cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Tata Kelola Sponsorship Industri Kesehatan Global: Sebuah Scoping Review Untuk Pembelajaran Kebijakan di Indonesia Pramudita, Gustian Yondi; Junadi, Purnawan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50804

Abstract

Collaboration between the health industry and healthcare professionals (HCPs) is essential for innovation but risks creating conflicts of interest (COI) and gratification. In Indonesia, the existing hybrid governance framework has proven ineffective due to a lack of transparency and coordinated enforcement, exacerbated by the normalization of gratification practices. The enactment of Health Law No. 17 of 2023, which could fragment ethical oversight, adds urgency for reform. This study aims to map global sponsorship governance policies to provide lessons for Indonesia. Conducted as a scoping review following PRISMA-SCR guidelines, this study analyzed 32 relevant documents from 2015-2025, selected from an initial 2,067 articles. The results identify three main models: a transparent legislative mandate (US), industry self-regulation with a "consent loophole" (Europe), and a hybrid model with implementation gaps (Indonesia). The key "Transparency Paradox" finding indicates that public disclosure alone is insufficient without consistent enforcement. This review highlights a global trend towards legally mandated transparency, with precedents from Spain and Brazil. As a recommendation, Indonesia's legal framework must be activated by adopting a "Sunshine Act"-like legislative mandate and establishing a coordinated, cross-sectoral oversight task force.
Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Status Gizi pada Anak Usia Pra Sekolah Novika, Ika; Aulia, Tazkiah; Utami, Suci Dewi; Susanti, Elmi; Alifah, Kartika; Sari, Yesa Junita; Nuryati, Nuryati; Dhadila , Yuke Liza Fitri; Sutini, Titin
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50814

Abstract

Masalah gizi pada anak usia pra-sekolah masih menjadi perhatian penting, mengingat periode ini merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Faktor pengetahuan orang tua, khususnya ibu, berperan besar dalam menentukan status gizi anak melalui pemilihan makanan, pola asuh, dan praktik pemberian makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan Ibudengan status gizi pada anak usia pra-sekolah di PAUD Putri Nasyiah, Jakarta Timur. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 28 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur pengetahuan orang tua, sedangkan status gizi anak diukur menggunakan lembar observasi berdasarkan hasil pengukuran antropometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar Ibumemiliki pengetahuan baik (78,6%) dan mayoritas anak berada pada status gizi baik (89,3%). Uji Chi-Square (Fisher’s Exact Test) menghasilkan nilai p = 0,006 (< 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan Ibudengan status gizi anak usia pra-sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan pengetahuan gizi Ibumerupakan salah satu strategi penting dalam upaya pencegahan masalah gizi pada anak.
Formulasi Nanogel Kuersetin dan Evaluasi Stabilitas Fisik, Aktivitas Anti-Inflamasi Pada Tikus Yang Diinduksi Oleh Karagenan Isna, Arfayani; Arianto, Anayanti; Harahap, Urip
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50816

