cover
Contact Name
Isnanto, S.Kep., Ns., MAN
Contact Email
-
Phone
+62274517065
Journal Mail Official
jurnal@stikesbethesda.ac.id
Editorial Address
Johar Nurhadi Number 6 Kota Baru
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 23387947     EISSN : 25020439     DOI : https://doi.org/10.35913/jk.v8i1.196
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan (e-ISSN: 2502-0439, p-ISSN: 2338-7947) merupakan jurnal yang meliputi bidang keperawatan dengan cakupan Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Gerontik, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen dan Paliative Care. Jurnal Kesehatan publish 2 kali dalam setahun, setiap bulan Januari dan Juli dan dipublish oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum. Jurnal Kesehatan sudah terakreditasi oleh Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) dikelola oleh Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 2 (2026): In Press" : 13 Documents clear
Identifikasi Gap Penelitian melalui Analisis Bibliometrik Kustanti, Christina Yeni
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v13i2.1176

Abstract

Analisis bibliometrik semakin sering diterapkan sebagai pendekatan sistematis untuk memetakan perkembangan ilmu pengetahuan dan secara objektif serta transparan dalam mengidentifikasi gap penelitian. Namun, dalam praktiknya, banyak peneliti, terutama peneliti pemula, masih menghadapi tantangan dalam memahami secara komprehensif tahapan analisis bibliometrik dan menerjemahkannya menjadi dasar untuk mengidentifikasi gap penelitian yang signifikan. Editorial ini bertujuan menguraikan tahapan kunci dalam analisis bibliometrik berdasarkan pengalaman penulis dan literatur metodologis, meliputi: (1) penyusunan strategi pencarian artikel, (2) proses skrining dan ekstraksi data, (3) analisis data bibliometrik, (4) interpretasi hasil, serta (5) penyusunan laporan atau rancangan publikasi bibliometrik. Setiap tahapan dibahas secara konseptual dengan contoh aplikatif untuk menunjukkan bagaimana bibliometrik dapat digunakan tidak hanya sebagai alat pemetaan, tetapi juga sebagai landasan argumentatif dalam merumuskan gap penelitian. Editorial ini menyampaikan bahwa analisis bibliometrik yang dilakukan secara sistematis dan reflektif mampu meningkatkan kualitas dasar argumentasi penelitian. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar penerapan bibliometrik dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, dan dikombinasikan dengan penilaian substantif guna menghasilkan agenda riset yang relevan dan berpengaruh.
Studi kasus pengaruh aromaterapi peppermint pada pasien kanker caecum dengan diagnosa keperawatan nausea Rizq Haniifah, Zulfanada
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Latar Belakang: Kanker caecum atau kanker kolorectal adalah pertumbuhan abnormal pada sel epitel pada daerah kolon atau rectum. Kanker caecum adalah kanker penyebab kematian utama pada akhir tahun 1940 dan awal tahun 1950 dengan jumlah kasus kanker kolorektal merupakan kanker ketiga terbanyak di Indonesia. Salah satu penangan kanker adalah kemoterapi yang bertujuan untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi memiliki efek samping yaitu nausea atau biasa disebut dengan timbulnya rasa mual dan muntah. Pemberian aromaterapi dapat menurunkan mual dan muntah, karena peppermint mengandung 50% menthol yang dapat memberikan efek melegakan pada tenggorkan serta dapat menghilangkan mual serta muntah pada pasien. Tujuan: Penelitian inibertujuan untuk mendeskripsikan efektifitas aromaterapi peppermint dalam menurunkan rasa mual dan muntah pada pasien kanker caecum. Metode: Studi kasus yang digunakan adalah deskriptif yang bertujuan untuk menerangkan atau menggambarkan masalah yang terjadi dengan pendekatan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penentuan diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil: intervensi yang diberikan yaitu aromaterapi peppermint terbukti dapat menurunkan mual dan muntah, dibuktikan dengan skor kuisioner INVR semula 18 (mual berat)v dan menurun menjadi 8 (mual ringan). Kesimpulan: setelah diberikan intervensi keperawatan teknik relaksasi nafas dalam selama 3 kali 24 jam masalah teratasi, sehingga dapat memotivasi pasien untuk menerapkan secara mandiri di rumah.
