cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
FAKTOR RISIKO STUNTING PADA BALITA USIA 25-36 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIREM BAYEUN KABUPATEN ACEH TIMUR fransisca, fransisca; Pane, Masdalina; Hutajulu, Johansen; Nababan, Donal; Br. Brahmana, Nettietalia; Sitorus, Mido Ester J
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.7371

Abstract

Balita stunting mengalami peningkatan pada tahun 2020, terdapat 22,2% atau 151 juta anak yang menderita stunting di seluruh dunia. Proporsi stunting terbanyak terdapat di Asia dengan dengan jumlah balita stunting lebih dari setengah kasus di dunia atau sebanyak 83,6 juta (55%), sedangkan sepertiganya lagi terdapat di Afrika sebanyak 39% dari jumlah balita stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan faktor yang berpotensi menyebabkan  stunting pada balita usia 25-36 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur. Jenis penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan cross sectional, dan kuesioner merupakan alat pengumpul data terhadap 73 sampel penelitian. Populasi penelitian ini adalah seluruh keluarga dengan anak balita sebanyak 225 orang. Sampel penelitian ini adalah balita yang ada di wilayah Kerja Puskkesmas Birem Bayuem sebanyak 73 orang  yang diambil dengan teknik purposive sampling merupakan ibu dengan balita usia 25-36 bulan, baik yang pertumbuhannya normal maupun stunting. Analisis dilakukan dengan menggunakan univariat, bivariat dengan uji chi-square dan multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat BBLR, riwayat ASI Eksklusif, riwayat infeksi balita dan riwayat penyakit penyerta merupakan faktor risiko stunting pada balita usia 25-36 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur, sedangkan jenis kelamin dan asi eksklusif faktor risiko stunting pada balita usia 25-36 bulan dan faktor yang dominan berpengaruh yaitu riwayat infeksi balita. Membuat kebijakan dengan mewajibkan seluruh ibu yang memiliki balita mengikuti posyandu setiap bulan. Dilakukan sosialisasi tentang peningkatan gizi balita guna mencegah stunting
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI VAKSIN COVID-19 Siti Elita Syabaniyah; Nency Martaria
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.7447

Abstract

Awal tahun 2020 yang lalu dunia dihadapkan oleh pandemic COVID-19 yang pertama kali muncul di Wuhan, China. Salah satu cara untuk menghentikan penyebaran adalah melakukan vaksinasi Covid-19, yang mulai dilakukan pada tahun 2021 vaksin COVID-19. Pemberian vaksinasi dapat menimbulkan gejala paska vaksinasi yang disebut dengan KIPI (kejadian ikutan paska imunisasi). Mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara, sebagai calon dokter perlu mengetahui KIPI vaksinasi, khususnya vaksinasi Covid-19. Pengetahuan mengenai KIPI ini dapat mempengaruhi sikap dan perilaku mahasiswa terhadap vaksin tersebut begitu juga dalam hal pemberian edukasi bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara terhadap KIPI vaksin Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional cross sectional. Data diperoleh dari kuesioner singkat mengenai tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa terhadap KIPI vaksin Covid-19. Kuesioner dikirim melalui google form. Data analisis menggunakan uji statistik katagorik. Pada 114 responden, didapatkan gambaran tingkat pengetahuan seluruh angkatan mayoritas baik (79,8%), sikap seluruh angkatan mayoritas positif (96,4%), perilaku seluruh angkatan mayoritas positif (98,2%). Gambaran tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara mengenai KIPI vaksin Covid-19 baik, dengan sikap dan perilaku juga baik.
HUBUNGAN JENIS KELAMIN DENGAN KALSIFIKASI AORTA PADA RADIOGRAFI TORAKS Elizabeth Katherine Tanzil; Inge Friska Widjaya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.7448

