cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@arraayah.ac.id
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
jurnalinfo@arraayah.ac.id
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam
ISSN : 25033816     EISSN : 26862018     DOI : https://doi.org/10.37274/rais
Rayah Al-Islam (p-ISSN: 2503-3816, e-ISSN: 2686-2018) is a Journal of Islamic studies published twice a year, this scientific publication is managed by the Institute for Research and Community Service (LP2M) Ar-Raayah Arabic Language College (STIBA) Sukabumi. This journal focuses on the study of Islam, in the form of Research Results, Ideas, Theories, Methods and other Actual Problems Related to Islamic studies.This journal openly accepts contributions from experts to publish the results of his research.
Articles 539 Documents
Daya Kreativitas dan Motivasi Guru Dalam Mengajar Terhadap Prestasi Siswa (Penelitian pada Guru SKI se-KKMA Kecamatan Cisaat) Wawan Ridwan; Ijam Jamaludin; E. Hasanah
Rayah Al-Islam Vol 6 No 01 (2022): Rayah Al-Islam April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v6i01.716

Abstract

Dalam proses belajar-mengajar di sekolah, sering dijumpai beberapa masalah, di antaranya yaitu terlalu menekankan pada pengujian melalui tes, sehingga siswa hanya terpaku untuk menghafal teks yang ada di buku tanpa bisa mengembangkan pengetahuannya. Kemudian ketidakmampuan siswa dalam memahami pelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah. Hal itu dikarenakan guru dalam mengajar lebih memilih menerapkan metode dan cara mengajar yang cenderung monoton dan membosankan, sehingga menyebabkan siswa kurang termotivasi dan guru kurang mendapat perhatian dari siswa di kelas yang berujung pada dampak hasil belajar mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) semakin rendah dan tujuan pembelajaran di sekolah tidak tercapai. Oleh karena itu guru dituntut kreatif. Kreativitas guru berhubungan dengan merancang dan mempersiapkan bahan ajar/materi pelajaran, mengelola kelas, menggunakan metode yang variatif, memanfaatkan media pembelajaran, sampai dengan mengembangkan instrumen evaluasi, sehingga prestasi belajar siswa meningkat. Berdasarkan hasil penelitian bahwa terdapat pengaruh yang signifikan Kreativitas dan Motivasi Guru secara bersama-sama terhadap Prestasi Belajar siswa Madrasah Aliyah (MA) se-KKMA Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai Fhitung = 14,866>Ftabel = 3,354, dan nilai sig 0,000 < 0,05. Yang berarti benar bahwa terdapat pengaruh yang signifikan variabel bebas Kreativitas dan Motivasi Guru secara bersama-sama terhadap variabel terikat Prestasi Belajar, yaitu sebesar 52,4%. In the teaching-learning process in schools, there are often a number of problems, including the emphasis on testing through tests, so that students are only fixated on memorizing text in their books without being able to develop their knowledge. Then the inability of students to understand the lessons given by the teacher at school. That is because teachers in teaching prefer to apply methods and methods of teaching that tend to be monotonous and boring, causing students to be less motivated and less attentive to students in the classroom which results in lower social studies learning outcomes and school learning objectives not achieved. Therefore teachers are required to be creative. Teacher's creativity is related to designing and preparing teaching materials / subject matter, managing classes, using varied methods, utilizing learning media, and developing evaluation instruments, so that student achievement increases. Based on the results of the study that there is a significant effect of Teacher Creativity and Teacher Motivation together on Student Achievement of MA in KKMA Cisaat District, Sukabumi Regency. This is evidenced by the value of Fcount = 14,866> Ftable = 3,354, and the value of sig 0,000 <0,05. Which means that there is a significant effect of the independent variable Gurudan Gurus Creativity and Motivation together towards the dependent variable of Learning Achievement, which is equal to 52.4%
Otonomi Pendidikan dan Partisipasi Masyarakat Dampak Terhadap Pendidikan Nasional Ahmad Yani
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.717

