cover
Contact Name
Jurnal Prakarsa Paedagogia
Contact Email
prakarsa@umk.ac.id
Phone
+6285640338615
Journal Mail Official
prakarsa@umk.ac.id
Editorial Address
Gondangmanis Po Box 53 Bae Kudus
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Prakarsa Paedagogia
ISSN : 26215039     EISSN : 26209780     DOI : 10.24176
Core Subject : Education,
iterbitkan sebagai media publikasi dan desiminasi hasil penelitian dan karya ilmiah di bidang Pendidikan baik dari Mahasiswa dan Dosen untuk memperkaya khasanah keilmuan pendidikan menuju tercapainya generasi emas Indonesia,
Articles 286 Documents
Bimbingan Kelompok Teknik Psikodrama Untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional Siswa Dalam Bergaul Dengan Teman Sebaya Ita Nur Octaviana; Arista Kiswantoro; Richma Hidayati
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i1.5153

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). Subjek yang diteliti adalah siswa kelas XI IPS - 3 SMA Negeri 1 Mejobo Kudus, sebanyak 8 siswa yang mempunyai kecerdasan emosi dalam bergaul dengan teman sebaya rendah. Variabel penelitian yang digunakan dua variabel yaitu: variabel bebas (X) adalah layanan bimbingan kelompok teknik psikodrama, variabel terikat (Y) adalah Meningkatkan kecerdasan emosional siswa dalam bergaul dengan teman sebaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah teknik observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kulitatif deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah kondisi dari 8 siswa yang mempunyai kecerdasan emosional siswa dalam bergaul dengan teman sebaya rendah pada pra siklus memperoleh jumlah rata-rata skor 48 dengan dalam kategori sangat kurang. Pada akhir siklus I jumlah skor kecerdasan emosional siswa dalam bergaul dengan teman sebaya yaitu 72 dalam kategori kurang dan akhir kegiatan siklus II jumlah kondisi kecerdasan emosional siswa dalam bergaul dengan teman sebaya dari 8 siswa kelas XI IPS-3 SMAN 1 Mejobo Kudus adalah 100 dalam kategori sangat baik. Selain itu juga dapat disimpulkan bahwa hipotesis tindakan yang telah dibuat oleh peneliti pada bab II yang berbunyi “ Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Psikodrama Dapat Meningkatkan Kecerdasan Emosional Siswa Kelas XI IPS-3 SMAN 1 Mejobo Kudus Dalam Bergaul Dengan Teman Sebaya”, dinyatakan diterima.
Menumbuhkan Sikap Multikulturalisme Remaja sebagai Bentuk Pendidikan IPS oleh Orang Tua Galih Mahardika Christian Putra; Fitria Dwi Prasetyaningtyas; Hadi Wiyono
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i1.6076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pandangan orang tua terhadap multikulturalisme, peran orang tua menumbuhkan sikap multikulturalisme kalangan remaja, sikap multikulturalisme di kalangan remaja, dan relevansi antara peran orang tua menumbuhkan sikap multikulturalisme kalangan remaja dengan pelaksanaan pendidikan IPS di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang mendasarkan pada teori interaksionisme simbolik milik Hebert Blumer. Instrumen pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipasi, wawancara mendalam dan dokumentasi tertulis atau foto.Teknik analisis data menggunakan tahapan proses analisis interaktif dalam penelitian kualitatif milik miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan para orang tua cenderung memandang multikulturalisme sebagai sesuatu yang dibutuhkan kalangan remaja dalam proses sosialnya. Peran orang tua menumbuhkan sikap mulrikulturalsime berupa pemberian keleluasaan dan dukungan dalam praktik pertemanan, serta keteladanan orang tua tentang sikap multikulturalisme dalam kehidupan sehari-hari. Sikap multikulturalisme kalangan remaja berupa sikap toleransi, tolong-menolong, menjunjung tinggi prisnsip kesetaraan dan mengutamakan dialog saat terjadi perselisihan. Terdapat relevansi antara peran orang tua dan  sikap multikulturalisme dengan tujuan pelaksanaan pendidikan IPS di Indonesia.
Manajemen Evaluasi Hasil Belajar Kognitif, Afektif, Psikomotorik: Tatap Muka dan Daring Di Ohanes R. C. Plenden; Ana Maria Heni; Javid Nama Ayu Laksmi; Yari Dwikurnaningsih; Sophia Tri Satyawati
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i2.7257

