cover
Contact Name
Dandy Nugroho
Contact Email
dandynugroho@gmail.com
Phone
+6282335372393
Journal Mail Official
wahanateknik2019@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Gresik Jalan A.R Hakim No 2B, Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Wahana Teknik
Published by Universitas Gresik
ISSN : 2252777X     EISSN : 2657022X     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo
Core Subject : Engineering,
Wahana Teknik merupakan wadah publikasi ilmiah yang menyajikan hasil-hasil penelitian berupa makalah terkait bidang Teknik Mesin dan Teknik Sipil. Jurnal Wahana Teknik diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Gresik. Pada tahun 2017 jurnal Wahana Teknik terbit berkala dua kali per tahun. Makalah dapat berupa ringkasan laporan hasil penelitian atau kajian pustaka ilmiah. Makalah yang akan dimuat hendaknya memenuhi format yang telah ditentukan. Bahasa yang digunakan pada jurnal ini adalah bahasa Indonesia.
Articles 98 Documents
Pengaruh Campuran Abu Sekam Padi Terhadap Kualitas Bata Merah di Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati Dandy Nugroho; Akhmad Andi Saputra; Kuswoyo Kuswoyo
Wahana Teknik Vol 8 No 2 (2019): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi terbaik abu sekam padi terhadap pandangan luar, porositas, susut bakar, kadar garam, daya serap air dan kuat tekan batu bata merah.Metode penelitian ini dilakukan dengan penambahan abu sekam dengan komposisi 5%, 10% dan 15% dengan pencampuran tanah liat dari persawahan. Hasil campuran tanah liat, abu sekam padi dan air dicetak dan dikeringkan secara alami selama 2 hari 1 malam, dan dilanjutkan pembakaran selama 3 x 24 jam. Pengujian dilakukan sesuai SNI 15-2094-2000 tentang bata merah.Hasil penelitian dengan campuran komposisi 5%, 10% dan 15 dapat menunjukkan perubahan dari segi pandangan luar, porositas, susut bakar, daya serap, dan kuat tekan batu bata. Pada komposisi 15%, dari segi pandangan luar terjadi keretakan 8%, dan daya serap air sebesar 20,2% yang melebihi dari standart SNI 15-2094-2000. Pada penelitian kuat tekan dari ketiga sampel dengan komposisi 5%, 10%, dan 15% dengan hasil 2,08%, 1,80%, dan 1,68% menyimpulkan tidak sesuai dengan SNI 15-2094-2000. Dari keseluruhan penelitian ini didapatkan komposisi terbaik untuk campuran abu sekam padi ialah pada komposisi 5%-10%.Kata Kunci: Batu Bata, Abu Sekam Padi, Visual, Susut Bakar, Porositas, Kadar Garam, Daya Serap Air, Kuat Tekan
Pengaruh Temperatur Heating pada Baja SUP 9-A terhadap Supllier JTS (Jatim Taman Steel) Akhmad Ashri Kharismasuddin; Agus Setiyo Umartono; Sutrisno
Wahana Teknik Vol 8 No 1 (2019): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan dunia industri manufaktur di pasar global sangat ketat sehingga diperlukan banyak improvement dalam menciptakan efisiensi proses produksi sehingga dapat menekan biaya produksi. Pada penelitian ini akan dianalisa pengaruh temperatur pada proses heating baja SUP 9A terhadap supplier baru dari JTS (Jatim Taman Steel), sebelumnya dipenuhi oleh Indobaja, dengan tiga variabel temperatur yang berbeda pada proses heating untuk mengetahui berapa standart minimal proses heating untuk mendapatkan hardness, komposisi kimia, dan struktur mikro yang layak. Material baja SUP 9A dengan dimensi 70 mm x 10 mm x 1.250 mm sebanyak 3 spesimen dimasukkan ke dalam tungku furnace selama 15 menit dengan temperatur uji masing-masing 810°C, 850°C dan 880°C. Setelah itu didinginkan secara mendadak menjadi 80°C dengan menggunakan oli melalui proses quenching selama 5 menit. Hal ini menjadikan struktur dari austenite menjadi martensite. Setelah itu dipanaskan kembali dengan proses tempering dengan suhu 470°C selama 90 menit. Setelah waktu pemanasan material tercapai, material spesimen dikeluarkan dari samping pintu tempering furnace untuk dilakukan pengujian kekerasan dengan memotong spesimen atau bahan uji untuk dilakukan pengujian yaitu 2 bagian untuk pengujian kekerasan, dan 1 bagian untuk pengujian struktur mikro. Untuk menghindari kegagalan proses tempering pada baja SUP 9A, ketiga spesimen dengan temperatur heating yang berbeda selalu dicek HBD (Hardness Brinnell Diameter) nya dengan standar 2,95-3,00 dan Hardness Vicker dengan standart 455-508 HV dan diproses untuk pembuatan pegas daun. Kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian ini ialah bahwa temperatur saat proses heating pada baja SUP 9A adalah 810°C dengan holding time dalam tungku selama 15 menit sangat berpengaruh pada kualitas dan daya tahan spring saat digunakan. Penyebab terjadinya kegagalan dalam proses heating karena suhu/temperatur yang terlalu tinggi sehingga menyebabkan terjadinya OH (over heat) pada material dan mengakibatkan tidak tercapainya standart minimal hardness 455-508 HV pada baja SUP 9A. Kata Kunci: Heat treatment, Quenching, Tempering, Hardness, Struktur Mikro.
