cover
Contact Name
Andi Mushawwir
Contact Email
mushawwir@unpad.ac.id
Phone
+6281211211811
Journal Mail Official
jnttip.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan
ISSN : -     EISSN : 27157636     DOI : https://doi.org/10.24198/jnttip
Jurnal NTTIP merupakan jurnal ilmiah, mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan riview berkaitan dengan ilmu nutrisi ternak tropis dan teknologi pakan. Meliputi seluruh aspek kimia, biokimia dan fisiologi sebagai dampak pemberian pakan, bioteknologi pakan dan hijauan bahan pakan, serta teknologi manufaktur pengolahan pakan, dalam lingkup kajian di daerah tropis.
Articles 123 Documents
Pengaruh Komposisi Hijauan Jagung (Zea mays) dan Legum Turi Putih (Sesbania grandiflora) Terhadap Kualitas Wafer Pakan ARSADIANTI, NISA SAKIILA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 3 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v6i3.54644

Abstract

Hasil samping jagung hijauan dapat dimanfaatkan untuk bahan pakan sebagai potensi sumber energi dan serat bagi ruminansia, jagung tergolong dalam pakan hijauan yang memiliki kandungan protein yang rendah sehingga untuk meningkatkan kualitas nutrisinya dapat digunakan dengan mengabungkan pakan sumber protein seperti kacang-kacangan turi putih. Salah satu teknologi yang meningkatkan kualitas hijauan, memudahkan penyimpanan dan memiliki umur simpan yang relatif lama yaitu berbentuk wafer pakan. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 pengulangan, dengan rencana perlakuan P1= Hijauan Jagung 50% dan Legum Turi Putih 50%, P2= Hijauan Jagung 40% dan Legum Turi Putih 60%, P3 = Hijauan Jagung 30% dan Legum Turi Putih 70% dan P4 = Hijauan Jagung 20% dan Legum Turi Putih 80%. Peubah yang diamati adalah kadar air, berat jenis, kerapatan dan daya serap air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan komposisi campuran hijauan jagung dan kacang-kacangan turi putih berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kadar air, berat jenis, kerapatan dan daya serap udara. Komposisi campuran paling baik dihasilkan oleh P4 dengan 20% hijauan jagung dan 80% kacang-kacangan turi putih.
PRODUCTION of AROMATIC BRAN USING LIQUID ORGANIC SUPPLEMENT of COW MANURE EFFECTS ON LACTIC ACID, pH, DRY MATTER LOSS and FLEIGH VALUE (NF) Suryadi, Annisa Suci Ghifaryz
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 4 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v6i4.57523

Abstract

This study aims to determine the effect of different doses of liquid organic supplements made cow manure added to rice bran to produce aromatic rice bran with the best values in terms of lactic acid, pH, dry matter loss, and Fleigh Value (NF). The research was conducted from May - June 2024 at the Ruminant Nutrition and Animal Feed Chemistry Laboratory, Faculty of Animal Science, Padjadjaran University. This experimental study employed a Completely Randomized Design with 3 treatments and 6 replications, P0 = 1 kilogram of bran + 300 grams of molasses, P1 = 1 kilogram of bran + 200 grams of molasses + 100 mL of SOC, and P2 = 1 kilogram of bran + 100 grams of molasses + 200 mL of SOC. Data analysis was using Analysis of Variance (ANOVA) and Duncan’s Multiple Range Test. The results showed that the use of cow manure SOC affected the pH, lactic acid content, and dry matter loss of aromatic rice bran, but did not affect the Fleigh Value (FV). The application of SOC with a dose of 100 grams of molasses + 200 mL SOC produced high lactic acid (21.12%), the lowest pH value (4.52), dry matter loss (8.21%), and a Fleigh value of (167.59%).
Pengaruh Berbagai Jenis Bakteri Asam Laktat (BAL) Terhadap Kecernaan Fraksi Serat dan Degradasi Bahan Kering Pelepah Sawit Terfermentasi Rohmat, Nazla Nadifah Banafsaj
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 6, No 3 (2024)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v6i3.55588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi pelepah sawit dengan menggunakan berbagai jenis bakteri asam laktat (BAL) yaitu Lactobacillus plantarum dan Pediococcus pentosaceus terhadap degradasi bahan kering (DBK) dan kecernaan fraksi serat (NDF dan ADF) secara in vitro. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu P1 (fermentasi pelepah sawit tanpa penambahan BAL), P2 (fermentasi pelepah sawit dengan L. plantarum), P3 (fermentasi pelepah sawit dengan P. pentosaceus) dan P4 (fermentasi pelepah sawit dengan kombinasi L. plantarum dan P. pentosaceus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi menggunakan berbagai jenis BAL berpengaruh terhadap nilai DBK, kecernaan NDF dan kecernaan ADF. Perlakuan fermentasi pelepah sawit dengan kombinasi L. plantarum dan P. pentosaceus menunjukkan hasil terbaik dalam meningkatkan degradasi DBK, kecernaan NDF dan kecernaan ADF. Fermentasi pelepah sawit dengan kombinasi L. plantarum dan P. pentosaceus menghasilkan nilai DBK sebesar 41,10%, kecernaan NDF sebesar 18,01%, dan kecernaan ADF sebesar 16,10%.
KUALITAS FISIK DAN NILAI PH SILASE Arachis pintoi DENGAN CAMPURAN BAHAN PAKAN YANG BERBEDA Alifah, Nabiilah Nur; Yanza, Yulianri Rizki; Susilawati, Iin; Saefulhadjar, Deny; Setiawan, Muhammad Ariana
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v7i1.59173

