cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Hubungan Indeks Masa Tubuh dan Aktifitas Olahraga dengan Risiko Ergonomi Pada Terapis Gigi dan Mulut Di Puskesmas Kota Tasikmalaya Tita Kartika Dewi; Emma Kamelia; Rudi Triyanto; Samjaji Samjaji
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52648

Abstract

Terapis Gigi dan Mulut di Puskesmas sering menghadapi risiko ergonomi akibat tuntutan postur kerja statis berulang, yang dapat memicu Gangguan Muskuloskeletal. Selain faktor lingkungan kerja, faktor individu seperti Indeks Masa Tubuh dan tingkat aktivitas olahraga diyakini memainkan peran penting dalam kerentanan pekerja terhadap risiko ini. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan antara IMT, aktivitas olahraga dengan risiko ergonomi pada TGM di Puskesmas Kota Tasikmalaya. Tujuan: Mengetahui prevalensi risiko ergonomi, status IMT, dan kebiasaan olahraga, serta menganalisis hubungan statistik antara IMT dan aktivitas olahraga dengan risiko ergonomi pada TGM di Puskesmas Kota Tasikmalaya. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh TGM di Puskesmas Kota Tasikmalaya dengan Sampel sebanyak 30 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data IMT melalui antropometri, aktivitas olahraga menggunakan kuesioner Baecke, Risiko ergonomi menggunakan kuesioner Nordic Body Map. Analisis hubungan menggunakan uji rank spearman. Hasil: Dari 30 responden TGM, 56% responden termasuk dalam kategori gemuk. Mayoritas responden menunjukkan kebiasaan fisik yang kurang aktif sebanyak 70%, 50% responden memiliki risiko ergonomi rendah. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara Indeks Masa Tubuh dengan risiko ergonomi (p-value = 0,034) dan tidak terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan olahraga dengan risiko ergonomi (p-value = 0,251). Kesimpulan: Indeks Masa Tubuh tinggi menjadi faktor risiko signifikan terhadap peningkatan risiko ergonomi pada Terapis Gigi dan Mulut di Puskesmas Kota Tasikmalaya. Meskipun mayoritas responden memiliki kebiasaan olahraga yang tidak aktif, variabel ini tidak terbukti secara statistik berhubungan dengan risiko ergonomi. Intervensi kesehatan kerja perlu difokuskan pada program manajemen berat badan bagi TGM
Psychosocial Pathways Linking Maternal Mental Health and Family Resilience to Child Linear Growth in Low and Middle Income Countries Siti Nafiah; Zuly Daima Ulfa; Afiah Afiah; Syafriani Syafriani; Sri Achadi Nugraheni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52649

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di banyak negara berpendapatan rendah dan menengah, sementara faktor psikososial seperti kesehatan mental ibu dan ketahanan keluarga belum sepenuhnya terintegrasi dalam intervensi. Tujuannya mengidentifikasi (1) hubungan antara kesehatan mental ibu dan pertumbuhan linear anak, (2) jalur psikososial yang menghubungkan keduanya, serta (3) peran ketahanan keluarga sebagai faktor protektif atau risiko. Metode Studi ini merupakan tinjauan pustaka sistematis dari studi observasional yang mengkaji jalur psikososial yang menghubungkan kesehatan mental ibu, konteks keluarga dan pengasuhan, serta pertumbuhan linear anak di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, pelaporan tinjauan ini berpedoman pada pernyataan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020, yang memberikan panduan terbaru tentang pelaporan tinjauan sistematis yang transparan. Hasil dua puluh studi memenuhi kriteria inklusi dan dinilai menggunakan instrumen penilaian kualitas Joanna Briggs Institute. Sebagian besar studi menunjukkan bahwa gejala gangguan kesehatan mental ibu berhubungan dengan pertumbuhan linear yang lebih rendah dan risiko stunting yang lebih tinggi, melalui jalur psikososial seperti praktik pengasuhan, kapasitas fungsional ibu, konflik keluarga, dan dukungan sosial. Simpulan temuan tersebut mendukung hipotesis bahwa kesehatan mental ibu yang buruk dikaitkan dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dibandingkan usianya dan kemungkinan terhambatnya pertumbuhan (stunting) yang lebih tinggi.
Efektivitas Senam Jantung Sehat Terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi di Panti Sosial Karawang Beatrix Elizabeth; Aprilina Sartika; Previarsi Rahayu; Aria Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52654

