cover
Contact Name
Kencana Verawati
Contact Email
kencanaverawati@unj.ac.id
Phone
+6285273777599
Journal Mail Official
jurnallogistik@unj.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Jakarta Gedung L5 Lantai 2 Kampus A UNJ Jl Rawamangun Muka Jakarta Timur 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Logistik
ISSN : 20855141     EISSN : 27459624     DOI : -
Land Transport Management Port Transport Management Railway Transport Management Multimodal Transport Management Logistics Management Supply Chain Management Safety and Environmental of Transport
Articles 190 Documents
Implementasi Lean Manufacturing (LM) pada Proses Pengiriman Makanan ke Pelanggan Turseno, Andi; Nadia , Ainun; Aji , Sonny Nugroho; Tanisri , Roberta Heni Anggit; Kurnia, Hibarkah
LOGISTIK Vol. 17 No. 02 (2024): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v17i02.49368

Abstract

Industri manufaktur makanan merupakan industri yang membutuhkan pengiriman yang cepat dari supplier ke pelanggan. Namun dalam pelaksanaannya masih terjadi pada perusahaan produk mie instan ini, sering terjadinya keterlambatan dalam pengiriman produk ke pelanggan. Kendala yang dialami selama ini yaitu adanya pemborosan dalam alur proses kegiatan pengiriman barang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya keterlambatan dalam proses pengiriman sehingga dapat meminimalisir limbah dalam proses pengiriman. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Lean Manufacturing (LM) denganpenerapan metode Value Stream Analysis Tools (VALSAT). Penelitian ini menemukan dua kategori jenis limbah yang terjadi pada proses pengiriman produk yaitu limbah menunggu dan kelebihan proses. Selain itu proses muat barang mempunyai pemborosan yang dominan sebesar 85,4% yang terdiri dari 10 aktivitas dengan total waktu siklusnya adalah 27,9 menit. Setelah dilakukan perbaikan proses muat barang menjadi 6 aktivitas dengan total waktu siklusnya adalah 16,21 menit. Tindakan perbaikan sudah dapat menghilangkan 4 aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah dan mengurangi waktu siklus proses muat barang selama 11,7 menit atau sekitar 42% dari waktu siklus sebelumnya.
Penerapan Sistem Just in Time (JIT) dengan Sistem Kanban dan Poka-yoke di Area Repack Produk Herbisida Daonil, Daonil; Nugroho, Oki Widhi; Pribadi, Yunan; Apriyani, Apriyani; Kurnia, Hibarkah
LOGISTIK Vol. 17 No. 02 (2024): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v17i02.49405

Abstract

Perusahaan herbisida ini bergerak pada bidang repacking herbisida dengan kemasan 40 ml. Namun dalam proses repacking memiliki masalah pada penggunaan herbisida yang melebihi batas toleransi atau tidak sesuai dengan target. Selain itu juga belum ada tindakan perbaikan untuk mengontrol penggunaan herbisida serta kontrol pada hasil pengeluaran yang ada di area Repack. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa akar permasalahan dan memberikan solusi yang tepat dalam menghilangkan pemborosan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sistem Kanban yang dikombinasikan dengan metode Poka-yoke. Penelitian ini menemukan bahwa kehilangan herbisida disebabkan oleh adanya proses rework jika terjadi kelebihan kuantitas di akhir campign. Drum yang digunakan untuk menampung herbisida pun juga menjadi penyebab kehilangan karena tersangkut di celah drum dan tidak bisa dikeluarkan. Tindakan perbaikan yang dilakukan adlah penerapan sistem Kanban yang dikombinasikan dengan Poka-yoke. Selain itu perbaikan mengganti drum berukuran 200liter ke IBC berukuran volume 1.000liter yang ditambahkan stand IBC, kemudian dalam penggunaan IBC di line repack adalah kran dengan cam lock yang dapat dibongkar pasang. Penelitian ini menghasilkan perancangan Kanban untuk repack 40 ml dengan menyesuaikan kapasitas drum yaitu 200liter dengan pengeluaran 5.000 pcs dan menggunakan pos Kanban sesuai kebutuhan.
Systematic Review Logistik Kemanusiaan di Indonesia: Tinjauan dan Usulan Untuk Penelitian Masa Depan Zaitun; Karim Ladesi, Vivian
LOGISTIK Vol. 17 No. 02 (2024): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v17i02.49675