Abstract

Hijauan memiliki peran yang sangat penting dalam pakan ternak khususnya ternak ruminansia yang bergantung pada hijauan sebagai sumber serat dan nutrisi utamanya, sehingga eksplorasi sumber hijauan alternatif seperti leguminosa menjadi isu penting untuk memenuhi kebutuhan pakan selain hijauan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menyalakan kualitas fisik dan nilai pH yang dihasilkan dari silase Arachis pintoi dengan campuran bahan pakan yang berbeda. Parameter yang diuji diantaranya keberadaan jamur, aroma, warna, tekstur, dan nilai pH. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus – Oktober 2024 di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Desain eksperimen yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari P1 (100% Arachis pintoi ), P2 (50% Arachis pintoi + 50% tebon jagung), dan P3 (50% Arachis pintoi + ampas tahu). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan campuran bahan pakan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap kualitas warna, tekstur, dan nilai pH silase Arachis pintoi yang dihasilkan. Kata Kunci: leguminosa, arachis pintoi, silase, kualitas fisik, pH
Pemberian Pupuk NPK Terhadap pH Tanah, Berat Kering, dan Pertumbuhan Tanaman Dengdek Poek (Corchorus Aestuans) Kusumawardana, Sisca Fahira
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v7i1.56830

Abstract

Dengdek poek atau Corchorus aestuans dapat dimanfaatkan oleh peternak sebagai feed additive yang mengandung zat antioksidan, anti-inflamasi, spasmolitik, dan antimikroba yang berperan sebagai antibiotik. Tujuan dilakukannya penelitian ini agar mengetahui bagaimana pengaruh pupuk NPK terhadap pH tanah, berat kering, dan pertumbuhan tanaman dengdek poek (Corchorus aestuans) Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Tanaman Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran dan analisis media tanam di Laboratorium Kimia Tanah dan Nutrisi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran pada bulan Februari – juli 2024. Metode Rancangan Acak Lengkap digunakan pada penelitian ini yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu P1=tanpa pemberian pupuk NPK P2 = 200 kg/ha NPK, P3 = 400 kg/ha NPK, dan P4 = 600 kg/ha NPK. NPK yang digunakan mengandung N= 16%, P= 16% dan K= 16%. Hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan sidik ragam dan menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK Berbeda nyata terhadap pH tanah, namun tidak berbeda nyata terhadap berat kering, tinggi tanaman dan jumlah daun C. aestuans. Dosis terbaik dilihat dari pH tanah, berat kering, dan pertumbuhan tanaman Corchorus aestuans adalah 400 kg/ha (P3).
Pengaruh Pemberian Gula Aren dan Gula Pasir Terhadap Kualitas Silase daun Singkong Nur Huda, Alfahri Sobriyan; Falah, Reo Radius
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v7i1.61945

Abstract

Limbah daun singkong bisa dijadikan alternatif sebagai ketersediaan bahan pakan karena memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terhadap kualitas silase daun singkong yang baik dengan penambahan zat aditif yang berbeda dan level yang berbeda. Materi dalam penelitian ini berupa daun singkong ( Manihot esculent crantz ) , zat aditif (gula pasir dan gula aren), EM-4 (Effective Microorganism-4). Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan ulangan 4 kali. Perlakuan terdiri dari P0 sebagai kontrol, P1 = gula pasir 5%, P2 = gula Aren 5%, P3 = gula Pasir 10%, P4 = gula Aren 10% dengan lama simpan 21 hari. Variabel yang diamati adalah Uji Organoleptik (warna,aroma,tekstur), nilai pH, kadar udara (%), dan bahan kering (%). Analisis data yang dipakai Analisis Varians (ANOVA) bila hasil analisis ragam menunjukkan pengaruh nyata yang dilakukan uji Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan pemberian aditif gula aren memberikan pengaruh terhadap warna, tekstur aroma dan pH silase daun singkong, namun tidak menunjukkan adanya pengaruh terhadap kadar air dan bahan kering. Pemberian aditif gula aren sampai sampai level 10% dinilai mampu meningkatkan kualitas silase.
Pengaruh Pembuatan Dedak Aromatik Menggunakan Suplemen Organik Cair dari Feses Kuda terhadap pH, Asam Laktat, Susut Bahan Kering, dan Nilai Fleigh Audina, Leyly Nuura Norma; Rusmana, Denny; Ayuningsih, Budi; Hernaman, Iman; Rosani, Urip
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v7i1.58364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan proporsi suplemen organik cair feses kuda yang ditambahkan pada dedak padi untuk menghasilkan dedak aromatik yang terbaik dilihat dari pH, asam laktat, susut bahan kering, dan Nilai Fleigh (NF). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2024 di Laboraturium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 = 1 kilogram dedak + 300 gram molasses, P1 = 1 kilogram dedak + 200 gram molasses + 100 mL SOC, dan P2 = 1 kilogram dedak + 100 gram molasses + 200 mL SOC. Data analisis menggunakan Analisis Ragam dan uji lanjut Analisis Jarak Berganda Duncan. Hasil menunjukan bahwa penggunaan SOC feses kuda mempengaruhi kandungan pH, asam laktat, susut bahan kering, dan Nilai Fleigh (NF) dedak aromatik. Pemberian SOC feses kuda pada taraf 100 gram molasses + 200 mL SOC menghasilkan nilai pH yang terendah (3,61), asam laktat yang tinggi (27,17%), susut bahan kering (5,75%), dan nilai fleigh yang tinggi (204,46%).
Evaluasi Kualitas Fisik dan Nilai pH Silase Chicory (Cichorium intybus L.) dan Onggok dengan Penambahan EM4 Triana Devi, Amarilia Rizya; Rusmana, Denny; Hidayat, Rahmat; Setiawan, Muhammad Ariana; Yanza, Yulianri Rizki
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v7i1.59522

