cover
Contact Name
Adam Nugraha Wiradhana
Contact Email
adam@stiabinabanuabjm.ac.id
Phone
+628115111335
Journal Mail Official
publikasi@stiabinabanuabjm.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No.17 Banjarmasin 70249
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
ISSN : -     EISSN : 25809695     DOI : -
Core Subject : Social,
Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarkan pemikiran konseptual atau gagasan dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang Ilmu Administrasi.
Articles 199 Documents
KERJASAMA PEMERINTAH RI-UNICEF DALAM MENDUKUNG RANCANGAN AKSI PERCEPATAN PEMBANGUNAN DI PAPUA (RAPPP) BIDANG PENDIDIKAN 2022-2024 Mantiri, Romelyn; Seba, Roberto Octavianus Cornelis; Nau, Novriest Umbu Walangara
Administraus Vol. 8 No. 1 (2024): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v8i1.227

Abstract

This research aims to analyze the collaboration between the government of the Republic of Indonesia (RI) and UNICEF in efforts to improve the education sector in Papua Province. Papua is one region that faces significant challenges in terms of access and quality of education. One form of the Government's attention in accelerating development in Papua is the ratification of Presidential Decree No. 24 of 2023 concerning the Master Plan for the Acceleration of Development for Papua (RIPPP) for 2022-2041 which is explained into 5 stages of the Papua Development Acceleration Action Plan (RAPPP). This research also evaluates the impact of this collaboration on increasing participation, availability of facilities, and quality of teaching in schools in Papua. The research results show that the collaboration between the Indonesian government and UNICEF has made a positive contribution to the development of the education sector in Papua. Some of the achievements include increasing school access, increasing the availability of educational facilities, and improving the quality of teaching. However, there are still challenges that need to be overcome to achieve more optimal results. This research provides in-depth insight into the importance of collaboration between governments and international institutions such as UNICEF in improving education in regions facing special challenges. Policy implications and recommendations for future development are also discussed in this research to provide guidance for related parties.
Implementasi Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 102 Tahun 2018 Tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia Chairunnisa, Dwi Ayu; Irawanto, I; khariry, Mukhlan; Priono, Singgih
Administraus Vol. 8 No. 2 (2024): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v8i2.228

Abstract

The purpose of this study is to determine how the implementation of the provision of performance allowances for soldiers in Koopssus TNI is in accordance with the provisions of TNI Commander Regulation Number 4 of 2012 concerning Administrative Guidelines for Providing Performance Allowances for Soldiers and Civil Servants in the TNI Environment. Meanwhile, the procedure for providing performance allowances for soldiers in Koopssus TNI is carried out through authorisation channels because the performance allowance budget has not been included in the TNI budget for personnel expenditure. In order for the provision of performance allowances to be carried out effectively and efficiently, the submission and distribution procedures must be clearly arranged to avoid errors and leakage of the performance allowance budget. Based on the results of the study, it can be concluded that the implementation of providing performance allowances for soldiers in the TNI Coopssus has been running well, this is in accordance with the exploration of implementation dimensions such as communication, resources, attitudes and bureaucratic structures towards informants, who state that the implementation of providing performance allowances in the TNI Coopssus has been running well. Keywords: Implementation, Performance Allowance, and Soldiers ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi pemberian tunjangan kinerja bagi prajurit di Koopssus TNI sesuai dengan ketentuan Peraturan Panglima TNI Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Petunjuk Adminstrasi Pemberian Tunjangan Kinerja bagi Prajurit dan PNS di Lingkungan TNI. Sedangkan prosedur pemberian tunjangan kinerja bagi prajurit di Koopssus TNI dilaksanakan melalui jalur otorisasi karena anggaran tunjangan kinerja tersebut belum masuk anggaran TNI untuk belanja pegawai. Agar pemberian tunjangan kinerja dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien maka prosedur pengajuan dan penyalurannya harus diataur secara jelas untuk menghindari adanya kesalahan dan kebocoran anggaran tunjangan kinerja tersebut. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi pemberian tunjangan kinerja bagi prajurit di Koopssus TNI telah berjalan dengan baik, hal ini sesuai dengan penelusuran dimensi-dimensi implementasi seperti komunikasi, sumber daya, sikap dan struktur birokrasi terhadap para informan, yang menyatakan bahwa implementasi pemberian tunjangan kinerja di Koopssus TNI telah berjalan dengan baik. Kata Kunci: Manajemen, Penaggulangan Bencana Daerah
Peran Sumber Daya Manusia Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata dalam Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Hulu Sungai Utara Irawanto, I; Marhamah, Siti; Budihantho, Moh Heru; Silam, Muhammad Mochtar Mandala
Administraus Vol. 8 No. 2 (2024): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v8i2.229

