cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Analisis Faktor-Faktor Mempengaruhi Implementasi Kebijakan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2017 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di SMK 6 Kota Samarinda Hasibuan, Juliana; Adrianto, Ratno; Rohmah, Nur; G, Ike Anggraini; Pakki, Irfansyah Bahruddin; Lestari, Ayu Indira Dwika
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47100

Abstract

Indonesia is currently facing a growing number of active smokers, particularly among adolescents. In an effort to protect the public from the negative impacts of cigarette smoke, the Government has established a Smoke-Free Area (KTR) policy. This study aims to analyze the factors influencing the implementation of Regional Regulation Number 8 of 2017 concerning Smoke-Free Areas (KTR) at SMK Negeri 6 Samarinda.This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The sampling technique used was stratified random sampling, involving 428 student respondents. Data were collected using a questionnaire, and analyzed using path analysis with the help of SPSS software.The results show a direct influence of communication, bureaucratic structure, resources, and disposition on policy implementation (each with a p-value = 0.000). Furthermore, communication had a direct effect on resources (p-value = 0.000), and bureaucratic structure had a direct effect on disposition (p-value = 0.000). An indirect effect was also found between communication and implementation through resources (Sobel test value = 6.132 > t-table = 1.969), as well as between bureaucratic structure and implementation through disposition (Sobel test value = 8.625 > t-table = 1.969).In conclusion, communication, resources, bureaucratic structure, and disposition are key factors influencing the implementation of Regional Regulation No. 8 of 2017 on Smoke-Free Areas in the school environment. communication needs to be improved through regular and interesting socialization. Keywords: Implementation, Smoke-Free Areas, Adolescents, School, Smoking
Determinan Self Care Pasien Penyakit Jantung Koroner Setelah Intervensi Koroner Perkutan: Determinan Self Care Pasien Penyakit Jantung Koroner Setelah Intervensi Koroner Perkutan Erni Kurniasih; Jumaiyah, Wati; Purnamawati, Dewi; Sofiani, Yani; Erwin, Erwin
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47105

Abstract

The intervention for coronary heart disease (CHD) is myocardial reperfusion with percutaneous coronary intervention (IKP). However, after the IKP procedure, there is a risk of recurrent myocardial infarction and so restenosis, self-care is an important part in efforts to improve the quality of life of patients who have undergone IKP. This study aims to identify the determinants of self-care in patients undergoing IKP. The research design used a cross-sectional survey on 300 respondents who were taken by consecutive sampling technique at the Heart Polyclinic at Hermina Bekasi Hospital. The study used the SC-CHDI (self-care coronary heart disease inventory) questionnaire, the CADE-Q SV (Coronary Artery Disease Education Questionnaire Short Version) questionnaire and the family support questionnaire. The results showed that factors related to self-care were gender (p=0.000), education (p=0.000), length of IKP (p=0.165), occupation (p=0.000), income (p=0.000), knowledge (p=0.000) and family support (p=0.000). Meanwhile, in multivariate analysis, the most dominant factor with self-care is family support (p=0.000) with OR 6.724. Respondents who have high family support have more adequate self-care. The implication in nursing is to provide education according to the needs of patients by identifying educational needs beforehand and involving families in providing education.
Pengaruh Kualitas Layanan Farmasi dan Citra Rumah Sakit Terhadap Kepuasan Pasien dan Dampaknya Pada Loyalitas Pasien (Studi pada Pasien Rawat Jalan Rsud Ratu Aji Putri Botung Kalimantan Timur) Rukmayanti, Ruk’at; Zulfikar, Taufik; Wirawan, Chevie
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47116

Abstract

Patient satisfaction is not merely the ultimate goal of quality service, but also a bridge to patient loyalty. Patient loyalty is crucial for the long-term operational sustainability and growth of a hospital. This study aims to determine the influence of pharmaceutical service quality and hospital image on patient loyalty, mediated by patient satisfaction. The research was conducted at RSUD Ratu Aji Putri Botung, with a sample of 98 respondents selected using a purposive sampling technique. Data were collected through a survey utilizing a 1-5 Likert scale instrument. The statistical analysis employed descriptive statistics and hypothesis testing using Structural Equation Modeling - Partial Least Square (SEM PLS). The results of the SEM PLS analysis indicate that the model's goodness of fit is acceptable, as shown by an R-squared value above 50% (categorized as a medium to high influence), a high Q-squared predict value (>50%), a GoF index of 0.664 > 0.36 (categorized as high GoF), and PLS Predict and CVPAT indicating high predictive power. The outer model evaluation confirmed acceptable levels of validity and reliability. The study's findings reveal that pharmaceutical service quality and hospital image positively impact patient satisfaction, and subsequently, patient loyalty.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis : Litelature Review Hasmy, Lestiani Aulia; Pakki, Irfansyah Baharuddin
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47186

