cover
Contact Name
Fikriman
Contact Email
jurnalagrosains@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalagrosains@gmail.com
Editorial Address
Kampus A, Fakultas Pertanian, Universitas Muara Bungo Jalan Pendidikan, Sungai Binjai, Kec. Batin III, Kabupaten Bungo, Jambi 37211
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
JAS (Jurnal Agri Sains)
ISSN : -     EISSN : 25810227     DOI : 10.36355/jas
Core Subject : Agriculture,
JAS (Jurnal Agri Sains) adalah open access jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo. JAS menerbitkan hasil penelitian original, skripsi, tesis dan review artikel dalam bidang sosial ekonomi pertanian dan agribisnis. JAS juga menerima karya ilmiah dari luar sepanjang memenuhi kriteria terbitan ini. Penulis diharapkan mengirimkan karya tulisnya yang belum pernah dipublikasikan. Ruang lingkup JAS mencangkup bidang agribisnis, tetapi tidak terbatas pada bidang berikut: pengembangan bisnis, pembangunan dan pengembangan masyarakat, koperasi agribisnis, serta komputerisasi dan multimedia dalam bidang pertanian
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1: Juni 2024" : 15 Documents clear
CONTENT MARKETING INSTAGRAM UNTUK MEMPERTAHANKAN CUSTOMER RETENTION MELALUI CUSTOMER ENGAGEMENT PADA KONSUMEN PRODUK MIE INSTAN MEREK LEMONILO Salsabila, Annisa Ainan; Hendrarini, Hamidah; Nurhadi, Eko
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i1.1303

Abstract

Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh content  marketing terhadap customer engagement pada konsumen mie instan merek Lemonilo di Kota Surabaya, untuk menganalisis pengaruh customer  engagement terhadap customer  retention pada  konsumen mie instan merek Lemonilo di Kota Surabaya, untuk menganalisis pengaruh content  marketing terhadap customer  retention pada mie instan merek Lemonilo di Kota Surabaya, dan untuk menganalisis pengaruh content marketing terhadap customer  retention dengan customer  engagement sebagai  variabel  intervening  pada konsumen mie instan merek Lemonilo di Kota Surabaya.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analisis dengan pendekatan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwacontent marketing  berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer engagement. Customer engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer retention. Content marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer retention.Content marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer retention melalui customer engagement sebagai variabel intervening.
STRATEGI PENINGKATAN KINERJA TENAGA PENYULUHAN PERTANIAN DALAM PROGRAM KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN BOJONEGORO Hendriawan, Jemi; Suminah, Suminah; Suwarto, Suwarto
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i1.1347

Abstract

Penyuluhan pertanian masih memiliki peran penting yang harus ditingkatkan dalam membantu petani mengatasi tantangan, terutama dalam mengelola operasi pertanian secara keseluruhan. Penelitian terkait dengan upaya meningkatkan efektivitas penyuluh pertanian di Kabupaten Bojonegoro telah mencakup analisis berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja tenaga penyuluhan pertanian. Analisis mendalam kemudian dilakukan dengan menggunakan metode IE, SWOT dan QSPM untuk menyusun strategi peningkatan kinerja organisasi penyuluh pertanian. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa faktor kuatnya adalah kesesuaian dan tingginya nominal gaji, faktor lemahnya adalah rendahnya kemampuan penguasaan teknologi penyuluhan pertanian di Kabupaten Bojonegoro. Faktor peluangnya antara lain tingginya keinginan menjadi tenaga penyuluh pertanian, sedangkan faktor ancamannya adalah kurangnya PNS yang mengajar pertanian. Strategi prioritas untuk meningkatkan kinerja tenaga penyuluh pertanian antara lain dengan melakukan evaluasi kinerja tenaga penyuluh pertanian secara berkala. meningkatkan teknologi informasi, memperkuat program pelatihan profesional, meningkatkan kualitas penggunaan teknologi informasi, meningkatkan target rekrutmen tenaga penyuluh dan pegawai negeri sipil, serta memperkuat kerja sama antar pemerintah. Kelembagaan perlu diintegrasikan, mengefektifkan program kerja, dan menggerakkan peran kelompok tani,tiga topik manajemen yang menjadi perhatian adalah pengelolaan sumber daya manusia tenaga kerja penyuluhan pertanian, evaluasi kinerjanya, dan pemantauan kinerja tenaga penyuluh pertaniannya.
ANALISIS PENGARUH SOSIAL MEDIA MARKETING, INFLUENCER MARKETING DAN BRAND IMAGE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (STUDI KASUS : KONSUMEN DURIAN DI KING GOVAL FARM, GRESIK) Nur, Firyal Saifana; Lailly, Dona Wahyuning; Widayanti, Sri
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i1.1304

