cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Hubungan Antara Diabetes Distress Dengan Self Care Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Puskesmas Oesapa Kota Kupang Nugroho, Febtian Cendradevi; Banase, Emiliandry F.T.; Hamu, Antonia Helena; Making, Maria Agustina; Vanchapo, Antonius Rino; Nubi, Lambertus Boro; Banggut, Emanuel Destianus
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.20248

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe II adalah salah satu penyakit tidak menular yang jumlah penderitanya semakin meningkat di setiap tahun. Pasien diabetes mellitus tipe II mengalami perubahan, baik secara fisik maupun psikologis. Pasien juga dituntut untuk mengubah gaya hidurp dan memiliki manajemen diri yang baik. Kekhawatiran yang timbul terkait Kesehatannya dan manajemen diri menimbulkan sebuah kondisi yang disebut dengan diabetes distress. Kondisi tersebut dapat memberikan dampak bagi manajemen diri diabetes mellitus pasien.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara Diabetes Distress dengan self care pasien Diabetes Mellitus Tipe II. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan design cross sectional. Uji Chi square digunakan untuk menganalisa hubungan antara diabetes distress dengan self care pasien diabetes mellitus tipe II. mayoritas responden sejumlah 56% memiliki diabetes distress dengan level moderate dan 49% responden terkategori memiliki self care yang buruk. Setelah dilakukan analisa data, hasilnya menunjukkan nilai 0.048 < 0.05. kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara diabetes distress dan selft care pasien diabetes mellitus tipe II.
Faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Kerja Perawat Pelaksanadi Ruang Rawat Inap RSUD dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur Tahun 2023 Sahputri, Anita; Fitriani, Arifah Devi; Nur’ani, Nur’ani
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.20345

Abstract

Motivasi dan pelaksanaan asuhan keperawatan menentukan kualitas pelayanan keperawatan yang berdampak terhadap kepuasan pasien dan keluarga terhadap pelayanan perawatan.Salah satunya dengan insentif sebagai sarana motivasi yang mendorong  pegawai untuk bekerja dengan kemampuan optimal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan motivasi kerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur. Metode penelitian merupakan kuantitatif yang berjenis korelasi yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana yang ada di Ruang Rawat Inap RSUD dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur sebanyak 133 orang.Sampel diambil dengan menggunakan rumus Slovin sebanyak 57 responden menggunakan teknik simple random sampling.Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner yang telah dikembangkan berdasarkan variabel penelitian. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan gaji dengan motivasi kerja perawat pelaksana dengan nilai p value 0,001, ada hubungan bonus dengan motivasi kerja perawat pelaksana dengan nilai p value 0,001 dan ada hubungan tunjangan dengan motivasi kerja perawat pelaksana dengan nilai p value 0,006.Kesimpulan dari hasil penelitian adalah ada hubungan gaji, bonus dan tunjangan dengan motivasi kerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur.
Hubungan Antara Kualitas Tidur dengan Peningkatan Nilai Indeks Massa Tubuh Berlebih Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Abdurrab Satriyanto, Muhammad Dwi; Maulana, Arung Al; Parnawi, Afi
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.20429

Abstract

More than 1.5 billion students in higher education reported experiencing academic anxiety in April 2020. Personal control is essential to control academic stress, thereby fostering academic achievement. the direction of this research is to define the relationship between academic stress and academic self management in VIII semester undergraduate nursing students. the review study technique uses descriptive quantitative with a cross-sectional approach. The sample used was 79 samples obtained using the technique (total sample). The measurement tools used are Student-life stress inventory (SLSI) and Academic self-management. Data assessment using Rank spearman with a significant level (p-value) 0.05. Results: In the acquisition of research obtained there is no link between academic stress in students with academic self-management of 8th semester, undergraduate nursing students. from the acquisition of data assessment and calculation in this review study it can be concluded that the level of academic stress in final year students at Karsa Husada Health Science College Garut, the majority of informants in the low category, Academic Self-Management of students when preparing a thesis, the majority of informants at a moderate level, and Academic stress levels and academic self-management skills are unrelated in 8th semester undergraduate nursing students writing a thesis.
Pengembangan Aplikasi Pelayanan Antenatal Care Bagi Ibu Hamil di Era Pandemi Covid-19 Terintegrasi Dengan SIDILAN Di Kabupaten Bangka Tengah Oktavia, Liana Devi; Lubis, Astri Yulia Sari
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.20503

