cover
Contact Name
Muhamad Agus
Contact Email
agus.muhamad0@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agus.muhamad0@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan Jl. Sriwijaya No. 3 Pekalongan
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
PENA AKUATIKA : JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Published by Universitas Pekalongan
ISSN : 02165449     EISSN : 2301640X     DOI : 10.31941
Pena Akuatika mempublikasikan artikel-artikel yang berisi ide, gagasan, hasil penelitian, kajian pustaka di bidang ilmu perikanan dan kelautan
Articles 196 Documents
Estimasi Nilai Cadangan Karbon Di Atas Permukaan Tanah Pada Hutan Mangrove Di Pulau Lancang: Estimation of Above-Ground Carbon Stock in Mangrove Forest on Lancang Island RANGGA SETIYOKO; Marningot Tua Natalis Situmorang; Laila Febriana
Pena Akuatika : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 25 No. 1 (2026): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v25i1.7106

Abstract

Peningkatan emisi karbon dioksida (CO₂) sebagai pemicu perubahan iklim menuntut strategi mitigasi berbasis ekosistem, salah satunya melalui hutan mangrove yang berfungsi sebagai penyerap karbon (blue carbon). Penelitian ini bertujuan mengestimasi cadangan karbon di atas permukaan tanah pada hutan mangrove Pulau Lancang serta menganalisis hubungan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dengan biomassa, cadangan karbon, dan kerapatan tegakan. Metode kuantitatif digunakan dengan citra Sentinel-2A dan survei lapangan pada plot 5×5 m. Hasil menunjukkan nilai NDVI berkisar 0,731–0,998, dengan biomassa rata-rata 1.361,88 ton/ha dan cadangan karbon 168,48 ton C/ha. Analisis regresi mengungkap korelasi kuat antara NDVI dengan biomassa (R² = 0,7883), cadangan karbon (R² = 0,69), dan kerapatan tegakan (R² = 0,991). NDVI terbukti dapat menjadi indikator andal untuk estimasi cadangan karbon mangrove. Temuan ini menegaskan pentingnya penginderaan jauh dalam mendukung konservasi mangrove dan mitigasi perubahan iklim.
Efesiensi Efisiensi Manajemen Pakan Pada Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) dalam Sistem Intensif dan Semi Intensif: Evaluasi Praktik Manajemen Pakan Terhadap Efisiensi Budidaya Udang Vaname pada Sistem Intensif dan Semi Intensif PUTRI NANDA PRATAMA PUTRI NANDA PRATAMA; Anta Dzaky Muhamad Arif; Maimunna Sisca Ghirda Agustin; Nalini Noviatri Setyaningrum
Pena Akuatika : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 25 No. 1 (2026): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v25i1.7150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi manajemen pakan pada budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) menggunakan dua sistem yang berbeda, yaitu sistem intensif dan semi intensif. Penelitian dilaksanakan melalui kegiatan praktek kerja lapang di dua lokasi, yakni Instalansi Gelung Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo untuk sistem intensif dan Tambak MIBAMA Banyuwangi untuk sistem semi intensif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, partisipasi aktif serta studi literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem intensif dengan penggunaan autofeeder dan pengaturan indeks pakan menghasilkan nilai Feed Conversion Ratio (FCR) berkisar antara 0,73–1,04 dengan tingkat kelangsungan hidup (SR) mencapai 90%, sedangkan sistem semi intensif dengan metode blind feeding dan akselerasi menghasilkan nilai FCR sebesar 1,2 dan SR sebesar 92%. Efisiensi manajemen pakan terbukti mempengaruhi laju pertumbuhan harian (ADG) serta kondisi kualitas air tambak. Pemberian pakan yang terkontrol dapat menekan peningkatan amonia (NH₃) dan nitrit (NO₂) yang bersifat toksik, sehingga menjaga keseimbangan lingkungan perairan dan kesehatan udang. Dengan demikian penerapan manajemen pakan tepat dan terukur menjadi kunci keberhasilan budidaya udang vannamei yang efisien, produktif, dan berkelanjutan.
PRODUCTIVITY AND DIVERSITY OF LOW-LINE FISHING CATCHES AT BALAMBANG PORT, LUWU REGENCY, SOUTH SULAWESI: Productivity and Diversity of Longline Fishing Catches at Balambang Port, Luwu Regency, South Sulawesi Andi Iswandhiansyari; Suardi; Henny T. Cinnawara; Akmal