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosisn yang dapat menyerang paru-paru. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan metode PRISMA untuk mengkaji 7 artikel ilmiah dari berbagai basis data seperti Google Scholar, PubMed, dan Sciencedirect. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor lingkungan, seperti kepadatan hunian, luas ventilasi, dan kelembapan rumah, sangat berkontribusi terhadap penyebaran TB. Selain itu, perilaku seperti kebiasaan merokok meningkatkan risiko hingga empat kali lipat, sementara status ekonomi dan pendidikan yang rendah memperburuk kerentanan individu, imunisasi BCG ditemukan memiliki sifat protektif terhadap TB meskipun efektivitasnya bervariasi di berbagai studi. Kejadian TB merupakan hasil interaksi multifaktorial antara lingkungan, perilaku, dan sosial ekonomi. Oleh karena itu, upaya pengendalian TB membutuhkan pendekatan komprehensif yang mencakup edukasi masyarakat, perubahan perilaku, serta perbaikan kondisi lingkungan tempat tinggal. Artikel ini mempertegas pentingnya kerja sama lintas sektor, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, untuk menekan insiden TB secara efektif. Edukasi tentang risiko TB dan peningkatan akses terhadap fasilitas kesehatan juga menjadi hal penting dalam strategi pengendalian. Dengan pendekatan yang terintegrasi, diharapkan kejadian TB dapat ditekan, khususnya di negara-negara dengan beban kasus tinggi seperti Indonesia. Kata Kunci : Tuberkulosis, Faktor Resiko
Implementasi Strategi Promosi Kesehatan dalam Upaya Penurunan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Talawaan Minahasa Utara Nelwan, Jeini Ester; Maasawet, Githa; Bolang, Alexander Sam Leonard; Pinontoan, Odi Roni; Rombot, Dina Victoria
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47212

Abstract

Masih tingginya prevalensi stunting secara nasional dan daerah, meskipun telah terjadi penurunan. Di Minahasa Utara, stunting menurun dari 20,5% pada 2022 menjadi 10,9% pada 2023. Namun, kasus di Puskesmas Talawaan tetap ada dan memerlukan intervensi yang sistematis. Tujuan untuk menganalisis implementasi strategi promosi kesehatan dalam upaya penurunan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara. Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak jangka panjang terhadap perkembangan kognitif, daya tahan tubuh, dan produktivitas individu. Meskipun angka stunting secara nasional menunjukkan penurunan, disparitas regional masih terjadi, sehingga diperlukan intervensi yang bersifat spesifik dan berbasis komunitas. Metode pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informasi dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Empat informan dipilih secara purposive, terdiri atas petugas promosi kesehatan, pengelola program gizi, tokoh masyarakat, dan ibu yang memiliki balita. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, serta validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi kesehatan terdiri atas tiga pendekatan utama: (1) advokasi, melalui pelibatan pemangku kebijakan desa dalam perencanaan dan penganggaran kegiatan kesehatan; (2) dukungan sosial, yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi lokal dalam meningkatkan partisipasi masyarakat; dan (3) pemberdayaan masyarakat, melalui edukasi gizi, demonstrasi memasak, intervensi berbasis sekolah, serta pelatihan kader kesehatan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi promosi kesehatan berbasis komunitas berkontribusi positif terhadap peningkatan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan stunting. Namun, keterbatasan sumber daya manusia, waktu, anggaran, serta rendahnya literasi kesehatan masyarakat masih menjadi tantangan yang perlu diatasi
The Effect Of Balance Exercise On Postural Balance In The Elderly At The Elderly Social Rehabilitation Center Karawang Sartika, Aprilina; Anwar, Syamsul; Herlina, Lily
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47215

