cover
Contact Name
Iwan Tri Bowo
Contact Email
iwan13312229@gmail.com
Phone
+6285268719668
Journal Mail Official
lp3m@stikesmuh-pringsewu.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Ghalib No. 112 Pringsewu Lampung
Location
Kab. pringsewu,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20896484     EISSN : 26558157     DOI : https://doi.org/10.35952/jik
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan, This journal is intended as a medium for communication among stake holders on health research such as researchers, educators, students, practitioners of Health Office, Department of Health, Public Health Service center, as well as the general public who have an interest in the matter. with registered number ISSN ONLINE : 2655-8157, ISSN PRINT: 2089-6484. This journal contains a script on Health Sciences that includes: Nursing, Midwifery, Dental health, Pharmacy, Environmental Health, Nutrition, Health analyst, Labor Health, Public health.
Articles 387 Documents
IDENTIFIKASI KUALITAS PREPARAT TELUR CACING MENGGUNAKAN TEPUNG GULA SEBAGAI REAGENSIA ALTERNATIF PADA METODE FLOTASI Indah Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i1.3398

Abstract

Pemeriksaan telur cacing STH (Soil Transminted Helminth) dapat dilakukan menggunakan metode flotasi yang lebih efisien dibanding dengan sedimentasi, karena menghasilkan sediaan yang lebih bersih dari pada prosedur sedimentasi. Metode flotasi dapat menggunakan larutan NaCl jenuh ataupun gula jenuh untuk melihat telur cacing dengan cara mengapung. Tepung gula merupakan gula pasir yang dihaluskan hingga berbentuk seperti tepung yang diberi cornstarch agar tidak menggumpal sehingga dapat dimanfaatkan sebagai reagensia alternatif pada metode flotasi. Metode ini dapat digunakan pada pemeriksaan feses yang mengandung sedikit telur. Cara kerjanya didasarkan pada berat jenis larutan yang digunakan, sehingga telur-telur terapung dipermukaan dan juga untuk memisahkan partikel-partikel yang besar yang terdapat dalam feses. Tujuan: Untuk memanfaatkan tepung gula sebagai alternatif pengganti NaCl pada metode flotasi. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah true experiment design. Sampel berupa feses untuk melihat hasil pemeriksaan secara mikroskopis menggunakan alternatif tepung gula dan NaCl jenuh sebagai kontrol. Data diolah secara analisis deskriptif berdasarkan hasil positif ditemukan telur cacing. Hasil: Pemeriksaan kualitas mikroskopis menggunakan reagensia tepung gula mendapatkan hasil 7 sediaan (43,75%) sangat baik, 5 sediaan (31,25%) baik, 4 sediaan (25%) cukup, dan 0 sediaan (0%) tidak baik. Kesimpulan: Tepung gula dapat dimanfaatkan sebagai reagensia alternatif pada metode flotasi.
ASSESMENT PENGETAHUAN ANEMIA TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Evi Wahyuntari; Yuni Purwati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i1.3399

Abstract

Prevalensi anemia pada ibu hamil 33-75% dinegara berkembang. Anemia berhubungan dengan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi. Anemia berkontribusi 20-40% terhadap kematian ibu baik secara langsung atau tidak melalui beberapa komplikasi seperti kegagalan jantung, preeklamsia, perdarahan persalinan, perdarahan postpartum dan infeksi nifas. Tujuan penelitian mengetahui assessment pengetahuan anemia terhadap kejadian anemia pada ibu. Metode: penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kasihan 2 dengan populasi Ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC di Poli KIA. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 103 responden berdasarkan perhitungan rumus slovin. Kriteria inklusi: ibu hamil trimester 1 dan 3, dan bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi: tidak memiliki data kadar Hb dalam 1 bulan terakhir. Kuesioner terdiri dari 3 bagian, kuesioner data demografi, kuesioner pengetahuan anemia ibu hamil, lembar observasi pemeriksaan kadar Hb pada trimester 1 atau trimester 3. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian di dapatkan Pendidikan (p=0,02), jarak kehamilan (p=0,01) dan paritas (p=0,02) berhubungan denag kejadian anemia, sedangkana usia (p=0,32) dan pengetahuan (p=0,27) tidak berhungan dengan kejadian anemia.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA Herlin Fitriani Kurniawati; Herlin Fitriana Kurniawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i1.3400

