cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 351 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2026)" : 351 Documents clear
Pengaruh Edukasi Berbasis Komunitas Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Pencegahan Malaria pada Anak Dedy Arisjulyanto; Nofita Dewi Kok Mesa; Frans Manangsang; Neni San Agustina Siregar; Ardhanari Hendra Kusuma
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52203

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Papua, termasuk Kabupaten Kepulauan Yapen, dengan angka kasus yang tinggi pada anak. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan malaria berperan penting dalam menurunkan risiko penularan. Edukasi berbasis komunitas, seperti penyuluhan menggunakan media leaflet, terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku preventif masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi berbasis komunitas melalui media leaflet terhadap tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan malaria pada anak di Kampung Turu, Distrik Yapen Selatan, Kabupaten Kepulauan Yapen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 30 responden dipilih dengan purposive sampling, memenuhi kriteria usia ≥18 tahun, berdomisili minimal satu tahun, dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian penelitian. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dengan 10 item pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Data dikumpulkan melalui pretest, intervensi edukasi menggunakan leaflet, dan posttest, kemudian dianalisis dengan uji paired sample t-test pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 10,34 ± 2,80 menjadi 17,34 ± 2,10, dengan peningkatan signifikan (t = 15,35; p < 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis komunitas menggunakan media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan malaria pada anak. Intervensi ini disarankan diterapkan secara berkelanjutan dengan keterlibatan kader lokal untuk memperluas jangkauan pengetahuan dan perilaku preventif.
Skrining Fitokimia Ekstral Etanol Kunyit (Curcuma longa Linn) dan Bawang Putih (Allium sativum): Analisis Kandungan Bioaktif dan Implikasi Klinis Irna Diyana Kartika Kamaluddin; Arung Anugrah Al Azis; Rezky Putri Indarwati Abdullah; Syamsu Rijal; Aryanti R. Bamahry
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan fitokimia pada ekstrak etanol kunyit (Curcuma longa) dan bawang putih (Allium sativum) serta membandingkan profil senyawa aktif yang terdapat pada keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kunyit positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan steroid, sedangkan ekstrak etanol bawang putih positif mengandung alkaloid, flavonoid, dan saponin, namun negatif terhadap tanin dan steroid. Kandungan alkaloid pada kedua ekstrak terdeteksi melalui reaksi dengan pereaksi Mayer, Dragendroff, dan Bouchardat, mengindikasikan potensi aktivitas biologis sebagai antimikroba dan neuroprotektif. Sementara itu, keberadaan flavonoid yang teridentifikasi melalui uji AlCl₃ mendukung potensi efek antioksidan dan antiinflamasi dari kedua tanaman. Terdapat perbedaan yang jelas dalam profil fitokimia antara kedua tanaman. Kunyit menunjukkan keragaman senyawa bioaktif yang lebih tinggi dengan empat golongan senyawa positif dibandingkan bawang putih yang hanya mengandung tiga golongan senyawa, yang menjelaskan dasar ilmiah perbedaan aplikasi klinisnya.
Hubungan Ketergantungan Gadget Terhadap Keterlambatan Bahasa dan Perilaku Anak di Paud Indah Sari Sukorame Gresik Aisyah Zahwa Salsabila; Diah Fauzia Zuhroh
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52247

Abstract

Gadget adalah istilah yang merujuk pada perangkat elektronik kecil, inovatif, dan biasanya portabel yang dirancang untuk mempermudah tugas atau menyediakan fungsi tertentu. Gadget sering kali memiliki desain modern dan fitur canggih. Karena sebuah perangkat teknologi dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif. Kemajuan teknologi juga dapat membantu daya kreatifitas anak, jika pemanfaatnya diimbangi dengan interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Terlalu membebaskan anak dibawah umur menggunakan teknologi yang terlalu canggih seperti gadget maka itu dapat mengubah perilaku seorang anak, untuk itu peran orang tua sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengertian gadget, untuk mengetahui hubungan ketergantungan gadget terhadap keterlambatan bahasa dan perilaku anak serta mengetahui bagaimana cara untuk mencegah pengaruh buruk dari gadget terhadap keterlambatan dan perilaku anak. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif. Sedangkan dalam penelitian ini peneliti menggunakan alat ukur kuesioner Smartphone Addiction Scale Short Version (SAS-SV) sebagai alat ukur ketergantungan gadget, dan Denver Developmental Screening Test (DDST) yang bertujuan menilai perkembangan anak pada empat aspek yaitu perkembangan personal sosial, motorik halus, bahasa, dan motorik kasar anak mulai dari usia 0 bulan sampai 6 tahun (72 Bulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ketergantungan gadget dengan keterlambatan bahasa anak dengan nilai p-value sebesar 0,015 (<0,05). Serta terdapat hubungan yang signifikan antara ketergantungan gadget dengan perkembangan perilaku anak nilai p-value sebesar 0,006 (<0,05).
Asuhan Akupunktur Untuk Kasus Kaku Leher : Studi Kasus Alice Alice; Mayang Wulandari; Leny Candra; Amal Prihartono; Tjhia Khie Khiong
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52272

