cover
Contact Name
Muhammad Luthfi Hamzah
Contact Email
muhammadluthfihamzah@gmail.com
Phone
+6282386056915
Journal Mail Official
ceej.yrpi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Amanah, Kec. Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau - Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ)
ISSN : 27159868     EISSN : 27159752     DOI : -
CEEJ is a journal for the development and application of science and technology that includes publication of the results of community service activities, models or concepts or their implementation in the context of increasing community participation in development, community empowerment or the implementation of community service. The scope and focus of this journal covers Human development, education and national competitiveness, Poverty alleviation based on local resources, Management of Wisdom and Rural Areas, Economic Development, Entrepreneurship, Cooperatives, Creative Industries, and MSMEs, Development of environmental technology, Health, nutrition, tropical diseases, and herbal medicines, arts, literature and culture, as well as national integration and social harmony. The CEEJ Journal is published twice a year, every January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 578 Documents
Penerapan Pijat Oksitosin dalam Upaya Meningkatkan Produksi ASI di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru Kiki Megasari; Yulrina Ardhiyanti
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i2.852

Abstract

Pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan menurut Riskesdes hanya 40,6 %, jauh dari target nasional yang mencapai 80%. Sehingga banyak ibu yang memberikan susu formula pada bayinya. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai upaya – upaya yang dapat dilakukan untuk memperbanyak ASI termasuk salah satunya adalah pijat oksitosin menjadi salah satu penyebab ibu memutuskan memberikan susu formula. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas mengenai pijat oksitosin. Kegiatan dilakukan dengan cara memberikan informasi dan pendidikan kesehatan terutama tentang ASI, fisiologi laktasi, mitos – mitos selama menyusui, penyebab produksi ASI rendah, upaya memperbanyak ASI, pijat oksitosin. Kegiatan ini diberikan kepada ibu nifas yang memiliki bayi 0 – 6 bulan, sehingga dapat memberikan contoh cara melakukan pijat oksitosin secara langsung. Setelah informasi dan pendidikan kesehatan diberikan diharapkan dapat meningkatkan produksi ASI ibu nifas serta meningkatkan cakupan pemberian ASI di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru. Metode kegiatan dalam hal ini adalah penyuluhan dengan dilaksanakannya diskusi dan tanya jawab dan praktik pijat oksitosin. Hasil kegiatan yaitu seluruh peserta memahami tentang pijat oksitosin dan seluruh suami ibu menyusui mampu melaksanakan pijat oksitosin. Disimpulkan bahwa peserta paham dan mampu melaksanakan pijat oksitosin. Perlu dukungan dari suami agar selalu mendukung ibu menyusui dan melakukan pijat ositosin agar produksi ASI lancar. Kata  Kunci : Pijat Oksitosin, Produksi ASI
Manajemen Pariwisata Berbasis Teknologi Pada Wisata Pancing Desa Mentulik, Kab. Kampar-Riau Zulfadli Hamzah; Anggi Hanafiah; Ermina Rusilawati; Astri Ayu Purwati; Hamzah Hamzah; Tri Purnama Sari; Muhammad Luthfi Hamzah
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sektor wisata pancing Desa Mentulik Kec. Kampar Kiri Hilir, Kab. Kampar yang terdampak pandemi covid 19 adalah UKM AA Pancing. Beberapa persoalan yang ditemukan pada UKM AA Pancing terdiri dari aspek permodalan dimana kurangnya jumlah kapal yang memiliki mesin yang layak guna, aspek teknologi pemasaran dimana pemasaran dan penjualan UKM AA Pancing masih dilakukan secara manual dan aspek manajerial dimana tidak pernah dilakukan pencatatan kas masuk dan kas keluar bagi mengetahui sejauh mana kinerja UKM AA Pancing, selain itu juga kurangnya kepedulian UKM AA Pancing dan masyarakat sekitar untuk mengikuti protokol kesehatan dan juga keselamatan. Bagi memberikan solusi atas persoalan yang di hadapi, beberapa solusi yang di tawarkan yakni : 1) Penambahan mesin sampan, baju pelampung dan alat pancing, 2) Pembuatan aplikasi pencatatan keuangan 3) Pemberian pelatihan manajemen kesehatan dan keselamatan. Kegiatan ini dirasa mampu meningkatkan kemampuan mitra dalam pengelolaan bisnis wisatanya. Kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi sosialisasi manajemen usaha dan keselamatan usaha pancing dan pemberian beberapa peralatan usaha seperti mesin, alat pancing dan pelampung. Melalui kegiatan ini dapat membantu keberlangsungan dan pengembangan usaha mitra serta mampu meningkatkan pariwisata pancing desa mentulik. Kata Kunci : Wisata pancing, Manajemen, UKM, Pencatatan Keuangan
Peranan Rekam Medis Elektronik (RME) Terhadap Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Riau Tahun 2021 Doni Jepisah; Tri Purnama Sari; Haryani Octaria
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i2.865