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang sistem pendidikan yang awalnya bersifat sentralistik menjadi desentralistik. Dimana daerah memiliki kewenangan untuk mengatur dan menciptakan pendidikan yang lebih berkualitas. Setiap perubahan tentu saja akan berdampak positif maupun negatif, termasuk pada sistem pendidikan nasional. Desentralisasi pendidikan berarti terjadinya pelimpahan kekuasaan dan wewenang yang lebih luas kepada daerah untuk membuat perencanaan dan mengambil keputusannya sendiri dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi di bidang pendidikan. Desentralisasi pendidikan memberikan kewenangan kepada sekolah yang dikenal dengan otonomi pendidikan. Kewenangan tersebut memberikan ruang gerak yang lebih luas kepada sekolah untuk mengelola sumber daya alam dan sumber daya manusia sesuai dengan potensi daerah yang ada .Otonomi di bidang pendidikan tidak berhenti pada daerah tingkat kabupaten/kota tetapi sampai pada tingkat sekolah sebagai ujung tombak penyelenggaraan pendidikan. Dengan adanya pengalihan kewenangan pada level sekolah, maka sekolah diharapkan mampu menentukan arah pengembangan program yang sesuai dengan kondisi dan potensi daerah yang ada. Penelitian ini merupakan kajian literatur, sumber primer yang digunakan adalah kebijakan pemerintah yang dituangkan pada undang-undang dan juga sumber-sumber yang relevan terkait dengan otonomi pendidikan dan partisipasi masyarakat guna menganalisis dampak dari kebijakan tersebut. Hasil dari penelitian ini ada beberapa poin, yaitu (1) otonomi pendidikan dalam paradigma baru (2 dukungan partisipasi masyarakat dalam otonomi pendidikan (3) dampak otonomi pendidikan dan partisipasi masyarakat terhadap pendidikan nasional. This article describes the education system that was initially centralized to decentralized. Where regions have the authority to regulate and create higher quality education. Every change will certainly have both positive and negative impacts, including on the national education system. Decentralization of education means the transfer of power and broader authority to the regions to make plans and make their own decisions in overcoming problems faced in education. Decentralization of education gives authority to schools known as education autonomy. This authority provides more room for schools to manage natural resources and human resources in accordance with the potential of existing regions. Autonomy in the field of education does not stop at the district / city level but reaches the school level as the spearhead of the administration of education. With the transfer of authority at the school level, the school is expected to be able to determine the direction of program development in accordance with the conditions and the potential of the region. This research is a literature study, primary sources used are government policies as outlined in the law and also relevant sources related to the autonomy of education and community participation to analyze the impact of these policies. The results of this study are several points, namely (1) educational autonomy in the new paradigm (2 support community participation in educational autonomy (3) the impact of education autonomy and community participation on national education.
Lafaz Ayah dalam Al-Qur'an (Kajian Semantik Makna Abun dan Walidun) Aris Junaedi Abdilah; Yayan Nurbayan; Asep Sopian
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.718

Abstract

Ayah memiliki peranan yang krusial dalam pendidikan dan perkembangan anak-anaknya. Dalam al-Qur'an pun, sosok ayah adalah kisah yang sering disinggung. Hal tersebut menunjukan urgensi peran dan fungsi ayah dalam kehidupan seorang anak. Lafaz ayah dalam al-Qur'an disebut dengan lafaz abun dan walidun. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan merujuk pada teori semantik Abdul Chaer. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan analisis semantik, lafaz abun lebih umum dari lafaz walidun. Lafaz walidun hanya dimaknai ayah kandung, sedangkan lafaz abun bisa dimaknai ayah kandung, kakek, juga nenek moyang. Fathers play a crucial role in the education and development of their children. In the Qur'an, the figure of a father is often mentioned, indicating the urgency of a father's role and function in a child's life. The term for father in the Qur'an is mentioned as "abun" and "walidun". This research uses a literature study method by referring to Abdul Chaer's semantic theory. The results show that based on semantic analysis, the term "abun" is more general than "walidun". The term "walidun" only refers to a biological father, while "abun" can refer to a biological father, grandfather, and ancestors.
Peran Pekerjaan Istri Dalam Melemahkan Kepemimpinan Seorang Suami Dalam Kehidupan Rumah Tangga (Studi Kasus Suami Istri di Kecamatan Sumbersari, Jember) Jamaludin; Hasan Basalamah, Syafiq Riza
Rayah Al-Islam Vol 7 No 2 (2023): Rayah Al Islam Oktober 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i2.738