Abstract

Logistik kemanusiaan adalah elemen penting dalam mitigasi dan respons terhadap bencana yang sering terjadi di Indonesia, salah satu negara dengan frekuensi bencana tertinggi di dunia. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengintegrasikan hasil penelitian tentang logistik kemanusiaan di Indonesia, mengidentifikasi kesenjangan penelitian, dan memberikan rekomendasi untuk penelitian di masa depan. Berdasarkan analisis literatur, tantangan utama logistik kemanusiaan di Indonesia mencakup kendala geografis, infrastruktur yang tidak memadai, dan koordinasi yang kurang efektif antara berbagai pemangku kepentingan. Teknologi seperti big data dan GIS mulai diadopsi untuk meningkatkan efisiensi, namun penggunaannya masih terbatas. Studi ini menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut tentang adopsi teknologi digital, keterlibatan sektor swasta, dan pengelolaan logistik selama fase pemulihan. Temuan ini memberikan wawasan yang berguna untuk memperkuat respons bencana dan pengelolaan logistik yang lebih baik di masa depan.
Enhancing Sustainability in Logistics with Synch: A Comprehensive Analysis of Green Supply chain Management through Technology Integration Siti Annisafa Oceania; Narantaka
LOGISTIK Vol. 17 No. 02 (2024): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v17i02.49769

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penerapan Synch, sebuah solusi digital inovatif untuk meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi operasional logistik di PT XYZ. Dengan pendekatan metodologi studi kasus dan tinjauan literatur, penelitian ini mengeksplorasi penggunaan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dan Blockchain dalam mengoptimalkan proses logistik, termasuk pengurangan biaya operasional dan emisi karbon melalui optimasi rute pengiriman dan kemasan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Synch memperkuat posisi PT XYZ sebagai pelopor dalam logistik berkelanjutan. Temuan ini mendukung potensi Synch sebagai alat skalabel untuk mentransformasi industri logistik ke arah yang lebih ramah lingkungan.
Analisis Efektivitas Penggunaan Metode EOQ untuk Pengendalian Persediaan Kopi di PT Bogor Kopi Indonesia Rabbani, Wilsam Akbar; Thoifatul Munawwaroh; Diana Shinta Rahayu; Wiwik Wiqoyatun Nisa; Debora K. P. Parhusip; Khoirul Aziz Husyairi
LOGISTIK Vol. 17 No. 02 (2024): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v17i02.49835

Abstract

PT Bogor Kopi Indonesia merupakan perusahaan dagang yang menjual biji Kopi Robusta dan Arabika dalam bentuk green bean, yang bermitra langsung dengan petani di beberapa daerah di Kabupaten Bogor. Proses persediaan yang terjadi di PT Bogor Kopi Indonesia menggunakan sistem penyimpanan sederhana pada gudang yang terletak di Tanjungsari Kabupaten Bogor. Permasalahan yang timbul akibat sistem persediaan sederhana yaitu kurangnya efisiensi biaya yang dikeluarkan pada saat melakukan penyimpanan dan pengiriman biji kopi tersebut. Salah satu upaya solusi adalah dengan menerapkan metode Economic Order Quantity untuk pengendalian persedian kopi di PT Bogor Kopi Indonesia. Sehingga penelitian ini bertujuan menghitung dan menganalisis jumlah safety stock yang diperlukan pada PT. Bogor Kopi Indonesia serta menghitung dan menganalisis waktu pemesanan kembali persediaan (reorder point) pada PT. Bogor Kopi Indonesia. Dengan penerapan EOQ, perusahaan berhasil menentukan jumlah optimal pembelian sebanyak 14,3 ton, lebih tinggi daripada kebijakan sebelumnya yang hanya 9,5 ton. Menurunkan jumlah pesanan dari 64 menjadi 21 per tahun tidak hanya mengurangi biaya pesanan, tetapi juga mengurangi total biaya persediaan secara signifikan, dari Rp17.958.439 menjadi Rp4.591.778. Selain itu, penentuan safety stock sebesar 10,21 ton dan titik pembelian ulang (reorder point) di angka 3,36 ton berfungsi sebagai perlindungan yang efektif terhadap ketidakpastian dalam permintaan dan pasokan, sehingga memastikan operasional perusahaan berjalan dengan lancar.
PERSPEKTIF PENUMPANG TERHADAP KUALITAS FASILITAS INFRASTRUKTUR DI TERMINAL EKSEKUTIF PELABUHAN MERAK-BANTEN Verawati, Kencana; Rahmayanti, Henita; Aulia Shalsabilla; Farasabila Angeli Purnomo; Monica Wulandari
LOGISTIK Vol. 17 No. 02 (2024): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v17i02.50129

