cover
Contact Name
Novyandra Ilham Bahtera
Contact Email
jia.agriubb@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jia.agriubb@gmail.com
Editorial Address
Kampus Terpadu Universitas Bangka Belitung, Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 33172
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Journal of Integrated Agribusiness
ISSN : 26563835     EISSN : 26862956     DOI : https://doi.org/10.33019/jia
Journal of Integrated Agribusiness aims to grow as new journal for agribusiness with a focus on emerging issues pertaining to the agribusiness sector and agriculture economics. Areas relevant to the scope of the journal include Agribusiness – Value chain, Supply chain, Strategic issues; Agriculture Economics – Farm economics, Agricultural policy, Standard of living, Efficient markets, Economics surveys, Distribution of wealth, Economically efficient production.
Articles 137 Documents
Business development of pineapple derivative product at KUBE Mega Buana in Jambi Province zakiah; Selin Naberta; Siti Kurniasih; Fuad Muchlis; Vika Indah Rahayu
Journal of Integrated Agribusiness Vol 8 No 1 (2026): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jia.v8i1.7033

Abstract

Pineapple derivative product business at KUBE Mega Buana during Covid-19 experience a decline. There needs to be business development so that business activities can continue after Covid-19. The purpose of this study is to describe the level of development of pineapple derivative product business among KUBU Mega Buana members. This research  was conducted in Tangkit Village, Sungai Gelam District, Jambi Province. The selection of respondents used the census method with the number of respondents being 30 members of KUBE Mega Buana. Data collection methods use primary data and secondary data. The data analysis method uses descriptive. The results of the study indicate that the development of pineapple derivative product businesses at KUBE Mega Buana is classified as having a high category at the initiation stage of 71,60%, at the elaboration stage of 75,08%, at the monetization stage 76,75%, and at the sustainability & innovation stage of 72,89% 
Strategi Penguatan Kelembagaan Petani Dalam Tata Niaga Beras Desa Rias Febriyanti Putri Ulfa; Yudi Sapta Pranoto; Fournita Agustina; Kardi; Mustamid; Oktalgia; Sandi
Journal of Integrated Agribusiness Vol 8 No 1 (2026): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jia.v8i1.7235

Abstract

Desa Rias merupakan salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Bangka Selatan dengan potensi surplus produksi yang signifikansi dan berperan strategis sebagai lumbung pangan daerah. Namun potensi tersebut belum sepenuhnya mampu meningkatkan kesejahteraan petani karena lemahnya fungsi kelembagaan dalam tata niaga beras, khususnya dalam konsolidasi produksi, pengelolaan pembiayaan, dan penguatan akses pasar secara kolektif. Lemahnya kelembagaan berdampak langsung pada rendahnya efisiensi tata niaga dan posisi tawar petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci penguatan kelembagaan petani, menentukan prioritas strategi penguatan kelembagaan tata niaga beras berbasis preferensi pemangku kepentingan, dan merumuskan implikasi kebijakan kelembagaan di tingkat desa. Penelitian menggunakan deskriptif kualitatif didukung metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Data dikumpulkan melalui wawancara dan focus group discussion dengan responden kunci yang memahami dinamika kelembagaan petani dan didukung data sekunder yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa akses pembiayaan menjadi prioritas utama penguatan kelembagaan dengan bobot 0,47, diikuti oleh kemitraan berkelanjutan 0,28, penguatan kapasitas SDM kelembagaan 0,22, dan reformasi tata kelola kelembagaan 0,03. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian kelembagaan agribisnis dengan mengintegrasikan AHP sebagai alat pengambilan keputusan strategis berbasis preferensi pemangku kepentingan lokal.
Strategi Optimalisasi Penyerapan Gabah di Desa Rias Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan alkholik; Dinda Aulia; Dedy Firiansyah; Rahmat Bahrudin; Syahadan; Yudi Sapta Pranoto; Fournita Agustina
Journal of Integrated Agribusiness Vol 8 No 1 (2026): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jia.v8i1.7257

Abstract

Permasalahan penyerapan gabah di Desa Rias, Kecamatan Toboali, dipengaruhi oleh ketimpangan struktur pasar lokal akibat tidak berfungsinya Bulog sebagai lembaga penyerapan pada saat panen raya. Kondisi ini membentuk pasar yang tidak kompetitif, dimana tengkulak mendominasi transaksi dan melemahkan posisi tawar petani. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas strategi optimalisasi penyerapan gabah berbasis pengambilan keputusan multikriteria. Penelitian menggunakan metode survei dengan 12 responden ahli yang terdiri dari penyuluh pertanian, mitra Bulog, dan pimpinan kelembagaan petani, serta dianalisis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Seluruh matriks perbandingan berpasangan memenuhi kriteria konsistensi dengan nilai Consistency Ratio (CR) ≤ 0,1. Hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi struktur pasar di tingkat hulu menjadi strategi prioritas utama (bobot 0,4635), diikuti oleh pembangunan dan modernisasi infrastruktur pascapanen (bobot 0,3368) dan reformasi regulasi keuangan Bulog (bobot 0,1997). Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas kebijakan harga pemerintah tidak hanya ditentukan oleh penetapan HPP, tetapi sangat bergantung pada perbaikan mekanisme pasar dan penguatan kelembagaan petani. Implikasi kebijakan penelitian ini menekankan pentingnya intervensi struktural berbasis kelembagaan lokal agar Bulog dapat berfungsi efektif sebagai stabilisator harga di tingkat desa.
Determinan Ekspansi Pasar Mentega Kakao Indonesia di ASEAN+6: Pendekatan SCP dan Efek Perdagangan Berdasarkan Market Overspace dan Overtime Daffa Ibra Danendra; Ni Ketut Dela Yanti; Novindra Novindra
Journal of Integrated Agribusiness Vol 8 No 1 (2026): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jia.v8i1.7271

