cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Early Mobilization with Digital-Based Isometric Exercise Intervention: Impact on Pain and Muscle Strength Post-ORIF Upper Extremity Febryandy, Valentino; Gayatri, Dewi; Natashia, Dhea; Jumaiyah, Wati; Yuniarsih, Winda
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47270

Abstract

Background Fracture is a condition of partial or complete bone discontinuity. Upper extremity fractures can be caused by direct trauma (such as accidents) or indirect trauma (such as excessive pressure). Fracture management is performed through surgery such as Open Reduction Internal Fixation (ORIF), which can cause pain and muscle stiffness. Early mobilization with isometric exercises is needed to prevent these problems. Objective This study aims to determine the effect of digital-based Isometric Exercise on pain levels and muscle strength in patients post-ORIF upper extremity fracture. Methods The study used a Quasi-Experimental design with a Pretest-Posttest Control Group approach, involving 34 respondents divided into two groups. Muscle strength was measured using a Hand Grip Dynamometer, while pain was measured using the Brief Pain Inventory Short Form (BPI-SF). Isometric exercise intervention was performed 24 hours after surgery, twice daily with a duration of 35 minutes per intervention. Results The study showed a more significant increase in muscle strength in the intervention group compared to the control group with a Mean difference increasing to 4.23 (95% CI: 3.28-5.18), t=9.062, df=32, p=0.000. Pain levels also decreased more in the intervention group with a Mean difference of 1.81 (SD=0.866), 95% CI: 1.51-2.11, t=12.2, df=33, p=0.000. Conclusion: Isometric exercise is effective as early mobilization to reduce pain and increase muscle strength in ORIF upper extremity fracture patients. Keywords: Digital Intervention, Upper Extremity Fracture, Isometric Exercise, Muscle Strength, Pain
Optimalisasi Saturasi Oksigen Pada Bayi Prematur: Literatur Review Aprilyanto, Rizky; Khasanah, Nopi Nur; Wahyuni, Sri; Susanto, Herry
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47287

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Saturasi oksigen menjadi indikator penting dalam menilai kecukupan suplai oksigen, terutama pada bayi. Bayi prematur, yang memiliki organ pernapasan belum matang, sangat rentan mengalami gangguan oksigenasi, yang dapat berdampak serius pada pertumbuhan dan perkembangan organ vital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan saturasi oksigen pada bayi prematur melalui pendekatan literatur review. Metode: Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis terhadap 10 artikel dari database PubMed dan Google Scholar yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir (2019–2024), dengan fokus pada intervensi peningkatan saturasi oksigen bayi prematur. Penelusuran artikel dilakukan secara sistematis dengan menggunakan kata kunci yang disusun berdasarkan Medical Subject Headings (MeSH), yaitu: “Oxygen saturation” OR “Oxygen therapy” OR “SpO₂” AND “Preterm infants” OR “Premature babies” AND “Non-pharmacological therapy” OR “Positioning” OR “Kangaroo mother care” OR “Prone position” OR “Music therapy” OR “Nesting” OR “Massage therapy” AND “Respiratory distress” OR “Respiratory support” OR “Neonatal intensive care”. Hasil: Hasil telaah menunjukkan bahwa sebagian besar intervensi seperti pengaturan posisi tubuh (quarter prone, prone, propped), terapi musik, stimulasi taktil kinestetik, delayed cord clamping, dan teknologi automated oxygen control secara konsisten meningkatkan saturasi oksigen bayi secara signifikan. Pendekatan postural, stimulasi sensorik, dan teknologi monitoring oksigen terbukti efektif dan dapat diterapkan secara praktis dalam konteks perawatan neonatal intensif. Kesimpulan: Kesimpulannya, intervensi non-farmakologis berbasis bukti dapat menjadi pilihan strategis dalam praktik keperawatan untuk mendukung kestabilan pernapasan dan menurunkan risiko komplikasi pada bayi prematur. Kata kunci: saturasi oksigen, bayi prematur, distres respirasi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Keluarga dengan Kecepatan Penanganan Kegawatdaruratan pada Lansia Helmanis Suci; Mailita, Weni; Arianti, Diana
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47298

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap kondisi kegawatdaruratan seperti stroke, serangan jantung, atau gangguan pernapasan yang memerlukan penanganan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan keluarga dan kecepatan penanganan kegawatdaruratan pada lansia. Penelitian dilaksanakan pada April hingga Juni 2025 di wilayah kerja Puskesmas Andalas Padang dengan desain kuantitatif cross-sectional. Sebanyak 80 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria tinggal serumah dengan lansia dan bersedia menjadi responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner tingkat pengetahuan dan lembar observasi kecepatan penanganan. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil menunjukkan bahwa 42,5% keluarga memiliki tingkat pengetahuan sedang, 32,5% rendah, dan hanya 25% tinggi. Sebanyak 52,5% responden melakukan penanganan secara lambat, sementara 47,5% tergolong cepat. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kecepatan penanganan (p = 0,008). Simpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan keluarga berpengaruh terhadap kecepatan penanganan kegawatdaruratan lansia. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan pertolongan pertama berbasis komunitas secara berkala untuk meningkatkan kesiapsiagaan keluarga sebagai penolong pertama di rumah.
Studi Cross-Sectional Kualitas Pelayanan Administrasi Terhadap Kepuasan Pasien Zebua, Arianus; Bangun, Herianto
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47299

