cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR DI DESA SAMPUR TOBA KECAMATAN HARIAN KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2024 Hutapea, Joice Fransisca Aprilia; Tarigan, Frida lina; Dakhi, Rahmat A; Manurung, Kesaktian; Sembiring, Rinawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.12088

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana banjir di Desa Sampur Toba Kecamatan Harian Kabupaten Samosir. Penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yaitu penelitian yang hanya dilakukan sekali sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh peneliti dengan melihat adanya hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Penelitian dilaksanakan di Desa Sampur Toba Kecamatan Harian Kabupaten Samosir selama 6 bulan yaitu bulan September 2024 s/d bulan Pebruari 2025. Populasi penelitian adalah seluruh keluarga yang bertempat tinggal di Desa Sampur Toba Kecamatan Harian Kabupaten Samosir yang berjumlah 211 keluarga dengan sampel berjumlah 68 keluarga. Sampel dipilih secara proporsional random sampling dengan memperhatikan tempat tinggal keluarga di setiap dusun. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa lembar kuesioner dimana responden diberikan pertanyaan yang disusun serta tertulis untuk mengumpulkan data, sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui telaah dokumen khususnya gambaran profil lokasi penelitian. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, intervensi pencegahan, dan nilai-nilai yang dianut dengan kesiapsiagaan masyarakat terhadap banjir di Desa Sampur Toba Kecamatan Harian Kabupaten Samosir. Berdasarkan hasil penelitian sebagai penelitian adalah diperlukan pendekatan yang berbeda berbasis tingkat pendidikan, status pekerjaan terhadap upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di Desa Sampur Toba Kecamatan Harian Kabupaten Samosir.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI RSUD H.BACHTIAR DJAFAR MEDAN LABUHAN TAHUN 2024 Simanjorang, Elfrida; Dakhi, Rahmat Alyakin; Tarigan, Frida Lina; Ketaren, Otniel; Manurung, Jasmen
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.12369

Abstract

Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas nilai normal yaitu melebihi 140/90 mmHg. Kasus hipertensi di Indonesia meningkat sebesar 34,4% di tahun 2023, di Sumatera Utara tercatat 52,61 orang menderita hipertensi dan dialami oleh kalangan usia dewasa awal umur 21-40 tahun dengan jumlah 23,128, usia dewasa menengah umur 41-60 tahun dengan jumlah 15,162 dan usia tua umur 61-80 tahun dengan jumlah 13,971. Tujuan dari penelitian ini adalah Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi di RSUD H. Bachtiar Djafar Medan Labuhan tahun 2024. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 825 pasien rawat jalan dan pasien rawat inap selama 6 bulan dan sampelnya sebanyak 90 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah uji-square dengan p-value (0,05). Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan IMT (p-value : 0,005), merokok (p.value : 0,000), konsumsi alkohol (p-value : 0,011), stress (p-value : 0,005) dengan kejadian hipertensi diharapkan agar petugas kesehatan dapat melakukan sosialisasi kepada pasien untuk mencegah dari obesitas dan faktor lain seperti konsumsi alkohol, stress, merokok
HUBUNGAN TINGKAT STRES AKADEMIK DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWA PROFESI BIDAN DI UNIVERSITAS AIRLANGGA Sidiqkah, Amalia Iin; Andriyanti, Andriyanti; Setyowati, Dewi; Farizi, Sofia Al
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.25412

Abstract

Menstruasi merupakan proses meluruhnya endometrium yang mengeluarkan darah melalui vagina. Siklus menstruasi normal adalah 21-35 hari. Sebanyak 80% perempuan di dunia mengalami menstruasi tidak teratur. Di Indonesia wanita usia 10-59 tahun mengalami masalah menstruasi tidak teratur sebanyak 13,7%. Siklus menstruasi dipengaruhi oleh stres, karena stres membuat rangsangan pada hypothalamus-pituitary-adrenal axis sehingga menghasilkan hormon kortisol. Hormon kortisol menyebabkan ketidakseimbangan hormonal pada hormon reproduksi, salah satu dampaknya adalah perubahan siklus menstruasi. Mahasiswa cenderung mengalami stres, penyebab stres pada mahasiswa diantaranya jadwal perkuliahan yang padat, dan tuntutan prestasi akademik. Sebanyak 50% mahasiswa mengalami tingkat stres sedang, dan 55,2% mengalami siklus menstruasi tidak teratur. Mengetahui hubungan tingkat stres akademik dengan siklus menstruasi pada mahasiswa profesi bidan di Universitas Airlangga. Penelitian ini menggunakan desain studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah mahasiswa profesi bidan Universitas Airlangga sebanyak 53 orang yang memenuhi kriteria inklusi yaitu mahasiswa yang berusia 20-35 tahun. Penelitian dilakukan pada Januari 2024. Pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa data primer dengan menyebarkan kuesioner secara online. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan hasil penelitian, 52,8% mahasiswa mengalami tingkat stres akademik tinggi, dan 64,2% mahasiswa mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Analisis uji korelasi Chi-Square tingkat stress akademik dengan siklus menstruasi memiliki hubungan dengan nilai p=0,042. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan tingkat stres akademik dengan siklus menstruasi pada mahasiswa profesi bidan di Universitas Airlangga.
COMPARISON OF THE EFFECTS OF CORE EXERCISE AND BALANCE STRATEGY EXERCISE ON WALKING SPEED AND FRAILTY LEVEL IN THE ELDERLY Utami, Arini; Muniroh, Muflihatul; yuniati, Renni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38507

