cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Efektivitas Penggunaan Metode Penyuluhan Sokratik dalam Peningkatan Pengetahuan Tentang Relaksasi Autogenic Pada Keluarga Pasien dengan Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarmukti Saputra, Suanda
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.21117

Abstract

The incidence of hypertension in Indonesia in the population aged >18 years is 34.1%, an increase of 8.3% from the prevalence in 2013. West Java Province ranks second as the province with the highest cases of hypertension in Indonesia, namely 39.6% after Kalimantan. South, namely 44.1%. Hypertension is a condition where a person experiences an increase in blood pressure above normal which results in an increase in morbidity and mortality. When blood pressure increases, hypertensive sufferers can experience headaches. To overcome pain, non-pharmacological therapy is needed in the form of autogenic relaxation. Autogenic relaxation helps individuals to be able to control several body functions such as blood pressure, heart rate, and blood flow. To get optimal results, autogenic relaxation must be carried out regularly 2-3 times a day, and the family as the people closest to the patient have an important role in providing motivation and support to the patient in carrying out this relaxation therapy. Families need to be involved in managing hypertension treatment. Family support itself has the basis of inhibiting the progression of hypertension and can support the success of hypertension therapy. The family has a role in the management of the patient's illness, starting from daily food, physical activity and emotional support which helps the patient to deal with the stress caused by the illness. Counseling is an activity or effort to convey health messages to the community, groups or individuals with the hope that with the message they can gain better knowledge about health, which ultimately can change their behavior. There are two methods in health education, namely the didactic and socratic methods. The socratic counseling method is a method that gives participants the opportunity to actively participate in expressing their opinions. Families of patients with hypertension have the opportunity to be interactive with researchers during research activities. The aim of this research is to determine the effectiveness of using the socratic counseling method in increasing knowledge about autogenic relaxation in the families of patients with hypertension. The sample in this study was the entire family of patients with hypertension in the working area of ??the Mekarmukti Community Health Center who were active in Posbindu Seroja activities, totaling 30 people. The research design used was a one-group pretest-posttest design. The research results showed that the mean pretest score was 83.25 and the mean posttest score was 98.50. From this research it can be concluded that the socratic counseling method is effective in increasing respondents' knowledge about autogenic relaxation in the working area of ??the Mekarmukti Health Center. So it is recommended for Community Health Centers to use the socratic counseling method as a method of providing autegenic relaxation counseling for families of patients with hypertension.
Akurasi Inspeksi Visual Dengan Asam Asetat Untuk Skrining Kanker Serviks: Systematic Literature Review Siboro, Ria Tahoma; Martha, Evi
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.21149

Abstract

Kanker serviks adalah kanker kedua terbanyak yang terjadi pada wanita, hal ini disebabkan  karena kurangnya program skrining yang efektif. Salah satu skrining kanker serviks adalah IVA test,  yang memiliki tingkat sensitivitas dan spesifisitas CIN yang tinggi untuk  kanker serviks dini. Di negara berkembang, Kematian akibat kanker serviks terjadi  karena perempuan tidak memiliki akses untuk skrining dan pengobatan kanker serviks. Oleh karena itu, metode deteksi dini pemeriksaan Visual dengan asam asetat  di pertimbangkan karena   teknik sederhana , murah, dan dapat dilakukan oleh  petugas kesehatan yang terlatih untuk mendeteksi acetowhite di zona transformasi serviks. Tujuan penelitian untuk menilai keakuratan Inspeksi Visual serviks dengan asam asetat (IVA) 5% dalam diagnosis kanker serviks. Penelitian ini menggunakan  metode Systematic literature review dengan  Sumber informasi artikel dilakukan melalui pencarian dari  PubMed, Google Scholar Search, Semantic Scholar Search, OpenAlex Search dan Crossref dalam kurun waktu penerbitan dari tahun 2015 hingga 2022. Dari hasil  jurnal  yang memenuhi syarat untuk tinjauan sistematis  diketahui bahwa akurasi diagnostik pemeriksaan visual menggunakan asam asetat (IVA) adalah 82,4% s.d  95%. Kesimpulan bahwa Pemeriksaan IVA test terbukti memiliki acurasi diagnostic yang tinggi sehingga   dapat menjadi  alternatif potensial  dalam diagnosis kanker serviks.
Analisis Pengetahuan dan Perilaku Beresiko pada Remaja Terhadap Kesehatan Reproduksi Sari, Melia; Wahyono, Tri Yunis Miko
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.21216

