cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
HUBUNGAN KEPATUHAN PETUGAS DENGAN KELENGKAPAN PENGISIAN REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PUSDIK BRIMOB WATUKOSEK PASURUAN Cahyani, Arum Dwi; Rakhmawati, Fitria; Yusmanisari, Eka
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33144

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan dapat dicapai melalui penilaian berbagai aspek, salah satunya adalah kualitas kelengkapan pengisian dokumen rekam medis. Kelengkapan pengisian rekam medis bisa menjadi suatu tantangan, karena rekam medis merupakan dokumen yang memberikan informasi penting mengenai kejadian yang dialami oleh pasien. Ketidaklengkapan dalam pengisian dokumen rekam medis dapat menyebabkan ketidaksinkronan dalam catatan tersebut, sehingga informasi kesehatan pasien sebelumnya menjadi sulit diidentifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa hubungan kepatuhan petugas dengan kelengkapan pengisian rekam medis rawat jalan di rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek Pasuruan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian melibatkan seluruh petugas rawat jalan, termasuk petugas front office, perawat IRJA, perawat IGD, dan dokter. Sampel penelitian terdiri dari 37 petugas rawat jalan. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, dengan instrumen berupa kuesioner dan lembar checklist. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18 petugas atau sebesar 48,6% menunjukkan kepatuhan, sedangkan ketidaklengkapan pengisian rekam medis rawat jalan ditemukan pada 20 berkas atau sebesar 54,1%. Analisis menggunakan uji Chi square menunjukkan nilai P = 0,033 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan petugas rawat jalan dengan kelengkapan pengisian rekam medis rawat jalan.
ANALISIS PERBEDAAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN MOTIVASI DALAM PEMERIKSAAN KESEHATAN BERKALA PADA PEGAWAI BPJS KESEHATAN CABANG KUPANG Bau, Ariasto; U. Roga, Anderias; Ch. Berek, Noorce; M. Ratu, Jacob; Luh Putu Ruliati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33214

Abstract

Pemeriksaan kesehatan berkala bagi pegawai bukan hanya kewajiban, tetapi juga investasi dalam kesejahteraan dan produktivitas. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan perbedaan pengetahuan, sikap dan motivasi dalam pemeriksaan kesehatan berkala pegawai BPJS Kesehatan Cabang Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain randomized pretest posttest control group design. Jumlah sampel sebanyak 30 dengan rincian 15 sampel perlakuan dan 15 sampel kontrol. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitnney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Ada perbedaan pengetahuan, sikap, dan motivasi dalam pemeriksaan kesehatan berkala sebelum dan sesudah perlakuan promosi kesehatan dengan p value < 0,05, Ada perbedaan pengetahuan dalam pemeriksaan kesehatan berkala pegawai antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sesudah promosi kesehatan dengan nilai p value 0,033<0,05, Ada perbedaan sikap dalam pemeriksaan kesehatan berkala pegawai antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sesudah promosi kesehatan dengan nilai p value 0,012<0,05, Ada perbedaan motivasi dalam pemeriksaan kesehatan berkala pegawai antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sesudah promosi kesehatan dengan nilai p value 0,003<0,05. Penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh BPJS Kesehatan untuk membuat kebijakan terkait pemeriksaan kesehatan berkala dan merancang media peningkatan pengetahuan, sikap dan motivasi pegawai yang sesuai bagi pegawai agar melakukan pemeriksaan kesehatan berkala.
GAGAL GINJAL AKUT DAN HEPATITIS AKUT PADA PASIEN DENGUE SHOCK SYNDROME : LAPORAN KASUS Ananda, Felisa Ayu; Hendriyanto, Pujo
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33253

