cover
Contact Name
Pandu Prabowo W
Contact Email
panduprabowo@fkip.uisu.ac.id
Phone
+6281271579499
Journal Mail Official
best@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Best Journal (Biology Education, Sains and Technology)
ISSN : 26148064     EISSN : 26544652     DOI : https://doi.org/10.30743/best
Jurnal BEST (Journal of Biology Education, Science & Technology) memuat tentang artikel hasil penelitian dan Kajian Konseptual Bidang Pendidikan, Sains Biologi, Pendidikan Biologi, dan Teknologi Pendidikan ataupun Teknologi Sains di bidang Biologi. Terbit 2 kali setahun pada bulan Januari s/d Juni dan Juli s/d Desember.
Articles 1,669 Documents
Uji Organoleptik Dan Analisis KAdar Antioksidan Variasi Formulasi Yoghurt Dengan Penambahan Buah Jeruk Siam (Citrus nobilis L.) Al achmad, Ajhie Syachrul Qirom; Widiyanti, Ni Luh Putu Manik; Yuliastuti, Yuliastuti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi formulasi yogurt dengan penambahan sari buah jeruk siam (Citrus nobilis L.) terhadap kualitas organoleptik dan aktivitas antioksidan sebagai upaya meningkatkan daya terima dan nilai fungsional produk. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga perlakuan formulasi, yaitu Formulasi 1 (45 ml yogurt + 15 ml gula 60% + 15 ml sari jeruk), Formulasi 2 (30 ml yogurt + 15 ml gula 60% + 15 ml sari jeruk), dan Formulasi 3 (15 ml yogurt + 15 ml gula 60% + 15 ml sari jeruk). Uji organoleptik dilakukan menggunakan metode hedonik oleh 20 panelis semi terlatih terhadap parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur. Analisis aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi formulasi yogurt dengan penambahan sari buah jeruk siam berpengaruh signifikan terhadap kualitas organoleptik yogurt (p 0,05) serta meningkatkan aktivitas antioksidan. Berdasarkan hasil uji organoleptik dan aktivitas antioksidan, Formulasi 1 merupakan formulasi terbaik dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan panelis sebesar 3,75 dan nilai IC₅₀ sebesar 27,04
Efektivitas Penggunaan Media Interaktif Berbasis Permainan Edukatif Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA Di Sekolah Dasar Pada Materi Sistem Pertumbuhan Pada Tanaman Naifah, Syakira Rifdatun; Laila, Alfi; Rohmah, Eka Futihatur
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13042

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas media interaktif berbasis permainan edukatif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa sekolah dasar pada materi sistem pertumbuhan tanaman serta mengidentifikasi faktor‐faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA melalui empat tahap seleksi, yaitu identification, screening, eligibility, dan inclusion. Pencarian data dilakukan pada Google Scholar, ERIC, dan portal jurnal nasional dengan rentang tahun 2016–2024. Dari 54 artikel yang teridentifikasi, 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa media interaktif berbasis permainan edukatif terbukti efektif meningkatkan pemahaman konsep IPA, terutama pada materi pertumbuhan tanaman, dengan nilai N-Gain pada kategori sedang hingga tinggi (0,62–0,83). Media seperti Wordwall, permainan kuis digital, Augmented Reality (AR), dan game simulasi pertumbuhan tanaman membantu siswa memahami konsep abstrak melalui visualisasi dinamis dan interaksi langsung. Faktor yang memengaruhi efektivitas meliputi kualitas desain permainan (umpan balik instan, tantangan bertahap, visualisasi biologis), kompetensi guru dalam mengintegrasikan game dengan aktivitas belajar, serta dukungan perangkat teknologi sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa permainan edukatif menjadi strategi pedagogis inovatif yang mampu meningkatkan pemahaman konseptual, motivasi, dan keterlibatan siswa sekolah dasar. Integrasi media game yang kontekstual, disertai peran guru sebagai fasilitator aktif, berkontribusi penting terhadap keberhasilan pembelajaran IPA sesuai arah Kurikulum Merdeka
Efisiensi Pemasaran Daun Bawang (Allium fistulosum) Di Kabupaten Karo Mulia, Sukri; Surbakti, Supriadi; As'ad, Octasella Ainani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13098