Perbedaan Pengaruh Senam Ergonomik Dan Senam Tera Terhadap Tekanan Darah dan Kemampuan Fungsional Lansia nita laras, dhea; Imania, Dika Rizki; yani, fitri
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan serius yang dapat mempercepat penurunan kemampuan fungsional dan mengganggu kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh Senam Ergonomik dan Senam Tera terhadap tekanan darah dan kemampuan fungsional pada lansia. Menggunakan desain quasiexperiment dengan model two-group pre-test post-test, penelitian ini melibatkan 58 lansia yang dipilih melalui perhitungan proporsional sample size dengan OpenEpi. Analisis data menggunakan paired sample t-test. Hasil menunjukkan penurunan signifikan tekanan darah sistolik dari 154,55 mmHg menjadi 143,31 mmHg (p = 0,000) dan diastolik dari 92,48 mmHg menjadi 83,14 mmHg (p = 0,000). Kemampuan fungsional juga meningkat dari skor rata-rata 6,24 menjadi 7,17 (p = 0,000). Uji perbedaan antar kelompok menunjukkan bahwa Senam Ergonomik lebih efektif dibanding Senam Tera dalam menurunkan tekanan darah sistolik (p = 0,005) dan diastolik (p = 0,006), tetapi tidak terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan kemampuan fungsional (p = 0,093). Kesimpulannya, kedua jenis senam efektif untuk mengontrol tekanan darah dan meningkatkan fungsi fisik lansia, dengan Senam Ergonomik menunjukkan keunggulan dalam menurunkan tekanan darah. Temuan ini dapat dijadikan acuan dalam praktik keperawatan geriatri.
Pengaruh Pemberian Minuman Kunyit Asam Terhadap Penurunan Nyeri Dismenorea Pada Mahasiswi Asrama Unjaya Dini, Aknes; Margi Kusumawardani, Arum; Ardiana Sari, Alfie
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Dismenorea adalah nyeri atau kram yang dirasakan pada abdomen bawah, yang muncul sebelum maupun selama menstruasi tanpa disertai adanya gangguan pada organ reproduksi. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas, termasuk proses belajar pada mahasiswi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman kunyit asam terhadap penurunan nyeri dismenorea pada mahasiswi Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Metode penelitian kuantitatif desain quasi-eksperimen dengan pendekatan nonequivalent control group. Populasi penelitian berjumlah 44 responden yang mengalami dismenorea. Terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 22 responden kelompok intervensi dan 22 responden kelompok kontrol, menggunakan teknik purposive sampling.Pengukuran nyeri dilakukan pretest dan posttest 60 menit setelah intervensi menggunakan instrumen Numeric Rating Scale (NRS). Hasil analisis statistik uji wilcoxon menunjukkan nilai p-value=0,000<0,05 menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri yang signifikan setelah pemberian minuman kunyit asam, sebelum diberikan ratarata nyeri 5,41 sesudah diberikan menurun menjadi 0,41 setelah intervensi. Kesimpulan ada pengaruh pemberian minuman kunyit asam terhadap penurunan nyeri dismenorea pada mahasiswi Unjaya. Saran bagi mahasiswi diharapkan dapat menerapkan terapi non-farmakologi minuman kunyit asam untuk menurunkan nyeri dismenorea.
Efektifitas Strengthening Exercise dan Balance Exercise Terhadap Functional Mobility dan Risiko Jatuh Pada Lansia Azzahra, Nazwa Noorsaluh; Faidullah, Hili Zadah; Ollin, Siti Nadhir
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Lansia sering mengalami penurunan kemampuan mobilitas fungsional yang membuat mereka lebih rentan terhadap risiko jatuh seiring dengan proses penuaan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah melalui intervensi fisioterapi berupa strengthening exercise dan balance exercise, yang bertujuan meningkatkan kekuatan otot serta stabilitas tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kedua jenis latihan tersebut dalam meningkatkan functional mobility dan menurunkan risiko jatuh pada lansia. Desain penelitian yang digunakan adalah randomized controlled trial dengan pendekatan double-blind dan rancangan two-group pretest-posttest. Sebanyak 40 lansia dipilih secara acak ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang mendapatkan strengthening exercise dan balance exercise, serta kelompok kontrol yang tidak mendapatkan intervensi. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi selama empat minggu dengan menggunakan Timed Up and Go Test (TUGT) untuk menilai mobilitas fungsional, serta Morse Fall Scale (MFS) untuk menilai risiko jatuh. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor TUGT dan penurunan signifikan pada skor MFS pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa latihan fisik yang dilakukan secara terstruktur mampu meningkatkan stabilitas, koordinasi, dan kekuatan otot pada lansia. Dengan demikian, strengthening exercise dan balance exercise terbukti efektif dalam meningkatkan functional mobility sekaligus menurunkan risiko jatuh. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai strategi preventif dalam program kesehatan lansia.