Abstract

Sejak awal 2000-an, perdagangan bebas di Asia meningkat pesat seiring dengan meluasnya perjanjian perdagangan regional (RTA) yang mendorong integrasi ekonomi kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi struktur, perilaku, dan kinerja industri mentega kakao Indonesia di pasar ASEAN+6, serta mengidentifikasi determinan utama yang memengaruhi perdagangan komoditas ini. Metode yang digunakan mencakup analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan Structure–Conduct–Performance (SCP), pengukuran indeks Intra-Industry Trade (IIT), serta estimasi gravity model menggunakan regresi data panel Pooled OLS dan Poisson Pseudo Maximum Likelihood (PPML) dengan time effect. Hasil menunjukkan bahwa pasar mentega kakao Indonesia bersifat oligopoli dengan CR4 dan MES di atas 60%. Nilai IIT rata-rata hanya 9,6, menandakan integrasi lemah. Tiga variabel dummy FTA, PDB mitra dagang, nilai tukar, serta variabel geospasial seperti landlocked dan border berpengaruh signifikan terhadap arus perdagangan. Efek perdagangan menunjukkan adanya trade creation pasca-implementasi FTA. Model time effect PPML mengonfirmasi bahwa pasar ekspor mentega kakao Indonesia mengalami perluasan jangka panjang (market overspace dan overtime), memperkuat peran FTA dalam membentuk perdagangan dua arah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di kawasan ASEAN+6.
Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pendapatan Usahatani Padi Sawah Di Desa Sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Kecamatan Pinang Belapis Kabupaten Lebong Nafisa Nursyah Putri; Muhammad Mustopa Romdhon; Ellys Yuliarti; Afrizal Malik
Journal of Integrated Agribusiness Vol 8 No 1 (2026): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jia.v8i1.7640

Abstract

Usahatani padi sawah memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat pedesaan, khususnya di wilayah sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Namun, pendapatan petani masih bervariasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor produksi dan kondisi sosial ekonomi. Penelitian ini menganalisis pendapatan usahatani padi sawah serta faktor-faktor yang memengaruhinya di Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 243 petani dan dianalisis menggunakan pendekatan pendapatan usahatani serta regresi linear berganda (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani dengan lahan milik sendiri memperoleh pendapatan lebih tinggi (Rp11.814.099/MT) dibandingkan sistem bagi hasil (Rp5.126.502/MT). Secara parsial, luas lahan dan upah tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan, sedangkan jumlah anggota keluarga dan biaya pupuk berpengaruh negatif dan signifikan. Sementara itu, pengalaman bertani dan biaya pestisida hanya berpengaruh lemah, serta tingkat pendidikan dan biaya benih tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendapatan usahatani lebih ditentukan oleh skala usaha dan efisiensi penggunaan input dibandingkan faktor sosial petani.
Pemasaran Digital, Pembayaran Digital, dan Kinerja UMKM Pangan: Peran Mediasi Keunggulan Kompetitif Indrajit Wicaksana; Yuridistya Primadhita; Syifa Fauziah
Journal of Integrated Agribusiness Vol 8 No 1 (2026): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jia.v8i1.7660

Abstract

This study presents an analysis of the influence of digital marketing and digital payment on competitive advantage and food SME performance, as well as examines the mediating role of competitive advantage on food SME performance. The study involved 60 food SME actors in East Bogor selected using a purposive sampling technique. Data analysis was conducted using the Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) method. The results of the study indicate that the competitive advantage and performance of food MSMEs are influenced by digital marketing, but not by digital payment. Competitive advantage also affects the performance of food MSMEs. In addition, competitive advantage is proven to mediate the effect of digital marketing on food SME performance, but it does not mediate the effect of digital payment. These findings indicate that the implementation of digital marketing has become an important strategy for improving the competitiveness and performance of food SMEs in the cashless economy era, particularly in East.
Analysis of Farmers’ Perceptions in Cadaskertajaya Village, Karawang, Regarding Extension Services on Agricultural Land Optimization Ana Melani; Fatimah Azzahra; Wildan Ishananto
Journal of Integrated Agribusiness Vol 8 No 1 (2026): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jia.v8i1.7777

Abstract

Optimal land use is a very important aspect. Extension is a strategy and a gateway to information regarding the latest agricultural techniques, the use of technology, and the dissemination of information that can support land optimization efforts. It is undeniable that extension plays a vital role in enabling farmers to be exposed to new information or innovations, become interested in such innovations, and be motivated to apply the new information or innovations they have received. It is important to understand the cognitive, affective, and psychomotor perceptions regarding agricultural land optimization extension so that this study can deeply explore the community’s acceptance of land optimization information. The research method employed a quantitative approach, with 20 respondents who actively participated in extension activities. The research location was Cadaskertajaya Village, Karawang Regency. The analysis technique used the Likert scale and the effectiveness formula. The results of the study indicate that the farmer group’s perceptions of agricultural land optimization extension fall into the “very good” category, with an average rating of 3.49. The cognitive aspect received a rating of 3.54, placing it in the “very good” category. The affective aspect received a rating of 3.39, also placing it in the “very good” category. The psychomotor aspect received a rating of 3.54, placing it in the “very good” category. The effectiveness of the extension program attended by members of the farmers' group, as perceived in cognitive, affective, and psychomotor terms, falls into the “fairly effective” category.