cover
Contact Name
Adam Nugraha Wiradhana
Contact Email
adam@stiabinabanuabjm.ac.id
Phone
+628115111335
Journal Mail Official
publikasi@stiabinabanuabjm.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No.17 Banjarmasin 70249
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
ISSN : -     EISSN : 25809695     DOI : -
Core Subject : Social,
Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarkan pemikiran konseptual atau gagasan dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang Ilmu Administrasi.
Articles 199 Documents
IMPLEMENTASI PROGRAM SANITASI DAN PENGHAPUSAN JAMBAN DI KECAMATAN AMUNTAI SELATAN : Studi Kasus Desa Telaga Silaba dan Kayakah Noorrahman, Mohammad Fajar
Administraus Vol. 7 No. 3 (2023): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v7i3.238

Abstract

Latar belakang penelitian ini bahwa, sanitasi merupakan hal penting yang perlu diperhatikan agar masyarakat tidak lagi buang hajat kesungai, Berdasarkan Fenomena Masalah Masih banyak jamban-jamban yang berada di sungai,Masih ada saja masyarakat yang buang hajat ke sungaipadahal sudah dibuatkan WC danKurangnya sosialisasi kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Program Sanitasi dan Penghapusan Jamban di Kecamatan Amuntai Selatan, faktor-faktor yang mempengaruhi serta upaya-upaya yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data pada penelitian ini adalah mengambil informan di Kecamatan Amuntai Selatan, Desa Telaga Silaba dan Kayakah yang seluruhnya berjumlah 10 orang. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program Sanitasi dan Penghapusan Jamban di Kecamatan Amuntai Selatan (Studi Kasus Desa Telaga Silaba dan Kayakah) masih kurang baik, hal ini dapat dilihat dari Program Kebijakan penyampaiannya masih kurang baik sehingga kebanyakan masyarakat kurang mengetahui program tersebut. Sasaran Kebijakan masih kurang baik karena hanya beberapa lembaga/kelompok masyarakat yang ikut berperan, Unsur Pelaksana juga masih kurang baik karena hanya beberapa lembaga saja yang ikut berperan dan Lingkungan dari Faktor Sosial dan Budaya sangat berpengaruh. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi adalah kurang sosialisasi, budaya atau kebiasaan yang buruk dari masyarakat untuk membuang hajat di sungai, kurangnya pemahaman masyarakat dan sanksi yang kurang tegas. Dan upaya yang dilakukan adalah lebih sering sosialisasi, memasang spanduk dan papan himbauan dan memberikan sanksi. Disarankan kepada Camat Amuntai Selatan dan Dinas Kesehatan lebih sering lagi untuk melakukan sosialisasi langsung turun ke desa-desa yang mengundang masyarakat, untuk Kepala Desa Telaga Silaba dan Kayakah agar selalu mengawasi dan meingatkan masyarakatnya yang masih buang hajat kesungai, kalau perlu diberi teguran atau sanksi kepada mereka agar jera.
IMPLEMENTASI PROGRAM INDONESIA PINTAR (PIP) DI SMP NEGERI 1 KELUA KABUPATEN TABALONG Arsyad, Muhamad
Administraus Vol. 6 No. 1 (2022): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v6i1.239

