Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Jurnal ini menerima kontribusi dalam bidang linguistik, sastra dan pengajaran dari berbagai perspektif, misalnya: pengajaran dan pembelajaran bahasa pertama, kedua, dan asing; bahasa dan sastra dalam pendidikan; perencanaan bahasa, pengujian bahasa; desain dan pengembangan kurikulum; multibahasa dan pendidikan multibahasa; analisis wacana; sastra dan pengajaran; bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA); dan penerbitan dan budaya.
Articles
463 Documents
Analysis of The Use of Slang Variation by Teenagers in Selokajang Village: A Sociolinguistics Study
Winda Lestari, Oktavia;
Jazeri, Mohamad;
Mukhlas, Moh.
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ghancaran.v4i1.5856
Slang is one of the typical languages formed from Indonesian, but has been modified into a new language and is used when communicating. This study uses a research method that is descriptive qualitative method in the form of data which is then processed into a neat and easy to understand written form. This study aims to describe, validate the phenomenon under study, and to find out the reality of the phenomenon related to the use of slang by the youth of Selokajang Village. Data collection techniques used by researchers are interview techniques and also observation techniques or direct observation. Researchers used verbal data analysis techniques in the form of speeches descriptions. Data in the form of speech is based on the context of the situation, social, and cultural. Based on the results of the analysis through the interview method with the youth of Selokajang Village, it was found that there were 20 variations of slang used by the youth of Selokajang Village in daily communication. Language variation is one approach or study of sociolinguistics, language variation is often also called language variety. One form of language variation that occurs in people's speech acts is slang or also called millennial slang.
Distribution of Verbs Prefixed {N-} in Bahasa on Indonesian Language Textbooks for VII Grade (2014 & 2017 Editions)
Najiibah, Najiibah;
Prayoga, Ngaestyono;
Vargheese K J
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ghancaran.v4i1.5985
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai kategori kelas kata pembentuk verba infleksional dan derivasional, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas verba infleksional dan derivasional dengan distribusi verba berprefiks {N-}. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan fakta-fakta yang ada. Instrumen penelitian ini menggunakan teknik dan model analisis satuan morfologi dalam kajian morfologi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik mendengarkan, berbicara bebas, dan teknik mencatat. Analisis data dilakukan setelah data terkumpul dengan dua cara. Pertama, merumuskan kata-kata biasa berikut yang termasuk juga menggambarkan proses pengolahan kata kerja dan hasil pembentukan kata kerja. Kedua, membuat formulasi dengan menggunakan tanda atau simbol. Hasil penelitian menemukan dua jenis verba yaitu verba infleksional dan verba derivasi. Verba infleksional berasal dari bentukan kata yang dikategorikan sebagai verba dan tidak ada perubahan kategoris kata. Verba derivasi berasal dari pembentukan kata yang menyebabkan perubahan kategoris. Sedangkan kelas kata, ditemukan sebagai salah satu kategori pembentuk verba derivasional. Verba infleksional lebih produktif daripada verba
Tindak Tutur Ilokusi Guru dalam Pembelajaran Bahasa Jawa Kelas VII di SMP Negeri 1 Yosowilangun
Setiawan, Oki Bagus
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ghancaran.v4i1.6015
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan analisis ujaran tuturan ilokusi guru dalam pembelajaran bahasa Jawa di SMP Negeri 1 Yosowilangun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data menggunakan tuturan guru bahasa Jawa yang sedang bertugas di SMP Negeri 1 Yosowilangun dan memiliki latar belakang sebagai masyarat Pandalungan. Pengumpulan data menggunakan teknik rekam sadap pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Teknik analisis data dengan mendeskripsikan ujaran yang sudah ditranskrip sesuai dengan teori pragmatik tindak tutur ilokusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis tindak tutur ilokusi guru dalam pembelajaran bahasa Jawa tersebut adalah 5 tindak tutur ilokusi, yaitu (1) tindak tutur ilokusi jenis asertif, (2) direktif, (3) komisif, (4) ekspresif, dan (5) deklaratif. Sementara itu, empat fungsi tindak tutur ilokusi, yaitu (1) kompetitif, (2) konvivial, (3) kolaboratif, dan (4) konfliktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pembelajaran bahasa Jawa, tindak tutur ekspresif dengan maksud mengeluh dan mengkritik ternyata paling sering digunakan secara tidak langsung oleh guru.
Film Sepatu Dahlan: Salah Satu Alternatif Media Pembelajaran Pendidikan Karakter Anak Sekolah Dasar
Pancarrani, Berlian;
Efendy, Della Ammar
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ghancaran.v4i1.6041
Character education had learned by the student since the elementary school level in formal education. Character education can be learned by using media that have character education values. One of the learning media is the movie and one of the Indonesian movie that has character education contain is “Sepatu Dahlan”. This study aims to describe the value of character education in the movie of Sepatu Dahlan. This research used qualitative research method. The source of data in this study was a movie scene, namely the movie of “Sepatu Dahlan”. The data were analyzed using semiotic theory to get the character values in the film.The result of the study shows seven values of character education, namely religious, honest, disciplined, independent, socially caring, friendly/communicative, and responsible.
