bermakna.
Pemberdayaan Kelompok Tani Pagadih: Pemetaan Avenza Maps Luring untuk Proteksi Lahan dan Mitigasi Bencana Sabar Aulia Rahman; Rizal Kurniawan; Reno Fernandes; Fikri Ramadhan Efendi; Holly Aura Army Bias; Yafi Rafif Irfi; Olivia Marlius Ananta; Indri Juliyanti; Aulia Arifa Putri; Fadhlullah Oktaraihan; Muhammad Farhan Ibrahimovich; Tya Syahrani; Farhan Rivaleno; Dira Meri Andika; Fahrel Aprizaldo; Raihan Almadani Auly
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.2011

Abstract

Masyarakat Nagari Pagadih, Kabupaten Agam, menghadapi kerentanan tinggi terhadap bencana longsor dan banjir bandang yang berdampak pada isolasi wilayah serta hilangnya batas fisik lahan kaum/ulayat akibat tertimbun material longsor. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan jaringan komunikasi (blank spot) yang menyulitkan pemetaan mandiri. Sebagai solusi, program pengabdian ini menerapkan metode Asset-Based Community Development (ABCD) melalui penguatan literasi spasial luring menggunakan aplikasi Avenza Maps dan Forest Watcher. Kegiatan dilaksanakan pada Januari 2026 melibatkan 17 peserta dari unsur kelompok tani, perangkat nagari, dan tokoh masyarakat, dengan alur aktivitas meliputi sosialisasi regulasi, edukasi zonasi lereng, praktik lapangan navigasi luring, serta evaluasi. Hasil program menunjukkan peningkatan kapasitas teknis mitra dalam merekam koordinat absolut batas lahan dan jalur evakuasi secara mandiri tanpa kuota internet. Temuan utama program ini berhasil mengintegrasikan data spasial luring warga dengan skema insentif ekologis "Forest Voucher", di mana petani yang memetakan komitmen konservasi berhak mendapatkan bantuan bibit tanaman produktif ramah lingkungan. Pemanfaatan teknologi spasial luring ini terbukti efektif mengatasi keterbatasan sinyal di pedalaman sekaligus melindungi aset legal lahan masyarakat pasca-bencana. Implikasinya, model pemberdayaan berbasis pemetaan partisipatif luring ini sangat relevan direplikasi pada kawasan perbukitan rawan bencana lainnya.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 4 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2022): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 2 (2019): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 1 (2019): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat More Issue