cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PENGARUH KRIM EKSTRAK KULIT KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNII) TERHADAP PERTUMBUHAN RAMBUT DAN PENYEMBUHAN LUKA PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR YANG MENGALAMI LUKA Safuranti, Aristya Maulida; Sopacua, Erwin; Tarigan, Elviyanti Br
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41181

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji dan menganalisis efektivitas pemberian krim ekstrak kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii) terhadap pertumbuhan rambut dan penyembuhan luka pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar yang mengalami luka dermapen. Penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif eksperimental dengan menggunakan desain true experiment atau eksperimental laboratorium. Penelitian eksperimen dilaksanakan dengan mengontrol semua variabel luar yang dapat mempengaruhi kegiatan eksperimen. Penelitian ini menggunakan post-test only control group design untuk mengetahui dan menganalisis efek pemberian ekstrak kulit kayu manis dalam mempercepat penyembuhan luka dan pertumbuhan rambut pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar yang mengalami luka dermapen. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa krim ekstrak kulit kayu manis mengandung metabolit sekunder berupa flavonoid, saponin, tannin, alkaloid, dan triterpenoid. Senyawa-senyawa ini yang membantu penyembuhan luka bekas dermapen serta merangsang pertumbuhan rambut. Pemberian krim ekstrak kulit kayu manis mempengaruhi pertumbuhan rambut. Berdasarkan perbedaan rata-rata panjang rambut peneliti menyimpulkan bahwa kelompok dengan pertumbuhan rambut paling besar ada pada kelompok perlakuan 3 yang diberi krim ekstrak kulit kayu manis dengan konsentrasi 7%. Sedangkan kelompok dengan pertumbuhan rambut paling sedikit yaitu pada kelompok kontrol yang hanya diberi krim basis. Pemberian krim ekstrak kulit kayu manis dengan konsentrasi 2%, 5%, dan 7% berpengaruh terhadap proses penyembuhan luka bekas dermapen pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar. Kelompok perlakuan mengalami penyembuhan total, sedangkan kelompok kontrol yang diberi krim basis tidak.
EFEKTIVITAS KRIM EKSTRAK KULIT KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNII) TERHADAP KEPADATAN KOLAGEN TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR YANG DIPAPAR SINAR UV-B Sari, Novina; Watri, Desi; Anggraeni, Wenti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis efektivitas pemberian krim ekstrak kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii) terhadap kepadatan kolagen tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus) yang dipapar sinar UVB. Penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif eksperimental dengan menggunakan desain true experiment atau eksperimental laboratorium. Penelitian eksperimen dilaksanakan dengan mengontrol semua variabel luar yang dapat mempengaruhi kegiatan eksperimen. Penelitian ini menggunakan post-test only control group design untuk mengetahui dan menganalisis efek pemberian krim ekstrak kulit kayu manis dalam mempercepat pertumbuhan kolagen pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar yang dipapar sinar UVB. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit kayu manis mengandung metabolit sekunder berupa flavonoid, saponin, alkaloid, tannin dan triterpenoid. Flavonoid berperan penting dalam membantu meningkatkan kepadatan kolagen. Hasil pengamatan kepadatan kolagen menunjukkan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan memiliki perbedaan kepadatan kolagen yang signifikan. Kelompok kontrol yang hanya diolesi krim basis menghasilkan skor 1, yaitu kepadatan serabut kolagen kurang. Kelompok perlakuan 1 menghasilkan skor 2, yaitu kepadatan kolagen sedang. Kelompok perlakuan 2 dan 3 menghasilkan skor 3, yang maknanya kepadatan kolagen masuk dalam kategori rapat. Hasil pengamatan ekspresi melanin menunjukkan Kelompok perlakuan 3 yang diolesi krim ekstrak kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii) dengan konsentrasi 12% mengalami penurunan ekspresi melanin yang lebih besar dibandingkan kelompok lainnya
GAMBARAN SUHU TUBUH DAN KEJADIAN MENGGIGIL PADA PASIEN MASTEKTOMI DENGAN ANESTESI UMUM INTUBASI Priyonggo, Reko; Cahyani, Rina Asih; Laksono, Bayu Budi; Negoro, Widigdo Rekso
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41286