Kekacauan Perjuangan Subaltern dalam Novel Babad Kopi Parahyangan Karya Evi Sri Rezeki (Pascakolonial Gayatri C. Spivak)
Azhim, Yusril Ihza Fauzul
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ghancaran.v4i1.6089
Perkembangan komoditas kopi berkembang ke wilayah kesastraan. Novel Babad Kopi Parahyangan karya Evi Sri Rezeki membicarakan sejarah panjang kolonialisme di bidang perkebunan dan industri kopi Nusantara. Novel ini juga membangun gagasan nasionalisme dalam memperjuangkan hak petani dan perempuan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan perjuangan subaltern menurut pandangan Gayatri C. Spivak. Subaltern dipahami sebagai subjek pinggiran yang suaranya selalu diwakilkan, sehingga eksistensi mereka merupakan bagian dari praktik dominasi. Penelitian ini menggunakan metode pustaka dan simak-catat guna mempermudah memahami sekaligus menganalisis permasalahan dalam novel. Hasil dari penelitian ini yaitu mengulas kekacauan produksi wacana perjuangan masyarakat subalterndalam novel sebagai rantai kekuasaan nasionalis borjuis.Sehingga dalam menempatkan posisi perjuangan, ideologi novel masih melekat pada nilai-nilai tradisi warisan kolonial.
Ojhung di Atas Bukit: Budaya Magis Orang Madura Utara
Raditya, Ardhie
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ghancaran.v4i1.6099
Kehidupan orang-orang Madura Utara selama ini belum menjadi fokus perhatian arus utama dalam studi-studi akademik orang Madura. Sebagian besar peneliti Madura sering memandang ke arah selatan karena menjadi pusat kemajuan kota di pulau Madura. Tujuan penelitian ini mencoba mengungkap kekhasan budaya Madura Utara yang selama ini masih sangat terbatas dalam studi-studi akademik orang Madura. Salah satu budaya khas Madura Utara tersebut adalah pagelaran budaya ritual magis, yakni Ojhung Co’ Ghunong. Berdasarkan observasi terlibat yang dihimpun oleh peneliti menunjukkan bahwa Ojhung Co’ Ghunong adalah seni bertarung lelaki Madura Utara yang memainkan peranan penting bagi ritual magis dalam tradisi menurunkan hujan ketika musim kemarau panjang. Melalui kerja metode etnografi monografi, tersingkap kandungan nilai budaya kehidupan di antara Ojhung Co’ Ghunong. Budaya kehidupan ini tidak hanya berupa usaha menghidupkan lahan-lahan pertanian yang dilanda kekeringan, melainkan juga telah bertransformasi menjadi saluran pendidikan di antara orang-orang Madura Utara untuk menjaga dua kekuatan tubuh mereka, yakni tubuh material dan non material, agar menjadi lelaki Madura sejati.
Model Pembelajaran Menyimak Kritis Melalui Media Interaktif pada Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia IAIN Madura
Ayuanita, Kristanti;
Hafid Effendy, Moh.
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ghancaran.v4i1.6338
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya problematika ketika usai kegiatan menyimak kurang lebih hanya ada 4-5 mahasiswa yang aktif berdiskusi dan yang lainnya hanya diam tidak mengungkapkan pendapatnya. Proses menyimak memerlukan perhatian serius dari mahasiswa. Oleh karena itu, perlu adanya model pembelajaran yang diterapkan dosen kepada mahasiswa yang inovatif guna mengubah pola pembelajaran ke arah yang lebih baik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosen menggunakan semua media yang ada di laboratorium utamanya media audio visual yang bisa digunakan secara interaktf. Selain itu, media interaktif adalah media audio visual yang digunakan dosen pengajar sebagai alat bantu dalam menyampaikan materi pembelajaran keterampilan menyimak kritis. Dalam hal ini dosen menggunakan komputer, proyektor, seperangkat multimedia lengkap dengan headset di masing masing kursi. Media audio visual dipilih dari sumber internet seperti di youtube yang berupa rekaman materi yang dipilih sedemikian rupa untuk membantu proses menyimak kritis agar lebih mudah dipahami mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia IAIN Madura. Di sisi lain, mahasiswa merasa terbantu dalam hal menyimak dengan menggunakan media interaktif. Sebaliknya mereka merasa bosan jika pembelajaran keterampilan menyimak hanya diisi dengan diskusi atau metode ceramah. Mereka kurang konsentrasi dan terkadang mudah mengantuk. Adapun faktor pendukung dalam pembelajaran keterampilan menyimak ini adalah kondisi kelas yang kondusif ditambah dengan multimedia yang membantu jalannya proses belajar mengajar keterampilan menyimak kritis. Faktor penghambatnya terletak pada perangkat laboratorium, dalam hal ini headset yang tidak semuanya berfungsi dengan baik. Pada media yang digunakan, jika durasi terlalu panjang, mahasiswa akan kesulitan untuk menyimpulkan keseluruhan isi dari bahan simakan yang di sajikan.