Abstract

Program Indonesia Pintar merupakan salah satu Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2014, yang mengamanatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Program Indonesia Pintar yaitu untuk melaksanakan Program Indonesia Pintar. Pada pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) di SMP Negeri 1 Kelua masih terdapat permasalahan, seperti masih terdapat ketidaktepatan sasaran dalam penerima bantuan Program Indonesia Pintar, adanya penyalahgunaan dana PIP, dan keterlambatan waktu pencairan dana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagamana implementasi Program Indonesia Pintar (PIP) di SMP Negeri 1 Kelua Kabupaten Tabalong, dan faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi Program Indonesia Pintar (PIP) tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data secara purposive (Bertujuan) berjumlah 12 orang. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa implementasi Program Indonesia Pintar di SMP Negeri 1 Kelua Kabupaten Tabalong sudah terimplementasi dengan baik. Pertama, tujuan dalam pelaksanaan Program Indonesia Pintar sudah baik dan sesuai. Kedua, sumberdaya manusia (staf) dalam menjalankan Program Indonesia Pintar sudah memadai. Ketiga, sumberdaya finansial sudah tersedia. Keempat, sarana dan prasarana sudah memadai. Kelima, organisasi formal dan informal saling berkerjasama dalam pelaksanaan PIP. Keenam, kejujuran dimana para pelaksana bersikap terbuka. Ketujuh, komitmen para pelaksana sudah sesuai. Kedelapan, koordinasi antar lembaga sudah cukup baik. Kesembilan, kondisi ekonomi sudah baik membantu memenuhi kebutuhan biaya pendidikan. Kesepuluh, kondisi sosial sudah baik karena sangat didukung oleh masyarakat. Kesebelas, kondisi politik sudah baik karena adanya Program Indonesia Pintar ini mendapat dukungan dari pemerintah. Sedangkan Indikator yang belum berjalan baik Pertama, ketidaktepatan sasaran dalam Program Indonesia Pintar. Kedua, waktu pencairan dana tidak tepat waktu. Ketiga, Komunikasi aktivitas pelaksana masih berjalan kurang baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi Program Indonesia Pintar adalah kejelasan komunikasi, waktu penyaluran dan sumberdaya fasilitas modal/dana yang masih kurang. Saran dalam penelitian ini adalah kepada Kepala Dinas Pendidikan agar lebih sering melakukan sosialisasi kepada pihak yang terkait. Kepada Kepala Sekolah agar melakukan update data dan lebih selektif dalam mengusulkan nama penerima PIP. Kepada Pengelola PIP hendaknya pengambilan dana diambilkan secara kolektif. Kepada orang tua dan siswa penerima hendaknya dana yang diberikan digunakan untuk keperluan pendidikan.
KINERJA PELAYANAN PENDIDIKAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI 1 AMUNTAI KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Anjasmari, Ni Made Musiyani
Administraus Vol. 6 No. 2 (2022): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v6i2.240

Abstract

Special School (SLB) is a school for children with special needs (ABK). The purpose of providing education for children with special needs is to be independent and empowered so that they can carry out their lives in the future. However, there are problems that arise related to the performance of educational services for ABK at SLB Negeri 1 Amuntai, namely there are still graduate educators outside special education, classrooms are not differentiated by type of disability, less varied learning process, and lack of facilities and school infrastructure. This research was taken to determine the performance of educational services for children with special needs and the factors that influence it and the efforts that have been made. The study used a qualitative descriptive method with data collection through observation, interviews and documentation. The data source was taken through purposive sampling with a total of 12 people. After the data has been collected, it is analyzed using techniques including data reduction, data presentation, verification / conclusion, and data credibility testing. The results of the study indicate that the performance of education services for children with special needs at SLB Negeri 1 Amuntai, Amuntai Tengah District, Hulu Sungai Utara Regency is still not good. First, the productivity aspect of efficiency, input and output has not been good. Second, the aspect of service quality in the learning strategy, learning media and the availability of learning tools is still not good. Third, the responsiveness aspect of the ability of teaching staff and following up on problems is good, but the ability to carry out assessments is not good. Fourth, the aspect of responsibility in accordance with the principle is good. Fifth, the accountability aspect of the responsibility indicator is good. The factors that affect: First, the lack of teaching and education personnel, the ratio of the number of teachers and subjects is not comparable, not all teachers have skills, lack of infrastructure and cooperation with parents of students, school environment. Second, the supporting factors, namely: modification of the appropriate curriculum, teamwork and working with a patient and respectful attitude. Efforts made to overcome the inhibiting factor are that the teaching staff has attended training to improve their abilities and strive to fulfill the facilities and infrastructure. To improve the performance of education services for ABK at SLB Negeri 1 Amuntai, it is advisable for the Principal to add educators and education personnel. Then for the teaching staff, they should improve their performance more creatively. Parents of students should always accompany their children at home. And the community is expected to be able to actively care and be able to provide opportunities to work and work like others.
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI KECAMATAN SUNGAI PANDAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA : STUDI KASUS DESA RANTAU KARAU HULU Hasbiyah, Saidah
Administraus Vol. 6 No. 2 (2022): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v6i2.241

