cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
educatio@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Majalengka Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Educatio FKIP UNMA
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24599522     EISSN : 25486756     DOI : http://dx.doi.org/10.31949/educatio
Core Subject : Education,
Education curriculum, instruction, learning, policy, preparation of teachers, Learning Media, Development Subject of Education, and Management of Education
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2023): January-March" : 57 Documents clear
Living Values Education Program Untuk Meningkatkan Karakter Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar dalam Pembelajaran PPKN Sunarno Sunarno; Bahrul Sri Rukmini; Ari Metalin Ika Puspita
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 1 (2023): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i1.4328

Abstract

Pendidikan karakter penting diberikan sejak dini untuk menanamkan karakter dan nilai-nilai yang positif. Salah satu karakter yang perlu dimiliki siswa adalah karakter nasionalisme karena maraknya kasus dekstruktif dalam konteks kebangsaan.  Hal tersebut tidak mudah dilakukan, apalagi dengan pembelajaran yang monoton. Permasalahan-permasalahan tersebut memaksa guru untuk segera melakukan inovasi pembelajaran, khususnya terkait penanaman nilai-nilai karakter nasionalisme. Salah satu teknik yang dapat diterapkan adalah dengan menerapkan Living Values Education Program (LVEP). LVEP merupakan sebuah program pendidikan nilai yang menghadirkan berbagai pengalaman dan metode praktis  bagi guru dan fasilitator untuk membantu anak-anak dan remaja mengeksplorasi dan mengembangkan nilai-nilai penting personal dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Living Values Education Program (LVEP) terhadap karakter nasionalisme siswa sekolah dasar dalam pembelajaran PPKn. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis quasi˗eksperiment. Data dikumpulkan melalui wawancara dan angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan paired sample t-test. Hasil analisis uji beda nilai pretest dan posttest penerapan LVEP menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan karakter nasionalisme siswa. Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh LVEP terhadap karakter nasionalisme siswa sekolah dasar. Hasil penelitian ini mendukung penelitian-penelitian LVEP sebelumnya.
Manajemen Tenaga Pendidik Terhadap Hasil Belajar Siswa Madrasah Aliyah Muhammad Mushfi El Iq Bali; Mohammad Hairul Umam
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 1 (2023): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i1.4153

