cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Upaya Penurunan Jumlah Kasus Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Teluknaga Dengan Diagnosis Komunitas Nadia, Sabina Ayu; Oktavia , Anissya Rima; Mulyadi, Ezra Michael; Dewanti, Puspa; Tirtasari, Silviana
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.25830

Abstract

Anemia merupakan kondisi dimana sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Kebutuhan fisiologis berbeda pada setiap orang, dimana dapat mempengaruhi jenis kelamin, tempat tinggal, perilaku merokok, dan tahap kehamilan. Berdasarkan WHO, anemia pada kehamilan ditegakkan apabila kadar hemoglobin (Hb) <11 g/dL. Pada tahun 2019, World Health Organization (WHO) menyatakan sebesar 37% (32 juta) wanita hamil berusia 15–49 tahun menderita anemia. Berdasarkan data Puskesmas Teluknaga, dalam wilayah kerja Puskesmas Teluknaga pada Januari - November 2022 sampai Januari - November 2023 menunjukkan peningkatan sebesar 107,8% kasus dengan nilai Hb <11 mg/dL. Melihat masih tingginya kasus Anemia Ibu Hamil di wilayah kerja Puskesmas Teluknaga, maka perlu dilakukan diagnosis komunitas. Diturunkan angka kejadian anemia ibu hamil dengan cara meningkatkan pengetahuan di Wilayah kerja Puskesmas Teluknaga. kegiatan dilakukan dengan pendekatan diagnosis komunitas. Dilakukan analisis situasi untuk menentukan masalah identifikasi masalah menggunakan Paradigma Blum. Prioritas masalah dengan metode non-scoring technique Delphi. Diagram Fishbone untuk menentukan akar penyebab masalah. Rencana intervensi technique dengan log frame goals. Intervensi dilakukan melalui penyegaran materi anemia ibu hamil ke kader, penyuluhan mengenai anemia ibu hamil kepada ibu hamil. Setelah dilakukan intervensi, didapatkan peningkatan pengetahuan mengenai penyakit Anemia Ibu Hamil >80% pada kader serta ibu hamil Desa Teluknag. Kesimpulan: setelah dilakukan pendekatan diagnosis komunitas, didapatkan Desa Teluknaga sebagai desa dengan jumlah kasus Anemia Ibu Hamil terbanyak, telah diketahui penyebab serta dilakukan intervensi. Setelah penyuluhan, didapatkan peningkatan pengetahuan ibu hamil Desa Teluknaga mengenai Anemia Ibu Hamil.
Pemahaman Keluarga Terhadap Individu Dengan Hambatan Kejiwaan Di Wilayah Kerja Puskesmas Peundeuy Kabupaten Garut Perceka, Andhika Lungguh; Suryawantie, Tanti; Islamiawati, Intan
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.25872

Abstract

Patients with acute psychiatric constraints in Garut Regency in 2022 amounted to 4,054. Improper treatment and handling of patients with psychiatric obstacles can worsen the patient's condition. This study aims to understand family perceptions of care for ODGJ. This research uses a qualitative approach using a phenomenological approach. The population obtained was 40 patients who faced mental barriers by determining the elements of the review study that described the place of research, time, individuals, perceptions, demographics, and activities. The respondents used in this study were 3 (three) family members who have family members with severe ODGJ. The result obtained from this study is that the family's perception of ODGJ treatment is to bring in psychics, smart people, or ustad. This is due to the strong assumption that the cause of ODGJ is witchcraft or possession by spirits, so they decide to do supernatural treatment, in addition to other factors such as cost, as well as the lack of information about mental health programs at health service centers. It is concluded that the three informants believe that mental obstacles are caused by witchcraft and possession by spirits. Medical treatment becomes the last alternative in the treatment method for ODGJ, although in the end the informants can feel a better change after seeing a doctor compared to being taken to a shaman and an ustad.
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Fungsi Kognitif Pada Lansia Marpaung, Okto
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.25893