Abstract

Peningkatan usia menyebabkan penurunan fungsi organ, termasuk sistem kardiovaskular, sehingga lansia lebih rentan mengalami hipertensi. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan tepat. Salah satu upaya non farmakologis yang dapat diterapkan adalah senam jantung sehat, yang diketahui mampu meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah, serta mencegah penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah, sehingga elastisitas pembuluh darah tetap terjaga terutama pada usia lanjut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh senam jantung sehat terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia hipertensi. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental dengan pendekatan Two Group Pre-Post, melibatkan 40 lansia hipertensi yang dipilih melalui random sampling. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi dan kontrol. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, sehingga analisis menggunakan Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada kelompok intervensi, dengan tekanan darah sistolik turun dari 165,20 mmHg menjadi 153,65 mmHg dan diastolik dari 100,85 mmHg menjadi 92,95 mmHg (p < 0,001). Sementara itu, kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna. Temuan ini menegaskan bahwa senam jantung sehat efektif sebagai intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengendalikan hipertensi pada lansia.
Efektivitas Senam Kaki dan Akupresur Terhadap Kadar Gula Darah Pada Lansia Dengan Diabetes Mellitus Tipe 2: Studi Quasi-Eksperimen di PRSLU Karawang Aprilina Sartika; Yulidian Nurpratiwi; Lily Herlina; Nurhayati Nurhayati; Aria Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52655

Abstract

Lansia dengan Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 memiliki risiko tinggi mengalami ketidakstabilan kadar gula darah akibat penurunan fungsi fisiologis dan keterbatasan aktivitas fisik. Intervensi nonfarmakologis seperti senam kaki dan akupresur banyak digunakan, namun bukti komparatif mengenai efektivitas keduanya pada lansia institusional masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan efektivitas senam kaki dan akupresur terhadap penurunan kadar gula darah pada lansia dengan DM tipe 2. Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental two-group pre–post test dilakukan di PRSLU Karawang pada Mei–Juli 2025 dengan sampel 32 lansia DM tipe 2 yang dibagi menjadi dua kelompok intervensi. Kadar gula darah diukur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua intervensi efektif menurunkan kadar gula darah, namun penurunan pada kelompok senam kaki lebih besar dibandingkan kelompok akupresur. Senam kaki menurunkan kadar gula darah rata-rata sebesar 42,31 mg/dL, sedangkan akupresur sebesar 3,87 mg/dL. Disimpulkan bahwa senam kaki dan akupresur efektif menurunkan kadar gula darah pada lansia dengan DM tipe 2, namun senam kaki memiliki efektivitas yang lebih besar dan lebih bermakna secara klinis. Senam kaki direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis utama dalam pengendalian glikemik pada lansia, khususnya di lingkungan institusional, sementara akupresur dapat digunakan sebagai terapi komplementer pendukung.
The Effectiveness of Early Interventions in Post-Ischemic Stroke Patients on Neurological Recovery And Quality of Life: A Systematic Review Wisnu Guntur Prakoso; Sriyono Sriyono; Erna Dwi Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52684

