cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
educatio@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Majalengka Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Educatio FKIP UNMA
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24599522     EISSN : 25486756     DOI : http://dx.doi.org/10.31949/educatio
Core Subject : Education,
Education curriculum, instruction, learning, policy, preparation of teachers, Learning Media, Development Subject of Education, and Management of Education
Articles 1,180 Documents
Analisis Tindak Tutur Ilokusi Pada Iklan Layanan Masyarakat Di Instagram KEMENKES Pada Masa Pandemi Covid-19 dan Relevasinya Sebagai Rancangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMP Icha Krisye Mardiya Yunita; Wienike Dinar Pratiwi
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 3 (2021): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i3.1383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskrpsikan bentuk kalimat tindak tutur ilokusi pada iklan layanna masyarakat di instagram KEMENKES di masa pandemi Covid-19 (2) Mendeskripsikan fungsi tindak tutur ilokusi pada iklan layanan masyarakat di isntagram KEMENKS pada masa pandemi Covid-19, (3) Mendeskripsikan strategi tindak tutur ilokusi pada iklan layanan masyarakat di instagram KEMENKES di masa pandemi Covid-19. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskripstif dengan teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu peneliti itu sendiri (Human Instrument) dengan dibantun oeh alat bantu berupa tabel isntrumen pedoman analisis tindak tutur ilokusi pada iklan layanan masyarakat di instagram KEMENKES yang dibuat sendiri oleh peneliti. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi (screenshoot), teknik baca, dan teknik catat. Teknik analisis data pada penelitian ini juga dilakukan dengan menggunakan teknik model penelitian Miles dan Hubermas, yaitu (1)Pengumpulan data, (2) Reduksi Data, (3) Penyajian Data, dan (4) Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam iklan layanan masyarakat yang di unggah di ianstgram KEMENKES yang peneliti teliti menenmukan bentuk kalimat berupa kalimat deklaratif, kalimat imperatif, dan aklimat interogatif. Dalam fungsi tindak tutur peneliti menemukan berupa fungsi asertif dan fungsi direktif. Dan pada strategi tindak tutur dalam iklan layanan masyarakt ini peneliti menemukan strategi tindak tuturtidak langsung, strategi tindak tutur langsung, dan strategi tindak tutur langsung literal.
Simulasi Rasa Percaya Diri Dengan Kegiatan Tarian Saronde Pada Anak Taman Kanak-Kanak Yolan Marjuk; Sriyanti Hanga Lahati; Hardian Mursito
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 3 (2021): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i3.1384