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang Manajemen Tenaga Pendidik Terhadap Hasil Belajar Siswa di MA Plus Al-Masdukiah, dengan menggunakan metodelogi penelitian Kualitatif jenis studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian tersebut adalah manajemen tenaga pendidik yang dilakukan di MA Plus Al-Masdukiah untuk membantu siswa mendapat hasil belajar yang baik menggunakan EMASLIM yaitu suatu peranan yang disampaikan oleh E Mulyasa sebagai Fungsi dari kepala sekolah. Namun peranan tersebut digunakan di MA Plus Al-Masdukiah terhadap pendidik sebagai peranan utama terhadap keberhasilan siswa dalam belajar, beberapa siswa yang butuh perhatian khusus untuk memperoleh hasil belajar yang baik dan sesuai dengan tujuan pendidikan harus dicarikan solusi oleh pendidik mulai dari metode belajarnya, strategi dan peranan yang harus dilakukan pendidik yang sangat membentu terhadap belajarnya secara optimal agar mendapakant hasil belajar yang baik. dengan mengadopsi emaslim sebagai fungsi kepala sekolah digunakan terhadap pendidik yaitu Pendidik sebagai Educator, Pendidik sebagai Manager, Pendidik sebagai Administrator, Pendidik sebagai Leader, Pendidik sebagai Supervisor, Pendidik sebagai Innovator dan Pendidik sebagai Motivator.
Strategi Kepala Sekolah Dalam Menumbuhkan Budaya Berorganisasi Siswa Moch Tohet; Surianto Surianto
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 1 (2023): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i1.4325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang strategi kepala sekolah dalam menumbuhkan budaya berorganisasi di SMA Tunas Luhur dengan menggunakan metodelogi penelitian kualitatif jenis penelitian study kasus. tehnik pengumpulan data yang peneliti gunakan dengan cara observasi, interview, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang cukup dan jelas sesuai dengan permasalahan penelitian di SMA Tunas Luhur tehadap 263 siswa. keorganisasian merupakan sebuah keilmuan yang akan menyempurnakan keahlian siswa secara akademiknya. Dengan berorganisai, mentalitas kepribadian siswa akan lebih mudah diperoleh. Begitu juga dengan kematangan mental siswa sangat dipengaruhi oleh adanya keorganisasian disekolah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut adalah starategi kepala sekolah yang dilakukan di SMA Tunas Luhur untuk menumbuhkan budaya berorganisasi siswa  dengan cara kepala sekolah memperbanyak organisasi di sekolah agar siswa terserap dan bisa menjadi anggota keorganisaian semua dengan cara melibatkan seluruh siswa SMA Tunus Luhur untuk aktif dalam organisasi, karena di SMA Tunas Luhur sudah ada beberapa organisasi yang terselenggara, jadi siswa bisa memilihih untuk mengikuti orgganisasi yang sesuai dengan kemampuan dan keinginan siswa SMA Tunas Luhur. Hal tersebut memang menjadi prinsip SMA Tunas Luhur yang sangat diusahakan kepala sekolah agar seluruh siswa SMA tunas luhur aktif dalam organisasi beberapa organisasi yang diupayakan oleh kepala sekolah SMA Tunas Luhur meliputi, Osis, Pers, LC, Adiwiata kader, Kader Perpustakaan, Kader UKS, MPK dan KODA.
Media Pembelajaran Animasi Dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Narasi Siswa Sekolah Dasar Lulu Hamdiyah; Nur Aini Puspitasari
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 1 (2023): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i1.4330

Abstract

Keterampilan menulis merupakan salah satu dari empat aspek keahlian berbahasa yang perlu dimiliki siswa. Namun beberapa studi sebelumnya mengungkap kemampuan menulis narasi siswa masih rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan media pembelajaran animasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pengaruh penggunaan media pembelajaran animasi dalam keterampilan menulis narasi siswa sekolah dasar. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan model quasi eksperimen dengan jenis non equivalent control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Ciangsana 04 Bogor. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V sebanyak 50 responden. Instrument penelitian yang digunakan soal tes uraian melalui post-test sedangkan Teknik analisis datanya mengunakan kuantitatif deskriptif. Hasil dari Penelitian ini menunjukan bahwa keterampilan menulis narasi siswa pada kelas yang menggunakan media pembelajaran animasi lebih baik dibanding kelas yang tidak menggunakan media pembelajaran animasi. Dengan demikian media pembelajaran animasi berpengaruh dalam mengembangkan keterampilan menulis narasi siswa.
Kurikulum Darurat Masa Pandemi dan Capaian Kompetensi Siswa di SDN Pameungpeuk Bandung Waska Warta; Rita Sulastini; Neneng Yety Hanurawaty; Entuy Kurniawan; Yosephina Ardiani Septiati
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 1 (2023): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i1.4413

