cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
HUBUNGAN PEMANFAATAN LAYANAN ANTRIAN MOBILE JKN DENGAN MUTU PELAYANAN DI UPT PUSKESMAS RAPPANG KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Sari, Evi Puspita; Said, Sunandar; Febrianti, Devy; Ramlan, Pratiwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.11981

Abstract

Layanan antrian Mobile dalam kerangka Jaminan Kesehatan Nasional memungkinkan peserta JKN mendaftar antrian menggunakan perangkat seluler seperti smartphone atau tablet. Berdasarkan data observasi dari bulan Januari hingga Juni 2023, tercatat sebanyak 6029 pasien menggunakan layanan antrian Mobile JKN di UPT Puskesmas Rappang. Namun, kendala-kendala muncul, antara lain rendahnya kesadaran dan pemahaman peserta JKN mengenai layanan antrian Mobile JKN. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang layanan antrian Mobile JKN  terhadap berbagai aspek mutu pelayanan Kesehatan di Puskesmas Rappang serta hubungan  pemanfaatan layanan antrian dengan mutu pelayanan Kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross sectional study untuk mengkaji hubungan antara pemanfaatan layanan antrian Mobile JKN dan mutu pelayanan di UPT Puskesmas Rappang, Kabupaten Sidrap. Hasil analisis diperoleh p-value 0,000 < (0,05), artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas layanan pada aplikasi Mobile JKN dengan tingkat kepuasan peserta UPT Puskesmas Rappang Kabupaten Sidenreng  Rappang.  Hubungan pemanfaatan layanan antrian pada aplikasi Mobile JKN dengan pemanfaatan layanan peserta UPT Puskesmas Rappang Kabupaten Sidenreng Rappang, dari 31 responden (31.6%) yang mendapatkan pemanfaatan layanan antrian Mobile JKN yang cukup, sebanyak 67 responden (68.4%) menyatakan efektif dan sebanyak 36 responden (36.7%) menyatakan cukup, sedangkan dari  67 responden (63.3%) yang mendapatkan mutu pelayanan yang baik
PENGARUH PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT, PROACTIVE COPINGDAN WORK-LIFE BALANCETERHADAP PERCEIVED PRODUCTIVITYMELALUI BURNOUT Evelyn, Evelyn; Anindita, Rina; Johanes, Johanes
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.12006

Abstract

This study aims to determine the health impacts caused by child marriage in the North Surabaya Region of East Java Province. The identified and analyzed impacts include physical, mental, and social impacts. Marriage is crucial for every human being since it creates a balance in a person's life socially, biologically, and psychologically. This study's method used the descriptive qualitative method. Interviews and documentation are used as data collection techniques. Furthermore, the data analysis stages included the process of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The study’s results showed that respondents experienced physical impacts. Meanwhile, the impacts of child marriage on mental health included the husband and wife's unstable emotions and wives who tend to be passive, insecure, and afraid to make any decisions. In addition, this study showed that child marriage also made some respondents unable to be independent; instead, they depended on their husbands. The impact of social health in this study was the emergence of financial problems. Due to the children's immature age and low education level, the couples from child marriage struggle to get a decent job, resulting in they have a low income.
ANALISIS RENCANA STRATEGI BISNIS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. H. CHASAN BOESOIRIE TERNATE DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD. Arif, Alwan M
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.13041

