cover
Contact Name
Dandy Nugroho
Contact Email
dandynugroho@gmail.com
Phone
+6282335372393
Journal Mail Official
wahanateknik2019@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Gresik Jalan A.R Hakim No 2B, Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Wahana Teknik
Published by Universitas Gresik
ISSN : 2252777X     EISSN : 2657022X     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo
Core Subject : Engineering,
Wahana Teknik merupakan wadah publikasi ilmiah yang menyajikan hasil-hasil penelitian berupa makalah terkait bidang Teknik Mesin dan Teknik Sipil. Jurnal Wahana Teknik diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Gresik. Pada tahun 2017 jurnal Wahana Teknik terbit berkala dua kali per tahun. Makalah dapat berupa ringkasan laporan hasil penelitian atau kajian pustaka ilmiah. Makalah yang akan dimuat hendaknya memenuhi format yang telah ditentukan. Bahasa yang digunakan pada jurnal ini adalah bahasa Indonesia.
Articles 98 Documents
Perencanaan Belt Conveyor System Sebagai Alat Angkut Box Kapasitas 36 ton/jam dengan Panjang Horisontal 18 m di PT. Karunia Alam Segar Sugeng Hariyadi; Didik Kurniawan
Wahana Teknik Vol 8 No 1 (2019): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pabrik-pabrik, khususnya pada bagian pengangkutan dan pemindahan serta pendistribusian, keberadaan mesin pemindah bahan memegang peranan penting. Penggunaan alat pemindah bahan tersebut sangat membantu kelancaran produksi. Satu diantara pesawat pengangkut tersebut adalah belt conveyor. Pada penelitian ini, penulis akan melakukan perencanaan alat pemindah bahan, khususnya belt conveyor, yang ideal secara kapasitas dan kualitas serta dapat digunakan untuk memindahkan box/kontainer pada PT. Karunia Alam Segar. Analisa yang dilakukan meliputi perhitungan belt conveyor, roller idler, daya motor dan drive pulley. Belt conveyor yang dirancang memiliki panjang 18.000 mm, kecepatan 1 m/s, dan kapasitas angkut belt conveyor sebesar 36 ton/jam. Berdasarkan hasil perhitungan, belt conveyor yang sesuai rencana ialah memiliki lebar sebesar 600 mm sebanyak 4 lapis, berat bahan 11 kg/m, berat belt 5,3 kg/m, daya motor 2,2 kW, diameter pulley 500 mm, dan pamjang pulley 800 mm. Kata kunci: Belt Conveyor, Idler, Drive Pulley
Perancangan Mesin Pencacah Pakan Ternak Serbaguna dengan Kapasitas 300 kg/jam Mohammad Sochib; Masrufaiyah; Angga Prasetia Putra
Wahana Teknik Vol 8 No 1 (2019): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar penduduk yang memelihara ternak kususnya ternak sapi dan ayam yang jumlahnya banyak memerlukan sebuah alat untuk merajang atau memcacah rumput dan jagung sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga yang dikeluarkan yaitu mesin pencacah pakan ternak serbaguna. Analisis teknik meliputi analisis daya, torsi yang terjadi pada poros dan kontruksi rangka. Tenaga penggerak mesin pencacah pakan ternak serbaguna direncanakan menggunakan 5 pasang pisau, motor diesel yang disesuaikan dengan kemampuan 5,5 kw dan 4,10135 watt. Hasil perencanaan menghasilkan mesin pencacah pakan ternak serbaguna dengan spesifikasi ukuran tinggi 1.140 mm, lebar 795 mm dan panjang 600 mm. Kapasitas produksi mesin pencacah pakan ternask serbaguna ini 300 kg/jam. Sumber penggerak mesin adalah motor diesel 5,5 hp dengan putaran pully motor 2.500 rpm dan putaran pada pulley poros 2.125 dan putaran mesin yang di butuhkan 2.084. Sistem transmisi menggunakan V-belt dengan dengan type A52 panjang sabuk 1.316,46, poros penggerak berdiameter 60 mm dan panjang 711 mm menggunakan bahan JIS G4051. Kontruksi rangka terbuat dari profil siku 50 mm x 50 mm x5 mm dengan bahan JIS G3101, dan pisau sebanyak 5 pasang dengan bahan JIS G3101 yang dilapisi hard surfacing Z351 DF2B-600-B Kata Kunci: mesin, pencacah, pakan, ternak, serbaguna
Perencanaan Saluran Irigasi Menggunakan Beton Precast Pada Rehabilitasi Jaringan Irigasi Waduk Bunder Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik Eddy Priyanto; Bana Ervadius; Suci Rahmawati