Abstract

In education sphere, evaluation management is needed to manage steps that will be taken to overcome the problem or res that been found. The intention of this study is to evaluate educational tool which is LP (Lesson Plan). LP (Lesson Plan) is a learning tool that designed learning process. Lesson Plan requires three areas which are cognitive, affective, and psychomotor. The analysed lesson plan was offline lesson plan Eleventh grade Bahasa Indonesia and online lesson plan twelfth grade mathematic from Satya Wacana Christian Senior High School. Researcher evaluate lesson plan and give suggestion and solution so the evaluation management could be run.
Efektivitas Bimbingan Belajar dalam Meningkatkan Sikap dan Kebiasaan Belajar Siswa Pada Siswa Kelas XI SMK Hesti Sulistyowati
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v2i2.6341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan sikap dan kebiasaan belajar pada siswa Kelas XI SMK Assa’idiyyah 2 Kudus melalui layanan bimbingan belajar. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu, pelaksanaan penelitian dimulai pada awal Maret 2019 sampai dengan akhir Mei 2019 ini. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dimana semua populasi dijadikan sampel penelitian, yaitu seluruh siswa kelas XI SMK Assa’idiyyah Kudus yang berjumlah 30 orang siswa yang terbagi atas 17 orang siswa sebagai kelompok eksperimen dan 17 orang siswa sebagai kelompok kontrol. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala sikap dan kebiasaan belajar yang disusun oleh penulis berdasarkan teori SSHA (Survey of Study Habits and Attitudes) dari Brown dan Holtzman. Skala sikap ini mengungkap sikap dan kebiasaan belajar siswa dengan 50 item pernyataan. Analisis data untuk mengukur sikap dan kebiasaan belajar siswa menggunakan tehnik uji Mann-Whitney U melalui program SPSS for Window Release 20.0. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada peningkatan yang signifikan sebesar 7,47% dalam sikap dan kebiasaan belajar pada siswa XI SMK Assa’Idiyyah Kudus melalui layanan bimbingan belajar. Hasil menunjukkan mean skor post test kelompok eksperimen yang sebesar 295,89 lebih besar dari pada skor pretest kelompok eksperimen yang sebesar 275,33. Dari uji Mann Whitney post test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh hasil yaitu nilai Asymp.Sign.2-tailed sebesar 0,000 kurang dari 0,050 yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan post test kelompok eksperimen. Kesimpulan juga didukung temuan bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen sebesar 21,68  dan rata-rata kelompok kontrol sebesar 13,32. Hasil ini sekilas menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki rata-rata sikap dan kebiasaan belajar yang lebih tinggi dengan selisih sebesar 8,36. Diperoleh juga hasil statistik Asymp sig.2 tailed adalah 0,014 kurang dari 0,050, sehingga hasil uji signifikasi secara statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam sikap dan kebiasaan belajar di antara kedua kelompok.
PENGARUH GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN SISWA SEKOLAH DASAR Sulis Wulandari; Seri Mulia Reski; Yuli Asnita Nasution; Adyanata Lubis
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i2.6939

Abstract

Pada saat ini berkembangnya teknologi banyak sekali yang berpengaruh pada anak salah satunya adalah penggunaan gadget. jika anak sudah kecanduan dan terkena dampak negatif oleh gadget, maka perkembangan anak pun akan terhambat. Hal tersebut menimbulkan bahaya gadget bagi anak. Bermain gadget dapat menimbulkan resiko terhadap kesehatan fisik maupun mental anak. Tentunya disini peran orangtua dan guru perlu diharapkan agar anak  tidak terkena dampak negative dari penggunaan gadget. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh gadget terhadap perkembangan siswa sekolah dasar. Adapun perkembangan yang dibahas disini adalah perkembangan dari segi psikologi, fisik, dan sosial pada siswa sekolah dasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan gadget secara berlebihan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan anak, baik dari segi psikologi, fisik, maupun perkembangan sosial. Selain memberikan dampak positif, gadget juga bisa memberikan dampak negative terhadap anak apabila tidak diawasi oleh orang tua maupun guru.
Konseling Kelompok Dengan Teknik Cognitive Behavior Therapy Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Sulistyowati Sulistyowati
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i2.5741