Abstract

Peran seorang suami di dalam rumah tangga sebagai seorang pemimpin dan juga sebagai orang yang memberikan nafkah di dalam keluarga sangatlah penting untuk menjadikan keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. Namun bagaimana jadinya ketika salah satu peran atau kewajiban suami mencari nafkah ternyata istri juga ikut mencari dan memberikan nafkah pada keluarga, Apakah hal tersebut bisa mempengaruhi kepemimpinan seorang suami di dalam rumah tangga dan juga ketaatan seorang istri kepada suaminya?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui arti dan macam-macam bentuk kepemimpinan seorang suami, faktor-faktor yang menyebabkan seorang istri ingin bekerja, dan peran apa sajakah ketika istri bekerja dalam melemahkan kepemimpinan seorang suami di dalam rumah tangga. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan penulis adalah melalui wawancara, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kepemimpinan seorang suami dalam rumah tangga memiliki arti kemampuan untuk mengambil tanggung jawab dalam memimpin dan membimbing keluarga agar dapat hidup dalam harmoni, saling menghormati, dan mencapai tujuan bersama. Adapun metode kepemimpinan seorang suami dalam rumah tangga: kepemimpinan otoriter, Kepemimpinan demokratis, Kepemimpinan transformasional, Kepemimpinan situasional, Kepemimpinan visioner. (2) Secara keseluruhan, faktor-faktor yang mempengaruhi keinginan seorang istri untuk bekerja sangatlah bervariasi dan tergantung pada situasi dan kondisi yang berbeda-beda. Adapun berikut adalah beberapa faktor mengapa seorang istri memilih untuk bekerja, faktor pendidikan, jumlah tanggungan, umur dan suami perokok. (3) Peran pekerjaan istri dalam melemahkan kepemimpinan seorang suami dalam rumah tangga ada beberapa macam yaitu: ketergantungan finansial, tuntutan pekerjaan, tekanan pekerjaan dan stress, keterbatasan keterampilan, peran finansial. The role of a husband in the household as a leader and also as someone who provides a living in the family is very important to make a family that is sakinah, mawadah, warahmah. But what happens when one of the husband's roles or obligations to earn a living turns out that the wife is also looking for and providing a living for the family. Can this affect a husband's leadership in the household and also a wife's obedience to her husband? The purpose of this study is to find out the meaning and types of leadership forms of a husband, the factors that cause a wife to want to work, and what role the wife plays in weakening a husband's leadership in the household. The results of this study indicate that: (1) The leadership of a husband in the household means the ability to take responsibility for leading and guiding the family so they can live in harmony, respect each other, and achieve common goals. The husband's leadership method in the household: authoritarian leadership, democratic leadership, transformational leadership, situational leadership, visionary leadership. (2) Overall, the factors that influence a wife's desire to work vary widely and depend on different situations and conditions. The following are several factors why a wife chooses to work, educational factors, number of dependents, age and husband of a smoker. (3) The role of a wife's work in weakening a husband's leadership in the household is of several kinds, namely: financial dependence, job demands, work pressure and stress, limited skills, financial role.
Mediasi Berhasil Sebagian Dalam Perkara Cerai Talak Kumulasi Hak Isteri, Hak Anak Serta Pengasuhan Anak di Pengadilan Agama Binjai Qamariah Lubis, Akma; Lubis, Fauziah; Harahap, Mhd. Yadi
Rayah Al-Islam Vol 7 No 2 (2023): Rayah Al Islam Oktober 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i2.749