Abstract

Atherosclerosis is an asymptomatic condition and one of the leading causes of heart attacks and strokes, which is the leading cause of death worldwide. Atherosclerosis that appears as a calcification in the aortic arch can be detected by chest radiograph. The exact cause of atherosclerosis is unknown, but the Framingham Heart Study states that gender is one of the risk factor that increases the incidence of cardiovascular disease. This research aims to determine the relationship between gender and aortic calcification on chest radiograph. This research was conducted by using the analytical observasional method with a cross-sectional approach. The data taken was the data contained in the chest radiograph of patients who have had a chest radiograph at the Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta Barat in January 2022 using a consecutive sampling that adjusted to the inclusion and exclusion criteria. The collected samples were subsequently analysed by using Pearson Chi-square test with Statistical Product and Service Version 26. From total 160 samples, grade 0 aortic arch calcification was showed in 9 men (11.3%) and 21 women (26.3%), grade 1 in 30 men (37.5%) and 33 women (41.3%), grade 2 in 31 men (38.8%) and 21 women (26.3%), grade 3 in 10 men (12.5%) and 5 women (6.3%). The conclusion of this study was that there was a significant relationship between gender and aortic calcification on chest radiograph at the Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta Barat with p-value = 0.036 (p-value < 0.05).
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA ASUHAN KEPERAWATAN DALAM PENGKAJIAN DAN IMPLEMENTASI PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK. II MEDAN Rhoma, Tien Nelly; Manurung, Kesaktian; Sitorus, Mido Ester J.; Nababan, Donal; Sipayung, Rosetty Rita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.7590

Abstract

Motivasi merupakan suatu penggerak yang berasal dari diri sendiri. Motivasi bersumber dari rasa tanggung jawab, kondisi kerja, supervisi dan insentif yang memiliki hubungan dengan kinerja. Dari beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kinerja perawat pelaksana kategori kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja (tanggung, jawab, kondisi kerja, supervisi, insentif) dengan kinerja asuhan keperawatan dalam pengkajian dan implementasi keperawatan. Jenis penelitian ini adalah survei (explanatory research) Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di RS Bhayangkara TK II Medan berjumlah 41 orang dan seluruhnya dijadikan sampel. Alat ukur adalah kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa semua sub variabel motivasi seluruhnya berhubungan dengan kinerja. Ada hubungan tanggung jawab dengan kinerja (pv=0,001), ada hubungan kondisi kerja dengan kenerja (pv=0,000), ada hubungan supervisi dengan kinerja (pv=0,001), ada hubungan insentif dengan kinerja (pv=0,000). Seluruh hipotesis diterima. Disarankan bagi perawat yang masih memiliki kinerja yang kurang untuk meningkatkan kinerjanya dengan mengikuti berbagai pelatihan untuk penyegaran kembali tentang pelaksaan asuhan keperawatan khususnya pada metode dan teknik pengkajian konprehensif dari PPNI.
GAMBARAN PERSEPSI MASYRAKAT TERHADAP PENERIMAAN VAKSINASI COVID 19 DI DESA KOLONGAN KECAMATAN KALAWAT Pingkan Mamboh; Ardiansa Tucunan; Chreisye Mandagi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.7603

Abstract

Vaksinasi COVID 19 secara aktif meningkatkan daya tahan tubuh seseorang sehingga memutus rantai penularan COVID 19. Persepsi masyarakat mengacu pada teori health belief model yakni persepsi kerentanan, bahaya, manfaat, hambatan, dan tindakan melakukan vaksinasi. Tujuan penelitian yaitu untuk menggambarkan persepsi masyarakat terhadap penerimaan vaksinasi COVID 19. Metode penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif, untuk populasi yaitu masyarakat Desa Kolongan dengan total sampel 96 responden dengan menggunakan teknik simple random sampling. Alat untuk pengumpulan data yaitu kuesioner dengan metode analisis data univariat. Hasil penelitian ini yaitu persepsi kerentanan tertular COVID 19 lebih banyak masuk pada persepsi baik dengan jumlah 81 responden (84,4%), untuk persepsi bahaya tertular covid 19 masyarakat lebih banyak masuk pada persepsi baik dengan jumlah 94 responden (97,9%). Pada persepsi manfaat vaksinasi COVID 19 masyarakat lebih banyak masuk pada persepsi baik dengan jumlah 86 responden (89,6%), untuk perspsi hambatan masyarakat lebih banyak masuk pada persepsi kurang baik dengan jumlah 75 responden (78,1%) dan untuk persepsi tindakan melakukan vaksinasi masyarakat lebih banyak masuk pada persepsi baik dengan jumlah 91 responden (94,8%). Kesimpulan penelitian ini yaitu, pada persepsi kerentanan, bahaya, manfaat dan tindakan melakukan vaksinasi, masyarakat memiliki persepsi baik sedangkan untuk persepsi hambatan masyarakat memiliki persepsi kurang baik.
PENGARUH PENKES TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA FRAKTUR EKSTREMITAS ATAS TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PEMBIDAIAN SISWA SMA MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO Marsa Ariq Atallah; Nurul Fatwati Fitriana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.7654