Abstract

Permasalahan komoditas hortikultura berupa bawang daun adalah fluktuasi harga yang tinggi dan selisih harga yang tidak seimbang di tingkat petani produsen dengan harga di tingkat konsumen. Hal ini dikarenakan rantai perdagangan dari produsen ke konsumen cukup panjang, melibatkan banyak pelaku, dan menjadi beban biaya dalam proses pemasaran yang pada akhirnya akan mengurangi keuntungan rantai pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran saluran pemasaran bawang daun saat ini dan menganalisis efisiensi  saluran pemasaran berdasarkan margin pemasaran dan farmer’s share. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, dimana data kualitatif digunakan untuk menganalisis saluran pemasaran yang telah terbentuk dan data kuantitatif digunakan untuk menganalisis efisiensi operasional pemasaran dengan menggunakan Microsoft Excel  dan tabulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 saluran pemasaran bawang daun yang umum dilalui oleh petani di Kabupaten Karo yaitu: I. Petani → Perantara Pedagang Pengepul desa → Pedagang Pengepul → Pedagang Pengepul besar → Pengecer Pedagang → Konsumen Akhir II. Petani → Pengepul Pedagang besar → Pengecer Pedagang → Konsumen Akhir III. Petani → Perantara Pedagang Pengepul desa → Pedagang Pengepul besar → Pengecer Pedagang→ Konsumen Akhir. Saluran II dimanfaatkan oleh 42,6% petani, saluran I sebesar 21,6% dan saluran III hanya sebesar 16,8%. Pangsa harga yang diterima petani pada masing-masing saluran pemasaran sebesar 50% untuk saluran I dan 62,5% untuk saluran II dan50% untuk saluran  III. Jadi secara operasional saluran II lebih efisien karena dimanfaatkan oleh 62,5% petani
Pengaruh Penerapan Self Management Dietary Behaviors (SMDB) Pada Mahasiswa Baru Terhadap Tingkat Stress dan Pola Makan Sehat Astuti, Andriani Mei; Firdaus, Insanul; Fadhilla, Fadhilla; Nuzulla, Firdausi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13082

Abstract

Masa kuliah merupakan fase krusial dalam pembentukan kebiasaan makan yang akan terbawa hingga dewasa. Mahasiswa sering dihadapkan pada pola makan tidak sehat, seperti konsumsi makanan cepat saji, rendah buah dan sayur, dan tinggi gula/lemak. Data WHO (2024) menyebutkan bahwa 45–55% mahasiswa di Asia Tenggara memiliki perilaku diet yang buruk, sedangkan Riskesdas (2023) menemukan lebih dari 40% remaja di Indonesia tidak memenuhi anjuran konsumsi buah dan sayur. Pola makan tidak sehat dan tingginya tingkat stres dapat meningkatkan risiko penyakit kronis di usia muda. Pendekatan Self-Management Dietary Behaviors (SMDB) dalam penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh self management dietary behaviour (SMDB) pada  mahasiswa baru terhadap tingkat stress dan pola makan. Metode penelitian ini merupakan quasi-experimental dengan desain cross-sectional. Instrumen penelitian berupa kuesioner Perceived Stress Scale (PSS) dan Healthy Eating Index (HEI) untuk menilai pola makan dan SMDB yang telah tervalidasi. Analisis statistic menggunakan uji Chi-Square dengan signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan SMDB (p = 0,002), di mana mahasiswa dengan SMDB sedang hingga tinggi cenderung memiliki pola makan lebih sehat, sedangkan pola makan buruk lebih banyak ditemukan pada mahasiswa dengan SMDB rendah. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan perencanaan, monitoring, dan kontrol diri berperan penting dalam membentuk pola makan sehat. Penelitian ini memberikan implikasi bagi dunia keperawatan untuk mengembangkan intervensi edukatif berbasis self-management guna meningkatkan perilaku makan sehat pada mahasiswa baru
Evaluasi Nilai Sun Protection Factor (SPF) Body Lotion Tabir Surya Yang Mengandung Ekstrak Etanol Bonggol Jagung (Zea mays L.) Surbakti, Christica Ilsanna; Nurbaya, Siti; Rumella, Nuranti; Sitompul, Desi Rahmasari; Agustina, Delfiana
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13074

