cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Hubungan Antara Self Care Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner (PJK) Setelah Menjalani Percutaneus Coronary Intervention di RS Advent Bandung Sihombing, Darma; Rahawarin, Veny Agasia; Hutagoal, Lerson
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50561

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perawatan diri dengan kualitas hidup pasien post PCI di RS Advent Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 100 pasien dengan PJK dimasukkan dalam diagnosis (ASHD, CAD, CHD, dan APS) yang menjalani rawat jalan di poliklinik jantung RS Advent Bandung. Alat pengumpulan data menggunakan Kuesioner karakteristik responden, Kuesioner WHOQOL-BREF dan Kuesioner Self Care of Coronary Heart Disease Inventory (SCCHDI). Pengolahan data penelitian ini menggunakan langkah-langkah editing,coding, data entry, cleaning, dan tabulating. Pada analisis data penelitian menggunakan analisis univariat, analisis bivariat. Berdasarkan hasil penelitian Karakteristik responden pasien post PCI di Poliklinik RS Advent Bandung yaitu didapatkan data karakteritik responden terdiri dari 35.7% berada pada rentang umur 55 – 65 tahun dan > 65 tahun, lebih dari sebagian responden (92.9%) berjenis kelamin laki – laki, berpendidikan menengah sebanyak 35.7%, dari keseluruhan responden bekerja 50% dan tidak bekerja 50%, sama halnya dengan presentase penyakit penyerta responden 50% ada penyakit penyerta 50% tidak ada penyakit penyerta. Perawatan diri pasien post PCI di Poliklinik RS Advent Bandung memiliki total skor rata – rata 66.4 dari 56 responden memiliki perawatan diri yang baik dan optimal. Kualitas hidup pasien post PCI di Poliklinik RS Advent Bandung memiliki total skor rata – rata 59.13 memiliki kualitas hidup yang tinggi.
Perilaku Pencegahan Penyakit Jantung Koroner Pada Kelompok Usia Produktif di RSUD dr Rasidin Padang Huriani, Emil; Mailani, Fitri; Marza, Wirdhatul Vier; Yunita, Amanda Rahma
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50568

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia dan di Indonesia. Hasil Survei Kesehatan Indonesia menunjukkan tingginya kebiasaan masyarakat yang berkaitan dengan faktor risiko utama PJK yaitu memakan makanan berlemak, merokok dan konsumsi makanan yang tidak sehat serta rendahnya kebiasaan aktivitas fisik dan konsumsi buah dan sayur. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku kesehatan jantung dan menganalisis perbedaan perilaku kesehatan jantung berdasarkan karakteristik demografi pada individu berisiko menderita PJK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di RSUD Dr Rasidin Padang pada bulan Juli 2025 terhadap 140 orang sampel pengunjung yang bukan merupakan pasien dengan penyakit jantung atau keluarga yang mendampingi pasien yang berobat ke poliklinik. Instrumen penelitian menggunakan the Cardiac Health Behavior scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku kesehatan jantung berada pada tingkat sedang (rerata=44,20). Terdapat perbedaan bermakna perilaku kesehatan jantung berdasarkan jenis kelamin yang terlihat pada perbedaan rerata skor total dan rerata subskala tanggung jawab kesehatan, manajemen stres dan penghentian merokok (p<0,005) dan terdapat perbedaan bermakna perilaku kesehatan jantung dan subskala diet sehat berdasarkan status pekerjaan (p<0,005). Diharapkan adanya edukasi tentang penerapan perilaku kesehatan untuk mendukung kesehatan jantung dan kebijakan pelatihan perawat edukator untuk pencegahan PJK di tempat bekerja.
Analisis Komunikasi, Motivasi, dan Lingkungan Kerja Melalui Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Instalasi Pelayanan Private Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar Subeno, Fransiska Carmelia; Aripin, Zaenal; Syahidin, Rukhiyat; Kosasih, Kosasih; Paramarta, Vip; Yuliaty, Farida
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50577