Abstract

Rekam Medik Elektronik sudah digunakan di berbagai rumah sakit di dunia sebagai pengganti atau pelengkap rekam kesehatan berbentuk kertas. Di Indonesia dikenal dengan Rekam Medis Elektronik (RME). Sejak berkembangnya e-Health, RME menjadi pusat informasi dalam sistem informasi rumah sakit. RME mulai digunakan di beberapa rumah sakit di Indonesia khususnya rumah sakit dengan penanam modal asing (PMA), namun demikian para tenaga kesehatan dan pengelola sarana pelayanan kesehatan masih ragu untuk menggunakannya karena belum ada peraturan perundangan yang secara khusus mengatur penggunaannya. Sejak dikeluarkannya Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 11 Tahun 2008 telah memberikan jawaban atas keraguan yang ada. UU ITE telah memberikan peluang untuk implemetasi RME. Dengan demikian, Implementasi RME merupakan sebuah proses dan proyek besar dari sistem teknologi informasi karena penuh dengan tantangan. Pengelola tidak selalu dapat menerima tantangan dan mengatur dengan efektif dan kritis agar dapat melakukan perubahan sistem informasi dan teknologi yang baru. Pada akhirnya teknologi informasi elektronik yang baru diharapkan dapat meningkatkan privacy dan confidentiality. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau. Metode penelitian yang dilakukan dengan penyuluhan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi dan refleksi hal ini bertujuan guna memberikan pemahaman akan pentingnya RME. Kata Kunci: Rekam Medis, Elektronik, system informasi manajemen,RSUD
Evaluasi Penerapan SIMRS Dengan Metode EUCS (End User Computing Satisfaction) Di Instalasi Rekam Medis RSUD Petala Bumi Provinsi Riau Tahun 2021 Sy. Effi Daniati; Haryani Octaria; Mohd. Rinaldi Amartha; Rizki Aprianto
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i2.866

Abstract

Salah satu model untuk mengevaluasi sistem informasi adalah dengan metode End User Computing Satisfaction(EUCS). EUCS adalah metode untukmengukur tingkat kepuasan dari pengguna suatu sistem aplikasi dengan membandingkan antara harapan dan kenyataan dari sebuah sistem informasi.Model evaluasi EUCS ini dikembangkan oleh Doll & Torkzadeh. Evaluasi dengan menggunakan model ini lebih menekankan kepada kepuasan(satisfaction) pengguna akhir terhadap aspek teknologi berdasarkan dimensi isi, keakuratan, format, ketepatan waktu dan kemudahan penggunaan sistem. Metode End-User Computing Satisfaction (EUCS), merupakan cara untuk melakukan penilaian keseluruhan evaluasi, dimana pengguna telah merasa puas terhadap sebuah sistem informasi dan juga faktor-faktor yang membentuk kepuasan ini. Pengukuran terhadap kepuasan telah memiliki sejarah yang panjang dalam disiplin ilmu sistem informasi. Model evaluasi ini dikembangkan oleh Doll & Torkzadeh dimana keduanya menekankanpada kepuasan (satisfaction) pengguna akhir terhadap aspek teknologi. Penilaian kepuasan tersebut dilihat dari 5 (lima) macam perspektif ataudimensi yaitu isi (concent), keakuratan (accuracy), format, kemudahan penggunaan (easy of use) dan waktu (timeliness). Pengabdian kepada masyarakat dilakukan di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau. Metode penelitian yang dilakukan dengan penyuluhan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi dan refleksi hal ini bertujuan guna memberikan pemahaman akan pentingnya Salah satu model untuk mengevaluasisistem informasi adalah dengan metode End User Computing Satisfaction(EUCS). Kata Kunci : SIMRS, EUCS, Rekam Medis, Rumah Sakit, Kepuasan    Pengguna
Edukasi Kesehatan: Hygiene Sanitasi Makanan Dan Minuman Pada Mahasiswa UIR Di Masa Pandemi Covid -19 Di Kelurahan Air Dingin, Pekanbaru Hayana Hayana; Hastuti Marlina; Fajar Hari Subagio
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 3 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i3.873