Abstract

Remaja putri pada masa pubertas sangat berisiko mengalami anemia gizi besi, hal ini disebabkan banyaknya zat besi yang hilang selama menstruasi. Selain itu diperburuk oleh kurangnya asupan zat besi, dimana zat besi pada rematri sangat dibutuhkan tubuh untuk percepatan pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan penelitian : Mengetahui yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja. Metode : Mengunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian analitik korelasi, pendekatan waktu cross sectional. Populasi dan sampel penelitian ini adalah siswa SMA/SMK dan bersedia untuk menjadi responden dalam penelitian. Teknik pengambilan sampling dengan purposive sampling dengan sampel sebanyak 48 responden. Instumen penelitian menggunakan kuesioner yang akan dilakukan uji validitas dan reliabilitas, alat ukur Hemoglobin (Hb), stature meter dan timbangan yang telah dilakukan kalibrasi. Analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil Penelitian menunjukkan sebanyak 60,42% responden berusia 17 tahun, 83,3% mempunyai riwayat anemia, 85,42% penghasilan orang tua di bawah UMR, 37,5% mempunyai berat badan lebih, 60,42% patuh mengkonsumsi tablet Fe, 54,17% mempunyai pengetahuan cukup tentang anemia. Berdasarkan analisis data menunjukkan terdapat hubungan IMT, kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dan pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja, sedang ada satu variabel yang tidak berhubungan yaitu penghasilan orang tua terhadap kejadian anemia. Simpulan terdapat 3 variabel yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja yaitu, IMT, konsumsi tablet Fe dan pengetahuan tentang anemia.
HUBUNGAN PIJAT DENGAN KUALITAS TIDUR BAYI Esitra Herfanda; Enny Fitriahadi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i1.3402

Abstract

Pendahuluan Kualitas tidur merupakan kepuasaan seseorang terhadap tidur yang dimana seseorang itu dapat dengan mudah dalam memulai tidur dan mempertahankan tidurnya, kualitas tidur sendiri dapat digambarkan dengan melihat lama waktu tidur, nyenyak selama tidur, serta merasa segar ketika bangun dan kualitas tidur juga dapat mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup secara keseluruhan (Delaune & Ladner, 2011). Salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang bayi adalah terpenuhinya kebutuhan tidurnya. Salah satu rangsangan bagi perkembangan otak adalah tidur. Saat anak tidur, hormon pertumbuhan akan dikeluarkan dari tubuh sekitar 75%, karena saat bayi tertidur, proses pembaruan sel akan lebih cepat dibandingkan saat ia bangun. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas tidur bayi setelah dilakukan pemijatan. Metodologi Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre test-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 6-24 bulan di Desa Sidoarum Godean Sleman yang berjumlah 109 orang. Teknik sampling yang dipakai yaitu purposive sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu Wilcoxon Test.Hasil Hasil dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pijat bayi dengan kualitas tidur bayi dengan P-Value <0,005. Diskusi perlu ditingkatkan kembali pemijatan bayi oleh orang tua
DUKUNGAN KELUARGA DALAM MENJALANI REHABILITASI PASIEN PASCA STROKE DI RSUD PRINGSEWU Andri Yulainto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i1.3403

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan jangka panjang yang dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh, baik fisik maupun kognitif. Rehabilitasi pasca stroke sangat diperlukan untuk membantu pasien pulih dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Namun, proses pemulihan seringkali menghadapi berbagai hambatan, baik fisik maupun psikologis. Salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan rehabilitasi adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dukungan keluarga dalam keberhasilan rehabilitasi pasien pasca stroke di RSUD Pringsewu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 55 pasien stroke non-hemoragik yang sedang menjalani rehabilitasi di RSUD Pringsewu. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan observasi langsung, dan kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square untuk melihat hubungan antara dukungan keluarga dan keberhasilan rehabilitasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan pasien dalam menjalani rehabilitasi pasca stroke (p-value = 0,001). Pasien yang mendapat dukungan keluarga memiliki peluang 8,16 kali lebih besar untuk patuh mengikuti terapi dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapatkan dukungan keluarga. Temuan ini menegaskan betapa pentingnya peran keluarga dalam mendukung pemulihan pasien stroke, serta memberikan rekomendasi agar rumah sakit lebih giat memberikan edukasi kepada keluarga pasien mengenai pentingnya dukungan berkelanjutan untuk keberhasilan rehabilitasi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 SUMBER JAYA LAMPUNG BARAT Yeti Septiasari; Dzul Istiqomah Hasyim; Adi Nuryadi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i1.3404

Abstract

Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak ke masa dewasa. Masalah kesehatan yang dialami oleh remaja yaitu anemia, stunting, kurang energi kronis dan obesitas. Anemia pada remaja dapat berdampak pada kemampuan akademis di sekolah, karena tidak adanya gairah belajar dan konsentrasi. Anemia juga dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan sikap remaja putri tentang pencegahan anemia, khususnya konsumsi tablet tambah darah. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui Hubungan Pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Sumber Jaya Kabupaten Lampung Barat Tahun 2024. Desain penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah studi korelasi (correlation study) dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Sumber Jaya dengan jumlah sampel sebanyak 42 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil uji statistik mengguanakan uji Chi Square didapatkan hasil nilai p-value = 0,000 (<0,05) yang artinya terdapat hubungan pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Sumber Jaya Kabupaten Lampung Barat. Temuan ini menunjukkan pentingnya pencegahan anemia pada remaja putri dengan pengetahuan yang baik tentang anemia memiliki risiko lebih rendah terkena anemia dibandingkan dengan yang memiliki pengetahuan cukup.
HIPEREMESIS GRAVIDARUM BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA Nurul Soimah; Rosmita Nuzuliana; Siti Istiyati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i1.3405