Abstract

Dengue shock syndrome (DSS) merupakan komplikasi dari demam berdarah akut yang mengancam jiwa. DSS dapat menyebabkan berbagai komplikasi signifikan hingga kematian. Gagal ginjal akut (GGA) dan hepatitis akut merupakan dua contoh komplikasi dari DSS. Berbagai mekanisme dapat menyebabkan GGA pada pasien DSS salah satunya dikaitkan dengan kebocoran plasma dan hipovolemia yang terjadi selama infeksi dengue, yang dapat mengakibatkan penurunan perfusi hingga disfungsi dari ginjal. Sedangkan hepatitis akut yang terjadi pada pasien DSS terkait dengan hepatosit dan sel Kupffer yang mengalami infalamasi akibat infeksi dengue. Diagnosa sedini mungkin sangat menentukan tatalaksana dan prognosis pasien DSS. Anamesis, pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang meliputi pemeriksaan laboratorium dan USG dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosa pasien. Penatalaksaan DSS berkomplikasi melibatkan pendekatan komprehensif untuk mencegah perburukan komplikasi, mengelola gejala dan menstabilkan kondisi pasien. Telah disajikan kasus gagal ginjal akut dan hepatitis akut dalam laporan kasus ini pada pasien berusia 51 tahun yang mengalami DSS dengan keluhan demam tinggi sejak 4 hari lalu disertai sedikit berkemih, lemas seluruh tubuh, nyeri kepala, mual dan muntah. Pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran somnolen, hipotensi, takikardi, nadi lemah, takipnue dan suhu 38,3°C. Pemeriksaan kedua mata konjungtiva anemis. Kekuatan motorik pada ekstremitas atas dan bawah 3333/3333/3333/3333 dan kardiomegali. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan trombositopenia, anemia, peningkatan ureum, kreatinin dan fungsi hati, hipoalbuminemia, hiponatremia, IgM dan IgG dengue positif. Hasil USG abdomen didapatkan kedua ginjal dalam batas normal, tampak efusi pleura bilateral dan cairan bebas di intrabdomen. Setelah perawatan 1 minggu, pasien mengalami perbaikan dan diperbolehkan untuk pulang.
META-ANALISIS FAKTOR RISIKO INTERNAL DAN KOMORBID YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TUBERKULOSIS DI WILAYAH ASIA Primasari, Eka Putri; Bachtiar, Hafni; Lestari, Yuniar
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33272

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular pembunuh nomor satu di dunia. Secara global, diperkirakan 10,0 juta (kisaran, 8,9-11,0 juta) orang terkena penyakit TB pada tahun 2019. Secara geografis, sebagian besar orang yang mengembangkan TB pada tahun 2019 berada di wilayah WHO Asia Tenggara (44%). Faktor internal seperti usia, jenis kelamin, status gizi, imunisasi BCG dan adanya komorbid seperti infeksi penyakit HIV dan diabetes merupakan faktor risiko penyakit tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan faktor risiko internal dan komorbid terhadap kejadian tuberkulosis di Asia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi meta-analisis. Meta-analisis dilakukan terhadap penelitian dengan desain studi kohort dan kasus-kontrol, terpublikasi sejak Januari 1980 sampai Maret 2016, melalui database PubMed, ProQuest, EBSCO dan BioMed Central. Perhitungan pooled odds ratio (OR) dengan asumsi fixed effect model atau random effect model. Data diolah menggunakan RevMan 5.3. Penelitian ini mereview 11.605 artikel, melibatkan 19 artikel ke dalam meta-analisis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan terhadap status gizi <18,5 kg/m2, (OR: 3,71; 95%CI: 1,15 – 12,01), tidak imunisasi BCG (OR: 1,86; 95%CI 1,35 – 2,57), pernah diimunisasi BCG (OR: 0,54; 95%CI: 1,44 – 3,16) dan penyakit diabetes (OR: 1,82; 95% CI 1,51 – 2,18) dengan penyakit TB di wilayah Asia. Kesimpulannya faktor risiko internal dan komorbid yang berhubungan dengan kejadian penyakit TB di wilayah Asia ialah status gizi <18,5 kg/m2, tidak diimunisasi BCG, dan penyakit DM.
GLAUKOMA SEKUNDER PADA PASIEN DENGAN PENGGUNAAN STEROID TOPIKAL RUTIN : LAPORAN KASUS Sophia, Luthfiani Sarah; Hayati, Hayati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33292

Abstract

Secara global, urutan ke-2 sebagai penyebab terjadinya kebutaan adalah glaukoma. Diseluruh dunia, glaukoma diperkirakan dialami oleh > 70 individu dan jumlah ini diperkirakan akan melampaui 110 juta pada tahun 2040. Penelitian di RSUP Dr. Mohammand Hoesin Palembang menyimpulkan bahwa peningkatan tekanan intraokular (TIO)/glaukoma sekunder karena pemakaian steroid didominasi oleh kelompok berusia > 40 tahun. Glaukoma yang terjadi akibat penggunaan steroid melibatkan mekanisme perubahan struktur mikro trabecular meshwork (TM) yang mengakibatkan penurunan aliran keluar akuos dan peningkatan TIO. Glaukoma sekunder merupakan glaukoma yang terjadi karena ada kondisi lain yang mendasarinya. Glaukoma kronik bersifat progresif dan dapat menyebabkan kebutaan permanen. Laporan kasus ini menyajikan kasus glaukoma sekunder pada pasien berusia 59 tahun dengan riwayat operasi katarak OD 27 tahun lalu dan rutin menggunakan steroid topikal paska operasi. Saat ini datang dengan keluhan mata kanan merah disertai pandangan kabur dan rasa mengganjal. Pemeriksaan visus OD 1/300. Pemeriksaan okular ditemukan lapang pandang menyempit, konjungtiva bulbi OD hiperemis, injeksi siliar OD, terdapat jaringan fibrovascular < 2mm ke arah limbus OD, bilik OD depan dalam, lensa keruh sebagian OS, shadow test OS positif, mid-dilated pupil OD, IOL OD positif, ukuran pupil OD 5mm. Pemeriksaan tonometri ditemukan TIO OD 43 mmHg, OS 13 mmHg. funduskopi direk OD didapatkan optic disc tilt, batas tegas, kuning pucat, lamellar dot sign (+), baring of circumlinear vessels (+), atrofi peripapiler (+), rasio C/D 0.9, rasio A/V 2/3, retina tigroid, reflek fundus dan makula positif.
HUBUNGAN ANTARA MASKULINITAS DENGAN TINGKAT ALEXITHYMIA PADA MAHASISWA LAKI-LAKI S1 KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO Lyianitha, Alifia; Muzaenah, Tina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33367

