cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,460 Documents
Analisis Faktor-Faktor Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien di UPT Puskesmas Rumbia Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Mutmainnah Mutmainnah; Farida Yuliaty; Taufan Nugroho; Kosasih Kosasih; Ayu Laili Rahmiyati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50722

Abstract

Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya kualitas pelayanan kesehatan sebagai faktor penentu kepuasan pasien, terutama pada fasilitas layanan primer seperti Puskesmas. Tingkat kepuasan pasien sangat dipengaruhi oleh persepsi terhadap dimensi kualitas pelayanan, meliputi bukti fisik, keandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kualitas pelayanan di UPT Puskesmas Rumbia serta menganalisis pengaruh masing-masing dimensi baik secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan pasien. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 14.211 pasien, dengan sampel 99 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, serta uji asumsi klasik. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda, didukung uji simultan (F-test), uji parsial (t-test), dan koefisien determinasi (R²). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa dimensi bukti fisik, keandalan, ketanggapan, dan jaminan berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pasien, sedangkan empati berpengaruh negatif namun signifikan. Secara simultan, kelima dimensi kualitas pelayanan memberikan pengaruh yang sangat kuat dengan nilai R Square sebesar 0,908, yang berarti 90,8% variasi kepuasan pasien dijelaskan oleh kualitas pelayanan. Saran penelitian ini adalah agar pihak UPT Puskesmas Rumbia terus meningkatkan standar kualitas pelayanan, terutama dalam aspek empati yang masih menunjukkan pengaruh negatif, dengan memperkuat komunikasi interpersonal, kepekaan emosional, dan perhatian terhadap kebutuhan individual pasien.
Interaksi Disosiatif, Tingkat Stres, dan Kesejahteraan Mental pada Mahasiswa Keperawatan Sutrisno Sutrisno; Almumtahanah Almumtahanah; Kharisma Pratama; Evisa Karimatunnisa
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50725

Abstract

Latar Belakang: Interaksi disosiatif, yang ditandai dengan adanya kompetisi, kontravensi, dan konflik, dapat memengaruhi kondisi psikologis seperti tingkat stres dan kesejahteraan mental pada mahasiswa keperawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara interaksi disosiatif dengan tingkat stres dan kesejahteraan mental pada mahasiswa keperawatan di Kalimantan Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan jumlah sampel 91 mahasiswa keperawatan yang dipilih melalui total sampling. Instrumen penelitian meliputi Skala Interaksi Disosiatif (16 item), Perceived Stress Scale (PSS-10), dan WHO-5 Well-Being Index. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman dan regresi linier sederhana. Hasil: Interaksi disosiatif berkorelasi negatif dengan kesejahteraan mental (ρ = –0,207; p = 0,049), tetapi tidak menunjukkan korelasi yang signifikan dengan tingkat stres (ρ = 0,161; p = 0,127). Analisis regresi menunjukkan bahwa interaksi disosiatif tidak secara signifikan memprediksi stres (R² = 0,024; p = 0,146) maupun kesejahteraan mental (R² = 0,033; p = 0,084). Namun, tingkat stres terbukti berkorelasi negatif secara signifikan dengan kesejahteraan mental (ρ = –0,372; p < 0,001). Kesimpulan: Interaksi disosiatif berhubungan dengan rendahnya kesejahteraan mental, namun tidak berhubungan dengan tingkat stres. Tingkat stres, pada gilirannya, secara signifikan menurunkan kesejahteraan mental. Intervensi yang berfokus pada peningkatan interaksi sosial positif dan manajemen stres direkomendasikan dalam pendidikan keperawatan.
Determinasi Usia Ibu, Paritas, dan Kekurangan Energi Kronis Terhadap Risiko Bayi Berat Badan Lahir Rendah Feliciani Palmita Sari Harapan; Adelbertha A. Berkanis
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50736