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh komunikasi internal, motivasi, serta lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, dengan menempatkan kepuasan kerja sebagai variabel antara. Latar belakang masalahnya adalah Instalasi Pelayanan Private RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, yang seharusnya menjadi layanan unggulan untuk meningkatkan reputasi dan pendapatan, justru belum mencapai target kontribusi keuangan dan tingkat kepuasan pasien, suatu kesenjangan yang perlu dikaji dari perspektif faktor internal SDM. Data berupa kuesioner yang dikumpulkan dengan menggunakan skala likert yang diberikan kepada 70 pegawai dari berbagai level jabatan, ditambah wawancara terbatas dan kajian dokumen laporan kinerja. Metode analisis jalur digunakan untuk menginvestigasi pengaruh langsung dan tidak langsung dari komunikasi internal, motivasi, lingkungan kerja, kepuasan kerja, dan kinerja. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pegawai yang memiliki motivasi kuat dan berada dalam lingkungan kerja yang nyaman menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan, yang terlihat dari produktivitas, mutu layanan, serta rasa puas dalam bekerja. Sebaliknya, komunikasi internal belum berdampak substansial terhadap peningkatan tersebut. Berdasarkan temuan itu, rekomendasi praktis yang paling prioritas adalah fokus pada dua hal peningkatan motivasi pegawai lewat program pengakuan dan pelatihan, serta penciptaan lingkungan kerja yang lebih produktif. Sistem komunikasi internal yang masih belum optimal juga harus diperbaiki, karena mustahil mengharapkan peningkatan kinerja layanan premium di instalasi ini tanpa pembenahan ketiga aspek tersebut.
Perbandingan Buerger Allen Exercise (BAE) dan Diabetic Foot Exercises (DFE) Terhadap Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Ilham, Radiah; Bintang, Andi; Mulia, Nadia
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50587

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas Buerger Allen Exercise (BAE) dan Diabetic Foot Exercises (DFE) terhadap kadar glukosa darah puasa pada penderita diabetes melitus (DM) tipe 2. Penelitian ini mendesain studi kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrol nonekuivalen. Sebanyak 80 pra-lansia penderita DM tipe 2 berusia 45-59 tahun dari Puskesmas Bajoe, Kabupaten Bone, dibagi menjadi dua kelompok intervensi, masing-masing 40 orang. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua jenis latihan fisik tersebut signifikan dalam menurunkan kadar glukosa darah secara statistik (p < 0,05). Namun, Diabetic Foot Exercises menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang jauh lebih besar dan signifikan secara klinis (penurunan rata-rata ≈ 107,8 mg/dl) dibandingkan dengan Buerger Allen Exercise (penurunan rata-rata ≈ 33,7 mg/dl). Dengan demikian, DFE dianggap lebih efektif untuk tujuan penurunan glukosa darah jangka pendek, sementara BAE lebih unggul untuk pencegahan komplikasi vaskular jangka panjang.
Model Deteksi Dini Anemia pada Ibu Hamil sebagai Solusi Inovatif Pencegahan Stunting bagi Petugas Kesehatan di Puskesmas Kota Palu Rammang, Sisilia; Patade, Agnes Erlita Distriani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50590

Abstract

Anemia in pregnant women is a critical health issue in Palu City and represents a major risk factor for childhood stunting. This study aims to develop an early detection model for anemia in pregnant women as an innovative effort to prevent stunting for healthcare providers. Methods: This research employed a quantitative design with a cross-sectional approach involving 100 healthcare providers from three Community Health Centers (Puskesmas) in Palu City. Data were collected using questionnaires and analyzed with Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS). Results: The model was able to explain 50.7% of the variation in the Early Detection of Anemia variable (Y). The main findings indicate that Feedback and Role (M2) of healthcare providers had the strongest and most significant positive influence on Early Detection of Anemia (Y), with a path coefficient of 0.963 (p<0.05). Demographic factors (X1) and Workload (X2) were found to significantly influence the mediating variables, but did not directly and positively affect Y. The direct effect of Workload on Y was not significant, while Demographic factors had a negative effect on anemia detection (Y). Conclusion: The active role of healthcare providers is the most essential predictor of success in early detection of anemia, serving as a key mediator. Therefore, the most effective interventions should focus on strengthening and empowering the active role of healthcare providers as the frontline of care delivery.
Model Pencegahan Ulkus Diabetikum Berbasis Six Sigma sebagai Solusi Inovatif dalam Meningkatkan Efisiensi Perawatan Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Undata Patade, Agnes Erlita Distriani; Hidayat , Elin
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50591

