cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Stress Terhadap Beban Kerja Dosen di Universitas Muhammadiyah Aceh Mutia, Sri Alna; Kusma, Nila; Agustina, Lisa; Hanum, Nisrina
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50971

Abstract

Stres kerja merupakan kondisi yang dapat memengaruhi produktivitas dan kinerja dosen di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada dosen Universitas Muhammadiyah Aceh. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 155 dosen yang telah mengisi kuesioner menggunakan google form. Variabel yang diteliti meliputi karakteristik dosen (umur, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja) dan kondisi pekerjaan (jumlah SKS, beban kerja, gaji), sedangkan stres kerja diukur menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan signifikan dengan stres kerja adalah jenis kelamin (p=0,008; OR=2,50; 95% CI: 1,27–4,92), masa kerja (p=0,040; OR=0,47; 95% CI: 0,23–0,96), jumlah SKS (p=0,012; OR=2,28; 95% CI: 1,20–4,31), dan beban kerja (p=0,001; OR=3,33; 95% CI: 1,65–6,71), sedangkan umur, pendidikan, dan gaji tidak berhubungan signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa beban kerja merupakan faktor paling dominan terhadap stres kerja dosen (OR = 3,87; 95%CI = 1,81 – 8,25; p-value = 0,000). Disimpulkan bahwa dosen dengan beban kerja tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami stres kerja, sehingga diperlukan strategi manajemen beban kerja dan dukungan kelembagaan untuk mengurangi dampak stres pada dosen.
Riwayat Kunjungan Antenatal Care (ANC) dan Pemberian MP-ASI Kaitannya dengan Kejadian Stunting Kariani, Ni Ketut; Riski, Riski
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50989

Abstract

The World Health Organization (WHO) declared the estimated of stunting prevalence in 2020 about 22%, in Indonesia have the prevalence of stunting in 2021 in Indonesia will be 24.4% and about 29.7% in Central Sulawesi, and Sigi Regency has the highest prevalence of stunting about 40.7%. And among the nineteen sub-districts in Sigi Regency in 2021, Kinovaro Subdistrict was in the second rank of stunting cases of 269 children under five, and this has increased over the past two years. The aim of the research was to analyze the correlation between the history of Antenatal Care (ANC) visiting the providing of complementary food with stunting case. The research method uses a case-control design. The total population was toddlers aged 24-59 months and the total sample was divided into 37 cases and 37 controls that were taken by purposive sampling technique. The results of the Mann-Whitney test analysis, based on women's characteristics (age, education, and occupation) found significant differences (p-value ≤0.05) between the case and control groups and the characteristics of children under five (gender and age) there were no significant differences (p-value > 0.05) between the two groups. The results of the chi-square test found a significant relationship with (p-value ≤0.05) history of Antenatal Care (ANC) visits and providing of complementary foods to stunting cases. The conclusion of the research mentioned that the history of Antenatal Care (ANC) visits and providing of complementary foods have a correlation with stunting cases. Suggestions for health workers, especially nutritionists should more active in conducting counseling regarding toddler nutrition to prevent stunting cases and for women should be more active in participating in posyandu and other health education activities as well.
Pengetahuan dan Keterampilan Manajemen Pernapasan Sebagai Prediktor Rawat Inap Ulang Dini pada Pasien PPOK Gusmutia, Gusmutia; Gusty, Reni Prima; Berti, Holiness
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50995