Efektifitas Latihan Aerobik Terhadap Kontrol Glikemik Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2: Narrative Review Annashoffan, Adhitya Wahyu; Imron, Moh Ali; Wardhani, Riska Risty
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Diabetes Melitus Tipe 2 (T2DM) merupakan sebuah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia sebagai masalah kesehatan global yang memerlukan penanganan komprehensif. Kontrol glikemik yang optimal adalah pilar utama dalam manajemen T2DM untuk mencegah komplikasi. Latihan fisik, terutama latihan aerobik, secara luas direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis yang esensial. Tujuan penelitian ini menyajikan tinjauan naratif untuk merangkum dan menganalisis bukti-bukti ilmiah dari literatur terkini mengenai efektivitas berbagai bentuk latihan aerobik terhadap parameter kontrol glikemik pada pasien T2DM. Metode Penelitian berupa tinjauan naratif dengan melibatkan pencarian literatur sistematis pada database PubMed, ScienceDirect, dan Wiley. Kriteria inklusi adalah artikel penelitian eksperimental full-text yang diterbitkan antara tahun 2018 dan 2024 dengankata kunci "Aerobic exercise", "Type-2 DM patients", dan "Glycemic Control". Rentang tahun ini dipilih untuk memastikan bahwa bukti yang dikaji bersumber dari penelitian terbaru yang merepresentasikan perkembangan terkini dalam intervensi latihan aerobik, metode pemantauan glikemik, serta teknologi pendukung sehingga hasil tinjauan ini relevan dengan praktik klinis modern. Proses seleksi menghasilkan 30 artikel yang dianalisis dari total 1.530 artikel yang teridentifikasi. Hasil analisis terhadap 30 studi internasional mengonfirmasi bahwa intervensi latihan aerobik secara signifikan efektif dalam meningkatkan kontrol glikemik. Manfaat yang dilaporkan meliputi penurunan kadar HbA1c, perbaikan glukosa darah puasa, dan peningkatan komposisi tubuh serta kapasitas fisik.Berbagai modalitas latihan terbukti bermanfaat, termasuk program jalan kaki terjadwal, latihan interval intensitas tinggi (HIIT), latihan di lingkungan akuatik, dan tele-rehabilitasi. Waktu pelaksanaan olahraga, seperti setelah makan, juga terbukti efektif dalam mengurangi lonjakan glukosa postprandial. Kesimpulan bahwa latihan aerobik merupakan intervensi yang terbukti kuat dan efektif untuk memperbaiki dan mempertahankan kontrol glikemik pada individu dengan Diabetes Melitus Tipe 2.
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN STRATEGI KOPING TERHADAP DEPRESI PADA PASIEN CKD Nursagawati, Yuni
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Latar Belakang: Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan masalah kesehatan global yang tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga psikologis, salah satunya depresi yang dipengaruhi karakteristik individu dan mekanisme koping. Tujuan: Menganalisis hubungan karakteristik pasien dan mekanisme koping dengan tingkat depresi pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional pada 68 pasien CKD stadium 3–5 di RS Harapan Bunda Jakarta Timur menggunakan purposive sampling. Instrumen meliputi kuesioner demografi, Brief COPE Inventory, dan Beck Depression Inventory-II. Analisis datamenggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden berusia 41–60 tahun (50%), perempuan (58,8%), berpendidikan menengah (55,9%), dan menderita CKD 1–5 tahun (48,5%). Mekanisme koping terbanyak kategori cukup (42,6%), sedangkan depresi terbanyak tingkat sedang (51,5%). Terdapat hubungan signifikan usia (p=0,009), jenis kelamin (p=0,010), pendidikan (p=0,008), lama menderita CKD (p=0,002), dan mekanisme koping (p=0,000) dengan tingkat depresi. Kesimpulan: Karakteristik pasien dan mekanisme koping berperan penting dalam menentukan tingkat depresi, di mana koping adaptif cenderung menurunkan depresi, sedangkankoping kurang meningkatkan risiko depresi berat. Implikasi: Deteksi dini, edukasi, konseling psikologis, dan penguatan koping adaptif perlu diintegrasikan untuk mengurangi depresi serta meningkatkan kualitas hidup pasien CKD.