Abstract

Kaku leher adalah salah satu masalah kesehatan yang sering muncul yang ditandai dengan kekakuan leher dan nyeri pada leher dan area sekitarnya yang dapat menjalar ke area bahu, lengan dan tangan dan dapat menjalar sampai ke kepala dan menimbulkan sakit kepala. Kaku leher yang tidak diobati dapat memberikan dampak terhadap penurunan produktivitas yang dapat menyebabkan dampak ekonomi bagi pasien, keluarga, dan lingkungan kerja penderita. Tatalaksana kasus kaku leher saat ini adalah berupa obat-obatan penghilang rasa nyeri dan pelega otot. Pengobatan yang diberikan tersebut ternyata belum dapat mengobati secara tuntas, bahkan ada yang menimbulkan efek samping, oleh karena itu dibutuhkan modalitas terapi lain seperti akupunktur sebagai komplimentari. Terapi akupunktur yang mudah, aman, rasional, efektif, murah dan alami diharapkan mampu mengobati kaku leher. Tujuan penelitian ini adalah mengunakan akupunktur untuk mengobati kasus kaku leher dan diharapkan dampak dari kesembuhan ini dapat menjadikan suatu panduan yang dapat diterapkan di masyarakat luas dan memberikan dampak terhadap pengabdian di Masyarakat. Metode yang digunakan adalah melakukan penusukan titik-titik akupunktur GB20, GB21, SI3, SI15, LI4, BL 10 dan Titik Extra EX-UE-8 sebanyak 2 kali seminggu selama 6 kali terapi. Hasil penelitian menunjukkan perbaikan dari raut muka, nyeri dan kaku leher menjadi sembuh dan kualitas hidup penderita menjadi lebih baik. Simpulan bahwa akupunktur pada kasus kaku leher dengan menusuk titik-titik terpilih memberikan dampak positif perbaikan terhadap keluhan nyeri dan kaku pada leher penderita.
Asuhan akupunktur kasus hemorrhoid di Praktek Mandiri dr. Tjhia Bandung Alfie Vere Likhie; Mayang Wulandari; Leny Candra; Amal Prihartono; Tjhia Khie Khiong
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52278

Abstract

Hemorrhoid merupakan kondisi patologis pada anorektal yang sering terjadi dan meskipun tergolong jinak tetapi memiliki dampak sosial yang tinggi sehingga perlu mendapat perhatian baik dari perspektif diagnostik maupun terapeutik. Hemorrhoid ditandai dengan hiperplasia vaskular dan respon mediator inflamasi (Ramnayan et al., 2025). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat asuhan akupunktur hemorrhoid di Praktik Mandiri dr. Tjhia Bandung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Studi kasus dipilih pada penelitian ini dengan tujuan untuk mengeksplorasi suatu masalah/fenomena dengan batasan terperinci, pengambilan data dapat lebih mendalam dan menyertakan berbagai sumber informasi. Hasil dengan berubahnya data pada sesi terapi ke-1 dengan sesi terapi ke-2, sampai sesi terapi ke-10 yang terakhir, menghasilkan perubahan membaik, maka rumusan diagnosis akupunktur yang diterapkan tetap mengikuti sindrom sesuai kondisi saat itu dan juga tidak langsung diubah sindromnya walaupun ada perubahan pada pemeriksaan. Simpulan asuhan akupunktur memberikan perbaikan pada kasus hemorrhoid di praktek mandiri dr. Tjhia Bandung.
Kompetensi Keterampilan Dasar Kader Kesehatan dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Indonesia: Tinjauan Literatur 2020–2025 Lyna Hutapea
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52313