Abstract

Kualitas pelayanan administrasi menjadi elemen penting yang memengaruhi tingkat kepuasan pasien, khususnya dalam konteks persaingan layanan kesehatan yang semakin intensif. Pelayanan yang berkualitas tidak hanya merefleksikan performa lembaga kesehatan, tetapi juga turut membentuk persepsi serta pengalaman pasien terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan administrasi terhadap kepuasan pasien. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Klinik Permata Saribudolok Tahun 2023. Subjek penelitian ini adalah seluruh pasien yang berkunjung di Klinik Permata Saribudolok Tahun 2023. Sampel diperoleh sebanyak 56 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada pasien. Analisis data penelitian menggunakan uji Chi Square. Sebanyak 60,7% pasien merasa puas terhadap pelayanan administrasi yang diberikan tenaga kesehatan. Dimensi penampilan (p = 0,003; PR = 6,75; 95%CI 2,028-22,463), kehandalan (p = 0,031; PR= 4,01; 95%CI 1,281-12,563), daya tanggap (p = 0,010; PR = 5,14; 95%CI 1,610-16,430), perhatian (p = 0,011; PR = 4,83; 95%CI 1,362-17,157), dimensi jaminan (p = 0,011; PR = 6,96; 95%CI 2,104-23,053) berhubungan signifikan terhadap kepuasan pasien.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja (Burn Out) pada Perawat di Puskesmas Rawat Inap Jujun Kabupaten Kerinci Jambi Tahun 2025 Sartika, Nila; Susanti, Evi; Suwandi, Febrian Rahmat
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47311

Abstract

Kelelahan kerja pada perawat dapat berdampak negatif dan dapat menimbulkan gangguan baik itu gangguan fisik, kognitif dan emosional. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengungkapkan bahwa sebanyak 50,9% perawat Indonesia mengalami stress kerja, sering merasa pusing, lelah, kurang ramah, kurang istirahat, akibat beban kerja terlalu tinggi serta penghasilan yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja (Burn Out) pada perawat di Puskesmas Rawat Inap Jujun Kabupaten Kerinci Tahun 2025. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh perawat yang ada di Puskesmas Rawat Inap Jujun Kabupaten Kerinci yang berjumlah 58 orang yang diambil dengan teknik Total Populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan uji chi-square dan uji Regresi Logistic. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, status perkawinan, tingkat pendidikan, beban kerja, masa kerja, stres kerja, gaya kepemimpinan dan dukungan sosial dengan dengan kelelahan kerja (Burn Out). Usia tua, jenis kelamin perempuan, dan status pernikahan dapat meningkatkan risiko kelelahan karena penurunan fungsi tubuh, beban ganda pekerjaan rumah tangga, serta tanggung jawab keluarga. Faktor pekerjaan seperti beban kerja yang berat, masa kerja yang panjang, dan stres karena tuntutan serta ekspektasi juga turut memicu kelelahan fisik dan mental.
Perbandingan Pendekatan Laparoskopi dan Laparotomi dalam Penanganan Kasus Kehamilan Ektopik Dinata, Freddy; Simatupang, Natasya Theresia
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47314

Abstract

Ectopic pregnancy is a condition in which the product of conception is implanted outside the endometrial lining of the uterus. The primary treatment for ectopic pregnancy is surgical. The advantages of the laparoscopic approach in comparison to laparotomy remain a controversy. The present study is designed to conduct a comprehensive review of studies that compare laparoscopic and laparotomy methods for the treatment of ectopic pregnancy. In order to identify relevant studies published within the past decade, a search was implemented on PubMed and ScienceDirect. In the five studies that were included, laparoscopy was demonstrated to be associated with superior outcomes in terms of the estimated intraoperative blood loss, length of stay, and duration of surgery. Further research is necessary to assess the cost-effectiveness of laparoscopy in treating ectopic pregnancy, with the aim of providing further evidence to justify its use in various clinical settings.
The Effectiveness of Red Ginger Therapy on Reducing Pain in Rheumatoid Arthritis Patients in the Nursing Home Guna Budi Bakti Medan in 2025 Hia, Julimanto; Ziraluo, Helen Triwati; Istiqomah, Istiqomah; Sihite, Stella Anjuliani; Situmorang, Surpan Manto; Kaban, Karmila Br
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47334