Abstract

Salah satu dampak buruk yang terjadi akibat radiasi sinar matahari (UV) adalah penuaan dini, perubahan warna kulit, kerutan hingga kanker kulit. Bahan yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar UV disebut tabir surya atau body lotion. Kemampuan tabir surya untuk melindungi kulit dengan menangkal eritema dinyatakan dengan Sun Protection Factor (SPF). Metode penelitian ini meliputi penyiapan sampel, pengujian karakteristik simplisia, pembuatan ekstrak, skrinning fitokimia, formulasi sediaan, pemeriksaan homogenitas sediaan, pengukuran pH sediaan, pengujian viskositas, uji kelembaban, uji iritasi dan pengujian nilai SPF pada sediaan body lotion ekstrak etanol bonggol jagung (Zea mays L) dengan konsentrasi ekstrak etanol bonggol jagung (Zea mays L) F0 (blanko),  2% (F1), 4% (F2) dan 6% (F3). Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa formulasi 3 (F3) dengan konsentrasi ekstrak bonggol jagung sebesar 6% memiliki nilai kelembaban sebesar 99,11% serta nilai SPF sebesar 25,542±0,4568 (proteksi ultra) merupakan sediaan yang memiliki nilai kelembaban serta nilai SPF yang paling optimal bila dibandingkan dengan formulasi lainnya.sehingga ekstrak etanol bonggol jagung dapat dijadikan sebagai body lotion tabir surya yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari (UV)
Hubungan Antara Persepsi Risiko Dengan Kepatuhan Protokol Kesehatan Pada Pengunjung Rawat Inap Di RSU Mitra Sejati Medan Tahun 2025 Ginting, Rian Fedriko; Damanik, Yunita Syahputri; Harahap, Aynil Paydah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13050

Abstract

Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki risiko tinggi terjadinya penularan penyakit, terutama pada area rawat inap. Pengunjung yang datang tanpa pemahaman risiko yang cukup dapat menjadi sumber maupun sasaran penularan, terutama jika tidak mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Persepsi risiko berperan penting dalam mendorong perilaku kepatuhan individu terhadap protokol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi risiko dengan kepatuhan protokol kesehatan pada pengunjung rawat inap di RSU Mitra Sejati Medan tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 76 orang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki persepsi risiko tinggi (60,5%) dan menunjukkan kepatuhan yang baik terhadap protokol kesehatan (63,2%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi risiko dengan kepatuhan protokol kesehatan (p = 0,001). Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan edukasi dan komunikasi risiko kepada pengunjung rumah sakit sebagai upaya pencegahan penularan infeksi. Strategi komunikasi yang tepat akan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan
Synthesis and Application of Deep Eutectic Solvents for the Deacidification of Waste Cooking Oil: A Pathway to High-Quality Biodiesel Putri, Mutiara; Kalsum, Leila; Syarif, Aida
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13036

Abstract

This study investigates the synthesis and application of deep eutectic solvents (DESs) for deacidifying waste cooking oil (WCO) to produce high-quality biodiesel. The research addresses conventional biodiesel production's economic and environmental challenges by using WCO as a cost-effective feedstock and employing DESs as a greener alternative to traditional solvents. DESs are biodegradable, have low toxicity, and can be easily prepared by mixing a hydrogen bond donor (HBD) and a hydrogen bond acceptor (HBA). The study synthesized DES using Choline Chloride (ChCl) as the HBA and ethylene glycol (EG) as the HBD at a constant temperature of 60° C and variable stirring rates of 150 and 200 rpm. Five different molar ratios of ChCl to EG were tested: 1:1, 1:2, 1:4, 1:6, and 1:8. The effectiveness of the DESs was evaluated based on their ability to remove free fatty acids (FFAs) from WCO, with DES 2 (1:2 molar ratio) and DES 3 (1:4 molar ratio) showing the highest adsorption efficiencies. The research also characterized the resulting biodiesel, comparing key properties such as cetane number, sulfur content, and flash point to established standards. The results show that increasing the DES concentration significantly enhances the removal of FFAs, with DES 2 achieving an 84% efficiency and DES 3 achieving an 83% efficiency at a 1:6 WCO: DES molar ratio. DES treatment consistently improved key fuel properties: the cetane number increased, while sulfur content and total acid number (TAN) were significantly reduced. DES 3 emerged as the most effective solvent, yielding the highest cetane number (56.3), lowest sulfur content (18 ppm), and lowest TAN (0.12 mgKOH/g) at the 1:6 molar ratio. While DES treatment reduced the fuel's flash point, the overall benefits of producing a cleaner, higher-quality fuel outweigh this concern. This research confirms that DESs provide a sustainable and practical pathway for producing high-quality biodiesel from waste cooking oil
Gambaran Tingkat Kecemasan Pasien Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024 Siallagan, Ance M; Simanullang, Murni Sari; Sinaga, Sonita
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13093