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perspektif penumpang terkait fenomena tersebut yang disesuaikann dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 62 Tahun 2019 mengenai Standar Pelayanan Minimum dan teori Kualitas Pelayanan (Bukti Fisik dan Kehandalan). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Pada penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan adalah teori dari Miles&Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan akhir. Hasil penelitian dengan judul perspektif penumpang terhadap kualitas fasilitas infrastruktur di terminal eksekutif merak dengan indikator penilaian keselamatan, keamanan, kenyamanan dan kemudahan secara keseluruhan mendapatkan perspektif yang cukup baik dari penumpang, namun ada beberapa hal yang diperlu ditingkatkan, seperti petugas keamanan, ruang kesehatan yang keberadaan dan fungsional diragukan oleh penumpang dan persediaan fasilitas penunjang.
Mengembangkan Alat Ukur Kualitas Layanan Bongkar-Muat Dengan Sistem Digitalisasi Angkutan Truk Di Pelabuhan Mulyono, Tri; Winoto Hadi
LOGISTIK Vol. 17 No. 02 (2024): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v17i02.50238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang membentuk kualitas layanan sistem digitalisasi angkutan truk dalam rangka meningkatkan kelancaran arus dengan objek penelitian sopir/driver truk sebagai responden yang beraktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi eksprimen di lapangan. Tempat penelitian dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok. Waktu penelitian dilaksanakan selama enam bulan dari April – Nopember 2024. Populasi dalam penelitian adalah sejumlah data dalam populasi sebesar 28.562 sopir/driver truk yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok, dengan sampel 100 responden. Agar data menjadi informasi sehingga karakteristik data menjadi mudah untuk dipahami dan bisa dipergunakan untuk mengambil sebuah kesimpulan, maka data dilakukan pengujian persyaratan analisis dan di analisis menggunakan Principal Component Analsys (PCA) berbantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukn dari 9 dimensi yang diduga membentuk kualitas layanan menjadi sepuluh dimensi yaitu: lima dimensi dari Teori SERVQUAL (1) Keandalan; (2) Jaminan; (3) Empati; (4) Daya Tanggap; (5) Tangibilitas; dan 4 dimensi dari EN 13816:2002 (E), 2002), dengan dimensi (6) Dampak Lingkungan; (7) Kebijakan; (8) Budaya; dan (9) Biaya atau Tarif. Dimensi tambahan dinamakan dimensi waktu operasional.
Effect of Implementing Oracle Enterprise Resource Planning on Increasing Inventory Accuracy at PT EPM Febryawan, Rizky; Indrawan; Muksin Nurohman
LOGISTIK Vol. 18 No. 01 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i01.50163

Abstract

Teknologi informasi memainkan peran strategis dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan, salah satunya melalui penerapan Enterprise Resource Planning (ERP). Sistem ini memungkinkan integrasi proses bisnis, termasuk manajemen persediaan, untuk meningkatkan akurasi data yang krusial dalam optimasi rantai pasok dan pengurangan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh penerapan ERP Oracle terhadap akurasi persediaan di PT EPM. Dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan melalui studi pustaka dan dokumentasi, melibatkan 109 responden yang dipilih secara acak. Analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa penerapan ERP berpengaruh signifikan terhadap akurasi persediaan dengan koefisien korelasi sebesar 0,857 dan nilai determinasi 73,5%. Persamaan regresi yang dihasilkan menunjukkan bahwa peningkatan 1% dalam penerapan ERP dapat meningkatkan akurasi persediaan sebesar 1,198. Kesimpulannya, penerapan ERP Oracle secara signifikan meningkatkan akurasi persediaan di PT EPM, mendukung adopsi teknologi ERP sebagai solusi efektif untuk efisiensi operasional dan daya saing perusahaan.
Implementasi Cross Docking : Distribusi Program Bantuan Pangan PT ABC Di Kabupaten Sumedang Iyan, Fachriansyah; Novel, Nurillah Jamil Achmawati
LOGISTIK Vol. 18 No. 01 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i01.51102