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Konseling Kelompok dengan teknik Cognitive Behavior Therapy (CBT) dapat Meningkatkan Kepercayaan Diri Peserta Didik Kelas IX C SMP Negeri 2 Pringapus Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas Bimbingan dan Konseling ( PTKBK ). Subyek penelitian adalah Peserta Didik Kelas IX C SMP Negeri 2 Pringapus Tahun Pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 26 peserta didik. PTKBK ini hanya meneliti dan melaporkan masalah yang terkait dengan meningkatkan Kepercayaan Diri melalui Layanan Konseling Kelompok dengan teknik CBT. Hasil yang diharapkan adalah merubah kepercayaan diri yang rendah menjadi lebih baik. Metode Penelitian menggunakan analisis deskriptif komparatif. Hasil penelitian dua siklus menunjukkan bahwa kepercayaan diri peserta didik mengalami peningkatan dibuktikan dengan penelitian kondisi awal kesiklus satu dan kesiklus dua. Hal tersebut membuktikan bahwa Konseling Kelompok dengan teknik CBT dapat Meningkatkan Kepercayaan Diri, dilihat dar iawal siklus 59.1 %,siklus satu 61.8%, siklus dua 68.6 %. Selain itu juga dibuktikan dengan adanya peningkatan pada layanan konseling kelompok yang dilihat dari awal siklus 53, siklus satu 63, siklus dua 77. Dalam prosentase mendapat hasil ada peningkatan 10 % dari awal siklus kesiklus satu, dan 14 % kesiklus dua.
Perilaku Bullying pada Anak Usia Sekolah Dasar di Desa Gribig, Kudus Novia Aristiani; Mohammad Kanzunnudin; Nur Fajrie
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i2.5989

Abstract

This study aims to analyze The Bully of elementary school students in Gribig village. This research uses narative of qualitative research methods. The data collection technique used in this study was data triangulation, namely observation, in-depth interviews and documentation. The subjects studied were students, parents and teachers in Gribig village. The data analysis technique used is data reduction, data presentation and conclusion. The forms of bullying include physical, verbal, and psychological or mental behavior. The explanation of the forms of bullying in Gribig Village is among others: (1) Verbal bullying is a form of bullying behavior that is captured through the sense of hearing. Verbal bullying includes calling, yelling, insulting, humiliating in public and slandering. (2) Physical bullying is a form of bullying behavior that can be seen directly by the sense of sight due to direct contact between the behavior and the victim. (3) Physical bullying is a form of bullying behavior that can be seen directly by the sense of sight due to direct contact between the behavior and the victim. Researchers categorized the characteristics between child victims of bullying and children of bullies in Gribig Village, as follows: (1) Children who are targets of bullying tend to be passive, submit to others, feel unworthy and will not retaliate if they receive unpleasant treatment. In addition, children who are anti-aggressive behavior, withdraw from social interactions, are socially quiet, and easily anxious are included in the child victims of bullying. (2) Children who do bully behavior toward other children. The characteristics of bullies include being physically stronger than other students, less able to understand and feel what others feel, having a positive attitude of violence, being aggressive towards peers and adults, being close to the perpetrator, being less able to control themselves, not being willing to obey social norms, often coercive victims, come from a violent authoritarian family, and there is a history of bullying.
Meningkatkan Sikap Sosial Siswa Melalui Layanan Penguasaan Konten Dengan Teknik Permainan Broken Square Fitri Juniati
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i1.5158