Abstract

Covid 19 (Corona Virus Disease) yang berasal dari virus. Yang menginfeksi saluran pernapasan melalui organ mulut, hidung dan mata. Inilah menjadi salah satu faktor penyebab tingginya penularan Covid-19. Berdasarkanpermasalahan tersebut, maka diperlukan adanya upaya penyuluhan dalam rangka pencegahan penularan Covid-19 dengan menjelaskan kepada mahasiswa yang mana mahasiswa sebagaian besar anak kost yang aktivitas dan makanannya lebih banyak dari luar rumah sehingga untuk menjaga hygiene sanitasi makanan di masa pandemi sangat di perlukan agar tidak terjadinya penularan atau kontak dari makanan yang di makan dan dari penjamah makanannya. Dengan adanya penyuluhan ini akan memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang bagaimana pemilihan makanan yang bersih dan sehat serta terhindar dari kontaminasi virus Covid-19 serta menerapkan protokol kesehatan saat keluar rumah. Kegiatan di lakukan selama 2 bulan dengan melakukan penyuluhan secara langsung tatap muka menyesuaikan dengan Kegiatan Pengabdian ini dilakukan pada bulan Juni 2022 Hasil pengetahuan responden mengalami peningkatan dimana pengetahuan sebelum dilakukan health education hygiene sanitasi makanan dan minuman di masa pandemi covid -19 Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan health education sebanyak 30 orang peserta. dengan kategori rendah yaitu 25 orang (83%) dan setelah dilakukan penyuluhan health education hygiene sanitasi makanan dan minuman di masa pandemi covid -19, peningkatan pengetahuan dengan kategori tinggi yaitu 28 orang (82%)  Hal Tujuan kegiatan di pengabdian ini diharapkan mahasiswa dapat memilih makanan yang memenuhi syarat kesehatan dan makanan yang di beli serta penjamahnya harus mematuhi protokol kesehatan.
Screening IVA Test Dan Pembentukan Peer Group Dalam Upaya Pencegahan Kanker Serviks Di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru Yulrina Ardhiyanti; Kiki Megasari
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i2.878

Abstract

PMB Dince Safrina merupakan salah satu penyedia layanan kesehatan ibu dan anak yang berlokasi di Jalan Limbungan, Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Timur Kota Pekanbaru, Riau, telah banyak memberikan informasi seputar kesehatan berupa penyuluhan/demonstrasi. Namun, penyuluhan/demonstrasi mengenai Kaker Serviks belum rutin dilaksanakan dan masih sedikit WUS yang datang berkunjung untuk melakukan IVA Test. Dalam satu bulan hanya 1 orang yang datang untuk melakukan IVA Test bahkan tidak ada sama sekali. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang Screening IVA Test dan Pembentukan Peer Group dalam Upaya Pencegahan Kanker Serviks di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru ini  telah dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang dimulai dari tangga 04 April s.d 05 Juni 2022. Metode yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah : 1). penyuluhan, 2). screening IVA test, 3). Membentuk peer group, 4). Evaluasi pelaksanaan program. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan telah memberikan hasil : 1). meningkatnya pengetahuan WUS tentang kanker serviks, 2). kegiatan screening dengan IVA test belum berjalan sesuai dengan target yang diharapkan, 3). terbentuknya peer group yang berjumlah 3 kelompok yang bertugas mengedukasi WUS yang belum bersedia dilakukan screening dengan IVA test, 4) penyuluhan tentang kanker serviks dan screening dengan metode IVA secara rutin dilaksanakan sebulan sekali di PMB Dince Safrina. Diharapkan petugas kesehatan yang bekerja di PMB Dince Safrina secara rutin melaksanakan penyuluhan tentang kanker serviks dan screening dengan metode IVA dan memantau peer group untuk tetap menjalankan tanggung jawabnya mengedukasi WUS lain untuk bersedia dilakukan screening. Kata Kunci : Screening IVA, Peer Group, Kanker Serviks
Penyuluhan Tentang Pelatihan Pemasaran Berbasis Online Pada UKM Di Desa Karya Mulya Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih Susianti Susianti; Samron Akhiri; Wartini Wartini; Putri Meirani
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 1 No. 2 (2020): Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v1i2.896