Abstract

Kegawatdaruratan dapat terjadi dimana saja salah satunya di sekolah, cedera yang sering terjadi adalah fraktur. Fraktur merupakan terputusnya kontuinitas tulang yang dapat menimbulkan gejala yang umum seperti nyeri atau rasa sakit, pembengkakan dan kelainan bentuk tubuh. Prevalensi tingkat nasional untuk kasus fraktur sebanyak 8,2% sedangkan angka kejadian di Jawa Tengah sebanyak 16,7%. Kompilkasi dapat dicegah dengan pengetahuan dan keterampilan pembidaian tentang pertolongan pertama cedera fraktur ektremitas atas yang diketahui oleh korban atau penolong. Mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tentang pertolongan pertama cedera fraktur ekstremitas atas terhadap pengetahuan dan keterampilan pembidaian siswa di SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan one grup pretest dan posttest design. Sampel pada penelitian kali ini adalah siswa di  SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto dengan jumlah 50 responden dengan teknik purposive sampling pada bulan juni 2022. Instrument penelitian ini menggunakan lembar kuesioner pengetahuan dan keterampilan dengan pengolahan data SPSS. Skor pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang pertolongan pertama pada fraktur ekstremitas atas dengan metode pembidaian menggunakan media audio visual yaitu 7,62 ± 2,948 dan sesudah yaitu 10,06 ± 2,113 dengan P-value 0,01 (<0,05). Sedangkan skor keterampilan sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang pertolongan pertama pada fraktur ekstremitas atas dengan metode pembidaian menggunakan media audio visual yaitu 10,38 ± 4,213 dan sesudah yaitu 12,88 ± 2,537 dengan P-value 0,01 (<0,05). Ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang pertolongan pertama pada fraktur ekstremitas atas dengan metode pembidaian menggunakan media audio visual.
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DAN PENYAKIT HIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI KELURAHAN MANADO TUA DUA KECAMATAN BUNAKEN KEPULAUAN KOTA MANADO Philip Theo; Angela F. C. Kalesaran; Fima L. F. G. Langi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.7669

Abstract

Lanjut usia (lansia) merupakan individu yang berumur diatas 60 tahun dan mengalami proses penuaan serta penurunan daya tahan tubuh yang dapat membuat seorang lansia jadi rawan kepada penyakit yang dapat mempengaruhi baik atau tidaknya kualitas hidup lansia tersebut. beragam faktor yang dapat memberi pengaruh kualitas hidup seorang lansia seperti faktor sosiodemografi dan penyakit hipertensi baik dari kondisi kesehatan psikologis, fisik, lingkungan, sosial. Tujuannya pelaksanaan riset ini yakni supaya menganalisis hubungan antara faktor sosiodemografi dan penyakit hipertensi terhadap kualitas hidup lansia pada Kelurahan Manado Tua Dua Kecamatan Bunaken Kepulauan Kota Manado. Jenis riset berikut yakni riset observasional analitik dengan rancangan riset studi potong lintang. Total sampelnya sejumlah 61 responden dengan mempergunakan teknik consecutive sampling. Instrumen yang dipakai pada riset berikut yakni kuesioner identitas pasien, kuesioner hipertensi, dan kuesioner WHOQoL. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Manado Tua Dua saat Juli 2022. Analisis bivariat mempergunakan pengujian chi square (? = 5% dan CI = 95%). Hasilnya dari riset menyatakan ada relasi diantara usia terhadap kualitas hidup domain lingkungan, pendidikan terakhir dengan kualitas hidup domain sosial, status bekerja dengan kualitas hidup domain fisik, sedangkan jenis kelamin serta penyakit hipertensi tidak mempunyai relasi terhadap kualitas hidup yang dilihat dari 4 domain
EVALUASI PROTOKOL KESEHATAN PRAKTIK DOKTER GIGI SAAT PANDEMI: A SYSTEMATIC REVIEW Sitti Ashari; Amal Chalik Sjaaf
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.7777

