cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PRIMARY OPEN ANGLE GLAUCOMA IN PATIENT WITH ASTIGMATISM Fathiyah, Fathiyah; Hayati, Hayati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42366

Abstract

Salah satu penyebab utama kebutaan permanen di dunia adalah glaukoma sudut terbuka primer (POAG) yang ditandai dengan peningkatan tekanan intraokular (IOP) dan neuropati optik progresif. Secara global, diperkirakan lebih dari 57 juta orang terkena POAG pada tahun 2015. Sebuah penelitian berbasis rumah sakit pada tahun 2020 di Jakarta menemukan bahwa 35% pasien POAG menderita astigmatisme ≥1,0 ​​dioptri. Studi ini menyoroti pentingnya deteksi dini dan pengobatan multidisiplin untuk mencegah kebutaan permanen dan penurunan kualitas hidup pasien. Disajikan laporan kasus seorang wanita berusia 23 tahun dengan riwayat keluarga menderita glaukoma. Datang mengeluhkan pandangan kabur pada kedua mata sejak 1 tahun terakhir dan memburuk sejak 3 hari yang lalu. Visus dilaporkan sebagai OD 0,8 C -0,50D X 135°, OS 1,0 F1 S C -0,25 dengan koreksi 1.0 pada masing-masing mata. Pemeriksaan fisik mata ditemukan disfungsi kelenjar meibom ODS, refleks fundus dan makula ODS positif, kornea ODS jernih, kedalaman bilik mata depan (COA) ODS cukup, dan lensa ODS jernih. Hasil pemeriksaan tonometri ODS dilaporkan masing-masing 24 mmHg. Hasil pemeriksaan funduskopi langsung dilaporkan N. II OD bulat dengan batas tegas, N. II OS glaukomatosa, C/D rasio OD 0.6 dan OS 0.7, barring of circumlinear vessels (+/+), DLS (+/+), dan terdapat penipisan temporal dan vertikal, A/V ODS 2/3.
DIAGNOSA KOMUNITAS UPAYA MENINGKATKAN CAKUPAN IMUNISASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELUKNAGA, KABUPATEN TANGERANG, PROVINSI BANTEN Maharani, Nadila Putri; Tirtasari, Silviana; Ginting, Silvie Anastasya; Simatupang, Natasya Theresia; Drajat, Radhiyya Tsabitah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42543

Abstract

Imunisasi merupakan metode untuk secara aktif membangun ketahanan terhadap penyakit, sehingga ketika seseorang terpapar penyakit tersebut di masa mendatang, mereka tidak akan mengalami sakit parah atau hanya gejala ringan. Laporan imunisasi rutin tahun 2021 menunjukkan adanya penurunan cakupan imunisasi dasar lengkap sebesar 9,5% dari 93,7% pada tahun 2019 menjadi 84,2% pada tahun 2021. Selain itu, ada penurunan penyuntikan imunisasi campak-rubella pada anak-anak sebesar 14,2% dari 72,7% (2019) menjadi 65,3% (2020). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi daerah yang menghadapi masalah utama dalam mencapai target cakupan imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Teluknaga, Banten. Metode yang digunakan adalah pendekatan diagnosis komunitas. Penentuan masalah dilakukan dengan menggunakan paradigma Blum. Penetapan prioritas dilakukan melalui non-scoring Delphi, serta identifikasi akar penyebab masalah menggunakan diagram fishbone. Rencana intervensi disusun berdasarkan akar permasalahan yang ditemukan. Intervensi yang dilakukan berupa penyuluhan mengenai imunisasi. Data dikumpulkan melalui pengisian mini survei, pre-test, dan post-test. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pendekatan sistem. Berdasarkan prioritas permasalahan, gaya hidup diidentifikasi sebagai penyebabnya. Hasil dari intervensi menunjukkan bahwa 4 (100%) kader mengalami peningkatan nilai pada post-test dengan nilai mencapai ≥ 80. Sebanyak 25 (84%) orang tua menerima nilai post-test ≥ 70. Desa Kampung Melayu Timur merupakan area dengan cakupan imunisasi yang masih kurang. Faktor gaya hidup menjadi penyebab utama tentang cakupan tersebut. Setelah intervensi, terjadi peningkatan pengetahuan mengenai imunisasi, jadwal imunisasi, serta peningkatan kepedulian orang tua terhadap imunisasi dan kontrol ke Posyandu.
EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK DAUN BANDOTAN DAN DAUN SINTRONG TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Rachmawati, Aulia Gustiani; Naldi, Yandri; Fitriani , Hikmah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42681