Abstract

Menggigil adalah peningkatan metabolism panas tubuh yang bersifat involunter melalui aktifitas otot dan terjadi ketika suhu permukaan tubuh lebih tinggi disbanding suhu preoptik hipotalamus. Menggigil dapat dipengaruhi oleh jenis dan lamanya tindakan pembedahan. Menggigil menjadi salah satu permasalahan serius karena dapat meningkatkan oksigen, metabolism tubuh, dan tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi suhu tubuh dan kejadian menggigil pada pasien mastektomi dengan anestesi umum intubasi di Instalasi Kamar Bedah RS Tk. II dr. Soepraoen Malang. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif observasional dengan melakukan observasi langsung ke lapangan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Analisis penelitian ini menggunakan teknik analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan teknik uji hipotesa Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien masuk kategori dewasa (20-60 tahun) sebanyak 28 pasien dan berdasarkan IMT sebagian besar pasien dalam kategori 18-25 sebanyak 19 responden. Observasi 30 menit pertama diperoleh hasil bahwa sebagian besar pasien mengalami hipotermi yakni sebanyak 19 pasien (52,8%) dan 30 menit kedua juga didominasi pasien yang mengalami hipotermi sedang yakni sebanyak 26 pasien (72,2%). Mayoritas pasien tidak menggigil sebanyak 25 pasien (69,4%). Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square dan IMT pasien dibuktikan dengan nilai pearson Chi-Square usia 0,26. Hasil uji Chi-Square IMT = 0,01 membuktikan bahwa terdapat pengaruh IMT terhadap kejadian menggigil.
PERBEDAAN EFEK EPHEDRINE 10 MG DAN PHENYLEPRINE 50 MG DALAM TATALAKSANA HIPOTENSI PADA SECTIO CAESAREA DENGAN ANESTESI SPINAL Sintara, Sindu; Syamsudin, Syamsudin; Rodli, Muhammad; Negoro, Widigdo Rekso; Permana, Annes Rindy
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41287

Abstract

Anestesi spinal merupakan salah satu teknik anestesi untuk tindakan Sectio caesarea. Teknik ini dilakukan dengan menyuntikkan obat anestesi lokal ke subarachnoid yang bertujuan untuk menghilangkan sensasi nyeri saat dilakukan tindakan pembedahan. Namun, anestesi spinal dapat menyebabkan komplikasi salah satunya yang paling sering terjadi yakni hipotensi. Ephedrine 10 mg dan phenyleprine 50 mg dianggap dapat membantu meningkatkan tekanan darah pasien yang mengalami hipotensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara ephedrine 10 mg dengan phenylephrine 50 mg pada pasien Sectio caesarea pasca tindakan anestesi spinal. Metode yang digunakan yakni quasy eksperimen dengan desain penelitian pre-experimental one group pretest-postest. Populasi dalam penelitian ini merupakan pasien RSU Mahkota Bidadari Langkat yakni sebanyak 100 pasien. Dari 100 pasien dipilih 60 pasien yang digunakan sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis menggunakan teknik univariat dan bivariat dengan teknik pengujian uji independent sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan tekanan darah pasien Sectio caesarea setelah diberikan ephedrine 10 mg dan phenyleprine 50 mg di RSU Mahkota Bidadari Langkat dengan nilai p=0,000 < 0,05. Tekanan darah sistolik dengan nilai t-hitung = -4,079 dan tekanan darah diastolik dengan nilai p=0,000 < 0,05 dan nilai t-hitung = -3,433.
PERAN KELUARGA DALAM MANAJEMEN PASIEN RESIKO JATUH DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT Wasifah, Wasifah; Sutrisna, Em; Romadhon, Yusuf Alam
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sikap keluarga, pengetahuan keluarga, dan emosional kelurga terhadap pasien jatuh di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan Teknik purposive sampling serta data yang terkumpul sebanyak 184 responden pendamping pasien. Analisis data menggunakan Smart Pls untuk menguji hipotesis.  Hasil temuan menunjukkan bahwa sikap keluarga, pengetahuan keluarga berpengaruh negatif signifikan terhadap pasien jatuh sedangkan emosional keluarga berpengaruh positif terhadap pasien jatuh. Penelitian ini berfokus pada peran keluarga dalam merawat pasien dikarenakan secara pendekatan belum ada penelitian yang meneliti dari sisi peran keluarga kebanyakan dari sisi tenaga medis dan dilakukan secara kualitatif sehingga riset ini menjadi sebuah novelty baru dalam penelitian.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENATA ANESTESI DI FASILITAS KESEHATAN YANG TIDAK TERDAPAT DOKTER SPESIALIS ANESTESI Rekso Negoro, widagdo
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41355