Abstract

Pandemi COVID-19  mengakibatkan  adanya perubahan kurikulum, salah satunya dengan diberlakukannya  Kurikulum Darurat sebagai pengganti Kurikulum Tiga Belas (Kurtilas). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan kurikulum masa pandemic dan capaian pembelajaran siswa SD Pameungpeuk Kabupaten Bandung Barat. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu memperoleh gambaran penerapan kurikulum darurat di SD Pameungpeuk Kabupaten Bandung Barat. Subjek dalam penelitian ini adalah ini adalah kepala sekolah, guru, siswa yang belajar dengan menggunakan Kurikulum Darurat dan orang tua murid.  Metode pengumpulan data adalah melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analis data mendeskripsikan secara mendalam aspek-aspek penerapan penggunaan kurikulum darurat di SD Pameungpeuk Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Hasil penelitian adalah pembelajaran daring di SD Pameungpeuk Cisarua Kabupaten Bandung Barat menggunakan metode JARONAH, JARUNGJUNG, JARNASI dan JALURAH untuk meminimalisir hambatan-hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Kesimpulan yang diperoleh adalah penggunaan kurikulum darurat dengan menggunakan metode pembelajaran secara daring  berdapak kurang baik terhadap penerapan kurikulum berikutnya,  serta berimbas pada sikap dan perilaku peserta didik yang sangat mengalami penurunan secara drastic. Untuk mengoptimalkan pembelajaran dimasa pasca pandemic disarankan untuk menggunakan rancangan model (Discovery/Inquiry Learning) dengan pendekatan humanistic.
Motivation to Learn English for Junior High School Students in Yogyakarta Namira Prasetya Rizky Ramadhani; Rahmi Munfangati
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 1 (2023): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i1.3574

Abstract

The aim of study was to analyze the level of motivation in junior high school students, especially in English lessons. This is because the average English test scores in junior high schools are still not stable above the KKM (minimum completeness criteria). This type of research is a quantitative descriptive. The method used in this study is a survey and data collection techniques using a questionnaire. The sample in this study was 335 students from 16 junior high schools in Yogyakarta City. The results of the research on the motivation to learn English for junior high school students in the city of Yogyakarta based on the intrinsic motivation of learning English for junior high school students in the city of Yogyakarta were in a "very low" position of 1.78% (1 student), "low" 6.26% (21 students), " sufficient” 16.41% (55 students), “high” 32.53% (109 students), “very high” 44.47% (149 students). extrinsic motivation to learn English for junior high school students in the City of Yogyakarta is in a position of "very low" 1.02% (1 student), "low" 15.22% (52 students), "enough" 17.21% (58 students), "high" 38.30% (129 students), "very high" 28.25% (95 students). The conclusion of this study is that the motivation of junior high school students in the city of Yogyakarta can be concluded as "enough". There is a need for further studies on how to increase motivation so that students have a willingness to learn English.
Implementasi Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Karakter Toleransi Melalui Pendidikan Multikultural Ira Restu Kurnia; Septian Mukhlis
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 1 (2023): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i1.4064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karater toleransi pada siswa guna terciptanya lingkungan yang kondusif baik secara fisik maupun psikis. Permasalahan siswa ini muncul dalam keseharian siswa baik selama pembelajaran berlangsung atau diluar kegiatan pembelajaran. Peningkatan karakter toleransi siswa dapat ditingkatkan melalui sebuah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning yang dipersiapkan dengan dengan baik mulai dari tahap perencaan, pelaksanaan dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas atau PTK dengan menggunakan desain Kemis Tagart. Adapun subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Cililitan 02. Intrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Setiap pembelajaran berlangsung guru melakukan observasi dengan cara menceklis indikator karakter toleransi yang dimunculkan oleh siswa.   Hasil penelitian menunjukan bahwa karakter toleransi meningkat dan mencapai terget penelitian selama 2 siklus. Pada siklus I peningkatan menunjukan angkat sebesar 81%,sedangkan pada siklus II mencapai angka 92%. SDengan begitu tujuan dari penelitian ini tercapai edengan meningkatnya karakter nilai toleransi siswa melalui impelemntasi model pembelajaran Problem Based Learning melalui pendidikan multikultural.
Task-Based Language Teaching Criteria in Textbook for Senior High School in Indonesia Yuli Astriani; Rahmadi Nirwanto; Zaitun Qamariah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 1 (2023): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i1.4070