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan memberikan sudut pandang dalam penyelesaian perkara cerai melalui litigasi (mediasi) berhasil sebagian dalam perkara cerai talak kumulasi hak isteri, hak anak serta pengasuhan anak di Pengadilan Agama Binjai. Penyelesaian sengketa melalui mediasi (damai) telah dikenal dalam agama Islam. Islam mengajarkan agar pihak-pihak yang bersengketa melakukan perdamaian. Dalam kasus perceraian, fungsi dari upaya untuk mendamaikan menjadi kewajiban hakim sebagai mediator yang harus dilakukan berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 01 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Oleh sebab itu diupayakan perdamaian melalui mediasi di Pengadilan Agama agar pasangan yang hendak bercerai mengurungkan niatnya dan rujuk kembali. Dalam realitasnya pemberlakuan mediasi masih kurang begitu efektif dalam menyelesaikan perkara, terbukti dari sedikitnya perkara yang berhasil diselesaikan dengan mediasi. Namun pada tahun 2022 ini mediasi yang dilaksanakan berhasil meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya dan mediasi berhasil sebagian sampai bulan Juni tahun 2022 sejumlah 7 (tujuh) perkara Nomor Register 6 , 173, 184, 188, 205, 228, dan 230. Permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan ini adalah tentang keberhasilan mediasi sebagai sarana mendamaikan perkara, yang tujuan utamanya yakni mengurangi jumlah perkara, dan juga untuk mengetahui tingkat keberhasilan mediasi. Khususnya dalam perkara perceraian yang terjadi di Pengadilan Agama Binjai. Di dalam penulisan penelitian ini, Penulis menggunakan jenis penelitian empirik dalam karya ini dengan menggunakan pendekatan kualitatif Sedangkan dalam metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Adapun metode artists data yang penulis gunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif. Untuk mengetahui secara jelas tingkat keberhasilan mediasi yang terjadi di Pengadilan Agama Binjai dengan menggunakan data-data yang diperoleh dalam penelitian di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan dalam proses mediasi dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama Binjai dalam mengupayakan perdamaian antara para pihak sudah sesuai dengan apa yang diatur pada PERMA No. 1 Tahun 2016, dan HIR. Selain itu tingkat keberhasilan mediasi dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama Binjai, jika dilihat dari penerapan mediasinya sudah efektif dan sesuai dengan PERMA Writing this study aims to share knowledge and provide a perspective in the resolution of divorce disputes through litigation (mediation) partially successful in a divorce cases property wife’s rights, children’s rights and childcare in the religious court Binjai. Dispute resolution through mediation (peace) has been known in Islam. Islam teaches that the parties to the dispute do peace. In divorce cases the function of an attempt to reconcile the duty of the judge as a mediator to be done based on Supreme Court Regulation No. 01 of 2016 on Mediation Procedures in Court. Therefore sought peace through mediation in the Religious that couples wishing to divorce the attack and reconciliation. Mediation is a dispute resolution process through the negotiation process or the consensus of the parties, assisted by the mediator has no authority to decide or impose a settlement In reality the application of mediation is less effective in resolving the case, proved by a case that successfully solved by mediation. But in 2022 mediation successful increased dramatically compared to previous years and mediation partially successful until June 2022 amount 7 (seven) case is registration number 6 , 173, 184, 188, 205, 228, and 230. Issues to be discussed in this study is about the effectiveness of mediation as a means of reconciling the case, the main goal of reducing the number of cases, and also to assess the success of mediation. Particularly in divorce cases that occurred in the Religious Court Binjai. In writing this research, Researchers use this type of empirical research in this work, using a qualitative approach. While the data collection methods used were observation and interviews. The method of data analysis used in this study the author uses descriptive qualitative analysis method. To know clearly the success rate of mediation that occurred in the Religious Court Binjai using data obtained in research in the field.
Pengaruh Hukum Islam Terhadap Hukum Nasional : Analisis Konstitusi Sandra Dewi, Atika; Tanjung, Dhiauddin
Rayah Al-Islam Vol 7 No 2 (2023): Rayah Al Islam Oktober 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i2.750