Abstract

Artikel ini membahas pengaruh pemasaran media sosial, pemasaran influencer, dan citra merek terhadap keputusan pembelian, dengan menggunakan studi kasus konsumen durian di King Goval Farm di Gresik.Perkembangan teknologi telah membawa perubahan dalam tren sosial dan perilaku konsumen.Media sosial telah menjadi alat yang populer untuk pemasaran dan komunikasi, dengan jumlah pengguna yang besar di Indonesia. Pemasaran influencer adalah metode yang melibatkan penggunaan individu yang memiliki pengaruh di antara segmen konsumen target untuk mempromosikan merek. Citra merek penting untuk membangun reputasi positif dan menarik konsumen.Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik konsumen durian dan menganalisis dampak media sosial, pemasaran influencer, dan citra merek terhadap keputusan pembelian di King Goval Farm.Pemasaran media sosial menggunakan platform online untuk mempromosikan produk dan layanan.Pemasaran influencer melibatkan penggunaan ahli industri atau individu yang dipercaya untuk mempromosikan produk.Citra merek mewakili persepsi dan keyakinan konsumen tentang sebuah merek. Keputusan pembelian melibatkan berbagai faktor seperti apa yang akan dibeli, kapan akan membeli, di mana membeli, dan bagaimana membayar. Metodologi penelitian meliputi pengumpulan data dari konsumen durian di King Goval Farm di Gresik.Ukuran sampel ditentukan berdasarkan aturan analisis Partial Least Squares (PLS).
MITIGASI RESIKO PADA AKTIVITAS RANTAI PASOK PUPUK ORGANIK (Studi Kasus pada PT. Agro Subur Anugerah) Sihombing, Arthur; Dewi, Novia; Arifudin, Arifudin
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i1.1378

Abstract

Dalam aktivitas rantai pasok (supply chain) selalu berpotensi timbulnya resiko, sehingga manajemen resiko sangat dibutuhkan untuk menangani penyebab resiko. PT. Agro Subur Anugerah adalah salah satu produsen pupuk organik yang dalam aktivitas rantai pasoknya memiliki peluang timbulnya resiko. Oleh sebab itu, perlu dilakukan analisis resiko, evaluasi resiko dan mitigasi resiko untuk menangani penyebab resiko yang timbul pada aktivitas rantai pasoknya. Pemetaan aktivitas supply chain pada penelitian ini menggunakan model SCOR (supply chain operation reference) yang terdiri dari plan, source, make, deliver dan return. Analisis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan model HOR (House of risk) yang terdiri dari 2 fase. Fase pertama, yaitu mengidentifikasi kejadian resiko (risk event) dan penyebab resiko (risk agent) yang kemudian dilakukan pengukuran tingkat severity dan occurance serta perhitungan nilai Aggregate Risk Priority (ARP) untuk menentukan prioritas penyebab resiko. Fase kedua, yaitu merancang aksi mitigasi dan menentukan prioritas aksi mitigasi.Dari hasil pemetaan aktivitas rantai pasok menggunakan model SCOR, teridentifikasi 25 risk event dan 22 risk agent. Hasil analisis HOR fase 1, didapatkan empat penyebab resiko (risk agent) prioritas untuk dilakukan aksi mitigasi, yaitu pasokan bahan bakar terganggu, terjadinya kerusakan mesin, penerapan kriteria supplier tidak akurat, dan pengecekan kualitas bahan baku yang tidak teliti. Terdapat enam aksi mitigasi yang dapat diterapkan untuk menangani risk agent prioritas pada aktivitas rantai pasok pupuk organik berdasarkan perhitungan pada HOR fase 2, yaitumelakukan stock opname secara berkala, melakukan maintenance secara berkala, menetapkan kriteria supplier, menerapkan quality control incoming, melakukan pengelolaan suku cadang, dan melakukan forecasting.
ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI TERHADAPKINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN MOJOKERTO Wasista, Yudha Eka; Yuliati, Nuriah; Widayanti, Sri
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i1.1305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi penyuluh pertanian di Kabupaten Mojokerto, mendeskripsikan kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Mojokerto, dan menganalisis pengaruh kompetensi terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan penelitian kuantitatif. Metode pengolahan data dalam penelitian ini adalah dengan persamaan permodelan structural equation modeling (SEM). Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kuantitatif yang mengadopsi Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh pertanian di Kabupaten Mojokerto secara umum berkompetensi tinggi yang terdiri dari 12 indikator sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 91/Permentan/OT.140/9/2013. Penyuluh Pertanian di Kabupaten Mojokerto secara umum mempunyai kinerja yang tinggi sesuai dengan pedoman Departemen Pertanian tahun 2009 yang terdiri dari 9 indikator. Kompetensi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Mojokerto.
KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA STUNTING DARI PENDEKATAN GSR DI KECAMATAN BATANG KAPAS KABUPATEN PESISIR SELATAN Gusriati, Gusriati; Murnita, Murnita; Febrianthy, Febrianthy; Sumarno, Wawan
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i1.1379