Abstract

Meningkatkan kesehatan seksual dan reproduksi (SRH) remaja putri adalah salah satu tujuan utama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pengetahuan yang memadai dan akurat, sikap yang baik, perilaku aman, dan praktik teratur berkontribusi pada SRH remaja putri, kesehatan ibu, dan kesehatan anak. Mempertimbangkan hal ini, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) SRH di kalangan remaja putri Indonesia. Sebuah studi cross-sectional berbasis institusi dilakukan di empat perguruan tinggi di antara remaja putri kelompok usia 16-17 tahun (N=792) menghadiri kelas menengah yang lebih tinggi di kota-kota. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner terstruktur dari jurnal-jurnal terkait (studi literature). Statistik deskriptif dan analisis regresi linier berganda digunakan untuk meringkas KAP terkait SRH dan mengidentifikasi masing-masing faktor terkait. Tingkat pengetahuan remaja putrid tentang pubertas, keluarga berencana, kesehatan ibu, dan HIV/AIDS kurang memuaskan. Mitos yang berbeda umum terjadi di daerah pedesaan tentang menstruasi, yang memberlakukan beberapa larangan pada remaja putri dan wanita dewasa. Koefisien standar beta (?) danPnilai < 0,05 dalam analisis regresi linier menunjukkan bahwa menjadi siswa kelompok IPA (? = 0,29,P<0,001) dan membaca atau menonton isu SRH di media (? = 0,21,P<0,001) berhubungan secara signifikan dengan tingkat pengetahuan remaja putri yang lebih tua dalam hal ini. Selanjutnya menjadi mahasiswa kelompok IPA (? =0,17,P<0,001), pemukiman perkotaan (? = 0,20,P<0,001), komunikasi SRH rutin (minimal sebulan sekali) dengan ibu/saudara/teman (? = 0,10,P=0,003), dan membaca atau menonton konten SRH apa pun di media (? = 0,22,P<0,001) muncul sebagai prediktor sikap positif remaja putri terhadap isu SRH. Selain itu, menjadi siswa kelompok IPA (? = 0,07,P=0,048), pemukiman perkotaan (? =0,22,P<0,001), diskusi SRH rutin dengan ibu/saudara perempuan/teman (? = 0,09,P=0,005), pra-pengetahuan pada periode sebelum menarche (? = 0,12,P<0,001), dan membaca atau menonton konten SRH apa pun di media (? = 0,18,P<0,001) adalah faktor terpenting yang mempengaruhi praktik kebersihan SRH secara teratur. Studi ini menyarankan penguatan program pendidikan komprehensif terkait SRH yang dimasukkan ke dalam kurikulum, penggunaan media massa yang efektif, dan penyediaan materi komunikasi perubahan perilaku. Kata Kunci: Kesehatan seksual dan reproduksi; pengetahuan; sikap; praktik; gadis remaja; Indonesia
Kesehatan Mental dan Stres Kerja di Tempat Kerja: Tinjauan Pustaka Sahadewa, Sukma; Durry , Fara Disa
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.21221

Abstract

Stres kerja adalah situasi di mana faktor-faktor terkait pekerjaan berinteraksi dengan seorang karyawan, mengubah kondisi psikologis dan fisiologisnya sedemikian rupa sehingga orang tersebut terpaksa menyimpang dari fungsi normalnya. Stres yang berhubungan dengan pekerjaan dapat merusak kesehatan fisik dan mental seseorang, sementara tingkat stres yang tinggi berhubungan dengan pembolosan staf yang tinggi dan tingkat produktivitas yang rendah. Peningkatan tekanan psikologis pada petugas layanan kesehatan dikaitkan dengan beban kerja yang berlebihan, kurangnya kontrol tugas, ambiguitas peran, tingkat kepegawaian yang tidak memadai, konflik antara pekerjaan dan peran keluarga, kepuasan kerja yang rendah, keterlibatan yang rendah dalam pengambilan keputusan, tekanan waktu, kurangnya dukungan sosial di tempat kerja dan kesulitan berhubungan dengan pasien. Penting untuk mengidentifikasi faktor risiko utama organisasi dan pekerja untuk meningkatkan keterikatan kerja dan untuk melindungi pekerja layanan kesehatan dari risiko berkembangnya stres kerja dan kelelahan.
Hubungan Motivasi Perawat Dengan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di RSUD Dr.M.M.Dunda Limboto Syamsuddin, Fadli; Rokani, Muriyati; Nasibu, Sirlan
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.21397