Abstract

Diabetic foot ulcer is a serious complication in patients with diabetes mellitus that leads to disability, amputation, and even death, as well as increasing the burden of healthcare costs. At Undata General Hospital, Palu, cases of diabetic foot ulcers have risen significantly, in line with low standards of prevention and care efficiency. This study aimed to develop a Six Sigma-based prevention model for diabetic foot ulcers as an innovative strategy to improve care efficiency. Methods: This research employed an explanatory survey design with a cross-sectional approach. A total sample of 93 inpatient nurses was selected using Slovin’s formula from a population of 122. The research instrument consisted of a structured questionnaire covering individual, organizational, and managerial factors, the implementation of Six Sigma-based prevention, and care efficiency. Data were analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Results: Managerial factors significantly influenced Six Sigma-based diabetic foot ulcer prevention (p=0.010) and care efficiency (p=0.011). Individual and organizational factors did not show significant effects on either variable. The implementation of Six Sigma-based prevention was found to have the strongest influence on care efficiency (p=0.000; β=0.568). The R² values indicated that 21.1% of the variability in prevention was explained by individual, organizational, and managerial factors, while 46.9% of care efficiency was explained by Six Sigma implementation.Conclusion: Care efficiency for diabetic patients is more strongly determined by management systems and the implementation of the Six Sigma model rather than individual or organizational factors. The final model highlights that strengthening managerial factors is key to the successful implementation of Six Sigma in reducing diabetic foot ulcer incidence and improving care efficiency.
Peningkatan Kepuasan Pasien Melalui Kualitas Pelayanan Dan Loyalitas Pasien Di Rumah Sakit:: Systematic Literature Review Pradita, Verolla Ayu; Paramarta, Vip; Kosasih, Kosasih; Yuliaty, Farida
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50598

Abstract

Patient satisfaction is an important indicator in measuring the quality of healthcare services. Patients who are satisfied with the services they receive tend to have a positive view of healthcare facilities and are more likely to return to them for further care. The purpose of this systematic literature review is to determine the quality of healthcare services, patient satisfaction, and patient loyalty. A literature search was conducted through several electronic databases, including Google Scholar and PubMed, to capture articles published from 2020 to June 2025. The article selection process involved several stages of identification and screening based on title and abstract, followed by an assessment of the eligibility of full-text articles based on inclusion and exclusion criteria. All selection stages were documented using a PRISMA flowchart. The results of this study revealed that improving the quality of medical and non-medical services, optimizing administrative processes, effective and empathetic communication, personalizing the patient experience, and utilizing technology to facilitate access are key factors. Building strong and trusting relationships through patient engagement, actively listening to complaints, and offering reward programs are also crucial for fostering loyalty. It can be concluded that improving the quality of healthcare services is crucial because it can drive patient satisfaction, which in turn builds patient loyalty. Satisfied patients are more likely to return and recommend the provider, thereby enhancing the hospital's reputation and financial stability. Keywords: Patient Satisfaction, Service Quality, Patient Loyalty
The Effectiveness Of Health Education Interventions On Stress, Anxiety, And Depression Among Pregnant Women : A Systematic Review Wulandari, Wulandari; Nihayati, Hanik Endang; Armini, Ni Ketut Alit
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50646

Abstract

Pregnancy is a vulnerable phase often accompanied by stress, anxiety, and depression, which may negatively impact both maternal and fetal health. One approach to managing psychosocial problems during pregnancy is through health education delivered directly to pregnant women. This study aims to Investigate role of direct health education interventions in decreasing stress, anxiety, and depression throughout pregnancy. The method A systematic review was conducted following the PRISMA guidelines by searching the Scopus, PubMed, and ProQuest databases. Study quality was systematically appraised utilizing the Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tool. This review analyzed 12 randomized controlled trials (RCTs) conducted across six countries. Results: Of the 892 articles identified, 12 met the inclusion criteria, involving 30–1324 pregnant women across six countries. Health education interventions, including mindfulness, antenatal psychoeducation, cognitive-behavioral stress management (CBSM), lifestyle education, and spiritual approaches, were shown to reduce stress, anxiety, and depression, while enhancing self-efficacy, emotional regulation, childbirth preparedness, Maternal infant attachment, and healthy behaviors. The conclusion of this systematic review found that effective health education can improve the mental health of pregnant women and needs to be implemented as a promotive-preventive strategy during pregnancy. Keywords: Education, Stress, Anxiety, Depression, Pregnant Women
Gambaran Kualitas Tidur Bayi Yang Mendapatkan Terapi Pijat Maryana, Ana; Syarkawi, Syarkawi; Suryawati, Ida; Adila, Adila
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50657