ANALISA PENGARUH PERBEDAAN METODE PENGELASAN SMAW DAN GTAW TERHADAP SIFAT MEKANIS MATERIAL HG 30 Agus Setiyo Umartono; Dany Irawan
Wahana Teknik Vol 7 No 2 (2018): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan adalah penyambungan dua buah logam menjadi satu dilakukan dengan jalan pemanasan atau pelumeran. Proses pengelasan memiliki beberapa metode antara lain dengan metode pengelasan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) dan SMAW (Shielded Metal Arc Welding). Pada penelitian ini dilakukan proses pengelasan pada material HG 30. Jenis baja tahan karat HG 30 banyak dipergunakan dalam industri modern khususnya pabrik asam fosfat karena memiliki tingkat ketahanan korosi yang tinggi. Pada penelitian ini digunakan dua metode pengelasan yang berbeda yaitu GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) dan SMAW (Shielded Metal Arc Welding), sehingga didapatkan perbedaan karakteristik hasil pengelasan yang dapat digunakan untuk perbandingan kualitas hasil pengelasan. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain pengujian tarik dan kekerasan berdasarkan standart ASME IX. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa daerah HAZ menjadi titik patah ketika dilakukan uji tarik karena daerah HAZ memiliki tingkat kekerasan yang paling tinggi baik menggunakan metode SMAW maupun GTAW. Kata Kunci: Pengelasan, GTAW, SMAW, Hardness, Kekuatan Tarik
Percepatan Waktu dan Biaya terhadap Perencanaan Proyek Fabrikasi Steam Turbin Building Blok 2 Muara Tawar dengan Metode CPM Eddy Priyanto; Bana Ervadius; Mochamad Anang Wahyudi
Wahana Teknik Vol 8 No 2 (2019): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan ataupun kegagalan dari pelaksanaan proyek sering kali disebabkan kurang terencananya kegiatan proyek serta pengendalian yang kurang efektif, sehingga kegiatan proyek tidak efisien, hal ini akan mengakibatkan keterlambatan, menurunnya kualitas pekerjaan, dan membengkaknya biaya pelaksanaan. Manajemen proyek dilakukan untuk mengelola proyek dari awal hingga proyek berakhir. Studi kasus pada penelitian ini adalah PT Swadaya Graha sebagai unsur pelaksana pengadaan pekerjaan konstruksi bertugas menyelenggarakan Fabrikasi Steam Turbin Building Block 2. CPM (Critical Path Methode) digunakan untuk mengetahui jalur kritis pada saat proyek berlangsung, berapa lama suatu proyek tersebut diselesaikan dan mencari total biaya setelah durasi dipercepat. Hasilnya Durasi waktu optimal proyek fabrikasi steam turbin building block 2 yaitu 132 hari dari waktu normal 148 hari. Total biaya optimal proyek fabrikasi steam turbin building block 2 dengan durasi percepatan optimal tersebut yaitu sebesar Rp. 12.489.202.266,00. Kata kunci: proyek, jalur kritis, durasi proyek, CPM, biaya proyek
PERENCANAAN MESIN PEMILAH DAN PENGUPAS KULIT KACANG TANAH DENGAN CORONG SCREEN BERKAPASITAS 150 KG/JAM Sugeng Hariyadi; Deni Mulya Purnama
Wahana Teknik Vol 7 No 2 (2018): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengupasan kacang kulit kacang tanah adalah salah satu kegiatan pasca panen dalam pengolahan kacang tanah menjadi suatu produk makanan. Tujuan dari pengupasan ini yaitu memisahkan biji kacang tanah dari kulit luarnya. Proses tersebut dapat dilakukan dengan dua cara yaitu manual dengan menggunakan tangan dan dengan menggunakan mesin pengupas kulit. Apabila hasil panen melimpah dan menggunakan cara manual, maka waktu yang dibutuhkan cukup lama, belum lagi para pekerja buruh pengupas ini sudah lanjut usia. Hal ini berbeda jika menggunakan mesin pengupas kulit kacang tanah, waktu yang digunakan lebih singkat dan dapat menghemat biaya para petani kacang. Akan tetapi mesin ini masih belum sempurna karena belum ada pernyortiran otomatis, sehingga pekerja harus melakukan pernyortiran secara manual. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis merancang mesin pengupas kacang tanah dengan corong screen berkapasitas 150 kg/jam untuk meningkatkan kualitas pada proses pengupasan dan pernyortiran kacang tanah. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung daya motor penggerak 1 HP dengan kecepatan putar 1450 rpm jenis motor penggerak motor listrik, sistem transmisi yaitu sabuk-v dan pulley akan memperlambat putaran menjadi 950 rpm, rangka mesin tinggi = 900 mm, lebar = 492 mm, panjang = 836 mm menggunakan besi profil hollow dengan tebal 4 mm, poros menggunakan bahan S55C dengan kekuatan tarik 66 kg/mm2 diameter poros dihitung dan didapatkan ukuran 40 mm, pasak menggunakan bahan S50C dengan kekuatan tarik 60 kg/mm2 dipilih bahan yang kekuatan tariknya lebih kecil dari poros supaya saat terjadi kerusakan tidak berpengaruh pada rumah pasak yang berada di poros, bantalan mempunyai umur kerja 7,748 jam dan roller pengupas kacang mempunyai massa cylinder 28 kg. Kata Kunci: Perancangan, Kacang Tanah, Mesin Pengupas Kacang Tanah
Analisis Daya Lekat Coating Three Layer Polypropylene (3LPP) dengan Variasi Temperatur pada Pipa Minyak dan Gas Mochammad Sochib; Masrufaiyah; Achmad Bachtiar Zulfi
Wahana Teknik Vol 8 No 1 (2019): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prosentase kerusakan pada coating 3LPP pada PT. Indal Steel Pipe sangat besar, diantaranya: repair coating saat moving sebesar 15% dan coating reject pada saat peel test sebesar 20%. Peneliti merasa perlu untuk melakukan analisis pengujian peel test pada coating 3LPP karena prosentase kerusakannya cukup tinggi, sehingga diharapkan terjadi efisiensi proses produksi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kekuatan daya lekat coating 3LPP dengan variasi tegangan temperatur 80?C, 95?C, dan 105?C pada pipa minyak dan gas.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental yaitu dengan melakukan pengamatan dan pengujian secara langsung untuk mengetahui kekuatan daya rekat coating 3LPP pada pipa minyak dan gas. Pengujian akan dilakukan dengan 2 macam yaitu peel test dan adhesive hanging test.Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini ialah: 1) Dari hasil uji peel test menunjukkan bahwa dengan temperatur 80?C menunjukkan daya rekat coating yang paling baik dibanding temperatur 95?C dan 105?C. 2) Dari hasil adhesive hangging test terlihat lapisan kulit yang meregang yang diakibatkan panas serta beban gantung saat pengujian dengan temperatur 95?C lebih baik dan lebih lunak, sedangkan pada temperatur 80?C lebih keras dan mudah patah atau pecah. Peneliti menyarankan bahwa material polypropylene dengan temperatur 80?C - 95?C yang paling tepat karena sesuai dengan permintaan customer, sedangkan temperatur 105?C kurang bagus karena terlalu lunak dan dapat menyebabkan reject dan menjadi kerugian bagi perusahaan.Kata Kunci: Adhesive Hanging Test, Coating, PeelTest, 3 Layer Polypropylene
Analisa Pengaruh Variasi Arus Pengelasan SMAW dengan Elektroda E7018 terhadap Kekuatan Tarik pada Baja JIS G3113 Agus Setiyo Umartono; Sutrisno; Asman Latif
Wahana Teknik Vol 8 No 1 (2019): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah studi eksperimen dengan judul Analisa Pengaruh Variasi Arus Pengelasan SMAW Dengan Elektroda E 7018 Terhadap Kekuatan Tarik Baja JIS G3113. Proses pengelasan SMAW sangat erat hubungannya dengan deffect yang mempengaruhi sifat. Pada proses pengelasan kualitas hasilnya dipengaruhi oleh energi panas yang masuk (Heat Input) yang dipengaruhi tiga parameter yaitu arus las,tegangan las, dan kecepatan pengelasan. Maka untuk hasil yang optimal perlu memperhatikan sifat-sifat bahan dan Heat Input. Pada penelitian ini dilakukan proses pengelasan pada material JIS G3113 tebal 9 mm dan 13 mm, dengan elektroda las E 7018 diameter 3.2 mm posisi 1G dengan variasi Heat Input. Variasi Heat Input dilakukan dengan cara merubah arus dari 90 A, 110 A, dan 130 A. Proses pengelasan ini berdasarkan standart ASME IX dan pengujian yang dilakukan adalah pengujian tarik dan foto struktur mikro. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa semakin besar perubahan Heat Input semakin besar pula nilai kekuatan tarik. Kata Kunci: Heat, input, pengelasan, kekuatan, tarik.