Abstract

Background: Low birth weight (LBW) remains a significant public health problem that increases child mortality and morbidity rates, accounting for 40–60% of neonatal deaths worldwide. Maternal factors such as advanced maternal age, poor nutritional status (chronic energy deficiency), anemia, and high parity are proven contributors to LBW. Case studied : A term baby girl was delivered spontaneously in the hospital to a 45-year-old mother with a history of grand multiparity, chronic energy deficiency (KEK), and mild anemia. The mother had limited access to antenatal care and did not consistently take prenatal vitamins during pregnancy. The infant’s birth weight was 2100 grams Within the first hour of life, the baby successfully initiated early breastfeeding (IMD). Continuous monitoring of the infant’s general condition and vital signs was performed, and the midwife provided counseling on the importance of exclusive breastfeeding. The babys mother also received comprehensive postpartum care, including routine monitoring, health education on personal hygiene, counseling on postpartum contraception, as well as emotional and psychosocial support to promote maternal well-being and strengthen family involvement in newborn care. Conclusion: This case highlights that advanced maternal age, poor nutritional status, and high parity significantly contribute to the occurrence of LBW. Comprehensive care—including immediate postnatal interventions, continuous monitoring, nutritional education, psychosocial support, and active family involvement is essential in preventing complications and promoting the long-term health of both mother and child.
Dukungan Kepemimpinan Organisasi dan Keberlanjutan Asuhan Keperawatan Berpusat Pada Pasien : Systematic Literature Review Aka Pravita Septiana; Agus Sriyono; Alfonsius Kenjapluan; Shindi Hapsari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50742

Abstract

Patient-centered nursing care is a key pillar in improving healthcare quality and safety. This literature review aims to examine the role of organizational leadership support in sustaining patient-centered nursing practices based on studies published between 2020 and 2025. A systematic search was conducted using structured keywords in Scopus, PubMed, and ScienceDirect. Of 124 identified articles, 26 met the inclusion criteria and were thematically analyzed. The findings indicate that transformational and adaptive leadership play an essential role in enhancing staff motivation, retention, and quality of nursing care. Sustainability is further supported by adequate resource allocation and a collaborative organizational culture. However, barriers such as high workloads, resistance to change, and limited leadership training remain significant challenges. This review concludes that responsive leadership and capacity-building strategies are critical to maintaining patient-centered nursing practices. Further longitudinal and interventional studies are recommended to strengthen empirical evidence and inform nursing policy development. Keywords: leadership, patient-centered care, sustainability, nursing, quality of care
Identifikasi Prediktor Risiko Preeklampsia pada Maternal untuk Model Prediksi Berbasis Machine Learning Rena Ningsih; Tengku Hartian Silawati; Siti Zakiah Zulfa; Cinthia Maharani; Eka Nurjannah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50752

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia (PE) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu serta perinatal di Indonesia. Identifikasi dini faktor risiko merupakan kunci pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko maternal yang signifikan terhadap kejadian PE dan mengidentifikasi kandidat variabel prediktor untuk pengembangan model machine learning (ML). Metode: Penelitian case-control retrospektif ini menggunakan data rekam medis 284 ibu bersalin (142 kasus PE dan 142 kontrol normotensif) di RSUD Arifin Achmad dari Januari 2021 hingga Desember 2024. Analisis statistik deskriptif, bivariat (uji Mann-Whitney, Chi-square), dan korelasi dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko signifikan dan kekuatan asosiasinya dengan PE. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan antara kelompok PE dan normotensif dalam hal Mean Arterial Pressure (MAP) (124,83 vs 88,67 mmHg; p<0,001), Indeks Massa Tubuh (IMT) (24,85 vs 21,79; p<0,001), usia ibu (31 vs 28 tahun; p=0,005), dan berbagai parameter hematologi (hemoglobin, trombosit, indeks trombosit, dan limfosit). Analisis korelasi mengidentifikasi MAP sebagai prediktor terkuat (r=0,856), diikuti oleh riwayat penyakit ibu (r=0,399) dan IMT (r=0,322). Luaran perinatal (berat badan lahir, panjang badan lahir, nilai Apgar) secara signifikan lebih buruk pada kelompok PE. Kesimpulan: MAP, IMT, usia maternal, dan parameter hematologi tertentu merupakan prediktor kuat PE. Kombinasi variabel-variabel ini, yang mudah diperoleh dari rekam medis rutin, membentuk dasar yang kuat untuk pengembangan model prediksi PE berbasis ML yang andal dan dapat diimplementasikan secara klinis.
Rancangan Aplikasi Gaspol: Inovasi Digital untuk Pencegahan Stunting dan Pemantauan Tumbuh Kembang Balita Siti Zakiah Zulfa; T. Hartian Silawati Ningsih; Rahmatuzzakia Hasibuan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50756