Abstract

Pencapaian visi dan misi rumah sakit merupakan tujuan utama dari pengelolaan organisasi rumah sakit. Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, tentu diperlukan perencanaan yang berbasis data dan terukur. Orientasi pelayanan rumah sakit saat ini semakin dinamis, karena selain melakukan pelayanan sosial, rumah sakit juga dituntut untuk mengembangkan aspek bisnis guna memperkuat basis finansial. Pendapatan keuangan atau finansial rumah sakit menjadi kegiatan bisnis yang harus dilakukan. Meskipun demikian, rumah sakit di Indonesia tetap mengutamakan aspek kemanusiaan, yang harus memperhatikan pelayanan baik kepada pasien sebagai pelanggan maupun kepada pegawai sebagai pekerja. Oleh karena itu, tidak tepat jika keberhasilan suatu rumah sakit hanya dilihat dari sudut pandang finansial semata (Dewi et al).        Untuk memastikan tercapainya tujuan organisasi, rumah sakit perlu memperhatikan berbagai aspek yang mendukung proses perencanaan dan pelaksanaan strategi. Salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam implementasi rencana strategis (Arini T, 2015). Sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan rencana strategis, penerapan manajemen strategis yang ideal sangat diperlukan. Rumah sakit harus memiliki rencana strategis yang komprehensif untuk mencapai tujuan jangka panjang, efisiensi, serta pengembangan organisasi. Rumah sakit perlu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, termasuk perubahan dalam teknologi dan kondisi sosial ekonomi. Rumah sakit dituntut untuk dapat beradaptasi dalam menyediakan sistem pelayanan kesehatan yang efektif dan berkualitas. Jika tidak mampu menyesuaikan, rumah sakit akan tertinggal dalam persaingan pelayanan. (Hammad, Ramie A, 2022).        Salah satu rumah sakit yang menghadapi tantangan dalam penerapan strategi bisnis adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. RSUD ini merupakan rumah sakit tipe B pendidikan yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Meskipun telah menyusun dokumen rencana strategis untuk periode 2018–2022, dokumen tersebut tidak memberikan gambaran yang jelas mengenai isu-isu strategis serta masalah internal dan eksternal yang dihadapi oleh rumah sakit. Selain itu, dokumen tersebut tidak disosialisasikan secara menyeluruh kepada pihak terkait di rumah sakit, sehingga banyak pelaksana struktural dan fungsional yang kurang memahami arah dan tujuan rumah sakit. Berdasarkan studi pendahuluan, penulis menemukan beberapa masalah yang terjadi di rumah sakit ini, antara lain: defisit keuangan pada tahun 2022, meningkatnya utang rumah sakit kepada pihak ketiga, banyaknya fasilitas rumah sakit yang rusak, sistem informasi rumah sakit yang tidak optimal, serta terjadinya aksi protes pegawai yang mengganggu pelayanan rumah sakit.        Hasil wawancara dengan pihak perencanaan menunjukkan bahwa dokumen tersebut lebih disusun untuk memenuhi kebutuhan administrasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan kurang memperhatikan pemetaan isu-isu strategis yang relevan dengan kondisi rumah sakit. Meskipun dokumen rencana strategis Rumah Sakit dr. H. Chasan Boesoirie periode 2018–2022 sudah mencantumkan beberapa elemen penilaian kinerja, namun perlu dilakukan analisis lebih lanjut dengan metode  Balanced Scorecard (BSC). Balanced Scorecard pada organisasi rumah sakit memiliki peranan penting dan berdampak positif bagi perkembangan organisasi. Ronita S, et al (2023).        BSC terdiri dari 4 (empat) perspektif penilaian utama yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal serta pembelajaran dan inovasi. Pratistha (2019). Penelitian yang dilakukan oleh Rosita, S pada tahun 2021 membuktikan bahwa penerapan Balanced Scorecard di organisasi rumah sakit memainkan peran yang sangat penting dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan organisasi. Penelitian ini didukung oleh beberapa kajian kepustakaan yang mengeksplorasi dampak implementasi BSC di rumah sakit. Hasilnya menunjukkan bahwa metode BSC memberikan dampak positif pada sebagian besar penelitian, khususnya dalam hal kepuasan pasien, kinerja keuangan, dan kinerja manajemen (Amer et al., 2022).         Metode BSC telah banyak diterapkan di sektor rumah sakit di Indonesia. Penerapan metode ini terbukti memberikan manfaat dalam memberikan arah yang jelas untuk mencapai tujuan rumah sakit sesuai dengan visi dan misi, serta membantu dalam mengelola keseimbangan antara kinerja keuangan dan non-keuangan. Selain itu, BSC juga berperan dalam mendorong budaya kerja yang positif, meningkatkan motivasi karyawan, serta menyesuaikan perubahan lingkungan kerja dengan kebutuhan rumah sakit (Muhsyaf & Aoki, 2018). Penelitian lain mengenai implementasi BSC dalam penyusunan strategi RSUD Wangaya Denpasar menunjukkan hasil yang dapat dijadikan acuan pengembangan rumah sakit ke depan. Berdasarkan analisis empat perspektif BSC, fokus pengembangan mencakup peningkatan sistem informasi berbasis teknologi, pengoptimalan waktu tunggu pelayanan, peningkatan pendapatan dan efisiensi, serta program retensi pasien (Dewi et al., 2017).              Penerapan BSC dalam penilaian kinerja pelayanan rumah sakit di Maluku Utara belum pernah dilakukan, namun penelitian dengan menggunakan metode BSC di Intansi lain telah dilakukan oleh Fazry S tahun 2014 menunjukan bahwa penilaian kinerja dengan menggunakan metode BSC untuk kelima kabupaten/kota mencapai predikat cukup. Balanced Scorecard (BSC) mencakup tujuan dan pengukuran yang menggambarkan kesuksesan akhir dalam pencapaian laba. Pengukuran kinerja keuangan, seperti pendapatan operasional dan tingkat pengembalian investasi, menggambarkan sejauh mana strategi perusahaan dan implementasinya dapat meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Peningkatan kinerja keuangan dicapai melalui dua pendekatan utama: pertumbuhan pendapatan dan peningkatan produktivitas (Atkinson et al., 2012; Kurniati, 2021; Lestari & Sumarsih, 2016. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis rencana strategi bisnis Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Chasan Boesoirie Ternate dengan pendekatan Balanced Scorecard.
ANALISIS IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT DI RSUD ANUGERAH TOMOHON Surya, Welong S.; Waworuntu, Marieska Y.; Lumi, Welmin M. E.; Tulung, Audy A.; Taher, Marsel R.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.22001

