cover
Contact Name
Sari Yuniarti
Contact Email
sari.abdimas@unmer.ac.id
Phone
+623415080008
Journal Mail Official
abdimas@unmer.ac.id
Editorial Address
Jl. Terusan Raya Dieng No. 62-64, Malang, Indonesia, 65146
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang
ISSN : 2721138X     EISSN : 25487159     DOI : https://doi.org/10.26905/abdimas
Core Subject : Humanities,
ABDIMAS: Published by Institute for Research and Community Services (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)) University of Merdeka Malang as the implementation of science, technology, economics, environment, and social in empowering the community. ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang as part of the spirit of disseminating the results of community service. The ABDIMAS UNMER Malang Journal site provides journal articles for free download. ABDIMAS UNMER Malang Journal is a national scientific journal which is a reference source of academics in the field of Community Service.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 444 Documents
PENGEMBANGAN DUSUN BARAN, TLOGOWARU, KEDUNGKANDANG SEBAGAI KAMPUNG WISATA TOPENG DI KOTA MALANG A.Tutut Subadyo
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 3, No 1 (2018): June 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v3i1.2241

Abstract

Kota Malang sebagai tujuan wisata memiliki sejumlah kampung wisata, salah satunya adalah kampung wisata Topeng, di Dusun Baran, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang. Kampung tersebut merupakan salah satu penerapan program Desaku Menanti dari Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk merehabilitasi anak jalanan, gelandangan, dan pengemis. Program ini dimulai pada bulan November 2016, dimana Kemensos telah memberikan bantuan dana untuk pembangunan 40 rumah. Kampung seluas  5000 m2 dikembangkan bersama komunitas masyarakat seperti Malang Struddle, Amazing Malang, Lingkar Malang dan lain-lain. Pembangunan rumah dan fasilitas lainnya melalui swadaya dan secara gotong royong oleh warga kampung ini. Dalam mendukung terwujudnya rencana kampung  wisata  budaya  topeng malangan yang prospektif, perlu  mendapatkan bantuan  pendampingan dan kemitraan dalam pengembangannya melalui desain spatial arsitektural dengan pendekatan participatory approach. Keunikan dan kekayaan budaya yang ada di kampung topeng tersebut dikembangkan dan dilestarikan melalui strategi  wisata  budaya.  Pengembangan dan strategi  pembangunannya difokuskan pada aspek fisik arsitektural  berbasis budaya sehingga kultur topeng malangan yang ada di kampung tersebut dapat lestari dan berkelanjutan. Hasil desain pengembangan dengan sejumlah fasilitas-fasilitas tambahan dan pendukung eksistensi kampung topeng ini dapat dijadikan role model untuk kampung-kampung tematik berbasis budaya yang diproyeksikan menjadi destinasi wisata. DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v3i1.2241
PETERNAKAN KAMBING PERANAKAN ETAWA DI KABUPATEN BANTUL Hera Wasiati; Edi Faizal
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 3, No 1 (2018): June 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v3i1.2242

