cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
OFFICE SYNDROME LITERATURE REVIEW : LATEST RESEARCH INSIGHTS AND FUTURE DIRECTIONS Nusasenjaya, Radite; Santi, Theresia; Purwoko, Reza Yuridian; Melati, Rima; Anugrah, Andreas Surya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38142

Abstract

Sindroma Perkantoran atau Office syndrome merupakan kumpulan gejala yang terutama terjadi akibat kebiasaan bekerja dengan posisi statis dalam jangka waktu lama, yang sering timbul pada pekerja kantor. Sindrom ini mencakup berbagai gangguan muskuloskeletal dan masalah kesehatan lainnya yang disebabkan oleh duduk yang berkepanjangan, postur tubuh yang buruk, gerakan berulang, dan pengaturan ergonomis yang tidak memadai. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan pengetahuan, menyediakan gambaran holistik tentang Sindroma Perkantoran, dan memberikan dasar untuk penelitian lebih lanjut serta pengembangan rekomendasi berbasis bukti. Metodologi penelitian menggunakan narrative literature review dengan pencarian sistematis melalui database PubMed, Scopus, Web of Science, CINAHL, dan PsycINFO menggunakan kata kunci spesifik. Temuan penelitian menunjukkan prevalensi Sindroma Perkantoran mencakup gangguan muskuloskeletal berkisar 33,8-95,3%, dengan tingkat keparahan lebih tinggi di negara berkembang dibanding negara maju. Sindroma Perkantoran mencakup dua masalah utama: gangguan muskuloskeletal (work related musculoskeletal disorder/WMSD) dan Sindrom Penglihatan Komputer (Computer Vision Syndrome/CVS). Faktor risiko meliputi penggunaan komputer dalam waktu lama, usia lanjut, gerakan berulang, stres, posisi yang sama dalam waktu lama, beban kerja berat, merokok, pengalaman kerja berkepanjangan, kurang latihan fisik, dan status pendidikan. Responden perempuan dilaporkan lebih mungkin mengalami gangguan muskuloskeletal dibandingkan laki-laki. Penanganan mencakup pendekatan non-farmakologis seperti edukasi ergonomi dan perbaikan postur kerja, serta pendekatan farmakologis menggunakan analgesik, relaksan otot, dan obat adjuvan. Inovasi terkini termasuk terapi seluler seperti Mesenchymal Stem Cells (MSC), Platelet-Rich Plasma (PRP), eksosom, dan potensi modulasi vitamin D.
EDUKASI DENGAN MEDIA POSTER MELALUI WHATSAPP GROUP TERHADAP PENGETAHUAN KADER KESEHATAN TENTANG STUNTING Ernawati, Masfuah; Indrayanti, Indrayanti; Handayani, Aris
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38276

Abstract

Gagal tumbuh pada anak atau sering disebut dengan istilah stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang terjadi di Indonesia. Setwapres (2018) menyatakan stunting atau pendek disebabkan akibat kekurangan gizi kronis dan stimulasi psikososial serta paparan infeksi berulang terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Prevalensi stunting di Bojonegoro mengalami kenaikan dari tahun 2022 sebanyak 23,9% di tahun 2023 sebanyak 24,3%. Dari hasil studi pendahuluan tentang pengetahuan kader Kesehatan terhadap stunting yang dilakukan terhadap 10 kader Kesehatan di Puskesmas Sugihwaras hasilnya masih terdapat 3 (30%) kader Kesehatan yang mempunyai pengetahuan kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh edukasi dengan media poster melalui whatsapp Group terhadap pengetahuan kader kesehatan dalam Pencegahan stunting di puskesmas Sugihwaras Bojonegoro. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian Pre-Experiment dengan jenis one Group pre-test and post-test design. Populasi penelitian ini adalah semua kader kesehatan di Puskesmas Sugihwaras sejumlah 85. Sample penelitian yaitu sebagian kader kesehatan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 46. Sampling dengan menggunakan cara Simple random sampling. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik Kolmogrof Smirnov dan Wilcoxon. Hasil penelitian ini adalah ada pengaruh edukasi dengan media poster melalui whatshaap Group  terhadap pengetahuan kader kesehatan tentang stunting di Puskesmas Sugihwaras Bojonegoro dengan p-value= 0.000.
OPTIMASI GELLING AGENT PVA DAN HPMC MASKER PEEL-OFF EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KETEPENG CINA (CASSIA ALATA L.) SEBAGAI SEDIAAN ANTI ACNE Ramadhani, Sefni; Meirista, Indri; Mariska, Ruri Putri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38299