Abstract

Permenkes Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013 Pasal 3 menyebutkan bahwa setiap rumah sakit diwajibkan menyelenggarakan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). SIMRS merupakan serangkaian proses yang diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi kesehatan dalam menjalankan fungsi serta mencapai tujuan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD). Lokasi penelitian di RSUD Anugerah Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, yang berlangsung dari bulan Agustus sampai November 2024. Sampel terdiri atas 5 informan yang meliputi direktur rumah sakit, kepala bidang pelayanan medis, kepala instalasi SIMRS, operator, serta penerima pelayanan kesehatan. Analisis data menggunakan teknik content analysis dari Miles dan Huberman, sedangkan validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ditemukan bahwa implementasi SIMRS di RSUD Anugerah Tomohon dari komponen infrastruktur sudah cukup memadai, ditandai dengan tersedianya perangkat keras seperti komputer di berbagai instalasi termasuk IGD, ruang rawat jalan, dan poliklinik. Server utama dan server mandiri di setiap departemen juga sudah ada, didukung dengan jaringan LAN yang terpasang sejak 2020. Namun, beberapa standar internasional untuk server belum terpenuhi, dan beberapa unit operasional belum sepenuhnya dilengkapi dengan perangkat pendukung. Implementasi SIMRS dari komponen jaringan berjalan baik setelah peningkatan server, memungkinkan konektivitas yang stabil untuk aplikasi SIMRS di beberapa bagian, meskipun belum terkoneksi sepenuhnya di area farmasi dan laboratorium. Sistem aplikasi telah didesain user-friendly dan sesuai dengan standar pemerintah, namun masih dalam tahap uji coba untuk beberapa fitur, seperti Rekam Medis Elektronik (RME), yang diharapkan terintegrasi sepenuhnya pada akhir 2024. Komponen sumber daya manusia sudah memenuhi kebutuhan operasional, dengan dukungan pelatihan dasar yang diberikan oleh teknisi Kominfo. Namun, kompetensi dalam pengembangan aplikasi masih terbatas, terutama dalam integrasi pelayanan telemedicine, e-rekam medis, dan koneksi dengan pihak eksternal seperti BPJS dan dinas kependudukan. Prosedur telah diterapkan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, namun peningkatan kompetensi di bidang teknik informatika diperlukan untuk mendukung implementasi SIMRS secara optimal. Kesimpulan penelitian ini ialah penerapan SIMRS di RSUD Anugerah Kota Tomohon dari komponen infrastruktur, komponen jaringan, dan komponen SDM meskipun masih ada beberapa bagian yang dalam tahap pengembangan, RSUD Anugerah Tomohon sudah memiliki infrastruktur yang siap untuk mendukung penerapan SIMRS yang diharapkan berjalan penuh pada akhir 2024. Saran ialah tetap mengembangkan sesuai kualifikasi dan kompetensi perlu agar pelaksanaan SIMRS di RSUD Anugerah Tomohon berjalan secara optimal.
MANAJEMEN TERAPI HOLISTIK BAGI PENYEMBUHAN PENYAKIT Mulyono, Puput; Purnomo, Singgih
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.22185

