cover
Contact Name
Jurnal Prakarsa Paedagogia
Contact Email
prakarsa@umk.ac.id
Phone
+6285640338615
Journal Mail Official
prakarsa@umk.ac.id
Editorial Address
Gondangmanis Po Box 53 Bae Kudus
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Prakarsa Paedagogia
ISSN : 26215039     EISSN : 26209780     DOI : 10.24176
Core Subject : Education,
iterbitkan sebagai media publikasi dan desiminasi hasil penelitian dan karya ilmiah di bidang Pendidikan baik dari Mahasiswa dan Dosen untuk memperkaya khasanah keilmuan pendidikan menuju tercapainya generasi emas Indonesia,
Articles 286 Documents
Peran Kepala Sekolah Dalam Implementasi Program Bimbingan Dan Konseling di Sekolah Dwi Putranti; Fajar Fithroni; Dhela Kusumaningtias
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i2.5745

Abstract

Pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang mengintegrasikan tiga komponen, yaitu: komponen manajemen dan kepemimpinan, pembelajaran yang mendidik, dan bimbingan dan konseling yang memandirikan. Bimbingan dan konseling merupakan wujud dari penyelenggaraan pendidikan yang bermutu melalui sistem pendidikan. Guru BK perlu merancang sebuah program sebagai usaha terencana dan terorganisir dalam layanan bimbingan dan konseling. Program yang telah dirancang tentunya akan diimplementasikan ke dalam suatu layanan yang konkrit. Peran kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan sangatlah diperlukan dalam mengimplementasikan program bimbingan dan konseling.  Ketidaktersediaan jadwal tatap muka antara siswa dan guru BK, kurangnya koordinasi antara kepala sekolah dengan guru BK, dan sarana dan prasarana yang kurang memadai bagi layanan bimbingan dan konseling diidentifikasi merupakan hasil dari kurangnya pemahaman kepala sekolah terhadap peran guru BK dan implementasi programnya dalam pendidikan. Pemahaman yang kurang baik dalam bimbingan dan konseling juga menyebabkan kurangnya peranan kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin pendidikan.  Komitmen dari Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS), Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK), pihak sekolah, maupun pemerintah sangat dibutuhkan dalam penyiapan calon kepala sekolah, pembinaan dan pengembangan bagi kepala sekolah, maupun penerapan model pengembangan professionalitas yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.
The Effectiveness of Guided Inquiry Model and Problem Based Learning(PBL) in Learning to Write Narrative Text in terms of Cognitive Learning Outcomes of Class V Elementary School Students. Dwi Kurniati Widiastuti; Murtono Murtono; Mohammad Kanzunnudin
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i2.7245

Abstract

The objectives of this research are (1) testing the effectiveness of using guided inquiry models in learning to write narrative text for fifth grade school students on cognitive learning outcomes; (2) testing the effectiveness of using the PBL model in learning to write narrative text for fifth grade elementary school students on cognitive learning outcomes;       This type of research design is a Quasi Experiment Design. he results showed a significance value (2-tailed) of 0.003 0.005. This means that there are differences in the effectiveness of cognitive learning outcomes between the experimental class treated with the Guided Inquiry learning model, and the control class treated with the Problem Based Learning learning model. The posttest average score of the Guided Inquiry learning model is 83.75, while the average value of the Problem Based Learning learning model is 80.31.
MINI-REVIEW PEMBELAJARAN DARING SELAMA PANDEMI COVID-19: KEUNTUNGAN DAN TANTANGAN Elina Lestariyanti
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i1.4989

Abstract

The emergence of COVID-19 has an impact on the world of education. The learning process that is commonly carried out face-to-face in class must change to distance learning using online learning. This article aims to review research articles on the advantages and challenges of online learning during the COVID-19 pandemic. The research method uses the literature review method of research articles on the application of online learning during the COVID-19 pandemic published in 2020. The results of the review show the advantages of using online learning can be classified into two categories, namely the advantages in the area of processes and area of impacts. The challenges of using online learning are internet access, the burden of quota costs, the availability and support of technology or devices. Teacher creativity, student characteristics, environmental support and geographical conditions are also challenges that need to be considered so that the achievement of learning outcomes through online learning can be optimized.
Pendekatan Behavioristik Teknik Flooding Untuk Mengurangi Kebiasaan Merokok di Sekolah Firda Azizah Rahmah; Indah Lestari; Susilo Rahardjo
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i1.6477