Abstract

Escherichia coli adalah bakteri yang kerap menjadi penyebab manusia mengalami penyakit infeksi, salah satunya yaitu diare. Kasus diare di Jawa Barat diperoleh sebanyak 73.285 kasus dengan 7,42 kasus diantaranya berasal dari kota cirebon. Penggunaan antibiotik jangka panjang dapat menyebabkan resisten, sehingga diperlukan alternatif bahan alami seperti daun bandotan (Ageratum conyzoides Linnaeus) dan daun sintrong (Crassocephalum crepidioides) mengandung zat alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Studi dilakukan agar mengetahui bagaimana efektivitas kombinasi ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides Linnaeus) dan daun sintrong (Crassocephalum crepidioides) terhadap pertumbuhan bakter Escherichia coli. Penelitian true experimental dengan posttest only group control digunakan untuk riset ini. bakteri Escherichia coli adalah sampel yang digunakan. Uji terhadap antibakteri mengaplikasikan prosedur difusi cakram untuk melihat zona hambat dari kombinasi ekstrak ini terhadap bakteri Escherichia coli. Nilai rerata 5,8 mm untuk zona hambat yang termasuk kategori sedang merupakan daya hambat paling tinggi terdapat pada konsentrasi kombinasi daun bandotan 50% daun sintrong 50%. Hasil p < 0,001 didapatkan dari hasil uji Kruskal wallis yang menunjukan terdapat munculnya ketidak samaan daya hambat pada setiap konsentrasi ekstrak daun bandotan daun sintrong terhadap pertumbuhan Escherichia coli. Kesimpulannya Escherichia coli dapat dihambat secara efektif dengan kombinasi ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides Linnaeus) daun sintrong (Crassocephalum crepidioides).
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DAN SEDENTARY LIFESTYLE DENGAN RISIKO SINDROM METABOLIK PADA REMAJA SMA BATIK 1 SURAKARTA Ayu Masruro, Andita; Sarbini, Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42735

Abstract

Sindrom Metabolik terjadi ketika seseorang memiliki setidaknya tiga dari enam kondisi, yaitu obesitas sentral, mikroalbuminuria, dislipidemia, hipertensi, kadar glukosa darah tinggi (diabetes), dan indeks massa tubuh yang tidak normal. Pola makan pada remaja dapat memengaruhi terjadinya peningkatan faktor kejadian sindrom metabolik. Perubahan gaya hidup dari gaya hidup tradisional menjadi sedentari (kurang gerak) turut berkontribusi terhadap pola makan yang meningkatkan risiko obesitas pada remaja. Remaja yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi pada hiperlipidemia, hipertensi, resistensi insulin dan diabetes tipe 2 serta sindrom metabolik. Peneliti tertarik melihat hubungan asupan protein dan sedentary lifestyle dengan risiko sindrom metabolik pada remaja di SMA Batik 1 Surakata. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan sampel sebanyak 65 remaja yang dipilih melalui metode proporsional random sampling. Faktor yang diteliti meliputi konsumsi protein, gaya hidup sedentari, dan sindrom metabolik. Konsumsi protein dalam satu bulan terakhir dihitung menggunakan instrumen SQ-FFQ, sementara gaya hidup sedentari diukur dengan kuesioner ASAQ yang mencakup aktivitas selama seminggu terakhir. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara asupan protein dengan risiko sindrom metabolic (p value yaitu 0,005) dan sedentary lifestyle dengan risiko sindrom metabolic (p value yaitu 0,011). Remaja yang mengkonsumsi protein secara berlebih dan melakukan sedentary lifestyle yang tidak baik sebagian besar berisiko mengalami sindrom metabolik.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI DENGAN DONOR DARAH DI LINGKUNGAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MAYAPADA JAKARTA SELATAN Simatupang, Erna Juliana; Babo, Djimmy Heru Purnomo; Sinaga, Wanto; Bage, Veronika Papo
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42757

Abstract

Peningkatan kebutuhan darah pada kasus kasus kegawatdaruratan di Indonesia teruatama di kota besar terus meningkat tidak disertai dengan peningkatan orang yang bersedia mendonorkan darahnya, sementara secara ilmiah tindakan donor darah tidak merugikan namun dapat turut meningkatkan kesehatan seseroang, namun sampai saat ini masih banyak orang yang belum mau melakukan donor darah. Metode penelitian adalah metode kuantitaf dengan desain cross-sectional menggunakan uji chi-squre. Populasi dalam penelitian ini adalah semua civitas akademika (mahasiswa dan dosen) STIKes Mayapada dan Karyawan Mayapada Hospital Jakarta Selatan yang mendaftar pada kegiatan donor darah STIKes Mayapada dalam rangka kegiatan perayaan 17 Agustus 2024 STIKes Mayapada yang dirangkaikan dengan kegiatan lomba dan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan kesehatan dan donor darah. Sampel dari penelitian ini adalah semua yang mendaftar di undangan donor darah perayaan 17 Agustus 2024 STIKes Mayapada melalui link yang diedarkan dan datang ke lokasi donor darah di Kampus STIKes Mayapada (Total sampling=42 responden). Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat. Dari hasil penelitian diperoleh karekateristik responden mayoritas perempuan (61,9%), mayoritas dengan tingkat pendidikan SMA/SMK (57,1%), mayoritas pada kelompok usia 16-23 (50%). Dari hasil uji statistik diketahui terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan motivasi responden dalam melakukan donor darah dengan nilai p 0,000. Semakin baik pengetahuan seseorang tentang donor darah dan semakin tinggi motivasi seseorang untuk melakukan donor darah maka semakin tinggi pula kemauan untuk melakukan donor darah.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI VASEKTOMI DI DKI JAKARTA : TINJAUAN LITERATUR Lumbantobing, Diego Sergio Giasia; Adnan, Nurhayati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42763

