cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PENGARUH KOMBINASI EDUKASI DAN BRAIN GYM TERHADAP FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN LANSIA : KAJIAN LITERATUR Kusdianto, Rijal; astrid, Maria
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.29359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi edukasi dan senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode literature review untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi edukasi dan Brain Gym terhadap fungsi kognitif pada lansia. Literatur ilmiah relevan dikumpulkan dari PubMed dan Google Scholar menggunakan kata kunci seperti "Brain Gym," "kognitif," dan "kognitif lansia." Dari 20 artikel yang ditemukan, 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Data dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi tema, pola, dan perbedaan antara studi. Hasil analisis diharapkan memberikan kontribusi penting dalam upaya menjaga dan meningkatkan fungsi kognitif pada lansia. Hasil analisis bahwa  dari analisis artikel-artikel yang telah dilakukan  adalah penurunan fungsi kognitif pada lansia ada dua faktor yaitu: Faktor yang dapat di cegah dan tidak dapat dikendalikan. Hal ini tentu sangat dibutuh kan oleh lansia dan keluarga untuk menjadikan hidup lansia yang lebih produktif. Faktor penurunan kognitif pada lansia yang tidak dapat dicegah adalah umur dan genetik, sedangkan faktor yang dapat kendalikan misalnya penyakit yang diderita pasien dan pola hidup sehat misalnya: pola makan/nutrisi yang baik, meningkatkan gerkan dan aktivitas, menciptakan pola tidur yang sehat, kelola stres, intraksi sosial (ucapkan hallo pada intraksi sosial), life style yang baik misalnya (tetap aktif beraktifitas, menjaga berat badan yang ideal, tidak merokok atau alkohol serta mendapatkan waktu istrahat yang cukup).
ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR MOTIVASI, BEBAN KERJA, DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS SAM RATULANGI Supit, Ollivia Enggelina; Manoppo, Jeanette Irene Christiene; Manoppo, Jonesius Eden
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.29626

Abstract

Kepuasan kerja merupakan aspek penting dalam manajemen sumber daya manusia, terutama di sektor pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi (RSGM UNSRAT). Berbagai faktor, seperti motivasi, beban kerja, dan lingkungan kerja, diduga memengaruhi tingkat kepuasan kerja pegawai. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara motivasi, beban kerja, dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja pegawai di RSGM UNSRAT. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain potong lintang, melibatkan 71 pegawai sebagai populasi dan sampel melalui metode total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup variabel motivasi, beban kerja, lingkungan kerja, dan kepuasan kerja, yang kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif signifikan antara lingkungan kerja dengan kepuasan kerja (koefisien 0,459) serta beban kerja dengan kepuasan kerja (koefisien 0,382). Motivasi kerja memiliki hubungan langsung yang kecil dengan kepuasan kerja (koefisien 0,038) tetapi menunjukkan efek positif melalui lingkungan kerja (koefisien tidak langsung 0,261). Karakteristik individu memiliki pengaruh negatif terhadap kepuasan kerja (-0,165) dan beban kerja (-0,256), menyoroti pentingnya kesesuaian tugas dengan karakteristik individu. Kesimpulannya, lingkungan kerja dan beban kerja yang terkelola dengan baik berkontribusi signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. RSGM UNSRAT perlu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, mendistribusikan beban kerja secara proporsional, serta meningkatkan program motivasi untuk mendukung kinerja dan kesejahteraan pegawai.
PENGARUH CORE STABILITY EXERCISE TERHADAP FUNGSI TRUNK DAN AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA LANSIA PASCA STROKE Handayani, Retno; Sius, Mariel Daba Sekar Sari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.29759

