cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
FAKTOR VEKTOR DAN HOST YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DI DAERAH ENDEMIS KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG Aslina, Enna; Martini, Martini; Raharjo, Mursid
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41858

Abstract

Malaria adalah satu penyakit tular vector yang dapat menyebabkan kematian, Indonesia menjadi salah satu negara yang beresiko terhadap penyakit malaria karena iklim di Indonesia sangat cocok untuk perkembangbiakan vector Anopheles yang menjadi perantara penularan penyakit malaria. Pada tahun 2020 tercatat sebanyak 254.050 kasus terjadi dengan API (annual parasite incidence) 0,94 per 1000 penduduk. Provinsi Lampung khususnya Kabupaten Pesawaran adalah kabupaten yang belum mencapai eliminasi untuk penyakit malaria dan merupakan daerah endemis dengan kondisi alam berada didaerah pesisir Pantai, hutan, tambak terlantar yang berpotensi sebagai perindukan vector. Selain vector, factor host menjadi salah satu factor pendukung untuk terjadinya kasus malaria, karena dalam setiap kegiatan manusia akan selalu berkaitan dengan pengetahuan, sikap dan perilaku. Pengandalian dan Pencegahan malaria akan efektif bila berangkat dari factor resiko yaitu vector dan host yang mempengaruhi kasus malaria. Maka tujuan penelitian ini adalah mengatahui tentang ekologi vector dengan kejadian malaria serta mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku host yang mempengaruhi kejadian malaria. Jenis penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Prosedur yang dilakukan dalam penelitian cross sectional adalah mengidentifikasi variabel penelitian, menetapkan subyek penelitian, melakukan observasi dan atau pengukuran serta melakukan analisis data dengan menggunakan uji statistic korelasi. Untuk kepadatan vector berdasarkan survey vector yang dilakukan nilai Man Bitting Rate sudah melebihi ambang batas sesuai dengan peraturan yang diperbolehkan, sedangkan untuk factor host untuk bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kategori Sikap dengan Kejadian Malaria. Sedangkan untuk pengetahuan disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kategori pengetahuan dengan Kejadian Malaria. Vektor nyamuk Anopheles yang kontak dengan manusia memiliki nilai melebihi standar baku mutu Kesehatan lingkunga, yang artinya kepadatan vektor sangat mempengaruhi kejadian malaria.
PENGARUH ELEVASI KAKI TERHADAP TEKANAN DARAH PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA Suryanto, Suryanto; Samosir, Theresia Angela; Patria, Dion Kunto Adi; Negoro, Widigdo Rekso; Permana, Annes Rindu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41925

Abstract

Sectio caesarea adalah tindakan pembedahan yang bertujuan mengeluarkan janin melalui insisi abdomen dan uterus. Tindakan ini menyebabkan pasien mengalami hipotensi setelah tindakan spinal anestesi. Tindakan elevasi kaki diduga dapat meningkatkan tekanan darah pasien sectio caesarea. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tindakan elevasi kaki terhadap tekanan darah pasien sectio caesarea. teknik yang digunakan pada penelitian ini yakni quisy eksperimen dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Populasi penelitian ini merupakan pasien sectio caesarea RSU Mitra Sejati Medan sebanyak 90 pasien dan dengan teknik total sampling, seluruh populasi digunakan sebagai sampel penelitian. Analisis penelitian ini menggunakan Teknik analisis univariat dan bivariat dengan Teknik uji statistik paired sample t-test dengan taraf kepercayaan sebesar 90% (  = 0,05). Hasil penelitian ini karakteristik responden didominasi usia 20-35 tahun (61,2%), semasa kehamilan pasien dalam kategori gemuk (80%), dan mayoritas pasien belum pernah menjalani SC sebelumnya (70%). Elevasi kaki berpengaruh terhadap tekanan darah yang dibuktikan dengan nilai p-value untuk tekanan sistolik dan diastolic dibawah 0,05.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WANGI-WANGI SELATAN SULAWESI TENGGARA Fadhillah, Aulia Nur; Djannah, R. Sitti Nur; Handayani, Lina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41949

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit silent killer yang dapat menyerang seseorang tanpa adanya gejala. Hipertensi juga erat kaitannya dengan lansia, karena semakin bertambahnya usia terjadi perubahan fungsi serta sistem organ yang berpengaruh pada kerentanan terhadap penyakit. Lansia yang belum dapat mengontrol tekanan darahnya dikhawatirkan derajat hipertensinya dapat mengarah pada komplikasi seperti infark miokard, stroke, gagal ginjal dan kematian jika tidak dideteksi secara dini dan ditangani secara tepat. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain cross-sectional untuk mengetahui hubungan pengetahaun dan sikap dengan perilaku pencegahan hipertensi. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan chi-square diperoleh nilai ρ-value = 0,629 (ρ-value > α=0,05) yang artinya bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan hipertensi. Selain itu dengan uji statistik yang sama diperoleh ρ-value = 0,010 (ρ-value ˂ α=0,05) yang artinya bahwa ada hubungan antara sikap dengan perilaku pencegahan hipertensi.
GAMBARAN GAYA HIDUP SEHAT PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARTASURA Cristinawati, maya_cristinawati; Purwanti, Okti Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41957