Abstract

Penuaan menyebabkan perubahan fisiologis dan biomekanik, termasuk penurunan otot, berkurangnya panjang langkah, kecepatan berjalan lebih lambat, dan peningkatan risiko jatuh. Studi ini membandingkan efek latihan inti dan keseimbangan pada kecepatan berjalan dan tingkat kelemahan pada orang tua. Ini menggunakan Desain Kelompok Kontrol Pra dan Pasca Tes dengan 40 responden yang dibagi secara acak menjadi dua kelompok. Satu kelompok melakukan latihan inti, sementara yang lain berlatih latihan strategi keseimbangan, keduanya dilakukan tiga kali seminggu selama empat minggu. Kecepatan berjalan diukur menggunakan tes kecepatan berjalan 4 meter, dan kelemahan dinilai dengan Indeks Kelemahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok inti, kecepatan berjalan pasca-tes rata-rata 1,27 m/s, meningkat dari 0,98 m/s (p=0,00), sedangkan pada kelompok keseimbangan, meningkat dari 1,03 m/s menjadi 1,14 m/s (p=0,004). Skor Indeks Kelemahan kelompok inti menurun dari 1,55 menjadi 0,6 (p=0,00), sedangkan skor kelompok keseimbangan menurun dari 1,6 menjadi 1,4 (p=0,046). Tidak ditemukan perbedaan signifikan antara kelompok dalam peningkatan kecepatan berjalan (p=0,051), tetapi latihan inti secara signifikan mengurangi kelemahan lebih banyak daripada latihan keseimbangan (p=0,00). Sebagai kesimpulan, kedua jenis latihan tersebut meningkatkan kecepatan berjalan dan mengurangi kelemahan pada lansia. Namun, meskipun latihan inti dan latihan keseimbangan memiliki efek yang sama pada kecepatan berjalan, latihan inti secara signifikan lebih efektif dalam menurunkan tingkat kelemahan.
FAKTOR KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI RSUD CIBINONG KABUPATEN BOGOR PERIODE 2023 Maharani, Tasya Divana; Sari, Siti Maulidya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38508

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Riskesdas (2018) melaporkan terdapat 48,9% wanita hamil dengan anemia di Indonesia. Kondisi ini berisiko menyebabkan komplikasi yang serius terhadap ibu dan janinnya. Berdasarkan data Dinkes Jawa Barat tahun 2020, Kabupaten Bogor merupakan daerah dengan ibu hamil yang mengalami anemia tertinggi ke-3 di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi faktor risiko penyebab anemia pada kehamilan di RSUD Cibinong sebagai strategi dalam pencegahan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain analitik obervasional dan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 150 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dengan metode quota sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji variabel Chi-Square dengan SPSS. Hasil menunjukan riwayat anemia (76,9%), usia ibu <20 dan >35 tahun (45,6%), serta status nutrisi (81,1%) merupakan faktor-faktor yang signifikan secara statistik (p < 0,05) terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. Namun jarak kehamilan dan paritas tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05). Faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil meliputi riwayat anemia, usia, dan status nutrisi. Ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan strategi pencegahan anemia pada ibu hamil.
ANALISIS POLA MAKAN TIDAK TERATUR SEBAGAI FAKTOR RESIKO GERD PADA MAHASISWA UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA Lingga, Dian Early Stevi; Elon, Yunus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.39371