Abstract

Stroke pada lansia menduduki peringkat kedua penyebab kematian dan kecacatan terbesar hampir diseluruh dunia serta menjadi masalah kesehatan global. Pasca stroke mayoritas pasien mengalami penurunan  fungsi trunk yang akan berpengaruh pada kemampuan fungsionalnya sehingga pasien akan mengalami kesuitan dalam melakukan gerakan-gerakan fungsional yang sangat dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari. Penurunan fungsi trunk juga menjadi penyebab buruknya postur pada pasien pasca stroke dan juga menyebabkan ketergantungan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian latihan stabilitas inti dengan metode ADIM (Abdominal Draw in Manuever) terhadap fungsi trunk dan aktivitas fungsional pada lansia pasca stroke. Dua hipotesis utama diuji dalam penelitian ini: pertama, apakah latihan stabilitas inti berdampak signifikan terhadap fungsi trunk pada lansia pasca stroke; dan kedua, apakah latihan stabilitas inti berdampak signifikan terhadap aktivitas fungsional pada lansia pasca stroke. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental dengan rancangan one group pretes dan posttest. Kelompok yang diteliti adalah pasien hemiparese poststroke yang diberikan latihan stabilitas inti dengan metode ADIM.Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan stabilitas inti dengan metode ADIM terhadap peningkatan fungsi trunk dan aktivitas fungsional pada lansia pasca stroke. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan stabilitas inti dapat menjadi intervensi yang efektif dalam program rehabilitasi untuk meningkatkan kualitas hidup lansia pasca stroke.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KARI (MURRAYA KOENIGII) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH, MDA DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR DAN GINJAL STUDI PADA TIKUS WISTAR (RATTUS NOVERGICUS) JANTAN DIINDUKSI DIABETES MELITUS MENGGUNAKAN ALOKSAN Fauzi, Muhammad Iqbal; Ilham, Dimas Muhammad; Trimahendra, Alfin Ihza; Istiadi, Hermawan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.29921

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kari terhadap kadar glukosa darah, malondialdehid (MDA), dan gambaran histopatologi hepar dan ginjal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan desain kelompok kontrol posttest acak. Subjek penelitian adalah 16 tikus Wistar (Ratus novergicus). Dalam penelitian ini pembuatan ekstrak dengan proses maserasi menggunakan 96% etanol (1:3). Analisis kandungan ekstrak ekstrak daun kari seperti flavonoid menggunakan metode reduksi dengan standar quercetin, kandungan tanin dan saponin. Intervensi akan dilakukan selama 21 hari. K- 1 ml aquades / hari; Metformin K + 45mg / kgBB; P1 160 mg / kgBB ekstrak daun kari; P2 400 mg / kbBB ekstrak daun kari. Induksi DM menggunakan intraperitoneal aloksan dosis tunggal 120 mg / kgBB. Pengukuran glukosa darah pada hari ke-21 setelah induksi pengobatan menggunakan metode GOD-PAP. Hasil dari penelitian ini yaitu Flavonoid total dalam daun kari adalah 599 mg / 100 g ekstrak  dan mengandung tanin dan saponin. Pada uji ANOVA menunjukkan ada perbedaan kadar glukosa darah dan kadar MDA yang signifikan antara kelompok 0,00 (p <0,05). Uji post hoc menunjukkan bahwa dosis 320 mg / kgBB ekstrak daun kari dapat menurunkan kadar glukosa hingga 75 mg/dl p= 0,00(p<0,05), dan menurunkan kadar MDA hingga 31.46 nmol/ml. Mann-withney menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara kelompok p = 0,00 (p <0,05) untuk derajat kerusakan hepar dan degenerasi tubulus ginjal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pada pemberian ekstrak daun kari 320 mg/kgBB dengan kelompok kontrol negatif terhadap kadar glukosa darah, MDA, dan gambaran histopatologi hepar dan ginjal.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN STRES AKADEMIK SISWA SMAN 1 KEDAMEAN Fanani, Moch. Nizar; Inayah, Zufra; Fitriyah, Nadiyatul; Merita, Hernanda Trisya; Roobben, Abdulloh
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30417