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial menanggulangi kemiskinan. PKH di di Kecamatan Sungai Pandan belum efektif, Data PKH masih menggunakan data Tahun 2017 anak didik peserta PKH tidak rajin hadir ke sekolah, dan banyak PKH yang tidak memeriksa kesehatan. Berdasarkan hal di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi PKH di Kecamatan Sungai Pandan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data melalui penarikan sampel purposive sampling berjumlah 11 orang. Teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisa digunakan meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji kredibilitas data dengan perpanjang pengamatan, meningkatkan ketentuan, triangulasi dan membercheck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PKH di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara belum efektif. Pertama, pada sub variabel isi kebijakan pada indikator kepentingan mempengaruhi implementasi kesejahteraan masyarakat. Indikator manfaat yang diterima meningkatkan perekonomian peserta PKH menjadi lebih baik. Indikator perubahan yang ingin dicapai dalam implementasi data yang digunakan tidak mengalami perubahan. Indikator letak program dalam implementasi sudah sesuai berada di Kecamatan Sungai Pandan. Indikator pelaksana kebijakan tim pendamping PKH. Indikator sumber daya dalam implementasi masih kekurangan pendamping PKH. Kedua, pada sub variabel lingkungan implementasi pada indikator aktor pelaksana sudah bertanggung jawab dan mengarahkan peserta yang didampingi. Indikator karakteristik institusi dan rezim masih kurang tegasnya tim pendamping PKH terhadap peserta PKH yang masih melanggar dan tidak diberikan sanksi atau hukuman. Indikator tingkat kepatuhan masih banyak peserta PKH yang menyalah gunakan bantuan yang diberikan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi program keluarga harapan PKH di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara yaitu:Pertama, faktor penghambat terdiri dari data yang diterima tidak valid, tingkat pendidikan yang masih rendah.Kedua, faktor pendukung terdiri dari dukungan instansi masyarakat, peserta selalu memberikan informasi. Untuk meningkatkan implementasi PKH di Kecamatan Sungai Pandan, disarankan Camat Sungai Pandan memperhatikan tentang implementasi PKH di Kecamatan Sungai Pandan.Kepala Seksi Pelayanan dan Kesejahteraan Sosial perlu dilakukan pemutakhiran data dari badan pelaksana. Tim pelaksana lakukan koordinasi kepada kepala desa. Kepala desa lakukanlah pemutakhiran data di desanya. Peserta PKH gunakanlah uang yang diberikan sesuai ketentuan.
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN DI KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA : (Studi Kasus di Desa Kandang Halang, Pasar Senin, dan Kembang Kuning) Paulina, Siti
Administraus Vol. 7 No. 3 (2023): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v7i3.242

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih banyak pelanggaran terhadap Perda Kabupaten HSU Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan di kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten HSU yang disebabkan kurangnya pengawasan, kurangnya sosialisasi, tidak adanya pemberian insentif, serta ketidaktahuan masyarakat tentang peraturan daerah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Perda Kabupaten HSU Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan Di Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten HSU. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif, dengan uji kredibilitas data menggunakan metode perpanjangan pengamatan, peningkatan Triangulasi, Member check. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 14 orang. Teori yang digunakan dalam penelitian yaitu teori Implementasi oleh George C. Edward III. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Implementasi Perda Kabupaten Hulu Sungai Utara Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan Di Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten HSU cukup optimal, terdapat 4 indikator dari 10 indikator yang belum terlaksana dengan optimal seperti transmisi informasi yang dilakukan kepada warga masyarakat hanya pemberitahuan melalui media internet tanpa sosialisasi dan dari media lain, konsistensi kebijakan yang berubah-ubah, bentuk pengawasan petugas saat bekerja yang belum optimal serta tidak adanya pemberian insentif. Selanjutnya 6 indikator yang sudah optimal berupa kejelasan kebijakan, sumber daya, yang meliputi informasi dan wewenang yang terkandung dalam perda tersebut sudah didukung fasilitas yang lengkap dan memadai. Struktur Birokrasi yang meliputi Standar Operating Procedure sudah cukup jelas dan Fragmentasi yang dilaksanakan sudah optimal. Faktor Yang Mempengaruhi Implementasi tersebut yaitu faktor pengawasan dan sosialisasi yang belum optimal terhadap pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten HSU Nomor 14 Tahun 2011. Adapun upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat implementasi di Kabupaten HSU yaitu dengan mengoptimalkan aksi pengawasan dan memperbanyak sosialisasi di masyarakat. Saran yang dapat diberikan yaitu Kepada Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten HSU, agar meningkatkan pengawasan kepada bawahan dan memperbanyak sosialisasi di desa dan juga memperbaharui data Objek Pajak dan Wajib Pajak secara berkala, serta kepada Kasi Trantib dan Pendapatan Kecamatan Amuntai Tengah agar dapat meningkatkan pengawasan terhadap pegawai yang ada di lapangan, juga kepada masyarakat agar melaporkan objek pajak yang menjadi hak miliknya.
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK PADA DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Fahmi, Yusran
Administraus Vol. 7 No. 3 (2023): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v7i3.243