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis lebih lanjut mengenai pengaruh Hukum Islam terhadap Hukum Nasional. Pada awalnya sistem hukum Indonesia menganut sistem Eropa Kontinental dari Belanda. Sehingga pada mulanya awal penerapan Hukum Islam berlaku karena berbagai tradisi yang berlaku di masyarakat Indonesia yang dominan masyarakat muslim. Indonesia memberlakukan Hukum Islam sebagai Hukum Nasional yaitu terlihat pada adanya undang-undang perkawinan, zakat dan hadirnya Kompilasi Hukum Islam. Permasalahan didalam tulisan ini yaitu mengkaji bagaimana posisi hukum islam didalam hukum nasional serta kontribusi hukum islam didalam hukum nasional. Metode penelitian yang digunakan didalam penelitian ini yaitu metode yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan yang berlaku di suatu negara. Adapun hasil yang penulis dapatkan yaitu Hukum Islam hadir sebagai solusi untuk pemecahan permasalahan peradilan umat Islam di Indonesia seperti Undang-undang Perkawinan. Hukum Islam berperan menciptakan tata nilai yang mengatur sebagian besar masyarakat Islam Indonesia sebagai umat mayoritas, menjadi sumber material pembentukan hukum nasional untuk mengisi kekosongan hukum, menjadi salah satu alat hukum dalam menyelesaikan masalah bangsa untuk melindungi HAM, menjadi salah satu bahan dasar hukum hakim dalam menggali dan menemukan hukum demi menegakkan keadilan, memberi kontribusi dari segi jiwa hukum dalam pembentukan hukum nasional. Bukti dari pengakuan hukum nasional terhadap hukum islam yaitu adanya undang-undnag perkawinan serta peraturan haji dan sebagainya This paper aims to further analyze the influence of Islamic Law on National Law. Initially, the Indonesian legal system adopted the Continental European system from the Netherlands. So that in the beginning the application of Islamic law was valid because of various traditions prevailing in Indonesian society, which were dominant in the Muslim community. Indonesia enforces Islamic law as a national law, which is seen in the marriage law, zakat and the presence of the Islamic Law Compilation. The problem in this paper is to examine how the position of Islamic law in national law and the contribution of Islamic law in national law. The research method used in this study is the normative juridical method through the approach to legislation in force in a country. The results that the authors get are that Islamic Law is present as a solution to solving the problems of the judiciary of Muslims in Indonesia such as the Marriage Law. Islamic law plays a role in creating values ​​that regulate most of the Indonesian Muslim community as the majority people, becomes a source of material for the formation of national law to fill legal voids, becomes one of the legal tools in solving the nation's problems to protect human rights, becomes one of the basic legal materials for judges in exploring and find the law for the sake of upholding justice, contributing in terms of the spirit of law in the formation of national law. Evidence from national legal recognition of Islamic law is the existence of marriage laws and regulations for Hajj and so on
Perkembangan Hukum Islam Masa Kini di Negara ASEAN Fauzi Salim, Rahmad; Fuad, Zainul
Rayah Al-Islam Vol 7 No 2 (2023): Rayah Al Islam Oktober 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i2.751

Abstract

Perkembangan hukum Islam di berbagai negara sangat pesat, tidak hanya di negara-negara timur tetapi negara-negara di Asia Tenggara juga menerapkan hukum Islam dalam peraturan negaranya. Negara-negara di Asia Tenggara membentuk organisasi yang disebut ASEAN. Terkait penerapan syariat Islam di negara-negara ASEAN juga tidak terlepas dari kontroversi antara umat Islam dengan agama lain di berbagai negara ASEAN. Kajian ini mengkaji perkembangan hukum Islam saat ini di negara-negara ASEAN. Kajian ini berfokus pada penerapan hukum Islam di negara-negara ASEAN yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan hukum Islam di negara-negara ASEAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dan menggunakan buku dan artikel serta jurnal yang berkaitan dengan hukum Islam di negara-negara ASEAN. Hasil dari penelitian ini adalah tidak semua negara di ASEAN dapat menerapkan hukum Islam secara penuh dalam peraturan negaranya, seperti Singapura, Myanmar dan Thailand. Namun, ada beberapa negara yang mengakui dan menerapkan syariat Islam dalam peraturan negaranya, seperti Indonesia dan Malaysia serta Brunei Darussalam. The development of Islamic law in various countries is very rapid, not only in eastern countries but countries in Southeast Asia also apply Islamic law in their state regulations. Countries in Southeast Asia formed an organization called ASEAN. Regarding the application of Islamic law in ASEAN countries, it is also inseparable from the controversy between Muslims and other religions in various ASEAN countries. This study examines the current development of Islamic law in ASEAN countries. This study focuses on the application of Islamic law in ASEAN countries which aims to find out how the development of Islamic law in ASEAN countries. This research uses normative juridical research methods and uses books and articles and journals related to Islamic law in ASEAN countries. The results of this study are not all countries in ASEAN can fully implement Islamic law in their country regulations, such as Singapore, Myanmar and Thailand. However, there are several countries that recognize and apply Islamic law in their state regulations, such as Indonesia and Malaysia and Brunei Darussalam.
Pembelajaran Pedagogik Spiritual Iskana, Elsy
Rayah Al-Islam Vol 7 No 2 (2023): Rayah Al Islam Oktober 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i2.752