Abstract

Perkembangan dunia medis saat ini diimbangi oleh maraknya pengobatan alternatif yang turut berperan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Fenomena ini menunjukkan bahwa tidak semua penyakit dapat disembuhkan dengan obat atau teknologi medis modern.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana terapi holistik dan hubungannya terhadap penyembuhan penyakit di Paguyuban Tri Tunggal Semarang. Dengan mendeskripsikan konsep terapi holistik bagi penyembuhan penyakit di Paguyuban Tri Tunggal Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang menggunakan metode pengumpulan data secara observasi, interview dan dokumentasi. Adapun analisis datanya menggunakan analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu analisa penelitian yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan situasi tertentu yang bersifat faktual secara sistematis dan akurat. Hasil penelitian menunjukan bahwa terapi holistik terdiri dari tiga jenis terapi yaitu terapi penyembuhan jarak jauh, transfer penyakit ke hewan dan ruwatan. Di dapat pula kekurangan dari terapi holistik di Paguyuban Tri Tunggal Semarang yaitu tidak mempunyai alat pengukuran (diagnosa) suatu penyakit secara pasti, hanya menggunakan kain rajah yang diselimutkan ke bagian tubuh pasien yang sakit, tempat praktek terapi yang lumayan jauh dari pusat kota Semarang. Sedangkan kelebihan terapi holistik di Paguyuban Tri Tunggal Semarang yaitu tidak memakai obat-obatan kimia sehingga dari segi medis tidak mempunyai efek samping, biaya terapi relatif murah karena bersifat sukarela, pengobatannya secara holistik (menyeluruh) jasmani dan rohani seimbang, tidak menggunakan kekuatan jin (khodam) karena hanya memohao ridho Allah semata.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PELAKSANAAN HOSPITAL WITHOUT WALLS RSUD ANUGERAH TOMOHON Waworuntu, Marieska Youhland; Surya, Welong Seftian.; Lumi, Welmin Margotje Elizabeth; Musak, Rivolta Alfiko; Lontaan, Ever Mario; Pandey, Apricillia Agrita Anastasia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.23117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi konsep "Rumah Sakit Tanpa Dinding" (HWW) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anugerah Tomohon, dengan fokus pada identifikasi Kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaannya serta implikasinya terhadap pengembangan sistem kesehatan digital. Pendekatan kualitatif digunakan, dengan melakukan Diskusi Kelompok Terarah (FGD) bersama pemangku kepentingan utama, termasuk staf medis, manajemen rumah sakit, dan perwakilan pasien, untuk mengumpulkan data secara mendalam. Temuan penelitian mengungkapkan beberapa Kelebihan utama implementasi HWW, seperti peningkatan aksesibilitas, waktu respons yang lebih cepat, kenaikan jumlah kunjungan pasien, dan peningkatan efisiensi biaya. Namun, penelitian juga mengidentifikasi kekurangan, termasuk keterbatasan sumber daya manusia, kesadaran dan pemahaman pasien, kesulitan koordinasi, serta penerimaan masyarakat yang bervariasi. Penelitian ini lebih lanjut mengeksplorasi dampak HWW terhadap pengembangan sistem kesehatan digital, penguatan kelembagaan, perumusan kebijakan, dan pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan analisis, penelitian ini memberikan rekomendasi untuk kebijakan dan praktik guna memperkuat implementasi HWW, termasuk investasi pada infrastruktur dan sumber daya manusia, integrasi rekam medis elektronik dan telemedicine, serta peningkatan kolaborasi pemangku kepentingan dan keterlibatan masyarakat. Temuan ini berkontribusi pada penelitian terbatas tentang HWW di Indonesia dan menawarkan wawasan berharga untuk adopsi dan optimalisasi pendekatan ini secara lebih luas untuk meningkatkan aksesibilitas, kualitas, dan efisiensi layanan kesehatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, DUKUNGAN KELUARGA DAN HEALTH BELIEF DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Ramlah, Besse; Wittiarika, Ivon Diah; Handayani, Samsriyaningsih
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.24033