Abstract

Peternakan kambing peranakan etawa (PE) saat ini berkembang sangat pesat karena banyak hasil yang dapat diperoleh. Beberapa hasil diantaranya berupa penjualan induk, anakkan dan susu. Tambahan lain adalah hasil pengolahan kotoran kambing (inthil) menjadi pupuk organik. Penyediaan pakan yang baik dan dalam jumlah yang cukup perlu dilakukanuntuk meningkatkan kualitas kambing, susu dan anakan yang dihasilkan. Supaya terus tersedianya pakan yang berkualitas maka diperlukan pengetahuan untuk pembuatan pakan kambing fermentasi yang berkualitas baik dan dapat bertahan lama. Berbagai macam olahan susu kambing dapat dihasilkan seperti susu murni yang dikemas dalam botol maupun susu bubuk beraneka rasa. Limbah kotoran kambing, baik berupa limbah padat (inthil) maupun limbah cair (urine) jika dikelola dengan baik akan memberikan nilai tambah ekonomi.  Selain itu diperlukan juga pengetehuan tentang manajemen pengelolaan dan teknik pemasaran yang baik untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Penggunaan teknologi informasi (e-commerce) akan dapat memperluas jangkaun pemasaran produk-produk kambing etawa. Kegiatan IbM ini melibatkan dua mitra Kelompok Peternak Kambing Etawa di Banguntapan, Bantul yaitu “Kelompok PE Jaya” dan “Kelompok PE Makmur”. Kegiatan yang telah berhasil dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan yang dialami mitra yaitu (1) penerapan teknologi tepat guna dalam pengolahan pakan alternatif/buatan (fermentasi), (2) penerapan teknologi tepat guna untuk pengolahan limbah padat menjadi pupuk organik, (3) proses pengolahan susu aneka rasa, (4) peningkatan pengetahuan dalam penanganan anak kambing baru lahir dan (5) perbaikan sistem manajemen usaha dan pemasaran dengan memanfaatkan media online. DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v3i1.2242
PENYULUHAN HUKUM PERLINDUNGAN ANAK BAGI PARA SISWA DAN GURU SDN CEMPAKA BARU 05 KEMAYORAN JAKARTA PUSAT Rahmanto, Derta; Purwaningsih, Endang; Ariyanti, Evie Rachmawati Nur
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 3, No 1 (2018): June 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v3i1.2243

Abstract

Pada umumnya semua siswa dan guru di SDN Cempaka Baru 05  Kemayoran belum memahami secara benar tentang perlindungan anak dan penegakan hukumnya. Mereka juga   belum pernah mendapatkan penyuluhan atau pelatihan tentang hukum perlindungan anak. Untuk itulah perlu diberikan pengetahuan yang cukup melalui penyuluhan hukum ini untuk mengatasi permasalahan mitra terkait upaya pencegahan kejahatan terhadap anak didik sebagai bentuk perlindungan hukum menurut UU Perlindungan anak. Upaya yang dilakukan melalui penyuluhan hukum ini dilakukan dengan memberi pengetahuan hukum tentang perlindungan anak kepada siswa dan guru,  kemudian dilanjutkan pada tanya jawab, dengan metode kegiatan ceramah dan diskusi di sekolah setempat dan memberikan pre test dan post test.   Hasil kegiatan menunjukkan pentingnya kegiatan penyuluhan tentang perlindungan anak untuk meningkatkan wawasan pengetahuan dan kesadaran hukum anak didik, demikian pula bagi guru sebagai pendidik, terkait tugas, hak dan kewajibannya di sekolah. DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v3i1.2243
DESA PENGHASIL KOPI UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA DAMARWULAN KECAMATAN KELING KABUPATEN JEPARA Miftah Arifin; Ariyanto Ariyanto
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 3, No 1 (2018): June 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v3i1.2247