Abstract

Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak belum sepenuhnya baik, hal ini disebabkan dengan adanya pengetahuan dan pemahaman dari masyarakat terhadap Peraturan Daerah masih kurang, Staf/petugas dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak hanya memiliki satu orang tenaga psikologis, dan kurangnya sosialisasi untuk masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak di Kecamatan Amuntai Tengah dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan pengumpulan data melalui observasi,wawancara dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui informan berjumlah 12 orang. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji kredibitas data menggunakan editing, klasifikasi dengan cara interprestasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Daerah Nomor 3 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak di Kabupaten Hulu Sungai Utara cukup efektif yakni : Pertama, pada variabel komunikasi diketahui indikator transmisi dan kejelasan pemahaman masyarakat tidak efektif. Kedua, pada variabel sumber daya diketahui indikator staf dan indikator informasi tidak efektif, pada indikator kewenangan dan indikator fasilitas efektif. Ketiga, pada variabel disposisi diketahui indikator melaksanakan kebijakan-kebijakan efektif. Keempat, pada variabel struktur birokrasi diketahui indikator standard operating procedure (SOP) tidak efektif dan indikator fragmentasi efektif. Faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu : faktor pendorong diketahui Pertama, Penanganan dan perlindungan sebagai penyelesaian masalah bagi korban. Kedua, Adanya kerja sama untuk penanganan masalah bagi korban. Faktor penghambat yaitu : Pertama, Pengarahan dan sosialisasi kurang kemasyarakat. Kedua, Informasi yang didapatkan masyarakat masih kurang. Ketiga, Kurangnya tenaga psikologis dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Hulu Sungai Utara. Upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat, juga memberikan arahan atau bimbingan secara psikologis terhadap korban, dan membuat program yang lebih menekankan pada perlindungan perempuan dan anak. Untuk meningkatkan implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak di Kabupaten Hulu Sungai Utara disarankan kepada Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara segera melakukan realisasi terhadap Peraturan Daerah yang telah direvisi, kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak agar memberikan perlindungan dan penanganan terhadap korban, memberikan sosialisasi. Kepala Desa lebih memperhatikan yang menjadi korban kekerasan perempuan dan anak. Masyarakat agar lebih cepat tanggap memberikan informasi kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI BIDANG PENDIDIKAN DI DESA JUMBA KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Barkatullah
Administraus Vol. 8 No. 1 (2024): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v7i3.244

Abstract

Salah satu tujuan akhir PKH adalah meningkatkan angka partisipasi sekolah anak bagi anak-anak RTSM,observasi awal penulis pada desa Jumba terdapat masyarkat tidak tepat sasaran yang mendapatkan dana PKH, dana tidak dipergunakan 100% untuk biaya sekolah, kurangnya Pengawasan dari Pendamping desa dan ada yang endapatkan Dana PKh pada bidang Pendidikan tidak sesuai syarat,berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) bidang pendidikan di Dsa Jumba Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penarikan sampel secara purposive sampling berjumlah 10 orang. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan dan uji kredibilitas data. Hasil penelitiannya menunjukan Implementasi Program Keluarga Harapan di Bidang Pendidikan di Desa Jumba Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara cukup baik hal ini dapat dilihat dari : Pertama Karakteristik dari masalah indikator tingkat kesulitan teknis dari masalah yang dikendalikan belum baik, indikator tingkat kemajemukan kelompok sasaran cukup baik, indikator cakupan perubahan perilaku yang diharapkan cukup baik.Kedua Karakteristik kebijakan atau undang-undang indikator kejelasan isi kebijakan cukup baik, indikator dukungan teroritis cukup baik, indikator adanya dukungan dan keterpautan antar badan pelaksana cukup baik, indikator tingkat komitmen aparat terhadap program kebijakan cukup baik, indikator seberapa luas akses pihak-pihak luar untuk berpartisipasi dalam impelementasi kebijakan cukup baik , indikator kondisi sosial ekonomi masyarakat dan tingkat kemajuan teknologi belum baik, indikator dukungan publik terhadap sebuah kebijakan cukup baik, indikator sikap dari kelompok pemilih belum baik, indikator tingkat komitmen dan keterampilan dari aparat dan implementor cukup baik, Faktor-faktor yang mempengaruhi meliputi faktor pendukung : Adanya pertemuan rutin antara KPM dan pendamping PKH dan terdapat pendamping PKH yang berkompeten di bidangnya. Faktor penghambat : Kurangnya komunikasi antar badan pelaksana dengan KPM karena adanya pembatasan sosial atau berkerumunan saat pendemi corona dan kurangnya sikap tegas. Sebagai usaha mencapai Implementasi Program Keluarga Harapan di Bidang Pendidikan di Desa Jumba Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara lebih dipantau, di evaluasi dan ditindak tegas oleh berbagai pihak apabila terdapat hal yang menyimpang.
STRATEGI BAURAN PEMASARAN KUE CINCIN KHAS BARABAI DI DESA MARINGGIT KECAMATAN BATANG ALAI UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH (STUDI KASUS KUE CINCIN MAMA HABIBAH) Yudianto, Ary
Administraus Vol. 7 No. 3 (2023): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v7i3.245