Abstract

Abstract Introduction: Individuals recovering from ischemic stroke often endure significant neurological impairments, including motor deficits, cognitive challenges, and emotional disturbances. These complications substantially reduce their quality of life and impose a heavy burden on both the healthcare system and caregivers. Objective: This systematic review aims to evaluate the effectiveness of early interventions in improving neurological recovery and quality of life in post-ischemic stroke patients. Method: A structured literature review was conducted following the PRISMA guidelines. Five major databases (Scopus, PubMed, Science Direct, Web of Science, and ProQuest) were systematically searched using defined keywords. Articles were screened and selected based on pre-established eligibility criteria, and quality appraisal was carried out using Joanna Briggs Institute (JBI) tools. Results: A total of 11 studies met the inclusion criteria. Most early interventions were initiated within 24 to 72 hours after stroke onset. The results consistently showed that early rehabilitation, nursing care, occupational therapy, and other multidisciplinary approaches contributed to significant improvements in neurological function, daily living activities, and health-related quality of life. Conclusion: Early interventions administered during the acute phase of ischemic stroke are effective in enhancing recovery and improving quality of life. These findings highlight the importance of timely, structured, and multidisciplinary stroke rehabilitation programs as a standard part of stroke management. Keywords: Early intervention, ischemic stroke, neurological recovery, quality of life, stroke rehabilitation
Peran Early Goal Directed Therapy (EGDT) dalam Managemen Awal Sepsis Terhadap Mortalitas, Keseimbangan Cairan, dan Lama Perawatan: Tinjauan Sistematis Fadilla Nur Safitri; Masfuri Masfuri; Muhamad Adam; Riri Maria
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52685

Abstract

Sepsis is a life-threatening organ dysfunction. Early management of sepsis is key to preventing worsening of the patient's condition. Early Goal-Directed Therapy (EGDT) is a method of early sepsis management that has been used for the past 10 years and is an important intervention in the early care of sepsis, the effectiveness and implementation of which are increasingly developing. EGDT is believed to provide comprehensive sepsis management and provide better benefits to sepsis patients. This systematic review aims to compile research findings from the past 10 years regarding the role of EGDT on outcome variables that indicate improvement in sepsis patients. The literature search used PRISMA guidelines from seven database sources and publishers: Science Direct, ProQuest, PubMed, Clinical Key, Scopus, Taylor & Francis, and Springer Nature. Ten articles were subjected to research critique using JBI Critical Appraisal Tools. Several studies have shown that the implementation of EGDT shows significant improvements in mortality, fluid balance, and length of stay. Modification of EGDT with the use of ultrasonography or echocardiography in monitoring fluid responsiveness shows better results in the initial management of sepsis.
Game-Based Learning Anemia (GBLA) Untuk Meningkatkan Pengetahuan Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri: Studi Quasi Eksperimen di SMK Pasundan 2 Garut Bayyin Sazty Noer; Asri Handayani Solihin; Deris Riandi Setiawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52686

Abstract

Pendahuluan: Anemia masih menjadi masalah kesehatan pada remaja putri yang banyak dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan terkait pencegahan anemia. Metode pendidikan kesehatan konvensional sering kali kurang menarik bagi remaja digital native, sehingga diperlukan pendekatan edukasi yang lebih inovatif dan interaktif. Game-Based Learning Anemia (GBLA) dikembangkan sebagai media pembelajaran berbasis permainan digital untuk meningkatkan keterlibatan dan pengetahuan remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental pretest–posttest with control group yang dilaksanakan pada Juni 2025 di SMK Pasundan 2 Garut. Sebanyak 56 remaja putri dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (GBLA) dan kelompok kontrol (leaflet), masing-masing 28 responden. Pengukuran pengetahuan pencegahan anemia dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji nonparametrik, yaitu uji Wilcoxon dan uji Mann–Whitney U. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan pencegahan anemia yang signifikan pada kedua kelompok setelah intervensi (p < 0,001). Namun, peningkatan skor pengetahuan pada kelompok intervensi lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Perbedaan skor pengetahuan post-test antara kedua kelompok menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik (p=0,001). Kesimpulan: Game-Based Learning Anemia (GBLA) efektif meningkatkan pengetahuan pencegahan anemia pada remaja putri. Metode ini direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam program pendidikan kesehatan berbasis sekolah dan kegiatan promosi kesehatan remaja sebagai media edukasi yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik remaja.
Keterlambatan Fasciotomi pada Cedera Listrik sebagai Penyebab Amputasi Antebrachii: Laporan Kasus Moh Habib; Mulyadi Mulyadi; Welli Zulfikar; Romy Deviandri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52693