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan siswa merokok. 2. Mengurangi kebiasaan merokok dengan layanan konseling pendekatan behavioristik teknik flooding pada siswa di MTs Miftahul Huda. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dirancang dalam bentuk studi kasus. Subjek yang diteliti yaitu AF, TR, dan DS sebagai siswa yang merokok. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) Wawancara, 2) Observasi, dan 3) Dokumentasi. Analisis data penelitian menggunakan cara induktif. Adapun cara menganalisis data dalam penelitian ini dilakukan secara triangulasi sistematis mulai dari proses pengumpulan data, mengklarifikasi, mendiskripsikan, dan menginterpretasi masing-masing bagian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyebab kebiasaan merokok adalah keingintahuan siswa tentang rokok, keluarga yang merokok, lingkungan banyak perokok, dan rayuan teman sebaya. Dari kebiasaan merokok siswa sering melanggar tata tertib sekolah. Untuk membantu individu dalam mengatasi kebiasaan merokok diberikan konseling behavioristik teknik flooding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan pendekatan behavioristik teknik flooding menghasilkan perubahan tingkah laku konseli yaitu dapat mengurangi rokok yang dihisap setiap harinya.
Penerapan Rational Emotive Behavior Therapy Teknik Assertif Trainning Untuk Mengatasi Self-Esteem Rendah Erina Gita Lestari; Masturi Masturi; Indah Lestari
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i1.5152

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah 1. Untuk menemukan faktor-faktor yang menyebabkan Self-esteem rendah pada siswa SMK PGRI 1 Mejobo Kudus, 2. Untuk teratasinya Self-Esteem rendah melalui pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy teknik Assertif Training pada siswa SMK PGRI 1 Mejobo Kudus. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan penelitian kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa SMK PGRI 1 Mejobo Kudus yang memiliki Self-esteem (harga diri) rendah sebanyak dua siswa (J dan SA). Dalam penelitian ini analisis data dilakukan dengan cara mendeskripsikan hasil dari mengumpulkan data oleh peneliti yaitu pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, dan kunjungan rumah secara mendalam sehingga nantinya mendapatkan data yang akurat terhadap permasalahan yang diteliti yaitu permasalahan tentang Self-esteem rendah. Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis penelitian menunjukkan penyebab J dan SA memiliki Self-Esteem rendah disebabkan konseli J mengembangkan pemikiran yang negatif terhadap dirinya sendiri yang merasa lemah karena menjadi bahan bullyan oleh teman-temannya. Konseli SA mengembangkan pemikiran negatif terhadap teman-temannya, merasa minder karena dia berasal dari keluarga yang kurang mampu, sedangkan teman-temannya dari keluarga yang mampu. Untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti menggunakan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) teknik Assertif Trainning. Dari hasil konseling kedua siswa tersebut, mereka dapat meningkatkan Self-Esteem dalam kehidupannya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka peneliti menyimpulkan bahwa tingkat keberhasilan teknik Assertif Trainning efektif digunakan untuk mengatasi Self-Esteem rendah pada siswa, sehingga siswa berkembang secara optimal. Hal ini dibuktikan adanya perubahan pola pikir maupun perasaan dan perilaku konseli. Konseli mampu meningkatkan Self-Esteem, selain itu terjadi perubahan pola pikir negatif menjadi positif dan perilaku siswa.
ANALISIS KEBUTUHAN MODUL BERBASIS PERMAINAN EDUKATIF DI ERA 4.0 DENGAN MODEL DISCOVERY Nurma Zuliyanti; Irfai Fathurohman; Sri Utaminingsih
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i1.5974

Abstract

The purpose of this study was to analyze the need for educational game-based module development in the 4.0 era with a discovery model. This research is preliminary research from research and development (Research and Development). The design of this research is need analysis or survey research. The respondents of this study were students and teachers of grade VI at SDN 2 Kembang, SDN 1 Jinggotan, and SDN 2 Kembang Jepara. Data collection techniques through questionnaires and documentation. The results of needs analysis through questionnaires and documentation showed that, 1) limited teaching materials became an obstacle in the learning process, 2) 82% of teachers needed the development of an educational game-based module in the 4.0 era with discovery models, 3) 83% of students needed development an educational game in the era of 4.0 with a discovery model. Based on these results, it can be concluded that it is necessary to develop an educational game-based module in the 4.0 era with a discovery model to improve student learning outcomes.
Implementasi Manajemen Pembelajaran Daring di SD Nasional Plus BPK PENABUR Bogor Laurentia Prabaniardi Kartikasari; Ari Novita Sari; Marina Sandra; Yari Dwikurnaningsih; Sophia Tri Satyawati
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i2.7255