Abstract

Penyakit kronis yang dikenal sebagai diabetes melitus tipe 2 disebabkan oleh kurangnya sintesis insulin oleh pankreas atau penggunaan insulin yang tidak efisien oleh tubuh. Karena pilihan gaya hidup yang merugikan seperti merokok, pola makan yang buruk, kurang aktivitas fisik, dan kelebihan berat badan, jumlah penderita diabetes melitus meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan gaya hidup sehat yang dijalani oleh penderita diabetes melitus di Puskesmas Kartasura. Purposive sampling digunakan untuk memilih 96 pasien diabetes melitus dari Puskesmas Kartasura untuk penelitian kuantitatif ini dengan desain deskriptif analitik. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner. Hasil penelitian didapatkan responden perempuan 78 orang (81,3%), berusia 55-64 tahun 41 orang (42,7%), memiliki pola makan kurang baik 58 orang (60,4%), melakukan aktivitas fisik berat 50 orang (52,1%), memiliki tingkat stres ringan 37 orang (38,5%), tidak memiliki perilaku merokok 90 orang (93,8%), kontrol gula darah patuh 68 orang (60,8%). Mayoritas responden perempuan, usia 55-64 tahun, memiliki pola makan kurang baik, beraktivitas fisik berat, tingkat stres ringan, tidak merokok, dan patuh dalam kontrol gula darah.
PEMETAAN DAERAH SASARAN SOSIALISASI KB DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2023 Lestiantoro, Sebalt; Rahmaniati, Martya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan wilayah prioritas untuk sosialisasi program Keluarga Berencana (KB) di Provinsi Jawa Timur dengan menggunakan pendekatan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Pemetaan ini dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa indikator, antara lain angka kelahiran, jumlah pasangan usia subur (PUS), ketinggian wilayah, jumlah puskesmas, serta persentase keikutsertaan dalam KB. Data yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2023, yang kemudian diolah menggunakan aplikasi Quantum GIS (QGIS) untuk menghasilkan peta tematik dan klasifikasi wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga wilayah dengan prioritas utama untuk sosialisasi KB intensif, yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Jember. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemetaan wilayah prioritas melalui analisis spasial dapat menjadi acuan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk merancang strategi sosialisasi KB yang lebih terfokus dan efektif.
EVALUASI PENGELOLAAN OBAT NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA DAN PREKURSOR DI RUMAH SAKIT X KOTA SURAKARTA BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANGAN YANG BERLAKU Putri, Uthia Narida; Keswara, Yane Dila; Widyaningrum, Riana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42320

Abstract

Golongan obat narkotika, psikotropika, dan prekursor dikenal memiliki potensi tinggi untuk disalahgunakan, yang dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis. Oleh karena itu, pengelolaannya diatur secara ketat melalui regulasi yang diterapkan oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan obat tersebut di Rumah Sakit X Kota Surakarta berdasarkan regulasi yang berlaku guna mencegah penyalahgunaan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah kombinasi (mixed methods), dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan petugas farmasi, sementara data sekunder dikumpulkan dari pedoman pengelolaan farmasi, SOP rumah sakit, dan dokumen supervisi farmasi. Evaluasi dilakukan berdasarkan Permenkes No. 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit dan Permenkes No. 5 Tahun 2023 tentang Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian 100% terhadap standar yang berlaku menunjukkan sistem pengelolaan yang aman dan terkendali, mampu mencegah penyalahgunaan, kehilangan, dan dampak negatif lainnya, serta mencerminkan komitmen rumah sakit dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan dan memenuhi tanggung jawab hukum.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI UNIT RAWAT INAP ANAK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MERAUKE TAHUN 2023 Abdullah, Mirna; Hakim, Achmad Lukman; Ayamiseba, Yunus Otto
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Merauke berdasarkan karakteristik (Jenis Kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, kelas perawatan) orang tua pasien anak yang dirawat di ruang tersebut. Menganalisis Pengaruh Daya Tanggap, Jaminan, Bukti Langsung, Empati dan kehandalan dalam pelayanan kesehatan yang merupakan gambaran kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan pasien serta menemukan faktor dominan dari kualitas pelayanan yang mempengaruhi kepuasan pasien. Penelitian dilakukan di Unit Rawat Inap, yakni ruang Rawat Anak Rumah Sakit Umum Daerah Merauke. Adapun metode yang digunakan adalah metode survei berupa pengamatan sesaat dengan pendekatan kuantitatif, mengambil sampel menggunakan rumus Lameshow untuk menentukan jumlah sampel minimal jika populasi tidak diketahui atau tidak terbatas. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner kepuasan pasien dan data yang terkumpul bersifat kategorikal dan numerikal. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan analisis cross sectional, analisis univariat, bivariat dan multivariat dan diagram kartesius.
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM TABLET TAMBAH DARAH TERHADAP KADAR HB/ANEMIA PADA IBU HAMIL Prihantinah, Wenty; Sartika, Ratu Ayu Dewi; Putri, Primasti Nuryandari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42505