Abstract

Kader kesehatan merupakan ujung tombak dalam system pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat komunitas yang memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat. Mereka berperan strategis sebagai penghubung antara masyarakat dan tenaga kesehatan profesional dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan kesehatan, deteksi penyakit dini, serta pemberdayaan individu, keluarga dan kelompok, kader kesehatan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan perilaku hidup sehat dan keberlanjutan program kesehatan berbasis masyarakat.Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kompetensi keterampilan dasar yang dimiliki dan dibutuhkan oleh kader kesehatan, dalam berbagai kompetensi keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh kader kesehatan agar mampu menjalankan tugasnya secara efektif dan berkelanjutan dalam konteks pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia. Pencarian literatur dilakukan pada database Google Scholar, DOAJ, PubMed, dan Garuda menggunakan kata kunci “kompetensi kader kesehatan”, “keterampilan dasar”, “pelayanan kesehatan masyarakat”,dan “Indonesia” untuk periode 2020–2025. Sebanyak 20 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa kompetensi utama kader meliputi keterampilan komunikasi efektif, pencatatan dan pelaporan kesehatan, deteksi dini penyakit, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta kemampuan kolaborasi dengan tenaga kesehatan. Faktor pendukung kompetensi kader meliputi pelatihan berkelanjutan, supervisi, motivasi, serta dukungan kebijakan dari pemerintah daerah. Tinjauan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas kader melalui pelatihan berbasis kebutuhan lokal dan monitoring berkelanjutan untuk memastikan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Nola J. Pender’s Health Promotion Model untuk Lansia dengan Diabetes Tipe 2: Tinjauan Review Literature (2020-2025) Dwight Marulitua Mahaputera Hutapea
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52314

Abstract

Diabetes tipe 2 (DT2) pada lansia menjadi tantangan besar dalam praktik keperawatan karena komplikasi, kontrol glukosa yang tidak optimal, serta perubahan fisik, psikososial dan lingkungan terkait usia. Model Promosi Kesehatan Nola J. Pender Diabetes tipe 2 (DT2) pada lansia menjadi tantangan besar dalam praktik keperawatan karena komplikasi, kontrol glukosa (Health Promotion Model/HPM) telah digunakan untuk memahami dan memfasilitasi perilaku kesehatan, namun aplikasinya spesifik pada lansia dengan DT2 belum banyak disintesis. Untuk meninjau literatur antara 2020 hingga 2025 mengenai penerapan HPM pada lansia dengan DT2, mengidentifikasi konstruk HPM yang paling sering digunakan, hasil yang dilaporkan, dan implikasi bagi praktik keperawatan lansia. Tinjauan literatur naratif dilaksanakan melalui pencarian basis data (misalnya PubMed, Scopus, Google Scholar) untuk artikel yang memuat HPM + DT2 pada populasi lansia (≥ 60 tahun atau disebut lansia) dalam rentang tahun 2020-2025. Artikel diseleksi berdasarkan inklusi (bahasa Inggris atau Indonesia, populasi lansia DT2, penggunaan HPM atau konstruk-nya) dan eksklusi (populasi non-lansia, model teori lain tanpa HPM). Data dikaji mengenai karakteristik studi, konstruk HPM yang digunakan, hasil perilaku kesehatan atau klinik, dan rekomendasi. Beberapa studi terkini menunjukkan bahwa intervensi berbasis HPM dapat meningkatkan self-efikasi, persepsi manfaat, komitmen terhadap rencana tindakan, serta menurunkan hambatan dan pengaruh situasional sehingga meningkatkan perilaku pengelolaan DT2 — contohnya studi kuasi eksperimental di Iran pada DT2 (tidak spesisifik lansia) yang melaporkan penurunan HbA1C dan peningkatan konstruk HPM.
Penerapan Skrining Kaki Diabetes Sebagai Upaya Untuk Mencegah Risiko Luka Kaki Dibetik Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Barangkau Barangkau; Eka Hardianti Arafah; Yammar Yammar; Asnuddin Asnuddin; Ruslang Ruslang; Nirmawati Darwis; Ikdafila Ikdafila; Arni AR; Ery Wardanengsih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52346

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2(DMT2) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan utama yang sering dijumpai. Angka kejadianya mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, tidak sedikit dari mereka mengalami gangguan sirkulasi darah perifer dan gangguan sensitivitas kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui pengaruhnya penerapan skrining kaki diabetes sebagi upa untuk mencegah Risiko Luka Kaki Diabetik Pada Penderita Diabetes Mellitus tipe 2. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain true eksperimental design. Kemudian rancangan penelitian menggunakan pretest and posttes control group design. Penelitian ini terdiri dua kelompok yaitu kelompok kasus dan kelompok kontrol. Kelompok kasus (penerapan skrining kaki secara rutin satu kali seminggu selama dua bulan) sedangkan kelompok kontrol (skrining kaki tidak dilakukan secara rutin). Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien diabetes mellitus tipe 2 yang terdata di Puskesmas Tempe Kabupaten Wajo yang berjumlah 34 pasien. Tehnik pengambilan sampel dengan simple random samplig. Menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai ABI yang bermakna antara kelompok yang menerapkan skrining kaki diabetik secara rutin dengan yang tidak menerapkan secara rutin, dimana nilai ABI yang menerapkan skrining kaki diabetik secara rutin sirkulasi darah perifer nya jauh lebih baik (Normal) dibandingkan dengan nilai ABI yang menerapkan skrining kaki diabetik secara tidak rutin. Kemudian terdapat juga perbedaan rata-rata nilai sensitivitas kaki yang bermakna antara kelompok yang menerapkan skrining kaki diabetik secara rutin dengan yang tidak menerapkan secara rutin, dimana nilai sensitivitas kaki yang menerapkan skrining kaki diabetik secara rutin sensitivitas kaki jauh lebih baik (Normal) dibandingkan dengan nilai sensitivitas kaki yang menerapkan skrining kaki diabetik secara tidak rutin. Secara keseluruhan, penerapan skrining kaki diabetes terbukti sebagai langkah efektif dan sederhana dalam mencegah luka kaki diabetik pada penderita DM tipe 2. Implementasi rutin skrining di layanan kesehatan dapat menurunkan beban komplikasi kaki diabetik, mengurangi risiko amputasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
Analisis Faktor Determinan Kehamilan Remaja di Kota Padang Tahun 2025 Hadisty Aisyah Putri; Aladin Aladin; Husna Yetti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52365