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), lanjut usia adalah kelompok usia orang yang telah memasuki fase terakhir kehidupan dan telah melampaui usia 60 tahun. Fungsi kognitif lansia menurun seiring bertambahnya usia. Sebagian besar lansia mengurangi aktivitas fisik karena menganggap aktivitas fisik tidak sesuai dengan gaya hidup mereka, meskipun beberapa menyadari manfaatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan fungsi kognitif pada pasien lansia di Klinik Pratama Setia Budi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Klinik Pratama Setia Budi pada 58 orang lansia dengan menggunakan kuesioner Physical Activities Scale for Elderly (PASE) untuk menilai aktivitas fisik dan Montreal Cognitive Assessment Indonesia (MoCa – Ina) untuk menilai fungsi kognitif. Dari penelitian ini didapati hasil bahwasannya pasien lansia yang menjadi sampel penelitian sebanyak 58 orang, yang mayoritas adalah perempuan sebanyak 35 orang (60,4%), korelasi antara skor PASE (aktivitas fisik) dengan skor MoCa-Ina (fungsi kognitif) adalah bermakna dengan nilai korelasi positif dan kuat (0,762) Kesimpulan: Didapati adanya korelasi antara aktivitas fisik dan fungsi kognitif, pada lansia dengan aktivitas fisik yang kurang, akan berbanding lurus dengan berkurangnya kemampuan kognitif.
Analisis Pengaruh Faktor Kepatuhan Kontrol Terhadap Pasien Tuberkulosis Paru Resisten Obat di Kota Medan Simanjuntak, Novita Hasiani; Pane, Grace Chyntia; Gurning, Poltak Poida B.
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.26005

Abstract

Resistensi mycobacterium tuberculosis terhadap obat anti tuberkulosis dapat terjadi akibat pengobatan yang tidak tepat ataupun penularan secara langsung dari pasien tuberkulosis resisten obat. Multi Drug Resistant Tuberculosis (TB MDR) ditemukan sebanyak 132.000 kasus pada tahun 2020 dan sekitar 25.681 kasus untuk Extensively Drug Resistant Tuberculosis (TB XDR). Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor kepatuhan kontrol pada pasien tuberkulosis paru resisten obat di Medan. Metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional dan consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pada 73 subjek penderita tuberkulosis paru resisten obat di Medan. Hasil Penelitian ini menunjukkan Sebagian besar penderita tuberkulosis paru resisten obat adalah pria dalam kelompok usia dewasa, dan merupakan tuberkulosis sekunder. Mayoritas subjek memiliki pengetahuan baik (97,0%), dukungan keluarga baik (97,1%), pelayanan kesehatan baik (98,6%), dan peran pendamping baik (94,0%). Variabel yang paling berpengaruh terhadap kepatuhan kontrol pasien tuberkulosis paru resisten obat di kota Medan berdasarkan analisis multivariat yaitu pelayanan kesehatan (p-value 0,001) dengan nilai OR 204,00. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya pengaruh pengetahuan (p?0,044), dukungan keluarga (p?0,007), dan pelayanan kesehatan (p?0,000) terhadap kepatuhan kontrol. Peran pendamping tidak memiliki pengaruh terhadap kepatuhan kontrol. Kesimpulannnya yaitu Pengetahuan, dukungan keluarga dan pelayanan kesehatan merupakan faktor yang mempengaruhi kepatuhan penderita tuberkulosis paru resisten obat di Medan untuk kontrol. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk mengoptimalkan faktor-faktor tersebut sehingga kesembuhan tuberkulosis paru resisten obat di Medan meningkat.
Perbandingan Kadar PGE2 pada Mikroenkapsulasi MSC dan HSC-CD34 sebagai Potensial Terapi Seluler MDR-TB Simaremare, Ade Pryta R.
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.26024

Abstract

Latar belakang penelitian ini untuk melawan Tuberkulosis (TB) telah digunakan obat-obatan selama puluhan tahun, namun selama perjalanannya juga telah menghasilkan strain yang resistan terhadap satu atau lebih obat-obat ini, yang disebut dengan multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB). Terapi konvensional untuk MDR-TB sangat menantang dan membutuhkan waktu yang panjang sehingga dapat menyebabkan efek merugikan yang signifikan terhadap pasien. Selama satu dekade terakhir, pengobatan untuk penyakit degeneratif, infeksi dan metabolik telah berkembang ke arah terapi seluler, khususnya penggunaan terapi stem cell. Stem cell akan mengeluarkan parakrin yang berperan sebagai immunomodulator dan antiinflamasi salah satunya PGE2. Masih belum diketahui bagaimana kadar parakrin PGE2 yang dihasilkan oleh mikroenkapsulasi yang akan digunakan sebagai studi preliminari untuk terapi seluler MDR-TB. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan terapi seluler MDR TB dengan menggunakan parakrin kapsulasi mesenchymal stem cell dan hematopoietic stem cell asal tali pusat. Metode penelitian ini terdiri atas 2 tahap, dimana pada tahap pertama merupakan isolasi, kultur dan enkapsulasi mesenchymal stem cell dan hematopoietic stem cell. Tahap kedua merupakan uji kadar PGE2 pada stem cell yang dimikroenkapsulasi pada hari ke-7, ke-14, dan ke-21. Hasilnya menunjukkan Kadar PGE2 yang dihasilkan oleh mikroenkapsulasi MSC meningkat secara lebih signifikan dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh mikroenkapsulasi HSC-CD34. Dengan menggunakan mikroenkapsulasi membuat PGE2 tidak dapat berdifusi keluar sehingga akan menjadi sarana penghantaran yang baik menuju organ yang bermasalah.
Efek Rokok Elektrik terhadap Organ Jantung Simorangkir, Saharnauli J.Verawaty; Tarigan , Gideon
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.26025