Abstract

Rasa percaya diri adalah modal dasar seorang anak manusia dalam memenuhi berbagai kebutuhannya. Tari Saronde merupakan tarian yang diangkat dari tradisi pernikahan adat masyarakat Gorontalo. Tujuan dalam penelitian ini adalah Mengetahui penerapan tarian saronde dalam meningkatkan percaya diri anak Taman Kanak-kanak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Tempat pelaksanaan di TK Idhata Titidu, Kabupaten Gorut. Hasil penelitian ini percaya diri pada siklus I sangat baik dan baik mencapai 60% dan pada siklus II meningkat menjadi 90%), Hasil pengamatan kegiatan guru dalam pembelajaran, pada siklus I kriteria sangat baik dan baik mencapai 62.33% dan pada siklus II meningkat menjadi 83.5%. Hasil pengamatan aktivitas anak dalam pembelajaran, pada siklus I pada kriteria sangat baik dan baik mencapai 70.14% dan pada siklus II menjadi 83.1 %. Berdasarkan hasil capaian persentase tersebut dinyatakan bahwa kriteria tuntas atau indikator tercapai. Jadi bahwa kemampuan rasa percaya diri anak dapat meningkat dengan kegiatan tarian saronde.
Pola Tutur Lokusi dan Ilokusi pada Presenter Berita di Metro TV dan TV One Lusiana Harris; Hendra Setiawan; Ferina Meliasanti
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 3 (2021): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i3.1388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan dan membandingkan wujud tindak tutur lokusi dan ilokusi yang terdapat pada Presenter berita dalam menyampaikan atau menyiarkan berita pada stasiun Televisi di Metro TV dan TV One. Subjek pada penelitian ini yakni penggunaan tuturan yang digunakan pada Presenter berita dalam menyampaikan atau menyiarkan berita pada stasiun Televisi di Metro TV dan TV One. Adapun objek pada penelitian ini ialah wujud tindak tutur lokusi dan ilokusi yang digunakan pada Presenter dalam menyampaikan atau menyiarkan berita. Kemudian teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yakni metode simak dengan teknik simak libat cakap dan teknik observasi non-partisipan. Penulis melakukan analisis data meliputi tiga tahap yaitu tahap Pra-lapangan, tahap pekerjaan lapangan dan tahap analisis data. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan tujuan untuk mendapatkan dekskripsi dan membandingkan objek tentang tuturan yang digunakan Presenter dalam menyampaikan atau menyiarkan berita di stasiun TV yakni Metro TV dan TV One. Hasil Penlitian temuan penggunaan Lokusi pada kedua stasiun TV terdapat 58 bentuk Lokusi. Diantaranya pada stasiun Metro TV terdapat 71 bentuk lokusi. Diantaranya terdapat 39 bentuk Lokusi pada Stasiun Metro TV dan terdapat 32 pada stasiun TV One. Sedangkan pada temuan penggunaan Ilokusi pada kedua stasiun TV terdapat 51 bentuk Ilokusi. Diantaranya terdapat 29 bentuk Ilokusi pada Stasiun Metro TV dan terdapat 22 pada stasiun TV One. Penelitian ini akan memberikan rekomendasi bahan ajar berupa handout teks berita tingkat SMP kelas VIII.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Film Animasi Upin dan Ipin Rizkiana Putri; Murtono Murtono; Himmatul Ulya
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 3 (2021): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i3.1401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam film animasi Ipin dan Upin. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data yang dilakukan peneliti meliputi teknik dokumentasi. Film animasi dapat digunakan sebagai media pendidikan yang bukan sekadar media pendidikan bagi anak-anak. Film animasi Ipin dan Upin menjadi salah satu animasi yang memberikan contoh pendidikan karakter yang patut untuk ditiru anak-anak maupun dewasa dalam bersikap. Pendidikan karakter adalah upaya berpikir dan berperilaku berdasarkan nilai-nilai kehidupan dan ditumbuhkembangkan dalam diri manusia untuk membentuk ciri khas individu yang menumbuhkan kepekaan dan tanggung jawab sosial, serta mewujudkan individu yang berkepribadian baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter pada film animasi Upin dan Ipin episode “Kedai Makan Upin dan Ipin” sebagai berikut: 1) religius, 2) Nasionalis, 3) Mandiri, 4) Gotong royong dan 5) Integritas. Dari kelima nilai karakter di atas dapat disimpulkan bahwa karakter religius merupakan karakter yang paling dominan dan mendasari kelima karakter tersebut di karenakan karakter religius merupakan unsur utama sekaligus unsur pembangun suatu nilai karakter. Dalam film animasi Upin dan Ipin ditampilkan bahwa setiap episode mengandung nilai karakter baik.
Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Upaya Internalisasi Nilai Toleransi Dalam Mencegah Potensi Radikalisme di Universitas Pendidikan Indonesia Yan Mahdi Muhamad; Suwarma Al Muchtar; Leni Anggraeni
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 3 (2021): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i3.1403

Abstract

Tren intoleransi dan aktivisme radikal di Indonesia dari tahun ke tahun tampaknya tidak juga menemui akhir, walaupun datanya mengalami fluktuasi fenomena intoleransi dan radikalisme hingga hari ini masih menjadi perkara serius yang mengancam stabilitas nasional. Salah satu faktor yang mendorong terjadinya eskalasi aksi radikal dan terorisme adalah adanya rekrutmen organisasi radikalisme yang menyasar kalangan terdidik yaitu mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengungkapkan upaya Universitas Pendidikan Indonesia dalam melaksanakan proses internalisasi nilai toleransi dalam mencegah potensi radikalisme di perguruan tinggi. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus dalam penelitian ini, adapun analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang dilakukan secara berjenjang dan saling terkait antara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Penelitian ini menunjukkan bahwasanya upaya internalisasi nilai toleransi dapat ditempuh melalui Pendidikan Kewarganegaraan yang memiliki peran strategis sebagai sarana penanaman nilia-nilai ke-Indonesiaan (toleransi, gotong royong, persatuan dll), penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan pendidikan multikultural. Sedangkan kendala yang ditemui dalam proses internalisasi nilai toleransi diantaranya adalah lemahnya proses pembelajaran yang membangun kemampuan berfikir kritis, lemahnya wawasan kebangsaan dan keagamaan mahasiswa, dan fase transisi kalangan mahasiswa dalam menemukan jatidiri mereka atau biasa disebut sebagai fase krisis identitas.
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Critical Thinking Skill Tema Panas dan Perpindahanya Kelas V SD Anggoro Dwi Prasetyo; Supriyono Supriyono; Nur Ngazizah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 3 (2021): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i3.1410

