cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Integrasi Data Stunting dalam Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bone Bolango Agus, Roswaty; Rachman, Azis; Muhammad, Ikram
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50659

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan data stunting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bone Bolango, sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat integrasi data tersebut ke dalam kebijakan perencanaan pembangunan daerah. Stunting merupakan salah satu isu strategis pembangunan manusia yang masih menjadi prioritas nasional, dan Kabupaten Bone Bolango termasuk daerah yang menghadapi tantangan dalam upaya penurunannya. Ketersediaan data terkait prevalensi stunting relatif memadai, namun belum sepenuhnya terintegrasi secara sistematis dalam dokumen perencanaan tahunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain case study, melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan kunci, analisis dokumen perencanaan, serta observasi partisipatif pada forum musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan data stunting dalam RKPD masih terbatas karena fragmentasi sumber data, perbedaan metodologi pengukuran antarinstansi, serta koordinasi lintas perangkat daerah yang belum optimal. Di sisi lain, penerapan sistem informasi pembangunan dan dukungan regulasi memberikan peluang untuk memperkuat integrasi data dalam proses perencanaan. Kesimpulannya, penguatan tata kelola data stunting melalui koordinasi lintas sektor dan pemanfaatan sistem informasi yang terpadu merupakan prasyarat penting untuk menghasilkan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran serta mendukung pencapaian target penurunan stunting di Kabupaten Bone Bolango.
Efektivitas Hipnosis Sebagai Terapi Komplementer Untuk Nyeri Pasien Pasca Bedah Jantung Prihartini, Heksa; Herawati, Tuti; Maria, Riri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50688

Abstract

Pendahuluan: Nyeri pasca bedah jantung merupakan komplikasi umum yang sering terjadi dan menjadi perhatian utama bagi pasien. Pasien akan mengalami tingkat nyeri yang bervariasi, mulai dari sedang hingga berat, yang dirasakan saat istirahat dan meningkat saat aktivitas. Meskipun nyeri ini dapat diatasi melalui kombinasi berbagai obat analgetik, termasuk golongan opioid, NSAID, dan asetaminofen, namun penanganan nyeri yang tidak memadai dapat berpotensi meningkatkan morbiditas dan length of stay (LOS). Terapi Hipnosis sebagai pendekatan komplementer non-farmakologis dapat meningkatkan efektivitas manajemen nyeri pada pasien pasca bedah jantung. Tujuan: Memberikan gambaran melalui literature review mengenai efektivitas terapi komplementer Hipnosis dalam manajemen nyeri pasien pasca bedah jantung. Metode: menggunakan metode literature review melalui online database PubMed, Scopus, Science Direct, Proquest, dan Sage Journals dari tahun 2014 hingga 2024. Hasil: Hipnosis sebagai salah satu terapi komplementer non-farmakologis efektif dalam mengurangi persepsi nyeri. Selain itu Hipnosis juga memberikan efek tidak langsung terhadap penurunan dosis analgetik, penurunan kecemasan, dan meningkatkan mobilisasi dini pada pasien pasca bedah jantung. Teknik Hipnosis yang digunakan antara lain hipnosis dengan terapis langsung berhadapan atau melalui headphone, audio hipnosis (rekaman), dan self-hypnosis/ autohipnosis, menunjukkan hasil yang baik, dengan durasi sesi hipnosis berkisar dari 20 menit hingga 40 menit. Efektivitas penerapan hipnosis dalam manajemen nyeri sangat dipengaruhi oleh durasi prosedur, tingkat hipnotisabilitas pasien, dan kompleksitas prosedur yang diterapkan. Kesimpulan: Hipnosis merupakan salah satu terapi non-farmakologi yang terbukti efektif dapat digunakan sebagai terapi komplementer untuk meningkatkan efektifitas pengelolaan nyeri pada pasien pasca bedah jantung.
Analysis of Physician Leadership and Leadership Development in Government-Owned Healthcare Institutions: A Mixed-Method Study Khorida, Arifatul; Hasballah, Kartini; Meliala, Andreasta; Nurjannah, Nurjannah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50689