Abstract

Stunting menjadi ancaman serius bagi pertumbuhan anak-anak, terutama di kalangan keluarga kurang mampu yang menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan gizi. Sebagai respons, pemerintah Indonesia meluncurkan program bantuan pangan yang melibatkan BUMN, salah satunya PT ABC, untuk menyalurkan bantuan tersebut secara efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi proses distribusi bantuan di Kabupaten Sumedang, dengan fokus pada penerapan metode cross docking. Metode ini memungkinkan pengiriman langsung dari pemasok ke penerima tanpa penyimpanan di gudang, sehingga menghemat waktu dan biaya. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan manajemen PT ABC dan koordinator lapangan, serta observasi langsung selama dua hingga tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode cross docking memberikan fleksibilitas dan ketepatan waktu dalam distribusi, terutama di wilayah dengan medan sulit seperti dataran tinggi dan jalan sempit. Dengan menggunakan armada yang disesuaikan, PT ABC berhasil menyalurkan bantuan pangan kepada 13.719 Keluarga Risiko Stunting (KRS) di 26 kecamatan dan 242 desa hanya dalam dua hari. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa metode cross docking adalah strategi logistik yang efisien dan dapat diadaptasi untuk menghadapi tantangan geografis. Implikasinya, penerapan metode ini tidak hanya memperkuat upaya pemerintah dalam pencegahan stunting, tetapi juga menjadi model distribusi bantuan pangan yang dapat diterapkan di wilayah lain dengan kondisi serupa.
Alur Proses Manajemen Persediaan Produk Pada Pusat Distribusi Ritel PT. X Santoso, Atikah Yuniar; Sukmadewi, Rani
LOGISTIK Vol. 18 No. 01 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i01.51105

Abstract

Manajemen persediaan sangatlah berpengaruh terhadap keberhasilan operasional sebuah perusahaan. DC PT. X merupakan salah satu jaringan distribusi ritel yang ada di Indonesia, memiliki 12.566 item jual yang disalurkan ke toko membuat manajemen persediaan menjadi isu yang penting di DC PT.X karena keberadaanya berpengaruh terhadap kelancaran proses distribusi barang ke toko dan berdampak terhadap penjualan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alur proses manajemen persediaan yang dilakukan oleh DC PT.X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan cenderung berupa analisis. Data yang digunakan adalah data primer berupa hasil dari observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memanajemen persediaannya, DC PT.X melakukan perencanaan persediaan dengan menentukan PKM atau Penentuan Kapasitas Maksimum gudang sesuai prosedur perusahaan dan melakukan pertimbangan musiman yang kemungkinan akan terjadi pada periode selanjutnya. Dalam pemenuhan persediaan persediaan gudang yang telah di kurangi oleh permintaan barang toko menimbulkan stok on hand yang terdapat selisih dengan PKM, selisih tersebut kemudian akan otomatis menjadi pemesanan barang yang akan dilakukan ke supplier. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa proses manajemen persediaan saat ini belum optimal dikarenakan service level supplier masih lebih tinggi dari service level warehouse dan terdapatnya hutang permintaan barang toko yang timbul akibat stok gudang yang tidak dapat memenuhi permintaan barang toko atau hanya dapat memenuhi permintaan toko sebagian. Untuk meminimalkan kondisi stok kurang di dalam gudang ini perusahaan sebaiknya mempertimbangkan hal lain dalam menentukan PKM yaitu dapat dengan melakukan perhitungan peramalan persediaan, dan penentuan persediaan pengaman yang lebih efisien.