Wahana Teknik Vol 8 No 2 (2019): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi jaringan irigasi waduk Bunder saat ini perlu dilakukan pemeliharaan. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu kajian terhadap pemeliharaan saluran irigasi waduk bunder, sehingga dapat diperoleh suatu cara yang efektif dalam pengelolaan jaringan irigasi. Dalam arti dengan dana yang minimal bisa menghasilkan pekerjaan pemeliharaan yang maksimal dengan alokasi yang tepat. Oleh karena itu, konsultan perencana mengusulkan menggunakan beton precast LPC. Beton precast digunakan untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan dan diharapkan dapat memangkas biaya pelaksanaan. Selain teknis pelaksanaannya lebih mudah dan praktis, beton precast juga lebih awet. Kelemahan konstruksi irigasi yang menggunakan beton precast ialah memerlukan biaya tambahan untuk pengangkutan satuan beton. Hasil penelitian ini ialah durasi waktu optimal proyek yaitu 90 hari dari waktu normal 120 hari. Total biaya optimal proyek dengan durasi percepatan optimal tersebut yaitu sebesar Rp. 163.635.372,-. Kata Kunci: Saluran, Irigasi, Beton, Precast
Manajemen Risiko pada Pekerjaan Struktur Bawah Proyek Apartemen Gunawangsa Gresik Bowo Leksono; Ikhtisholiyah; Muhammad Muhammad
Wahana Teknik Vol 8 No 2 (2019): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan struktur bawah merupakan bagian vital dari pekerjaan proyek apartment Gunawangsa Gresik. Kestabilan gedung sangat ditentukan oleh hasil pekerjaan di lapangan proyek gedung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi resiko yang mungkin terjadi pada pekerjaan sub-structure gedung. Dari analisa didapatkan risiko yang kemungkinan besar terjadi dan menimbulkan dampak yang signifikan terhadap risiko tersebut adalah (sesuai dengan rangking), adanya perubahan desain/spesifikasi, kekurangan tempat penyimpanan material, produktifitas tenaga kerja yang rendah, tidak diterimanya pekerjaan oleh owner, timbulnya kemacetan disekitar lokasi proyek,kerusakan yang terjadi di daerah sekitar pada saat pemancangan, perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan Sedangkan risiko-risiko yang kemungkinan besar terjadi dan menimbulkan dampak yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: 1) Berdasarkan hasil analisis, terdapat 5 potensi risiko dalam, yaitu masing-masing pada gangguan masyarakat sekitar, potensi hujan, jalan depan proyek kotor, ketidaklurusan pemancangan, dan kesalahan titik pengeboran pondasi tiang pancang. 2) Berdasarkan poin no. 1 dan pembahasan sebelumnya, maka faktor internal teknis (metode, teknologi, dan kompleksitas), internal non teknis (manajemen, schedule), eksternal terprediksi (inflasi, lingkungan, cuaca), dan eksternal tak terprediksi (bencana alam) mempengaruhi level risiko. 3) Respon yang dilakukan pada risiko-risiko dominan tersebut berupa tindakan pencegahan dan tindakan koreksi. Kata Kunci: Manajemen, Risiko, Struktur, Bawah
Optimasi Suhu Ladle Pada Baja High Carbon Dengan Metode Fuzzy Mamdani Ikhtisholiyah
Wahana Teknik Vol 7 No 2 (2018): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar perusahaan membutuhkan energi listrik dalam proses produksinya, perusahaan peleburan baja PT. ISPAT INDO salah satunya. PT. ISPAT INDO membutuhkan listrik pada proses pemanasan atau perubahan dari scrab ke cairan baja. Langkah yang dapat dilakukan oleh PT. ISPAT INDO untuk menghemat energi listrik adalah dengan cara mengoptimalkan suhu pemanasan sehingga didapatkan cairan baja dengan suhu yang tepat dan tidak memerlukan panas yang berlebihan. Pengaturan suhu juga sangatlah vital karena setelah berada di CCM/Continous Casting Machine (merupakan tempat dilakukan pencetakan atau pembentukan baja/billet atau dengan kata lain sebagai tempat pengubah dari liquid menjadi solid), liquid metal tidak dapat dikembalikan lagi. Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah bagaimana mengoptimalkan suhu ladle sehingga dapat mencapai suhu dengan tepat dan tidak membutuhkan waktu pemanasan yang lama sehingga mengurangi penggunaan listrik sehingga nantinya akan menguntungkan pihak PT. ISPAT INDO. Ada beberapa metode optimasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut, salah satunya metode Fuzzy-mamdani Hasil penelitian ini adalah (1) Kadar karbon pada proses pengerasan baja akan naik seiring semakin tingginya temperatur pembakaran. Bila kadar karbon di permukaan terlalu tinggi maka kekerasan tidak begitu tinggi. (2) Suhu yang optimal untuk baja high carbon antara 15850C-15950C tergantung pada kandungan carbon dan liquid temperature pada tiap grade nya. Kata Kunci: Optimasi, Baja high carbon, metode fuzzy-mamdani.