Abstract

Kurangnya kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan dapat disebabkan oleh banyak faktor diantaranya motivasi perawat. Rendahnya motivasi perawat dapat mempengaruhi kualitas pelayanan dan menjadi faktor penyebab perawat menjauh dari profesinya sebagai tenaga pelayanan keperawatan yang memberikan asuhan keperawatan dari bio-psiko-sosio-spritual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan motivasi perawat dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di RSUD Dr.M.M.Dunda Limboto. Desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study, populasi sebanyak 126 perawat, jumlah sampel 33 orang menggunakan tekhnik sampling accidental sampling dalam penelitian ini. Hasil penelitian diperoleh mayoritas responden memiliki motivasi tinggi sebanyak 24 responden (72,7%) dan pendokumentasian asuhan keperawatan mayoritas baik sebanyak 27 responden (81,8%.). Responden yang motivasinya kurang mayoritas pendokumentasian asuhan keperawatannya juga kurang yaitu sebanyak 6 responden dan pendokumentasian asuhan keperawatan yang baik sebanyak 3 responden. Sementara, responden yang memiliki motivasi yang tinggi keseluruhan melakukan pendokumentasian asuhan keperawatan juga dengan baik yaitu sebanyak 24 responden. Hasil uji statistik chi-square didapatkan nilai p-value 0,000 (? <0,05). Kesimpulan ada hubungan motivasi perawat dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di RSUD Dr.M.M.Dunda Limboto.
Analisis Faktor Risiko Lingkungan dan Perilaku Pada Kejadian Karies Gigi Anak Sekolah Dasar di Kecamatan Kempas Kab.Indragiri Hilir Ali, Muhammad; Nurjazuli, Nurjazuli; Sulistiyani, Sulistiyani; Budiono, Budiono; Hanani, Yusniar
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.21534

Abstract

Karies gigi merupakan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme dalam rongga mulut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan umur, jenis kelamin, kadar fluor, pH, kebiasaan makan manis, riwayat karies gigi dalam keluarga, kebiasaan menggosok gigi, frekwensi dan waktu sikat gigi dengan kejadian karies gigi anak sekolah dasar di Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Metode penelitian dengan cross sectional, uji chi square.Sampel sebanyak 367 anak sekolah.tidak terdapat hubungan dari variabel umur (p value<0,907) dan variabel jenis kelamin (p value<0,551) dengan kejadian karies gigi anak sekolah, sedangkan pada variabel riwayat karies gigi dalam keluarga (p value>0,017), pH (p value>0,000), kadar fluor (p value>0,000), kebiasaan makan manis (p value>0,000), kebiasaan menggosok gigi (p value>0,000), frekwensi dan waktu sikat gigi (p value>0,000) dengan kejadian karies gigi anak sekolah dasar di Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Kebiasaan makan manis merupakan variabel confounding dari pH.
Hubungan Mekanisme Koping Dengan Kualitas Hidup Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Desa Kualu Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang Sabania, Sabania; Alini, Alini; Hidayat, Ridha; Novrika, Bri
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.21709

Abstract

Abstrak Diabetes melitus memiliki dampak negatif yang cukup besar pada kualitas hidup. Lingkup kehidupan seperti kebebasan makan, aktivitas fisik dan kehidupan kerja yang terpengaruh secara negatif. Kualitas hidup seseorang dengan kondisi diabetes melitus menurun meliputi fungsi fisik, fungsi sosial, kesehatan mental, kesehatan umum, nyeri, perubahan peran karena perubahan fisik dan emosional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe II di Desa Kualu Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang. Jenis penelitian ini adalah desain crossectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14-19 Juli 2023 dengan jumlah sampel 66 orang diperoleh menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square pada tingkat kepercayaan 95% (0,05), maka didapatkan p value = 0,028 (p?0,05). Sehingga terdapat hubungan antara mekanisme koping dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe II di Desa Kualu Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan penderita diabetes melitus tipe II untuk lebih memperhatikan kualitas hidup dengan memperhatikan lingkup kehidupan, dan faktor yang berpengaruh seperti faktor psikologis dan emosional. Kata Kunci: Mekanisme Koping, Kualitas Hidup
Neglected Paraphimosis with Hemorrhagic Mucosal Suffusion that Develops into Glans Penile Necrosis : A Rare Case Report Himawan, Herinto; Yudha, Fajar Gemilang Purna; Wibowo, Donny Austine
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.21760