Abstract

GERD merupakan gangguan sistem pencernaan yang sering ditemui. Perubahan gaya hidup dan meningkatnya tekanan akademik di kalangan mahasiswa memicu kebiasaan pola makan yang tidak menentu, yang dianggap sebagai salah satu faktor risiko GERD. Kebiasaan melewatkan waktu makan atau mengonsumsi makanan tidak seimbang, sering ditemukan pada mahasiswa dan dapat berpengaruh terhadap kejadian GERD. Dengan menerapkan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan analitik dan cross-sectional untuk mengeksplorasi hubungan antara pola makan yang tidak teratur dengan peningkatan risiko GERD di kalangan mahasiswa keperawatan. Hasil analisis menggunakan uji Spearman's rho menunjukkan bahwa pola makan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan terjadinya GERD, dengan koefisien korelasi 0.012 dan nilai signifikansi 0.920. Temuan ini mengindikasikan bahwa pola makan tidak secara langsung memengaruhi kejadian GERD dalam sampel penelitian ini. Mayoritas mahasiswa Universitas Advent Indonesia memiliki pola makan cukup baik, meskipun beberapa masih memiliki kebiasaan makan tidak teratur. GERD cukup umum terjadi di kalangan mahasiswa, dipengaruhi oleh faktor seperti konsumsi makanan tertentu, stres akademik, dan gaya hidup. Namun, hasil analisis statistik mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara pola makan yang tidak teratur dan kejadian GERD, sehingga pola makan bukanlah faktor risiko utama GERD pada penelitian ini.
EFEKTIVITAS STRETCHING TERHADAP NYERI OTOT, FLEKSIBILITAS DAN PENGURANGAN KEJADIAN CEDERA PADA PEMAIN FUTSAL SEBELUM MELAKUKAN PERTANDINGAN Dzulhy, Muh Farel; Safei, Imran; Ikram, Dzul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.39650

Abstract

Stretching merupakan salah satu bagian penting dalam sesi latihan, khususnya pada fase pendinginan. Sesi latihan umumnya diawali dengan pemanasan, dilanjutkan dengan latihan utama, dan diakhiri dengan pendinginan. Berdasarkan pedoman dari American College of Sports Medicine (ACSM) tahun 2018 dan American Heart Association (AHA) tahun 2020, stretching menjadi komponen penting dalam fase pendinginan. Stretching berperan dalam menjaga fleksibilitas otot dan sendi, serta membantu mengurangi risiko cedera setelah berolahraga. Nyeri menjadi faktor yang dapat memengaruhi aktivitas fisik seseorang. Nyeri yang terjadi pada persendian berpotensi membatasi rentang gerak dan menurunkan kemampuan seseorang dalam melakukan pergerakan secara optimal. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri tersebut adalah dengan melakukan olahraga, termasuk stretching. Latihan peregangan ini bertujuan untuk meningkatkan kelenturan otot serta mengurangi ketegangan pada sendi, sehingga dapat memberikan manfaat dalam mengurangi rasa nyeri. Penelitian ini menggunakan metode review artikel dengan sumber data berasal dari berbagai jurnal ilmiah yang diperoleh melalui internet. Berdasarkan hasil tinjauan literatur, stretching terbukti efektif dalam meningkatkan fleksibilitas otot dan sendi, yang pada akhirnya dapat membantu menurunkan atau bahkan menghilangkan nyeri sendi. Hal ini sangat bermanfaat bagi pemain futsal, yang sering mengalami tekanan pada persendian akibat aktivitas fisik yang intens. Dengan demikian, stretching menjadi latihan yang direkomendasikan untuk menjaga kesehatan otot dan sendi, terutama bagi atlet maupun individu yang aktif berolahraga.
LAPORAN KASUS PENATALAKSANAAN MULTIPLE CHRONIC CONDITIONS MENCAKUP LOW BACK PAIN, DISLIPIDEMIA, UNDERWEIGHT DAN DISPEPSIA DENGAN PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA Sugiarto, Decven Angela; Atzmardina, Zita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40611

Abstract

Dalam masyarakat, kondisi multiple chronic conditions (MCC) menjadi sangat umum, terutama di kalangan lansia dan paruh baya. Penanganan MCC membutuhkan peran keluarga selain profesional kesehatan dan pengobatan farmakologis. Dalam kasus ini, seorang wanita berusia 77 tahun yang mengalami berbagai kondisi kronis, termasuk nyeri punggung bawah, dislipidemia, berat badan kurang, dan dispepsia, yang diobati melalui terapi kedokteran keluarga. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk menunjukkan betapa pentingnya peran keluarga dalam mengelola pasien dengan MCC. Namun, keluarga pasien memiliki faktor risiko yang berasal dari golongan sosiodemografis menengah kebawah, sehingga tenaga kesehatan profesional harus berperan aktif. Selain itu, MCC meningkatkan kemungkinan mengalami kecacatan dan mengurangi kualitas hidup lansia. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, pengawasan dan tindakan lanjutan dari tenaga kesehatan sangat penting. Setelah penatalaksanaan secara kontinu selama 1 bulan, pasien mengalami perbaikan klinis dan juga merasakan support dari keluarga yang kemudian meningkatkan rasa “sehat”-nya.  Pemeriksaan kolesterol total didapatkan 183 mg/dL. Coping score pasien dan keluarga setelah intervensi adalah 4, yaitu  mengetahui masalah, solusi, sebagian sudah dilakukan namun masih memerlukan pendampingan. Karena itu pendampingan pasien harus terus dilakukan supaya dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.
PENGABDIAN MASYARAKAT KEBIDANAN KOMUNITAS “SEDARI HATI” PUDDING SELEDRI ATASI HIPERTENSI Kundaryanti, Rini; Nurhayati, Anita; Susanti, Agustin; Fauziah, Euis Nurul; Nurhanifah, Khairussyifa; Robert, Necia Stephani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40749