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan kognitif, serta produktivitas dan risiko penyakit degeneratif di usia dewasa. Prevalensi stunting di Indonesia mencapai 19,8% tahun 2024 menurut data SSGI. Aplikasi mobile menjadi solusi untuk meningkatkan keterlibatan orang tua dalam deteksi dini tumbuh kembang dan pencegahan stunting. Tujuan penelitian untuk merancang prototipe aplikasi GASPOL (Gizi Aman Stimulasi Perkembangan Optimal) berbasis Android. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, mencakup tahap Analysis, Design, dan Development. Analisis kebutuhan diperoleh melalui literatur, observasi Posyandu, wawancara orang tua balita, kader Posyandu dan Bidan pelaksana. Rancangan aplikasi menggunakan user-centered design, antarmuka dengan XML Layout, dan bahasa pemrograman dengan Kotlin. Database aplikasi berbasis Firebase Realtime Database untuk penyimpanan dan sinkronisasi data. Prototipe diuji menggunakan emulator Android (Medium Phone, API 36) serta perangkat fisik Samsung Galaxy M31 (Android 12). Hasil penelitain menunjukkan prototipe aplikasi GASPOL berhasil dikembangkan untuk berjalan di Android 6.0+. Aplikasi memiliki sembilan fitur utama: menu edukatif, MP-ASI, monitoring pertumbuhan, monitoring perkembangan, stimulasi tumbuh kembang, monitoring imunisasi, artikel, catatan, dan foto. Prototipe aplikasi ini perlu dilakukan uji coba lapangan untuk menilai usability serta penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi pada pengguna. Kata Kunci: Stunting; Aplikasi Mobile; GASPOL; Firebase Realtime Database; Android
Optimalisasi Strategi dan Respon Awam Terhadap Penanganan Henti Jantung di Luar Rumah Sakit Matda Yunartha; Iswadi Iswadi; Surya Rifaren
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50773

Abstract

Henti jantung di luar rumah sakit (Out-of-Hospital Cardiac Arrest, OHCA) merupakan penyebab utama kematian global, dengan angka mortalitas tinggi akibat keterlambatan respons dan rendahnya keterampilan masyarakat awam dalam memberikan pertolongan awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pelatihan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan edukasi aspek hukum terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kemauan masyarakat awam dalam memberikan pertolongan awal pada korban OHCA. Metode penelitian menggunakan desain mixed methods sequential explanatory. Tahap kuantitatif dilakukan dengan pre-eksperimen one group pretest-posttest pada 24 responden komunitas olahraga di Kota Jambi, dilanjutkan pendekatan kualitatif fenomenologi melalui wawancara mendalam untuk mengeksplorasi pengalaman dan persepsi partisipan. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan (mean pre 3,92 menjadi 9,46; p=0,00), keterampilan (mean pre 1,13 menjadi 3,92; p=0,00), dan kemauan menolong (mean pre 3,38 menjadi 4,42; p=0,00). Kajian kualitatif fenomenologi secara garis besar mengungkap meskipun pengetahuan dan motivasi meningkat, sebagian besar responden masih ragu menggunakan Automated External Defibrillator (AED) karena keterbatasan pengalaman, kurang percaya diri, serta kekhawatiran aspek hukum. Kesimpulan pelatihan bahwa RJP efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam penanganan OHCA. Namun hambatan psikososial dan ketidakpastian hukum perlu diatasi melalui pelatihan berbasis simulasi berulang, edukasi hukum, dan dukungan sosial berkelanjutan.
The Effectiveness of Educational Interventions In Improving Nurses Knowledge of Dementia Care: A Systematic Review Ike Ayunda Nasifah; Dianis Wulan Sari; Sylvia Dwi Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50777