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Proses penuaan menyebabkan berbagai perubahan fisiologis pada sistem muskuloskeletal, termasuk penurunan kekuatan otot dan gangguan keseimbangan tubuh, yang dapat meningkatkan risiko jatuh pada lansia. Latihan keseimbangan merupakan aktivitas fisik yang dirancang untuk mencegah gangguan keseimbangan dan meningkatkan stabilitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh latihan keseimbangan terhadap keseimbangan postural pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest dan kelompok kontrol. Sebanyak 60 responden lansia dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi (n = 30) yang diberikan latihan keseimbangan, dan kelompok kontrol (n = 30) yang tidak diberikan intervensi. Keseimbangan postural diukur menggunakan Berg Balance Scale (BBS). Analisis data dilakukan dengan menggunakan Generalized Linear Model (GLM). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada keseimbangan postural lansia di kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol (nilai p = 0,000). Kesimpulan: Latihan keseimbangan yang dilakukan secara rutin terbukti efektif dalam meningkatkan keseimbangan postural pada lansia, sehingga dapat direkomendasikan sebagai strategi pencegahan risiko jatuh. Kata Kunci: lansia; latihan keseimbangan; keseimbangan postural; Berg Balance Scale; pencegahan jatuh. Abstract Background: Aging is associated with physiological changes in the musculoskeletal system, including reduced muscle strength and impaired body balance, which increase the risk of falls among the elderly. Balance exercises are physical activities designed to prevent balance disorders and improve stability in older adults. Purposes: This study aimed to evaluate the effect of balance exercises on postural balance among the elderly. Methods: A quasi-experimental study was conducted using a pretest-posttest control group design. Sixty elderly participants were recruited and assigned into two groups: intervention (n = 30) and control (n = 30). The intervention group received balance exercise training, while the control group did not. Postural balance was assessed using the Berg Balance Scale (BBS). Data were analyzed using the Generalized Linear Model (GLM). Results: The findings showed a significant improvement in postural balance in the intervention group compared to the control group (p-value = 0.000).Conclusion: Regular participation in balance exercises significantly improves postural balance in the elderly and can be recommended as a preventive strategy against falls. Keywords: elderly; balance exercise; postural balance; Berg Balance Scale; fall prevention.
Analisis Pengaruh dan Optimalisasi Nilai Full Width At Half Maximum (Fwhm) Terhadap Spektrum Metabolit Metode Multi-Voxel Magnetic Resonance Spectroscopy (Mrs) Fannisa Rahma Pradika; Rahardian, Arga Pratama; Utami, Hernastiti Sedya; Fitriana, Lutfatul; Susilowati, Putri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47221

Abstract

Full Width at Half Maximum (FWHM) merupakan indikator penting dalam Magnetic Resonance Spectroscopy (MRS) karena memengaruhi kualitas spektrum metabolit dan berpengaruh terhadap akurasi kuantifikasi metabolit. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti rentang nilai FWHM optimal untuk metode multi voxel. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh variasi nilai FWHM terhadap spektrum metabolit serta menentukan nilai FWHM optimal untuk memperoleh spektrum dengan kualitas terbaik. Sampel penelitian sebanyak 12 pasien MRS brain menggunakan MRI 1,5T dengan variasi FWHM (10–14 Hz, 15–18 Hz, 20–22 Hz, dan 23–25 Hz). Nilai integral metabolit N-Acetyl Aspartate (NAA), Creatine (Cr), dan Choline (Cho) dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene’s test, One-Way ANOVA, dan Kruskal-Wallis. Wawancara terhadap observer untuk mengetahui pengaruh FWHM terhadap spektrum. Hasil menunjukkan bahwa variasi nilai FWHM tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai integral NAA (p = 0,993), Cr (p = 0,399), dan Cho (p = 0,492). Namun, berdasarkan hasil uji statistik deskriptif nilai integral metabolit, rentang FWHM 15–18 Hz memberikan hasil spektrum yang lebih stabil. Meskipun tidak signifikan secara statistik terhadap nilai integral metabolit, rentang FWHM 15–18 Hz direkomendasikan sebagai nilai optimal untuk memperoleh kualitas spektrum terbaik pada MRS multi voxel.
Performance Reviewed From Leadership Style, Organizational Culture, Workload And Employee Competency Of Grogol Community Health Center, Sukoharjo Regency Nurjanah, Siti; Istiatin, Istiatin; Sudarwati, Sudarwati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47249