Abstract

Sumber daya alam yang melimpah seyogyanya dilihat secara mendalam sehingga pemanfaatannya bisa sangat optimal, salah satu sumber daya alam yang memiliki potensi luar biasa yaitu Kopi, kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang cukup  berkembang di Indonesia, komoditas kopi tersebar di seluruh wilayah Indonesia, di Jawa Tengah sendiri kopi menjadi komoditas utama di lereng gunung muria, salah satunya di Desa Damarwulan Jepara, Desa Damarwulan merupakan desa yang terletak di Kecamatan Keling Kabupaten Jepara, desa ini memiliki SDA berupa Kopi yang melimpah. Di desa ini lahan yang digunakan tanaman Kopi seluas 351 Ha yang menghasilkan kopi sebesar 4 ton/Ha. Potensi perkebunan tersebut dikembangkan melalui usaha pengelohan hasil perkebunan oleh kelompok-kelompok usaha. Kegiatan ini bertujuan bertujuan untuk Meningkatkan skill manajemen dari aspek-aspek aktivitas usah yang meliputi beberapa aspek yaitu permodalan, kualitas, proses produksi, sumber daya manusia,  sistem pemasaran dan manajemen keuangan, yang kesemuanya saling terkait sebagai upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang dilaksanakan di Desa Damarwulan Kabupaten Jepara. Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan terhadap usaha-usaha yang menjadi mitra yaitu industri pengolahan kopi, pengolahan makanan. Berdasarkan pada solusi yang ditawarkan diatas, dalam kegiatan KKN-PPM ini memiliki beberapa target luaran sebagai berikut:Dihasilkan rantai nilai dan nilai tambah pada usaha pengolahan kopi yang lebih baik, sehingga diharapkan memberikan keuntungan bagi industri kecil mitra semakin meningkat, yang pada gilirannya mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pekerja dan kelompok usaha pengolahan kopi; Harga pasar dan kualitas produk meningkat melalui panen kopi hanya pada kopi yang telah merah dan peningkatan pengetahuan petani tentang kegunaan kopi petik merah; Dihasilkan desain dan kualitas kemasan kopi yang lebih menarik; Peningkatan asset, terutama peralatan pengolahan kopi, dilakukan melalui model Bank Kopi, petani yang tergabung dalam kelompok usaha menabung kopi pada pengelola hasilnya dikelola untuk pengadaan peralatan kopi secara bergiliran; Dihasilkan ijin P-IRT dari dinas kesehatan bagi anggota kelompok usaha yang belum memilikinya; Jaringan maupun segmen pasar produk kopi semakin luas, bukan hanya wilayah sekitar kecamatan Keling, namun mampu dipasarkan hingga seluruh wilayah Kabupaten Jepara dan diluar kabupaten Jepara; Pola manajemen usaha (pembukuan, promosi, pemasaran) kelompok usaha pengolahan kopi tertata rapi dan modern; sedangkan Luaran yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah dihasilkannya artikel ilmiah dalam jurnal nasional dalam rangka publikasi hasil kegiatan. DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v3i1.2247
BIMBINGAN TEKNIS DESAIN DAPUR PEMANAS MODEL TERTUTUP DAN CEROBONG GANDA PADA MANAJEMEN BISNIS UKM PANDAI BESI WILAYAH DISPERINDAG KABUPATEN MALANG Djoko Andrijono; Sufiyanto Sufiyanto
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 3, No 1 (2018): June 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v3i1.2248

Abstract

Uji coba dapur pemanas terbuka dengan ukuran panjang 1100 mm, lebar 900 mm,  tinggi 700 mm dan dinding terbuat dari bahan bata tahan api dan bata merah mampu menghasilkan temperatur panas 9250 C dibanding dengan dapur pemanas tertutup hanya mampu menghasilkan temperatur panas 7200C.  Hasil uji kekerasan setelah logam ditempa panas dan dilanjutkan proses pendinginan oli, angka kekerasan tertinggi pada pendinginan oli SAE 40 sebesar 88 HRB dan angka kekerasan terendah pada pendinginan oli SAE 140 sebesar 85 HRB. Angka kekerasan semakin menurun disebabkan viskositas oli semakin kental, akibatnya laju pendinginan semakin lambat dan besar butirnya semakin kasar, sehingga logam mudah ditempa panas. Pengamatan struktur mikro pada bagian permukaan logam hasil tempa panas pendinginan oli dengan pembesaran 200 x secara umum lebih dominan terbentuk fasa ferit dibanding fasa perlit dan bagian melintang logam hasil tempa panas pendinginan oli dengan pembesaran 200 x, secara umum baja karbon rendah dan baja karbon tinggi telah menyatu. Fasa ferit sifatnya ulet, kekerasannya rendah dan fasa perlit sifatnya keras tetapi getas.  Pada pendinginan oli tidak terbentuk fasa martensit yang sifatnya sangat keras dan getas, hal ini disebabkan pada saat proses pendinginan seluruh jenis oli fasa austenit tidak dapat bertransformasi menjadi fasa martensit. DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v3i1.2248
IbM KELOMPOK PETERNAK SAPI PERAH DI DESA KEMIRI KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih; Wiji Setiyaningsih
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 3, No 1 (2018): June 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v3i1.2249