Abstract

Latar Belakang : Kecemasan adalah suatu perasaan takut dan khawatir yang berlebihan yang dialami pada pasien yang menjalani hemodialisa. Pasien yang menjalani hemodialisa yang mengalami kecemasan akan mengalami tanda-tanda vital yang meningkat, termasuk gugup, tremor, dan panik. Hemodialisa menyebabkan stres fisik dan psikologis, seperti kecemasan, yang mengganggu fungsi neurologi seperti penurunan konsentrasi, tremor diorientasi. Prevalensi penyakit GGK di indonesia diperkirakan mencapai 3,8%.Metode : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan  pasien yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini menggunakan rancangan desktiptif dengan populasi yaitu seluruh pasien yang menjalani hemodialisa. Adapun sampel penelitian ini sejumlah 55 orang menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Zung Self-Rating Scale (ZSAS).Hasil : Hasil penelitian didapatkan bahwa responden pada usia lebih rentan pada usia 55 tahun dengan lama hemodialisa yaitu 23 bulan, pada jenis kelamin laki-laki sebanyak (67.3%), pada pendidikan lebih banyak pendidikan SMA/SMK (45.5%), pada pekerjaan lebih banyak wiraswasta sebanyak (36.4%), pada tingkat kecemasan lebih banyak pada kategori kecemasan berat sebanyak 19 responden (34.5%). Kesimpulan : Hasil penelitian disimpulkan bahwa Sebaiknya kepada pasien agar menerapkan teknik tarik nafas dalam pada saat menjalani terapi cuci darah sehingga dapat mengurangi kecemasan yang dialami
Penerapan Media Kantong Ajaib Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 TahunDi Ra Nurul Hikmah Milla, Dewi Umdatul; Dheasari, Agustiarini Eka
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13068

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media Kantong Ajaib dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B di RA Nurul Hikmah. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 26 anak berusia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes kinerja anak, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan kognitif anak setelah penerapan media Kantong Ajaib. Rata-rata kemampuan pra-siklus sebesar 34,6% meningkat menjadi 84,6% pada siklus II. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator, termasuk kemampuan membilang, mengurutkan bilangan, mencocokkan jumlah dengan simbol angka, serta memahami konsep kuantitas sederhana. Media Kantong Ajaib terbukti efektif sebagai alat permainan edukatif yang mampu menciptakan pembelajaran yang menarik, konkret, dan bermakna. Dengan demikian, media ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak usia dini
Peran Sosial Dan Budaya Dalam Pengambilan Keputusan Kesehatan Pada Masyarakat Pesisir Kabupaten Serdang Bedagai Wasiyem, Wasiyem; Pratiwi, Dian; Salsabila, Kayla; Wulandari, Dinda; Ramadani, Azzahra Dyahayu; Hidayat, Nayla Nabila; Lubis, Farhan AKbar
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13043

Abstract

 Masyarakat pesisir memiliki karakteristik sosial dan budaya yang khas, yang sangat memengaruhi pandangan serta tindakan mereka dalam merawat kesehatan. Keputusan terkait kesehatan dalam kelompok ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pribadi, namun juga oleh norma sosial, nilai budaya, struktur keluarga, serta peran dari tokoh masyarakat dan tokoh agama. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kontribusi sosial dan budaya dalam proses pengambilan keputusan kesehatan di kalangan masyarakat pesisir di Kabupaten Serdang Bedagai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, melalui wawancara mendalam pada enam informan yang dipilih dengan sengaja, termasuk masyarakat pesisir, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kader kesehatan. Wawancara dilakukan dengan cara semi-terstruktur untuk memahami pandangan informan mengenai konsep kesehatan dan penyakit, bagaimana keputusan untuk berobat diambil, peran keluarga dan lingkungan sosial, serta bagaimana kepercayaan dan nilai budaya lokal mempengaruhi pilihan layanan kesehatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dan nilai kolektivitas tetap memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk perilaku kesehatan masyarakat pesisir. Keputusan terkait pengobatan sering melibatkan keluarga besar dan dipengaruhi oleh pendapat dari tokoh masyarakat. Di sisi lain, penelitian ini juga menemukan terbatasnya peran perempuan dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan keluarga dan adanya kecenderungan di antara sebagian masyarakat untuk lebih memilih pengobatan tradisional ketimbang layanan medis modern. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor sosial budaya dapat berfungsi sebagai pendukung serta penghalang dalam meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi kesehatan yang memperhatikan budaya lokal, memperkuat dukungan sosial, dan mendorong kerja sama antara layanan kesehatan formal, tokoh masyarakat, serta keluarga agar program kesehatan diterima dengan baik dan berkelanjutan