Abstract

Inflamasi merupakan suatu respon jaringan terhadap rangsangan fisik atau kimiawi yang merusak. Rangsangan ini menyebabkan lepasnya mediator inflamasi yang menimbulkan reaksi radang berupa panas, nyeri, merah, bengkak dan disertai gangguan fungsi. Salah satu zat aktif yang dapat menghambat infiltrasi neutrofil dan mengurangi kadar plasma sitokin inflamasi adalah quersetin. Quercetin juga memiliki fungsi sebagai antioksidan. Dalam penelitian ini quersetin dibuat sediaan nanogel. Kelebihan nanogel lebih mudah penetrasi kedalam kulit sehingga efektivitas antiinflamasinya lebih baik. Untuk mengetahui konsetrasi quersetin dapat diformulasi menjadi nanogel dengan menggunakan karbopol 940 sebagai bahan pembentuk gel serta mennguji memenuhi syarat karakteristik dari gel dan menguji efektivitas anti-inflamasi pada kaki tikus yang diinduksi karagenan. Quersetin dengan konsentrasi 0,06%, 0,08%, dan 0,1% diformulasikan menjadi sediaan nanogel. Diuji aktivitas anti-inflamasi pada tikus yang diinjeksikan dengan karagenan 1% untuk mengetahui dosis topikal yang efektif. Tahap awal formulasi adalah pembuatan nanosuspensi dengan konsentrasi quersetin 0,06g (F1), 0,08g (F2), 0,1g (F3). Nanosuspensi ditambahkan kedalam basis gel dengan pengadukan menggunakan homogenizer untuk mendapatkan nanogel. Nanogel dievaluasi stabilitas fisik dengan penyimpanan pada berbagai suhu selama 12 minggu dan cycling test. Setelah itu diuji anti-inflamasinya pada tikus dibandingkan dengan voltaren emulgel. Nanogel quersetin stabil selama penyimpanan 12 minggu dari organoleptis, homogenitas, pH (4,5-6,0), viskositas (7031-9894 m.Pa.s), daya sebar (4,5-7,1 cm2), ukuran partikel (40-70nm). Efek anti-inflamasi nanogel F3 menunjukan adanya penghambat anti-inflamasi 80,87±3.70%. Berdasarkan hasi penelitian ini nanogel quersetin yang memiliki aktivitas anti -inflamasi pada tikus yang lebih efektif adalah pada konsetrasi quersetin 0,1% (F3) pada tikus dibanding F1 dan F2. kata kunci : quersetin, nanogel, anti-inflamasi Abstract Inflammation is a tissue response to damaging physical or chemical stimuli. This stimulus causes the release of inflammatory mediators, which cause an inflammatory reaction in the form of heat, pain, redness, swelling, and impaired function. One active substance that can inhibit neutrophil infiltration and reduce plasma levels of inflammatory cytokines is quercetin. Quercetin also functions as an antioxidant. In this study, quercetin was made into a nanogel preparation. The advantage of nanogel is that it penetrates the skin more easily, thus improving its anti-inflammatory effectiveness. To determine the concentration of quercetin that can be formulated into nanogel using carbopol 940 as a gel-forming agent and to test whether it meets the characteristics of the gel and to test the anti-inflammatory effectiveness on carrageenan-induced rat paws. Quercetin with concentrations of 0.06%, 0.08%, and 0.1% was formulated into nanogel preparations. Anti-inflammatory activity was tested in mice injected with 1% carrageenan to determine the effective topical dose. The initial stage of the formulation was the preparation of nanosuspensions with quercetin concentrations of 0.06g (F1), 0.08g (F2), 0.1g (F3). The nanosuspensions were added to the gel base with stirring using a homogenizer to obtain nanogels. The nanogels were evaluated for physical stability by storage at various temperatures for 12 weeks and cycling tests. After that, their anti-inflammatory properties were tested in mice compared to voltaren emulgel. Quercetin nanogel was stable during 12 weeks of storage from organoleptic, homogeneity, pH (4.5-6.0), viscosity (7031-9894 m.Pa.s), spreadability (4.5-7.1 cm2), particle size (40-70nm). The anti-inflammatory effect of F3 nanogel showed an anti-inflammatory inhibitor of 80.87±3.70%. Based on the results of this study, quercetin nanogel which has more effective anti-inflammatory activity in mice is at a quercetin concentration of 0.1% (F3) in mice compared to F1 and F2.
Digital Screening and Educational Interventions to Reduce Depressive Symptoms in Adolescents: a Scoping Review Mukaromah, Afifatul; P.K, Rizki Fitryasari; Kristiawati, Kristiawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50823

Abstract

Introduction: Depression is a mental health disorder commonly found across all age groups, including adolescents. Adolescent depression imposes burdens on individuals, families, and caregivers and may lead to social, educational, occupational, and physical health problems. This study aimed to identify digital educational interventions to reduce depressive symptoms in adolescents. Methods: This study conducted a scoping review, analyzing articles from four academic databases: Scopus, Web of Science, PubMed, and Science Direct. Study selection was guided by the PCC (Population, Concept, Context) framework and followed the PRISMA-ScR reporting standards. Results: A total of 1,787 articles were identified, with 12 studies meeting the inclusion criteria. The review indicated that digital educational interventions can be categorized into three main approaches: (1) CBT-based interventions, (2) psychoeducation and self-management programs, and (3) chatbot- or social media–based interventions. Most interventions demonstrated significant reductions in depressive symptoms, anxiety, and improved resilience among adolescents. Several applications also integrated digital screening tools such as PHQ-8 and PHQ-9. Conclusion: Digital nursing interventions delivered through mobile health applications are effective in reducing depressive symptoms among adolescents. These interventions are innovative, scalable, and complement traditional mental health services by providing accessible, interactive, and youth-oriented approaches that address both psychological and physical needs.
Penerapan Aplikasi E-Kpsp Sebagai Upaya Peningkatan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Oleh Orang Tua Rifai, Mohamad Ridwan; Qarragita, Wieda Widyatry; Ramdani, Hasbi Taobah; Sapaat, Muslim
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50835