The The Relationship Between Emotional Maturity and the Learning Process of Fifth-Semester Undergraduate Nursing Students in Yogyakarta: Hubungan Kematangan Emosi dengan Proses pembelajaran Mahasiswa Sarjana Keperawatan Semester V di Yogyakarta Banne, Krista; Permina, Yullya; Palupi, Ethic; Puspitasari, Reni
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tugas pertumbuhan yang muncul pada masa dewasa muda mencakup penguatan prinsip kehidupan dan perkembangan emosi. Kematangan emosional sangat penting bagi mahasiswa karena berpengaruh pada kemampuan dalam menghadapi tantangan, baik dalam bidang akademis maupun kehidupan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara kematangan emosional dengan proses belajar mahasiswa keperawatan di Yogyakarta. Penelitian ini menerapkan metode deskripsi korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi yang diteliti berjumlah 88 orang dengan 88 mahasiswa sebagai sampel. Metode yang digunakan adalah total sampling, dan alat ukur yang dipakai adalah kuesioner untuk mengukur kematangan emosi serta prosespembelajaran dengan analisis data menggunakan statistik pada α 0.05. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta, yaitu 70 orang, berusia antara 20 hingga 21 tahun, dengan mayoritas adalah perempuan yakni 72 orang. Dalam aspek kematangan emosi, sebagian besar responden yaitu 82 orang termasuk dalam kategori cukup, sedangkan untuk proses pembelajaran, mayoritas atau 58 orang berada dalam kategori baik. Hasil dari uji Spearman Rank menunjukkan P-value sebesar 0.003.
PROFIL TRIAD GANGGUAN JIWA (KECEMASAN, PSIKOTIK, PTSD) PADA POPULASI GERIATRI Nanang Khosim Azhari; Dwi Mulianda
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Populasi geriatrik, yang terdiri dari individu berusia 60 tahun ke atas, rentan terhadap perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat menyebabkan masalah kesehatan mental. Dalam penelitian ini, "Trias Gangguan Mental" yang terdiri dari Kecemasan, Gangguan Psikotik, dan PTSD perlu mendapat perhatian. Data menunjukkan bahwa sekitar 15% lansia mengalami gangguan mental, dengan prevalensi kecemasan sekitar 3,8% dan depresi sebagai yang paling umum. Penelitian terbaru menemukan bahwa 36% populasi geriatrik mengalami kecemasan/depresi dan 37% mengalami PTSD, menunjukkan dua masalah kesehatan mental utama. Meskipun gangguan psikotik tercatat dengan angka yang lebih rendah (27%), gangguan ini tetap menjadi perhatian yang signifikan karena dapat memengaruhi fungsi sehari-hari. Faktor risiko meliputi isolasi sosial, komorbiditas fisik, dan trauma, yang memperburuk kondisi ini. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan kuesioner SRQ-29 untuk mengukur prevalensi dan karakteristik trias gangguan mental. Terapi psikososial, seperti terapi yang berfokus pada trauma, dan lain-lain, diperlukan, menurut temuan penelitian ini. Untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, hasil ini memperkuat perlunya program identifikasi dini dan pengembangan terapi kesehatan mental yang lebih terfokus. Kesehatan mental lansia menjadi perhatian yangsemakin meningkat karena orang-orang hidup lebih lama dari sebelumnya. Strategi holistik diperlukan untuk mengelola kesehatan mental lansia.
Adekuasi Hemodialisis (Kt/V) sebagai Faktor Terkait Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis Christianingsih, Maria Dwi; Melati, Nimsi; Istiarini, Chatarina Hatri; Kurniawan, Erik Adik Putra Bambang
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pendahuluan: Penyakit ginjal kronis stadium V memerlukan terapi pengganti ginjal, salah satunya hemodialisis, dengan keberhasilan yang dinilai melalui adekuasi (Kt/V) sebagai indikator kecukupan dialisis. Kualitas hidup menjadi fokus penting karena banyak pasien hemodialisis masih mengalami keluhan fisik dan psikologis (misalnya nyeri/kram, pruritus, sesak, mual, kelelahan, cemas, gangguan tidur) serta keterbatasan aktivitas dan pekerjaan. Tujuan: mengetahui hubungan ????????/???? dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis. Metode: kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 pasien. Pengukuran kualitas hidup menggunakan kuesioner KDQoL SF-36 versi 1.3. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji spearman rank secara komputerisasi. Hasil: Karakteristi responden didominasi usia 56-65 tahun, perempuan dan suku jawa. Lama hemodialisis 13-60 bulan, kondisi berat badan lebih dari 50 kg hingga 60 kg, dengan kenaikan berat badan antar waktu hemodialisis adalah 3-4 kg. Sebagian besar nilai Kt/V dalam kategori cukup sebesar 70% responden dan sebagian besar kualitas hidup pasien dalam kategori baik sebesar 50% responden dengan nilai p value 0,296 (>0.05). Kesimpulan: tidak ada hubungan nilai Kt/V dengan kualitas hidup pasien hemodialisis. Saran: peneliti selanjutnya disarankan melakukan penelitian dengan banyak sampel dan variabel yang beragam yang berhubungan dengan Kt/V dan kualitas hidup pasien hemodialisis.

Page 1 of 2 | Total Record : 13