Abstract

Seiring dengan perkembangan waktu, teknologi berkembang semakin pesat yang ditandai dengan adanya pemanfaatan internet dan juga media digital. Teknologi dan media digital menjadi salah satu komponen penting bagi para pelaku usaha dalam memasarkan produknya secara online. Pemasaran online (Internet Marketing/E-Marketing) dinilai lebih menguntungkan dikarenakan dapat menjangkau calon konsumen/pelanggan potensial dalam cakupan yang luas tanpa batasan ruang dan waktu dengan biaya pemasaran yang lebih murah dibandingkan dengan pemasaran secara offline. Terlebih lagi di situasi COVID-19 yang sedang melanda dunia tak terkecuali Indonesia, pemasaran online dianggap sebagai salah satu cara bagi para pelaku usaha agar dapat mempertahankan usaha ataupun jasa yang mereka pasarkan. Namun pada situasi saat ini, pemasaran online berdampak terhadap beberapa sektor yang dialami oleh para pelaku usaha. Kelompok Usaha Desa Karya Mulya yang merupakan Mitra kegiatan pengabdian ini memiliki beberapa permasalahan tata kelola manajerial, yaitu: 1) Belum terorganisasinya pembukuan dengan baik. 2) pemasaran produk masih sangat sederhana dan belum memanfaatkan teknologi informasi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas manajerial dan pemasaran pada Kelompok Usaha di Desa Karya Mulya. Tujuan tersebut dicapai melalui pendampingan kepada Kelompok Usaha di bidang strategi marketing berbasis internet. Kelompok Usaha rumah tangga ini bergerak dalam bidang pembuatan jamu, kopi hasil usaha kebun. Bahan baku produk tersebut menggunakan tali kur dan lainnya. Pembuatan usaha ini juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di daerah sekitar yang ingin menambah pengetahuan usaha dan pada gilirannya menambah penghasilan ibu-ibu anggota kelompok usaha tersebut. Pelatihan usaha untuk pemasaran produk dilakukan dengan memberikan pemahaman dan pendampingan terkait tentang internet sebagai sarana jual produk Selanjutnya, pendampingan pemasaran berbasis internet dilakukan dengan memberikan wawasan untuk memaksimalkan teknologi yang ada untuk memasarkan produk mereka. Metode yang dipakai dalam pengabdian ini adalah dengan menggunakan penyuluhan dan pendampingan hingga kelompok usaha melur memiliki pembukuan yang rapih dan memiliki toko online di media sosial. Keyword: Pelatihan Pemasaran dan UKM
Pengembangan Sdm Kantor Kepala Desa, Manajemen Perkantoran Dan Penghitungan Pajak Bumi Dan Bangunan Perdesaan Di Desa Karya Mulya Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih Amandin Amandin; Resi Marina; Alika Tesha Savira
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 2 No. 3 (2021): Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v2i3.897

Abstract

Kegiatan Pengabdian dilatar belakangi dari pemikiran bahwa seluruh perangkat pedesaan harus dapat melayani tugasnya secara efektif dan efisien sehingga diperlukan peningkatan pemahaman mengenai manajemen perkantoran, dan bertujuan untuk menetahui bagaimana pengembangan sumber daya manusia di desa Karya Mulya. Dengan adanya pengembangan sumber daya manusia maka diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kantor Karya Mulya. Pengabdian dilaksanakan di desa Karya Mulya. Metode penelitian ini dilakukan dengan observasi lapangan serta melakukan wawancara. Selain itu salah satu kewajiban perangkat kelurahan adalah memberikan informasi yang akurat terhadap masyarakat mengenai kewajiban dalam pemenuhan membayar Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2).Sejak tahun 2011 PBB yang semula dipungut oleh pemerintah pusat, berdasarkan Undang-undang No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, mulai dialihkan pemungutannya kepada daerah (pemerintah Kota/Kabupaten), dengan sebutan PBB Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) kecuali sektor perkebunan, perhutanan, dan pertambangan. Masyarakat banyak yang tidak tahu dan tidak mengerti mengenai cara perhitungan PBB P2 serta terbatasnya jumlah pegawai dinas pajak sehingga sosialisasi dirasakan kurang, bahkan berdasarkan survey awal terlihat bahwa masyarakat belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang PBB P2 dari pemerintah setempat. Upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara efisien dan efektif diperlukan upaya pengembangan terhadap Sumber Daya Manusia di Kelurahan yaitu dalam bentuk pelatihan manajemen perkantoran dan pelatihan perhitungan PBB P2. Sehingga dengan adanya pelatihan manajemen perkantoran diharapkan adanya peningkatan kemampuan perangkat kelurahan dalam mengelola administrasi perkantoran sehingga dapat melayani masyarakat dengan lebih cepat, efektif dan efisien serta peningkatan pemahaman aparat kelurahan terhadap perhitungan PBB P2 sehingga masyarakat yang berada di wilayahnya terhindar dari sanksi pajak.   Kata Kunci: Manajemen Perkantoran, PBB P2, Wajib Pajak, Perangkat Pedesaan
Pemanfaatan Baby Massage Dalam Mendukung Optimalisasi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Een Husanah; Widya Juliarti
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 3 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i3.909