Abstract

Background: Rheumatoid arthritis is a common autoimmune infectious disorder that can cause permanent joint damage. In RA disease, patients often face a number of health problems. One of the most common is pain. One of the pain treatments is nonpharmacologically with a warm compress of red ginger. The content of compounds in red ginger, namely gingerol and shogoal, has the benefit of minimizing pain because these compounds are spicy and hot and have the characteristics of non-steroidal inflammation. Purpose: to identify the pain scale in rheumatoid arthritis patients before and after the administration of red ginger therapy. To know the effectiveness of red ginger nonpharmacology therapy on pain reduction in rheumatoid arthritis patients. Method: The type of this study is quantitative, with a one group pretest-posttest design. The population in this study were all 57 elderly people suffering from rheumatoid arthritis. The research sample was selected using purposive sampling technique, namely 25 samples. Data collection used observation of the sample as well as obtained from the nursing home manager. Pain measurement using the face pain scale. Data analysis using the wilcoxon signed rank test. Results: the final result using the wilcoxon signed rank test obtained p = value 0.00 <α0.05. Conclusion: The pain scale in RA patients before and after giving red ginger therapy has a significant difference. There is an effectiveness of red ginger therapy on reducing pain in RA patients.
Evaluasi Efektivitas Penerapan Mesin Anjungan Mandiri (APM) di Rumah Sakit PELNI Jakarta Berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM) Watiatsaro, Khoirum; Ricky, Agustinus Verry
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47342

Abstract

Latar Belakang: Mesin Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) diharapkan meningkatkan efisiensi layanan pendaftaran pasien di rumah sakit. Namun, implementasinya di Rumah Sakit PELNI Jakarta menghadapi kendala seperti ketergantungan pasien pada petugas dan gangguan teknis. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas APM berdasarkan persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) dan persepsi kegunaan (perceived usefulness) dalam kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan di Rumah Sakit PELNI Jakarta. Partisipan meliputi 20 pasien, 2 petugas TPP, dan 1 petugas IT yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Implementasi Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) terbukti mampu mempercepat proses pendaftaran pasien, dengan estimasi waktu 1–2 menit, jauh lebih efisien dibandingkan dengan proses di loket pendaftaran yang memerlukan waktu antara 30 hingga 60 menit. Namun, pengguna lansia dan pemula mengalami kesulitan akibat desain antarmuka kurang intuitif dan ketergantungan pada jaringan BPJS. Persepsi kegunaan APM tinggi karena efisiensi waktu, namun gangguan teknis dan inkonsistensi fasilitas menjadi tantangan utama. Kesimpulan: APM efektif meningkatkan efisiensi waktu, namun memerlukan perbaikan teknis, penambahan jumlah mesin, dan pendampingan petugas untuk kelompok rentan.
Kepemimpinan Transformasional Kepala Desa dalam Lahirnya Inovasi Pelayanan Publik Bidang Kesehatan Senatama, Gandung; Sudibyo, Desiderius Priyo; Setyowati, Kristina
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi seorang pemimpin dalam berinovasi di sektor publik. Melihat sektor publik kebutuhan untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat semakin kompleks. Menjadi seorang pemimpin wajib memberikan perubahan siginifikan bagi masyarakatnya sehingga taraf hidup masyarakat akan sejahtera. Tuntutan secara global yang harus berupaya mengikuti perkembangan zaman. Serta temuan-temuan penelitian Pemilihan teori transformasional ini melihat sosok pemimpin Kepala Desa Dadapan Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan yang memiliki ide-ide yang inovatif. Konsep dasar dari teori transformasional adalah karakter pemimpin yang kuat dalam memberikan motivasi dan dorongan untuk tim yang berinovasi. Penelitian ini menggunakan teori (Kharis et al., 2015) yang menjelaskan ada empat indikator pemimpin yang transformasional yaitu karisma, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual dan perhatian yang individual. Kegunaan masa ini teori transformasional merupakan salah satu trobosan agar suatu organisasi tidak mengalami ketertinggalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara. Yang menjadi objek penelitian yaitu kepala desa, perangkat desa dan warga RT yang menjadi tempat tinggal kepala desa. Kesimpulan penelitian ini adalah setiap indikator teori kemimpinan transformasional menunjukkan nilai positif di lapangan.
Pengaruh Konseling Apoteker Terhadap Pengetahuan Pasien Diabetes di Apotek Kf 27 Medan Butar, Ririn Anastasia Butar; M.S, Wiryanto; Dalimunthe, Aminah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47397

Abstract

Abstract This study aimed to analyze the effect of pharmacist counseling on the knowledge of patients with Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) at Kimia Farma 27 Pharmacy, Medan. The study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. A total of 112 T2DM patients participated, selected through total sampling. Data were collected using a validated questionnaire administered before and after pharmacist counseling. The results showed a significant increase in the average knowledge score from 3.07 ± 1.69 to 7.36 ± 1.70, with a p-value of 0.000. The direct counseling sessions, supported by written educational materials, effectively improved patients’ understanding. These findings highlight the strategic role of pharmacists in enhancing medication literacy in primary healthcare settings. This intervention serves as a strong foundation for developing standardized pharmacy counseling modules in community pharmacies. Keywords: pharmacist counseling, medication literacy, type 2 diabetes mellitus, patient education, community pharmacy.