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan masalah kesehatan global dengan angka eksaserbasi dan rawat inap ulang yang tinggi. Rawat inap ulang dini setelah perawatan rumah sakit sering kali mencerminkan kurangnya kemampuan manajemen diri, terutama dalam aspek pengetahuan dan teknik pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengetahuan tentang PPOK dan keterampilan manajemen pernapasan merupakan prediktor rawat inap ulang dini pada pasien PPOK. Desain penelitian analitik potong lintang dengan tindak lanjut prospektif selama 30 hari pasca discharge dilakukan pada 50 pasien PPOK. Data pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan keterampilan manajemen pernapasan (pursed-lip breathing dan pernapasan diafragma) dinilai dengan lembar observasi. Analisis regresi logistik digunakan untuk menentukan faktor prediktor. Rawat inap ulang dini terjadi pada 62 % pasien. Pasien dengan pengetahuan rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami rawat inap ulang (OR= 29,1; 95% CI: 5,37-158; p = 0,000). Pasien dengan keterampilan manajemen pernapasan buruk juga berisiko lebih besar mengalami rawat inap ulang (OR= 2,72; 95% CI: 0,41-18; p = 0,30). Kombinasi pengetahuan rendah dan keterampilan buruk menunjukkan efek prediktif paling kuat (OR=26,7 ; 95% CI: 5-141; p <0,001). Pengetahuan yang terbatas dan keterampilan manajemen pernapasan yang kurang memadai secara signifikan memprediksi rawat inap ulang dini pada pasien PPOK. Intervensi keperawatan perlu memprioritaskan edukasi pasien dan pelatihan teknik pernapasan untuk menekan angka eksaserbasi dan rawat inap ulang.
Pengaruh Kompetensi Dan Komunikasi Terapeutik Tenaga Medis Poli Gigi Rumkital dr. Oepomo Terhadap Kepuasan Pasien Prajurit TNI Angkatan Laut Susetyo, Boby Ardhi; K, Hanjar; Ilmi, Muhammad Irfan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51008

Abstract

Pelayanan kesehatan di lingkungan militer memiliki karakteristik khusus karena berkaitan langsung dengan kesiapan fisik dan mental prajurit TNI Angkatan Laut. Poli Gigi Rumkital dr. Oepomo berperan strategis dalam menjaga kesehatan oral prajurit dan mendukung kualitas hidup serta kesiapan operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kompetensi tenaga medis dan komunikasi terapeutik terhadap kepuasan pasien prajurit TNI AL. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif analitik dengan sampel 96 responden yang diambil menggunakan purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner Likert 5 poin dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif, regresi linier sederhana, regresi linier berganda, korelasi, dan uji Beta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi tenaga medis memiliki pengaruh signifikan positif terhadap kepuasan pasien (β = 0,431, p < 0,05), begitu pula komunikasi terapeutik (β = 0,081, p < 0,05). Analisis regresi berganda menunjukkan pengaruh simultan kedua variabel terhadap kepuasan pasien (R² = 0,095, p < 0,05), dengan kompetensi tenaga medis memiliki kontribusi lebih dominan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi klinis dan pengembangan komunikasi terapeutik adaptif terhadap budaya militer untuk memaksimalkan kepuasan pasien.
An Analysis Of Factors Influencing Bpjs Patient Loyalty Based On Customer Satisfaction Theory At Bandung General Hospital Medan Kusumadewi, Arum Grahini; Nasution, Sri Lestari Ramadhani; Girsang, Ermi; Nasution, Ali Napiah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51016

Abstract

Patient loyalty is a critical factor in ensuring the sustainability and competitiveness of hospitals, particularly within health services under the National Health Insurance (JKN) program such as BPJS Kesehatan. According to the 2022 report by the Indonesian Hospital Association (PERSI), the patient retention rate in Indonesian hospitals is only 56%, while the remaining 44% switch to other health facilities due to dissatisfaction with service quality, costs, and accessibility. This phenomenon reflects relatively low patient loyalty, especially among BPJS participants. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design and was conducted at Bandung General Hospital Medan, involving 260 inpatients purposively selected from a total population of 341 patients. Data analysis was performed in three stages: univariate, bivariate using the Chi-Square test, and multivariate using multiple logistic regression. The results revealed four factors that significantly influenced BPJS patient loyalty: satisfaction drivers, emotional response, health worker performance, and relationship quality. Among these, satisfaction drivers emerged as the most dominant factor (OR = 7.611). In contrast, perceived value, expectations, service recovery, and brand image did not show a significant effect. These findings suggest that BPJS patient loyalty is more strongly shaped by direct experiences and emotional interactions during the service process than by external attributes such as brand image or initial expectations.
Eksplorasi Persepsi Orang Tua dan Tenaga Medis terhadap Penggunaan Spalek Infus Bermusik dalam Menurunkan Nyeri Anak S, Ayu Yuliani; Zaitun, Zaitun; Ruhmadi, Edi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51018