Abstract

Jerawat seringkali menjadi permasalahan yang sering terjadi pada semua wanita, jerawat biasanya tumbuh di daerah wajah, dada, serta punggung yang banyak megandung kelenjar sebasius pada umumnya jerawat disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi jerawat salah satunya adalah Staphyloccoccus aureus. Ekstrak etanol 70% daun ketepeng cina (Cassia alata L.) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat sebesar 12,5 mm, yang dimana zona hambat tersebut kategori sangat kuat. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimental laboratorium, dengan mengoptimasi formula sediaan masker gel peel-off menggunakan simplex lattice design dari ekstrak etanol 70% daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.) dengan menggunakan basis gel PVA (Polyvinil Alkohol) dan HPMC (Hydroxy Propyl Methyl Cellulose). Berdasarkan dari hasil penelitian ini tentang optimasi Gelling agent PVA dan HPMC pada sediaan masker gel peel-off dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan signifikan pada hasil evaluasi sediaan gel peel-off, hal ini dikarenakan sifat pembawa masing-masing gelling agent. Pada penelitian ini juga diperoleh hasil bahwasanya suhu peyimpanan sediaan gel peel-off dapat mempengaruhi stabilizes dan ketahanan suatu sediaan.Berdasarkan hasil uji antibakteri terhadapa bakteri staphylococcus aureus terbuki bahwasanya baik ekstrak ketepeng cina maupun sediaan masker gel peel-off ekstrak ketepeng cina memiliki aktivitas antibakteri yang termasuk dalam kategori sangat kuat. 
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, KOMUNIKASI, KEPERCAYAAN MEREK, DAN KEPERCAYAAN PASIEN KEPADA DOKTER TERHADAP LOYALITAS PASIEN DIMEDIASI DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT HERMINA ARCAMANIK Mellenia, Jesslyn; Ardi, Ardi; Wuisan, Dewi Sri Surya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40166

Abstract

Kualitas pelayanan, kepercayaan merek, komunikasi, dan kepercayaan kepada dokter dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pasien. Namun penelitian di RS Hermina Arcamanik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh kualitas pelayanan, komunikasi, kepercayaan merek, dan kepercayaan kepada dokter terhadap loyalitas pasien yang dimediasi oleh kepuasan pasien. Data dikumpulkan melalui kuesioner Google Form kepada 102 pasien dan dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan dan loyalitas yang dimediasi kepuasan. Selain itu, kepercayaan merek dan kepercayaan kepada dokter juga memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan, loyalitas, dan loyalitas yang dimediasi kepuasan. Komunikasi berpengaruh positif terhadap kepuasan tapi berpengaruh negatif terhadap loyalitas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kualitas pelayanan, kepercayaan merek, kepercayaan kepada dokter, dan komunikasi di RS Hermina Arcamanik secara keseluruhan berpengaruh positif terhadap kepuasan, loyalitas, dan loyalitas yang dimediasi kepuasan pasien. Peningkatan hal tersebut dapat berkontribusi pada keberlanjutan dan pertumbuhan rumah sakit. Service quality, brand trust, communication, and trust in doctors can enhance satisfaction and loyalty. However, existing research on this topic at Hermina Arcamanik Hospital is limited. The objective is to evaluate the impact of service quality, communication, brand trust, and trust in doctors on loyalty, mediated by patient satisfaction. Data was collected with Google Forms questionnaire distributed to 102 patients and analyzed using PLS-SEM. Findings demonstrate that service quality significantly and positively influences satisfaction and loyalty, with satisfaction as a mediating factor. Brand trust and trust in physicians have a positive impact on patient satisfaction, loyalty, and loyalty mediated by satisfaction. Communication has positive impact on satisfaction but negative on loyalty. Overall, the study concludes that service quality, brand trust, trust in doctors, and communication yield positive effects on satisfaction, loyalty, and loyalty mediated by satisfaction. Enhancements in these areas can foster the sustainability and growth of the hospital.
DETERMINAN RETENSI DIMEDIASI KETERLIBATAN KARYAWAN PADA PERAWAT GENERASI Y DAN Z Fansca, Fansca; Andry, Andry; Silviana, Intan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40224