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4% pada tahun 2021 menjadi 21,6% pada tahun 2022. Standar WHO terkait prevalensi stanting harus kurang dari 20%. Penyebab stanting adalah malnutrisi dalam jangka panjang. Provinsi Sumatera Barat  merupakan salah satu Provinsi dengan  prevalensi stunting yang cukup  tinggi yaitu 25,2% pada tahun 2022 dan Kecamatan Batang Kapas merupakan wilayah dengan prevalensi stunting no 2 tertinggi di Kabupaten Pesisir Selatan Propinsi Sumatera Barat.Pada tahun 2022 Kabupaten Pesisir Selatan prevalensi stantingnya 29,8%.   Penelitian ini bertujuan untuk : Mengetahui tingkat kesejahteraan rumah tangga stunting dari pendekatan GSR dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan rumah tangga stunting di Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini telah dilakukan pada Bulan Juni-Juli 2023. Metode dasar  penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Populasi dalam penelitian ini adalah rumah tangga stunting, dengan jumlah 130 rumahtangga kasus stunting. Sampel diambil secara sensus. Analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS versi 2020. Hasil penelitian  : Tingkat kesejahteraan rumah tangga stunting termasuk kategori rumah tangga kurang sejahtera dengan nilai GSR 1,417. Faktor- faktor yang berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kesejahteraan rumah tangga stunting  adalah  pengeluaran pangan, dan  pengeluaran non pangan dan yang  berpengaruh tidak signifikan yaitu  imunisasi anak, tingkat pendidikan kepala keluarga, tingkat umur ibu, jumlah tanggungan kepala keluarga, dan pengetahuan gizi. Secara simultan yang berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan rumah tangga stunting adalah imunisasi anak, pengeluaran pangan, pengeluaran non pangan, tingkat pendidikan kepala keluarga, tingkat umur ibu, jumlah tanggungan kepala keluarga, dan pengetahun gizi.
PEMANFAATAN PEKARANGAN UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DI KECAMATAN RUMBAI TIMUR KOTA PEKANBARU Nizar, Rini; Amalia, Amalia; A, Hanifah Ulfa
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i1.1313

Abstract

Pekarangan merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan dalam rumah tangga. Pada umumnya lahan pekarangan dimanfaatkan untuk menanam tanaman hias, tanaman obat-obatan, buah-buahan, sayur-sayuran, beternak maupun berkolam. Program pemerintah yang berkaitan dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satu nya adalah program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) pada tahun 2012 yang saat ini berubah nama penjadi Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Program P2L tidak hanya peserta program P2L saja yang dapat menjalankan program tersebut, tetapi dapat dilakukan juga oleh masyarakat lain yang memiliki perkarangan, sehingga dapat meningkatkan finansial secara mandiri. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana karakteristik dan profil pemanfaatan lahan pekarangan oleh rumah tangga dan bagaimanakah tingkat motivasi rumah tangga dalam memanfaatkan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan berkontribusi terhadap pendapatan rumah tangga.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan profil pemanfaatan lahan pekarangan oleh rumah tangga, menganalisis tingkat motivasi rumah tangga dan berkontribusi terhadap pendapatan rumah tangga diKecamatan Rumbai Pekanbaru. Metodologi penelitian dilakukan dengan metode survey dengan 120 responden, metode analisis data  yang digunakanadalah deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani lahan pekarangan banyak dilakukan oleh wanita pada usia produktif dengan tingkat pendidkan relatif tinggi dan luas lahan pekarangan relatif cukup luas. Motivasi responden tinggi dalam memanfaatkan lahan pekarangan berkaitan dengan faktor lingkungan, ekonomi, kesehatan dan sosial/kemasyarakatan. Usahatani lahan pekarangan memberikan kontribusi sebesar 10,72% terhadap pendapatan rumah tangga.
ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN BAKSO AYAM PADA USAHA RUMAH TANGGA DI KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI DENGAN PENDEKATAN METODE HAYAMI Limi, Muhammad Aswar; Zani, Munirwan; Abdullah, Sukmawati; Nalefo, La; Rianse, Muhammad Iqbal Kusumabaka
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i1.1381