Abstract

Background: As the global population ages, dementia has emerged as a pressing public health issue. Nurses play a pivotal role in dementia care; however, many lack adequate knowledge and confidence. Targeted educational interventions are essential to improve nursing competencies in dementia care. Objective: This systematic review aimed to evaluate the effectiveness of educational interventions in improving nurses’ knowledge, attitudes, and self-efficacy in dementia care. Methods: A systematic search was conducted across four databases Scopus, PubMed, ProQuest, and Science Direct following PRISMA guidelines. Studies published between 2020 and 2025 were screened using PICOS criteria and assessed for quality using the Joanna Briggs Institute (JBI) appraisal tools. Data were synthesized narratively. Results: Ten studies were included, consisting of quasi-experimental, RCT, and qualitative designs. Interventions such as digital games, virtual reality, simulation, mobile learning, and arts-based methods demonstrated improvements in nurses’ knowledge, empathy, and confidence. Three major themes emerged: (1) enhanced knowledge of dementia, (2) improved attitudes and self-efficacy, and (3) deeper emotional engagement and humanistic understanding. Conclusion: Educational interventions particularly interactive and emotionally engaging formats effectively improve dementia-related competencies in nurses. These findings support the integration of innovative, person-centered training methods into nursing education and practice to enhance dementia care.
Pengaruh Edukasi Dagusibu Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Serta Upaya Mengatasi Hambatan Pengelolaan Obat dalam Rumah Tangga di Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah Mellinia Yunari Anggralisa; Samuel Budi Harsono; Lucia Vita Inandha Dewi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50780

Abstract

Pengelolaan obat di tingkat rumah tangga menjadi penting karena banyak keluarga yang memiliki persediaan obat di rumah untuk mencegah efek samping dan resistensi obat. Tujuan utama penelitian adalah untuk efektivitas program edukasi Dagusibu dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan obat di rumah, serta mengidentifikasi hambatan-hambatan yang menghambat dalam pelaksanaan program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix-method, dengan data kuantitatif dari 168 responden yang dipilih secara purposive dari tujuh desa di Kecamatan Sepang, dan data kualitatif dari FGD bersama 20 anggota PKK. Kriteria inklusi mencakup warga yang melakukan DAGUSIBU dan bersedia menjadi responden. Instrumen berupa kuesioner dianalisis menggunakan skala Guttman dan Likert, serta uji statistik Paired T-Test. Analisis kualitatif dibantu perangkat lunak NVivo dan diagram Fishbone. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan sebesar 6,75% setelah edukasi DAGUSIBU. Sikap ibu rumah tangga dalam pengelolaan obat mengalami peningkatan menjadi 12,57% setelah edukasi. Hambatan utama meliputi minimnya pemahaman, kebiasaan lama masyarakat, dan keterbatasan fasilitas. Edukasi DAGUSIBU terbukti efektif, namun dibutuhkan upaya berkelanjutan untuk optimalisasi pengelolaan obat di rumah tangga.
The Effectiveness of Empathic Love Therapy to Improve the Psychological Well-being of Families Accompanying Schizophrenia Patients in Klasaman District, Sorong Tri Permata Sari; Adinda Shofia; Amalia Muthmainnah Lundeto; Marsya Eka Viona; Endah Dwi Nuraini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50789

Abstract

Schizophrenia is a serious mental disorder and is among the highest in Indonesia. Family caregivers play a crucial role in the recovery of schizophrenia patients. Being a caregiver for schizophrenia patients is not easy, as several studies have shown low psychological well-being due to the psychological burden and pressure they experience. One approach to improving the psychological well-being of families caring for schizophrenia patients is through a therapeutic approach, namely empathic love therapy (ELT). The purpose of this study was to determine the effectiveness of Empathic Love Therapy in improving the psychological well-being of families caring for schizophrenia patients in Sorong. ELT is a psychosynthetic love method that emphasizes recognizing, realizing, and loving all aspects of oneself, accompanied by personal growth and development in the form of unification with the whole self. The research method used was a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. Psychological well-being was measured using the Psychological Well-being Scale, while Empathic Love used the Empathic Love Therapy Assessment Sheet, which consists of the General Overall Assessment (GOA) and the Specific Assessment and Reactions to Empathic Love Therapy (SAR). The Wilcoxon Signed-Rank test showed a significant difference (Z = -2.023, p = 0.043). This indicates that the Empathic Love Therapy (ELT) intervention was effective in improving the psychological well-being of family caregivers of schizophrenia patients in the Klasaman District of Sorong.