Abstract

Karyawan merupakan aset organisasi yang paling penting, berharga dan produktif. Organisasi harus mampu mengidentifikasi upaya untuk mempertahankan karyawan yang bertalenta. Retensi karyawan dapat menjadi investasi jangka panjang dalam pertumbuhan dan daya saing di masa depan. Adanya karakteristik dari generasi Y dan Z yang cenderung berpindah-pindah tempat kerja dalam kurun waktu cukup cepat memunculkan tantangan bagi organisasi. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan desain cross sectional. Dengan metode survei deskriptif menggunakan data primer berupa kuesioner dengan jumlah sampel 96 orang responden. Teknik sampling menggunakan sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim organisasi dan preferensi generasi berpengaruh signifikan terhadap retensi karyawan dengan keterlibatan karyawan sebagai variabel intervening. Iklim organisasi dan keterlibatan karyawan masing-masing memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap retensi karyawan. Sedangkan preferensi generasi tidak memiliki pengaruh langsung terhadap retensi karyawan. Namun, preferensi generasi akan berpengaruh terhadap retensi karyawan bila dimediasi oleh keterlibatan karyawan. Saran agar rumah sakit menyediakan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan formal bagi jajaran manajerial yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan jabatannya, menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan yang berhubungan dengan kompetensi klinis serta melaksanakan supervisi terhadap kinerja oleh kepala unit, perawat pendidik dan manajer keperawatan, melaksanakan program engagement karyawan, dan menyusun carier pathway atau mapping jenjang karir bagi setiap karyawan.
Analisis ANALISIS POTENSI PERAN APOTEKER DALAM PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN JIWA (SIMKESWA) UNTUK MENDUKUNG KEBERHASILAN TERAPI PASIEN SKIZOFRENIA DI PUSKESMAS safriani, safriani; Saefuddin, Saefuddin; Mafruhah, Okti Ratna
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41239

Abstract

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi gangguan jiwa skizofrenia di Sumatera Selatan adalah sebesar 8,05%, sedangkan prevalensi di Kota Pagar Alam sebesar 2,45%. Tingginya prevalensi gangguan jiwa menyebabkan terjadinya peningkatan kuantitas penggunaan obat psikofarmaka. Adanya SIMKESWA memberikan kontribusi tersendiri dalam pemanfaatan peran apoteker. Namun pada kenyataannya sampai tahun 2023 SIMKESWA yang ada di Kota Pagar Alam belum berjalan secara maksimal. Hal ini dapat dilihat dari minimnya data pengobatan yang ditampilkan dalam SIMKESWA tersebut. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui dampak rendahnya penggunaan SIMKESWA, mengetahui jumlah riil penggunaan obat psikofarmaka dan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap rendahnya penggunaan SIMKESWA dan menganalisis peran apoteker dalam penggunaan SIMKESWA di Puskesmas. Metode penelitian mix-method kuantitatif dan kualitatif, yaitu Analisis kuantitas trend penggunaan obat psikofarmaka tahun 2020-2023. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan metode ATC/DDD sesuai yang direkomendasikan WHO. Berikut analisis kualitatif dengan Focus Group Discussion (FGD) melibatkan apoteker dan koordinasi dengan pemegang program SIMKESWA puskesmas dan Dinkes, serta kepala puskesmas. Hasil penelitian didapatkan bahwa tren penggunaan obat psikofarmaka tahun 2020-2023 diperoleh nilai total DDD/1000 penduduk terbesar tahun 2021 dengan nilai 275,651; tahun 2020 sebesar 267,606; tahun 2023 sebesar 216,549 dan tahun 2022 sebesar 157,423. Sedangkan nilai DU90% dari 8 psikofarmaka yang digunakan di puskesmas terdapat 4 obat yang masuk dalam segmen DU90% yaitu Risperidone, Haloperidol, Chlorpromazine, dan Clobazam (tahun 2020). Selama tahun 2020-2023 jenis psikofarmaka yang digunakan di seluruh puskesmas di Kota Pagar Alam tidak mengalami perubahan, namun kuantitas penggunaannya mengalami perubahan setiap tahunnya.
CYP2E1 POLYMORPHISMS AND SUSCEPTIBILITY TO ANTI-TUBERCULOSIS DRUG-INDUCED HEPATOTOXICITY IN INDONESIA POPULATION Suhuyanly, Nella; Bakri, Syakib; Yusuf, Irawan; Massi, Muh Nasrum
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41251