Abstract

Program pengabdian masyarakat pada kelompok peternak sapi perah di desa Kemiri Kecamatan Jabung Kabupaten Malang ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi dengan melakukan upaya yaitu: a) Alih teknologi pembuatan produk pakan ternak melalui teknik fermentasi (silase) untuk menyediakan pakan hijauan yang berkualitas secara kontinyu terutama di musim kemarau dengan biaya yang murah, b) Alih teknologi pengolahan pakan fermentasi berbasis potensi lokal, sehingga dapat disubtitusikan sebagai pakan ternak untuk menghemat biaya pakan terutama konsentrat, peternak dapat mengurangi pengeluaran untuk biaya pakan ternak dari biaya semula untuk pemeliharaan 3 ekor sapi sebesar Rp.118.950,-/hari menjadi  Rp.51.450,-/hari, sehingga ada tambahan pendapatan untuk peternak, c) Alih teknologi pengolahan susu sehingga keluarga peternak dapat menghasilkan produk susu yang memiliki nilai tambah harga jual dan nilai ekonomi susu selain menjual susu segar (diversifikasi). Target program kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah 1) meningkatkan pemahaman dan ketrampilan peternak dalam pemanfaatan teknologi pengolahan bahan pakan ternak dan teknologi pengolahan susu, 2) Kelompok peternak dapat mengadopsi pembuatan produk pakan ternak dan olahan susu secara mandiri, 3) Dapat meningkatkan kualitas produk pakan, produksi susu sehingga bermanfaat untuk peningkatan pendapatan mitra. Metode kegiatan yang digunakan adalah diskusi/penyadaran melalui tanya jawab terkait masalah di lapang dan solusinya, pelatihan, demoplot teknik pembuatan produk pakan dan olahan hasil ternak yang berkualitas  dan bernilai ekonomi serta pendampingan dan evaluasi untuk memberi solusi atas kendala adopsi teknologi di lapang. Didalam pelaksanaan program melibatkan mahasiswa untuk membantu sosialisasi dan introduksi teknologi. Peran aktif mitra pada kegiatan pengabdian masyarakat sangat menunjang keberhasilan program, dalam hal ini diwujudkan dengan kontribusi penyediaan tempat dan perlengkapannya untuk kegiatan, pengadaan ternak dan kandang untuk proses alih teknologi dan berpartisipasi untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh tim pengabdi sesuai jadwal yang ditentukan dengan respon interaksi positif dan antusiasme. Program IbM ini mendapatkan respon yang baik dari mitra kelompok peternak sapi perah serta meningkatkan motivasi peternak untuk  mengaplikasikan teknologi fermentasi silase dan olahan susu pada kegiatan usaha peternakan mereka yang sebelumnya tidak dilakukan pemanfaatan dan pemeliharaan secara optimal. DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v3i1.2249
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN COMMUNITY BASED TOURISM DI DESA KEPAKISAN DATARAN DIENG Muafi Muafi; Dyah Sugandini; Christin Susilowati
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 3, No 1 (2018): June 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v3i1.2250

Abstract

Dieng merupakan kawasan yang memiliki dataran tinggi. Dieng memiliki potensi wisata yang sangat menjanjikan dan sangat menarik untuk ditawarkan. Pendekatan community based tourism diharapkan bisa dipakai sebagai salah satu pendekatan yang bisa melibatkan partisipasi masyakarat lokal bekerjasama dengan pemerintah, perusahaan dan perguruan tinggi. Kekuatan pendekatan ini adalah bertumpu pada masyarakat dan berorientasi pada  lingkungan alam serta menjunjung tinggi nilai budaya tradisional dengan tetap mempertahankan kearifan lokal. Objek pengabdian ini dilakukan di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Banjarnegara. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pengabdi beserta aparat pemerintah dan masyarakat lokal melakukan; (1) pemetaan potensi wisata dan penentuan skala prioritas lokasi wisata, (2) menjembatani pendanaan melalui dana program tanggung jawab social lingkungan (TJSL) BUMN (Perum BULOG), (3) pemberdayaan masyarakat dengan pembersihan telaga dan melakukan pelatihan UKM olahan makanan kepada mayarakat. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyakarat dengan melibatkan secara langsung aparat pemerintah dan masyarakat lokal melalui pendekatan community based tourism. Hasilnya masyarakat Desa Kepakisan memiliki telaga yang bersih dan bermanfaat untuk kegiatan pemancingan, lokasi berkumpulnya warga untuk kegiatan nasional, penjualan usaha makanan dan minuman di lokasi setempat, pengairan untuk perkebunan dan destinasi wisata sehingga bisa menggerakkan kegiatan perekonomian masyarakat lokal. DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v3i1.2250
PELATIHAN RANCANG BANGUN ALAT PERAGA PRAKTIKUM FISIKA BAGI GURU-GURU FISIKA SMA Juwariyah, Tatik; Pradana, Sigit; Djaya, Yuhani
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 3, No 1 (2018): June 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v3i1.2251