Abstract

Stigma masyarakat terhadap laki-laki yang membatasi ruang ekspresi mereka, seperti larangan untuk menangis dan kewajiban untuk lebih dominan dibandingkan perempuan. Laki-laki yang melanggar norma tersebut sering kali dianggap tidak cukup maskulin. Stigma maskulinitas ini berpotensi mempengaruhi kecenderungan laki-laki untuk memendam perasaan, yang dapat menyebabkan penarikan diri dari sosial dan berujung pada kesulitan dalam mengenali emosi, bahkan mengabaikannya. Kondisi ini berisiko memicu terbentuknya Alexithymia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara maskulinitas dan tingkat Alexithymia pada mahasiswa laki-laki S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa laki-laki S1 Keperawatan UMP angkatan 2019-2022, dengan sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 211 responden. Analisis data dilakukan dengan teknik univariat dan bivariat (uji Chi-Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 20-23 tahun (64,5%) dan berasal dari suku Jawa (74,88%). Sebagian besar responden memiliki maskulinitas tinggi (67,8%) dan tingkat Alexithymia tinggi (68,2%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara maskulinitas dan tingkat Alexithymia dengan p value 0,000 dan OR 9,565. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang kuat antara maskulinitas dengan tingkat Alexithymia pada mahasiswa laki-laki S1 Keperawatan UMP, di mana maskulinitas yang lebih tinggi berhubungan dengan tingkat Alexithymia yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa stigma maskulinitas dapat menjadi faktor yang mempengaruhi kesulitan dalam mengenali dan mengungkapkan perasaan pada laki-laki
INTERVENSI PEMANFAATAN BELIMBING WULUH (AVERROA BILIMBI) SEBAGAI ALTERNATIF PERTAMA PENANGANAN BATUK PILEK BAGI MASYARAKAT DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Junaedi, Muhammad; Gaffar, Affan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33560

Abstract

Penggunaan obat ditengah masyarakat seringkali dijumpai adanya berbagai masalah, kurangnya pemahaman tentang bahayan penggunaan obat secara berlebihan, dan kurangnya informasi yang memadai tentang penyimpanan dan penggunaan obat oleh tenaga kesehatan sehingga memunculkan persoalan baru bagi dunia kesehatan khususnya resistensi obat. Batuk pilek merupakan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) yang sangat umum diderita oleh masyarakat. Penyakit ini 90% disebabkan oleh virus, antibiotik merupakan jenis obat yang biasa diperoleh dari apotek untuk penyembuhannya dan dipreskripsi secara tidak rasional untuk batuk pilek, sekalipun belum jelas adanya komplikasi bakterial yang mengarah kepada pneumonia atau sinusitis. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan intervensi pengetahuan kepada masyarakat untuk menggunakan Belimbing wuluh sebagai alternatif pertama penanganan batuk pilek. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan analisis data kuantitatif menggunakan rancangan posttest-only control group pada kelompok intervensi di Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak dan kelompok pembanding tanpa intervensi di Desa Suralaga Kecamatan Suralaga menggunakan 70 sampel. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa Kelompok intervensi secara keseluruhan akan memanfaatkanBelimbing wuluh dan merekomendasikannya kepada keluarga sedangkan pada kelompok kontrol 32 orang (91,4%) tidak memanfaatkan Belimbing wuluh. Terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan antara kelompok intervensi dengan kontrol dengan nilai Sig. <0,001. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Intervensi FGD efektif meningkatkan pengetahuan serta mempengaruhi keputusan responden untuk menggunakan Belimbing wuluh sebagai alternatif pertama penanganan batuk pilek.
HUBUNGAN KUALITAS INFORMASI PELAYANAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS AIR PUTIH SAMARINDA mirnawati, mirnawati; Sari, Dwi Ida Puspita; Aidillah, Muhammad Rafli; Supriyatno, Andik
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33568