Abstract

Pengobatan Tuberkulosis (TB), berdasarkan penggunaan isoniazid (INH), rifampisin (RMP) dan pirazinamid (PZA), terbukti menyebabkan hepatotoksisitas yang diinduksi oleh obat (Drug Induced Hepatotoxicity/DIH). Penelitian terbaru menunjukkan bahwa variasi genetik dapat dikaitkan dengan risiko DIH, seperti status asetilator INH, yang terkait dengan polimorfisme N-asetil transferase (NAT) 2, yang mana asetilator lambat pada umumnya lebih rentan terhadap efek samping obat. Proporsi asetilator cepat dan lambat sangat bervariasi pada populasi dengan etnis atau geografis yang berbeda yang telah dijelaskan dalam berbagai penelitian, tetapi, masih ada informasi yang terbatas dalam populasi kita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki kontribusi polimorfisme CYP2E1 terhadap DIH anti-TB pada populasi kami. Penelitian kasus kontrol ini dilakukan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta dan Rumah Sakit Omni Alam Sutera, Tangerang, Indonesia dari Januari 2015 - Desember 2016. Kami merekrut 35 orang dengan DIH dan 34 orang tanpa DIH. Profil fungsi hati lengkap, bilirubin total serum, bilirubin tidak langsung, dan bilirubin langsung diukur. Kami melakukan genotipe polimorfisme CYP2E1 rs3813867, rs2031920 dan rs6413432. Kami menemukan bahwa polimorfisme CYP2E1 c1/c1 (tipe liar homozigot) pada 61 subjek (88,4%) dan tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara tipe liar homozigot dan varian yang jarang (mutan alel) dalam kejadian DIH (95% CI 0,403 - 8,383, P = 0,338). Kami mengusulkan bahwa polimorfisme CYP2E1 tidak dapat membantu dalam memprediksi kerentanan terhadap hepatotoksisitas yang diinduksi oleh obat anti-tuberkulosis pada populasi di Indonesia.
PENGGUNAAN JET CLEANER SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF UNTUK PEMADAMAN API : STUDI EKSPERIMENTAL Pribadi, Amiroel; Amaliah, Suci; Rahmiharti, Nirmala
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41450

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Indonesia meningkat setiap tahunnya sehingga mendorong pemerintah untuk membangun gedung-gedung untuk menyeimbanginya. Gedung-gedung semakin banyak bermunculan seperti sekolah, kampus, perkantoran ataupun Gedung pemukiman seperti apartemen dan bangunan. Dalam proses pembangunan gedung ini, penting untuk mempertimbangkan nilai keselamatan dari ancaman bahaya seperti kebakaran. Kebakaran memiliki dampak kesehatan, sosial, lingkungan dan ekonomi yang signifikan. Kebakaran sangat merugikan baik dari segi kesehatan, sosial, ekologi, dan ekonomi. Risiko terjadinya kebakaran di gedung bertingkat tidak dapat dihindari karena faktor proses kimiawi terjadinya api ada di sekeliling kita yaitu bahan bakar, sumber panas, dan oksigen. Bahaya dari bangunan gedung yang bertingkat maupun tidak bertingkat yaitu fasilitas dan akses untuk menyelamatkan diri yang terbatas. Salah satu aspek penting untuk penanggulangan kebakaran adalah penyediaan alat proteksi kebakaran. Jet cleaner, alat yang biasa digunakan untuk pembersihan dengan tekanan tinggi, memiliki potensi sebagai alternatif pemadam darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas tiga jenis media pemadaman menggunakan jet cleaner: air murni, campuran air-deterjen, dan campuran air-sabun cuci piring, terutama untuk kebakaran kelas A dan B. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan Brown-Forsythe dapat diketahui bahwa hasil pengujian menghasilkan statistik uji dengan nilai signifikansi < alpha (5% atau 0,05). Oleh karena itu, dapat dinyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara media pemadaman sebagai Alat Pemadam Kebakaran pada Jenis Bahan Bakar Dexlite dengan Pertamax dan Dexlite dengan Pertamax serta Kayu dalam Lingkup Rumah Tangga.
PENGARUH DAUN KATUK (SAUROPUS ANDROGYNUS (L.) MERR.) SEBAGAI ASI BOOSTER TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI INDONESIA : LITERATUR REVIEW Widyaningsih, Retno; Kartasurya, Martha Irene; Kartini, Apoina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41553