Abstract

Deteksi dini kehamilan dengan faktor resiko adalah kegiatan yang dilakukan untuk menemukan ibu hamil yang mempunyai faktor resiko dan komplikasi kebidanan. Deteksi faktor risiko pada ibu baik oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah kematian dan kesakitan. Risiko kehamilan merupakan keadaan ibu hamil yang dapat menyebabkan bahaya, kemungkinan terjadi komplikasi bahkan kematian pada ibu dan janin. Hasil penelitian sebelumnya di wilayah kerja dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Selatan dan di Puskesmas Kenanga diperoleh data bahwa aplikasi SiDILAN dan sibumil-19 efektif digunakan untuk deteksi dini pada ibu hamil. Jenis penelitian ini merupakan pendekatan penelitian dan pengembangan (research and development). Penelitian ini dilaksanakan uji coba dengan melibatkan 25 orang subyek responden dalam hal ini adalah bidan yang ada di wilayah Dinas Kesehatan Bangka Tengah. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa aplikasi terintegrasi SIDLAN dan SIBUMIL-19 dan kuesioner. Tujuan penelitian ini adalah mengintegrasikan antara aplikasi SIDILAN dengan SIBUMIL-19 dalam Upaya deteksi dini risiko pada ibu hamil baik yang dilakukan oleh tenaga kesehatan maupun yang dilakukan secara mandiri oleh ibu hamil. Hasil penelitian diperoleh rerata skor sebesar 4,84 dimana setelah dikonversikan menyatakan bahwa aspek usefulness (kegunaan) dikategorikan dalam kriteria sangat baik, begitu juga dengan aspek Easy of Use, easy of learning dan satisfaction dalam kriteria sangat baik. Hal ini berarti bahwa aplikasi ini memberikan kepuasan dan kemudahan dalam penggunaan
Karakteristik Ibu Nifas dalam Penggunaan Aplikasi Senam Ibu Postpartum (SIMPOR) Lubis, Astri Yulia Sari; Saputri, Nurul Aini Suria; Abilowo, Ashar
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.20539

Abstract

Perdarahan merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian ibu pada masa nifas. 50%-60% karena kegagalan miometrium berkontraksi secara sempurna. Salah satu asuhan untuk memaksimalkan kontraksi uterus pada masa nifas dengan melaksanakan senam nifas, salah satunya guna mempercepat proses involusi uteri. Perkembangan teknologi sangat pesat saat ini, sehingga diperlukan aplikasi senam nifas berbasis android yang informatif, edukatif dan aplikatif. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu nifas yang menggunakan Aplikasi Senam Ibu Postpartum (SIMPOR) dalam melakukan latihan fisik selama postpartum dengan latihan rutin dan bertahap sesuai kemampuan fisik untuk mempercepat proses involusi uteri, yaitu usia, paritas, dan inisiasi menyusu dini. Desain penelitian ini deskriptif. Responden diberikan aplikasi senam ibu postpartum dan menggunakannya selama 2 minggu. Karakteristik responden berdasarkan usia, paritas dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), yaitu rata-rata usia responden adalah 28,90 tahun dengan standar deviasi 4,98. Rata-rata paritas adalah 1,90 dengan standar deviasi 1,02 dan semua melaksanakan IMD. Kesimpulan penelitian bahwa usia, paritas, dan IMD dapat berpengaruh terhadap penurunan tinggi fundus uteri pada ibu postpartum yang melakukan senam postpartum menggunakan Aplikasi SIMPOR. Senam nifas dengan menggunakan Aplikasi SIMPOR dapat diterapkan pada setiap ibu postpartum melalui kelas ibu yang dilaksanakan 1x sebulan sebagai upaya untuk mempercepat proses involusi uteri pada ibu nifas.
Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pertolongan Pertama Anak Tersedak di Tanjungpandan Abilowo, Ashar; Lubis, Astri Yulia Sari; Aini, Septy Nur
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.20540