Analisis Penamaan Jalan dan Nilai Historis Kebangsaan di Kota Madiun
Puti, Febri Ersa Millenia;
Adhani, Agnes;
Wijayanti, Wenny
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ghancaran.v4i1.6393
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya nama-nama jalan di Kota Madiun dengan ciri khas masing-masing daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan wujud penamaan dan mendeskripsikan makna jalan di Kota Madiun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif kajian semantik. Sumber data dalam penelitian ini adalah nama jalan (tempat), dokumen penamaan jalan (maps), dan sejarawan. Data dalam penelitian ini berupa kata atau frasa nama-nama jalan di kota Madiun. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dalam bentuk tulisan dan gambar. Teknik analisis data dalam penelitian ini ada tiga tahap, yaitu (1) menganalisis pola penamaan berdasarkan jumlah kata, jumlah suku kata, penanda, dan kelas kata, (2) menganalisis makna nama jalan dan mengaitkan nama dengan referensinya, dan (3) menganalisis ada atau tidaknya sumbangan nilai historis dan kebangsaan pada nama jalan. Penelitian ini menghasilkan temuan nama-nama jalan di Kota Madiun menggunakan 2 kata, 4 suku kata, kelas kata berupa nomina, dan penanda terbanyak adalah nama pahlawan. Ditemukan 14 makna dari nama-nama jalan di Kota Madiun. Penamaan jalan memperoleh sumbangan nilai historis berupa perubahan nama dan adanya objek penanda, sedangkan mendapat sumbangan nilai kebangsaan melalui nama-nama jalan berupa nama pahlawan dan organisasi sebagai pengenangan jasa dan perwujudan cinta terhadap Indonesia.
Nilai Pendidikan Akhlak dalam Novel Pudarnya Pesona Cleopatra Karya Habiburrahman El-Shirazy (Pembelajaran Sastra di Era Merdeka Belajar)
Marwan, Iwan;
Adha, Asyrul Hanni
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2022: SPECIAL EDITION: LALONGET III
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ghancaran.vi.6717
This study aims to describe the value of moral education in the novel Pudarnya Pesona Cleopatra by Habiburrahman El-Shirazy (litteratur learning in era merdeka belajar). This research uses a qualitative research type of library research (library research) to get a description in the form of clear words. The method used is descriptive analysis to analyze, identify and examine the novel Pudarnya Pesona Cleopatra by Habiburrahman El-Shirazy related to moral education. The source of this research is the novel Pudarnya Pesona Cleopatra by Habiburrahman El-Shirazy. The data collection technique of this research uses documentation taken from the novel. The data analysis technique uses content analysis, namely by carefully identifying the data that contains elements of moral education, then linking it with the appropriate theory. The results of the study indicate that there are values of moral education in the novel Pudarnya Pesona Cleopatra by Habiburrahman El-Shirazy: (1) The value of moral education to God in the novel includes: Dhikr, which is remembering Allah by mentioning Him in the worst situations and conditions, Praying is asking for God in order to get His goodness and pleasure and Worship is doing all bodily obedience only because of Allah, (2) The value of moral education to fellow humans in the novel includes: Birrul Walidain, namely having character to parents by being devoted to him by obeying and loving him other than that morals to humans also maintain friendship with others and Itsar, namely prioritizing the interests of others over personal interests, (3) The value of moral education to oneself in the novel includes: Trust is something that is entrusted to others in the form of messages carried out well, Patience with exams and trials given o by Allah with grace and fortitude, and maintain self-respect by covering the nakedness and lowering the gaze of the opposite sex who is not a mahram.
Representasi Nasionalisme dan Implementasi Profil Pelajar Pancasila pada Film “Susi Susanti - Love All” dalam Perspektif Semiotika Roland Barthes
Perdana, Rika Ayu
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2022: SPECIAL EDITION: LALONGET III
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/ghancaran.vi.7079
Film is a means of communication in which elements of language are created. It is on this basis that this study seeks to examine the semiotic aspects of the representation of nationalism and the implementation of the Pancasila Student Profile in the film entitled "Susi Susanti – Love All". This research was conducted using a qualitative-descriptive method using the point of view used by Roland Barthes. The units of analysis are words (dialogue), images (symbols), and sound. This study concludes that the representation of nationalism and the Pancasila Student Profile in the film being analyzed can be seen through the dialogues of the actors, film scenes, and the images and symbols in the film. This aspect can be seen as the meaning of the film which is connotative, denotative, or mythical in nature. 2) Presentation can be done verbally or non-verbally. There are several dialogues that reflect the implementation of the Pancasila Student Profile.