Abstract

Pada implementasi K-13 revisi tahun 2017 terdapat empat aspek yang harus dimunculkan dalam pelaksanaan pembelajaran yakni penguatan pendidikan karakter, literasi, 4C. Critical thinking skill penting untuk diimplementasikan pada peserta didik dimulai semenjak peserta didik berada ditingkatan sekolah dasar, hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berpikir peserta didik yang meliputi berpikir kritis, inovatif, solutif, serta aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghasilkan sebuah produk berupa multimedia interaktif berbasis critical thinking skill, dan 2) mengetahui tingkat kelayakan sebuah produk berupa multimedia interaktif berbasis critical thinking skill. Multimedia interaktif dikembangkan dengan menggunakan metode penelitian pengembangan ADDIE yang meliputi Analysis, Design, Development, Implemtation, dan Evaluation. Hasil Penelitian pengembangan multimedia interaktif berbasis critical thinking skill: 1) produk yang dikembangkan menghasilkan media pembelajaran berupa multimedia interaktif berbasis critical thinking skill yang dapat digunakan sebagai referensi sumber dan media untuk belajar. 2) hasil validasi yang dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan praktisi pendidikan terhadap multimedia interaktif yang dikembangkan diperoleh persentase 89,1% dengan kriteria sangat valid, kemudian respon peserta didik diperoleh persentase 93,6% dengan kriteria sangat positif, dan ketuntasan tes evaluasi pada peserta didik yang mencapai 90% sehingga penggunaan multimedia interaktif dinilai efektif.
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Terintegrasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter materi Siklus Air Tema 8 Nur Solikhah; Muflikhul Khaq; Suyoto
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 3 (2021): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i3.1422

Abstract

Pembelajaran pada materi siklus air tema 8 yang belum berjalan secara optimal dilatarbelakangi dengan beberapa kendala seperti: proses pembelajaran asih menggunakan metode konvensional berupa penyajian pelajaran dengan penjelasan lisan secara langsung terhadap peserta didik (ekspositori); media pembelajaran yang digunakan masih terbatas; dan belum ada media pembelajaran terintegrasi nilai-nilai pendidikan karakter untuk menambah wawasan peserta didik. Untuk itu dikembangkannya suatu multimedia pembelajaran yang dapat membantu guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran khususnya pada materi siklus air tema 8. Tujuan penelitian ini adalah: untuk mengembangakan multimedia pembelajaran terintegrasi nilai-nilai pendidikan karakter pada materi siklus aitr tema 8; untuk mengetahui kelayakan multimedia pembelajaran terintegrasi nilai-nilai pendidikan karakter pada materi siklus air tema 8. Metode penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate). Hasil Penelitian ini, menghasilkan produk multimedia pembelajaran terintegrasi nilai-nilai pendidikan karakter pada materi siklus air tema 8; hasil analisis dari ahli media, ahli materi, dan respon peserta didik. Maka, dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran terintegrasi nilai-nilai pendidikan karakter pada materi siklus air tema 8 layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam kegiatan belajar. Kata Kunci: Pembelajaran, Multimedia pembelajaran, Materi Siklus Air Tema 8.
Pengembangan Modul Digital Terintegrasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter pada Subtema 1 Suhu dan Kalor Wahyu Kurniyawan; Muflikhul Khaq; Titi Anjarini
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 3 (2021): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i3.1426