Abstract

Di Kota Depok, kasus hipertensi tercatat mencapai 10.591, yang mencerminkan urgensi pengelolaan penyakit ini. Salah satu tanaman herbal yang dikenal efektif menurunkan tekanan darah adalah daun seledri (Apium graveolens L), yang mengandung senyawa aktif seperti apigenin, flavonoid, dan 3-n- butylphthalide (3nB). Senyawa ini bekerja dengan cara menghambat enzim angiotensin- converting enzyme (ACE), melebarkan pembuluh darah, dan menurunkan tekanan darah secara signifikan. Pemberian rebusan daun seledri selama tujuh hari berturut-turut dilaporkan mampu menurunkan tekanan darah sistolik hingga 20 mmH dan diastolik hingga 10 mmHg. Dengan meningkatnya kebutuhan akan metode pengobatan yang terjangkau, pemanfaatan daun seledri sebagai terapi komplementer untuk hipertensi menjadi salah satu alternatif yang dapat diterapkan secara luas di masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat in dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan peragaan. Dengan sasaran ibu lansia. Hasil pengabdian masyarakat ini berjalan lancar dengan diikuti oleh 28 peserta lansia. Sebelum penyuluhan, nilai pre-test peserta adalah 75%, yang meningkat menjadi 91% setelah penyuluhan, edukasi, dan diskusi. Para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tentang hipertensi, tetapi juga belajar cara baru menikmati seledri sebagai terapi komplementer untuk hipertensi, yaitu dengan mengolahnya menjadi pudding. Mereka terlihat aktif, antusias, dan senang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan setelah pemberian penyuluhan dan demonstrasi sat pengabdian masyarakat, intervensi yang diberikan berjalan dengan baik dan efektif dengan hasil lansia mampu menjawab pertanyaan terkait hipertensi dan manfaat pudding seledri.
CLINICOPATHOLOGICAL CHARACTERISTIC OF LUPUS NEPHRITIS : A CASE SERIES AND LITERATURE REVIEW Simanjuntak, Rahel Abigael Putri Sabatini; Handajaningrum, Ita Murbani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42021

Abstract

Lupus nefritis (LN) merupakan salah satu manifestasi klinis dari penyakit Lupus Sistemik Eritematosus (LES) yang disebabkan oleh proses peradangan yang timbul akibat terganggunya mekanisme imunologis penderitanya. Penelitian ini memuat 5 kasus LN dimana setiap pasien menunjukkan karakteristik klinikopatologi yang bervariasi setelah dilakukan analisa terstruktur terhadap data rekam medis pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien LN adalah perempuan. Melalui temuan ini didapatkan adanya kemungkinan hubungan antara respon imun yang meningkat dengan hormon estrogen pada perempuan. Penderita LN dapat tampil dengan keluhan terkait abnormalitas urin seperti urin yang berbusa, namun pasien LN juga dapat tampil dengan gejala klasik LN seperti edema periorbital maupun perifer. Gejala klinis lainnya yang dapat timbul pada pasien LN antara lain mual, muntah, sesak nafas, dan adanya tanda-tanda anemia. Pengukuran kreatinin, ureum, dan laju filtrasi glomerulus (LFG) penting dilakukan untuk mengevaluasi fungsi ginjal pasien LN. Terdapat hubungan antara temuan laboratorium dan gejala klinis yang tampil pada pasien. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan sebagian besar pasien terklasifikasi dalam LN Kelas II. Pemeriksaan histopatologi adalah pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menentukan tipe lesi ginjal pada pasien LN. Sulitnya menegakkan diagnosis LN pada tahap awal perjalanan penyakit membutuhkan perhatian lebih. Untuk itu, perlu dilakukan pemeriksaan dan analisa karakteristik klinikopatologi yang terstruktur sejak tahap awal perjalanan penyakit agar tercapainya prognosis yang lebih baik bagi pasien.