Abstract

Pemasangan infus pada anak sering kali menimbulkan rasa takut, cemas, serta nyeri yang berdampak pada anak maupun orang tua. Kondisi ini juga menjadi tantangan bagi tenaga medis karena tingginya resistensi anak saat tindakan dilakukan. Inovasi Spalek Infus Bermusik dikembangkan sebagai upaya untuk mengurangi ketidaknyamanan tersebut melalui stabilisasi tangan anak dan pemberian distraksi musik. Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi orang tua dan tenaga medis terkait implementasi Spalek Infus Bermusik dalam pemasangan infus pada anak, dengan fokus pada penerimaan terhadap konsep ini serta potensi pengembangan alat tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan terdiri atas 9 orang tua yang anaknya menjalani pemasangan infus menggunakan Spalek Infus Bermusik serta 9 perawat yang terlibat dalam prosedur. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD), kemudian dianalisis dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua merasa lebih tenang setelah melihat anak mereka lebih kooperatif, fokus pada musik, dan berkurangnya kecemasan. Tenaga medis menilai Spalek Infus Bermusik sangat membantu mempercepat prosedur dan meningkatkan keberhasilan tusukan pertama. Namun, ditemukan beberapa kendala seperti ukuran alat yang belum sesuai untuk anak dengan tubuh kecil serta kekhawatiran awal orang tua terhadap kenyamanan anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Spalek Infus Bermusik memiliki potensi yang besar dalam menurunkan kecemasan dan nyeri anak, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan medis. Penelitian ini menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut, dengan rekomendasi perbaikan desain agar lebih ergonomis dan fleksibel, serta perlunya penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang disertai edukasi kepada orang tua sebelum tindakan medis.
Young Doctors' Perception Of The Effectiveness Of The Clinical Learning System At Royal Prima Hospital Medan Zebua, Restin Julianti; Girsang, Ermi; Nasution, Sri Lestari Ramadhani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51028

Abstract

Young doctors often have different perceptions of the effectiveness of clinical learning in medical professional education. Clinical learning is a crucial stage in shaping the competence of young doctors, in terms of knowledge, skills, and professionalism. This study aims to explore young doctors' perceptions of the effectiveness of the clinical learning system at Royal Prima General Hospital in Medan. This qualitative study with a phenomenological approach involved six informants (five young doctors and one clinic coordinator) who were selected purposively. Data were collected through in- depth interviews, focus group discussions, and observations. The results of the study revealed four main themes. First, the quality of clinical learning is influenced by the clarity of instructions, tutor involvement, patient availability, and rotation structure. Second, the learning environment is influenced by the relationship with the supervisor and the clinical work atmosphere. Third, the young doctors' self-competence includes self-confidence, readiness to face patients, and stress management strategies. Fourth, supporting factors (senior support, hospital facilities) and inhibiting factors (patient case variations, high workload, differences in tutor supervision styles) also influence the effectiveness of clinical learning. In conclusion, the effectiveness of clinical learning is influenced by the interaction of instructional, personal, environmental, and structural factors. Therefore, improvement efforts are needed in the form of strengthening tutor supervision skills, equalizing practice opportunities, and providing psychosocial support for young doctors in order to optimize the clinical learning system.
Faktor Prediktor Kepatuhan Tenaga Kesehatan dalam Pemakaian Alat Pelindung Diri Berbasis Teori Health Beliefe Model di Rs X Ubudiah, Ikhlas; Putri, Zifriyanthi Minanda; Murni, Dewi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51038