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran dan evaluasi itu berlangsung selama proses belajar mengajar yang diselenggarakan oleh pendidik, dan peserta didik tidak hanya sebagai objek pendidikan tetapi juga sebagai subjek. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi literatur. Dalam dunia pendidikan, pembelajaran dapat memberdayakan peserta didik menjadi manusia yang mandiri dan mampu merebut berbagai peluang dalam kehidupan saat ini yang sangat kompetitif. Hal ini jika dikaitkan dengan pedagogik spiritual, hasil yang diharapkan sebagai bahan evaluasi oleh seorang pendidik adalah ketika peserta didiknya menanamkan sifat-sifat ketauhidan didalam dirinya sehingga menjadi khalifah Allah yang amanah di muka bumi dengan mengembangkan segala potensi yang ada dalam dirinya tersebut. Keberhasilan dari proses pembelajaran dan evaluasi tersebut, tidak akan terlepas dari komponen-komponen penunjang di dunia pendidikan yakni komponen visi, misi, tujuan, kurikulum, proses belajar mengajar, pendidik, peserta didik, manajemen pengelolaan, pembiayaan, sarana prasarana, lingkungan, jaringan komunikasi dan kerja sama, serta evaluasi pendidikan dan dasar strategi pembelajaran yang diterapkan. The purpose of this writing is to find out how the learning and evaluation process takes place during the teaching and learning process organized by educators, and students are not only as objects of education but also as subjects. This paper uses a qualitative approach and literature study methods. In the world of education, learning can empower students to become independent human beings and able to seize various opportunities in today's highly competitive life. If this is related to spiritual pedagogy, the expected result as an evaluation material by an educator is when students instill the qualities of monotheism within themselves so that they become trustworthy caliphs of Allah on earth by developing all the potential that exists within them. The success of the learning and evaluation process cannot be separated from the supporting components in the world of education, namely the components of vision, mission, objectives, curriculum, teaching and learning process, educators, students, management, financing, infrastructure, environment, communication networks. and cooperation, as well as evaluation of education and the basis of applied learning strategies.
Metode Pembelajaran Ilmu Tajwid Dengan Menggunakan Kitab Tuhfatul Athfal Karangan Syekh Al Jamzury di Pondok Pensantren Islam Darusy Syahadah, Simo Boyolali Jawa Tengah Arifudin
Rayah Al-Islam Vol 7 No 2 (2023): Rayah Al Islam Oktober 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i2.753

Abstract

Al-Qur’an merupakan mukjizat besar yang diturunkan kepada nabi dan rasul terakhir, yaitu nabi Muhammad Saw. Allah SWT memberikan jaminan kesucian dan kemurnian al-Qur’an. Membaca Al-Qur'an tercatat sebagai ibadah yang diganjar pahala. Di antara sekian banyak bacaan al-qur'an dianggap worsip, meskipun bacaannya tidak simpulkan maknanya, apalagi jika ia mengetahui arti ayat atau surat tersebut maka ia membacanya dan mampu mengamalkannya. Oleh karena itu, mempelajari ilmu tajwid adalah wajib bagi al-qur'an menurut Ibn Al-Jazary, itu mutlak wajib bagi para pembaca al-qur'an, sebelum mereka mulai membaca al-qur'an, pertama-tama harus mempelajari dan memahami tempat-tempat di mana huruf hijaiyyah keluar dan karakteristik yang menyertainya. Salah satu buku referensi sebagai bahan pembelajaran dalam bidang tajwid yang diajarkan di Pondok Pesantren Darusy Syahadah Simo Boyolali adalah kitab Tuhfhatul Atfhal yang ditulis oleh Syekh Jamzuri The Qur’an is a great miracle revealed to the last prophet and aplostle,namely prophet Muhammad Saw. Allah SWT gives assurance of the sancity and purity of the qur’an. Reading the qur'an is recorded as an act of worship that is wort the reward. Among the many readings the quran is considered worsip,even if reading does not knot its meaning,especially if he knows the meaning of the verse or letter thet is read and is able to practice it. Therefore,studying the siance of tajwid is obligatory for the quran according to Ibn Al-Jazary ,it is absolutely obligatory for the readers of the quran ,before they start reading the quran ,the sould frist study and understand the places whehere the letters of hijaiyyah came out and the characteristics thet accompany it. One of the reference books as learning material in the fieled of recitation of tajwid which is taught at the Islamic boarding school Darusy Syahadah Simo Boyolali is the Tuhfhatul Atfhal book written by sheikh jamzuri.
Perkawinan Poligami Perspektif Sosiologi Hukum dan Hukum Islam Nita Wati, Asrat; Tanjung, Dhiauddin
Rayah Al-Islam Vol 7 No 2 (2023): Rayah Al Islam Oktober 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i2.754

