cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Efektifitas Model Pendidikan Seksual Komprehensif melalui Pendekatan Budaya Suku Pamona terhadap Pencegahan Seksual Pranikah Remaja SMA dan SMK Kabupten Poso Fauziah H. Tambuala; Dwi Debi Tampa’i; Fany Lairin Djala; Moh. Wafri Matorang
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52705

Abstract

Perilaku sosial pranikah merupakan aktivitas yangv memiliki dampak salah satunya adalah penyakit menular seksual. Pendekatan budaya suku Pamona merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah perilaku tersebut. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pendidikan seksual komprehensif melalui pendekatan budaya suku pamona pada remaja SMA dan SMK di kabupaten poso agar dapat mencegah seksual pranikah pada remaja. Metode penelitian : menggunakan desain quasi experiment pre-post test with control group. Teknik sampling menggunakan simple random sampling dengan sampel 92 responden (kelompok intervensi 46 dan kelompok kontrol 46). Instrument menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan uji Independen Sample t test. Hasil penelitian : menunjukkan ada perbedaan efektifitas model pendidikan seksual komprehensif melalui budaya suku pamona terhadap pencegahan perilaku seksual pranikah dengan p value= 0,000 Kesimpulan : Pada penelitian ini ada perbedaan efektifitas model pendidikan seksual komprehensif melalui pendekatan budaya suku pamona terhadap pencegahan perilaku seksual pranikah remaja.
Memutus Siklus Stunting–Tbc: Strategi Menuju Generasi Emas 2045 Yasyfa Mutiara; Fathimah Sulistyowati Sigit; Rohman Daka; Evi Martha
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52708

Abstract

Stunting dan tuberkulosis (TBC) merupakan dua masalah kesehatan yang saling terkait lewat siklus gizi‑infeksi yang dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan produktivitas nasional. Studi ini meneliti data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 untuk menemukan celah kebijakan dan peluang menggabungkan intervensi stunting‑TBC. Studi ini memakai desain potong lintang dan mencakup sekitar 345.000 rumah tangga menggunakan analisis deskriptif, analisis spasial, dan regresi logistik. Hasilnya menunjukkan prevalensi stunting pada balita sebesar, 21,5% dan TBC sebesar 1,7%, terutama pada rumah tangga berpendidikan rendah, berstatus sosial ekonomi rendah, dan tinggal di pedesaan. Rendahnya cakupan imunisasi (74,1%), akses sanitasi aman (9,3%), dan konsumsi vitamin A (85,2%) memperburuk beban ganda tersebut. Keterpisahan kebijakan penurunan stunting dan pengendalian TBC menyebabkan inefisiensi program. Diperlukan penguatan layanan primer melalui skrining terpadu di Posyandu dan Puskesmas, pemanfaatan data SSGI dan SITT untuk penentuan prioritas, serta intervensi berbasis keadilan sosial guna mempercepat eliminasi TBC tahun 2030 dan penurunan stunting hingga 14,2% pada 2029 menuju Generasi Emas Indonesia 2045.Kata Kunci: stunting; tuberkulosis; siklus gizi-infeksi; kebijakan kesehatan; Generasi Emas 2045
Possible Role of Hidden Hyperthyroidism in Recurrent Supraventricular Tachycardia: Case Report and Brief Review Rico Rudikan; Mochamad Faishal Riza
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52715

Abstract

Supraventricular tachycardia (SVT) is a group of cardiac rhythm disorders characterized by a rapid heart rate, which may be regular or irregular. This condition arises from abnormal electrical activity originating above the His bundle, including the atrioventricular (AV) node and parts of the atria. Although SVT is generally not life-threatening, frequent, or prolonged episodes can significantly impact quality of life and increase the risk of complications. Hyperthyroidism is a well-known cause of various arrhythmias, including SVTs. Elevated thyroid hormone levels lead to overstimulation of adrenergic receptors and altered ion channel function, disrupting cardiac electrophysiological balance. In this report, we present a patient experiencing recurrent SVT episodes who was subsequently diagnosed with previously undetected hyperthyroidism. This case highlights the importance of comprehensive evaluation and maintaining high clinical suspicion to identify underlying conditions contributing to arrhythmias.
Pengaruh Berkumur Rebusan Daun Sirih Hijau (Piper Betle Linn) Terhadap Penurunan Indeks Plak pada Siswa Kelas VIII SMP N 4 Pineleng Jeanne d'Arc Zavera Adam; Anneke A Tahulending; Jeineke E. Ratuela
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52722