Abstract

Hambatan praktikum fisika di tingkat SMA disebabkan oleh beberapa faktor.Salah satu faktor tersebut adalah masih jarangnya pelatihan penguasaan peralatan laboratorium bagi para guru.Akibatnya kreatifitas guru fisika dalam mempraktekkan konsep fisika yang diajarkan masih rendah sehingga diperlukan pelatihan perancangan alat peraga praktikum fisika.Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan perancangan alat peraga praktikum fisika yang sedang up to date yaitu alat peraga pembangkit listrik energi terbarukan. Alat peraga praktikum  pembangkit listrik energi terbarukan yang  diberikan pada kegiatan pelatihan ini adalah pembangkit listrik tenaga angin (wind turbine). Pelatihan ini dapat dibagi menjadi dua tahap. Pertama, penjelasan komponen-komponen yang diperlukan dalam merancang alat peraga pembangkit listrik energi angin. Kedua, pengujian alat hasil rancangan yaitu dengan memvariasikan kecepatan angin yang datang pada alat peraga energi angin dan mengukur daya listrik yang dihasilkan. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini para peserta(guru) dilatih merangkai komponen-komponen alat peraga. Namun para guru belum sempat melakukan pengambilan data dan menganalisis data hasil pengujian alat peraga secara mandiri. Namun demikian  para guru telah diperagakan cara mengambil data variasi kecepatan angin terhadap daya keluaran. Adanya pelatihan perancangan alat praktikum  fisika berupa alat peraga pembangkit listrik energi terbarukan khususnya pembangkit listrik tenaga angin bagi guru-guru fisika diharapkan dapat menjadi salah satu solusi hambatan pelaksanaan praktikum  fisika di tingkat  SMA. DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v3i1.2251
PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PETANI PEKEBUN DENGAN PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN/PERKEBUNAN, UMKM DAN PEMBELAJARAN MELALUI KKN-PPM DI DESA MALLONGI-LONGI KABUPATEN PINRANG Nur Anny S Taufieq; Wahidah Sanusi
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 3, No 1 (2018): June 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v3i1.2252

Abstract

Kegiatan KKN-PPM dilaksanakan di tiga dusun yang ada di Desa Mallongi-longi, Kabupaten Pinrang. Tujuan kegiatan ini adalah: a) Mengoptimalkan diversifikasi dengan pengelohan hasil perkebunan dan pertanian menjadi berbagai produk jadi; b) Mengolah hasil tani/kebun menjadi berbagai produk yang bernilai ekonomis; c) Dapat membuat kemasan dan pemasaran produk hasil pertanian/perkebunan;d) Pembentukan dan pemberdayaan masyarakat dalam UMKM e) Menciptakan masyarakat bebas putus sekolah, buta huruf, buta baca Qur’an dan buta aksara di wilayah KKN-PPM; f) Meningkatkan Kesadaran akan pentingnya kesehatan bagi anak, guru dan orang tua di lingkungan sekolah dan rumah; dan g) Mengoptimalkan peranan masyarakat dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Permasalahan mitra adalah: a) Hasil pertanian/perkebuanan dijual dengan hasil yang sangat murah; b) Kurangnya pemahaman masyarakat dalam mengolah hasil pertanian/perkebunan menjadi produk jadi bernilai ekonomis; c) Belum maksimalnya pengetahuan masyarakat tentang UMKM; d) Banyaknya anak usia 6 s/d 12 tahun putus sekolah dan yang tidak bersekolah; e) Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan; f) rendahnya pendidikan non-formal;   g) Rendahnya motivasi anak-anak dan orang tua tentang pentingnya pendidikan. Metode yang digunakan adalah melakukan penyuluhan, memberikan pelatihan olah hasil perkebunan menjadi produk jadi bernilai ekonomis seperti keripik terong, baruasa, manisan, dll., Tudang Sipulung, pendidikan dan pengajaran non-formal kepada anak putus sekolah selama pelaksanaan kegiatan, pendampingan pembentukan UMKM dan penyuluhan dan sosialisasi tentang pentingnya kesehatan dengan menciptakan lingkungan rumah dan sekolah yang bersih. Luaran yang diharapkan adalah: 1) Meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membuat berbagai produk jadi hasil perkebunan, 2) Meningkatkan kesadaran, wawasan, motivasi, kemampuan, keterampilan dan perilaku anak-anak putus sekolah dan siswa, 3) Menciptakan masyarakat bebas buta huruf dan aksara serta bebas anak-anak putus sekolah 4) Meningkatkan Kualitas pendidikan Dasar dengan pembimbingan, pembelajaran tambahan, Cerdas Cermat dan pengajaran baca Qur’an,  5) Perbaikan sistem pada kelompok petani/pekebun dengan UMKM; 6) Publikasi ilmiah, teknologi tepat guna dan produk olahan hasil pertanian/perkebunan seperti Barongko dan Nugget Terong. DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v3i1.2252
TEKNOLOGI UNTUK UKM SERVER PULSA ALL OPERATOR Wahyuningsih, Dian; Rahmawati, Linda Suvi; Marisa, Fitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 3, No 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v3i1.2258