Abstract

Penggunaan kontrasepsi pria, khususnya vasektomi, masih tergolong rendah di Indonesia meskipun program Keluarga Berencana (KB) telah diperkenalkan secara luas. Rendahnya partisipasi pria dalam vasektomi disebabkan oleh kurangnya pemahaman, stigma sosial, dan keterbatasan akses terhadap edukasi mengenai metode ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi terhadap peningkatan penggunaan alat kontrasepsi vasektomi di DKI Jakarta melalui kajian literatur. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelusuri artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam tujuh tahun terakhir (2015–2025). Sumber data diperoleh dari jurnal nasional dan internasional yang relevan dengan topik penelitian. Artikel yang dianalisis dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, kemudian dilakukan analisis terhadap metode penelitian, populasi, hasil, serta faktor yang mempengaruhi penggunaan vasektomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan melalui berbagai media, seperti penyuluhan langsung, media digital, dan konseling di fasilitas kesehatan, berpengaruh positif terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pria terhadap vasektomi. Faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan penggunaan vasektomi meliputi dukungan pasangan, keterlibatan tenaga kesehatan dalam edukasi, serta kemudahan akses layanan kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran dan penerimaan pria terhadap kontrasepsi vasektomi. Diperlukan upaya lebih lanjut dalam meningkatkan akses edukasi dan layanan vasektomi melalui kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan media informasi agar program KB lebih efektif dan inklusif.
OPEN WINDOW THORACOSTOMY FOR MULTIPLE LUNG ABCESS Kuncoro, Endika Cahyo; Ismail, Darmawan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42785

Abstract

Abses paru multipel tetap menjadi tantangan signifikan dalam pengobatan paru, terutama pada kasus yang resistan terhadap terapi konvensional. Penanganan kasus kompleks ini memerlukan pendekatan bedah yang tepat, dengan Open Window Thoracostomy (OWT) muncul sebagai opsi potensial untuk kasus yang sulit. Untuk melaporkan keberhasilan penanganan abses paru multipel menggunakan teknik OWT dengan komorbid diabetes melitus dan riwayat konsumsi alkohol kronis. Seorang pria dengan diabetes melitus tipe 2 yang tidak terkontrol dengan baik (HbA1c 9,2%) datang dengan batuk produktif, demam, dan dispnea progresif selama tiga minggu. CT scan dada menunjukkan tiga rongga abses di paru kanan dengan berbagai ukuran (6,8 x 5,2 cm, 4,5 x 3,8 cm, dan 5,6 x 4,7 cm). Setelah kegagalan terapi antibiotik selama 14 hari, prosedur OWT dilakukan menggunakan pendekatan anterolateral yang dimodifikasi. Pemulihan pascaoperasi mencakup protokol perawatan luka terstruktur dan rehabilitasi komprehensif. Penutupan luka yang lengkap dicapai pada bulan ke-4, dengan perbaikan signifikan pada fungsi paru (FEV1 82% dan FVC 78% dari nilai prediksi) pada bulan ke-6 pascaoperasi. OWT terbukti efektif dalam mengelola abses paru multipel yang kompleks, bahkan pada pasien dengan komorbiditas yang signifikan. Rekomendasi mencakup pentingnya pengenalan dini kegagalan pengobatan medis, optimalisasi teknik bedah dengan rekonstruksi CT 3D, pengembangan protokol pascaoperasi yang terstruktur, dan perlunya penelitian lebih lanjut tentang faktor prediktif untuk keberhasilan OWT.
LAPORAN KASUS LEPTOSPIROSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEMBONG Grace , Keren; Clement, Drew
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42840