Abstract

Kepatuhan dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan aspek penting untuk mencegah penularan infeksi.. Salah satu pendekatan teoritis yang menjelaskan tentang perilaku kepatuhan adalah Health Beliefe Model (HBM) yang menjelaskan bahwa perilaku kepatuhan tersebut di pengaruhi oleh faktor persepsi individu terhadap kepatuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor prediktor Health Beliefe Model terhadap kepatuhan pemakaian APD. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan SEM-PLS. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian crossectional, dengan jumlah populasi 309 orang dan menggunakan rumus slovin di dapatkan jumlah sampel 76 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik propotional random sampling, data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan lembar observasi. Hasil menunjukkan faktor prediktor HBM mempunyai pengaruh signifikasi terhadap kepatuhan (p = 0,037), Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi RS untuk meningkatkan peran kepala ruangan sebagai supervisor langsung dalam pemakaian APD di ruangan, pelatihan yang berkesinambungan bagi tenaga kesehatan mengenai APD, dan merubah kebiasaan sebagai kunci peningkatan kepatuhan terhadap penggunaan APD
Menyerupai Kanker, Mengungkap Amuba: Kasus Langka Abses Hati Amubik yang Terbukti melalui Biopsi Azmi, Sabrina; Hamidiyah, Silpi; Ningsih, Pangisti Dwi Ana
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51063

Abstract

Abses hati amuba disebabkan oleh parasit Entamoeba histolityca dan menjadi masalah yang signifikan di Indonesia, hingga menyebabkan 50000 kematian di dunia. Gejala penyakit ini dapat berupa demam, nyeri perut dan pembesaran organ hepar. Dengan dilakukannya penegakkan diagnosis yang tepat, salah satunya adalah dengan menemukan parasit di jaringan hati yang terinfeksi, maka diharapkan angka kematian akibat AHA dapat berkurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melaporkan kasus mengenai Wanita 58 tahun dengan keluhan nyeri perut kanan atas sejak ± 3 minggu, disertai dengan perut terasa sebah, mual, dan penurunan nafsu makan. Metode yang digunakan adalah analisis gejala klinis dan pemeriksaan penunjang laboratorium dan biopsi histopatologi dengan pewarnaan HE. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan leukosit (21.600) dengan NLR > 10 9, hipalbuminemia (2,4 g/dL), CRP meningkat (16,03), dan rasio R sebesar 0,32. USG abdomen mengungkapkan adanya massa padat dengan bagian kistik di lobus kiri hepar berukuran 10,7 x 7,56 x 11,1 cm dengan dugaan abses atau hepatoma. Hasil biopsi hepar menunjukkan adanya area nekrotik yang luas dengan infiltrasi sel radang, dominan neutrofil, limfosit, dan makrofag, serta ditemukan struktur menyerupai amuba yang sebagian mengAHAmi lisis degeneratif. Kesimpulan, pasien didiagnosis dengan abses hepar amubik berdasarkan gambaran klinis, pemeriksaan penunjang, dan hasil biopsi histopatologis.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Kabupaten Lombok Timur Yunus, Muhamad; Menap, Menap; Sismulyanto, Sismulyanto
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51066

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan di puskesmas. Faktor-faktor seperti komunikasi petugas kesehatan, persepsi pasien terhadap layanan, dan aksesibilitas pelayanan menjadi tantangan utama di puskesmas Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan kepuasan pasien rawat jalan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif potong lintang dengan sampel 379 pasien rawat jalan dari 35 puskesmas, dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup komunikasi petugas, persepsi pasien, aksesibilitas layanan, dan kepuasan pasien, dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil univariat menunjukkan 71,5% pasien menilai komunikasi petugas memadai dan 78,9% cukup puas dengan layanan. Analisis bivariat menunjukkan komunikasi petugas, persepsi pasien, dan aksesibilitas layanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien. Analisis multivariat menegaskan komunikasi petugas kesehatan sebagai faktor dominan (koefisien = 1,351; p = 0,002), diikuti persepsi pasien (p = 0,002). Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi yang baik dan persepsi positif pasien menjadi kunci utama kepuasan pasien rawat jalan. Oleh karena itu, peningkatan keterampilan komunikasi petugas kesehatan menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pasien di puskesmas.