Abstract

ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama enam bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain (kecuali obat, vitamin, dan mineral). Bayi berusia kurang dari 6 bulan yang tidak disusui mengalami peningkatan kematian 3,5 kali (laki-laki) dan 4,1 kali (perempuan) dibandingkan dengan mereka yang menerima ASI. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pengethauan, dukungan keluarga dan health belief di wilayah kerja Puskesmas Wanggarasi kabupaten Pohuwato tahun 2023. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampelnya adalah ibu balita usia 6-23 bulan yang diambil dengan menggunakan total sampling dengan jumlah 87 responden. Istrumen penelitian menggunakan kuisioner yang disebarkan dari rumah ke rumah responden dan di Posyandu. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Chi Square. Responden pada penelitian ini hampir seluruhnya tidak bekerja atau ibu rumah tangga, responden yang memberikan ASI eksklusif sebesar 31%, hampir setengah dari responden dengan pengetahuan baik, mendapat dukungan keluarga dan health belief favorable. Analisis uji korelasi Chi Square menunjukkan ada hubungan secara signifikan antara pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif (p=0,031), dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif (p=0,001) dan health belief (p=0,002). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa health belief dengan nilai koefisien B 3,517, p=value (0,003) dan nilai Negelkerke R Square (R2) sebesar 0,382 (38,2%). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, dukungan keluarga dan health belief dengan pemberian ASI eksklusif dimana health belief  adalah yang paling dominan.
HUBUNGAN USIA DAN LAMA MENIKAH TERHADAP KEBERHASILAN PROGRAM BAYI TABUNG DI RSUD. DR SOETOMO SURABAYA DAN RSIA PUTRI KLINIK TIARA CITA SURABAYA Trianto, Nur Ayafida Putri; Sa’adi, Ashon; Erye Frety, Endyka
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.25308

Abstract

Infertilitas merupakan ketidakmampuan pasangan untuk mencapai kehamilan selama setidaknya satu tahun ketika melakukan hubungan intim tanpa menggunakan alat kontrasepsi lainnya. Hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (2018) mengatakan, pada tahun 2017 angka infertilitas di Indonesia adalah 12%-22% dari total populasi usia reproduksi, sebanyak 15% kasus terjadi pada wanita usia subur . Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan usia dan lama kawin pada pasangan suami istri terhadap keberhasilan program bayi tabung di Klinik Graha Amerta RSUD Dr. Soetomo dan RSIA Putri Klinik Tiara Cita Surabaya Tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampelnya adalah wanita yang mengikuti program bayi tabung di Klinik Fertilitas Graha Amerta RSUD Dr. Soetomo dan RSIA Putri Klinik Tiara Cita Surabaya Tahun 2022 yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dengan menggunakan total sampling dengan jumlah 121 responden. Istrumen penelitian menggunakan data sekunder yang bersumber dari rekam medis pasien kemudian dianalisis menggunakan uji statistik non parametrik. Responden pada penelitian ini sebagian besar berusia 35-39 tahun, menikah > 5 tahun, kadar serum ?-Hcg <25 mIU/mL, kadar progesteron <80 nmol/L, dan gagal program IVF. Analisis uji mann whitney menunjukkan ada hubungan secara signifikan antara usia dengan keberhasilan program IVF (p=0,001) dan terdapat hubungan yang signifikan antara lama menikah dengan keberhasilan program IVF (p=0,015). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan lama menikah dengan keberhasilan program IVF, dukungan keluarga dan health belief dengan pemberian ASI eksklusif dimana  health belief  adalah yang paling dominan.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN RIWAYAT KELUARGA DENGAN HIPERTENSI PADA PASIEN DI PUSKESMAS TUMINTING KOTA MANADO Sasombo, Ferkrindi; Nelwan, Jeini E.; Mantjoro, Eva M.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.27438