Abstract

Stres akademik menjadi kondisi siswa yang mengalami tekanan dalam akademik yang dapat menganggu dan tidak dapat dikendalikan oleh siswa. Siswa dapat mengelola dan mengendalikan stres akademik ketika kecerdasan emosional siswa dengan tingkat tinggi. Kecerdasan emosional siswa berkorelasi kuat dengan stres akademik yang dialami oleh kebanyakan siswa. Terdapat 3 tingkatan stres akademik yaitu ringan, sedang, dan tinggi. Berdasarkan hasil survey yang ditemukan di SMAN 1 Kedamean sebanyak 60% siswa yang mengalami stres akademik karena tuntutan atau tekanan yang didapatkan menjelang ujian semester, banyak siswa yang kurang dapat mengontrol stres akademik yang dialami sehingga dapat menimbulkan dampak negatif pada siswa di SMAN 1 Kedamean. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis hubungan kecerdasan emosional dengan stres akademik pada setiap siswa. Penelitian dengan jenis kunantitatif dengan desain cross sectional, populasi yang diteliti yaitu semua siswa kelas XI SMAN 1 Kedamean dengan sampling menggunakan rumus slovin tingkat akurasi 0,05, simple random sampling merupakan teknik yan diunakan dalam pengambilan sampel. Penelitian dilakukan dengan penyebaran kuesioner kemudian diolah dengan uji rho-spearman. Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima artinya terdapat hubungan kecerdasan emosional dengan stres akademik siswa SMAN 1 Kedamean dengan p-value 0,000 dan r = 0,386 yang artinya terdapat hubungan yang positif dan kuat hubungan kecerdasan emosional dengan stres akademik.
HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN ANGKA KEJADIAN PENYAKIT DIABETES MELITUS DI UPT PUSKESMAS STABAT Susanti, Nofi; Raniah, Sofia; Agustin, Annisa Marsya; Sari, Nilam Cahya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.30437

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Faktor usia dan jenis kelamin dianggap memiliki pengaruh signifikan terhadap risiko terjadinya DM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan angka kejadian DM di UPT Puskesmas Stabat. Studi ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dalam pengambilan sampel secara purposive sampling dengan total sebanyak 40 orang. Peneliti menggunakan teknik triangulasi data dengan membandingkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber (wawancara, observasi, dan dokumentasi). Selain itu, peneliti juga melakukan member checking dengan meminta partisipan untuk memverifikasi hasil wawancara dan interpretasi data yang dilakukan oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian DM, bahwa mayoritas responden adalah perempuan (87,5%) dan berada pada rentang usia 55-80 tahun (57,5%). Semua responden yang diteliti memiliki Diabetes Melitus tipe II (100%). Sebagian besar responden bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (80%). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa usia dan jenis kelamin memiliki hubungan yang signifikan dengan angka kejadian Diabetes Melitus (DM) di UPT Puskesmas Stabat. Usia yang lebih tua, terutama di atas 45 tahun, secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan risiko terkena DM. Hal ini disebabkan oleh perubahan fisiologis yang terjadi seiring bertambahnya usia, seperti penurunan sensitivitas insulin dan penurunan fungsi pankreas
CHALLENGES IN MANAGEMENT VENTILATION PEDIATRIC PATIENT WITH ANTEROSUPERIOR MEDIASTINAL TUMOR : A CASE REPORT Kurniyanta, I Putu; Senapathi, Tjokorda; Thomas, Vinsensius
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.31219