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut adalah keadaan yang menunjukkan bahwa di dalam rongga mulut seseorang bebas dari kotoran, seperti plak. Apabila kebersihan gigi dan mulut terabaikan akan terbentuk plak pada gigi geligi dan meluas keseluruh permukaan gigi. Daun sirih memiliki efek antibakteri terhadap streptococcus mutans yang terdapat pada plak gigi.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berkumur menggunakan rebusan daun sirih hijau (Piper Betle L) terhadap penurunan indeks plak Siswa Smp N 4 Pineleng. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu, untuk mengetahui Pengaruh berkumur menggunakan rebusan daun sirih hijau (Piper Betle L) terhadap penurunan indeks plak. Penelitian ini dilakukan pada bulan mei 2025 di Di Smp N 4 Pineleng dengan Jumlah populasi sebanyak 30 responden, sampel adalah total dari populasi. Data diperoleh, ditabulasi kemudian dianalisa menggunakan uji statistik non parametrik dengan metode uji Wilcoxon. Berdasarkan Analisa statistik menggunakan uji Wilcoxon, menunjukkan responden yang mengalami kenaikan 0,00 sedangkan yang mengalami penurunan dengan mean rank 33,50, Dan nilai p = 0,000 < α 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa berkumur dengan rebusan daun sirih hijau efektif terhadap penurunan indeks plak.
Manajemen Strategis Rumah Sakit Menghadapi Tantangan Lanskap Vuca/Bani: Systematic Literature Review dan Implikasinya Pada Manajemen Layanan Keperawatan Purwadhi Purwadhi; Yani Restiani Widjaja; Irandi Putra Pratomo; I Made Gunawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52741

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi manajemen rumah sakit berdasarkan temuan 20 artikel ilmiah yang membahas adaptasi organisasi pada konteks VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dan BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti standar PRISMA 2020. Hasil analisis menunjukkan bahwa manajemen rumah sakit menghadapi tekanan ketidakpastian melalui empat pendekatan utama: penguatan leadership agility, transformasi digital, manajemen sumber daya manusia berbasis kompetensi adaptif, serta pemantapan tata kelola risiko dan manajemen darurat. Literatur juga merekomendasikan strategi peningkatan adaptabilitas dan resiliensi organisasi melalui pembangunan budaya organisasi yang fleksibel, pengembangan learning organization, percepatan integrasi teknologi informasi, serta kolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat kapasitas respons krisis. Secara keseluruhan, studi ini menegaskan bahwa strategi manajemen yang berorientasi pada ketangkasan organisasi dan penguatan kapasitas adaptif merupakan kunci bagi rumah sakit untuk bertahan dan berkembang di tengah kondisi VUCA/BANI. Kata kunci: manajemen rumah sakit, VUCA, BANI, adaptabilitas organisasi, resiliensi organisasi, sistem kesehatan
Faktor Risiko Resistensi Rifampicin Pada Pasien Tuberkulosis di RSUD Dr. J.P Wanane Kabupaten Sorong Serlin Marsela; Lukman Hardia; A.M Muslihin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52743

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan diindonesia. Rifampicin merupakan obat lini pertama yang paling penting dalam pengobatan tuberkulosis. Namun, ketidakpatuhan terhadap pengobatan, durasi terapi yang tidak sesuai standar, serta kondisi komorbid dapat memicu terjadinya resistensi terhadap rifampicin (TB-RO). Sehingga menurunkan keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian resistensi rifampicin pada pasien tuberkulosis di RSUD Dr. J.P. Wanane Kabupaten Sorong menggunakan metode analitik dengan pendekatan case control study, melibatkan 130 pasien TB periode Agustus 2023-Agustus 2025, terdiri dari 39 pasien resisten dan 91 pasien sensitif rifampicin. Data diperoleh melalui rekam medis dan dianalisis menggunakan uji chi-square serta perhitungan odds rasio (OR). Empat variabel yang diteliti yaitu, usia, jenis kelamin, lama pengobatan, riwayat komorbid. Hasil penelitian menunjukkan hanya variabel lama pengobatan yang berhubungan signifikan dengan kejadian resistensi rifampin (P=0,000; P<0,005) pasien dengan durasi pengobatan > 6 bulan memiliki risiko mengalami resistensi dibandingkan pasien yang menyelesaikan pengobatan sesuai standar. Dapat disimpulkan, lama pengobatan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian resistensi rifampicin pada pasien TB di RSUD Dr. J.P. Wanane Kabupaten Sorong. Kata Kunci: Tuberkulosis, Rifampicin, Resistensi Obat, Lama Pengobatan, Faktor Risiko Abstract Tuberculosis (TB) remains a major health problem in Indonesia. Rifampicin is the most important first-line drug in the treatment of tuberculosis. However, non-adherence to treatment, inadequate duration of therapy, and comorbid conditions can trigger rifampicin resistance (RO-TB), thus reducing the success of therapy. This study aims to determine the factors associated with the occurrence of rifampicin resistance in tuberculosis patients at Dr. J.P. Wanane Regional General Hospital, Sorong Regency, using an analytical method with a case-control study approach, involving 130 TB patients from August 2023 to August 2025, consisting of 39 resistant patients and 91 sensitive patients with rifampicin. Data were obtained through medical records and analyzed using the chi-square test and odds ratio (OR) calculation. Four variables studied were age, gender, duration of treatment, and history of comorbidities. The results showed that only the duration of treatment was significantly associated with the incidence of rifampin resistance (P=0.000; P<0.005). Patients with a duration of treatment >6 months had a higher risk of developing resistance compared to patients who completed treatment according to standards. It can be concluded that the duration of treatment is the most influential factor in the incidence of rifampicin resistance in TB patients at Dr. J.P. Wanane Regional Hospital, Sorong Regency. Keywords: Tuberculosis, Rifampicin, Drug Resistance, Treatment Duration, Risk Factors
ANALISIS PREFERENSI MEDIA INFORMASI PENCEGAHAN MALARIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS SENTANI Susi Lestari; Arum Surya Utami; Tiyan Febriyani Lestari; Fetty Satu Ryan Utami
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52750