Abstract

This research discusses the role of human resources at the Youth, Sports and Tourism Department in tourism development in North Hulu Sungai Regency. The aim of this research is to determine and analyze the role of human resources at the Youth, Sports and Tourism Department in tourism development in North Hulu Sungai Regency as well as inhibiting and encouraging factors.This type of research is qualitative research. This research uses observation techniques, so the data source is called informants, with 5 informants taken from employees of the Youth, Sports and Tourism Department in Tourism Development and members of North Hulu Sungai Regency DPRD Commission II. The data mining technique that the author carried out was by means of free interviews with respondents and informants to complement the data extracted through other techniques. Based on the research results, firstly, the progress of implementers has not been optimal due to the lack of human resources in the tourism sector. Secondly, the development of the implementer is optimal, where the implementer always monitors and directs it so that tourism results are better and have a good impact. Thirdly, implementing information is not yet optimal due to the unpreparedness of the parties behind the scenes who should be responsible for improving and adding information about tourist destinations. The four implementing targets are optimal, which requires the availability of quality tourism packages with international standards. The five implementing pressures are not yet optimal because the budget from the region is not large so that the development carried out does not go according to plan. Sixth, handling the process is not yet optimal due to the lack of personnel in this field and education is still minimal and employees in this field are not vocationally qualified. Seventh, information about tourist destinations and tourism activities is not up to date. The eight actions in tourism development are always monitoring and directing. Ninth, decision making pressure for implementing tourism development is still lacking where the budget is still minimal. Keywords: Role, Tourism Development, Youth, Sports and Tourism Services in Tourism Development in North Hulu Sungai Regency ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Peran Sumber Daya Manusia Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Dalam Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Hulu Sungai Utara serta faktor penghambat dan faktor pendorong. Penelitian ini mengunakan metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik observasi maka sumber data disebut informan, dengan informan 5 orang yang diambil dari pegawai Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Dalam Pengembangan Pariwisata dan anggota DPRD Komisi II Kabupaten Hulu Sungai Utara. teknik penggalian data yang penulis lakukan dengan cara wawancara bebas pada responden dan informan untuk melengkapi data yang digali melalui teknik lainnya. Hasil penelitian ini hasil penelitian bahwa Pertama kemajuan pelaksana belum optimal yang mana kurangnya sumber daya manusia yang ada pada Bidang Pariwisata. Kedua pengembangan pelaksana sudah optimal yang mana pelaksana selalu memantau dan mengarahkan agar dalam hasil wisata lebih baik serta memberi dampak yang baik. Ketiga informasi pelaksana belum optimal karena ketidaksiapan pihak-pihak dibalik layar yang seharusnya bertanggung jawab terhadap perbaikan, penambahan informasi-informasi tentang destinasi wisata. Keempat sasaran pelaksana sudah optimal yang mana menghendaki tersedianya paket wisata berkualitas dengan standar internasional. Kelima tekanan pelaksana belum optimal karena angaran dari daerah tersebut tidak banyak sehingga dalam pengembangan yang dilaksanakan tidak berjalan sesuai dengan perencanaan. Keenam menangani proses belum optimal karena kurangnya personel yang ada pada bidang tersebut serta pendidikan yang masih minim dan pegawai pada Bidang tersebut tidak pada kejuruannya. Ketujuh informasi tentang destinasi wisata dan kegiatan kepariwisataan tidak up to date. Kedelapan tindakan dalam pengembangan pariwisata pelaksana selalu memantau dan mengarahkan. Kesembilan pengambilan keputusan tekanan pelaksanaan pengembangan pariwisata masih kurang dimana anggaran yang masih minim. Kata Kunci: Peran, Pengembangan Pariwisata, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Dalam Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Hulu Sungai Utara
MINIMIZING RISK IN PROCESS SELECTION FOR MORE EFFECTIVE OPERATIONAL MANAGEMENT AT PT. MAYORA INDAH. TBK Sangkala, Masnawaty
Administraus Vol. 8 No. 1 (2024): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v8i1.230