Abstract

Paraphimosis is an urological emergency which the narrow end of the prepuce is pulled up over the glans penis, compressing the shaft of the penis and causing pain and swelling of the penis. 1 This condition can cause ischemia in the area distal to compression and lead to tissue necrosis. 2 We present a rare case report of Neglected Paraphimosis with Hemorhagic Mucosal Suffusion that Develops into Glans Penile Necrosis. 13 years old boy with medical history of autism spectrum disorder come to hospital with chief complaint of Hemorhagic Mucosal Suffusion and edema in the glans penis. Physical examination showed Hemorhagic Mucosal Suffusion that surrounding sulcus coronarius and swollen glans penis. Blood clot evacuation was performed and necrosis was seen in the area covered by the blood clot to the glans penis. Penectomy and urethra reconstruction was performed because there is no viable tissue in the distal of the Hemorhagic Mucosal Suffusion. Paraphimosis is an urological emergency that typically affects uncircumcised children and adult. If the problem is not treated effectively, it can develop to infection and vascularization compromise, which can lead to glans necrosis. Necrosis of the glans as a consequence of paraphimosis is an uncommon occurrence. As stated in various situations, the management in dealing with paraphimosis that develop into glans necrosis is variable and corresponds to the clinical condition of the patient. Paraphimosis is a urological emergency that must be managed right away because delay in treatment can cause necrosis. the management in dealing with paraphimosis that develop into glans necrosis is variable and corresponds to the clinical condition of the patient. Keywords: Paraphimosis, glans necrosis, glans edema, neglected paraphimosis, glans hemorhagic
Dampak Dukungan Sosial dan Keluarga Terhadap Kepatuhan Pengobatan Hipertensi Pada Pasien Hipertensi : Literature Review Annisa, Aulia; Surjoputro, Antono; Widjanarko, Bagoes
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.21773

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kondisi medis yang memerlukan perawatan jangka panjang. Dukungan sosial dan keluarga berperan penting dalam pengobatan hipertensi. Pada pengobatan hipertensi, dukungan sosial keluarga merupakan elemen penting yang membantu pasien untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari dukungan sosial dan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan hipertensi pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode scoping review dengan menggunakan pendekatan PRISMA. Database yang digunakan pada penelitian ini adalah dari Google Scholar, Pubmed dan Proquest dengan seleksi artikel kurun waktu pada 5 tahun terakhir. Artikel ini menunjukkan bahwa dampak dukungan sosial dan keluarga mempengaruhi kepatuhan pengobatan hipertensi pada pasien hipertensi. Dukungan sosial keluarga memainkan peran penting dalam mengurangi tekanan psikologis dan meningkatkan kepatuhan pasien. Dukungan sosial dan keluarga dapat mempengaruhi kepatuhan pasien hipertensi. Dukungan sosial dan keluarga dapat membuat pasien hipertensi tetap termotivasi dan memperkuat kesejahteraan psikologis mereka dalam meningkatan kepatuhan pengobatan. Dukungan social dan keluarga merupakan komponen yang sangat bermanfaat dan sebagai faktor yang mendorong perubahan kepatuhan.
Pengaruh Terapi Dzikir Dan Air Wudhu Terhadap Kualitas Tidur Pada Dan Kecemasan Pada Ibu Hamil Istikomah, Istikomah; Anggraeni, Sumi; Diana, Sirlii; Sumarni, Sumarni; Rohayati, Rohayati
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.21842

Abstract

Gangguan tidur dan kecemasan yang dialami wanita hamil dalam kejadian ini meningkat pada trimester ketiga hingga 60%. Terapi air wudhu atau dengan pendekatan spiritual dan menggunakan air yang di basuhkan pada bagian-bagian tubuh sambil mendekatkan diri kepada Allah SWT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi air wudhu terhadap kualitas tidur sebelum tidur pada ibu hamil trimester III. Desain penelitian preeksperimental dengan pre test dan post test without control desain. Penelitian ini akan dilaksanakan pada Ibu HamiI dengan usia kehamilan lebih dari 28 minggu di PMB Pringsewu pada bulan Juli-Agustus 2023 yang berjumlah 35 orang setiap kelompok. Pengukuran kualitas tidur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan pengukuran kecemasan menggunakan kuesioner Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS). Analisis data menggunakan uji T Paired test. Hasil penelitian didapatkan penurunan skor PSQI sebanyak -1,26 ± 0,59, yang berarti kualitas tidur membaik. Penurunan skor PASS sebanyak -12,65 ± 8,01, yang berarti kecemasan ibu hamil berkurang. Hasil uji statistik didapatkan P value 0,000 yang berarti bahwa ada Pengaruh terapi air wudhu sebelum tidur terhadap kualitas tidur dan kecemasan pada ibu hamil trimester III di PMB Kabupaten Pringsewu. Terapi air wudhu dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi kecemasan pada ibu hamil.

Page 53 of 242 | Total Record : 2415