Perencanaan Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisis Komponen Bina Marga 1987 (Studi Kasus Ruas Jl. Raya Banjarsari-Cerme Kabupaten Gresik) Dandy Nugroho; Akhmad Andi Saputra; Muchammad Dian Nurdianto
Wahana Teknik Vol 9 No 1 (2020): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjarsari Highway is an arterial road in the primary road network system that connects Surabaya, Krian, Sidoarjo, Mojokerto and Lamongan areas. Banjarsari-Cerme Highway uses flexible pavement consisting of basic soil layer, bottom foundation layer, top foundation layer and surface layer. The arrangement of these layers is generally used on roads that have a fairly high volume of traffic. Over time, the number of vehicles passing is increasing and eventually causing road damage in a relatively short period of time. Therefore, it is very important to make road improvements in accordance with the Average Daily Traffic Volume (VLHR) and the composition of passing vehicles. This study will calculate and plan the type of pavement that is feasible according to the age of the planned plan. To supporting this study, several data are needed such as: traffic volume data, rainfall data, CBR data, and secondary data obtained from the Public Works Office and Gresik Regency Transportation Office. From the data obtained, it is then processed and analyzed on the calculation of pavement bending new roads with Bina Marga standards. Planning in this study uses flexible pavement analysis in accordance with the Guidelines for Thick Planning of Pavement Pavement with Component Analysis Method (SKBI-2.3.26.1987) and combined with AASHTO method 1993. The results of this study are: (1) The average daily traffic (LHR) based on the age of the 10-year plan on Banjarsari-Cerme road is 29,418 vehicles per day. (2) The thickness of the planned bending pavement on Banjarsari-Cerme road in Gresik regency based on the analysis method of the 1987 Bina Marga SKBI component of 97.50 cm with the following details: a) Surface layer (surface course) used Laston MS-744 with a thickness of 17.50 cm with details of a wear layer AC-WC 7.50 cm thick and foundation layer AC-BC as thick as 10 cm. b) The base course is used 100% CBR 100% grade with a thickness of 35 cm. c) The bottom foundation layer (subbase course) is used sirtu (class B) CBR 50% with a thickness of 45 cm. Keywords: Average Daily Traffic, Bending Pavement Layer, Component Analysis and AASHTO Method.
Perencanaan Belt Conveyor System Sebagai Alat Angkut Box dengan Kapasitas 20 Ton/Jam Putri Sundari; Wardjito; Sa’ad Bayu Hariyono
Wahana Teknik Vol 9 No 1 (2020): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to design belt conveyor system for box transportation with capacity 20 Ton/hours with the horizontal line distance 20 m. This study located in PT. Intan Ustrix, Jl. Roomo No. 425 Manyar, Gresik, Jawa Timur. The results of calculation showed that belt conveyor needs specifications: rubber width 650 mm, speed of belt converter 1 m/s, driver motor power 0,699 kW, and installed motor power 2,2 kW. Head (drive) pulley diameter 500 mm, shaft diameter 125 mm, tail pulley diameter and take-up pulley 400 mm, bend pulley and snub up pulley diameter is 250 mm. Specification of rubber belt conveyor is fabric type and general (M) 1.200 mm, EP 630/4 Ply. Specification of electrical motor are 2,2 kW, 380 V, 3 Phase, 50 Hz, 4 Poles, Speed 1500 rpm, with gear box specification (reducer) is bofiglioli VF 72, with ratio 1:40. Keywords: Belt Conveyor, Box Transportation, Design.