Abstract

Kualitas tidur merupakan salah satu indikator penting dalam proses tumbuh kembang bayi. Kualitas tidur bayi tidak hanya berpengaruh pada perkembangan fisik bayi, bayi yang tidur cukup tanpa sering terbangun akan lebih bugar dan tidak gampang rewel. Salah satu metode non-farmakologis yang dipercaya mampu meningkatkan kualitas tidur adalah terapi pijat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur bayi yang mendapatkan terapi pijat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kandang Kota Lhokseumawe. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 1-36 bulan di Puskesmas Kandang Kota Lhokseumawe berjumlah 364 ibu. Sampel berjumlah 97 orang ibu yang memiliki bayi usia 136 bulan dan mendapatkan terapi pijat, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakanadalah kuesioner Brief Infant Sleep Questionnaire (BISQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bayi memiliki kualitas tidur yang baik (81,4%). Saran dalam penelitian ini adalah orang tua dan tenaga kesehatan diharapkan dapat mempertimbangkan terapi pijat sebagai upaya sederhana dan efektif dalam meningkatkan kualitas tidur bayi sebagai perawatan bayi.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Tentang Kesiapsiagaan Bencana Pada Kader Desa Mekarsari Kecamatan Pasir Jambu Kabupaten Bandung Darmawan, Dadang; Setiawan, Guling; Safariah , Triana Dewi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50658

Abstract

Bencana alam merupakan suatu peristiwa kerusakan lingkungan yang melebihi kapasitas masyarakat untuk menghadapinya, sehingga dapat menimbulkan ancaman terhadap keselamatan jiwa serta kerugian pada kesejahteraan fisik, mental dan sosial (Braitberg, 2022; Stralen dkk., 2021). Suatu peristiwa dikatakan sebagai bencana ketika suatu ancaman atau bahaya menimbulkan kerentanan pada individu maupun komunitas. Bahaya yang ditimbulkan bencana tergantung dari karakteristik bencana tersebut, tingkat kerentanan populasi, serta kemampuan penanggulangan terhadap bencana (Braitberg, 2022). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap kader di Desa Mekarsari Kecamatan Pasir Jambu Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode penelitian cross sectional. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Mekarsari Kecamatan Pasir Jambu Kabupaten Bandung yang dilaksanakan pada 42 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan total responden sebanya 42 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang di bagikan secara online, terdapat dua kuesioner yaitu kuesioner mengenai pengetahuan dan sikap tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi. Kuesioner pengetahuan berjumlah 30 butir pertanyaan dengan skala guttman, kuesioner sikap berisi 10 pernyataan dengan skala likert 1-5. Analisis data menggunakan uji univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan dan sikap kader dan uji bivariat untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada rentang usia 19-44 tahun sebanyak 31 responden (73,8%), sedang lainnya berada pada rentang usia 45-59 tahun sebanyak 11 responden (26,2%), didapatkan juga hasil bahwa pengetahuan kader di Desa Mekarwangi berada pada rentang baik dan cukup. Pada kategori baik terdapat 22 responden (52,4%), dan kategori cukup sebanyak 20 responden (47,6%) dan sebanyak 21 responden (50%) menunjukkan sikap positif dan 21 responden (50%). Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan kader dengan sikap kesiapsiagaan bencana, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,618 menandakan adanya hubungan yang kuat dan bersifat positif. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat pengetahuan kader, semakin positif juga sikap kader terhadap kesiapsiagaan bencana gempa bumi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kader memiliki peranan penting dalam membangun kesiapsiagaan bencana di tingkat masyarakat