Abstract

Pijat bayi atau baby massage merupakan gerakan usapan lambat dan lembut pada seluruh tubuh bayi yang dimulai dari kaki, perut, dada, wajah, tangan dan punggung bayi. Pemijatan yang benar dan teratur dapat membantu peningkatan berat badan. Hasil penelitian menunjukkan pemijatan pada bayi prematur dapat meningkatkan berat badan 20 hingga 40%, dapat meningkatkan bounding attachment serta meningkatkan perkembangan system saraf otak bayi yang akan membentuk dasar untuk berfikir, merasakan dan belajar, membuat bayi semakin tenang menstimulsi aktivasi nervus vagus untuk perbaikan pernafasan dan memperkuat system kekebalan tubuh. Pada tahun 2020 di kota Pekanbaru persentase balita ditimbang mengalami penurunan secara fluktuatif, selain itu masih terdapat balita dengan status gizi pendek yaitu sebanyak 1.876 jiwa, balita dengan status gizi kurang sebanyak 1.433 jiwa dan balita kurus sebanyak 1.366 jiwa. Penimbangan rutin balita di posyandu merupakan upaya yang dilakukan untuk memantau status gizi dan kesehatan anak. Posyandu RW 06 merupakan posyandu yang berada diwilayah kerja puskesmas Karya Wanita dengan jumlah kunjungan bayi balita ke posyandu ini masih sangat rendah. Dimana dari 53 bayi balita, hanya 15-20 orang ibu yang datang membawa bayi balita tiap bulannya. Tujuan kegiatan ini adalah diharapkan dapat meningkatnya pengetahuan ibu-ibu yang memiliki bayi balita di RW 06 tentang manfaat baby massage dalam mendukung optimalisi pertumbuhan dan perkembangan anak. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan melakukan penyuluhan dan demonstrasi praktik baby massaga. Hasil evaluasi dari kegiatan pegabdian pada masyarakat ini memberikan hasil bahwa meningkatnya pengetahuan ibu-ibu tentang pentingnya stimulasi pada anak dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, pemanfaatan babby massage. Hal ini terlihat dari antusiasme ibu ibu dalam dalam mendengarkan dan mengikuti jalannya penyuluhan dan keaktifan ibu dalam praktik babby massage selama kegiatan berlangsung.
Penurunan Permasalahan Dalam Implementasi Aplikasi SIKDA Generik Rizky Ramadhanie; Destia Tata Muflihatin; Resti Muharrani; Restinawati Restinawati; Vidia Feronika; Tri Purnama Sari
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 1 (2021): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i2.940

Abstract

Untuk memberi kemudahan petugas dalam melakukan kegiatan pelaporan antar bagian dan juga untuk kegiatan dalam pelaporan ke Dinas Kesehatan harus adanya penggunaan aplikasi SIKDA Generik manajemen pasien secara online. Tercapainya suatu tujuan pengimplementasian aplikasi SIKDA Generik pasti berhubungan dengan bagaimana SIKDA Generik digunakan. Adapun metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri tahapan perencanaan, pelatihan/penyuluhan, dan evaluasi. Hasil Dalam pelaksaan penyuluhan Kesehatan dilakukan 3 sesi kegiatan. Sesi pertama adalah sesi pemaparan materi, sesi ke-2 adalah sesi tanya jawab, Dan  sesi  ke-3  adalah  sesi  diskusi  dan dilanjutkan  dengan  tahap  evaluasi  para  peserta  penyuluhan. berdasarkan hasil PKM dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk menurunkan kendala dan permasalahan yang terjadi pada implementasi aplikasi SIKDA Generik perlu dilakukannya penyuluhan/ seminar atau kegiatan sejenisnya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petugas. selain itu, perlu adanya peningkatan dan perbaikan terhadap sarana dan prasarana dalam pengimplentasian aplikasi SIKDA Generik tersebut agar dapat digunakan untuk meningkatkan mutu pelayanan Puskesmas. Kata Kunci : Implementasi, Aplikasi SIKDA Generik, Puskesmas

Page 11 of 58 | Total Record : 578


Filter by Year

2020 2025