Abstract

Background: Physician involvement in leadership roles within healthcare institutions has been declining worldwide, despite evidence linking physician leadership with improved healthcare outcomes. Objective: To examine physicians’ leadership roles, individual characteristics, and factors influencing their leadership effectiveness in government-owned healthcare institutions in Indonesia, and to propose a contextually appropriate leadership development model. Methods: A mixed-method design was used. Phase I was a qualitative study conducted through in-depth interviews and focus group discussions with 49 physicians from 31 institutions, analyzed using thematic framework analysis (NVivo 12, COREQ guidelines). Phase II was a quantitative survey involving 358 physicians from 25 institutions, analyzed using structural equation modeling with partial least squares (SEM-PLS). Results: Qualitative findings revealed structural, personal, and managerial barriers to leadership engagement, including time constraints, administrative burdens, inadequate incentives, and political influences. However, physicians were perceived as strategic leaders due to their technical expertise, tiered experiences, and credibility in clinical management. The quantitative model demonstrated strong reliability and validity. Individual differences (experience, efficacy) significantly influenced motivation to lead (β=0.577), leadership behavior (β=0.496), and leadership outcomes (β=0.176, p<0.001). Motivation (β=0.197) and behavior (β=0.604) also significantly predicted leadership outcomes. Conclusion: Despite low participation, physicians possess leadership characteristics that positively contribute to leadership effectiveness. Physician leadership development should be institutionally driven, integrating managerial competencies with technical expertise, while addressing structural and motivational barriers.
Analisis Strategi Peningkatan Mutu Layanan Dengan Pendekatan Soar (Studi pada Poliklinik Gigi Umum Rumah Sakit Gigi dan Mulut Unjani Cimahi) Ammariia, Hanii; Amaliah, Ima; Handri, Handri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50696

Abstract

Penurunan jumlah kunjungan pasien Poliklinik Gigi Umum Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unjani Cimahi menunjukkan perlu upaya strategis dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan, peluang, aspirasi, dan hasil yang dapat dijadikan dasar strategi peningkatan mutu layanan menggunakan pendekatan Strengths, Opportunities, Aspirations, Results (SOAR). Penelitian ini menggunakan mix method dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama poliklinik gigi umum meliputi kualitas sumber daya manusia, fasilitas, serta profesionalitas pelayanan. Peluang strategis terletak pada kerja sama dengan pihak ketiga, meningkatnya kebutuhan masyarakat, dan potensi pasar yang luas. Aspirasi institusi mencakup pengembangan layanan digital dan promosi berbasis kebutuhan pasien. Faktor hasil adalah peningkatan efektivitas proses dan kepuasan pelanggan. Berdasarkan hasil analisis SOAR dan matriks QSPM, diperoleh dua strategi utama, yaitu SR 1 (Strengths–Results) yang berfokus pada pemanfaatan kekuatan internal seperti fasilitas yang lengkap dan tenaga profesional untuk mempercepat implementasi sistem informasi pelayanan berbasis digital, serta OR 1 (Opportunities–Results) yang menekankan pemanfaatan peluang kerja sama dan peningkatan pasar untuk menghasilkan layanan rawat jalan yang efisien dan terintegrasi secara online. Kedua strategi ini menjadi prioritas dalam merancang perbaikan mutu layanan secara berkelanjutan dan hasil nyata.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kejadian Stunting dan Gangguan Perkembangan Pada Balita Usia 24-59 Bulan Sriwidyastuti, Sriwidyastuti; Susilawati, Susilawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50698

Abstract

Berbagai tantangan yang harus dihadapi Indonesia untuk mencapai Indonesia Emas di Tahun 2045 salah satunya masalah stunting. Stunting menurut World Health Organization (WHO) merupakan gangguan pertumbuhan pada anak yang disebabkan oleh gizi buruk, infeksi yang berulang, dan simulasi psikososial yang tidak memadai. Stunting tidak hanya berdampak pada fisik yang lebih pendek saja, tetapi juga pada perkembangan seorang anak yakni kecerdasan, produktivitas dan prestasinya kelak setelah dewasa. Pola asuh orang tua memegang penanan penting karna sangat berpengaruh terhadap perkembangan balita. Pola asuh yang kurang baik ikut berkontribusi atas terjadinya stunting pada balita. Pertumbuhan dan perkembangan anak harus dimaksimalkan dalam segala hal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap kejadian stunting dan gangguan perkembangan pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ulaweng Kabupaten Bone. Desain penelitian ini menggunakan Analitik Korelasi dengan pendekatan Cross Sectional dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan tehnik purposive sampling. Besar sampel sebanyak 76 orang tua yang memiliki balita usia 24-59 bulan. Variabel Independent dalam penelitian ini adalah pola asuh orang tua sedangkan variable dependent adalah kejadian stunting dan gangguan perkembangan pada balita. Instrument yang digunakan adalah Lembar Informed Consent, Lembar kuesioner pola asuh orang tua, Kartu Menuju Sehat (KMS), Alat Pemeriksaan Fisik/Antropometri untuk menilai kejadian Stunting, dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk menilai perkembangan anak. Hasil penelitian yaitu (1) berdasarkan hasil uji statistik spearman’s rho didapatkan nilai p-value sebesar 0,004 < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh pola asuh orang tua terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di UPT Puskesmas Ulaweng dan (2) tidak terdapat pengaruh pola asuh orang tua terhadap gangguan perkembangan pada balita usia 24-59 bulan di UPT Puskesmas Ulaweng yang dibuktikan nilai p-value sebesar 0,095 > 0,05. Kejadian stunting pada anak balita ditentukan bagaimana seorang ibu dalam merawat, mengasuh, serta memperhatikan anaknya terutama dalam hal pemberian nutrisi. Karena stunting dapat mempengaruhi perkembangan otak pada anak terkait dengan tingkat kecerdasan anak sehingga nantinya akan menurunkan produktivitas anak saat dewasa.
Edukasi Manajemen Diabetes Kelompok Sebaya Meningkatkan Kepatuhan Diet Dan Perawatan Mandiri Penderita Diabetes Mellitus Berbasis Aplikasi Mobile Web Efendi, Zulham; Adha, Dedi; Nanda, Ade Putra; Afrizal, Afrizal
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50700