Abstract

Fenomena masalah yang ada pada Kue Cincin Khas Barabai adalah menurunnya penjualan pada saat cuaca hujan mengakibatkan tidak banyak pembeli untuk mampir ke stand jualan, tidak ada jaminan dalam masa penyimpanan yang cukup lama, dan tidak adanya label produk di kemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) bagaimana Strategi bauran Pemasaran pada kue cincin khas barabai di desa Maringgit Kecamatan Batang Alai Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah.(2) Faktor Apa Saja yang menghambat dalam Pemasaran Kue Cincin Khas Barabai Di desa Maringgit Kecamatan Batang Alai Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah. (3) Bagaimana Upaya dalam mengatasi Kendala Pemasaran Kue Cincin Khas Barabai Di desa Maringgit Kecamatan Batang Alai Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode kualitatif dimana dengan menggunakan metode kualitatif yang secara langsung untuk mengadakan hubungan dengan informan, baik informan utama maupun informan pendukung agar lebih mendalam dalam menggali informasi tentang Strategi pemasaran pada usaha kue cincin ini dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan diambil dari 8 orang dengan teknik analisa pengumpulan data, Teknik Analisis Data dan Uji kredibilitas data. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) memiliki merek, (2) memiliki kemasan. (3) harga terjangkau (4) harga sesuai dengan kualitasnya (5) tempatnya mudah dijangkau. (6) tempatnya sangat mudah dilihat (7) menginformasikannya dengan promosi secara langsung. Faktor Yang Menghambat dalam Pemasaran ini Adalah Faktor Cuaca, tidak adanya jaminan produk dan tidak adanya label produk. Bagi Pemilik Usaha Kue Cincin diharapkan sebelum melakukan pemasaran untuk dijual alangkah baiknya mencantumkan label produk pada kemasan dalam pemasarannya agar mudah di ketahui dan di kenal produknya oleh para konsumen terlebih dahulu agar pembeli lebih tertarik dalam membelinya. Dan tetap selalu memproduksi. agar pembeli tidak berpindah produk lain.lain
EFEKTIVITAS PRODUKSI UKM DALAM UPAYA MENINGKATKAN LABA (STUDI KASUS MAKARONI GULA MERAH MAMA ASMI) Rifani, Jamil
Administraus Vol. 6 No. 3 (2022): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v6i3.246

Abstract

Makanan ringan, cemilan atau kudapan adalah istilah bagi angin makanan yang bukan merupakan menu utama. Makanan yang dianggap makanan ringan merupakan makanan untuk menghilangkan rasa lapar seseorang sementara waktu, memberi sedikit pasokan tenaga ke tubuh, atau sesuatu yang dimakan untuk dinikmati rasanya angin. Salah satu contoh dari makanan ringan ini adalah makaroni gula merah yang dimana produksinya dilakukan dirumah pemilik UKM di desa Kota Raden Hulu, cemilan yang satu ini memiliki cita rasa yang khas dan jarang ditemukan dipasaran oleh karenanya cemilan yang satu ini sangat disukai oleh banyak orang baik dikalangan anak anak, remaja maupun orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas produksi UKM Makaroni Gula Merah Mama Asmi dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan untuk meningkatkan laba pada produksi UKM Makaroni Gula Merah Mama Asmi. Dari hasil analisis indikator ada salah satu indikator yang belum dikatakan efektif yaitu pada indikator pengadaan yang dimana berkaitan juga dengan indikator tenaga kerja. Dalam proses produksi belum bisa memenuhi apabila pesanan pembeli lebih dari 100 bungkus karenanya harus menunggu dulu 2 sampai 3 harian. Kalau dilihat dari indikator meningkatkan laba sudah dibilang efektif. Saran penulis untuk UKM Makaroni Gula Merah Mama Asmi, dalam rangka untuk lebih meningkatkan laba lagi sebaiknya menambah tenaga kerja agar dapat memenuhi permintaan pembeli apabila ada pesanan banyak, memperluas pemasaran secara langsung ataupun memperluas pemasaran melalui media sosial
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI BIDANG PERPUSTAKAAN PADA DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Maulana, Erwin
Administraus Vol. 7 No. 1 (2023): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v7i1.249