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat proses pembuatan bakso ayam secara menyeluruh dan mengetahui nilai tambah yang dihasilkan dari pembuatan bakso ayam di bisnis rumah tangga dengan menggunakan metode Hayami. Dilaksanakan dari Maret hingga Mei 2023, penelitian ini mengambil sampel usaha rumah tangga pengolahan bakso ayam plus di Kelurahan Rahandouna, dipilih melalui purposive sampling. Variabel penelitian meliputi proses pengolahan, output dan input produksi, faktor konversi, koefisien tenaga kerja, dan aspek finansial seperti harga produk, upah tenaga kerja, pendapatan, dan keuntungan. Metode penelitian mencakup pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk proses pengolahan dan Analisis Hayami untuk nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan proses pengolahan yang efektif, meliputi pemotongan daging, penggilingan, pencampuran bahan, pembentukan bakso, perebusan, dan penirisan. Nilai tambah Rp 38.440 per kg dan rasio nilai tambah 42,5% ditemukan melalui analisis nilai tambah Metode Hayami. Keuntungan usaha tercatat tinggi, dengan tingkat keuntungan sebesar 82,05%, dan tenaga kerja menyumbang sekitar 17,95% dari nilai tambah. Studi ini menyoroti kontribusi signifikan pengolahan bakso ayam terhadap peningkatan nilai ekonomi di tingkat usaha rumah tangga.
ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN UNTUK COFFEE SHOP YANG MENGGUNAKAN TIPE SLOW BAR Rizqullah, R. Arya Dhimas Rafi; Winarno, Sri Tjondro; Yuliati, Nuriah
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i1.1302

Abstract

Sebagai alat pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, saat ini banyak sekali coffee shop,  hadir dengan konsep dan tampilan yang baru yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen masa kini. Hal ini juga disebabkan oleh meningkatnya konsumsi kopi di Indonesia yang diikuti dengan meningkatnya tingkat penghasilan masyarakat, terutama di kota-kota besar di Indonesia yang berakibat pada masyarakat cepat beradaptasi mengikuti gaya hidup perkembangan jaman dan menjadi lebih konsumtif dibandingkan sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen yang berkunjung di House Number Fifteen Surabaya serta untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian konsumen di House Number Fifteen Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode analisis Structrual Equation Model – Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen didominasi oleh laki-laki, didominasi oleh usia 22-27 tahun, dan didominasi oleh pegawai swasta dan dengan rentang pendapatan Rp. 1.000.000 – 4.500.000. Price, place, promotion, process dan physical evidence merupakan indikator yang mempunyai pengaruh secara signifikan Sedangkan indikator product dan people tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian.Indikator yang berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian adalah indikator process.
KELEMBAGAAN PEMASARAN KARET SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI PETANI KARET DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Sasmi, Meli; Agustar, Asdi; Syarfi, Ira Wahyuni; Hasnah, Hasnah
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i1.1346

Abstract

Karet merupakan komoditi sektor petanian pada sub sektor perkebunan berkontribusi dalam peningkatan ekonomi petani. Namun kondisi harga karet terus melemah menyebabkan ekonomi petani karet juga melemah. Berbagai masalah yang dihadapi petani karet antara lain: Luas lahan kecil, kondisi alam yang rentan terhadap produksi, harga karet dunia yang semakin menurun, daya tawar petani lemah, rantai pemasaran yang panjang. Kondisi ini perlu dicari suatu Solusi,  suatu kelembagaan yang mampu menfasilitasi tataniaga karet yang lebih menguntungkan kepada petani. Kelembagaan pemasaran merupakan salah satu strategi yang berkaitan dengan tataniaga dalam menjamin ketersedian komoditi dan ketersediaan pasar yang lebih efisien. Lelang komoditi merupakan system pemasaran yang mampu meningkatkan harga dan daya tawar petani. Namun tidak mampu mengatasi permasalahan harga karet secara global karena harga karet ditentukan oleh pasar internasional. Kelembagaan dapat mengatasi ketergantungan menjual SIR kepada konsumen luar negeri serta mengurangi ketergantungan produk jadi yang berbahan baku karet.  Kelembagaan petani perlu membentuk Badan Usaha Milik Petani (BUMP) disetiap sentra produksi karet untuk  melakukan kegiatan hilirisasi karet. Pengolahan hasil berbahan baku karet akan menciptakan nilai tambah, mengurangi ketergantungan produk, mengurangketergantungan menjual SIR pada konsumen luar negeri, memiliki daya tawar.

Page 1 of 2 | Total Record : 15