Pena Akuatika : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 25 No. 1 (2026): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi produktivitas unit penangkapan dan tingkat keanekaragaman jenis ikan yang tertangkap menggunakan alat tangkap pancing rawai yang dioperasikan oleh nelayan di Pelabuhan Balambang, Kabupaten Luwu di perairan Teluk Bone. Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara terstruktur terhadap 10 nelayan pancing rawai. Data hasil tangkapan meliputi nama lokal, nama ilmiah, jumlah individu, dan berat setiap jenis ikan yang tertangkap.Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap pancing rawai yang dioperasikan memiliki spesifikasi yang relatif seragam, dengan rata-rata 100 mata pancing per tali utama dan durasi operasi berkisar antara 6 hingga 10 jam per trip. Nilai Upaya Tangkapan per Unit (Catch Per Unit Effort) rata-rata pancing rawai berada pada 20,64 kg/trip. Komposisi hasil tangkapan didominasi oleh famili Kakap Merah (Lutjanus sp.), (Lethrinidae), (Muraenesox Cinereus), (Epinephelus fuscoguttatus), (Pomadasys maculatus), (Rachycentron Canadum), (Lutjanus johnii), (Caranx ignobilis), (Taeniura lymma (Ariidae), Masidung (Caranx sexfasciatus), (Etelis carbunculus), Kakap Putih (Lates calcarifer), (Epinephelus Sp). Analisis Keanekaragaman menunjukkan nilai Indeks Keanekaragaman sebesar 14,58%, yang dikategorikan sebagai keanekaragaman sedang hingga tinggi. Indeks Dominansi sebesar 0,3% menunjukkan bahwa tidak terdapat spesies tunggal yang sangat dominan dalam hasil tangkapan, yang mencerminkan ekosistem perairan Teluk Bone yang masih memiliki keragaman spesies yang cukup baik.
Mutu Kesegaran Ikan Cakalang (Katsuwonus Pelamis) Hasil Tangkapan Nelayan Handline Di Pangkalan Pendaratan Ikan Lonrae, Bone, Sulawesi Selatan: Quality of Skipjack Tuna (Katsuwonus pelamis) Captured by Handline at Lonrae Fish Landing Base, Bone, South Sulawesi Rahmatang; Muhammad Maskur; Mohammad Roin Najih; Dewi Virgiastuti Jarir; Aulia Azhar Wahab
Pena Akuatika : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 25 No. 1 (2026): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu kesegaran ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) merupakan aspek penting dalam menjamin kualitas dan nilai ekonomi hasil perikanan tangkap. Pada perikanan skala kecil, khususnya nelayan handline, praktik penanganan ikan di atas kapal berperan besar dalam menentukan mutu ikan hingga tahap pendaratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu kesegaran ikan cakalang hasil tangkapan nelayan handline yang didaratkan di Pangkalan Pendaratan Ikan Lonrae, Bone, Sulawesi Selatan. Penilaian mutu dilakukan menggunakan parameter organoleptik, suhu, dan derajat keasaman ikan. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga trip penangkapan dengan pengamatan berdasarkan posisi penyimpanan ikan di dalam palka, yaitu palka bagian atas, tengah, dan bawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai organoleptik ikan cakalang berada pada kisaran 7,70–8,90 yang mengindikasikan kondisi ikan masih tergolong segar hingga sangat segar. Suhu ikan selama proses penanganan di atas kapal berada pada kisaran 0,24–1,02 derajat Celsius, sedangkan nilai derajat keasaman berkisar antara 6,69–7,15 yang masih sesuai dengan karakteristik ikan segar. Perbedaan nilai organoleptik, suhu, dan derajat keasaman berdasarkan posisi palka menunjukkan bahwa tata letak penyimpanan dan distribusi es di dalam palka memengaruhi mutu kesegaran ikan. Secara keseluruhan, ikan cakalang yang didaratkan di Pangkalan Pendaratan Ikan Lonrae masih memiliki mutu kesegaran yang baik, sehingga praktik penanganan dan pendinginan di atas kapal perlu dipertahankan dan ditingkatkan untuk menjamin kestabilan mutu hasil tangkapan. Kata kunci: handline, mutu kesegaran, organoleptik, suhu, pH,
Analisis Tingkat Ramah Lingkungan Alat Penangkapan Ikan Bagan Apung Di Tpi Batu Belubang, Provinsi Kepulauan Bangka: Indeks Ramah Lingkungan (IRF) Zerli Selvika; Dareen Nadya Rema; Ali Muqsit; Silvy Syukhriani
Pena Akuatika : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 25 No. 1 (2026): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v25i1.7660