Abstract

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah perpustakaan yang diselenggarakan oleh dana umum dengan tujuan melayani umum, permasalahan yang ada pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah pengunjung harus antri panjang untuk menunggu dilayani petugas saat peminjaman koleksi buku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas pelayanan publik di Bidang Perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Utara dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penarikan secara purposive sampling berjumlah 15 orang. Setelah data terkumpul kemudian di analisis dengan teknik meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Uji kredibilitas data pada penelitian ini perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, tringulasi, analisis kasus negative, dan mengadakan membercheck. Hasil dari penelitian Kualitas pelayanan publik di Bidang Perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Utara cukup berkualitas hal ini dapat dilihat dari indikator: Pertama, penanganan masalah masih kesulitan menemukan buku. Sesuai dengan waktu jumlah petugas kurang. Penyediaan pelayanan tersedianya meja area membaca. Kedua, penanganan masalah petugas tidak melakukan penginputan secara rutin. Kecepatan pelayanan kurangnya pegawai pelayanan. Ketiga, kepastian waktu jumlah petugas pelayanan yang terbatas. Kesopanan petugas perpustakaan sudah menumbuhkan rasa percaya para pengunjung. Kemampuan petugas keterampilan yang dimiliki petugas dalam memberikan pelayanan. Keempat, memberikan perhatian belum mewujudkan layanan. Mengutamakan kepentingan petugas tidak mengutamakan kepentingan pemustaka. Kebutuhan petugas tidak mengutamakannya. Kelima, fasilitas yang tersedia sudah sesuai. Penampilan kerja petugas perpustakaan berpenampilan baik. Kelengkapan teknologi masih dilakukan secara manual. Faktor-faktor yang mempengaruhi terbagi dua yaitu faktor penghambat adalah kurang tertatanya penempatan buku, kurangnya ketepatan waktu pelayanan, kurangnya kecepatan pegawai, kurangnya sumber daya manusia, kurangnya disiplin pegawai, kurangnya mengutamakan kepentingan. Faktor pendukung adalah tanggung jawab, penyediaan pelayanan, kesiapan petugas, kesopanan pegawai, kemampuan pegawai, memahami kebutuhan, fasilitas. Untuk meningkatkan Kualitas pelayanan publik di Bidang Perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Utara disarankan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Utara harus ada pembenahan dalam antrian yang mana antrian harus ditata dan diberi ketegasan pada system antrian, Untuk Pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Utara, setiap pegawainya masing-masing mampu dalam menjalankan tugas sesuai kemampuannya yang harusnya lebih teliti, petugas harus bertanggung jawab dalam penyelesaian keluhan pada pelayanan yang ada selalu diatasi dengan baik dan ini terlihat pada pelayanan yang ada.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2025): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 8 No. 3 (2024): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 8 No. 2 (2024): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 8 No. 1 (2024): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 7 No. 3 (2023): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 7 No. 2 (2023): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 7 No. 1 (2023): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 6 No. 3 (2022): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 6 No. 2 (2022): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 6 No. 1 (2022): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 5 No. 3 (2021): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 5 No. 2 (2021): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2021): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 4 No. 1 (2020): Vol 4 No 1 (2020): Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2020): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 4 No. 2 (2020): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 3 No. 3 (2019): Vol 3 No 3 (2019): Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 3 No. 2 (2019): Vol 3 No 2 (2019): Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 3 No. 1 (2019): Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 2 No. 3 (2018): Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 2 No. 2 (2018): Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 2 No. 1 (2018): Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 1 No. 1 (2017): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen More Issue