Abstract

This study examines the process of minimizing risks in employee selection to improve operational management at PT Mayora Indah Tbk. Established in 1977, PT Mayora Indah Tbk has grown from a local market in Jakarta to a global presence on five continents. This study analyzes the implementation of process selection for more effective operational management at PT Mayora Indah Tbk. Through a qualitative approach, this study examines the challenges, research methods, results, and conclusions of the company's employee selection practices. The findings point to the importance of minimizing risks in employee selection, including the identification of potential risks, the use of appropriate selection methods, and appropriate risk analysis tools. In conclusion, companies must focus on selection strategies that are in accordance with the company's culture and work environment, with an emphasis on developing employees who have abilities and motivation that are in line with industry demands.
Kebijakan Indonesia dalam Mencegah Kehilangan Kewarganegaraan bagi Anak Berkewarganegaraan Ganda di Bali Melalui Pewarganegaraan Indonesia Jemmy, Flo Jendri Luinel; Hadiwijoyo, Suryo Sakti; Seba, Roberto Octavianus Cornelis
Administraus Vol. 8 No. 3 (2024): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v8i3.231

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dinamika kasus kehilangan kewarganegaraan pada Anak Berkewarganegaraan Ganda Terbatas dan mendeskripsikan kebijakan Indonesia dalam mencegah kehilangan kewarganegaraan pada Anak Berkewarganegaraan Ganda Terbatas. Status kewarganegaraan seseorang merupakan pintu masuk pemenuhan hak dasarnya oleh negara seperti hak kewarganegaraan, hak sosial, hingga jaminan hukum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi literatur. Penelitian ini menghasilkan PP No. 21 Tahun 2022 merupakan bentuk strategi yang dilakukan Indonesia untuk mencegah Anak Berkewarganegaraan Ganda kehilangan kewarganegaraannya guna mempertahankan hak dan identitas dari anak tersebut. PP No. 21 Tahun 2022 harus menyesuaikan dinamika yang ada sehingga perlu dilakukan evaluasi dan penyesuaian setelah masa berlakunya berakhir yaitu pada tanggal 31 Mei 2024.
MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI MELALUI GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI KERJA, DAN KEPUASAN KERJA YANG DIMODERASI DENGAN VARIABEL LAMA KERJA : STUDI PADA SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Fikriyah, Siti; Akos, Misransyah; Risal, Semuel
Administraus Vol. 8 No. 1 (2024): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v8i1.232