Abstract

Rokok elektrik dipercaya mampu mengurangi gejala ketagihan dan putus merokok dengan memberikan uap nikotin tanpa pembakaran tembakau. Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa rokok elektrik berbahaya bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh paparan asap rokok elektrik terhadap jaringan jantung tikus jantan galur Balb'C. Tikus-tikus tersebut dibagi menjadi 4 kelompok yang masing-masing terdiri dari 6 ekor tikus, dan diberi perlakuan sebagai berikut: tikus pada Kelompok 1 (kelompok kontrol) diberi makanan dasar, Kelompok 2 diberi paparan uap rokok elektrik dengan nikotin 0 mg/ml. ; Kelompok 3 terpapar uap rokok elektrik dengan nikotin 3 mg/ml; Kelompok 4 dipapar uap rokok elektrik dengan nikotin 6 mg/ml. E-liquid biasanya terbuat dari 70% propilen glikol (PG), 30% gliserol (Gly), nikotin, dan rasa oat stroberi. Setelah pemaparan, jaringan jantung mencit diperiksa menggunakan pewarnaan Haemothyxylin Eosin (HE). Hasil seluruh kelompok perlakuan menunjukkan tingkat kerusakan yang parah. Penelitian ini menunjukkan bahwa menghirup asap rokok elektrik merusak organ jantung, namun komponen rokok elektrik mana yang menyebabkan kerusakan tersebut tidak dapat ditentukan secara pasti.
Efek Parakrin Interleukin 10 Enkapsulasi Sel Punca Mesenkimal Sibuea, Christine Verawaty; Silaen, Rachel Teodora; Samosir, Sarah Christina br; Kuara, Glenessa; Ginting, Kharnis Marsha Madora
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.26027

Abstract

Sel punca mesenkimal memiliki kemampuan proliferasi dan diferensiasi yang tinggi, sebagai imunoregulator dan efek parakrin. Hal ini menyebabkan terapi seluler sel punca mesenkimal banyak digunakan untuk penanganan penyakit infeksi dan degeneratif. Kemampuan imunoregulator sel punca mesenkimal disebabkan karena adanya efek parakrin sel punca mesenkimal yang mensekresikan growth factor dan sitokin proinflamasi. Singkatnya persistensi sel punca mesenkimal pada terapi seluler mempengaruhi kemampuan efek parakrin dan imunoregulator; sehingga fungsi immunomodulator, antiinflamasi dan regenerasi jaringan tidak maksimal. Enkapsulasi sel punca mesenkimal memungkinkan retensi viabilitas sel punca mesenkimal, sehingga meningkatkan efek parakrin dan imunoregulator. Interleukin 10 (IL-10) merupakan salah satu sitokin proinflamasi yang memiliki peranan penting dalam meregulasi respon imun. Penelitian ini menganalisa kadar IL-10 pada enkapsulasi sel punca mesenkimal. Sel punca mesenkimal dikapsulasi dengan menggunakan alginate cross linked dengan CaCl2, dan dikultur hingga 21 hari. Kadar IL-10 dianalisa dengan metode ELISA. Kadar IL-10 menurun pada hari ke-7 dan kembali meningkat pada hari ke-14. Enkapsulasi menjaga sel punca mesenkimal dari lingkungan luar kapsul dan mempertahankan efek parakrin. 
Kadar TNF ( Mikroenkapsulasi Sel Punca Hematopoietik CD34+ Sibuea, Christine Verawaty; Sibarani, Joseph Partogi; Silaen, Rachel Teodora; Samosir, Christina br; Kuara , Glenessa; Ginting, Kharnis Marsha Madora
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.26029