Abstract

Kajian ini dilakukan untuk mengevaluasi kualitas fisik yang meliputi parameter aroma, tekstur, warna dan keberadaan jamur pada silase chicory dan onggok dengan penambahan EM4. Selain kualitas fisik, nilai pH juga dievaluasi agar kualitas silase yang dihasilkan dapat ditentukan. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus – Oktober 2024 di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Desain eksperimen yang digunakan adalah Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 (onggok 100%), P1 (onggok 100 % + EM4), P2 (onggok 75% + chicory 25% + EM4), P3 (onggok 50% + chicory 50% + EM4), P4 (onggok 25% + chicory 75% + EM4), dan P5 (chicory 100% + EM4). Didapatkan hasil penelitian bahwa perlakuan onggok 25% + chicory 75% + EM4 menghasilkan kualitas fisik dan nilai pH terbaik.
Daya Dukung dan Limbah Pertanian sebagai Sumber Pakan Ternak Ruminansia di Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung Dhiaksi, Feren Lefita Rahma; Saefulhadjar, Deny; Mansyur, Mansyur
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v7i2.63603

Abstract

ABSTRACTThe development of livestock in an area must have a measurement of the potential of the area to be developed better, because livestock production will often depend on the carrying capacity of feed. Data collection using secondary data from which mostly comes from the Agricultural Education Agency (BPP) accompanied by data from the Forestry Service Branch of Region V using the latest available data. Data analysis using descriptive analysis, the technique used using the main calculation from Nell and Rollinson in 1974 with data on land area and harvest area. Analyzing the carrying capacity of feed, the carrying capacity of agricultural waste products, the number of livestock converted to animal units (AU), the carrying capacity index, livestock capacity, and the increase in livestock population. The results showed that feed from agricultural waste had the largest amount compared to feed from green fodder. The carrying capacity of feed which has a value of 4,222.87 AU and the carrying capacity of livestock feed from agricultural waste which has a value of DM 4,127.02 AU, CP 4,820.31 AU, and TDN and 3,588.04 AU. The carrying capacity of agricultural waste has a smaller TDN value than DM and CP resulting in low feed efficiency. Based on the carrying capacity index status of 41.02, it shows a safe status, which means that the feed available in Cicalengka District can meet livestock needs.
RESPON UMUR PANEN DAN DOSIS UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN BIOMASSA SERTA KANDUNGAN BRIX SORGUM SAMURAI VARIETAS II (Sorghum bicolor L. Moench) SEBAGAI PAKAN RUMINANSIA Harahap, Anwar Efendi; Taslapratama, Irwan; Juliantoni, Jepri; Harianti, Fitri; Ananta, Arfi
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v7i2.62436

Abstract

Sorghum has potential as a feed crop that has the ability to adapt to high temperature environments. The purpose of the research was to analyze the growth characteristics and biomass production of sorghum variety II at different cutting ages and urea fertilizer concentrations. The research used a complete randomized design pattern (3 x 3) with 3 replications. The first factor was cutting age namely 60, 65, and 70 days. The second factor was urea fertilizer concentration level of 150, 200, and 250 kg ha-1.  Parameters observed included growth characteristics including plant height (cm), stem diameter (cm) and leaf length (cm), then biomass production including fresh biomass production (tons ha-1), and brix content (%). The results showed that each cutting age and urea fertilizer concentration were significantly different (P<0.05) on plant height, stem diameter and leaf length. Furthermore, biomass production and sugar content value (brix) were not influenced by (P>0.05) cutting age and urea fertilizer concentration on sorghum samurai variety II.  Cutting age of 70 days and urea concentration of 250 kg ha-1 were the best treatments because they showed superior values in the observation of plant height and stem diameter as well as fresh biomass production

Page 12 of 13 | Total Record : 123