Abstract

Kasus leptospirosis kembali timbul dalam 1 bulan terakhir di wilayah kerja puskesmas Gembong. Namun, satu kasus yang baru muncul tersebut menyebabkan kematian pada pasien. Kejadian ini juga diiringi dengan adanya kejadian banjir akibat curah hujan yang tinggi pada bulan-bulan Oktober - Desember 2024. Terdapat bukti bahwa terdapat hasil positif leptospira di air dan tikus. Hal ini menjadi alasan mengapa diperlukan tindakan intervensi diagnosis komunitas untuk mencegah munculnya kasus leptospirosis baru di wilayah kerja Puskesmas Gembong. Pada kasus ini seorang laki-laki berusia 49 tahun datang ke Puskesmas Balaraja karena keluhan muntah, BAB cair, nyeri ulu hati dan demam. Pasien kemudian diobati namun tidak membaik setelah 1 minggu. Sehingga, pasien datang kedua kalinya ke Puskesmas Balaraja untuk menjalani pemeriksaan. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 70/50 mmHg sehingga pasien dirujuk ke RSUD Balaraja untuk menjalani perawatan intensif. Pada hasil pemeriksaan didapatkan abnormalitas lab dan IgM leptospira positif.
GAMBARAN VISUS PADA PENDERITA RETINOPATI DIABETIK SEBELUM DAN SESUDAH INJEKSI ANTI-VEGF : LITERATURE REVIEW Amin, Ni’ma Haifa; Amir, Suliati P; Novriansyah, Zulfikri Khalil
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43020

Abstract

Tinjauan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran visus pada panderita retinopati diabetik sebelum dan sesudah terapi injeksi Anti-VEGF. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder, berupa studi dari beberapa literatur yang diperoleh menggunakan elektronik based terakreditasi/terindeks Scopus dan Sinta seperti DOAJ, Springerlink, Cochrane, Biomed, Portal Garuda, Google Scholar, Elsevier/Clinical Key, PubMed, dan sumber database lainnya. Artikel ini mencari Gambaran visus pada penderita retinopati diabetik yang dilakukan terapi injeksi anti-VEGF, pencarian menghasilkan 286 artikel. Dengan menggunakan kriteria inklusi, 14 publikasi penelitian dipilih untuk ditinjau. Jurnal yang dibahas disini memiliki kontribusi unik dalam memahami efektivitas pemberian terapi anti-VEGF terhadap pasien retinopati diabetik dengan gangguan penglihatan, meskipun jurnal menonjol memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Metode penelitian pada tiap-tiap jurnal yaitu dengan pendekatan deskriptif dengan data sekunder 28,58% (4 dari 14), randomized controlled trial 14,28% (2 dari 14), analisis retropektif catatan medis elektronik 7,14% (1 dari 14), retropective cohort study 28,58% (4 dari 14), single center observasional case series 7,14% (1 dari 14), clinical trial 7,14% (1 dari 14), dan case report 7,14% (1 dari 14). Kesimpulan yang bisa ditarik dari 14 publikasi penelitian yang dipilih untuk ditinjau, bahwa penggunaan terapi anti-VEGF dapat mencegah terjadinya kehilangan penglihatan akibat terjadinya retinopati diabetik dan memberikan hasil yang signifikan yang dibuktikan dengan adanya perbedaan visual outcome pasien retinopati diabetic injeksi intravitreal anti-VEGF menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.
TINJAUAN PUSTAKA OPERASI METABOLIK DAN BARIATRIK SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF PENANGANAN OBESITAS PADA POPULASI DEWASA Suhuyanly, Nella
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43066

Abstract

Angka kejadian obesitas semakin meningkat pada populasi dewasa di seluruh dunia dengan berbagai efek samping yang ditimbulkan. Berbagai bukti ilmiah menunjukkan bahwa operasi metabolik dan bariatrik merupakan pilihan terapi yang paling efektif yang tersedia saat ini pada populasi obesitas kelas II dan secara konsisten dapat mempertahankan penurunan berat badan dalam jangka waktu yang lebih lama dan perbaikan kualitas hidup serta penuruan kejadian berbagai efek samping yang dapat disebabkan oleh obesitas, tanpa memandang prosedur operasi yang dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, di mana data diperoleh dari artikel jurnal, buku, laporan penelitian, dan sumber terpercaya lainnya yang membahas operasi metabolik dan bariatrik. Teknik analisis data meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dapat disimpulkan bahwa Operasi metabolik dan bariatrik merupakan salah satu alternatif penanganan obesitas pada populasi dewasa, terutama bagi individu dengan IMT ≥ 40 kg/m² atau ≥ 35 kg/m² disertai komorbiditas, yang gagal mencapai penurunan berat badan melalui modifikasi gaya hidup dan farmakoterapi. Prosedur ini bertujuan membatasi asupan makanan dan/atau mengurangi penyerapan nutrisi melalui berbagai teknik seperti gastric bypass dan gastric sleeve, yang terbukti efektif menurunkan berat badan serta memperbaiki komorbiditas seperti diabetes melitus tipe 2, hipertensi, dan dislipidemia.