Abstract

Hipertensi adalah yang menyebabkan kematian pada dunia. Banyak orang menyebut hipertensi sebagai pembunuh diam-diam, dikarenakan orang yang mengidap penyakit hipertensi sering kali tidak ada gejalanya. Pada tahun 2023, data menunjukkan bahwa jumlah orang yang berusia antara 30 hingga 79 tahun yang menderita hipertensi mencapai satu miliar di seluruh dunia. Menurut data Riskesdas tahun 2013 dan 2018, Indonesia mengalami peningkatan kasus hipertensi dari total prevalensi 25,8% naik menjadi 34,15%. Prevalensi penyakit hipertensi di dunia atau secara global yaitu sebesar 22% dari total populasi dunia. Sulawesi Utara memiliki angka prevalensi hipertensi sebesar 33,12%. Kota Manado memiliki angka kejadian penyakit hipertensi yaitu sejumlah 41.869 kasus. Hipertensi merupakan penyakit teratas di Kecamatan Tuminting. Tujuan Penelitian untuk menggambarkan dan menganalisis hubungan aktivitas fisik dan riwayat keluarga dengan hipertensi pada pasien di Puskesmas Tuminting Kota Manado. Jenis penelitian yaitu observasional analitik  desain penelitian cross-sectional. Sampel yang diteliti adalah pasien hipertensi di Puskesmas Tuminting Kota Manado, yang terdiri dari 74 responden yang dipilih melalui metode accidental sampling. Penelitian ini berlangsung pada bulan Januari-Februari 2024. Hasil penelitian dengan uji Chi Square, yaitu tidak ada korelasi antara aktivitas fisik dengan hipertensi memiliki nilai sebesar 0,101, dan juga ditemukan tidak ada korelasi antara riwayat keluarga dengan hipertensi memiliki nilai sebesar 0,386.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BAYI USIA 0 SD 24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAKAL GAJAH KABUPATEN DAIRI Haloho, Dewi Murniwaty; Nababan, Donal; Simanjuntak, Yunida Turisna; Sunyianto, Sunyianto; Br. Brahmana, Nettietalia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.28744

Abstract

Masih besarnya permasalahan gizi balita merupakan manifestasi dari rumitnya permasalahan pangan dan gizi di Indonesia. Permasalahn gizi  masih menjadi sorotan di Indonesia terutama masalah gizi pada balita, namun permasalah gizi ini tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi sudah menjadi permasalahn global. Kondisi kesehatan dan status gizi balita adalah indikator keadaan gizi kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada bayi usia 0 sd 24  di wilayah kerja Puskesmas Bakal Gajah, Kabupaten Dairi tahun 2024. Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan rancangan  penelitian adalah kasus kontrol, menggunakan metode kuantitatif. Penelitian di lakukan selama 4 bulan pada bulan oktober tahun 2023 sampai dengan Januari tahun 2024 meliputi survei awal, penyusunan proposal, penelitian, analisa data serta pelaporan hasil penelitian. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu dengan kejadian stunting pada Baduta di wilayah kerja Puskesmas. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada Baduta di wilayah kerja Puskesmas. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemeriksaaan ANC dengan kejadian stunting pada Baduta di wilayah kerja Puskesmas. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian Tablet Fe dengan kejadian stunting pada Baduta di wilayah kerja Puskesmas. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada Baduta di wilayah kerja Puskesmas. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian MP ASI dengan kejadian stunting pada Baduta di wilayah kerja Puskesmas.

Page 97 of 216 | Total Record : 2155