Perbandingan Estimasi Anggaran Biaya Antara Harga SNI Dengan Harga Kontraktor Pada Proyek Pembangunan Pagar di Kandangan Surabaya Akhmad Andi Saputra; Dandy Nugroho; Feri Sukmana
Wahana Teknik Vol 9 No 1 (2020): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of a construction project is a mechanical series of activities or works that are complex, multi-layered and interdependent. Building construction activities in the field of construction, we need a basic means of calculation of Principal Unit Price Analysis (AHSPK). Contractors are more likely to calculate the price of the work unit based on their own analysis based on previous experience in completing a construction work, although it is inseparable from SNI analysis (Indonesian National Standardization). The research method in analyzing the Budget Plan (RAB), namely the SNI and Contractor Calculation Methods. From the calculation of each analysis of the existing budget plan, the results obtained are a comparison of the budget plan between the SNI method with the Contractor Method. A more economical cost budget plan using the Contractor Method is IDR 548,564,455.00 while the results of the analysis of the SNI cost budget plan is IDR 1,151,860,112.11. Keywords: Budget, Comparison, Contractor, Cost, Estimation, Price, SNI.
Analisis Balok dan Kolom Struktur Beton (Studi kasus café di Jl. Manunggal, Desa Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban) Dandy Nugroho; Akhmad Andi Saputra; Dedi Agung Cahyono
Wahana Teknik Vol 9 No 2 (2020): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Structural design is an important element in the construction of a building in order to produce a strong, safe and economical building. Overall, the building structure consists of two parts, namely the upper structure (in the form of floors, beams, columns, walls and roofs) and the lower structure (in the form of foundations and sloof beams). Columns and beams are the structure of the building frame, therefore it is very important, so that dimensions and use of reinforcement that are safe and economical must be planned. Changing the function of an office building into a café building needs to recalculate the beam and column structure. In the load regulation, the live load value of café buildings is greater than that of office buildings, so it is necessary to recalculate the dimensions of the beam and column structures so that they are able to withstand the existing loads in the cafe building. This study analyzes the beams and columns of concrete structures using a load-bearing frame system with tools from the STAADPro program according to SNI-2847-2013 regarding structural concrete requirements for buildings. The conclusion of this research is that the beam section uses a size of 300 x200mm and the column section uses a size of 300 x 300mm. Column section uses 8 Ø12 bending reinforcement, the support beam uses 2 Ø12 upper reinforcement 3 Ø12 lower reinforcement, field beam uses 7 Ø12 upper reinforcement 4 Ø12. Keywords: Analysis, Beams, Columns, Concrete, Structure.
Analisa Laju Korosi Material Stainless Steel Grade SS304 dan Alloy UNS N08020 Terhadap Asam Sulfat dan Natrium Hidroksida Meryanalinda; Agus Setiyo Umartono; Deddy Setiawan
Wahana Teknik Vol 9 No 1 (2020): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corrosion is a process of degradation metal quality. Its process will decrease the properties of a metal due to a chemical reaction between a metal or alloy with its environment. This research aims at investigating the corrosion rate of SS304 and UNS N08020 alloy in sulfuric acid solution and sodium hydroxide solution. In this study, the samples of SS304 and UNS N08020 alloy are immersed for 49 days in different solution. The method for calculate the corrosion rate is the weight loss method. The results of the corrosion rate test carried out for 49 days and the weight of the material was weighed once every 1 week, the value of the SS304 grade stainless steel material with battery water immersion media was 5.6439653 mm/y, on the SS304 grade stainless steel material with soda solution dipping media fire is 0.0075844 mm/y, on UNS N08020 alloy material with battery water immersion media is 0.0179111 mm/y, on UNS N08020 alloy material with caustic soda solution immersion media is 0.0082329 mm/y. Corrosion that occurs in each material is pitting corrosion. Keywords: corrosion, loss, pitting, rate, SS304, UNS N08020, weight.

Page 7 of 10 | Total Record : 98