Abstract

Anak usia toddler menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah dan ibu merupakan seorang yang berperan sebagai pengawas mereka. Sehingga ibu merupakan orang pertama yang bertindak cepat serta harus memiliki pengetahuan yang baik tentang penanganan pertama pada kecelakaan. Kesigapan dan intervensi yang benar penting untuk mengurangi resiko komplikasi kecelakaan. Tersedak merupakan salah satu penyebab utama kematian diantara kejadian tidak disengaja pada anak kecil dan ini berlanjut menjadi masalah hingga usia 14 tahun. Obstruksi jalan napas karena benda asing merupakan salah satu penyebab kematian akibat kecelakaan pada anak-anak <16 tahun. Selain obstruksi jalan napas total karena benda asing yang membutuhkan penanganan segera, obstruksi jalan napas sebagian karena benda asing juga dapat mengganggu pertukaran gas sehingga mengakibatkan dispnea, pneumonia, dan abses. Faktor pendidikan merupakan penyebab tingkat pengetahuan menjadi rendah, faktor kurangnya informasi sehingga seseorang tidak memahami dalam pertolongan pertama pada anak yang mengalami sumbatan jalan napas oleh benda asing. Orang dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan rendah akan menjadi kurang informasi jika tidak mencari informasi yang akurat dan benar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu di Tanjungpandan terkait pertolongan pertama pada anak tersedak Penelitian ini merupakan penelitian deskriptive kuantitatif. Sasaran penelitian ini adalah ibu-ibu di Tanjungpandan Kabupaten Belitung yang memiliki anak usia toddler 1-3 tahun. Teknik sampling dengan purposive sampling. Hasil analisis data diketahui dari 60 responden usia paling muda adalah 20 tahun dan yang paling tua adalah 50 tahun, tingkat pendidikan paling banyak adalah SMA/sederajat, pekerjaan Ibu Rumah Tangga, dan tingkat pengetahuan tentang pertolongan pertama anak tersedak mayoritas ada di tingkat cukup. Kesimpulannya adalah tingkat pengetahuan ibu tentang pertolongan pertama pada anak tersedak adalah cukup baik. Sumber informasi yang mudah diperoleh misalnya visa media sosial, internet, dan jejaring sosial bisa menambah tingkat pengetahuan seseorang.
Seorang Laki – Laki Berusia 59 Tahun dengan Intracerebral Hemorrhage dan Intraventricular Hemorrhage dan Hubungan dengan Hipertensi Stage 2 Saragih, Melinda; Tri, Hening; Grace, Jennifer; Stevany, Nabila
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.20605

Abstract

Perdarahan intraserebral (ICH), salah satu subtipe stroke, adalah suatu kondisi parah dimana hematoma terbentuk di dalam parenkim otak dengan atau tanpa perluasan darah ke dalam ventrikel. ICH non-traumatik mencakup 10-15% dari seluruh stroke dan berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Angka kejadian stroke, baik iskemik maupun hemoragik, pada tahun 2010 berjumlah sekitar 33 juta di seluruh dunia, dengan stroke hemoragik menyumbang hampir sepertiga kasus dan lebih dari separuh kematian. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018 oleh Kementrian Kesehatan RI, prevalensi stroke adalah sebesar 10,9%. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk memaparkan suatu kejadian ICH disertai IVH beserta cara mendiagnosis dan terapi yang diberikan. Pasien merupakan seorang laki – laki yang berusia 59 tahun dengan penurunan kesadaran 1,5 jam sebelum masuk rumah sakit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 6 (E1M3V2), stupor. Pada CT-scan, didapatkan perdarahan pada capsula interna, ganglia basalis, corona radiata dextra. Terdapat perdarahan intraventrikuler, dan tanda – tanda peningkatan tekanan intracranial. Pasien diberikan terapi berupa infus RL 20 tpm, manitol 3x125 cc, injeksi asam tranexamat 4x, injeksi mecobalamin 1x500 mcg, injeksi citicolin 1x250 mg, injeksi nicardipin 0.5 mcg/kgBB/menit, injeksi furosemid 2 amp extra, candesartan 16 mg 1x1, amlodipin 10 mg 1x1. Setelah dilakukan follow-up selama kurang lebih 2 minggu, tampak perbaikan pada kondisi pasien.
Dysphagia As a Clinical Manifestation of Esophageal Achalasia: A Case Report Elizabeth, Elizabeth; Nurhikmah, Siti
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.20618