Abstract

Kehamilan remaja merupakan fenomena kesehatan masyarakat yang berdampak pada berbagai aspek, baik secara fisik, psikologis, dan aspek sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor determinan kehamilan remaja di Kota Padang dengan desain mixed methods, menggunakan pendekatan kuantitatif kasus-kontrol dan studi kasus kualitatif. Sampel terdiri dari 92 ibu dengan kehamilan pertama usia <20 tahun (kasus) dan 92 ibu dengan usia ≥20 tahun (kontrol). Analisis kuantitatif dilakukan dengan uji chi-square, dan regresi logistik. Hasil menunjukkan faktor signifikan adalah rendahnya dukungan keluarga (OR=6,5; p<0,001), rendanya dukungan teman sebaya (OR=2,3; p=0,010), rendahnya pengetahuan (OR=5,6; p=0,001), dan rendahnya dukungan tenaga kesehatan (OR=1,9; p=0,039), sementara pendidikan, pendapatan, dan media informasi tidak bermakna. Analisis multivariat menegaskan rendahnya dukungan keluarga sebagai faktor paling dominan (OR=6,9; p<0,001). Penelitian Kualitatif berfokus pada faktor yang paling dominan yaitu dukungan keluarga yang dilihat dalam konteks budaya minangkabau sebagai ciri khas Kota Padang. Temuan kualitatif menyoroti lemahnya komunikasi dan pola asuh orang tua, pengetahuan yang rendah, berkurangnya peran mamak dan ninik mamak. Disimpulkan bahwa pencegahan kehamilan remaja perlu melibatkan berbagai sektor terkait seperti dinas kesehatan, dinas pendidikan, pemerintahan kota padang, kementerian agama dan lembaga adat di Kota Padang.
Skrining Ipswich Touch Test (IpTT) terhadap Risiko Diabetik Foot Ulcer (DFU) Pasien DM Tipe 2 Bahtiar Yusuf; Butet Agustarika; Santoso Budi Rohayu; Yasni La Harsani; Ketut Wahyudi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52389

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Papua, termasuk Kabupaten Kepulauan Yapen, dengan Diabetes melitus (DM) merupakan penyebab utama amputasi kaki non-traumatik, di mana sekitar 85% kasus diawali oleh Diabetic Foot Ulcer (DFU). Deteksi dini gangguan persarafan perifer penting dilakukan untuk mencegah komplikasi tersebut. Salah satu metode skrining yang sederhana dan efektif adalah Ipswich Touch Test (IpTT), yang menilai sensibilitas sensorik melalui sentuhan ringan untuk mengidentifikasi risiko neuropati pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pasien DM tipe 2 yang berisiko mengalami DFU menggunakan IpTT. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei analitik melibatkan 40 responden. Pemeriksaan IpTT dilakukan oleh peneliti menggunakan lembar observasi standar, dan kadar glukosa darah sewaktu diukur dengan Autocheck. Data dianalisis secara univariat menggunakan Microsoft Excel dan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 19–59 tahun (72,5%) dengan rata-rata usia 53 tahun dan didominasi perempuan (65%). Faktor risiko yang ditemukan meliputi kolesterol tinggi (35%), hipertensi (32,5%), overweight (50%), dan obesitas (15%). Sebanyak 57,5% responden mengalami hiperglikemia. Hasil IpTT menunjukkan 85% normal, 2,5% risiko rendah, dan 7,5% risiko tinggi. Keluhan yang sering muncul adalah kebas/ kesemutan (65%), rasa terbakar/nyeri (17,5%), dan baal (27,5%); 15% memiliki luka kaki. Lama menderita DM didominasi 1–5 tahun (62,5%). Kejadian neuropati perifer sebesar 7,5%, sehingga skrining IpTT direkomendasikan untuk deteksi dini komplikasi neuropati diabetik.