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang ditujukan untuk menganalisis kewenangan dan juga perlindungan hukum terhadap para penata anestesi dalam praktik layanan kesehatan di fasilitas kesehatan di Indonesia. Penelitian berupa penelitian hukum normative dengan pendekatan undang-undang (statue approach) dan menggunakan pendekatan konseptual (conceptual approach). Tindakan layanan anestesi yang diberikan penata anestesi dilakukan berdasarkan pada kewenangannya yang telah ditetapkan pada UU dan peraturan yang berlaku. Persebaran dokter spesialis anestesi yang tidak merata mengharuskan pemberian perlindungan hukum yang jelas terhadap penata anestesi. Hal ini disebabkan keterbatasan kewenangan penata anestesi dan keterbatasan jumlah dokter spesialis anestesi yang tidak merata di indonesi mengharuskan penata anestesi melakukan tindakan diluar wewenang dalam kondisi emergensi. Ketika bertindak diluar wewenang, penata anestesi memiliki tanggungjawab hukum yang harus dipertanggungjawabkan. Penelitian ini memberikan hasil bahwa, dalam praktik profesinya, penata anestesi dapat diminta pertanggungjawaban secara hukum pidana, perdata, dan juga hukum administrasi. Berdasarkan hal tersebut, diharapkan pemerintah dapat menetapkan regulasi atau kebijakan terkait perlindungan hukum penata anestesi yang lebih komprehensif dalam bertindak memberi layanan kesehatan.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN PREOPERASI DENGAN KEJADIAN MUAL MUNTAH PASIEN POST OPERASI DENGAN GENERAL ANESTESI (RS BHAYANGKARA TK III TEBING TINGGI SUMATERA UTARA) Negoro, Widigdo Rekso; Batuara, Tobok Sihar Hamonangan; Rodli, Muhammad; MR, Merisdawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41408

Abstract

General anesthesia merupakan suatu tindakan untuk menghilangkan nyeri, menghilangkan kesadaran dan menyebabkan amnesia pasien preoperasif. Pasien yang akan menjalani operasi sering merasa cemas yang disebabkan oleh banyak faktor. Kecemasan preoperasi dapat menjadi pemicu timbulnya mual hingga muntah (Post Operative Nausea and Vomiting). Penelitian ini menerapkan metode analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan pasien preoperasif dengan kejadian Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) pasien general anestesi. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Tebing Tinggi dengan populasi penelitian sebanyak 100 pasien general anestesi dengan sampel sebanyak 50 orang. Teknik consecutive sampling digunakan untuk memilih sampel yang sesuai dengan kriteria penelitian dan analisis data dilakukan dengan 2 cara yakni secara univariat dalam tabel distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan teknik uji Rank Spearman Rho. Dari hasil penelitian ini, diperoleh hasil kesehatan pasien preoperasif di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Tebing Tinggi mengalami cemas berat (32,0%) dan mayoritas pasien mengalami retching atau muntah (60,0%). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara kecemasan preoperatif dengan kejadian Post-Operative Nausea Vomiting (PONV) pada pasien general anestesi di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.III Tebing Tinggi dengan p-value=0,001, dengan koefisien korelasi tingkat sedang (r=0,463). Berdasarkan hal tersebut, dapat diketahui bahwa kecemasan preoperatif berhubungan dengan kejadian PONV pada pasien general anestesi.
PENGARUH KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DAN KONTROL DIRI TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Wurangian, Prisilia Karina; Wariki, Windy M. V.; Lampus, Harsali F.; Kairupan, Bernabas H. R.; Sinolungan, Jehosua S. V.; Taroreh, Mercy I. R.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41547

Abstract

Konformitas merupakan suatu perilaku yang ditampilkan oleh seseorang karena disebabkan orang lain juga menampilkan perilaku tersebut. Kontrol diri adalah kemampuan untuk mengendalikan dan meregulasi impuls atau dorongan, emosi, keinginan, harapan, dan perilaku lain yang berada di dalam diri. Kesadaran adalah keadaan seseorang di mana ia tahu/mengerti dengan jelas apa yang ada dalam pikirannya. Perilaku merokok adalah sesuatu aktivitas yang dilakukan individu berupa membakar dan menghisapnya serta dapat menimbulkan asap yang dapat terhisa. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh konformitas teman sebaya dan kontrol diri terhadap perilaku merokok pada siswa Siswa Menengah Kejuruan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan studi analitik observasional menggunakan metode survei dan pembagian kuesioner dengan pendekatan cross sectional. variabel dalam penelitian ini variabel bebas Konformitas teman sebaya disekolah dan kontrol diri Variabel terikat Kesdaran dan perilaku merokok. Dalam penelitian ini yang menjadi instrumen penelitian yaitu kuesioner dari 4 peneliti sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur terbanyak yaitu 16 tahun (64,4%) dan yang paling sedikit yaitu 15 tahun (3,4%), jenis kelamin responden terbanyak yaitu laki-laki dengan jumlah 34 (57,6%), hasil pengaruh konformitas teman sebaya dengan kesadaran dan perilaku merokok pada siswa diperoleh nilai P-Value <0,005. Selanjutnya pengaruh kontrol diri dengan kesadaran dan perilaku merokok pada siswa diperoleh nilai P-Value <0,005. Kesimpulan terdapat pengaruh yang signifikan antara konformitas teman sebaya dan kontrol diri dengan kesadaran dan perilaku merokok.
EVALUASI SIMRS MENGGUNAKAN MODEL HOT-FIT RSUD DR. ZUBIR MAHMUD KABUPATEN ACEH TIMUR Khairurrozi, Muhammad; Nurahmani, Nurahmani; Nasution, Hanafi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.35266