Abstract

Esophageal achalasia is a disorder of esophagus movement which characterized by lack or absence of esophageal peristalsis and the inability to relax either partially or totally in the lower esophageal sphincter. Esophageal achalasia is a rare case of the disease, the case occurrence rate is 1:100.000 population with a prevalence of 10 per 100.000. The main symptom marker of esophageal achalasia is dysphagia. Accompanied by other symptoms such as regurgitation, cough after eating, nausea, vomiting, weight loss, burning sensation, substernal pain in the early stages and epigastric pain in the advanced stage. A 65-year-old woman patient presented with difficulties in swallowing for approximately 2 months. The results of blood laboratory tests obtained leukocytosis, thrombocytosis and decreased of platelet distribution width (PDW). On electrolyte examination found hyponatremia, hypokalemia and decreased blood chloride. The results of the barium esophagogram examination found narrowing in the distal part of esophagus that resembles the rat’s tail appearance. The patient was diagnosed with esophageal achalasia and referred to another hospital for definitive surgical therapy.
Analisis Tata Laksana Pengobatan Kista Endometriosis Khotimah, Qusnul
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.20682

Abstract

Kista endometriosis yang lebih mudah disebut dengan endometrioma merupakan salah satu keluhan endometriosis. Kista endometriosis terjadi pada setidaknya 10 persen perempuan yang ada di dunia. Resiko kematian akibat endometrioma juga dinilai cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan tata laksana pengobatan yang tepat pada penderita endometrioma. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang tindakan tata laksana endometrioma yang baik dan benar. Diharapkan hal tersebut dapat memberikan manfaat bagi ilmu kesehatan dan kedokteran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan dengan pendekatan studi pustaka. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi kepustakaa. Data yang digunakan adalah data sekunder dari literatur dan publikasi dari sumber terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guna melaksanakan tata laksana pengobatan yang sesuai, perlu dilakukan diagnosis penyakit terlebih dahulu. Diagnosis penyakit dapat dilakukan melalui beberapa jenis pemeriksaan. Hasil pemeriksaan yang menyatakan adanya endometrioma tentu mengharuskan adanya tindakan pengobatan endometrioma. Pengobatan yang dilakukan harus sesuai dengan tata laksana pengobatan endometrioma. Terdapat beberapa tata laksana dalam pengobatan endometrioma. Masing-masing memiliki kesempatan untuk berhasil dan memiliki resiko yang ditanggung. Selain melakukan pengobatan, hal penting yang harus diperhatikan adalah melakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi endometrioma ataupun mencegah terjadinya endometrioma kembali.
Od Pseudofakia, Os Katarak Senilis Imatur, Disfungsi Kelenjar Meibom dan Tinjauan Literatur Andres, Jose; Hayati, Hayati
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.20786

Abstract

Disfungsi kelenjar meibom (DKM) merupakan kelainan kronis dan difus pada kelenjar meibom, yang umumnya ditandai dengan obstruksi duktus terminal dan/atau perubahan kuantitatif/kualitatif pada sekretnya. Prevalensi di Indonesia penderita DKM diketahui sebanyak 56,3%. DKM biasanya diberikan pengobatan berupa pelumas topikal. Pseudophakia merupakan istilah yang digunakan setelah menempatkan lensa buatan ke dalam mata. Juga dikenal sebagai IOL Intraocular lense, implan lensa, atau "lensa mata palsu. Metode penelitian yang digunakan adalah case report dan literature review. Pencarian literatur dengan menggunakan e-book, Pubmed, Google scholar, Medline, Hindawi, Science direct dan Cochrane yang terbit dalam jangka 15 tahun terakhir. Sajian kasus dengan diagnosis kerja: OD. Pseudofakia, OS. Katarak senilis imatur, disfungsi kelenjar meibom, ODS astigmatisma mixtus dan presbiopia dan tinjauan literaturnya. Katarak adalah keadaan kekeruhan pada lensa yang menimbulkan gejala penurunan kualitas penglihatan. Disfungsi kelenjar meibom merupakan kelainan kronis dan difus pada kelenjar meibom, yang umumnya ditandai dengan obstruksi duktus terminal dan/atau perubahan kuantitatif/ kualitatif pada sekretnya. Pseudophakia dikenal dalam bahasa Latin sebagai lensa palsu.

Page 51 of 242 | Total Record : 2415