Abstract

Perikanan bagan apung merupakan mata pencaharian utama masyarakat pesisir di Desa Batu Belubang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang umumnya dioperasikan dengan sistem one day fishing. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat ramah lingkungan alat penangkapan ikan bagan apung di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Batu Belubang. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2025 menggunakan data primer dan sekunder, kemudian dianalisis dengan metode skoring berdasarkan aspek teknis, biologi, dan lingkungan melalui perhitungan Indeks Ramah Lingkungan (IRF). Hasil penelitian menunjukkan nilai IRF sebesar 76,67% yang termasuk kategori sangat ramah lingkungan, sehingga bagan apung di TPI Batu Belubang berpotensi mendukung perikanan tangkap berkelanjutan. Kata kunci: Bagan apung, Batu Belubang, Indeks Ramah Lingkungan (IRF)
Pengaruh Kepadatan Terhadap Tingkat Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dalam Sistem Transportasi Tertutup Selama Empat Jam: The Effect of Stocking Density on The Survival Rate of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) Fingerlings in a Closed Transportation System Leony Putwie Maudina Sova; Nurul Hayati; Didik Budiyanto
Pena Akuatika : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 25 No. 1 (2026): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepadatan tebar yang tinggi dapat mempercepat penurunan kualitas air selama transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan tebar terhadap kelangsungan hidup benih ikan nila (Oreochromis niloticus) selama transportasi tertutup empat jam dan menentukan kepadatan optimalnya. Penelitian menggunakan empat perlakuan kepadatan (60, 70, 80, dan 90 ekor per wadah) dengan enam ulangan. Parameter yang diamati meliputi kelangsungan hidup, suhu, dan pH air sebelum dan sesudah transportasi. Analisis data menggunakan ANOVA dan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup (p < 0.001). Kelangsungan hidup mencapai 100% pada kepadatan 60 dan 70 ekor, sedangkan pada kepadatan 80 ekor menurun menjadi 97.80% dan pada 90 ekor turun menjadi 92.40%. Suhu meningkat dari 25–26 °C menjadi 28–30 °C dan pH menurun dari 6.83–7.07 menjadi 6.22–6.56 serta penurunan DO dari 7.7–7.8 mg/L menjadi 7.0 mg/L (P1), 6.5 mg/L (P2), 6.0 mg/L (P3), dan 5.5 mg/L (P4). Kepadatan optimal yang direkomendasikan adalah 60–70 ekor per wadah. Kata kunci: benih ikan nila, kepadatan tebar, transportasi tertutup, kelangsungan hidup, kualitas air

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2026): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol. 24 No. 2 (2025): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol. 24 No. 1 (2025): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol. 23 No. 2 (2024): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol. 23 No. 1 (2024): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 23, No 1 (2024): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 22, No 2 (2023): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 22, No 1 (2023): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 21, No 2 (2022): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 21, No 1 (2022): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 20, No 2 (2021): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 20, No 1 (2021): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 19, No 2 (2020): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 19, No 1 (2020): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 18, No 2 (2019): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 18, No 1 (2019): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 17, No 2 (2018): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 17, No 1 (2018): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 16, No 1 (2017): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 15, No 1 (2017): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 14, No 1 (2016): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 13, No 1 (2016): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 12, No 1 (2015): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 2, No 1 (2010): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 2, No 1 (2007): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 1, No 1 (2010): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 1, No 1 (2009): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 1, No 1 (2008): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN Vol 1, No 1 (2007): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN More Issue