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan permasalahan kesehatan yang berdampak luas terhadap kesejahteraan ibu dan perkembangan janin, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia mencapai 48,9%. Kondisi anemia selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, seperti kelahiran prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah, hingga meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas ibu serta bayi. Salah satu upaya preventif yang direkomendasikan adalah konsumsi tablet tambah darah (TTD) yang mengandung zat besi dan asam folat. Namun, tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi TTD masih menjadi kendala yang berkontribusi terhadap rendahnya kadar hemoglobin dan meningkatnya kejadian anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kepatuhan konsumsi TTD dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil di Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 225 ibu hamil sebagai sampel penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan Uji T-independent dan Uji Chi Square untuk mengidentifikasi hubungan antara kepatuhan konsumsi TTD dengan kadar hemoglobin serta kejadian anemia. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ibu hamil yang patuh mengonsumsi TTD memiliki kadar hemoglobin yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang tidak patuh, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p = 0,005). Hasil penelitian ini menegaskan bahwa kepatuhan dalam mengonsumsi TTD berperan penting dalam pencegahan anemia selama kehamilan. Oleh karena itu, diperlukan strategi efektif untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil, seperti edukasi kesehatan yang lebih optimal, pemantauan berkala oleh tenaga medis, serta dukungan keluarga agar konsumsi TTD dapat dilakukan secara konsisten guna menurunkan angka kejadian anemia pada ibu hamil.
UJI KEBOCORAN PAPARAN RADIASI PADA RUANG PEMERIKSAAN SINAR-X DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT PKU BANTUL Ananda, Dea; Dewi, Sofie Nornalita; Utami, Asih Puji
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana desain ruang pemeriksaan dan untuk mengetahui ada tidaknya kebocoran paparan radiasi pada ruang pemeriksaan sinar-X dan lingkungan sekitar ruang pemeriksaan sinar-X di Instalasi Radiologi Rumah Sakit PKU Bantul. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Data dikumpulkan dengan cara observasi pada ruang pemeriksaan serta melakukan pengukuran paparan radiasi pada dua belas area yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan ukuran ruang pemeriksaan sinar-X yaitu 8 m × 4 m × 6 m, ketebalan dinding ruangan 30 cm menggunakan bata merah yang setara dengan 2 mm Pb, dan pintu dilapisi Pb setebal 2 mm. Hasil pengukuran uji kebocoran nilai paparan radiasi tertinggi yang terukur sebesar 189,2 µSv/h terdapat pada area 10 dan 11 yang merupakan WC pada ruang pemeriksaan. disimpulkan bahwa desain ruang pemeriksaan sinar-X sudah efektif dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh BAPETEN No. 8 Tahun 2011 dan standar menurut Permenkes No. 24 Tahun 2020. Hasil uji kebocoran paparan radiasi, ruang pemeriksaan sinar-X di instalasi radiologi rumah sakit PKU Bantul secara umum dapat dikategorikan aman sesuai dengan BAPETEN No. 5 Tahun 2016, kecuali pada area 10 dan 11 yaitu area WC yang tidak dilapisi timbal.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INSIDENSI KUSTA PASCA KEMOPROFILAKSIS RIFAMPICIN DOSIS TUNGGAL DI DESA AERGALE WILAYAH KERJA PUSKESMAS ONGKAW Maramis, Vianny Dellya Christine
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43075

Abstract

Kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Desa Aergale, Minahasa Selatan. Pemberian kemoprofilaksis rifampicin dosis tunggal merupakan salah satu upaya pencegahan, namun efektivitasnya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi insidensi kusta pasca kemoprofilaksis di wilayah tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case-control dengan sampel 90 responden yang terdiri dari 30 kasus dan 60 kontrol. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pengukuran antropometri. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Analisis statistik menunjukkan bahwa tingkat pendidikan (p=0,000), status vaksinasi BCG (p=0,006), kepatuhan minum obat kemoprofilaksis (p=0,000), status ekonomi (p=0,000), kebersihan diri (p=0,000), dan riwayat kontak erat (p=0,000) berhubungan signifikan dengan insidensi kusta. Namun, status gizi tidak memiliki hubungan yang signifikan (p=0,349). Insidensi kusta pasca kemoprofilaksis masih dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, dan perilaku individu. Oleh karena itu, strategi pencegahan harus mencakup edukasi kesehatan, peningkatan akses ekonomi, serta penguatan monitoring dan evaluasi program kemoprofilaksis.