Abstract

Cedera listrik merupakan bentuk trauma energi tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan mendalam, sering kali tidak sesuai dengan gambaran permukaan kulit. Salah satu komplikasi paling serius adalah sindrom kompartemen, yang membutuhkan fasciotomy segera dalam kurun waktu emas (golden time). Laporan kasus ini membahas seorang laki-laki 28 tahun yang mengalami electrical burn injury full-thickness dengan eschar pada regio antebrachii–manus sinistra 2% pasca tersengat kabel listrik tegangan tinggi. Pasien datang 24 jam setelah kejadian dengan keluhan nyeri, kebas, dan hilangnya sensasi pada jari tangan kiri. Pemeriksaan menunjukkan tanda cedera jaringan dalam, disertai peningkatan SGOT/SGPT, hematuria, dan peningkatan kreatinin. Rencana awal fasciotomy tidak dapat menyelamatkan ekstremitas karena jaringan sudah non-viable, sehingga dilakukan amputasi pada level antebrachii. Kasus ini menegaskan pentingnya identifikasi dini dan tindakan fasciotomy segera pada cedera listrik untuk mencegah komplikasi ireversibel. Kata Kunci: electrical burn, fasciotomy, compartment syndrome, amputasi, golden time
Analisa Kandungan Flavonoid dan Uji Efek Nefrotoksik Ekstrak Metanol Kulit Pisang Raja (Musa paradisiaca var. Sapientum) Sintya Sari Dwi Kusumaningrum; Lukman Hardia; A.M Muslihin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52699

Abstract

Kulit pisang raja (Musa paradisiaca var. Sapientum) merupakan limbah organik yang berpotensi mencemari lingkungan, namun mengandung senyawa bioaktif terutama flavonoid yang memiliki berbagai aktivitas biologis. Pemanfaatannya masih belum optimal dan data ilmiah terkait keamanan serta efeknya terhadap fungsi ginjal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rendemen ekstrak metanol kulit pisang raja, kadar flavonoid total, serta mengevaluasi pengaruh pemberiannya terhadap kadar kreatinin serum tikus sebagai indikator fungsi ginjal. Simplisia disiapkan melalui proses sortasi, pengeringan, dan penghalusan, kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan secara spektrofotometri ultraviolet-visible menggunakan pereaksi aluminium klorida. Pengujian efek nefrotoksisitas dilakukan dengan mengukur kadar kreatinin serum sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan bahwa dari 467 gram simplisia diperoleh 84 gram ekstrak kental dengan rendemen 17,99%. Kadar flavonoid total sebesar 29,6 mg/g atau setara 2959,9 QE. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan kadar kreatinin serum sebelum dan sesudah perlakuan (p>0,05). Disimpulkan bahwa ekstrak metanol kulit pisang raja memiliki kandungan flavonoid tinggi dan relatif aman terhadap fungsi ginjal, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan alami bernilai farmakologis sekaligus mengurangi limbah organik.
Pengaruh Media Lembar Balik dan Video Terhadap Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Stimulasi Produksi ASI Yulidian Nurpratiwi; Aprilina Sartika; Risti Tamara Tahanora; Beatrix Elizabeth; Aria Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52700

Abstract

Pemberian edukasi yang efektif pada ibu nifas sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan tentang stimulasi produksi ASI dan mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media lembar balik dan media video terhadap pengetahuan ibu nifas tentang stimulasi produksi ASI serta membandingkan efektivitas kedua media. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest dua kelompok. Populasi dari 50 ibu nifas dengan tehnik total sampling, terbagi rata ke dalam kelompok lembar balik (n=25) dan kelompok video (n=25). Instrumen berupa kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitasnya melalui penilaian expert. Hasil analisis tidak berdistribusi normal sehingga dilakukan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan pada kedua kelompok setelah intervensi lembar balik (p = 0,001) dan video (p = 0,001). Perbandingan antar kelompok menggunakan uji Mann–Whitney menunjukkan peningkatan pengetahuan pada kelompok video lebih tinggi dibanding lembar balik (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa kedua media efektif meningkatkan pengetahuan ibu nifas, namun media video lebih efektif dibanding lembar balik dalam meningkatkan pemahaman mengenai stimulasi produksi ASI.