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dalam meningkatkan kinerja pegawai melalui gaya kepemimpinan, motivasi kerja, dan kepuasan kerja yang dimoderasi dengan variabel lama kerja. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, sampel ditetapkan sebanyak 40 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Sedangkan analisa data menggunakan analisis jalur dibantu dengan software SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat pengaruh signifikan gaya kepemimpinan (X1) terhadap kinerja pegawai (Z); (2) Terdapat pengaruh signifikan motivasi kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Z); (3) Terdapat pengaruh signifikan kepuasan kerja (X3) terhadap kinerja pegawai (Z); (4) Terdapat pengaruh signifikan lama kerja (Y) terhadap kinerja pegawai (Z); (5) Menyatakan Lama kerja (Y) - (Moderating Effect 1 – X1*Y) memoderasi pengaruh gaya kepemimpinan (X1) terhadap kinerja pegawai (Z); (6) lama kerja (Y) (Moderating Effect 2 – X2*Y) memoderasi pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja Pegawai (Z); (7) menyatakan Lama kerja (Y) - (Moderating Effect 3 – X3*Y) memoderasi pengaruh kepuasan kerja (X3) terhadap kinerja pegawai (Y).
IMPLEMENTASI PROGRAM INDONESIA PINTAR (PIP) DI MTsN 3 HSU KECAMATAN BABIRIK KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Baihaqi, Ahmad
Administraus Vol. 7 No. 3 (2023): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v7i3.233

Abstract

This research aims to understand the implementation of the Indonesia Pintar Program (PIP) at MTsN 3 HSU Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara. The study uses a qualitative approach with a descriptive-qualitative type. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Based on the discussion and research conducted by the author at Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 HSU Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara, the following conclusions can be drawn: Communication Aspect: Transmission Indicator: Not yet effective, as some parents of students do not fully understand the Indonesia Pintar Program. Clarity Indicator: Not yet good. Consistency Indicator: Good. Resource Aspect: Human Resources (Staff) Indicator: Inadequate, due to a lack of expert staff responsible for implementing the Indonesia Pintar Program. Information Indicator: Not yet optimal. Authority Indicator: Good. Facilities Indicator: Adequate, with available laptops and computers. Disposition Aspect: Attitude Indicator: Good, with implementers performing their duties well according to the applicable technical guidelines. Bureaucratic Structure Aspect: Standard Operating Procedures (SOP) Indicator: Present and well-implemented, including socialization, data collection, proposing students as recipients of the Indonesia Pintar Program funds, and the disbursement process. Fragmentation/Responsibility Distribution Indicator: Good, with policy implementers performing their tasks according to their respective duties. Keywords:  Implementation; Smart Indonesia Program ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dalam Implementasi Program Indonesia Pintar (PIP) Di MTSN 3 HSU Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif- kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Berdasarkan hasil pembahasan dan penelitian penulis di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 HSU Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :Implementasi Program Indonesia Pintar (PIP) di MTsN 3 HSU Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara masih belum optimal dilihat dari : Pertama, pada aspek komunikasi diketahui pada indikator transmisi belum efektif karena masih ada sebagian orang tua siswa/i yang belum memahami sepenuhnya tentang Program Indonesia Pintar. Berikutnya pada indikator kejelasan belum baik . Kemudian pada indikator konsistensi sudah baik .  Kedua, pada aspek sumber daya diketahui pada indikator sumber daya manusia (staf) masih belum memadai karena masih kurangnya staf ahli yang bertugas dalam pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP). Berikutnya pada indikator informasi juga belum optimal. Kemudian pada indikator wewenang sudah baik. Selanjutnya pada indikator fasilitas yang tersedia sudah memadai seperti tersedianya laptop dan komputer. Ketiga, pada aspek disposisi diketahui pada indikator sikap para pelaksana sudah baik dalam menjalankan tugasnya dalam implementasi Program Indonesia Pintar dan telah mengacu pada petunjuk teknis yang berlaku. Keempat, pada aspek struktur birokrasi diketahui pada indikator Standar Operasional Prosedur (SOP) sudah ada dan sudah dijalankan dengan baik mulai dari melakukan sosialisasi, mendata dan mengusulkan siswa/i calon penerima dana Program Indonesia Pintar, dan melakukan proses pencairan dana hingga sampai kepada penerima dana. Berikutnya pada indikator fragmentasi/penyebaran tanggungjawab sudah baik karena pelaksana kebijakan sudah menjalankan tugasnya sesuai dengan tugasnya masing-masing
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) PRIA DI KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Berkatillah, Akhmad
Administraus Vol. 7 No. 3 (2023): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v7i3.235