Abstract

Server pulsa all operator adalah distributor pulsa elektrik semua operator seluler dan PLN Prabayar dimana proses penjualannya melalui sistem online menggunakan perangkat komputer, handphone Siemen C55 sebagai alat modulasi dan  modem  untuk  akses  internet  yang  dikendalikan  oleh  perangkat  lunak dengan metode sms  gateway  dan  akses  hangout.  Server   pulsa   sangat bergantung  pada  keberadaan  listrik  dan   akses  internet. Keberadaan   server pulsa all operator sangat pesat perkembangannya dalam sepuluh tahun terakhir ini, khususnya di kabupaten Malang. Kabupaten  Malang  dikenal  sebagai  salah  satu  pemasok  terbesar pulsa all operator di Indonesia. Dari perkembangannya, server pulsa all operator sangat yang   terprospek   untuk   lebih   dikembangkan   mengingat   semakin meningkatnya kebutuhan  pulsa  elektrik.  Namun  ada  beberapa  permasalahan yang  dihadapi  UKM  Pulsa  All  Operator) antara  lain:  1)  tidak  ada alat   alternatif   yang   dapat membackup daya listrik secara otomatis tanpa memadamkan komputer jika sewaktu- waktu ada pemadaman listrik, 2) semakin terbatasnya keberadaan handphone Siemen C55 di pasaran  karena  sudah  tidak diproduksi   lagi,   dan   sebagai   alternatif   telah   tersedia perangkat rangkaian modulasi yang berfungsi sama seperti   handphone Siemen C55 namun harganya yang relatif mahal sehingga sulit terjangkau oleh daya beli UKM, 3) manajemen keuangan belum baik mengingat perputaran transaksi yang relatif cepat, dan 4) Belum adanya legalitas hukum dari UKM mitra. Maka tindakan yang akan dilakukan adalah 1) membuat rangkaian alat penyedia daya listrik secara otomatis sehingga proses transaksi dapat lebih lancar meskipun pada saat listrik padam, 2) mengupayakan rangkaian alat modulasi yang lebih representatif (modem pool) sebagai pengganti handphone  siemens  C55  sehingga  kebutuhan  alat  modulasi terpenuhi dan lebih efektif, 3) membuat aplikasi keuangan server pulsa, dan 4) pendampingan kepengurusan CV. Hasil  yang  telah  dicapai  adalah  :  rangkaian alat  penyedia  daya  listrik   yang  dapat membantu proses kelangsungan proses transaksi, terwujudnya alat rangkaian modulasi (modem pool)   yang dapat memenuhi  kebutuhan dan sekaligus mempercepat  proses transaksi, aplikasi pengelolaan keuangan, dan terdaftarnya UKM sebagai badan hukum CV, dan HKI.

Page 4 of 45 | Total Record : 444