Abstract

Artikel ini membahas pengaruh daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) sebagai ASI booster pada peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui di Indonesia. ASI eksklusif sangat penting untuk kesehatan bayi, tetapi sejumlah ibu ada pada hambatan pada produksi ASI. Penelitian ini mengkaji literatur terkait yang mengindikasikan jika konsumsi daun katuk mampu mendorong peningkatan kadar prolaktin, hormon yang berperan penting dalam proses laktasi. Melalui tinjauan literatur dari berbagai studi yang dilakukan antara tahun 2019 hingga 2024, ditemukan bahwa ekstrak daun katuk, baik sebagai konsumsi tunggal maupun kombinasi dengan bahan lain, secara signifikan dapat meningkatkan volume ASI. Temuan studi yang dilaksanakan mengindikasikan jika sekitar 80% responden ada pada peningkatan produksi ASI setelah mengkonsumsi daun katuk. Selain itu, kombinasi dengan bahan lain seperti coklat juga menunjukkan hasil yang menjanjikan. Artikel ini menekankan pentingnya pola makan bergizi bagi ibu menyusui dan potensi penggunaan daun katuk yang menjadi bagian dari intervensi nutrisi untuk mendukung keberhasilan menyusui. Dengan demikian, pemanfaatan daun katuk dalam diet ibu menyusui sangat dianjurkan untuk mendorong peningkatan kesehatan ibu dan bayi.
HUBUNGAN FAKTOR PERILAKU DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE Homer, Philips; Rasyid, Khairul; Setiani, Onny
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41640

Abstract

Masalah kesehatan yang sering terjadi di Indonesia adalah penyakit demam berdarah. Hal ini disebabkan oleh iklim di Indonesia yang memfasilitasi penyebaran vektor penyakit tersebut, selain iklim, faktor yang juga turut mempengaruhi terjadinya kejadian DBD di Indonesia yaitu kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat. faktor perilaku masyarakat seperti kebiasaan menggunakan obat/anti nyamuk, penggunaan kelambu, menggantung pakaian, kebiasaan menguras tempat penampungan air, menimbun sampah serta tindakan dan sikap lainnya yang dapat mempengaruhi penyebaran penyakit DBD.  Dari uraian tersebut di atas penulisan literature review ini bertujuan untuk mengetahui faktor perilaku yang dapat mempengaruhi kejadian demam berdarah dengue. Metode yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini yaitu literature review. Literature review adalah metode penelitian yang mengulas kembali tentang topik tertentu yang menekankan pada pertanyaan tunggal yang telah dikenal  secara sistematis, dinilai, dipilih dan disimpulkan menurut kriteria yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan bukti penelitian yang berkualitas tinggi yang relevan dengan pertanyaan penelitian. Artikel yang digunakan berbahasa Indonesia yang diterbitkan dalam rentan tahun 2020-2024. Tema dari studi literatur ini yaitu tentang hubungan faktor perilaku  dengan kejadian DBD. Data kuantitatif yang didapatkan, selanjutnya dianalisis secara sistematis sehingga mendapatkan bahasan yang mewakili isi dari literature review. Dengan hasil adanya hubungan yang signifikan antara faktor perilaku seperti Kebiasaan menggantung pakaian, tindakan (menggunakan lotion, kelambu saat tidur), kebiasaan menggunakan obat/anti nyamuk dan membersihkan penampungan air, dengan kejadian DBD. Kesimpulan yang didapatkan berdasarkan hasil dari 6 jurnal di atas yaitu adanya hubungan yang signifikan antara faktor perilaku seperti Kebiasaan menggantung pakaian, tindakan (menggunakan lotion, kelambu saat tidur), kebiasaan menggunakan obat/anti nyamuk dan membersihkan penampungan air, dengan kejadian demam berdarah dengue.