Perencanaan Jaringan Pipa Air Bersih Desa Gedang Kulut Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik Irawan Agustiar; Ikhtisholiyah; Badrut Tamam
Wahana Teknik Vol 8 No 2 (2019): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan air bersih di Desa Gedang Kulut sangatlah besar, dengan jumlah penduduk sebanyak 3.024 jiwa desa ini belum ada jaringan distribusi air bersih, masyarakat desa pada umumnya memanfaatkan sumber air musiman seperti waduk dan telaga yang pada musim kemarau akan kering, maka dari itu dilakukanlah penelitian di Desa Gedang Kulut untuk membuat perencanaan jaringan air bersih dengan tujuan penghitungan kebutuhan air warga masyarakat desa, desain pola pemasangan pipa dan juga perhitungan rencana anggaran biaya yang diperlukan.Setelah dilakukan penelitian di desa tersebut telah ditemukan jumlah total kebutuhan air bersih yang di perlukan warga di Desa Gedang Kulut untuk memenuhi kebutuhan sehari–hari seperti mandi, minum, memasak, mencuci dan lain sebagainya itu mencapai 1,251,936 liter/hari. Sementara untuk pola pemasangan pipa digunakan pipa jenis HDPE untuk memperhemat anggaran dana desa karena pipa lebih murah dibandingkan dengan jenis yang lain namun dengan kualitas yang tidak kalah dari pipa yang lainya, perencanaan pemasangan jaringan pipa air di desa Gedang Kulut ini diperkirakan mengeluarkan anggaran sebesar Rp. 635.886.000,00 (enam ratus tiga puluh lima juta delapan ratus delapan puluh enam juta rupiah).Kata Kunci: Kebutuhan air, Jaringan distribusi, Desa Gedang Kulut
PERANCANGAN INSTALASI POMPA AIR DARI MATA AIR DANAU NGIPIK KE TANDON PENAMPUNG PERUMAHAN KAPASITAS 900 L/JAM Mohammad Sochib; Adi Rozi Hidayatulloh
Wahana Teknik Vol 7 No 2 (2018): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Debit air bersih yang dibutuhkan oleh masyarakat di perumahan KIG ialah 800 l/jam, sedangkan pasokan dari PDAM sering mengalami kendala, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang rancangan instalasi pompa sehingga kebutuhan air bersih setiap hari dapat terpenuhi, Hal ini membuat peneliti merasa perlu untuk melakukan perancangan instalasi pompa untuk tandon perumahan berkapasitas 900 l/jam. Dengan perancangan instalasi pompa yang tepat akan diperoleh efisiensi yang maksimal, namun jika apabila terjadi kesalahan perancangan maka akan menimbulkan kerugian atau kegagalan dari progress yang telah ditentukan. Dari hasil perhitungan didapat hasil sebagai berikut: 1) Total head loss instalasi 64 m, total head pompa10,5 m, kapasitas pompa 900 l/jam, diameter dalam pipa (iD) 15 mm, jenis pipa Galvanized 2) Type pompa sentrifugal, model XYZ-300, kapasitas 900 l/jam, putaran pompa 3.000 rpm, merk pompa Panasonic, suction lift 12 meter, discharge head 25 meter, water temperature 40°C. Kata kunci: perancangan, pompa air, tandon penampung
ANALISIS EFISIENSI WAKTU PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH DINAS KARYAWAN RS. IBNU SINA GRESIK MENGGUNAKAN METODE CPM Dandy Nugroho; Akhmad Andi Saputra; Ervina Selawatin Kurdi
Wahana Teknik Vol 7 No 2 (2018): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu kondisi pemilik proyek menginginkan proyek selesai lebih awal dari rencana semula dikarenakan rumah dinas tersebut akan segera ditempati oleh karyawan RS. Ibnu Sina sebelum pergantian tahun 2018, akan tetapi terdapat keterlambatan pekerjaan, Oleh karena itu diperlukan analisis penjadwalan proyek sehingga dapat diketahui berapa durasi percepatan yang dapat dilakukan agar proyek tersebut dapat diselesaikan tepat waktu. Penelitian ini menggunakan metode CPM (Critical Path Method), percepatan durasi kegiatan hanya dilaksanakan pada pekerjaan yang kritis saja dengan target waktu penyelesaian sesuai kontrak awal pekerjaan. Berdasarkan hasil analisis penjadwalan ulang (rescheduling) dengan metode CPM (Critical Path Method) dihasilkan kesimpulan bahwa waktu yang dapat dipercepat ialah 25 hari kalender dengan durasi total pelaksanaan 66 hari kalender. sedangkan apabila tidak dikendalikan maka waktu penyelesaian sebesar 91 hari kalender. Kata kunci: CPM, percepatan, reschedulling

Page 6 of 10 | Total Record : 98