Abstract

Berdasarkan observasi awal maka peneliti tertarik melakukan penelitian di desa Kayakah, Murung Panggang, dan Kota Raja. Alasan peneliti memilih desa ini salah satunya disebabkan lokasi yang mudah dijangkau sehingga membuat peneliti dengan sangat mudah untuk mendapatkan data-data dan informasi yang diperlukan, selain alasan tersebut alasan lain peneliti mengambil studi kasus di tiga desa tersebut adalah dikarenakan ketiga desa tersebut merupakan desa yang memiliki banyak penduduk diantara desa-desa lainnya yang ada di Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Berdasarkan pengamatan peneliti lakukan dibeberapa desa yang terdapat di Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara tentang rendahnya partisipasi pria dalam penggunaan alat kontrasepsi disebabkan oleh beberapa faktor
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 9 PASAL 31 TAHUN 2018 TENTANG WARUNG REMANG-REMANG ( STUDI KASUS DI DESA PINANG HABANG KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATENHULU SUNGAI UTARA ) Arpandi
Administraus Vol. 6 No. 1 (2022): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v6i1.236

Abstract

Indonesia mempunyai wilayah yang terbagi menjadi beberapa Provinsi, Kabupaten dan Kota, masing-masing mempunyai peraturan daerah. Di Kabupaten Hulu Sungai Utara mempunyai peraturan daerah yang berhubungan dengan ketertiban masyarakat. Peraturan tersebut adalah peraturan daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara Nomor 9 pasal 31 Tahun 2018 Tentang warung remang-remang. Warung remang-remang menjadi salah satu budaya kegemaran bagi masyarakat di Indonesia khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Panorama-panorama tentang warung remang-remang di Indonesia memang sungguh memprihatinkan. Mulai dari anak muda hingga orang tua sangat menggemari warung tersebut meski sudah tercantum larangan peraturan daerah tentang warung tersebut. Masalah warung remang - remang sepertinya memang menjadi masalah yang serius. Peraturan Daerah nomor 9 tahun 2018 tentang warung remang - remang tersebut berdasarkan dari pertimbangan – pertimbangan pertama,menggangguu ketertiban umum yang ada di sekitar warung tersebut.. Kedua, mempekerjakan anak di bawah umur dan berpakaian kurang pantas hingga bisa mengacu kepada perbuatan prustitusi (asusila). Ketiga, bahwa berdasarkan pasal 31 Tahun 2018 tentang Ketertiban umum menyangkut masalah sosial yang mengganggu nilai-nilai sosial dan moral. Masalah tersebut merupakan persoalan, karena menyangkut tata kelakuan yang tak bermoral, dan sangat berlawanan dengan hukum yang berlaku. Sebab itu, masalah-masalah sosial tidak akan mungkin dapat ditelaah tanpa mempertimbangkan ukuran-ukuran masyarakat,. Keempat, bahwa sebagai pelaksanaan ketentuan pasal 31 Nomor 9 Tahun 2018 tentang Ketertiban umum, maka pemerintah daerah wajib menetapkan kawasan aman dan tertib. Kelima, bahwa berdasarkan ketentuan pasal 31 peraturan pemerintah nomor 9 tahun 2018 tentang pengamanan yang mengganggu ketertiban terhadap mayarakat mewajibkan pemerintah daerah untuk menetapkan peraturan Daerah. Peraturan daerah nomor 9 tahun 2018 tentang pelarangan dan penertiban penyakit masyarakat telah diputuskan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara.
IMPLEMENTASI PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG HIGIENE SANITASI DEPOT AIR MINUM DI KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Gunade, Djayeng Turano
Administraus Vol. 7 No. 3 (2023): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v7i2.237