Abstract

Sel punca hematopoietik CD34+ memiliki memiliki kemampuan angiogenik, plastisitas dan sebagai imunoregulator. Hal ini menyebabkan sel punca hematopoietik CD34+ banyak digunakan pada terapi seluler. Rendahnya kemampuan proliferasi dan rendahnya viabilitas migrasi ke host, memberikan keterbatasan pendekatan terapi seluler yang menggunakan sel punca hematopoietik CD34+. Enkapsulasi mempertahankan fungsi sel punca hematopoietik CD34+ dan dapat meregulasi sistem imun. Tumor Necrosis Factor ( (TNF() merupakan molekul pro-inflamasi yang berperan penting dalam imunoregulasi. TNF( berperan penting dalam reaksi penolakan transplantasi sel punca hematopoietik CD34+. Penelitian ini menganalisa kadar TNF(pada enkapsulasi sel punca hematopoietik CD34+. Sel punca hematopoietik CD34+ dikapsulasi dengan menggunakan alginate cross linked dengan CaCl2, dan dikultur hingga 21 hari. Kadar TNF( dianalisa dengan metode ELISA. Kadar TNF( menurun pada hari ke-7 dan tidak ditemukan hingga hari ke-21. Enkapsulasi menurunkan kadar TNF( dan dapat digunakan untuk pengembangan terapi seluler sel punca hematopoietik CD34+.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Lansia Tentang Osteoporosis Terhadap Pelaksanaan Aktivitas Fisik di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 4 Salsabila, Shafa; Dolifah, Dewi; Rahmat, Delli Yuliana
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.26086

Abstract

Lansia merupakan kelompok umur rentan terhadap gangguan kesehatan dan penyakit yang membuat lansia kesulitan untuk beraktivitas fisik sehari-hari. Osteoporosis dijuluki sebagai “silent killer disaese”. Jika sudah terjadi kerapuhan tulang maka menimbulkan rasa nyeri yang membuat lansia menghindari aktivitas fisik. Hal ini disebabkan dengan minimnya pengetahuan mengenai osteoporosis beserta tingkat pengetahuan lansia sendiri masih kurang atau tidak tahu sama sekali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan lansia tentang osteoporosis terhadap pelaksanaan aktivitas fisik di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 4. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sample penelitian menggunakan teknik total sampling, melibatkan 34 lansia sebagai responden. Analisis data dilakukan uji chi-square. lansia yang mempunyai tingkat pengetahuan kurang dan memiliki tingkat aktifitas rendah sebanyak 29 responden (85.29%) lalu lansia dengan tingkat pengetahuan sedang dan memiliki pengetahuan cukup sebanyak 4 responden (11.77%) selain itu lansia dengan tingkat pengetahuan cukup dan memiliki aktivitas tinggi sebanyak 1 responden (2.94). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan lansia tentang osteoporosis dengan pelaksanaan aktivitas fisik.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Asupan Makanan Pada Pasien Rawat Inap Di RS UPTD Mulia Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Tengah Butu, Paskalina; Yusuf, Kurnia; Hasanah, St. Uswatun; Masithah, St.; Rahmaniar, Andi
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26121

Abstract

Asupan makanan pasien merupakan salah satu tolok ukur dari pelayanan gizi ruang rawat inap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan asupan makanan pada pasien rawat inap di RS UPTD Mulia Kabupaten Puncak Jaya Propinsi Papua Tengah tahun 2023. Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional, sampel berjumlah 28 pasien di ruang rawat inap. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji univariat didapatkan jenis makanan tidak tepat 53.8%, menu tidak bervariasi 57.1%, cita rasa makanan kurang 67.9%, dan penampilan makanan cukup menarik 60.7%. Terdapat hubungan antara jenis makanan, variasi menu, cita rasa makanan, dan penampilan makanan dengan asupan makanan pasien. Diharapkan pihak instalasi gizi sebagai pengelola makanan di RS UPTD Mulia Kabupaten Puncak Jaya dapat melakukan edukasi gizi, dan peningkatan pelayanan makanan agar menghasilkan makanan yang menarik dan enak yang dapat membangkitkan selera makan sehingga asupan makanan pada pasien meningkat.

Page 63 of 242 | Total Record : 2415