Abstract

Kualitas informasi pelayanan merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi derajarat Kesehatan masyarakat. organisasi penyedia layanan kesehatan seperti puskesmas merupakan wujud penyedia sumber daya di bidang kesehatan sebagai penyedia jasa layanan bagi masyarakat. Kepuasan merupakan suatu tingkat perasaan pasien membandingkan dengan apa yang diharapkannya. Keunggulan dalam kepuasan pasien diberikan dengan meliputih daya tanggap, jaminan, bukti fisik, empati, dan kehandalan. Dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas informasi pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan pengambilan sampel acak (Probality Sampling) dengan simple random sampling, dan sampel berjumlah dalam penelitian 65 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Chi-Square. Berdasarkan hasil uji statistic, didapatkan hasil dari akurat, tepat pada waktunya, dan relevan  p value = 0,000 dengan demikian  Ho ditolak Ha diterima karena  bivariat menunjukan bahwa hipotesa peneliti diterima atau dinyatakan bahwa kualitas informasi pelayanan memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan pasien dengan hasil Chi-Square 0,000 (<0,005), Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kualitas informasi pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien di puskesmas air putih samarinda. Bagi pelayanan memperoleh nilai baik perlu dipertahankan sedangkan kualitas informasi dalam kepuasan pasien yang tidak baik perlu ditingkatkan dalam memfasilitasi atau membantu pasien yang datang berobat.
PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU TERHADAP PEROKOK AKTIF DAN PASIF DI KECAMATAN KIARACONDONG Kusdiantini, Andini; Maulida, Salsabila Yani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33570

Abstract

Secara umum, perokok terbagi atas dua kategori, yakni perokok aktif dan perokok pasif. Keduanya mampu beresiko terkena Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 yang salah satunya disebabakan oleh pola hidup tidak sehat di mana sekresi insulin oleh pankreas menurun. Terkandung bahan kimia pada rokok kretek seperti nikotin mampu meningkatkan kadar glukosa darah sehingga timbul resistensi insulin dan mampu memicu sekres insulin pada pankreas sel b menurun. Penelitian ini dimaksudkan hanya untuk mengindentifikasi komparasi kadar glukosa darah sewaktu pada perokok aktif dan pasif. menggunakan 30 responden dengan rentang umur 20 – 30 tahun, nilai kadar glukosa didapatkan dengan pengujian secara POCT dan pengisian kuisioner, Dari 30 responden, setiap jenis perokok sejumlah 15 orang, diperoleh kadar glukosa darah maksimum di mana rata – rata pada perokok aktif sebesar 107,73mg/dL sedangkan pada perokok pasif sebesar 81,467mg/dL. Metode analisis data  menggunakan uji Shapiro-Wilk mendapatkan hasil pada perokok aktif  0,768 dan pada perokok pasif 0,759 > 0,05 mengindikasikan terdistribusi normal dan uji T-test tidak berpasangan mendapatkan hasil p =0,000 < 0,05 mengindikasikan adanya perbedaan secara bermakna. Hasil tersebut menunjukan adanya hubungan antara perokok aktif dengan peningkatan kadar glukosa, perokok aktif lebih rentan terkena Diabetes Mellitus (DM) dibanding perokok pasif. Perokok aktif rawan terkena Diabetes Mellitus (DM) dibanding perokok pasif. Perlu dilakukan adanya pengujian lebih lanjut untuk mengetahui perbandingan kadar nikotin didalam tubuh perokok aktif dan pasif.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA LEAFLET DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU MENGENAI STUNTING Lestari, Restu Ayu; Sefrina, Linda Riski
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33608

Abstract

Seorang anak kecil mengalami stunting, mereka lebih pendek dari teman sekelasnya. Stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, di mana hal ini tersebar luas. Pemberian makanan bergizi yang tidak memadai dalam jangka panjang yang menyebabkan keterlambatan perkembangan adalah salah satu faktor penyebabnya. Hal ini menjadi latar belakang perlunya inisiatif penyuluhan tentang stunting. Selain memberikan informasi tentang bagaimana memanfaatkan leaflet untuk mengurangi stunting, artikel ini akan mengevaluasi bagaimana leaflet mempengaruhi sikap dan kesadaran ibu tentang stunting. Penelitian eksperimental yang menggunakan desain kelompok pre- dan post-test dan pengambilan sampel secara purposif ini melibatkan dua puluh ibu sebagai subjek. Kuesioner terdiri dari sepuluh pertanyaan. Ceramah dan tanya jawab adalah dua metode yang digunakan. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Pengetahuan, kesadaran, dan sikap ibu meningkat baik sebelum dan sesudah penyuluhan, dengan nilai p-value sebesar 0,000. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap dan kesadaran ibu tentang stunting sangat ditingkatkan dengan adanya media leaflet. Salah satu media yang populer untuk mengedukasi masyarakat tentang pencegahan stunting adalah leaflet.

Page 100 of 216 | Total Record : 2155