Abstract

The current study focused on activities and tasks that concluded in an English textbook used in a senior high school in Indonesia based on the TBLT's criteria. This study analyzed the content of an English textbook for senior high school grade X. The subject of this study was an English textbook titled "Pathway to English." The researchers used the qualitative descriptive method, especially in the analysis content, to analyze the tasks in the textbook. The researchers conducted this study in August 2022 at the library of IAIN Palangka Raya. The researchers utilized an observation instrument and an observation assessment form suggested by Akmal. Findings indicated that the textbook matched the standards for a good task based on Akmals' instruments. It showed that eight activities were classified as "strong" tasks, and seven obtained "weak" tasks. Moreover, this book also contains the four language skills with 12 activities of the book has more than one of the language skills in each activity and fulfills the criteria. In conclusion, this study indicates that the book is compatible with the Task-based Language Teaching (TBLT) criteria. However, the textbook mostly lacks the aspect of real-life activity and students' negotiation.
Mobile-Assisted Language Learning Dalam Pembelajaran Keterampilan Menyimak Bahasa Asing: Sebuah Tinjauan Pustaka Salsabila Widiananda; Zahrah Izzaturrahim Rabbani; Dante Darmawangsa
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 1 (2023): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i1.4075

Abstract

Penerapan teknologi dalam pembelajaran bahasa asing telah menjadi perhatian dan urgensi dalam beberapa dekade. Sejumlah penelitian dilakukan untuk mengetahui penggunaan dan efektivitas penggunaan perangkat seluler dalam proses pembelajaran bahasa asing. Namun, penelitian eksperimen mengenai keterampilan menyimak bahasa asing dengan menggunakan perangkat seluler masih mendapat sedikit perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan hasil kajian tematik literatur terbaru dan relevan tentang penggunaan MALL (Mobile-Assisted Language Learning) pada pembelajaran keterampilan menyimak mengenai peluang dan kendala penerapannya dalam konteks pembelajaran bahasa asing di kelas. Metode penelitian ini adalah studi literatur, dengan mengumpulkan berbagai data melalui literatur ilmiah pada artikel yang relevan dengan topik yang dibahas. Pemilihan artikel penelitian dipilih melalui basis data Google Scholar dengan kriteria 5 tahun terakhir dan ditemukan 16 artikel yang memenuhi kriteria yang ditentukan.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MALL dalam pembelajaran keterampilan menyimak memiliki potensi manfaat untuk meningkatkan keterampilan bahasa pembelajar bahasa asing serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan mereka dalam belajar. Terlepas dari manfaat pedagogi ini, tetap ada hambatan yang mencegah media ini diimplementasikan secara efektif, terutama terkait dengan masalah penggunaan perangkat seluler, tingkat keterampilan pembelajar yang beragam, dan konten dalam aplikasi MALL yang tidak sesuai. Sampai batas tertentu temuan penelitian ini sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya yang dilakukan dalam kerangka yang sama.
Role Model Siswa Dalam Penentuan Karir Remaja Rifki Abdul Ghani; Ipah Saripah; Nadia Aulia Nadhirah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 1 (2023): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i1.4118

Abstract

Remaja yang masih belum memiliki keputusan karirnya akan menghambat pada perencanaan karir yang menjadikan siswa remaja kebingungan dalam memilih arah karir setelah lulus sekolah. Siswa seringkali sulit untuk memutuskan apakah akan melanjutkan studi atau tidak. Untuk mengantisipasi hal tersebut dibutuhkan faktor pendorong agar siswa mampu menentukan karirnya. Dalam mencapai tujuan tersebut diperlukan bekal yang harus dimiliki setiap individu, seperti penguasaan kemampuan dan aspek yang menunjang kesuksesan karir. Dalam menentukan pilihan karir tak jarang faktor eksternal menjadi pertimbangan seseorang dalam merencanakan karir mereka. Salah satu contoh dari faktor eksternal yang ikut berperan dalam perencanaan karir remaja adalah role model. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran role model siswa yang dapat membantu dalam penentuan karir remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review dari jurnal maupun prosiding yang membahas mengenai role model dan penentuan karir remaja. Hasil penelitian membuktikan bahwa role model berperan dalam penentuan karir siswa, melalui role model siswa dapat langsung meneladani seorang role model dan siswa dapat mengikuti jejak yang sama dengan role model yang diteladani.