Abstract

Tumor mediastinum, khususnya yang terletak di kompartemen anterior dan superior, memiliki tantangan besar untuk prosedur anestesi. Keganasan ini merupakan kondisi patologis langka yang dapat ditemukan pada populasi anak-anak, yang juga dapat meningkatkan risiko komplikasi kardiorespirasi karena kemungkinan obstruksi jalan napas. Selain itu, upaya untuk mempertahankan patensi jalan napas melalui ventilasi satu paru juga mengakibatkan ketidaksesuaian ventilasi/perfusi jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Makalah kami membahas kasus laki-laki berusia 12 tahun dengan keluhan awal kesulitan bernapas progresif sekitar dua bulan sebelum masuk rumah sakit dan merasa lebih lega jika berbaring di sisi kanannya. Pasien didiagnosis dengan tumor mediastinum anterosuperior yang menjalani torakotomi clamshell. Selama prosedur sedasi, pasien kami mengalami desaturasi oksigen progresif, di mana pasien mengalami ventilasi manajemen yang sulit setelah intubasi. Tindakan segera diambil untuk memulihkan pasien ke keadaan fisiologis termasuk manipulasi posisi untuk mengembalikan kecocokan ventilasi/perfusi (V/P). Kami mengubah posisi pasien ke posisi dekubital lateral kiri yang mendukung ventilasi yang lebih baik untuk mengoreksi ketidaksesuaian V/P. Saturasi tetap normal setelah kami menempatkan pasien dalam posisi terlentang, yang mungkin didukung oleh kemampuan paru-paru dependen untuk mendukung kebutuhan oksigenasi dan distribusi transpulmonal yang seimbang selama torakotomi. Kami membahas mekanisme singkat yang mendasari kondisi tersebut untuk digunakan sebagai referensi kasus serupa di masa mendatang.  
AIRWAY AND ANESTHETIC MANAGEMENT IN ROBINOW SYNDROME PATIENT WITH SEVERE AORTIC STENOSIS FOR DENTAL SURGERY : A CASE REPORT Cahyono, Ardy Wibowo; Pradhana, Adinda Putra; Senapathi, Tjokorda Gde Agung
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.31221

Abstract

Robinow Syndrome (RS) adalah kelainan genetik langka yang ditandai dengan fitur kraniofasial dan abnormalitas skeletal yang khas, sering disertai dengan kelainan jantung, yang mempersulit manajemen anestesi. Pasien dengan RS sering mengalami tantangan signifikan dalam manajemen jalan napas karena karakteristik wajah dan skeletal, yang membuat manajemen jalan napas menjadi kompleks. Anomali vertebral juga mempersulit pemberian anestesi neuraksial, dan pemilihan agen induksi harus mempertimbangkan risiko jantung. Laporan ini membahas manajemen jalan napas dan anestesi yang berhasil pada seorang pasien RS berusia 13 tahun yang menjalani ekstraksi gigi akibat kerusakan gigi parah dan stenosis aorta. Pemeriksaan fisik pasien menunjukkan Mallampati IV dan Cormack-Lehane IV pada jalan napas, sehingga diperlukan teknik intubasi khusus seperti penggunaan gum elastic bougie untuk akses jalan napas yang berhasil. Fitur kraniofasial dan skeletal yang terkait dengan RS menimbulkan tantangan dalam manajemen perioperatif, sering kali membutuhkan pembedahan. Intubasi yang efektif pada pasien RS membutuhkan evaluasi praoperatif yang cermat, terutama pada kasus dengan micrognathia dan asimetri wajah. Evaluasi praoperatif yang komprehensif, termasuk penilaian fungsi jantung, ginjal, dan pernapasan, sangat penting untuk mengurangi komplikasi dan meningkatkan hasil. Manajemen anestesi harus memperhitungkan kesulitan jalan napas dan masalah jantung yang unik pada RS, dengan kesiapan menghadapi potensi tantangan intraoperatif. Kasus ini menyoroti pentingnya perencanaan yang teliti dan teknik khusus dalam mengelola anestesi pada pasien RS, khususnya mereka dengan kondisi jantung yang mempersulit
TUBERCULOSIS (TBC) DAN FAKTOR RISIKO Wahyuni, Seri; Marlindawani, Jenni; Tarigan, Frida Lina; Nababan, Donal; Sitorus, Mido Este J
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.31314