Abstract

Performance Reviewed From Leadership Style, Organizational Culture, Workload and Competence of Grogol Health Center Employees, Sukoharjo Regency. This study aims to determine and explain the influence of leadership style, organizational culture, workload and competence on the performance of Grogol Health Center employees, Sukoharjo Regency.. The population of this study isGrogol Health Center employees as many as 120 people and saturated samples. Data collection using questionnaires. Data analysis techniques usingMultiple Linear Analysis method. The research results show thatleadership style, organizational culture, workload and competence have a positive and significant influence oncontributed to Performance by 77% while the remaining 23% was explained by other variables not submitted in this study. Suggestions from this study, Grogol Health Center Employees, Sukoharjo Regency can improve organizational culture and competence as well as the importance of leadership style that pays attention to the appropriate workload so as to improve performance in the office.
Effectiveness Of Early Mobilization In Restoring Physical Function And Preventing Immobilization In Postoperative Coronary Artery Bypass Graft (Cabg) Prakoso, Wisnu Guntur; Tadi, Tadi; Marina, Navy Sealsi Adinda Prisca; Bakar, Abu
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47264

Abstract

The Coronary Artery Bypass Graft (CABG) procedure involves surgical trauma that triggers an inflammatory response, pain, and muscle weakness, so the patient tends to restrict movement. Physiologically, immobilization also reduces blood circulation, increases the risk of thrombosis, and worsens lung function due to lack of early mobilization. This study aims to systematically expose the effect of early mobilization on the recovery of physical function and prevention of immobilization in postoperative coronary artery bypass graft (CABG). The method uses search through 4 main databases, namely PubMed, Scopus, Sciencedirect and ProQuest with a span of 5 years from 2020 to 2025. The literature search used keywords, namely "early mobilization exercises", "immobilization prevention", "physical function", "post-operation CABG". The critical appraisal guidelines of the Joanna Briggs Institute are used for article quality assessment reviews. Results of this study is a total of nine articles were extracted related to early mobilization in the restoration of physical function as well as immobilization prevention in postoperative coronary artery bypass graft (CABG). Overall, the article produced several findings related to the existence of physical recovery and immobilization prevention points that support patients with several types of mobilization interventions ranging from basic to the use of tools implemented using various durations, frequencies and intensities. Early mobilization has a positive impact on the physical and psychological aspects and independence of patients. These findings support the need to implement early mobilization protocols as a standard part of CABG postoperative management, based on patient conditions, to optimize clinical outcomes and prevent immobilization-related complications.
Penerapan Intervensi Akupresur untuk Mengurangi Nyeri Selama Pungsi Vena di Instalasi Gawat Darurat Fauziah, Alfirda Retno Luluk; Kristinawati, Beti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47265

Abstract

Salah satu tindakan medis yang sering dilakukan di Instalasi Gawat Darurat yaitu pungsi vena yang terdiri dari pengambilan darah dan pemasangan infus. Hal ini dapat menimbulkan rasa nyeri yang menyebabkan trauma dan ketidaknyamanan pada pasien. Nyeri akibat pungsi vena seringkali dapat menyebabkan penolakan pasien untuk melanjutkan prosedur. Sehingga penerapan intervensi dapat dilakukan salah satunya yaitu akupresur. Akupresur diberikan untuk mengurangi nyeri selama pungsi vena pada titik LI 4, LI 11, HT 7, karena dapat menghambat transfer rangsangan nyeri dan meningkatkan produksi endorfin. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas akupresur guna mengurangi nyeri selama pungsi vena. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan metode observasi dan pemberian intervensi akupresur 10 menit sebelum pungsi vena dilakukan. Sedangkan instrumen yang digunakan adalah VAS ( Visual Analogue Scale ). Hasil studi kasus yang diperoleh setelah dilakukan intervensi akupresur selama 10 menit, pasien mengalami penurunan nyeri dan lebih nyaman. Sehingga akupresur efektif untuk mengurangi nyeri selama pungsi vena.