Abstract

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling. Penelitian ini dirancang dua siklus. Siklus I tiga pertemuan dan siklus II dua pertemuan. Setiap siklus terdiri empat langkah yaitu: 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Hasil secara umum penelitian ini adalah layanan penguasaan konten dengan teknik permainan broken square adalah  sikap sosial siswa dapat meningkat. Hal ini dibuktikan dengan hasil observasi yang dilakukan sebelum tindakan dan setelah siklus memperlihatkan sikap sosial siswa mengalami peningkatan, yaitu pada pra siklus ke siklus I sebesar 15% dan siklus I ke siklus II 7,9%.
Meningkatkan Perilaku Sopan Santun Menggunakan Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Sosiodrama Didik Puji Utomo; Masturi Masturi; Nur Mahardika
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i1.6473

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah; 1.Mendeskripsikan upaya meningkatkan perilaku sopan santun melalui layanan bimbingan kelompok dengan Teknik sosiodrama pada remaja di Ds. Wonoketingal 02/07 Kec. Karanganyar. Memperoleh peningkatan perilaku sopan santun melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama pada remaja di Ds. Wonoketingal 02/07 Kec. Karanganyar Kab. Demak. Penelitian ini didesain dengan menggunakan penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK). Jenis metode yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta menggunakan purposive samplingsebagai pengambilan sampel untuk subjek penelitian ditetapkan lima remaja  yang memiliki masalah sopan santun di Desa Wonoketingal. masalah sopan santun di Desa Wonoketingal. Simpulan peneliti dapat memperoleh peningkatan perilaku sopan santun setelah diberikan layanan bimbingan kelompok teknik Sosiodrama. Berdasarkan hasil skor akhir yang diperoleh, perilaku sopan santun siswa memperoleh peningkatan sebanyak 29 skor.
Studi Academic Burnout dan Self-Efficacy Mahasiswa Devi Permatasari; Leny Latifah; Parid Rilo Pambudi
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i2.7418

Abstract

Penelitian ini bertujuan: Pertama, untuk mengetahui dan mendeskripsikan tingkat academic burnout dengan self-efficacy mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang yang masif aktif. Kedua, mendeskripsikan perbedaan tingkat academic burnout dengan self-efficacy berdasarkan jenis kelamin, jurusan dan angkatan. Ketiga, mendeskripsikan hubungan academic burnout dengan self-efficacy mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif Korelatif, penelitian deskriptif merupakan metode yang paling sering digunakan untuk penelitian yang bertujuan menjelaskan suatu peristiwa. Sampel penelitian terdiri dari mahasiswa dengan jumlah mahasiswa 446 mahasiswa beberapa program studi. Untuk pengambilan data menggunakan skala academic burnout dan skala efikasi diri. Aanalisis menggunakan statistik deskriptif kurva normal, dengan menentukan Mean (rata-rata) dan Standar deviasi skor hipotetik. Kemudian dibuat kategori berdasarkan skor dalam rentangan jumlah skor rata-rata dan deviasi. Skor yang yang berada di dalam kategori tertentu di hitung persentase mahasiswa yang ada dalam ketegori tersebut. Untuk membuktikan hipotes penelitian tentang perbedaan tingkat academic burnout dan self-efficacy mahasiswa berdasarkan jenis kelamin, jurusan dan angkatan dan klasifikasi dengan mengunakan rumus uji beda dua Mean (Uji - t) dan ANOVA. Secara umum subjek penelitian memiliki Self-efficacy dan Academic Burnout yang tergolong sedang. Hal ini ditunjukkan dengan hasil kategorisasi sedang yang dominan sebesar (X = 68,19%) dan (Y = 65,16%). Hasil dari hipotesis R = -0.616 penelitian ini yaitu diterima yang berarti “ Ada hubungan negatif yang signifikan antara Self-efficacy terhadap Academic Burnout pada mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang . Dengan arah hubungan yang negatif ini bermakna “Semakin tinggi Self-efficacy maka Academic Burnout pada mahasiswa rendah begitupun sebaliknya semakin rendah Self-efficacy maka Academic Burnout pada mahasiswa tinggi”.

Page 11 of 29 | Total Record : 286