Abstract

Telah dilakukan penelitian di SDN Purworejo dan diperoleh infomasi terkait kendala pada kegiatan pembelajaran daring. Beberapa kendala tersebut yaitu kurangnya pemahaman materi dan kurang maksimalnya penanaman nilai pendidikan pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan menghasilkan modul digital materi suhu dan kalor sebagai media pembelajaran yang layak digunakan peserta didik. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah dosen, guru kelas, dan peserta didik kelas V SDN Purworejo. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket dan dokumentasi. Instrumen penelitian ini yaitu lembar validasi ahli media dan materi serta angket respon peserta didik. Hasil penelitian: (1) Modul digital terintegrasi nilai-nilai pendidikan karakter pada subtema 1 suhu dan kalor. (2) Modul digital dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran dengan perolehan rata-rata skor keseluruhan aspek dari ahli media dan ahli materi sebesar 4,07 dan 3,84 serta respon peserta didik pada uji coba awal 4,07, uji coba lapangan 4,38, dan uji coba operasional 4,11 sehingga kelayakan modul digital yang dikembangkan termasuk dalam kategori “Baik”. Jadi berdasarkan ahli media, ahli materi, dan respon peserta didik maka modul digital terintegrasi nilai-nilai pendidikan karakter pada subtema 1 suhu dan kalor ini layak digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di kelas V SDN Purworejo. Kata Kunci: Modul Digital; Research and Development; Suhu dan Kalor
Analisis Gaya Bahasa dan Pola Sintaksis Pada Slogan Iklan Makanan di Televisi Maulana Hasan Sadzili; M. Januar Ibnu Adham; Slamet Triyadi
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 3 (2021): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i3.1456

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gaya bahasa pada slogan iklan makanan di televisi, mendeskripsikan pola sintaksis yang digunakan pada slogan iklan makanan di televisi, dan merekomendasikan hasil analisis terhadap bahan ajar materi teks iklan, slogan, dan poster di SMP kelas VIII. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan teknik simak dan teknik lanjutan catat. Hasil penelitian menunjukan bahwa gaya bahasa yang paling banyak digunakan pada slogan iklan makanan di televisi (RCTI, GTV, dan MNCTV) per edisi Juli 2020 adalah gaya bahasa asonansi. Kemudian, pola sintaksis yang paling banyak digunakan adalah dengan menggunakan pola sintaksis kalimat tunggal atau sederhana, pola tersebut berkontruksi subjek (S) + predikat (P). Rekomendasi analisis berupa bahan ajar. Manfaat menganalisis gaya bahasa pada iklan tersebut secara nialai ekonomis dapat mengetahui kevariasian bahasa dan dapat menarik minat beli konsumen.
Survey Aktivitas Fisik Masyarakat Pedesaan di Masa Pandemi Covid-19 Ali Priyono; Udi Sahudi
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 4 (2021): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i4.1320

Abstract

Pandemi merupakan sebuah musibah yang melanda dunia hingga mengorbankan jutaan nyawa di dunia. Ketidakatifan fisik merupakan hal penting yang perlu diperhatikan di masa pandemi. Tingkat aktivitas fisik yang cukup dan mengurangi waktu duduk dapat memainkan peran penting dalam membantu orang mengatasi peristiwa stres utama, seperti pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan intensitas aktivitas fisik masyarakat lansia di pedesaan Kabupaten Majalengka. Kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) digunakan untuk menyelidiki tingkat aktivitas fisik para lansia dengan menggunakan Teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi: (1) Lansia (elderly), yaitu kelompok usia 55-65 tahun (2) Lansia yang mampu berkomunikasi verbal dengan baik, dan (3) Lansia yang masih mampu beraktivitas sahari-hari sejumlah 36 orang. Hasil menunjukkan intensitas wanita dengan rata rata umur 57 sehingga DNM = 220-usia(57) = 163 dengan intensitas sedang sekitar 64-76% sehingga di peroleh wanita 104-123 menit selama seminggu, kemudian untuk pria diketahui rata rata umur 56 sehingga memperoleh intensitas 105-124 menit selama seminggu. Temuan menunjukkan bahwa secara umum aktivitas fisik pria masih lebih tinggi dibandingkan dengan wanita sehingga harus ada usaha perbaikan gaya hidup aktif di kalangan lansia.

Page 29 of 118 | Total Record : 1180