Abstract

The condition of the covid-19 pandemic has an impact on the learning management of an education. Where, this condition demands the implementation of online learning in all educational institutions. This study aims to provide an overview of the implementation of online learning management at SD Nasional Plus BPK PENABUR Bogor, related to the variety, problems and solutions that have been implemented. This study uses a survey method with data collection techniques through observation and interviews. The survey results show that the variety of online learning implemented at SD Nasional Plus BPK PENABUR Bogor is based on-based learning Computer Station, Collaborative Learning and Teacher Station with various methods. Researchers found the problems that arise can be handled well by the school.
Pemanfaatan Media Audio Visual dan Media Gambar Pada Siswa Kelas V Hery Setiyawan
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i2.5874

Abstract

This research was conducted with the aim of knowing the average test result score as a reflection of the effectiveness of audio visual media and image media. This is based on learning outcomes that are considered less than optimal and many are still incomplete because teachers are accustomed to the use of image media in learning. The selection of audio-visual media as a way of teaching data presentation material is because it has better features than just ordinary images. This study determined the subject, namely the fifth grade students at one of the private elementary schools in Surabaya which had 34 students. The results of this study presented an average of learning outcomes in a class using audio visual media was 87.68. In another class, the average result of student learning in the class using image media obtained an average result of 79.59. The conclusion from these results is that the class that uses audio-visual media is more effective than the class that uses image media.
Manajemen Pembelajaran dari Rumah dengan Menggunakan Media Video Pembelajaran dan Quizizz Pada Siswa Kelas VI SD N Karangasem 1 Sofiyati Sofiyati; Suad Suad; Sri Surachmi
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v4i2.7251

Abstract

The objectives of this study were to analyze and describe how the learning planning, actuating and evaluation at home in grade VI SD Negeri Karangasem 1, Sayung District, Demak Regency. This research uses a qualitative approach with the type of case study research. Research data collection techniques are: (1) observation, (2) in-depth interviews, and (3) documentation. To check the validity of the data, a credibility test was used in the form of triangulation of sources, triangulation of methods and reference materials. The data analysis techniques used were: (1) data reduction (data reduction), (2) data presentation (data display), and (3) conclusion drawing (conclusion drawing). The results showed that learning planning was in the form of: (1) making a lesson plan, (2) setting learning objectives, (3) preparing teaching materials, (4) determining learning strategies or methods, and 5) preparing learning facilities. In the implementation of learning related to: (1) teacher activities in learning, (2) student activities in the learning process, (3) teacher interactions with students. In teaching evaluation, many things need to be considered, including: (1) achievement of learning objectives, (2) effectiveness of the media used, (3) teacher and student responses, and d. problems and solutions.
Meningkatkan Sikap Anti Seks Bebas Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Homeroom Fitri Umiiyati
Jurnal Prakarsa Paedagogia Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v3i2.5740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah bimbingan kelompok dengan teknik homeroom dapat meningkatkan sikap anti seks bebas peserta didik kelas IX A SMP Negeri 2 Suruh Semester genap tahun pelajaran 2019/ 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan bimbingan konseling (PTBK). Yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah delapan peserta didik laki-laki yang berasal dari kelas IX A. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah deskriptif komparatif dimana akan dibandingkan skor rata-rata sikap anti seks bebas dan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik homeroom pada setiap siklus. Kondisi awal penelitian adalah  dengan rata-rata skor 16,3 dengan persentase 42% dan berada pada kategori sangat kurang. Hasil siklus 1 menunjukan terjadi peningkatan sikap anti seks bebas dari pra siklus ke siklus 1 sebesar 8,9 (54,6%), selanjutnya terdapat peningkatan lagi  dari siklus 1 ke siklus 2 yaitu sebesar 7,3 atau dengan persentase sebesar 28,9%. Pada layanan bimbingan kelompok terjadi perbaikan ditunjukan dengan hasil di siklus 1 dengan rata-rata 63,7 (63,7%) meningkat di siklus 2 menjadi 86,3 (86,3%) atau bisa dikatakan terjadi peningkatan rata rata dalam layanan bimbingan kelompok sebesar  22,6 dengan persentase 35,5 %.

Page 9 of 29 | Total Record : 286