Abstract

Kepatuhan penderita Diabetes Mellitus (DM) dalam manajemen Diabetes tidak terlepas dari faktor informasi dan teman sebaya. Walaupun sudah mendapatkan edukasi, namun edukasi yang diberikan masih belum efektif. Permasalahan ini berdampak langsung terhadap peningkatan jumlah penderita DM yaitu 19,5 juta pada tahun 2021 dan diperkirakan meningkat menjadi 28,6 juta orang pada tahun 2045 di Indonesia. Kondisi ini menuntut adanya inovasi berbasis ilmiah dalam pengelolaan DM. Edukasi Manajemen DM kelompok sebaya berbasis aplikasi mobile web dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kepatuhan diet dan perawatan mandiri penderita DM. Edukasi melalui teman sebaya meningkatkan pemahaman pasien tentang instruksi dan termotivasi dengan adanya dukungan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas Edukasi Manajemen Diabetes Kelompok Sebaya Meningkatkan Kepatuhan Diet dan Perawatan Mandiri Penderita Diabetes Mellitus Berbasis Aplikasi Mobile Web. Metode Penelitian ini penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain quasi eksperimen menggunakan pendekatan pre dan post with control group design. Penelitian ini terdiri dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Ikur Koto Padang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan besar sampel 24 orang kelompok kontrol dan 24 orang kelompok intervensi. Analisis menggunakan Uji Mann Whitney. Hasil penelitian diperoleh hasil Kepatuhan diet pasien DM kelompok intervensi dengan Mean Rank (29,21) lebih tinggi dari kelompok kontrol (19,79) dan perawatan diri pasien DM kelompok intervensi lebih tinggi dengan Mean Rank (26) lebih tinggi dari kelompok kontrol (23). Hasil uji bivariat didapatkan terdapat perbedaan bermakna kepatuhan diet (0,012) dan perawatan diri (0,04) setelah diberikan edukasi manajemen diabetes kelompok sebaya. Kesimpulan penelitian bahwa Edukasi Manajemen Diabetes Kelompok Sebaya efektif Meningkatkan Kepatuhan Diet dan Perawatan Mandiri Penderita Diabetes Mellitus Berbasis Aplikasi Mobile Web
Review: Antioxidant Activity Of Indonesian Banana Peels Mariani, Ria; Noviyanti, Noviyanti; Inayah, Rahifa; Wibowo, Diki Prayugo
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50701

Abstract

Pisang merupakan buah yang paling banyak dikonsumsi di dunia dan memiliki berbagai manfaat kesehatan. Kulit pisang, yang sering dianggap sebagai limbah, ternyata mengandung senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan yang signifikan. Aktivitas antioksidan dari kulit pisang telah banyak dilaporkan, termasuk kulit pisang dari Indonesia. Review ini membahas aktivitas antioksidan kulit pisang Indonesia serta kandungan senyawa aktif di dalamnya. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa terdapat ekstrak kulit pisang dari Indonesia yang memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat, antara lain ekstrak kulit pisang Ambon mentah, kulit pisang Barangan mentah, dan kulit pisang Muli. Penelitian juga menunjukkan bahwa kulit pisang yang masih mentah memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang sudah matang, yang disebabkan oleh kandungan flavonoid dan tanin yang lebih tinggi. Potensi antioksidan dari kulit pisang terutama disebabkan oleh keberadaan flavonoid, saponin dan tanin yang berperan penting dalam menetralkan radikal bebas.
Terapi Self Healing Berbasis Virtual Reality Terhadap Skala Nyeri Post Operasi Pasien Kanker Payudara Di RS M. Djamil Padang Despitasari, Lola; Alisa, Fitria; Lidya, Lidya
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50705