Abstract

Penerapan sistem teknologi informasi membawa perubahan banyak aspek kehidupan masyarakat, tidak lepas pula dalam pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit, semua aspek pelayanan dipermudah dengan kehadiran teknolgi sistem informasi. Tujun penelitian ini adalah ini adalah untuk melihat penggunaan sistem informasi manajemen rumah sakit di rumah sakit umum daerah dr. Zubir mahmud kabupaten aceh timur pada tahun 2024. Desain penelitian yang digunakan yaitu jenis analytic dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam peneltian ini yaitu tenaga kesehatan yang mewakili masing-masing ruangan sebanyak 43 tenaga kesehatan. Hasil peneltian menunjukkan bahwa dari 43 responden terdapat 30 responden dengan human baik mayoritas puas dalam penggunaan sistem informasi menggunakan metode HOT-Fit  sebanyak 26 (86,66%), sedangkan dari 13 responden dengan human kurang baik sebanyak 3 (23,07%), maka ada hubungan antara human dengan penggunaan sistem informasi dengan kepuasan pengguna dengan p-value 0,000 (p<0,05). Dari 43 responden terdapat 21 responden dengan organization baik seluruhnya mengatakan puas sebanyak 21 responden (100%). Sedangkan dari 22 responden dengan organization kurang baik mengatakan tidak puas sebanyak 12 responden (54,5%), maka ada hubungan organizing dengan penggunaan sistem informasi dengan p-value 0,000 (p<0,05). Dari 43 responden terdapat 33 responden Technology baik seluruhnya mengatakan puas terhadap sistem informasi menggunakan metode HOT-Fit sebanyak 38 responden (100%). Sedangkan dari 5 responden yang mengatakan tidak baik sebanyak 3 responden (60%), maka Ada hubungan technology dengan penggunaan sistem informasi dengan p-value 0,000 (p<0,05).  Diharapakan bagi instansi rumah sakit untuk terus meningkatkan keterampilan dan kualitas sistem agar menambah kepuasan bagi tenaga kesehatan terutama yang menggunakan sistem informasi secara langsung.
EAR DISORDER SCREENING IN IMPROVING HEARING QUALITY IN CHILDREN AT CIANTRA STATE ELEMENTARY SCHOOL 01 CIKARANG SELATAN BEKASI A. Sumilat, Wiro; Alfaqih, Muhammad Subhan; Purwoko, Reza Yuridian
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.37996

Abstract

Gangguan pendengaran pada anak usia sekolah merupakan masalah kesehatan yang dapat memengaruhi perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa 34 juta anak mengalami gangguan pendengaran, dengan 60% kasus dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk menyaring gangguan pendengaran serta meningkatkan kesadaran tentang kesehatan telinga pada siswa Sekolah Dasar Negeri Ciantra 01, Cikarang Selatan. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan otoskopi terhadap 68 siswa kelas 1 dan 5, disertai dengan edukasi kesehatan telinga. Persiapan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak sekolah dan penyediaan peralatan medis seperti otoskop, lampu kepala, dan alat pembersih telinga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 26 siswa (38%) mengalami cerumen yang dapat memengaruhi fungsi pendengaran mereka, dan 6 siswa (23%) membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan. Selain itu, tidak ditemukan kelainan telinga lain yang signifikan. Kegiatan edukasi menunjukkan hasil positif, dengan siswa dan guru memperlihatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya kebersihan telinga, sebagaimana tercermin dari keberhasilan siswa dalam kuis edukasi. Sekolah memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini dan merekomendasikan agar program serupa dilaksanakan secara rutin. Penelitian ini menyoroti pentingnya program pemeriksaan dan edukasi kesehatan telinga untuk mencegah gangguan pendengaran pada anak-anak. Implementasi program ini secara luas diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan proses belajar siswa, serta berkontribusi pada kebijakan kesehatan masyarakat terkait pencegahan gangguan pendengaran.