Abstract

Penelitian ini menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam memantau perkembangan anak usia dini. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) yang kini dikembangkan dalam bentuk aplikasi e-KPSP untuk memudahkan deteksi tumbuh kembang anak. Penelitian dilakukan pada 52 orang tua siswa PAUD Pelita Hati, Kabupaten Garut. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan keterampilan orang tua setelah menggunakan aplikasi. Sebelum intervensi, skor rata-rata keterampilan 33,10 (kategori rendah-sedang), sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 74,03. Analisis Wilcoxon Signed-Rank Test menghasilkan p = 0,000 (p < 0,05), membuktikan adanya perbedaan bermakna. Dengan demikian, aplikasi e-KPSP terbukti efektif meningkatkan keterampilan orang tua dalam mendeteksi tumbuh kembang anak usia dini.
Pengaruh Self-leadership Terhadap Kepuasan Kerja Perawat di Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Siregar, Rini Apriliani; Nasution, Siti Saidah; Arruum, Diah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50837

Abstract

Abstrak Kepuasan kerja perawat merupakan salah satu capaian mutu dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit yang harus ditingkatkan. Namun, masih ditemukan ketidakpuasan kerja perawat yang diakibatkan oleh tuntutan untuk mampu bekerja mandiri, mengambil keputusan cepat, serta menjaga mutu pelayanan. Cara yang dapat membantu dalam meningkatkan kepuasan kerja perawat diantaranya adalah self-leadership perawat yang mencakup behavior focused strategies, natural reward strategies, constructive thougt strategies. Penelitian ini bertujuan untuk mneganalisis pengaruh self-leadership terhadap kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Islam Malahayati Medan. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional yang dilakukan pada seluruh perawat yang bekerja di ruang rawat inap pada bulan Januari-April 2025. Teknik sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 80 orang. Data dianalisis menggunakan uji korelasi. Hasil penelitian pada uji korelasi ditemukan ada pengaruh self-leadership terhadap kepuasan kera perawat dengan p-value 0,000. Kata Kunci : Self-leadership, Kepuasan Kerja, Perawat Abstract Nurse job satisfaction is one of the quality achievements in nursing services in hospitals that must be improved. However, nurse job dissatisfaction is still found due to the demands of being able to work independently, make quick decisions, and maintain service quality. Methods that can help in improving nurse job satisfaction include nurse self-leadership which includes behavior-focused strategies, natural reward strategies, constructive thought strategies. This study aims to analyze the effect of self-leadership on nurse job satisfaction at Malahayati Islamic Hospital, Medan. This type of quantitative research with a correlational approach was conducted on all nurses working in the inpatient ward from January to April 2025. The sampling technique used a total sampling with a total of 80 people. Data were analyzed using a correlation test. The results of the correlation test found that self-leadership had an effect on nurse job satisfaction with a p-value of 0.000. Keywords: Self-leadership, Job satisfaction, Nurse
Aktivitas, Mekanisme Kerja Antijamur dan Profil Bioautografi Antioksidan Dari Beberapa Ekstrak Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss) Masfria, Masfria; Sitorus, Panal; Safitri, Nadya Ulfa
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50838

Abstract

Infeksi jamur merupakan penyakit kulit yang banyak dialami oleh masyarakat dan umumnya disebabkan oleh jamur. Salah satu penyebab penyakit jamur disebabkan oleh jamur golongan Candida albicans dan Pityrosporum ovale. Penggunaan antijamur sintetik memiliki keterbatasan sehingga dibutuhkan pengobatan dengan menggunakan bahan alam. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas, mekanisme kerja antijamur serta mengidentifikasi profil bioautografi senyawa antioksidan. Metode yang digunakan adalah uji difusi agar untuk memperoleh zona hambat, uji sintesa protein dan asam nukleat, perubahan permeabilitas membran sel serta mengidentifikasi senyawa aktif antioksidan menggunakan reagen DPPH. Hasil menunjukkan bahwa tiap peningkatan konsentrasi ekstrak daun mimba mampu memberikan diameter zona hambat pada kategori sedang-kuat. Hasil analisa mekanisme kerja antijamur menunjukkan bahwa esktrak daun mimba dapat mempengaruhi sintesa asam nukleat pada panjang gelombang 260 nm, sintesa protein pada panjang gelombang 280 nm serta merusak permeabilitas membran sel dengan kebocoran mineral ion kalium pada panjang gelombang 422,7 nm dan mineral ion kalsium pada panjang gelombang 766,5 nm. Hasil bioautografi antioksidan menunjukkan bahwa pada ekstrak etil asetat daun mimba terdapat bercak noda berwarna kuning yang dapat diketahui nilai Rf.
Analisis Depresi Pada Ibu Saat Hamil Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-36 Bulan di Kecamatan Padang Timur Sari, Novi Maya; Tanjung, Yusnani; Satria, Epi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50846