Abstract

Malaria is a major health problem in Papua Province with a high prevalence and impacts pregnant women, infants, and community productivity. Behavioral factors such as the use of mosquito nets, home environmental conditions, and community knowledge influence the risk of malaria. To support control efforts, this study was conducted to understand the preferences of malaria prevention information media among pregnant women at the Sentani Community Health Center. This study used a non-experimental survey design with a cross-sectional approach that measured variables once without follow-up. The dependent variable was information media preference, while the independent variables included age, education, occupation, knowledge, access to technology, and frequency of information media use. Data were obtained through questionnaires to pregnant women as respondents. The results showed that the majority of pregnant women were aged 20–35 years, had moderate education, were unemployed, had internet access, and had good knowledge about malaria. The most preferred information media was direct counseling (44.4%), followed by digital media (33.3%) and print media (22.2%). There was a significant relationship between age and information media preference (p=0.043), while education, occupation, access to technology, number of pregnancies, and knowledge did not show a significant relationship. In conclusion, direct counseling remains the preferred information medium because it is considered easier to understand and interactive.
Efek Edukasi Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Perawatan Kelambu Insektisida di Puskesmas Harapan Susi Lestari; Fetty Satu Ryan Utami; Arum Surya Utami; Tiyan Febriyani Lestari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52755

Abstract

Malaria mash menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di wilayah dengan angka penularan tinggi. Ibu hamil merupakan kelompok rentan yang membutuhkan pengetahuan memadai mengenai praktik pencegahan, termasuk perawatan kelambu berinsektisida. Penelitian ini bertujuan menganalisis efek intervensi edukasi terhadap perubahan pengetahuan ibu hamil mengenai prosedur perawatan kelambu berinsektisida di Puskesmas Harapan. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest yang melibatkan kelompok intervensi dan kontrol. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok intervensi (Z = -3.624; p = 0,000), sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna (Z = -1.732; p = 0,083). Temuan ini menegaskan bahwa edukasi terstruktur efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil terkait perawatan kelambu berinsektisida. Intervensi edukasi direkomendasikan sebagai strategi pendukung dalam upaya pencegahan malaria pada kelompok ibu hamil
Efektifitas Konseling Menyusui Terhadap Pemberian ASI Eksklusif: Literatur Review Riska Dwi Candrawati; Yufitriana Amir; Misrawati Misrawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52760

Abstract

The World Health Organization (WHO) recommends exclusive breastfeeding for the first 6 months of life and continued breastfeeding until 2 years of age. Although exclusive breastfeeding provides many benefits, globally, the rate of exclusive breastfeeding is still low. Therefore, appropriate strategies are needed to address these factors, including breastfeeding counseling. This literature review aims to assess the effectiveness of breastfeeding counseling on exclusive breastfeeding. The search was limited to scientific papers published between 2021 and 2025 that focused on breastfeeding counseling related to exclusive breastfeeding. Three databases were searched: Science Direct, PubMed, and Springer Link. Of the 295 studies obtained, 8 studies were included in the review. Data were analyzed using deductive thematic analysis. This review shows that breastfeeding counseling is effective in increasing exclusive breastfeeding rates and can improve mothers' self-efficacy. Counseling can be provided starting from pregnancy, continuing after delivery and immediately after delivery, and can be conducted individually or in groups, face-to-face, online, or hybrid.
The Potential of Snake Fruit Peel Extract As A Supplement to Metformin For Antidiabetic Therapy and For Preventing Cell Apoptosis: A Systematic Review Anditri Weningtyas
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52765

Abstract

The white race, especially the adult population, has a prevalence of type 2 diabetes ranging from 3% to 6%. The diabetes frequency in Singapore has greatly escalated in the past ten years. Despite being called a tropical country, Indonesia is the world's second-largest contributor to biodiversity (following Brazil). Approximately 2,500 species of plants are classified as herbs in Indonesia, which has about 30,000 species. An example of these herbs is snake fruit that gives numerous pharmacological effects, such as immunostimulator, antioxidant, antidiabetic, and it improves lipid profile. A lot of types of snake fruit can be found in Indonesia, and their various content are likely to appear due to the different types of snake fruit's physical conditions, as indicated in the previous research. Phenolic compounds and flavonoid groups can inhibit the α-glucosidase enzymes due to being capable of neutralize free radicals, and eventually, pancreatic beta cell apoptosis can be prevented. Methods use Systematic Review by conducting literature searches using PubMed and Ebsco. The literature discusses snake fruit, antidiabetic and cell apoptosis. There are six studies, concluding that snake fruit can be antidiabetic and it prevents cell apoptosis. Snake fruit can be an antidiabetic alternative in the treatment of diabetes, particularly in preventing cell apoptosis.