Abstract

Pentingnya kegunaan air dalam kehidupan tentunya akan diimbangi dengan penyediaan sumber air yang baik dari segi kualitas maupun kuantitas, depot air minum adalah usaha industri yang melakukan proses pengolahan air baku menjadi air minum dan menjual langsung kepada konsumen, terdapat beberapa masalah mengenai Depot Air Minum di Kecamatan Amuntai Tengah. seperti petugas Depot Air Minum setiap melayani konsumen tidak mencuci tangannya terlebih dahulu dengan sabun dan air yang mengalir, tidak adanya tempat cuci tangan yang di lengkapi air mengalir dan sabun, serta pembilasan wadah/galon untuk air kurang dari 10 detik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Permenkes RI No.43 Tahun 2014 Tentang Higiene Sanitasi Depot Air Minum di Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 13 orang informan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji Kredibilitas data dengan cara perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Permenkes RI No.43 Tahun 2014 Tentang Higiene Sanitasi Depot Air Minum di Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara kurang baik. Dinilai dari Variabel isi kebijakan: Pertama, perubahan yang ingin dicapai masih kurang dikarenakan depot air minum yang ada di Amuntai Tengah sebagian belum hygiene. Kedua, pelaksanaan kebijakan. Ketiga, sumber daya yang digunakan masih kurang dikarenakan tidak adanya laboratorium untuk pemeriksaan bakteri lebih lanjut. Variabel lingkungan implementasi: Pertama, karakteristik institusi dan rezim kurang baik dikarenakan kurangnya ketegasan dan tidak diberikan sanksi yang berat. Kedua, tingkat kepatuhan dan responsivitas kelompok sasaran pemahaman program. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terbagi menjadi dua yaitu: Faktor yang mendukung adalah melakukan pemeriksaan depot air minum setiap 3 bulan sekali, penunjukkan petugas sanitarian di setiap puskesmas yang ada di Hulu Sungai Utara, dan kesadaran aktor pelaksana kebijakan akan kesehatan masyarakat. Faktor yang menghambat adalah kurangnya sosialisasi dari instansi terkait terhadap pengusaha depot air minum serta tidak dilakukannya sosialisasi kepada masyarakat, tidak adanya perda yang mengatur tentang air galon di kabupaten Hulu Sungai Utara, tidak ada pelatihan khusus untuk petugas sanitarian, dan kurangnya anggaran. Untuk meningkatkan efektivitas implementasi Permenkes RI No.43 Tahun 2014 Tentang Higiene Sanitasi Depot Air Minum di Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara, disarankan kepada Bupati Hulu Sungai Utara agar merencanakan pembuatan perda tentang depot air galon. Untuk Kepala Dinas Kesehatan agar lebih sering sosialisasi lagi seperti penempelan stiker dan baliho yang menjelaskan persyaratan higiene sanitasi. Untuk petugas sanitarian agar lebih tegas dalam pengawasan maupun pemeriksaan. Untuk pengusaha depot air minum agar mencuci tangan sebelum melakukan pengisian. Untuk masyarakat agar lebih memperhatikan kelayakan di setiap tempat pengisian air galon.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2025): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 8 No. 3 (2024): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 8 No. 2 (2024): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 8 No. 1 (2024): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 7 No. 3 (2023): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 7 No. 2 (2023): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 7 No. 1 (2023): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 6 No. 3 (2022): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 6 No. 2 (2022): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 6 No. 1 (2022): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 5 No. 3 (2021): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 5 No. 2 (2021): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2021): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 4 No. 1 (2020): Vol 4 No 1 (2020): Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2020): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 4 No. 2 (2020): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 3 No. 3 (2019): Vol 3 No 3 (2019): Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 3 No. 2 (2019): Vol 3 No 2 (2019): Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 3 No. 1 (2019): Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 2 No. 3 (2018): Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 2 No. 2 (2018): Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 2 No. 1 (2018): Administraus Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen Vol. 1 No. 1 (2017): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen More Issue