Abstract

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 (Riskesdas 2018), prevalensi depresi di Indonesia mencapai 6,1% dan tersebar di seluruh Indonesia, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Berdasarkan jenis kelamin, ada 7,4% perempuan yang mengalami depresi dan 5,8% wanita yang berada pada usia subur (usia 10-54 tahun) mengalami depresi. Provinsi Sumatera Barat sendiri memiliki angka prevalensi stunting pada tahun 2021 sebesar 23.3%, lebih rendah dari angka nasional. Prevalensi stunting di Kota Padang sebesar 18.9 % dan 24,4% balita stunting berada di Kecamatan Padang Timur sehingga Kota Padang menjadi salah satu sebagai kota lokus stunting tahun 2021.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui analisis depresi pada ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada balita usia 24-36 bulan di Kecematan Padang Timur.Hasil uji statistik responden dengan depresi ringan sebanyak 14 orang (25.9%), depresi sedang 4 orang (7,4%) dan depresi 3 orang (5,6%) memiliki balita stunting. Ada hubungan depresi pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita p=0,015 (< 0,05). dan ada hubungan usia ibu menikah, berat badan saat lahir dan riwayat anemia dengan kejadian stunting.diharapkan pimpinan puskesmas kecamtan Padang Timur dapat meningkatkan penyuluhan tentang depresi pada ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada balita usia 24-36 bulan.
Analisis Kualitas Layanan Kesehatan terhadap Tingkat Kepuasan Pasien di RSUD dr. Hi. Zainal Umar Sidiki Kabupaten Gorontalo Utara Pendekatan Kualitatif Deskriptif Talarima, Erich; Tahir, Arifin; Dunggio, Titin
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50848

Abstract

Kualitas layanan kesehatan merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi tingkat kepuasan pasien dalam menerima pelayanan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan kesehatan terhadap tingkat kepuasan pasien di RSUD dr. Hi. Zainal Umar Sidiki Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, serta telaah dokumentasi. Responden penelitian meliputi pasien rawat jalan dan rawat inap yang pernah memperoleh layanan kesehatan di rumah sakit ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi kualitas layanan, khususnya assurance (jaminan) dan empathy (empati), menjadi faktor dominan yang memberikan kepuasan pasien, seperti keramahan tenaga medis, sikap profesional, serta komunikasi interpersonal yang baik. Namun, masih terdapat kelemahan pada dimensi responsiveness (daya tanggap) dan tangibles (bukti fisik), terutama terkait lamanya waktu tunggu, keterbatasan jumlah tenaga kesehatan pada jam sibuk, serta kurang memadainya fasilitas ruang tunggu. Secara keseluruhan, pasien menilai bahwa layanan kesehatan sudah baik, namun masih membutuhkan peningkatan di aspek manajemen pelayanan dan fasilitas pendukung. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan harus diimbangi dengan perbaikan manajemen pelayanan serta sarana prasarana rumah sakit guna menciptakan pengalaman pelayanan yang lebih optimal bagi pasien.
Analisis Penggunaan Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) Terhadap Perilaku Penggunaan Kondom Pada Kelompok Laki-Laki Seks dengan Laki-Laki (Systematic Review) Dewiyanti, Luh Putu Ari; Martha, Evi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50868

Abstract

Adopsi yang semakin luas dari Pre Exposure Prophylaxis (PrEP) di kalangan lelaki seks dengan laki-laki (LSL) menawarkan peluang signifikan dalam pencegahan HIV, namun juga memunculkan pertanyaan mengenai perubahan perilaku penggunaan kondom, termasuk potensi peningkatan condomless anal sex (CAS) akibat persepsi keamanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh PrEP terhadap perilaku penggunaan kondom dan faktor yang memengaruhi perubahan tersebut. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, melibatkan penyaringan 531 artikel dari ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar (2020–2025), 15 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan variasi dalam pola penggunaan kondom pasca-PrEP: beberapa konteks melaporkan penurunan konsistensi penggunaan kondom karena  persepsi risiko yang lebih rendah dan rasa aman terhadap efektivitas PrEP, sementara intervensi seperti konseling berperan meningkatkan penggunaannya. Faktor yang berpengaruh meliputi usia muda, riwayat atau diagnosis IMS, persepsi efektivitas PrEP, serta dukungan kontekstual melalui kualitas konseling dan lingkungan sosial. Temuan ini menegaskan perlunya strategi adaptif yang mengintegrasikan pencegahan biomedis dan perilaku untuk mengoptimalkan efektivitas PrEP menuju eliminasi HIV 2030.