Abstract

Stunting pada balita memiliki dampak terhadap penutunan kogitif pada balita. didapatkan angka kejadian stunting di Jawa Tengah adalah sebanyak 20,7%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat factor yang menyebabkan kejadian stunting pada balita di Desa Banjarmangu, Banjarnegara Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan rancangan case control dengan jumlah total sampel 50 dengan perbandingan 1:1. Hasil penelitian didapatkan factor yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah factor Riwayat Hiperemesis saat kehamilan (p 0,004). HG sering kali memiliki asupan nutrisi dan energi yang buruk sehingga berpengaruh terhadap penyerapan nutrisi ke janin. Dari hsil penelitian ini diharapkan seorang ibu hamil senantiasa menjaga kondisi saat hamil agar pertumbuhan dan perkembangan janin tidak terganggu.
PERAN SELF-AWARENESS DAN KESIAPAN MENIKAH DALAM MEMBENTUK PERSEPSI POSITIF REMAJA TERHADAP PENUNDAAN PERNIKAHAN DINI Antri Ariani; Dewi Nurlaela Sari; Risma Mulyani; Isel Septiani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i1.3407

Abstract

Pernikahan dini masih tinggi di Indonesia dan berdampak pada kesehatan reproduksi serta perkembangan psikososial remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh self-awareness dan kesiapan menikah terhadap persepsi positif remaja mengenai penundaan pernikahan dini di Cianjur Selatan. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 55 responden remaja yang dipilih secara acak dan diukur menggunakan kuesioner terstandar. Analisis data menggunakan uji normalitas Kolmogorov–Smirnov dan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan rata-rata self-awareness dan kesiapan menikah berada pada kategori cukup tinggi, demikian pula persepsi positif terhadap penundaan pernikahan dini. Self-awareness (β = 0,418; p = 0,004) dan kesiapan menikah (β = 0,531; p = 0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi, dengan kontribusi bersama sebesar 87,1% (R² = 0,871). Kesiapan menikah memberikan kontribusi sedikit lebih besar dibanding self-awareness. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan self-awareness dan kesiapan menikah remaja penting dalam program pencegahan pernikahan dini di sekolah dan komunitas. Intervensi dapat dilakukan melalui konseling pranikah, pendidikan reproduksi, dan pembinaan sebaya.
PEMAHAMAN KUALITAS GIZI DAN KEHALALAN PROGRAM MBG DALAM PERSPEKTIF MAHASISWA GIZI : TINJAUAN HADIS NABI MUHAMMAD SAW TERHADAP ISU KONTAMINASI DAN PANGAN ULTRA – PROSES Chikita Ramadhani; Farrelio Syafiq; Musthofa Muyassar Firdaus; Mokh Iman Firmansyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i1.3408

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan status gizi anak dan mengurangi kerawanan pangan di Indonesia, dengan tinjauan khusus pada hadis Nabi Muhammad SAW terkait isu kontaminasi dan pangan ultra-proses. Penelitian ini bertujuan mengetahui pemahaman mahasiswa Gizi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terhadap kualitas gizi dan kehalalan makanan dalam program MBG. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan 53 mahasiswa gizi angkatan 2023–2025 sebagai informan yang dipilih melalui teknik convenience sampling berbasis waktu. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan Google Form dan diskusi kelompok terfokus, kemudian dianalisis dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memahami pentingnya kualitas gizi (98,1% paham/sangat paham), meskipun sebagian menilai standar gizi MBG masih perlu ditingkatkan. Sebanyak 94,3% responden menilai aspek kehalalan sangat penting, namun pemahaman terhadap prinsip hadis Nabi SAW masih terbatas (56,6% kurang paham). Tingkat keyakinan bahwa makanan MBG bebas dari kontaminasi bahan haram cukup tinggi (69,8%), meski masih ada keraguan. Dukungan masyarakat terhadap pengawasan ketat kualitas gizi dan kehalalan juga sangat kuat (88,7%), dengan 79,2% responden sangat percaya bahwa makanan halal dan bergizi berdampak positif pada kesehatan fisik dan spiritual. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa aspek gizi dan kehalalan dalam MBG tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, tetapi juga memenuhi tuntunan spiritual sesuai nilai Islam, sehingga diperlukan penguatan pengawasan dan edukasi berbasis agama agar program MBG dapat dijalankan secara optimal dan berkelanjutan.
PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN IBU DALAM STIMULASI PERKEMBANGAN BALITA STUNTING DI DESA MENDALA Nilatul Izah; Elqy Mei Zumaro; Nina Maria Desi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i1.3409

Abstract

Stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai pencegahan stunting dan penilaian perkembangan balita di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Penelitian quasi-experimental dengan desain pre-post test ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2025, melibatkan 69 responden yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga dengan pendidikan SMA dan status multiparitas. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan lembar observasi keterampilan sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan (rata-rata pre-test: 65, post-test: 80) dan keterampilan (rata-rata pre-test: 40, post-test: 65) ibu dalam menilai perkembangan balita dan pencegahan stunting. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi edukasi kesehatan terstruktur efektif meningkatkan kapasitas maternal dalam deteksi dini dan penanganan kasus stunting. Temuan ini mendukung pentingnya intervensi berbasis komunitas dalam mengatasi prevalensi stunting.