Abstract

Masalah poligami seilalui hangat dan meinjadi peimbicaraan bagi kauim pria ataui wanita, yang meinduikuing ataui yang meineintang, dari yang beirkeiinginan sampai yang beirangan-angan. Bagi kauim pria seilalui meinjadi treind peimbicaraan di antara seisama seibagai seisuiatui asyik dibicarakan, seibaliknya bagi kauim wanita,Meingingat masalah poligami ini suiatui hal yang peinting di bahas dari suiduit pandang sosiologi dan antropologi, dilihat dari seigi struiktuir dan fuingsi keiluiarga. Peineilitian ini meingguinakan jeinis peineilitian meitodei kuialiatif seidangkan sifat peineilitian ini beirsifat library reiseiarch (peineilitian keipuistakaan). Seilanjuitnya peindeikatan peineilitian ini adalah meingguinakan peindeikatan yuiridis normatif. Alasan peineiliti meingguinakan peindeikatan yuiridis normatif ini uintuik meingkaji leibih dalam lagi huikuim-huikuim yang teirkait peirkawinan poligami meinuiruit huikuim Islam dan juiga sosiologi huikuim. Hasil dari peineilitian meinjeilaskan bahwa pandangan imam madzhab teintang poligami dapat beirbeida-beida, namuin seicara uimuim meireika meineikankan peintingnya meiratakan peirlakuian teirhadap istri-istri yang dimiliki dan meimastikan bahwa tidak ada yang diruigikan dalam prakteik poligami. Seilain itui, poligami juiga dipeirboleihkan dalam situiasi teirteintui, seipeirti keitika suiami meimbuituihkan keituiruinan ataui istri tidak dapat meimeinuihi keibuituihan suiami. Namuin, hal ini haruis dilakuikan deingan meimpeirhatikan kondisi dan keiadaan yang ada seirta tidak beirteintangan deingan prinsip-prinsip syariah Islam. Pandangan sosiologi huikuim meilihat bahwa poligami dapat meimiliki dampak sosial dan huikuim yang kompleiks. Prakteik poligami dapat meingancam stabilitas keiluiarga dan masyarakat, seirta meilanggar hak-hak peireimpuian dan meingakibatkan diskriminasi geindeir. Oleih kareina itui, dipeirluikan peindeikatan yang holistik dan beirbasis pada keiadilan geindeir uintuik meingatasi masalah poligami The issue of polygamy has always been hot and has become a topic of conversation for men and women, who are bewildered or resisted, from those who want to those who wish. For men, this always becomes a trend of conversation between peers as a fun issue to talk about, on the other hand for women, considering that the issue of polygamy is an important matter to discuss from a sociological and anthropological point of view, from a structural and family function perspective. This research uses qualitative research methods, while the nature of this research is library research. Furthermore, this research approach is using a normative juridical approach. The research reason for using this normative juridical approach is to study more deeply the laws related to polygamous marriage through Islamic law and also sociological law. The results of the research explain that the views of the imams of the madzhab on polygamy may differ, but in a general way they emphasize the importance of equalizing the treatment of the wives they have and ensuring that no one is harmed in the practice of polygamy. In addition, polygamy is also permissible in certain situations, such as when a husband needs to fulfill his wife's maternal needs. However, this must be done by taking into account the existing conditions and circumstances and not conflicting with the principles of Islamic sharia. The view of legal sociology sees that polygamy can have complex social and legal impacts. The practice of polygamy can threaten family and societal stability, as well as violate women's rights and result in gender discrimination. Therefore, a holistic approach is needed and based on geindeir justice to address the problem of polygamy.