Abstract

Penyebab terbesar kematian akibat kanker setiap tahunnya antara lain disebabkan oleh kanker payudara. Penatalaksanaan pada pasien kanker salah satunya dengan pembedahan. Permasalahan yang ditimbulkan setelah post operasi pada pasien kanker adalah nyeri post operasi. Terapi self healing merupakan salah satu terapi non farmakologis untuk mengatasi nyeri post operasi pada pasien kanker payudara. Pendekatan model terapi self healing melalui virtual reality memungkinkan pasien untuk merasakan imajinasi dalam lingkungan tiga dimensi yang memungkinkan penyampaian ransangan sensorik melalui layar yang dipasang di kepala dan perangkat khusus. Pendekatan ini dapat membantu pasien dalam menurunkan nyeri post operasi pada pasien. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas terapi self healing berbasis virtual reality terhadap skala nyeri post operasi pasien kanker payudara. Jenis penelitian ini quasi eksperiment dengan desain one group pre-test and post-test design. Sampel pada penelitian ini adalah pasien post operasi kanker payudara sebanyak 20 orang responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil diolah dengan menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan pada selisih skor nyeri sebelum diberikan terapi dengan sesudah diberikan terapi self healing berbasis virtual reality  (p = 0,000, α = 0,05) sehingga disimpulkan bahwa terapi Self Healing berbasis virtual reality efektif dalam menurunkan nyeri terhadap skala nyeri post operasi pasien kanker payudara. Intervensi terapi self healing berbasis virtual reality  dapat menjadi salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat diterapkan perawat dalam menurunkan nyeri pada pasien post operasi kanker payudara.
Analisis Keselamatan Pasien Dengan Pendekatan Surgical Checklist Time Out di Kamar Operasi Iswadi, Iswadi; Yunartha, Matda; Oktavia, Cyndi Ayu
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50718

Abstract

Keselamatan pasien di kamar operasi merupakan salah satu prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, dimana penerapan Surgical Safety Checklist (SSC) dengan protokol Time Out menjadi strategi penting untuk mencegah kesalahan medis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kepatuhan perawat terhadap pelaksanaan SSC Time Out serta mengeksplorasi pengalaman pasien paska operasi terkait persepsi dan rasa aman selama menjalani prosedur bedah. Metode penelitian menggunakan desain mixed methods dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari telaah 132 rekam medis pasien paska operasi yang dipilih secara purposive sampling, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh pasien menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kepatuhan perawat dalam melaksanakan SSC Time Out sebesar 82,95% (kategori baik), dengan kepatuhan tertinggi pada identifikasi pasien (98,48%) dan terendah pada dokumentasi tanda tangan tim operasi (25%). Analisis kualitatif mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien tidak memahami konsep Time Out, tidak mendapatkan penjelasan atau penandaan lokasi operasi, serta minim keterlibatan dalam proses verifikasi pra-operatif. Pasien cenderung pasif, namun tetap menaruh kepercayaan pada tim operasi dengan harapan keselamatan sebagai prioritas utama, meskipun disertai kecemasan dan ketidaknyamanan akibat kurangnya komunikasi serta kondisi lingkungan kamar operasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun kepatuhan perawat dalam aspek teknis sudah cukup baik, namun aspek komunikasi, dokumentasi, dan keterlibatan pasien masih lemah. Diperlukan intervensi berupa peningkatan supervisi, audit, serta penguatan budaya keselamatan pasien berbasis humanistik untuk meningkatkan mutu pelayanan bedah secara komprehensif.
Analisis Faktor-Faktor Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien di UPT Puskesmas Rumbia Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Mutmainnah, Mutmainnah; Yuliaty, Farida; Nugroho, Taufan; Kosasih, Kosasih; Rahmiyati, Ayu Laili
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50722

Abstract

Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya kualitas pelayanan kesehatan sebagai faktor penentu kepuasan pasien, terutama pada fasilitas layanan primer seperti Puskesmas. Tingkat kepuasan pasien sangat dipengaruhi oleh persepsi terhadap dimensi kualitas pelayanan, meliputi bukti fisik, keandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kualitas pelayanan di UPT Puskesmas Rumbia serta menganalisis pengaruh masing-masing dimensi baik secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan pasien. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 14.211 pasien, dengan sampel 99 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, serta uji asumsi klasik. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda, didukung uji simultan (F-test), uji parsial (t-test), dan koefisien determinasi (R²). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa dimensi bukti fisik, keandalan, ketanggapan, dan jaminan berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pasien, sedangkan empati berpengaruh negatif namun signifikan. Secara simultan, kelima dimensi kualitas pelayanan memberikan pengaruh yang sangat kuat dengan nilai R Square sebesar 0,908, yang berarti 90,8% variasi kepuasan pasien dijelaskan oleh kualitas pelayanan. Saran penelitian ini adalah agar pihak UPT Puskesmas Rumbia terus meningkatkan standar kualitas pelayanan, terutama dalam aspek empati yang masih menunjukkan pengaruh negatif, dengan memperkuat komunikasi interpersonal, kepekaan emosional, dan perhatian terhadap kebutuhan individual pasien.