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular dan penyebab kematian di dunia. Puskesmas Sentosa Baru Kota Medan menjadi penyumbang angka penderita Tuberkulosis (TBC) di Kota Medan, di mana terjadi kenaikan jumlah kasus Tuberkulosis (TBC) tahun 2021 sebesar 151 kasus (2,7%), sedangkan tahun 2022 naik menjadi 233 kasus baru atau 8,2%. Kematian akibat Tuberkulosis (TBC) tercatat 8 kasus (7,4%) dari semua kasus selama masa pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor risiko terhadap kejadian Tuberkulosis (TBC) di Puskesmas Sentosa Baru Kota Medan tahun 2023. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain penelitian case-control. Populasinya adalah seluruh penderita TBC dan bukan penderita TBC di Puskesmas Sentosa Baru. Sampel terdiri dari 92 responden (46 kasus dan 46 kontrol). Analisis data menggunakan uji regresi logistik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi (p=0,001, OR=8,229, 95% CI=3,211-21,084), pengetahuan (p=0,012, OR=3,022, 95% CI=1,272-7,178), pekerjaan (p=0,001, OR=13,458, 95% CI=4,916-36,487), pendapatan (p=0,001, OR=8,229, 95% CI=3,211-21,084), riwayat merokok (p=0,001, OR=15,114, 95% CI=5,450-41,910), riwayat penyakit (p=0,038, OR=2,437, 95% CI=1.051-5,654), riwayat kontak (p=0,001, OR=9,138, 95% CI=3,534-23,633), dan kebiasaan membuka jendela (p=0,001, OR=6,175, 95% CI=2,365-16,123) dengan kejadian Tuberkulosis (TBC) pada pasien Puskesmas Sentosa Baru Kota Medan. Variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian Tuberkulosis (TBC) adalah riwayat kontak, dengan nilai OR sebesar 9,138. Variabel lainnya yang berpengaruh adalah status gizi, pengetahuan, pekerjaan, pendapatan, riwayat merokok, dan kebiasaan membuka jendela.
IMPLEMENTATION OF THE PENDING INPATIENT CLAIM PROCESS FOR BPJS KESEHATAN AT RSUD R.T. NOTOPURO SIDOARJO Prisusanti, Retno Dewi; Pawestri, Dinie Yulistya; Indiwan, Laura Putri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.31612

Abstract

Sistem Jaminan Kesehatan Nasional Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009. Dalam konteks ini, rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, dengan klaim BPJS Kesehatan menjadi salah satu mekanisme klaim yang vital. Klaim rawat inap, sebagai layanan penting, memastikan pembiayaan perawatan pasien. Namun proses klaim tidak selalu berjalan lancar, apalagi dengan adanya klaim tertunda yang menghambat pelayanan dan keuangan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pelaksanaan proses klaim rawat inap BPJS Kesehatan dan penyebabnya, mulai dari aspek administrasi, pengkodean, dan klinis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data pada bulan Januari sampai Maret 2024 dari Instalasi Asuransi RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajuan klaim rawat inap dilakukan secara berkala setiap bulannya, dengan verifikasi oleh tim verifikator BPJS Kesehatan. Penyebab klaim tertunda berasal dari aspek administratif, pengkodean, dan klinis, dengan kriteria klinis yang paling sering terjadi. Pneumonia merupakan penyakit utama yang menyebabkan klaim tertunda. Inovasi dilakukan dengan mengembangkan aplikasi berbasis Excel 'Detektif Raja' untuk memverifikasi data klaim sebelum diajukan ke BPJS Kesehatan, dengan fokus pada diagnosis Pneumonia. Oleh karena itu, peningkatan komunikasi antara pembuat kode dan ahli paru diperlukan untuk memastikan kelengkapan data pendukung yang akurat. Kesimpulan penelitian ini menyoroti pentingnya kelengkapan dokumen klaim, peningkatan kompetensi coder, dan pengembangan aplikasi pendukung. Rekomendasi diberikan untuk meminimalkan jumlah klaim yang tertunda, termasuk pemeriksaan kelengkapan dokumen yang ketat, peningkatan kompetensi pembuat kode, dan pengembangan lebih lanjut aplikasi verifikasi.

Page 98 of 216 | Total Record : 2155