Abstract

Dampak dari pandemi COVID-19 sangat berpengaruh bagi dokter gigi dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan gigi dan mulut selama masa pandemi COVID-19. Perlunya pedoman pelayanan kedokteran gigi selama pandemi virus COVID-19 dan terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan oleh dokter gigi dalam menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, untuk menindaklanjuti kasus COVID-19 saat ini diperlukan dokter gigi dalam memenuhi pedoman tersebut dalam evaluasi protokol kesehatan dalam praktik dokter gigi. Penelitian menggunakan metode PRISMA (Preferred reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses). Systematic review ini menggunakan database yakni PubMed, Springerlink dan Science Direct berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi yang ditetapkan. Dari hasil review, pasien dilakukan triase kondisi praktik melalui teledentistry untuk menilai perlu tidaknya tindakan perawatan gigi dan mulut secara langsung. Pasien yang terlanjur mendatangi unit perawatan gigi dilakukan screening, ditinjau kontak pasien dan lakukan strategi untuk menghindari prosedur yang menghasilkan aerosol, serta prosedur desinfeksi untuk praktek dokter gigi sebelum, selama, dan setelah setiap kunjungan pasien. Serangkaian rekomendasi dan standar diterapkan dalam konteks pandemi COVID-19. Ruangan diatur, menerapkan protokol kesehatan, penggunaan alat pelindung diri lengkap, meminimalisir tindakan aerosol generating procedure, prosedur desinfeksi, melakukan vaksin dan penerapan protokol kesehatan pada pasien dalam rangka menekan paparan COVID-19.
STRES KERJA DAN KEPUASAN KERJA PADA GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS Adinda Waloni; Jootje Umboh; Yulianty Sanggelorang
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.7781

Abstract

Kepuasan kerja adalah perasaan emosional yang ditunjukan oleh seseorang terhadap pengalaman pekerjaannya dan bersifat positif atau negatif. Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja yaitu faktor fisik, faktor lingkungan, dan faktor psikologis seperti stres. Stres kerja adalah perasaan tertekan yang dirasakan pekerja dalam mengatasi pekerjaannya dan memberikan pengaruh terhadap fisik dan emosional. Guru yang mengalami stres dapat mempengaruhi kepuasan kerja sehingga mengganggu pekerjaannya. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan kepuasan kerja pada guru di Sekolah Menengah Atas kabupaten Kepulauan Talaud. Metode Penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan studi potong lintang. Populasi dan sampel penelitian ini adalah guru di Sekolah Menengah Atas Kabupaten Kepulauan Talaud  yang berjumlah 68 orang. Hasil penelitian yang didapatkan dengan menggunakan uji korelasi Spearman menunjukan bahwa terdapat hubungan antara stres kerja dengan kepuasan kerja pada guru di Sekolah Menengah Atas Kabupaten Kepulauan Talaud dengan nilai p value 0,000. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan antara stres kerja dengan kepuasan kerja pada guru di Sekolah Menengah Atas Kabupaten Kepulauan Talaud. Saran diharapkan agar kepala sekolah dapat menerapkan manajemen stres pada guru serta memberi timbal balik untuk meningkatkan kepuasan kerja dan bagi guru diharapkan dapat memperhatikan kondisi stresnya dan melakukan manajemen stres untuk mengurangi stres sehingga kepuasan kerja dapat ditingkatkan.
ANALISIS RISIKO UPCODING TERHADAP KEJADIAN FRAUD DI ERA JKN: TINJAUAN SISTEMATIS Eliya Christin; Anhari Achadi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.7864

Abstract

Fraud merupakan tindakan kecurangan yang dilakukan dengan sengaja untuk mendapatkan keuntungan finansial dari program jaminan kesehatan. Kasus perkembangan fraud terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2017, ICW (Indonesia Corruption Watch) menemukan adanya 49 dugaan fraud yang dilakukan oleh FKRTL dan FKTP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui risiko yang disebabkan oleh upcoding terhadap kejadian fraud di era JKN agar dapat menjadi informasi bagi pemangku kebijakan kesehatan terkait kebijakan nasional pencegahan fraud. Penelitian ini merupakan sebuah tinjauan sistematis (systematic review) dengan menggunakan panduan PRISMA dalam penyusunannya. Pencarian artikel didapatkan melalui pubmed, APFJ (Asia Pacific Fraud Journal), dan google scholar. Berdasarkan review artikel penelitian dapat diketahui bahwa upcoding merupakan salah satu potensi fraud yang marak dilakukan oleh petugas di fasilitas pelayanan kesehatan, kejadian upcoding sering diidentikkan dengan peran koder dan DPJP. Bentuk kegiatan upcoding yang sering ditemui adalah adanya perbedaan penggunaan sistem pembayaran yang menyebabkan perbedaan pemahaman antara verifikator, koder dan DPJP tentang diagnosis, kesalahan koder dalam pembacaan diagnosis yang ditulis oleh DPJP, tidak akuratnya kode diagnosis, perbedaan penggunaan perangkat lunak rumah sakit dengan software INA-CBGs yang berpotensi menimbulkan keuntungan bagi pihak rumah sakit.

Page 35 of 216 | Total Record : 2155